Anda di halaman 1dari 35

BAB 1 KONSEP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Secara bahasa stategi bisa diartikan sebagai siasat,kiat,trik atau cara.sedangkan secara umum strategi ahla statu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Adapun strategi relajar mengajar bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru murit dalam pewujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.Atau dengan kata lain,strategi belajar mengajar merupakan sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Menurut Manssur(1991 ,batasan belajar mengajar yang bersi!at umum mempunyai empat dasar strategi,yakni" 1. Mengidenti!ikasikan serta menerapkan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagai mana yang diharapkan sesuai tuntunan dan perubahan #aman. $. Mempertimbangkan dan memilah sistem belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran yang akurat. %. Memilih dan menetapkan prosedur,metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan e!ekti! sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan nkegiatan mengajar. &. Menetapkan norma ' norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan e(aluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. )elajar mengajar pada dasarnya memiliki implikasi sebagai berikut" 1. *roses mengenal karakteristik dasar anak didik yang harus dicapai melalui pembelajaran. $. Memilih sistem pendekatan relajar mengajar berdasarkan kultur,aspirasi,dan pandangan !iloso!is masyarakat. %. Memilih dan menetapkan prosedur,metode dan teknik mengajar.

BAB 2 HAKIKAT PROSES BELAJAR MENGAJAR


A. Konsep Belajar )anyak de!ini para ahli tentang belajar,diantaranya adalah sebagai berikut" 1. Skiner mengartikan belajar sebagai statu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresi!. $. Hil ar ! "o er dalam buku +,heories o! -earning.mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang ulang dalam situasi itu. %. M.So#r$ S%&ikno dalam buku nya +Menuju *endidikan )ermutu.mengartikan belajar adalah statu proses usa yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

&. ".T.Mor an dalam /ntrodiction to psycology merumuskan belajar sebagai sesuatu perubahan yang relati! dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat atau hasil dari pengalaman yang lalu. 0. T'%rsan Haki( dalam buku nys )elajar Secara 1!ekti! mengartikan belajar adalah statu proses perubahan didalam kepribadian manusia. 2ari beberapa de!inisi tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar pada akhirnya adalah +*erubahan.yang terjadi di dalam diri seseorang estela melakukan akti!itas tersebut.2alam belajar yang terpenting adalah proses bukan hasil yang diperoleh. Belajar Konsep )an Belajar Proses )elajar konsep lebih menekan kan hasil belajar berupa pemahaman !aktual dan prinsipil terhadap bahan atau isi pelajaran yang bersi!at kogniti!.sedangkan belajar proses atau keterampilan proses lebih ditekankan pada masalah bagaimana bahan pelajaran dipelajari dan diorganisir secara tepat. ,ampak beberapa kesamaan konseptual baik belajar proses maupun keterampilan proses keduanya mempunyai ciri ' ciri " o Menekankan pentingnya makna belajar untuk mencapai hasil belajar yang memadahi o Menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran o Menekankan bahwa belajar adalah proses timbal balik yang dapat dicapai oleh anak didik o Menekankan pada hasil belajar secara tuntas dan utuh B. Konsep Men ajar Bo'an s%'ar&o mende!inisikan mengajar merupakan suatu akti!itas mengorganisasi atau mengatur (mengelola lingkungan ssehingga tercipta suasana yang sebaik baiknya dan menghubungkannya dengan peserta didik sehingga terjadi proses belajar yang menyenangkan. Oe(ar Ha(alik mende!inisikan mengajar sebagai proses menyampaikan pengetahuan dan kecakapan kepada siswa. Hasi#%an menyebutkan bahwa konsep mengajar dalam proses perkembangannya dianggap sbagai suatu kegiatan penyampaian atau penyerahan pengetahuan. Mengajar menurut pengertian muthakhir merupakan suatu perbuatan yang komplek.atau dengan gaya bahasa lain mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. 3edudukan guru dalam pengertian ini sudah tidak dapat lagi dipandang sebagai pengasa tunggal dalam kelas atau sekolah tetapi dianggap sebagai manajer of learning(pengelola belajar). ". Hakika& Proses Belajar Men ajar Setiap kegiatan belajar mengajar selalu melibatkan dua pelaku akti! yaitu guru dan siswa.4uru sebagai pengajar merupakan pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja,sistematis dan berkesinambungan.sedangkan anak sebagai subyek pembelajaran merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru.5umusan belajar mengajar tradicional selalu menempatkan peserta didik sebagai obyek pembelajaran dan guru sebagai subyeknya.*endekatan baru kegiatan belajar

