Anda di halaman 1dari 7

Adrenalin (bahasa Inggris: adrenaline, epinephrine) adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan

gerak tubuh. Kelenjar adrenal ( kelenjar suprarenal ) adalah dua masa triangular pipih yang berwarna kuning yang tertanam pada jaringan adipose. Organ ini berada di kutub atas ginjal. asing ! masing kelenjar ini terdiri dari korteks di bagian luar dan medulla di bagian dalam kelenjar adrenal Korteks mensekresi hormone steroid. Korteks terbagi menjadi tiga lapisan, dari luar ke dalam, yaitu "ona glomerulosa, "ona #asi kulata, dan "ona retikularis. $edangkan medula yang secara embriologik berasal dari jenis neuroektodermis sama yang menjadi asal neuron simpatis. $el medula sebenarnya adalah neuron postganglionic simpatis yang bermodi#ikasi. %ormon kortikal adrenal berlawanan dengan hormon medular yang dimana hormon medular merupakan hormon yang disekresikan oleh sel ! sel kroma#in. %ormone adrenal ini sangat penting untuk kehidupan. &. ineralokortikoid, disintesis dalam "ona glomerulosa. a. Aldosteron, mineralokortikoid terpenting mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar natrium dan kalium dalam darah. b. Kendali skresi, sekresi aldosteron tersebut diatur oleh kadar natrium darah, teteapi terutama oleh mekanisme renin'angiostensin. (. )lukokortikoid disintesis dalam "ona #asikulata. %ormon ini meliputi kortikosteron. Kortisol, dan kortison. %ormon yang terpenting adalah kortisol. ' *#ek #isiologis )lukokortikoid mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, dan lemak untuk membentuk cadangan yang siap dimetabolis. %ormon ini meningkatkan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat, simpanan glukogen di hati, dan peningkatan kadar darah. ' *#ek +ermisi# Kortisol sangat penting karena si#at permisi#nya. $ebagai contoh, kortisol harus ada dalam jumlah yang adekuat agar katekolamin dapat memicu ,asokontriksi. $eseorang yang tidak memiliki kortisol jika tidak diobati dapat mengalami syok sirkulasi pada situasi'situasi stress yang memerlukan ,asokonstriksi luas yang segera. +eran dalam adaptasi terhadap stress Kortisol berperan penting dalam adaptasi terhadap stress. $tress dapat terjadi dalam bentuk #isik (trauma, pembedahan), kimia (penurunan pasokan oksigen), #isiologis (olahraga berat, nyeri), psikologis atau emosi (rasa cemas, ketakutan), dan sosial (kon#lik pribadi, perubahan gaya hidup). $emua jenis stress adalah perangsang kuat untuk sekresi kortisol. -alaupun peran pasti kortisol dalam adaptasi terhadap stress belum diketahu, penjelasan berukut mungkin memada walaupun masih bersi#at spekulati#. anusia primiti# atau hewan yang terluka atau menghadapi situasi yang mengancam nyawa harus menunda makan. *#ek kortisol yang menyebabkan perubahan dari simpanan protein dan lemak menjadi penanbahan simpanan karbohidrat dan peningkatan ketersediaan glukosa darah akan membantu melindungi otak dari malnutrisi selama periode puasa terpaksa ini. .i samping itu, asam'asam amino yang dibebaskan oleh penguraian protein akan dapat digunkana untuk memperbaiki jaringan yang rusak apabila terjadi cedera #isik. .engan demikian terjadi peningkatan ketersediaan glukosa, asam amino, dan asam lemak untuk digunakan apabila diperlukan. /. +roses sintesis hormone adrenal %ormon epine#rin disintesis pada kelenjar adrenal bagian medulla oleh sel'sel kroma#in. $el target epine#rin adalah sel sara# dari semua reseptor simpatis di seluruh tubuh. +roses sintesis *pine#rin disintesis dari norepine#rin dalam sebuah jalur sintesis yang terbagi atas keseluruhan katekolamin, termasuk 0'dopa, dopamine, norepine#rin, and epine#rin. *pine#rin disintesis melalui metilasi terhadap amina pangkal primer pada norepine#rin oleh #eniltanolamin 1'metiltrans#erase (+1 2) dalam sitosol neuron adrenergik dan sel'sel medulla adrenal (sel kroma#in). +1 2 hanya terdapat pada sitosol sel'sel medula adrenal.. +1 2 menggunakan $'adenosilmetionin ($A e) sebagai ko'#aktor yang menyumbangkan gugus metil pada norepine#rin, membentuk epine#rin. Karena norepine#rin diakti#kan oleh +1 2 dalam sitosol, pertama norepine#rin harus diubah di luar

