Anda di halaman 1dari 32

Kuliah ke-5

PERALATAN INDUSTRI KIMIA



Oleh

Heriyanto
BEJANA PROSES
TEKANAN DESAIN
Bejana dengan tekanan internal
Tekanan rancangan (P
d
) sebesar 110 % dari
tekanan kerja maksimum gauge (P
w
).

P
d
= 1,1 P
w

Bejana berisi cairan. Tekanan rancangan bagian
bawah bejana sebesar tekanan kerja maksimum
ditambah tekanan hidrostatik.

P
d
= P
w
+ P
h


TEKANAN DESAIN
Bejana vakum, tekanan luar, atau keduanya.
Tekanan rancangan dapat diputuskan sebagai
berikut.

Kasus-1:
Di dalam bejana bertekanan vakum dan di
luarnya atmosferik.

P
d
= 1 P
i


Dengan P
i
= tekanan absolut dalam bejana.

TEKANAN DESAIN
Kasus-2:
Di dalam bejana bertekanan atmosferik dan di luarnya
di atas atmosferik

P
d
= 1,1 P
w


Kasus-3:
Di dalam bejana bertekanan vakum dan di luarnya di
atas atmosferik

P
d
= 1,1 P
o
+ (1 P
i
)

Tekanan rancangan jangan melebihi 200 bar.
SUHU DESAIN
Bejana tanpa pemanasan.
Suhu rancangan (T
d
) sebesar suhu maksimum
material yang disimpan (T
m
) ditambah 25
o
C.

T
d
= T
m
+ 25

Bejana dengan pemanasan tak langsung
melalui sebagian badannya seperti dengan
steam, air panas, atau sejenisnya. Suhu
rancangan sebesar suhu maksimum media
pemanas (T
h
) ditambah 25
o
C.

T
d
= T
h
+ 25

SUHU DESAIN
Bejana dengan pemanasan langsung dengan api,
flue-gas, listrik, atau reaksi eksotermik.
1) Jika bejana dilapisi bahan insulasi, suhu rancangan
sebesar suhu maksimum material dalam bejana
ditambah 25
o
C.

T
d
= T
m
+ 25

2) Jika bejana tanpa dilapisi insulasi, suhu rancangan
sebesar suhu material bagian dalam ditambah
paling sedikit 50
o
C. Dalam kebanyakan kasus,
suhu rancangan minimum tidak kurang dari 250
o
C

3) Suhu maksimum fluida dalam bejana dibatasi oleh
material bejana.
TEBAL DINDING BEJANA
Perbandingan antara tebal dinding (t) dan
diameter dalam (D
i
),

Bejana dengan dinding tipis, jika


Bejana tanpa lapisan atau dengan las-lasan,
tebal dinding tidak kurang dari 2 mm.
Bejana dengan material aluminium atau paduan
aluminium, tebal minimum 3 mm.
25 , 0
D
t
i
<
1 , 0
D
t
i
<
TAMBAHAN KOROSI
Bejana dengan material baja karbon dan besi cor,
tambahan korosi 1,5 mm kecuali tube, dan 3 mm
untuk industri minyak atau industri kimia dalam
beberapoa kondisi tertentu.

Bejana dengan material baja tahan karat
(stainless steel) dan non-feros, biasanya tanpa
tambahan korosi.

Jika tebal dinding lebih dari 30 mm, tambahan
korosi dapat ditiadakan.
EFISIENSI SAMBUNGAN
Klas I :
Bejana yang berisi bahan mematikan atau
beracun yang dioperasikan pada berbagai
kondisi.
Efisiensi sambungan 1,00 dengan double-welded
butt-joints fully penetrated atau 0,9 jika single-
welded but-joints dengan backing strip.
Keduanya erlu uji radiograf penuh

