Anda di halaman 1dari 8

PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA SINGARAJA BALI

KOTA SINGARAJA
ADMINISTRASI
Profil Wilayah Kota Singaraja merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Berdasar pengamatan di lapangan, pola permukiman di kota Singaraja ini telah mengarah pada perkotaan dengan tingkat heterogenitas yang cukup tinggi. Batas-batas administratif kota Singaraja adalah : Sebelah Utara : Laut Bali Sebelah Selatan : desa Gitit Sebelah Timur : desa Kerobokan Sebelah Barat : Desa Pemaron

Orientasi Wilayah Secara geografis kota Singaraja terletak di 8340 - 82300 LS dan 1142555 1152728 BT. Secara administratif, Kota Singaraja terbagi menjadi 18 kelurahan dan 1 desa, yaitu kelurahan Banyuasri, kelurahan Kaliuntu, kelurahan Kampung Anyar, kelurahan Kampung Bugis, kelurahan Kampung Kajanan, kelurahan Kampung baru, kelurahan Banjar Bali, kelurahan Banjar Jawa, kelurahan Banyuning, kelurahan Astina, kelurahan Kencdran, kelurahan Singaraja, kelurahan Liligundi, kelurahan Paket agung, kelurahan Banjar Tegal, kelurahan Bratan, kelurahan Penarukan, kelurahan Sukasada, Desa Baktiseraga. Kondisi topografi di wilayah Singaraja ini berada pada ketinggia antara 10-500 m dpl dengan morfologi lahan dataran yang memiliki sudut lereng 0-5% pada ketinggian 040 m dan perbukitan dengn sudut lereng 5-30% pada ketinggian 40-1400 m. Bila ditinjau secara geologis, wilayah ini merupakan perlapisan batuan hasil letusan gunung berapi yang terjadi pada masa yang berlainan. Batuan tersebut pada umumnya terdiri dari breksi, lava dan tufa kecuali sepanjang pantai Utara yang tersusun dari endapan alluvial. Sedangkan jenis tanah pada wilayah ini adalah tanah Regosol dengan tekstur sabagian besar dalam kategori tekstir sedang. Secara klimatologisnya, di daerah pantai minimla 1.250 mm dan di daerah pegunungan maksimal 2.500 mm. Luas seluruh wilayah Kota Singaraja adalah 27,89 km2 pada tahun 2002 yang terdiri dari lahan sawah seluas 844,15 km2, tegal/huma seluas 464,46 km2, perkebunan

seluas 121 km2, pekerangan seluas 1063,46 km2, Kuburan seluas 6,61 km2 dan lainlain seluas 216,09 km2. PENDUDUK Jumlah, Kepadatan dan Pertumbuhan Penduduk Penduduk Kota Singaraja berdasarkan dari Statistik Buleleng 2003 berjumlah 82.527 jiwa dengan kepadatan 3.200 jiwa/ km2 dan rata-rata pertumbuhan penduduknya mencapai 1,01%/th. Dari data kependudukan di atas maka Kota Singaraja dapat digolongkan kepada Kelas Kota Kecil, dimana berdasar kriteria BPS mengenai kelas kota, Kota Kecil adalah Kota dengan jumlah penduduk antara 20.000 sampai 100.000 jiwa. Sebaran Penduduk Sebagai kota yang memiliki kecenderungan penduduk yang tinggi dan dpat melayani seluruh wilayah perencanaan serta dalam skala regional serta didukug oleh adanya fasilitas dan prasarana, pola pergerakan enduduk pada umumnya bergerak menuju ke kawasan niaga yang berada pada di sepanjng jalan Ahmad Yani, Diponegoro dan sekitarnya yang merupakan pusat pertokoan. Disamping pergerakan intra wilyah, pola pergerakan penduduk juga mengarah ke luar wilayah dengan skala pergerkan sedang dan rendah yang didominasi pergherakan ke tempat wisata seperti Lovina dan bahkan ke luar kabupaten Buleleng sendiri.