granula sel kroma#in. %al ini bisa terjadi ,ia katekholamin'%3 penukar 4 A2&. 4 A2& juga bertanggung jawab mentransport epine#rin yang baru disintesis dari sitosol kembali ke dalam granula sel kroma#in untuk persiapan pelepasan 5alur biosintetik utama : #enilalanin6tirosin6dopa6dopamin6norepine#rin6 epine#rin. 2irosin dioksidasi menjadi dopa, dan mengalami dekarboksilasi menjadi dopamin, yang dioksidasi menjadi norepine#rin. 1orepine#rin dimetilasi menjadi epine#rin. %asil akhir biosintesis epine#rin dan norepine#rin atau disebut katekolamin dapat berupa dopamin pada jaringan'jaringan tertentu (misalnya paru, usus, hati) di sana "at tersebut bereaksi sebagai hormon lokal (/agnara dan 2urner, &788). 1orepine#rin terbentuk melalui hidroksilasi dan dekarboksilasi tirosin, dan epine#rin melalui metilasi norepine#rin. 9eniletanolamin'1'metiltrans#erase (+1 2), en"im yang mengkatalisis pembentukan epine#rin:epine#rin dari norepine#rin, ditemukan dalam jumlah cukup banyak hanya di otak dan medulla adrenal. +1 2 medulla adrenal diinduksi oleh glukokortikoid, dan walaupun diperlukan jumlah relati# besar, konsentrasi glukokortikoid dalam darah yang mengalir dari korteks ke medula cukup tinggi. $etelah hipo#isektomi, konsentrasi glukokortikoid darah ini turun dan sintesis epine#rin menurun. *pine#rin yang ditemukan dalam jaringan di luar medulla adrenal dan otak sebagian besar diserap dari darah dan bukan disintesis in situ. ;ang menarik, epine#rin kadar rendah kembali muncul dalam darah beberapa waktu setelah adrenalektomi bilateral, dan kadar ini diatur seperti yang disekresi oleh medula adrenal ()anong, &77<). =. 9ungsi %ormon Adrenalin:*pine#rin

>.

a. b. c. d.

$ecara umum: &. emicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. (. emicu reaksi terhadap e#ek lingkungan, seperti suara yang tinggi, intensitas cahaya dll. $ecara khusus : &. emacu akti,itas cor:jantung. (. enaikkan tekanan darah. engerutkan otot polos pada arteri. ?. engendurkan otot polos bronchiolus <. empercepat glikolisis. @. +engeluaran keringat dingin. A. Basa keterkejutan:shock. 8. engatur metabolisme glukosa saat stress. 7. emengaruhi otak yang akan mengakibatkan : Indera perasa menjadi kebal terhadap rasa sakit. Kemampuan ber#ikir dan ingatan meningkat. +ulmo akan menyerap oksigen lebih banyak. /anyak menghasilkan sumber energy dari proses glikolisis. &C. encegah e#ek penuaan dini. &&. elindungi dari penyakit Al"heimer, penyakit jantung, kanker payudara, kanker o,arium dan osteoporosis. .. *#ek /iologis %ormon Adrenalin &. ineralokortikoid& Akti,itas aldosteron, mineralokortikoid yang utama, terutama adalah di tubulus distal ginjal, tempat hormon ini meningkatkan retensi 1a3 dan meningkatkan eliminasi K3 selama proses pembentukan urin. +eningkatan retensi 1a3 oleh aldosteron secara sekunder memicu retensi osmotik %(O sehingga ,olume =*$ bertambah, yang penting dalam pengaturan jangka panjang tekanan darah. ineralokortikoid esensial untuk kehidupan. 2anpa aldosteron, orang akan cepat meninggal akibat