mengajar merupakan milik guru dan murid dalam keadaan yang setara.3egiatan mengajar bagi seorang guru membutuhkan hadirnya sejumlah anak didik.6al ini berbeda dengan belajar yangt tidak selamanya memerlukan kehadiran seorang guru.Mengajar merupakan kegiatan dimana keterlibatanindi(idu anak didik mutlak adanya.sama halnya dengan belajar,mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses yaitu proses mangatur,mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik,sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar.berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan proses belajar mengajar merpakan serangkaian akti!itas yang disepakati dan dilakukan guru ' murid untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. *. "iri + ,iri Belajar Men ajar )elajar dan mengajar merupakan dua akti!itas yang berlangsung secara bersamaan ,simultan dan memiliki !okus yang dipahami bersama.sebagai statu akti!itas yang terencana,belajar memiliki tujuan yang bersi!at hermanen yakni terjaedinya perubahan pada anak didik.ciri ' ciri perubahan dalam pengertian belajar menurut sla(e&o meliputi" 1. *erubahan yang terjadi berlangsung secara sadar $. perubahan dalam belajar bersi!at kontinu dan !ungsional. %. perubahan belajar bersi!at positi! dan akti!. &. perubahan dalam belajar bukan bersi!at sementara. 0. perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah. 7. perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Memperhatikan uraian tentang belajar mengajar diatas akhirnya dapat diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar memiliki ciri ' ciri sebagai berikut" memiliki tujuan yaitu untuk membentuk anak dalam statu perkembangan tertentu. ,erdapat mekanisme,prosedur,langkah ' langkah,metode dan teknik yang direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 8okus materi jelas,terarah dan terencana dengan baik. Adanya akti(itas anak didik merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Aktor guru yang cermat dan tepat. ,erdapat pola aturan yang ditaati guru dan anak didik dalam proporsi masing ' masing. -imit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran. 1(aluasi baik e(aluasi proses maupun e(aluasi produk.

BAB KOMPONEN + KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR


A. T%j%an ,ujuan dalam pendidikan dan pengajaran merupakan suatu cita ' cita yang bersi!at normati!. Roes&i$a' berpendapat bahwa suatu tujuan pengajaran merupakan deskripsi tentang penampilan perilaku anak didik yang diharapkan setelah mempelajari bahan pelajaran tertentu. B. Ba'an Pelajaran )ahan pelajaran menurut S%'arsi(i Arik%n&o merupakan unsur inti yang ada di dalam kegiatan belajar mengajar. Maslo. berkeyakinan bahwa minat seseorang akan muncul bila sesuatu itu terkait dengan kebutuhannya jadi,bahan pelajaran yang sesuai kebutuhan anak didik akan memoti!asi anak didik dalam jangka waktu tertentu.2engan demikian bahan pelajaran merupakan komponen yang tidak bisa diabaikan dalam pengajaran,sebab bahan pengajaran merupakan inti dalam proses belajar mengajar. ". Ke ia&an Belajar Men ajar 2alam kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya.9ntuk memperoleh hasil optimal sebaiknya guru memperhatikan perbedaan indi(idu peserta didik baik aspek biologis,intelektual,maupun psikologis. *. Me&o)e Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. S$ai/%l Ba'ri *ja(ara' ! 0inarno S%rak'(a) mengemukakan lima macam !aktor yang mempengaruhi penggunaan metode mengajar yakni" ,ujuan dengan berbagai jenis dan !ungsinya Anak didik dengan berbagai tingkat kematangannya Situasi berlainan keadaannya 8asilitas ber(ariasi secara kualitas dan kuantitas 3epribadian dan kompetensi guru yang berbeda ' beda E. Ala& Alat merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Alat dapat dibagi menjadi dua macam yaitu alat (erbal dan alat bantu non(erbal.alat (erbal berupa suruhan,perintah,larangan dan sebagainya.alat bantu non(erbal berupa globe,papan tulis,batu kapur,gambar,diagram dan sebagainya. Sebagai alat bantu dalam pendidikan dan pengajaran alat audio (isual mempunyai si!at sebagai berikut" 3emampuan untuk meningkatkan persepsi &

3emampuan untuk meningkatkan pengertian 3emampuan untuk meningkatkan trans!er belajar 3emampuan untuk memberi penguatan 3emampuan untuk meningkatkan ingatan

1. S%(#er Belajar Sumber pelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran bisa didapatkan.Menurut Nas%&ion sumber pelajaran dapat berasal dari masyarakat dan kebudayaanya,perkembangan ilmu dan teknologi serta kebutuhan anak didik. Roes&i$a' N.K.mengatakan bahwa sumber ' sumber belajar itu adalah o Manusia o )uku : perpustakaan o Media massa o -ingkungan o Alat pelajaran o Museum Sudirman mengemukakan macam ' macam sumber belajar sebagai berikut" o Manusia o )ahan o -ingkungan o Alat dan *erlengkapan o Akti!itas G. E2al%asi /stilah e(aluasi berasal dari bahasa inggris yaitu e(aluation.1(aluasi adalah statu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.N%rkan,ana ! S%(ar&ana berpendapat bahwa e(aluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. )erdasarkan pengertian ' pengertian maka e(aluasi memiliki tujuan secara umum yakni" o Mengumpulkan data ' data yang membuktikan tara! kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang diharapkan o Memungkinkan pendidikan : guru menilai akti(itas : pengalaman yang didapat siswa dalam pembelajaran o Menilai metode pengajaran yang dipergunakan A#% A'(a)i ! 0i)o)o S%pri$ono menyatakan bahwa e(aluasi memiliki tujuan sebagai berikut" o Merangsang kegiatan siswa o Menemukan sebab kemajuan atau kegtagalan belajar o Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan dan bakat masing ' masing siswa

o Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tua dan lembaga pendidikan o 9ntuk memperbaiki mutu pelajaran atau cara belajar dan metode mengajar. 1(aluasi pada dasar nya memiliki !ungsi" Memberi umpan balik lepada guru sebagaia dasar untuk memperbaiki proses pengajaran serta mengadakan perbaikan program bagi murid. Memberi angka yang tepat tentang kemajuan atau hasil belajar dari setiap murid Menentukan posisi murid di dalam situasi belajar mengajar agar sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki siswa Mengenal latar belakang murit

)A) & Strategi Menumbuhkan Moti(asi )elajar


A. *engertian Moti(asi )erawal dari kata +moti!. yang artinya daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan akti(itas ' akti(itas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Menurut Mc 2onald, moti(asi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya !eeling dan didahului dengan tangggapan terhadap adanya tujuan. Moti(asi dibagi menjadi dua, yaitu" 1. Moti(asi /ntrinsik; yaitu moti(asi yang timbul dari dalam diri indi(idu sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain, atas dasar kemauan sendiri. $. Moti(asi 1kstrinsik; moti(asi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar indi(idu, yang berupa ajakan, suruhan atau paksaan. 2alam kegiatan belajar, moti(asi sangat diperlukan karena seseorang yang tidak mempunyai moti(asi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan akti(itas belajar secara maksimal.

). 8ungsi Moti(asi <emar 6amalik($==$ menyebutkan ada tiga !ungsi moti(asi" 1. Mendorong manusia untuk bergerak. $. Menentukan arah perbuatan : tujuan. %. Menyeleksi perbuatan.

>. Strategi Menumbuhkan Moti(asi 7

1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik pada permulaan belajar mengajar. $. 6adiah, diberikan kepada siswa yang berprestasi sehingga memacu semangat siswa. %. Saingan : kompetisi, persaingan antar siswa untuk meningkatkan prestasi belajar. &. *ujian, diberikan kepada siswa yang berprestasi. 0. 6ukuman. 7. Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar. ?. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. @. Membantu kesulitan belajar peserta didik baik secara indi(idual maupun kelompok. 9. Menggunakan metode yang ber(ariasi. 1=. Menggunakan media yang baik sesuai tujuan pembelajaran

)A) 0 )elajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem


A. 3onsep 2asar *endekatan Sistem 1. *engertian Sistem Sistem merupakan keseluruhan struktur yang terdiri atas unsur ' unsur yang mempunyai !ungsi khusus, dan saling berinteraksi dan bekerja secara bersama ' sama menuju pada tercapainya tujuan bersama. sistem A > )atas sistem unsur ) 2 interaks i

)agan sistem $. ,iga Aspek 9tama Sistem ,iga aspek utama tersebut yaitu" a. ,ujuan, merupakan aspek pertama dalam sistem. b. /si, sistem terdiri dari unsur ' unsur. c. *roses, mengolah unsur ' unsur menjadi suatu tujuan. %. Sistem terbuka dan sistem tertutup a. Sistem terbuka Adalah sistem yang menerima masukan (input dari luar, kemudian memproses dan akhirnya menghasilkan keluaran (output kepada lingkungan. >ontohnya pada sistem pendidikan yang mempunyai tiga komponen terkait" murid (input , 3)M (proses , lulusan (output .

b. Sistem tertutup Adalah sistem yang menerima masukan dari luar dan juga tidak mengeluarkan hasil yang memerlukan !eed back. >ontohnya pada sistem kerja tata surya. c. *ersamaan sistem terbuka dengan sistem tertutup" Adanya interaksi antara masing ' masing unsur. 2imungkinkan mempunyai unsur ' unsur statis maupun dinamis. Mempunyai tujuan sendiri maupun tujuan bersama. d. *erbedaan sistem terbuka dengan sistem tertutup" Sistem terbuka; adanya prinsip keterbukaan yang mengarahkan perhatian kepada interaksi dengan lingkungan, adanya hubungan timbal balik (!eed back . Sistem tertutup; pandangan bahwa mata rantai; struktur, proses, dan nilai ' nilai organisasi untuk mencapai sesuatu tujuan dapat diterangkan tanpa memperhatikan pengaruh dari lingkkungan, tidak ada hubungan timbal balik (!eed back .