EKONOMI
Nilai PDRB didapatkan dari 9 sektor perekonomian utama yang ada pada Kota Singaraja yaitu sektor: 1. Pertanian 2. Pertambangan dan Penggalian 3. Industri Pengolahan 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 5. Konstruksi 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 9. Jasa-jasa SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Tingkat pelayanan yang dapat dicapai oleh PDAM sampai tahun 1997 yaitu 72,92% dari jumlah penduduk di kota Singaraja. Sumber air untuk PDAM diperoleh dari beberapa sumber yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Padang Bulia I dengan kapasitas 7 lt/detik. Padang Bulia II dengan kapasitas 3 lt/detik. Bengkiang Sidem I dengan kapasitas 10 lt/detik. Bengkiang Sidem II dengan kapasitas 5 lt/detik. Pangkung Dalam dengan kapasitas 50 lt/detik. Mumbul dengan kapasitas 175 lt/detik. Nagasepeha dengan kapasitas 3 lt/detik.

Perluasan jaringan pipa distribusi air bersih dari PDAM diarahkan ke kawasan yang berdekatan dengan garis patai, yaitu di sisi Selatan Kota Singaraja, dimana

kandungan garam pada air tanah semakin meninggi, disitulah arah perluasan jaringan air distribusi air bersih dari PDAM dilakukan.
Tabel 3. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA SINGARAJA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa 82.527 2. Jumlah pelanggan Jiwa 81.530 3. Penduduk terlayani % 72,92 II. Data Sumber 1. Nama pengelola : PDAM Kab Buleleng Cab. Singaraja 2. Sistem : 3. Sistem sumber : sumber air permukaan 4. Kapasitas sumber Lt/dt 253,00 III. Data Produksi 1. Kapasitas produksi Lt/dt 393,00 2. Kapasitas desain Lt/dt 491,25 3. Kapasitas pasang Lt/dt 4. Produksi aktual m3/th 6.695.443 IV. Data Distribusi 1. Sistem distribusi : gabungan dengan reservoir 2. Kapasitas distribusi Lt/dt 3. Asumsi kebutuhan air Lt/org/hr 7.014.795 4. Ratio kebutuhan % 5. Air terjual m3/th 5.398.429 6. Air terdistribusi m3/th 6.695.443 7. Total penjualan air Rp 8. Cakupan pelayanan air % 89,02 9. Cakupan penduduk Jiwa 81.530 10. Jumlah mobil tangki Unit V. Data Kebocoran 1. Kebocoran administrasi % 2. Kebocoran teknis % 19,37
Sumber : data

Dari data tersebut di atas diperoleh jumlah pelanggan air bersih di Kota Singaraja adalah 81.530 jiwa. Namun jika dianalisis lebih lanjut jumlah ini ternyata melebihi jika dibandingkan dengan cakupan pelayanan air yang sebesar 72,92% dari jumlah penduduk atau sekitar 60.179 jiwa. Dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Sedang sebesar 15%, dan kebutuhan ideal adalah 100 liter/orang/hari, maka kebutuhan air bersih untuk Kota Singaraja disajikan dalam tabel berikut ini :
Tabel 4. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA SINGARAJA Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal Jumlah Penduduk Kebutuhan Selisih Eksisting Kota Sedang (jiwa) Total (lt/hr) (lt/hr) (lt/org/hr) Lt/dt Lt/hr 82.527 393 33.955.200 100 8.200.527 25.754.673
Sumber : analisis

Dari tabel tersebut diatas, maka Kota Singaraja dengan jumlah penduduk 82.527 jiwa, membutuhkan air bersih sebesar 8.200.527 liter/hari. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk x 100 liter/orang/hari. Namun PDAM Kota Singaraja sudah dapat memproduksi sebanyak 33.955.200 liter/hari. Sehingga mempunyai kelebihan kapasitas produksi sebanyak 25.754.673 liter/hari, atau 298,09 liter/detik.