syok sirkulasi karena penurunan hebat ,olume plasma yang disebabkan oleh pengeluaran berlebihan 1a3 penahan %(O. pada de#isiensi kebanyakan hormon lainnya, kematian tidak segera datang, walaupun de#isiensi hormone kronik pada akhirnya menyebabkan kematian prematur.$ekresi aldosteron ditingkatkan oleh: a. +engakti#an sistem rennin'angiotensin'aldosteron oleh #aktor'#aktor yang berkaitan dengan penurunan 1a3 dan tekanan darah b. $timulasi langsung korteks adrenal oleh peningkatan konsentrasi K3 plasma.$elain e#eknya pada sekresi aldosteron, angiotensin mendorong pertumbuhan "ona glomerulosa dengan cara yang sama dengan e#ek 2$% pada tiroid. %ormon tropik adrenal, A=2%, terutama mempengaruhi "ona'"ona korteks bagian dalam dan kurang merangsang sekresi aldosteron. .engan demikian, tidak seperti pengaturan kortisol, pengaturan sekresi aldosteron umumnya tidak bergantung pada kontrol hipo#isis anterior. (. )lukokortikoid Kortisol, glukokortikoid utama, berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemakD memperlihatkan e#ek permisi# yang bermakna pada akti,itas hormon lain, dan membantu kita mengatasi stres.

*. a.

b.

c.

*#ek etabolic etabolisme glukosa hati )lukokortikoid meningkatkan glukoneogenesis hati dnegan menstimulasi en"im glukoneogenetik, phosphoenolpyru,ate carboEykinase dan glucose @'phosphatase. %ormon ini memiliki e#ek permisi# dimana mereka meningkatkan respon hati terhadap hormon glukagon glukoneogenetik. %ormon ini juga meningkatkan pelepasan substrat untuk glukoneogenesis dari jaringan peri#er, khususnya otot. *#ek yang terakhir tersebut dipicu oleh penurunan glukokortikoid'induced pada uptake asam amino peri#er dan sintesis protein. )lukokortikoid juga meningkatkan pelepasan gliserol dan asam lemak bebas dengan lipolisis dan meningkatkan pelepasan laktat otot. %ormone ini memicu sintesis glikogen hati dan menyimpannya dengan menstimulasi akti,itas glycogen synthetase dan menghambat pemecahan glikogen. *#ek ini tergantung insulin. etabolisme glukosa peri#er )lukokortikoid juga menganggu metabolisme karbohidrat dengan menghambat uptake glukosa peri#er di otot dan jaringan adiposa. *#ek ini dan e#ek lain yang dideskripsikan di atas mungkin berakhir pada peningkatan sekresi insulin pada keadaan kelebihan glukokortikoid kronik. *#ek pada jaringan adipose +ada jaringan adiposa, e#ek yang dominan adalah peningkatkan lipolisis dengan pelepasan gliserol dan asam lemak bebas. %al ini sebagian disebabkan stimulasi langsung lipolisis oleh glukokortikoid, dan sebagian lain disebabkan penurunan uptake glukosa dan diperkuat oleh glukokortikoid dengan e#ek hormone lipolitik. -alaupun glukokortikoid adalah lipolitik, peningkatan deposisi lemak adalah mani#estasi klinik dari kelebihan glukokortikoid. +aradoks ini mungkin dijelaskan dengan peningkatan na#su makan karena le,el yang tinggi dari steroid ini dan dengan e#ek lipogenik dari hiperinsulinemia yang muncul di #ase ini. Alasan tentang deposisi dan distribusi lemak yang abnormal pada #ase kelebihan kortisol tidak diketahui. Kesimpulannya, lemak secara klasik dideposit secara sentral di wajah, area cer,ical, batang tubuh, dan perutD ekstremitas biasanya lebih ramping. *#ek terhadap hormone lain a. 9ungsi tiroid )lukokortikoid saat berlebih bere#ek pada #ungsi tiroid. -alaupun le,el basal 2$% biasanya normal, sintesis dan pelepasan 2$% diinhibisi oleh glukokortikoid, dan respon 2$% terhadap 2B% biasanya dibawah normal. Konsentrasi serum total 2? biasanya rendah karena ada penurunan 2/), tetapi le,el 92? normal. Konsentrasi total dan #ree 2> mungkin rendah, karena kelebihan glukokortikoid menurunkan kon,ersi 2? menjadi 2> dan meningkatkan kon,ersi kepada re,erse 2>. .i samping gangguan tersebut, mani#estasi hipotiroidisme tidak muncul. b. 9ungsi gonad