). )elajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem )eberapa persoalan pokok yang dihadapi guru dalam kegiatan mengajar" 1. ,ujuan apa yang akan dicapai $. Materi apa yang perlu diberikan %. Metode dan alat apa yang layak digunakan 3arakter peserta didik yang harus diperhatikan oleh guru mengenai" 1. ,ingkat kecerdasan dan bakat anak $. *restasi awal %. *erkembangan jasmani dan kesehatan &. >ita ' cita, sikap, minat dan hobi 0. 3ebiasaan dan latar sosial keluarga 7. Si!at ' si!at khusus dan persoalan pribadi anak

>. *erencanaan *engajaran Sistematik A!i!udi ($==0 ada 1& langkah dalam membuat perencanaan penagajaran sistematik, antatara lain" 1. $. %. &. /denti!ikasi tugas ' tugas Analisis tugas 'tugas *enetapan kemampuan Spesi!ikasi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap 0. /denti!ikasi kebutuhan pendidikan dan laihan 7. *erumusan tujuan ?. 3riteria keberhasilan program @. <rganisasi sumber ' sumber belajar 9. *emilihan strategi pengajaran 1=.9ji lapangan program 11.*engukuran reabilitas program 1$.*erbaikan dan penyesuaian 1%.*elaksanaan program 1&.Monitoring program

2. Macam ' Macam *endekatan Sistem )elajar Mengajar 1. Eksposi&or$ Learnin >ocok diterapkan pada materi ketauhidan, guru sebagai desainer dan aktor. *emberian materi dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematis, dan lengkap sehingga siswa tinggal menyimak dan mencerna.

Secara garis besar prosedur pendekatan 1kspository -earning ini adalah" a. *reparasi b. Apersepsi c. *resentasi d. 5esitasi -angkah 'langkah pendekatan 1kspository -earning adalah" a. *enentuan tema pokok bahasan b. Menyusun pokok bahasan c. Menjelaskan materi secara baik d. Melakukan kegiatan re(isi

2. En3%ir$ Learnin Adalah belajar mencari dan menemukan sendiri, guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk !inal, tetapi anak didik diberi peluang untuk mencari dan menemukannya sendiri dengan mempergunakan teknik pendekatan pemecahan masalah. Sehingga guru hanya sebagai !asilitator, super(isor, mediator, dan komentator. Secara garis besar prosedur *endekatan 1nAuiry -earning adalah" a. Simulation b. *roblem statement c. 2ata collection d. 2ata *rocessing e. Beri!ication !. 4enerali#ation 3elemahan pendekatan ini adalah memakan waktu yang cukup banyak, dan kalau kurang terpimpin dapat menjurus kepada kekacauan materi yang dipelajari. -angkah ' langkah dalam proses 1nAuiry -earning adalah"

1=

a. *emberian masalah kepada siswa b. 6ipotesis c. *engumpulan data d. *engolahan e. Membuat kesimpulan

-. Mas&er$ Learnin )loom (19@$ mende!inisikan belajar tuntas itu berdasarkan asumsi bahwa sebagian murid dapat mencapai suatu kemampuan belajar tingkat tinggi apabila pengajaran didekati secara sensiti(e dan sistematis, dan apabila murid dapat dibantu kapan pun dan dimana pun mereka menjumpai kesulitan belajar, apabila mereka diberi waktu yang cukup untuk mencapai penguasaan, dan terdapatnya criteria yang jelas tentang apa yang disebut masteri.

8ase ' !ase Model )elajar ,untas" a. 8ase orientasi 2isusun kerangka dasar pelajaran, perumusan harapan apa yang ingin dicapai. b. 8ase penyajian atau presentasi 4uru menjelaskan konsep dengan dibantu media pembelajaran. c. 8ase penstrukturan latihan prakteknya 4uru memberikan contoh ' contoh : mempraktikkan dihadapan siswa. d. 8ase praktek terbimbing Siswa diberi kesempatan mempraktekkan apa yang telah dicontohkan oleh guru tetapi guru masih mengawai kerja siswa. e. 8ase praktik bebas 2ilakukan setelah siswa menguasai materi @0C D 90C.

4. H%(ani&$ E)%,a&ion 11

Adalah sebuah sistem klasik yang bersi!at global, tetapi beberapa prinsip dasarnya diambil para ahli pendidikan untuk dijadikan sebuah sistem pendekatan *)M. *erbedaan yang menonjol dalam humanistic adalah peran guru yang lebih banyak menjadi pembimbing daripada memberi ilmu pengetahuan kepada siswa. )eberapa cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai !asilitas !asilitator" a. 8asilitator menciptakan suasana awal belajar yang baik. b. 8asilitator memperjelas tujuan ' tujuan pembelajaran. c. Menyediakan sumber belajar yang mudah dijangkau oleh siswa. d. 2apat menerima pendapat dari siswa kemudian menanggapinya. e. Mengetahui apa yang diinginkan oleh siswanya. 1. Menganalisis Masalah *endidikan dan Memperbaikinya 2engan Menggunakan *endekatan Sistem 1. Sistem Analisis Adalah suatu studi tentang operasi sistem yang tujuannya adalah menge(aluasi !aktor ' !aktor e!isiensi, kecermatan, ketepatan waktu, ekonomi, dan produkti(itas, dengan maksud untuk mendesain sebuah sistem baru atau mengadakan perbaikan sistem yang sudah ada. Sistem analisis mendemonstrasikan cara ' cara memecahkan masalah melalui tiga tahapan !ungsi" a. Merumuskan kebutuhan ' kebutuhan utama sebagai tujuan akhir b. Merumuskan tingkat kebutuhan berikutnya sebagai tujuan terminal c. Merumuskan tujuan enabling 9ntuk masing ' masing !ungsi tersebut kita haarus melakukan tiga macam tugas, yaitu" a. Mempertimbangkan alternati! 'alternati! b. Merumuskan kriteria dasar c. Mengidenti!ikasi kendala $. Sistem 2esain %. Manajemen Sistem

