Anda di halaman 1dari 1

Reaksi Zona dan Blokade Vitellin Secara normal hanya satu sperma yang memasuki ovum.

Sering terlihat banyak spermatozoa bergerombol di sekeliling zona pellucida, tetapi hanya satu sel kelamin jantan yang terdapat di dalam ovum. Dari kenyataan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa zona pellucida menjalani beberapa perubahan setelah masuknya sperma pertama dan menghalangi pemasukan spermatozoa berikutnya. Perubahan ini disebut reaksi zona. Reaksi tersebut terdiri dari suatu perubahan yang menyebar ke sekeliling zona. Sperma pertama yang berkontak dengan permukaan vitellus merangsang timbulnya perubahan tersebut yang dibawa oleh beberapa zat yang keluar dari vitellus ke arah zona. Mungkin zat tersebut dibebaskan dari granula cortex pada ovum yang menghilang sesudah sperma pertama memasuki ovum.(subagyo. 2004) Sperma ekstra yang berhasil menembus zona pellucida ke ruangan perivitelline disebut sperma suplementer. Pada beberapa spesies (domba, anjing) reaksi zona relatif cepat dan efektif, dan jarang ditemukan sperma suplementer kalaupun tidak ada sama sekali. Pada babi, sperma ekstra memasuki zona pellucida tetapi secara normal tidak dapat melewatinya. Kelinci tidak memperlihatkan reaksi zona dan di dalam ruang perivitelline ovum yang telah dibuahi dapat ditemukan sampai 200 sperma suplementer.(dwinari.2009) Mekanisme pertahanan lainnya terhadap pemasukan lebih dari satu sperma ke dalam ovum diperlihatkan oleh vitellus itu sendiri, dan disebut blokade vitelline atau blokade terhadap polyspermia. Sperma yang telah dibuahi diambil secara aktif oleh vitellus; akan tetapi segera sesudah itu permukaan vitellus tidak memberi respon terhadap kontak, dan tidak ada lagi sperma yang diambil.(santoyo.2007) Sperma ekstra yang berhasil memasuki vitellus, walaupun adanya reaksi zona dan blokade vitelline, disebut sperma supernumeraria, dan ovum dikatakan memperlihatkan.polyspermia. efektivitas blokade vitelline berbeda-beda menurut species. Apabila terdapat polyspermia tetapi sperma suplementer tidak ditemukan (misalnya pada domba dan anjing), berarti blokade vitelline tidak ada atau ditunda sampai reaksi zona dimulai. Sebaliknya pada jenis-jenis hewan seperti kelinci, dengan banyak sperma suplementer di dalam ruang perivitelline tetapi tidak ada polyspermia, berarti bahwa blokade vitelline terjadi secara cepat dan efektif.(werkis.2005)