Anda di halaman 1dari 3

Langkah Langkah Solusi Tim Normalisasi PT.

. Tambang Usaha Jaya dalam Hal Pembinaan Karir KRONOLOGI Masa Aktif Pembinaan Karir Formal & Informal Pasang Surut Pembinaan Karir Formal & Informal Mengaktifkan kembali Pembinaan Karir Formal & Informal

Yang akan dilakukan Tim Normalisasi

Pertanyaan Hal apa yang menyebabkan pasang surutnya pembinaan karir ? Apa yang menyebabkan pemimpin tersebut jarang melakukan / memberikan pembinaan karir ? Hipotesis jawaban Pergantian pemimpin yang menyebabkan gonta-gantinya peraturan / kebijakan pembinaan karir. Pemimpin Perusahaan menimbang dan menilai bahwa pembinaan karir yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan sebelumnya sudah cukup baik untuk membuat perusahaan sekarang maju atau lebih baik untuk kedepannya. Anggaran dana pembinaan karir karyawan tidak tersedia lagi karena alasan diatas sehingga pemimpin perusahaan mengambil keputusan atau kebijakan men-stop anggaran dana pembinaan karir. Pemimpin perusahaan yang sekarang hanya berfokus pada pengembangan proyek besar sehingga dana anggaran pembinaan karir karyawan dipangkas atau dikurangi karena digunakan untuk menambah dana anggaran proyek perusahaan.

Pemimpin Perusahaan Sebelumnya Pembinaan Karir Aktif Transisi

Pemimpin Perusahaan Saat ini Pembinaan Karir Pasang Surut

Anggaplah para karyawan pada usia produktifnya, yang pada mulanya banyak diberikan pembinaan karir formal dan informal, kemudian terjadi pergantian pemimpin yang berakibat bergantinya peraturan pembinaan karir. Sehingga pada saat ini pembinaan karir bagi karyawan mengalami pasang-surut. LANGKAH LANGKAH UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PEMBINAAN KARIR : 1. Mengajak, menyuluh, memberikan masukan kepada pemimpin perusahaan yang sekarang bahwa pentingnya pembinaan karir kepada karyawan, terutama bagi karyawan yang berusia produktif dan karyawan yang baru masuk ke perusahaan. Mengingat bahwa teknologi semakin bertambahnya hari, teknologi tersebut semakin modern dan hi-risk. Karena apabila tidak diberikan pembinaan karir kepada para karyawan, maka karyawan perusahaan akan kalah saing dengan karyawan perusahaan lain begitu pula dengan dengan perusahaan yang sedang ditempati. Para karyawan akan kalah saing dalam hal knowledge dan skill. 2. Menunda dahulu mengembangkan proyek proyek besar yang menggunakan anggaran dana yang sangat besar. Artinya dana anggaran proyek besar dipotong atau dipangkas untuk pembinaan karir karyawan. Proyek perusahaan tetap berjalan tapi hanya proyek proyek yang menengah yang masih bisa membuat perusahaan tetap beroperasi dan berproduksi. Karena apabila perusahaan memberikan pembinaan karir pada karyawan, baik itu formal dan atau informal, maka karyawan dapat ter-update atau ter-upgrade pada teknologi yang baru yang lebih canggih dan modern. Sehingga para karyawan siap menggunakan teknologi yang terbaru, yang bisa jadi teknologi tersebut yang digunakan untuk menunjang proyek besar yang ditunda sebelumnya. 3. Memberikan cara-cara baru dalam pembinaan karir. Hal ini dimaksudkan agar para karyawan yang mengikuti pembinaan karir tidak merasa jenuh atau bosan.

Langkah Langkah Solusi Tim Normalisasi PT. Tambang Usaha Jaya dalam Hal Hubungan Antar Pekerja

KRONOLOGI Hubungan Antar Pekerja Yang Harmonis Terganggunya Hubungan Antar Pekerja Mempererat Kembali Hubungan Antar Pekerja

Yang akan dilakukan Tim Normalisasi

Pertanyaan: Bagaimana caranya menjaga agar hubungan antar pekerja selalu harmonis? LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH HUBUNGAN ANTAR PEKERJA: 1. Menerapkan dan menyosialisasikan tentang pentingnya dibudayakan 3S (Senyum, Salam, Sapa) antar pekerja tanpa terkecuali. Sosialisasi dapat melalui slogan maupun poster. Walaupun kelihatannya sepele, namun jika budaya ini benar-benar bisa diterapkan di perusahaan tentunya akan dapat lebih mengharmoniskan hubungan antar pekerja. Sebuah senyuman akan benar-benar mendatangkan pikiran yang positif dari tiap orang yang melihatnya, namun jika sebaliknya tentunya orang yang melihat akan memikirkan hal-hal yang negative terlebih dahulu tentang orang itu yang dapat saja terbawa dalam pekerjaan. 2. Mengadakan pelatihan-pelatihan, seminar kepribadian yang bertujuan membentuk karakter tiap pekerja, yang disesuaikan dengan jabatan yang dipegangnya. Sehingga tiap pekerja dapat menempatkan dirinya masing-masing. Contohnya, yaitu bagaimana caranya membentuk agar setiap pemimpin/atasan dapat bersikap lebih akrab dan merakyat dengan bawahannya, sehingga bawahannya tersebut tidak merasa seperti sedang diperintah/disuruh oleh atasannya, hal itu tentu akan memberikan kenyamanan bagi bawahan maupun atasannya. 3. Mengadakan kegiatan penyegaran seperti outbond, atau studi banding secara rutin bagi pekerja. Kegiatan itu bertujuan memupuk rasa persaudaraan, solidaritas, kebersamaan dan kegotong royongan antar pekerja. Dengan demikiran hubungan antar pekerja dapat selalu terjaga keharmonisannya.