Adalah sistem menjawab pertanyaan bagaimana melaksanakan sistem itu agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapakan dengan menggunakan alternati! yang e!isien. %.1 Menerapkan kontrol manajemen

1$

%.1.1 Melakukan tugas ' tugas A)>

1mpat !ungsi yang harus dilaksanakan" a. Mempelajari desain yang ada b. Mengonseptualisasikan struktur c. Memilih model yang tepat d. Memilih metode dan alat %. Sistem Manajemen Merupakan kegiatan yang menuntut niat dan perhatian besar dari administrator sekolah.

BAB 5 Me(#an %n Ko(%nikasi *ala( Proses Belajar Men ajar


A. ,iga *ola 3omunikasi 3omunikasi adalah hubungan atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa, antara lain" 1. 3omunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah. 4uru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi, guru akti! dan siswa pasi!. 4

1%

3omunikasi 1 arah

$.

3omunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah. 4uru dan siswa berperan sama yaitu pemberi dan penerima aksi, sehingga terlihat hubungan dua arah. 4

S komunikasi $ arah

%. 3omunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai tansaksi. pada komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa dengan siswa. 4 S S S

komunikasi banyak arah

). strategi membangun komunikasi e!ekti! guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. strategi tersebut antara lain" 1. 5espek, rasa saling menghargai. $. 1mpati, kemampuan untuk menempatkan diri kita pada situasi dan kondisi yang dihadapi oranng lain. %. Audible, pendengar setia. &. jelas maknanya agar tidak terjadi salah paham. 0. rendah hati. 1&

BAB 6 KOMPETENSI G7R7 *ALAM MENGELOLA PROSES BELAJAR MENGAJAR


A. Siapa I&% G%r%8 4uru adalah manusia unik yang memiliki karakter sendiriDsendiri, sehingga perbedaan karakter inilah yang menyebabkan situasi belajar yang diciptakan setiap guru ber(ariasi. Menurut Sai!ul )ahri 2jaramah, guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. Menurut *upuh 8athurrohman, per!ormance guru dalam mengajar dipengaruhi beberapa !actor, seperti tipe kepribadian, latar belakang pendidikan, pengalaman dan pandangan !iloso!is kepada murid. ,ugas guru adalah membimbing, mengarahkan dan memoti(asi anak didik mengembangkan potensinya. 6al ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru dalam menentukan keberhasilan belajar mengajar. B. Ko(pe&ensi9ko(pe&ensi $an Har%s *i(iliki Ole' G%r% 3ompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajibanD kewajiban secara bertanggungjawab dan layak. 3ompetensi seorang guru menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Menurut Muhibbin Syah, ada 1= (sepuluh kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yaitu" 1. Menguasai bahan $. Mengelola program belajar mengajar %. Mnegelola kelas &. Menggunakan media atau sumber belajar 0. Menguasai landasanDlandasan kependidikan 7. Mengelola interaksi belajar mengajar ?. Meniulai prestasi siswa untuk pendidikan dan pengajaran @. Mengenal !ungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan 9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah 1=. Memahami prinsipDprinsip dan mena!sirkan hasilDhasil pendidikan guna keperluan pengajaran. Menurut Mohamad Ali, ada % (tiga macam kompetensi guru, yaitu" 1. 3ompetensi pribadi $. 3ompetensi mata pelajaran, yakni mempunyai pengetahuan yang memadai tentang mata pelajaran yang dipegangnya. %. 3ompetensi pro!esional. Selain itu, 4lasser mengemukakan ada & (empat hal yang harus dikuasai guru, yaitu" 1. Menguasai bahan pengajaran $. 3emampuan mendiagnosa tingkah laku siswa %. 3emampuan melaksanakan proses pengajaran &. 3emampuan mengukur hasil belajar siswa 10