EFISIENSI SAMBUNGAN
Klas II :
Bejana untuk beban medium. Kebanyakan
peralatan proses kimia termasuk kategori ini.
Efisiensi sambungan biasa diambil 0,85 untuk
double-welded butt-joints fully penetrated atau
0,8 untuk single-welded but-joints dengan
backing strip.
Tebal dinding bejana ditambah tambahan korosi
jangan melebihi 38 mm.
EFISIENSI SAMBUNGAN
Klas III :
Bejana untuk beban ringan yang mempunyai
tebal dinding tidak lebih 16 mm tidak termasuk
tambahan korosi tekanan kerja maksimum 3,5
bar uap atau 17,5 bar tekanan rancangan
hidrostatik dan suhu tidak lebih 250
o
C tanpa api.
Tidak perlu uji radiograf. Semua material dapat
dipakai. Efisiensi sambungan antara 0,5 dan 0,7
TEBAL DINDING BEJANA
Tebal dinding menurut ASME


Jika ,


maka,
p 6 , 0 SE
R p
t
i
s

=
1
) p SE (
) p SE (
R t
i s

(

+
=
E S 385 , 0 p >
TEBAL DINDING BEJANA
dengan:
t
s
= tebal dinding (sheel) tanpa tambahan korosi
p = tekanan rancangan
R
i
= jari-jari dalam bejana
D
i
= diameter dalam bejana
S = tegangan bahan yang diizinkan (allowable
stress)
E = efisiensi sambungan

TEBAL DINDING BEJANA
Persamaan BS-5500 dan Standar India,


dengan:
t
s
= tebal dinding (sheel) tanpa tambahan korosi
p = tekanan rancangan
R
i
= jari-jari dalam bejana
D
i
= diameter dalam bejana
S = tegangan bahan yang diizinkan (allowable
stress)
E = efisiensi sambungan
p SE 2
D p
t
i
s

=
TEBAL DINDING BEJANA
BEJANA BOLA

Tebal dinding,
p SE 4
pD
t
i
s

=
HEAD
Flat Head
Biasa dipakai untuk manhole dalam bejana
proses tekanan rendah atau untuk bukaan
bejana.
Hanya dapat dipakai untuk diameter bejana yang
kecil.
Pada diameter besar atau tekanan tinggi head
dapat melengkung.

HEAD
Flanged-only Head.
Termasuk flat head tetapi dengan perubahan
gradual pada bentuk sudutnya untuk mengurangi
tegangan.
Tekanan atmosferik untuk cairan bertekanan uap
rendah seperti minyak bakar, kerosen, dll.
Jenis ini juga dipakai untuk bejana silinder vertikal
yang diletakkan di atas beton
HEAD
Flanged Standard Dished Head dan



Flanged Shallow Dished


Kedua jensi head ini memiliki dua radius, yaitu crown
radius dan knuckle radius. Jika crown radius lebih
besar dibanding diameter luar bejana disebut flanged
and shallow dished head. Jika sama atau lebih kecil,
disebut dan flanged and standard dished head.
HEAD
Penerapan head jenis ini pada

bejana proses vertikal untuk tekanan rendah;

tangki penyimpan horisontal untuk cairan mudha
menguap, seperti nafta, gasolin, dan kerosen;

tangki penyimpan berdiameter besar, bilamana
tekanan uap dan tekanan hidrostatik terlalu besar
jika dipakai flanged-only head.
HEAD
Agar mampu menahan tekanan lebih besar,
knuckle radius tidak lebih kecil dari tiga kali tebal
bahan dan tidak lebih kecil dari 6% diameter
dalam.

Beberapa standar memakai kriteria:
knuckle radius (atau corner radius) tidak lebih kecil
dari diameter dalam, dan
inside crown radius tidak lebih besar dari diameter
luar (D
o
).
Head tipe ini dipakai untuk bejana proses dalam
pemakaian umum untuk tekanan antara 1 dan 15
atm (0,1 - 1,5 MPa).
HEAD
Elliptical Dished Head atau Ellisoidal Dished
Head

Head jenis ini dianjurkan untuk tekanan antara 15
dan 25 atm. Kebanyakan standar elliptical dished
dibuat dengan rasio 2 : 1 antara sumbu mayor
dan minor.