Tabel 5. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA SINGARAJA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa 82.527 2. Jumlah pelanggan Jiwa 81.530 3. Penduduk terlayani % 72,92 II. Data Tarif 1. Rumah tangga Rp 2. Niaga Rp 3. Industri Rp 4. Instansi Rp 5. Sosial Rp Tarif rata-rata Rp III. Data Konsumen 1. Jumlah sambungan Unit 15.128 2. Jumlah sambungan rumah Unit 3. Jumlah sambungan rumah tangga Unit 15.066 4. Jumlah sambungan niaga Unit 1.199 5. Jumlah sambungan industri Unit 10 6. Jumlah sambungan sosial Unit 325 7. Jumlah sambungan instansi Unit 10 8. Terminal air Unit 9. Hidran umum Unit 10. Kran umum Unit 11. Konsumsi rumah tangga Jiwa 75.330*) 12. Konsumsi non rumah tangga Jiwa 13. Jumlah jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR 14. Jumlah jiwa/hidran umum Jiwa/unit 15. Tingkat pelayanan umum % IV. Data Administrasi 1. Keuangan Rp 2. Efisiensi penagihan % 3. Jumlah pegawai Orang 4. SLA Rp 5. RPD Rp 6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun 7. Jangka waktu pinjaman RPD Tahun Sumber : data
*) Analisis

Untuk konsumsi rumah tangga belum didapatkan data yang akurat, tapi dapat diasumsikan dengan jumlah 5 jiwa/SR. Dengan jumlah sambungan rumah tangga sebanyak 15.066 unit maka didapatkan asumsi jumlah konsumsi rumah tangga sebanyak 75.330 jiwa.

Komponen Persampahan Permasalahan sampah timbul karena disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan penduduk, pola konsumsi masyarakat dan perilaku penduduk, aktifitas fungsi kota, kepadatan penduduk dn bangunan serta kompleksitas problem transportasi. Faktor tersebut akan memberikan pengaruh pad jumlah timbulan sampah dan komposisi sampah. Produksi sampah di kota Singaraja sampai tahun 1997 mencapai 240 m3/hari, yang bersal dari permukiman penduduk sebesar 70,8%, pasar 14,6% dan dari pohonpohon di pinggir jaln 8%. Dari keseluruhan sampah yang dihasilkan dapat diangkut ke TPA dengan truck pengangkut.

Pengelolaan sampah diolakukan dengan sistem Controlled Landfill. Di kota Singaraja terdapat 6 buh transfer depo yaitu di kelurahan Kampung Baru, Kampung Kajanan, Banjar Abli, Kelurahan paket gung dan kellurahan Banyuasri. TPA wilayah Singaraja berada di desa Bukulan, kecamatan sawan seluas 0,82 Ha yag merupakan tanah milik PEMDA Buleleng dan berjarak 8 km dari pusat kota.
Tabel 6. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SINGARAJA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Pengumpulan Sampah 1. Nama pengelola : DKP Kabupaten. Buleleng 2. Sistem : integrated system 3. Jumlah penduduk Jiwa 82.527 4. Asumsi produksi sampah Lt/org/hr 206.317,50 m3/hr 206,32 5. Jumlah sampah m3/hr 240 6. Jumlah pelayanan m3/hr 7. Cakupan layanan geografis Ha 8. Cakupan layanan penduduk Jiwa 9. Ilegal dumping : sedang II. Data TPA 1. Jumlah pelayanan TPA m3/hr 240 2. Nama TPA : Bungkulan, Kec. Sawan 3. Status TPA : Milik Pemda 4. Luas TPA Ha 0,82 5. Kapasitas m3 6. Umur Tahun 7. Sistem : Controlled Landfill 8. Jarak ke permukiman Km 8 9. Incenerator Unit 10. Nama pengelola : III. Data Peralatan TPA 1. Bulldozer Unit 2. Back hoe Unit 3. Loader Unit 4. Shovel Unit 5. Water tank Unit Sumber : data

Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka kebutuhan komponen persampahan Kota Singaraja disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 7. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA SINGARAJA Perkiraan Sampah Timbulan Sampah Timbulan Jumlah yang Kota Sedang Penduduk (jiwa) Sampah Terangkut (lt/org/hr) Total (m3/hr) (m3/hr) 82.527 3 206,32 Sumber: Analisis