Eika disederhanakan, minimal ada $ (dua kompetensi yang harus dikuasai seorang gur, yakni" 1. Menguasai materi:bahan pelajaran Sebelum guru tampil di depan kelas guru harus sudah menguasai bahan apa yang akan diajarkan sehingga guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara dinamis. )ahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Ada dua persoalan dalam penguasaan bahan pelajaran, yaitu penguasaan bahan pelajaran pokok (bahan pelajaran yang menyangkut bidang studi yang dipegang gurusesuai pro!esinya dan bahan pelajaran pelengkap (bahan pelajaran yang dapat membuka wawasan guru dalam mengajar . )eberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan bahan pengajaran" D hendaknya sesuai dengan:menunjang tercapainya tujuan instruksional D hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa umumnya D hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan D hendaknya mencakup halDhal yang bersi!at !aktual maupun konseptual $. Menguasai ilmu mendidik Selain menguasai materi, seorang guru harus menguasai ilmu mendidik karena tanpa penguasaan ilmu mendidik, pembelajaran tidak berarti. ". "iri9,iri G%r% $an Baik Ada beberapa mitos pengajaran yang telah berlaku beberapa generasi " 1. 4uru harus bersikap tenang dan tidak berlebihDlebihan. $. 4uru harus menyukai siswaDsiswanya secara adil. %. 4uru harus memperlakukan siswaDsiwanya secara sama. &. 4uru harus mampu menyembunyikan perasaannya 0. 4uru diperlukan karena siswaDsiswanya belum dapat bekerja sendiri. 7. 4uru harus dapat menjawab semua pertanyaan yang disampaikan siswaD siswanya. Seringkali guru menghindarkan situasi ini dengan tidak mau mengakui ketidaktahuannya, padahal sesungguhnya guru adalah makhluk biasa. 5asa takut dan wasDwas dalam keadaan tertentu adalah hal biasa. Menurut >ombs dkk, ciriDciri guru yang baik adalah " a.4uru yang mempunyai anggapan bahwa orang lain mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri dengan baik. b. 4uru yang melihat bahwa orang lain mempunyai si!at ramah, bersahabat, dan ingin berkembang. c.4uru yang cenderung melihat orang lain sebagai orang yang sepatutnya dihargai. d. 4uru yang melihat orangDorang dan perilaku mereka pada dasarnya berkembang dari dalam. e.4uru yang melihat orang lain dapat memenuhi dan meningkatkan dirinya.

BAB : PENGEMBANGAN T7J7AN PEMBELAJARAN


17

M%)'o//ir (199= . Memberikan petunjuk praktis perumusan tujuan pembelajaran,yakni" 1. 8ormulasikan dalam bentuk yang operasional $. 5umuskan dalam bentuk produk belajar %. 5umuskan dalam tingkah laku siswa bukan perilakuu guru &. 5umuskan standart perilaku yang akan di capai 0. 6anya mengandung satu tujuan belajar 7. 5umuskan dalam kondisi mana perilaku itu terjadi 9ntuk membimbing guru dalam merumuskan ,*3 terdapat beberapa kata operasional yang dapat dipilih sesuai kebutuhan seperti" 1. Aspek kogniti!, meliputi" a. *engetahuan b. *emahaman c. Menerapkan d. Analisis e. Sintesis !. 1(aluasi $. Aspek a!ekti!, meliputi" a. *enerimaan b. *artisipasi c. *enilaian d. <rganisasi e. *embentukan pola hidup %. Aspek psikomotorik meliputi a. *ersepsi b. 3esiapan c. 4erakan terbimbing

BAB ; METO*E MENGAJAR


A. Pen er&ian Me&o)e Men ajar Metode secara har!iah berarti FcaraG. 2alam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. 3ata +mengajar. berarti memberi pelajaran. Eadi, metode mengajar adalah caraDcara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 2engan demikian, salah satu keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam pengajaran adalah keterampilan memilih metode. B. "iri + "iri 7(%( Me&o)e $an Baik )anyak macam metode yang bisa dipilih guru dalam kegiatan mengajar. 3ebaikan suatu metode terletak pada ketepatan memilih sesuai dengan tuntutan pembelajaran. O(ar M%'a((a) al To%(i(19@% mengatakan terdapat beberapa

1?