)lukokortikoid juga bere#ek pada gonadotropin dan #ungsi gonad. +ada laki'laki, glukokortikoid menginhibisi sekresi gonadotropin dengan menurunkan responnya terhadap )nB% yang dikenluarkan dan konsentrasi plasma testosteron yang di bawah normal. +ada wanita, glukokortikoid juga menekan respon 0% terhadap )nB%, berakibat pada supresi ekstrogen dan progestin dnegan inhibisi o,ulasi dan amenorrhea. *#ek terhadap sel darah dan #ungsi imun a. *ritrosit )lukokortikoid memiliki sedikit e#ek pada eritropoesis dan konsentrasi hemoglobin. -alaupun polisitemia ringan dan anemia mungkin terdapat pada =ushingFs syndrome dan AddisonFs disease, gangguan tersebut lebih mungkin adalah e#ek sekunder dari gangguan metabolisme androgen. b. 0eukosit )lukokortikoid mempengaruhi baik pergerakan dan #ungsi leukosit. Oleh karena itu, administrasi glukokostikoid meningkatkan jumlah neutro#il:leukosit (+ 1) intra,askular dengan meningkatkan pelepasan + 1 dari sumsum tulang, dengan meningkatkan waktu paruh sikulasi + 1, dan dengan menurunkan pergerakan + 1 keluar kompartemen ,ascular. Administrasi glukokortikoid menurunkan jumlah lim#osit, monosit, dan eusino#il yang bersirkulasi, utamanya dengan meningkatkan pergerakan mereka keluar ke sirkulasi. Kebalikannya (neutropenia, lim#ositosis, monositosis, dan eusino#ilia) terlihat pada insu#isiensi adrenal. )lukokortikoid juga menurunkan migrasi sel in#lamasi (+ 1, monosit, dan lim#osit) ke daerah jejas, dan hal ini mungkin adalah mekanisme mayor dari aksi anti in#lamasi dan peningkatan kepekaan terhadap in#eksi yang muncul setelah administrasi kronik. )lukokortikoid juga menurunkan produksi lim#osit dan mediator dan #ungsi e#ektor dari sel'sel tersebut. c. *#ek imun )lukokortikoid mempengaruhi aspek imunologik dan respon in#lamasi, termasuk mobilisasi dan #ungsi leukosit. )lukokortikoid menginhibis phospholipase A(, en"im kunci pada sintesis prostaglandin. Inhibisi ini dimediasi oleh suatu kelas peptide yang disebut lipocortin atau anneEin. %ormone ini juga mengganggu pelepasan substansi e#ektor seperti lymphokine I0'&, pemrosesan antigen, produksi dan klirens antibody, dan #ungsi spesi#ik lainnya dari deri,at'sumsum tulang dan lim#osit deri,at'thymus. $istem imun, mempengaruhi %+A aksis. I0'& menstimulasi sekresi =B% dan A=2%. -alaupun secara tradisional digunakan sebagai antiin#lamasi dan:atau agen imunosupresi, glukokortikoid, khususnya pada dosis rendah, juga memiliki e#ek permisi# dan stimulasi dari respon in#lamasi terhadap jejas. 9. Agonis dan Antagonis a. Agonis +ada manusia, kortisol, glukokortikoid sintetik (prednisolon, deEamethasone), kostikosteron, dan aldosteron adalah glukokortikoid agonis. )lukokortikoid sintetik memiliki substansi yang a#initasnya lebih tinggi pada reseptor glukokortikoid, dan memiliki akti,itas glukokortikoid yang lebih tinggi dari kortisol saal berada pada konsentrasi eGuimolar. Kortikosteron dan aldosteron memiliki a#initas substansial terhadap reseptor glukokortikoid, meskipun demikian, konsentrasi plasmanya secara normal jauh lebih rendah dari kortisol, dan oleh karena itu, steroid ini tidak memiliki e#ek #isiologik glukokortikoid yang signi#ikan. c. Antagonis )lukokortikoid antagonis terikat pada reseptor glukokortikoid tetapi tidak menimbulkan aksi' inti yang dibutuhkan untuk menghasilkan respon glukokortikoid. $teroid ini berkompetisi dengan steroid agonis seperti kortisol untuk menempati reseptor, dan karena ini menginhibisi agonis. $teroid lain memiliki akti,itas agonis parsial saat bekerja sendirian (contoh, mereka menimbulkan respon glukokortikoid parsial). eskipun demikian, pada konsentrasi yang su#isien, mereka berkompetisi dengan steroid agonis untuk menempati reseptor dan karena itu berkompetisi untuk menginhibisi respon agonis. Agonis parsial tersebut mungkin ber#ungsi sebagai antagonis parsial pada keadaan dimana terdapat lebih banyak glukokortikoid yang akti#. $teroid seperti progesterone, &&' deoEycortisol, .O=, testosterone, dan &A'ekstradiol memilki e#ek antagonis atau parsial agonis' parsial antagonis. eski demikian, peran #isiologik hormone ini pada aksi glukokortikoid mungkin tidak penting, karena mereka bersirkulasi pada konsentrasi rendah. Agen antiprogestational BH ?8@