HEAD
Hemispherical Head

Head jenis ini paling kuat, dengan kekuatan dua
kali lebih besar dibanding ellipsoidal dished,
tetapi paling mahal. Dipakai untuk beban berat
pada tekanan tinggi, di atas 25 atm.
HEAD
Conical Head
Jenis ini dipakai secara luas untuk peralatan
proses seperti evaporator, spray dryer,
pengkristal, tangki pengendap, silo, dll.
Keunggulannya terutama pada kemudahan
mengeluarkan bahan dari dalam tangki.

TEBAL HEAD
Flat Head
Karena head jenis ini hanya untuk diameter kecil
(hingga 60 cm) dengan ketebalan 6 mm, maka
tebal head sama dengan tebal dinding bejana (6
mm).

TEBAL HEAD

Flanged Shallow Dished dan Flanged Standard
Dished Head (ASME F&D)

Tebal head (t) secara sederhana dapat memakai
persamaan (BS-5500),

) 2 , 0 C ( p SE 2
C pR
t
s
s c
+
=
TEBAL HEAD
TEBAL HEAD
Elliptical Dished Head atau Ellisoidal Dished
Head



Hemispherical Head
p 1 , 0 E S 2
D p
t
i

=
p 1 , 0 E S 2
R p
t
i

=
JENIS MATERIAL
Baja (steeal) : karbon, paduan rendah (low alloy),
paduan tinggi (high alloy) dengan baja tahan
karat (stainless steel) atau lainnya.

Non-feros: aluminium, tembaga, nikel, timbal dan
paduannya.

Logam khusus: titanium, zirkonium, dll.

Non-logam: plastik, beton.

JENIS MATERIAL
Baja Karbon
Murah dan paling banyak dipakai untuk bejana proses
dan perpipaan. Sesuai untuk bahan tak korosif pada
suhu hingga sekitar 450
o
C.

Paduan Rendah
Kelompok ini berisi baja dengan campuran unsur Cr,
Mo, dan Ni, kurangd ari 10%. Penambahan Cr dan
Mo memperbaiki sifat-sifat mekenaik khususnya pada
suhu tinggi. Nikel menaikkan ketahanan pada suhu
rendah hingga -80
o
C. Paduan rendah baja-Ni yang
berisi 2-3,5% Ni sesuai untuk suhu rendah.

JENIS MATERIAL
Paduan Tinggi

Paduan tinggi banyak dipakai dalam industri daya,
nuklir, dan kimia jika memerlukan ketahanan korosi.
Ada dua jenis paduan tinggi.
Baja tahan karat feritik (ferritic stainless steelsi). Jenis
ini mengandung 11 hingga 25 % Cr. Ketahana suhu
tinggi dan korosi sangat bagus.
Baja tahan karat austenitik (austenitic stainless
steelsi). Jenis ini tahan korosi dan banyak dipakai
dalam industri kimia. Kandungan Cr bervariasi antara
18 dan 25% sedangkan Ni antara 8 dan 20%.
Kandungan C berkisar 0,04 hingga 0,25%. Memiliki
kekuatan yang bagus dan tahan suhu tinggi.
JENIS MATERIAL
Non-feros

Non-feros penting adalah paduan nikel.
Monel. Mengandung 67% Ni dan 30% Cu, kuat
dan sangat tahan korosi. Dipakai secara luas
dalam penanganan air laut dan industri kimia
organik.
Inkonel. Mengandung 16% Cr, 8% Fe, 1% Mn
dan Ni (penyeimbang). Memiliki ketahanan suhu
rendah dan sangat tahan korosi. Dipakai secara
luas untuk peralatan proses makanan, larutan
alkali, asam organik khususnya suhu tinggi.
LATIHAN
Bejana Proses. Diketahui bejana proses
yang berisi gas tidak korosif pada tekanan
operasi 3 bar suhu operasi 200
0
C dengan
diameter 1550 mm dan tinggi 3000 meter.
Tentukan:
a) material bejana proses;
b) jenis head;
c) tebal dinding; dan
d) tebal head.