ciri dari sebuah metode yang baik untuk pembelajaran *endidikan Agama /slam, yaitu" D )erpadunya metode dari segi tujuan dan alat dengan jiwa dan ajaran akhlak islami yang mulia; D )ersi!at luwes, !leksibel, dan memiliki daya sesuai watak siswa dan materi; D )ersi!at !ungsional dalam menyatukan teori dengan praktek dan mengantarkan siswa pada kemampuan praktis; D ,idak mereduksi materi justru mengembangkan materi; D Memberi keleluasaan pada siswa untuk menyatakan pendapatnya; D Mampu menempatkan guru dalam posisi yang tepat, terhormatdalam keseluruhan proses pembelajaran ". Prinsip + Prinsip Penen&%an Me&o)e Metode apapun yang dipillih dalam kegiatan belajar mengajar hendaklah memperhatikan beberapa prinsip yang mendasari urgensi meode dalam proses belajar mengajar, yakni " 1. *rinsip moti(asi dan tujuan belajar. Moti(asi memiliki kekuatan sangat dahsyat dalam proses pembelajaran. $. *rinsip kematangan dan perbedaan indi(idual. )elajar memiliki masa kepekaan masingDmasing dan tiap anak memiliki tempo kepekaan yang tidak sama. 3epekaan intelek anak menurut J. Pia e& )an Mans$%r(1991 , memiliki % !ase " a. 8ase praoperasional. 8ase ini belum bisa membedakan sesuatu secara konsep atau abstrak. b. 8ase operasi kongkret. Masa ini anak sudah mulai bisa dibawa berpikir abstrak. c. 8ase operasional !ormal. 8ase ini anak sudah mulai bisa memikirkan apa yang ada di balik realitas, baik melalui percobaan maupun obser(asi. %. *rinsip penyediaan peluang dan pengalaman praktis. )elajar dengan memperhatikan peluang sebesarDbesarnya bagi partisipasi anak didik dan pengalaman langsung oleh anak jauh memiliki makna ketimbang belajar (erballistik. &. /ntegrasi pemahaman dan pengalaman. *rinsip belajar ini didasarkan pada asumsi bahwa pengalaman mendahului proses belajar atau makna sesuatu harus berasal dari pengalaman siswa sendiri. 0. *rinsip !ungsional. )elajar merupakan proses pengalaman hidup yang berman!aat bagi kehidupan berikutnya. Setiap belajar nampaknya tidak bisa lepas dari nilai man!aat 7. *rinsip menggembirakan. )erkaitan kepentingan belajar terus menerus maka metode mengajar jangan sampai member kesan memberatkan. *. Nilai S&ra&e i Me&o)e Metode merupakan !asilitas untuk mengantarkan bahan pelajaran dalam mencapai tujuan. 3elas yang kurang bergairah dan kondisi anak didik yang kurang kreati! dikarenakan penentuan metode yang kurang sesuai dengan si!at bahan dan tujuan pengajaran. <leh karena itu, dapat dpahami bahwa metode adalah suatu cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar.

1@

E. E/ek&i2i&as Pen %naan Me&o)e 2alam menetapkan metode mengajar, bukan tujuan yang menyesuaikan dengan metode atau karakter anak, tetapi metode hendaknya menjadi +(ariable dependen. yang dapat berubah dan berkembang sesuai kebutuhan. 3arena itu, e!ekti(itas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran. 1. 1ak&or + 1ak&or $an Me(pen ar%'i Pe(ili'an Me&o)e )erikut beberapa !aktor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode antara lain " 1. ,ujuan yang hendak dicapai 3arakteristik tujuan yang akan dicapai sangat mempengaruhi penentuan metode, sebab metode tunduk pada tujuan, bukan sebaliknya. $. Materi pelajaran Materi pelajaran ialah sejumlah materi yang hendak disampaikan oleh guru untuk bisa dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik. %. *eserta didik *eserta didik sebagai subjek belajar memiliki karakteristik yang berbedaDbeda. *erbedaan peserta didik dari aspek psikologis, semua perbedaan akan berpengaruh terhadap penentuan metode pembelajaran. &. Situasi 4uru harus teliti dalam melihat situasi. <leh karena itu, pada waktu tertentu guru melakukan proses pembelajaran di luar kelas atau di alam terbuka. 0. 8asilitas 3etiadaan !asilitas akan sangat menganggu pemilihan metode yang tepat, seperti tidak ada laboratorium untuk praktek. 7. 4uru 3ompetensi mengajar biasanya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan. 4uru berlatar belakang pendidikan keguruan biasanya lebih terampil dalam memilih metode dan penerapannya, sedangkan yang berlatar belakang pendidikannya kurang rele(an sering mengalami hambatan dalam penerapannya. G. Ma,a( + Ma,a( Me&o)e Men ajar )erikut ini beberapa metode yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, di antaranya " 1. Metode >eramah Metode ceramah ialah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan in!ormasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasi!. $. Metode ,anya Eawab Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode ini dimaksudkan untuk merangsang untuk berpikir dan membimbing peserta didik dalam mencapai kebenaran. %. Metode 2iskusi