(mi#epristone) memiliki peran antagonis glukokortikoid dan telah digunakan untuk memblok aksi glukokortikoid pada pasien =ushingFs $yndrome. ). ekanisme +engaturan $ekresi *pine#rin disekresikan di bawah pengendalian sistem persara#an simpatis. .apat meningkat dalan keadaan dimana indi,idu tidak mengetahui apa yang akan terjadi. +engeluaran yang bertambah akan meningkatkan tekanan darah untuk melawan shok yang disebabkan oleh situasi darurat. $ekresi hormon ini terjadi dengan meningkatan kerja sistem perna#asan yang mengakibatkan paru'paru bekerja ekstra untuk mengambil oksigen lebih banyak hingga meningkatkan juga peredaran darah di seluruh bagian tubuh mulai dari otot'otot hingga ke otak, dan peningkatan tersebut disebutkan beberapa riset bisa naik mencapai >CCI melebihi batas normal. Akibatnya, bukan jantung saja yang dapat terasa berdebar, namun keseluruhan sistem tubuh termasuk pengeluaran keringat juga akan meningkat dengan cepat. Aliran darah di kulit akan berkurang untuk dialihkan ke organ lain yang lebih penting sehingga orang'orang yang menghadapi stress biasanya gampang berkeringat, dimana dalam pengertian awam sering disebut keringat dingin. $ekresi ini menaikkan konsentrasi gula darah dengan menaikkan kecepatan glikogenolisis di dalam li,er. Bangsangan sekresi epine#rin bisa berupa stres #isik atau emosional yang bersi#at neurogenik. 9aktor yang ber#ungsi mengatur sekresi epine#rin, antara lain : a. 9aktor $ara# : /agian medula mendapat pelayanan dari sara# otonom. Oleh karena itu sekresinya diatur oleh sara# otonom b. 9aktor kimia: $usunan bahan kimia atau hormon lain dalam aliran darah mempengaruhi sekresi hormon tertentu. c. Komponen non hormonal *pine#rin segera dilepaskan di dalam tubuh saat terjadi respon terkejut atau waspada. $aat tubuh mengalami ketegangan yang parah, hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari agar melepaskan A=2% (hormon adrenokortikotropis). .i sisi lain, A=2% merangsang korteks adrenal, mendorong pembuatan kortikosteroid. Kortikosteroid ini memastikan produksi glukosa dari molekul' molekul seperti protein, yang tak mengandung karbohidrat. Akibatnya, tubuh menerima tenaga tambahan dan tekanan pun berkurang. =airan ini mengirimkan lebih banyak gula dan darah ke otak, membuat orang lebih siaga. 2ekanan darah dan detak jantungnya meningkat, membuatnya lebih waspada. Ini hanyalah beberapa perubahan yang dihasilkan epine#rin pada tubuh seseorang. $aat ada bahaya, reseptor di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. $el'sel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan siaga dan melepaskan hormon epine#rin untuk menghadapi keadaan darurat. olekul'molekul epine#rin bercampur dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