Selisih (m3) -

Data mengenai sampah yang terangkut untuk Kota Singaraja belum tersedia. Dengan demikian tidak dapat dianalisis berapa besar jumlah sampah yang belum mendapatkan perlakuan.
Tabel 8. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH

DI KOTA SINGARAJA NO. URAIAN SATUAN I. Data Transportasi Persampahan 1. Jumlah pelayanan terangkut m3/hr 2. Jumlah kendaraan Truk Unit Arm roll Unit Compactor Unit Pick up Unit 3. Jumlah peralatan Gerobak Unit Container Unit 4. Transfer depo Unit 5. Jumlah TPS Unit II. Data Pembiayaan 1. Retribusi Rp 2. Biaya pembuangan Rp 3. Biaya pengangkutan Rp 4. Biaya pengumpulan Rp 5. Biaya satuan Rp 6. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp
Sumber : data

BESARAN 240 4 4 6 -

Komponen Sanitasi / Limbah Cair Kota Singaraja saat ini dengan jumlah penduduk sebesar 82.527 jiwa diasumsikan akan menghasilkan timbulan sampah sejumlah 16.505 Lt/org/hr.
Tabel 9. DATA PENGELOLAAN SANITASI/LIMBAH CAIR DI KOTA SINGARAJA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Sanitasi On Site 1. Jumlah penduduk Jiwa 82.527 2. Asumsi produksi limbah Lt/org/hr 16.505 3. Kapasitas IPLT 4. Jumlah septik tank Unit 5. Cubluk Unit 6. Cakupan on site 7. Jumlah komunal MCK unit 8. Jumlah komunal septik tank Unit II. Data Tarif Pelayanan Sanitasi 1. Tarif penyedotan Rp 2. Dasar penyedotan Rp III. Data Alat Angkut Sanitasi 1. Jumlah truk tinja Unit 2. Kondisi truk tinja : IV. DATA IPLT 1. Nama IPLT : 2. Kapasitas IPLT m3/bln 3. Nama Pengelola IPLT : 4. Nama IPAL : 5. Lokasi : 6. Operasional angkut : Sumber : data

Komponen Drainase

Tabel 10. DATA DRAINASE DI KOTA SINGARAJA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Pengelolaan Drainase 1. Nama Pengelola : Sub Dinas Cipta Karya Kota Bengkulu 2. Anggaran Rp 3. Cakupan pelayanan % 4. Cakupan penduduk Jiwa 5. Peresapan air hujan : 6. Stasiun pompa air Unit 7. Kolam retensi Unit II. Data Saluran Drainase 1. Curah hujan mm/th 2. Total panjang saluran Km 50,28 3. Panjang saluran primer Km 34,39 4. Panjang saluran sekunder Km 8,38 5. Panjang saluran tersier Km 7,51 6. Kondisi saluran baik % 7. Kondisi saluran sedang % 8. Kondisi saluran rusak % III. Data Genangan 1. Luas genangan Ha 2. Tinggi genangan m 3. Lama genangan Jam 4. Frekuensi genangan /tahun
Sumber : data

Komponen Jalan Struktur jarigan jalan di kota Singaraja meliputi : 1. Jaringan jalan Arteri, yaitu: Jalan Ahmad Yani Jalan Surapati Jalan WR Supratman Jalan Diponegoro Jalan Sudirman Jalan Imam Bonjol Jalan Gajahmada Jalan Ngurah Rai Jalan Pramuka Gbr Aktivitas di ruas jalan Diponegoro Jalan Udayana Jalan Mayor Metra Jalan ke Denpasar 2. Jaringan Jalan Kolektor Sekuder, yaitu : Jalan Serma Karma Jalan Komodo Jalan Laksamana Jalan Dewi Sartika Jalan Pahlawan Jalan Kartini Jalan Veteran Jalan Merak Jalan Wisnu Jalan Pulau Timur Jalan Gempol Jalan Menjangan Jalan setia budi Jalan Skip, dan Jalan Sam Ratulangi Jalan Jatayu 3. Jaringan Jalan Lokal Primer dan Sekunder, yaitu semua prasarana jalan yang tersebar di seluruh permukiman penduduk.