%. Kelainan kelenjar adrenal .e#inisi 2erdapat ( kelenjar adrenal, yang masing'masing terletak diatas ginjal dan menghasilkan sejumlah hormon: ' /agian dalam (medula) menghasilkan epine#rin dan norepine#rin, yang bertanggungjawab pada reaksi #ight'or'#light terhadap keadaan bahaya dan stres emosional ' /agian luar (korteks) menghasilkan: aldosteron yang mengatur keseimbangan garam dalam tubuh kortisol, penting untuk mengolah protein, lemak dan karbohidrat androgen (hormon seksual pria). +enyebab

+ada kelainan kelenjar adrenal tertentu, tidak dihasilkan hormon kortisol dan aldosteron karena tubuh tidak memiliki en"im yang diperlukan untuk pembentukan kedua hormon tersebut. %ipotalamus mendeteksi kadar hormon yang rendah ini dan merangsang kelenjar hipo#isa untuk merangsang kelenjar adrenal agar menghasilkan kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang memadai. Karena perangsangan terus menerus dari hipotalamus dan kelenjar hipo#isa, maka kelenjar adrenal membesar sampai &C'(C kali beratnya yang normal, tetapi tetap tidak mampu menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron. 2etapi kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar hormon lainnya, seperti androgen, sehingga terjadi maskulinisasi. )ejala Kekurangan hormon adrenal menyebabkan sejumlah gejala, tergantung kepada jenis hormon yang berkurang.Kekurangan aldosteron menyebabkan terlalu banyak natrium yang dibuang melalui air kemih sehingga tekanan darah menjadi rendah dan kadar kalium dalam darah menjadi tinggi. Kekurangan kortisol yang sangat berat (terutama jika pembentukan aldosteron juga terhambat), bisa menyebabkan gagal adrenal yang dapat berakibat #atal dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu setelah bayi lahir, disertai dengan tekanan darah rendah, denyut jantung yang cepat dan kelainan #ungsi berbagai organ.Kekurangan androgen ketika masih berada dalam kandungan bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan kelamin pada janin laki'laki yang disebut pseudoherma#roditisme (lubang uretra abnormal, penis dan buah "akar kecil) Anak perempuan yang mengalami kekurangan hormon adrenal, ketika lahir tampak normal tetapi nantinya dia tidak akan mengalami masa puber atau menstruasi.Kelebihan hormon adrenal juga menyebabkan berbagai gejala.+emaparan androgen kadar tinggi pada janin perempuan: +ada awal kehamilan menyebabkan alat kelamin berkembang secara abnormalD alat kelamin luar mengalami maskulinisasi (pseudoherma#roditisme wanita) +ada saat usia kehamilan kurang dari &( minggu menyebabkan labia (bibir kemaluan) kiri dan kanan menyatu dan hanya terbentuk & lubang untuk uretra dan ,agina $etelah usia kehamilan melewati &( minggu, akan terjadi pembesaran klitoris sehingga menyerupai penis.Indung telur, rahim dan alat reproduksi dalam lainnya terbentuk secara normal. Kadar androgen yang tinggi biasanya tidak berpengaruh terhadap janin laki'laki. +ada anak laki'laki yang masih kecil, kadar androgen yang tinggi akan mempercepat laju pertumbuhan. 2etapi karena pematangan tulang terjadi lebih cepat daripada normal dan pertumbuhan terlalu cepat terhenti, maka pada akhirnya tinggi badan lebih pendek dari normal. .iagnosa .iagnosis ditegakkan berdasarkan pengukuran kadar hormon adrenal pada contoh air kemih atau darah. +engobatan Hntuk menggantikan hormon yang tidak dapat diproduksi oleh kelenjar adrenal, diberikan hormon sintetis (tiruan).$etelah kekurangan hormon teratasi, hipotalamus dan kelenjar hipo#isa akan berhenti merangsang kelenjar adrenal sehingga pembentukan hormon lainnya yang berlebihan akan berhenti.Hntuk mengatasi kekurangan kortisol diberikan kortikosteroid (misalnya hydrocortisone atau prednisone).Kekurangan kortisol yang si#atnya berat merupakan suatu keadaan darurat dan diatasi dengan pemberian cairan, natrium dan mineral lainnya.Hntuk mengobati kekurangan aldosteron diberikan aldosteron dan untuk mengatasi kekurangan androgen diberikan testosteron.+engukuran tekanan darah dilakukan sesering mungkin karena jika kadar hormon tersebut terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan gangguan pada keseimbangan garam dan cairan di dalam tubuh sehingga mempengaruhi tekanan darah. +ertumbuhan diperiksa sebanyak ( kali:tahun dan umur tulang ditentukan setiap tahun melalui pemeriksaan rontgen tangan.5ika jumlah hydrocortisone memadai, maka pertumbuhan akan berjalan normal. Anak perempuan yang terpapar oleh kadar androgen tinggi dengan pertimbahan #ungsional dan kosmetik, seringkali harus menjalani pembedahan rekonstruksi pada alat kelamin luarnya untuk membuat lubang ,agina. PENUTUP

A.

Kesimpulan Adrenalin (bahasa Inggris: adrenaline, epinephrine) adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. Kelenjar adrenal ( kelenjar suprarenal ) adalah dua masa triangular pipih yang berwarna kuning yang tertanam pada jaringan adipose. 9ungsi %ormon Adrenalin:*pine#rin $ecara umum: &. emicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. (. emicu reaksi terhadap e#ek lingkungan, seperti suara yang tinggi, intensitas cahaya dll. $ecara khusus : &. emacu akti,itas cor:jantung. (. enaikkan tekanan darah. >. engerutkan otot polos pada arteri. ?. engendurkan otot polos bronchiolus <. empercepat glikolisis. @. +engeluaran keringat dingin. A. Basa keterkejutan:shock. 8. engatur metabolisme glukosa saat stress. 7. emengaruhi otak yang akan mengakibatkan : a. Indera perasa menjadi kebal terhadap rasa sakit. b. Kemampuan ber#ikir dan ingatan meningkat. c. +ulmo akan menyerap oksigen lebih banyak. d. /anyak menghasilkan sumber energy dari proses glikolisis. &C. encegah e#ek penuaan dini. &&. elindungi dari penyakit Al"heimer, penyakit jantung, kanker payudara, kanker o,arium dan osteoporosis. ekanisme pengaturan sekresi *pine#rin disekresikan di bawah pengendalian sistem persara#an simpatis. .apat meningkat dalan keadaan dimana indi,idu tidak mengetahui apa yang akan terjadi. +engeluaran yang bertambah akan meningkatkan tekanan darah untuk melawan shok yang disebabkan oleh situasi darurat