19

Salah satu cara mendidik yang berupa memecahkan masalah yang dihadapi, yang masingDmasing mengajukan argumentasinya. ,ujuan penggunaan metode diskusi ialah untuk memoti(asi dan memberi stimulasi kepada siswa agar berpikir dengan renungan dalam. &. Metode 3isah:>erita Al Huran dan 6adis banyak meredaksikan kisah untuk menyampaikan pesanD pesannya. 2alam kisah itu tersimpan nilaiDnilai pedagogis religious yang memungkinkan anak didik mampu meresapinya. 0. Metode 2emonstrasi Metode demonstrasi ini adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan. ,ujuan pokok penggunaan metode ini adalah untuk memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan proses terjadinya sesuatu. 7. Metode 3aryawisata Metode karyawisata adalah metode dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak keluar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang mengandung sejarah. )eragam man!aat yang dapat dipetik dari kegiatan karyawisata, di antara, para pendidik menganjurkan agar memperhatikan tingkah laku anakDanak dan sikap mereka dalam menghadapi berbagai hal yang berbeda. ?. Metode ,utorial Metode tutorial ini diberikan denagn bantuan tutor. Setelah siswa diberikan bahan ajar, kemudian siswa diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut. *ada bagian yang sulit, siswa dapat bertanya pada tutor. @. Metode *erumpamaan Suatu metode yang digunakan untuk mengungkkapkan suatu si!at dan hakikat dari realitas sesuatu. *erumpamaan dapat dilakukan seperti mengumpamakan sesuatu yang rasional abstark dengan sesuatu yang dibisa diindera. 9. Metode *emahaman dan *enalaran Metode ini adalah metode mendidik dengan membimbing anak didik untuk dapat memahami problema yang dihadapi dengan menemukan jalan keluar yang benar dari berbagai macam kesulitan dengan melatih anak didik menggunakan pikirannya dalam mendata dan mengin(entaris masalah. 1=. Metode Suri ,auladan Metode yang diartikan sebagai +keteladanan yang baik.. 2engan adanya teladan yang baik, maka akan menumbuhkan hasrat bagi orang lain untuk meniru atau mengikutinya. 6al itu merupakan suatu amaliyah paling penting dan berkesan baik bagi pendidikan anakDanak dan kehidupan 11. Metode *eringatan dan *emberian Moti(asi Moti(asi adalah kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan indi(idu untuk melakukan suatu kegiatan mencapai tujuan. Moti(asi terbetuk oleh tenagaDtenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar indi(idu. 1$. Metode *raktek 2imaksudkan supaya mendidik dengan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda agar anak didik menjadi jelas dan mudah sekaligus dapat mempraktekkan materi yang dimaksud. 1%. Metode *emberian Ampunan dan )imbingan

$=

Metode ini dilakukan dalam rangka memberi kesempatan kepada anak didik untuk memperbaiki tingkah laku dan mengembangkan dirinya. 1&. Metode 3erja Sama Metode kerja sama ialah upaya saling membantu antara dua orang atau lebih, antara indi(idu dengan kelompok lainnyadalam melaksanakan tugas atau menyelesaiakan problema yang dihadapi dan menggarap program yang bersi!at prospekti!, guna mewujudkan kesejahteraan bersama. 10. Metode ,ulisan Metode mendidik dengan huru! atau symbol apapun, ini merupakan suatu hal yang sangat penting dan merupakan jembatan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. 17. Metode *enugasan Metode penugasan untuk merangsang anak akti! belajar baik secara indi(idual atau kelompok. <leh karena itu, tugas dapat dikerjakan secara indi(idu maupun kelompok.

BAB 1< PENGG7NAAN ME*IA *ALAM PROSES BELAJAR


A. Pen er&ian Me)ia 3ata media berasal dari bahas latin medium yang secara har!iah berarti FtengahG, FperantarG, atau FpengantarG. 2alam akti(itas pembelajaran, media dapat dide!inisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa in!ormasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. B. 1%n si Me)ia 3etidakjelasan atau kerumitan bahan ajar dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagia perantara. )ahkan dalam halDhal tertentu media dapat mewakili kekurangan guru dalam mengkomunikasikan materi pelajaran. 8ungsi penggunaan media dalam proses pembelajaran menurut penulis, diantaranya " 1. Menarik perhatian siswa. $. Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran. %. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersi!at (erbalistik(lisan . &. Mengatasi keterbatasan ruang. 0. *embelajaran lebih komunikati! dan produkti!. 7. Iaktu pembelajaran bisa dikondisikan. ?. Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar. @. Meningkatkan moti(asi siswa dalam memepelajari sesuatu. 9. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam. 1=. Meningkatkan kadar keakti!an siswa dalam kegiatan pembelajaran. ". Ma,a( + Ma,a( Me)ia 2ilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam media auditi!, (isual dan audio(isual. Media auditi! adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Medi(isual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media audio (isual merupakan media yang

$1

mempunyai unsure suara dan unsure gambar. Eenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan yang kedua. Media audio (isual terdiri atas audio (isual diam dan audio (isual bergerak. 2ilihat dari segi keadaannya, media audio (isual dibagi menjadi audio (isual murni dan audio (isual tidak murni. 2ilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi $ yaitu, pertama, media dengan daya liput luas dan serentak,. 3edua, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Sedangkan jika dilihat dari bahan pembuatannya media dibagi atas media sederhana dan media kompleks. *. Prinsip9Prinsip Pe(ili'an Me)ia *rinsipDprinsip yang dimaksud dikemukakan Jana Sudjana (1991 sebagai berikut" 1. Menetukan media dengan tepat. $. Menetapkan atau mempertimbangkan subyek dengan tepat. %. Menyajikan media dengan tepat. &. Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. E. 1ak&or9/ak&or $an Me(pen ar%'i )ala( Pe(ili'an Me)ia Pe(#elajaran Agar media pengajaran yang dipilih itu tepat dan sesuai prinsipDprinsip pemilihan, perlu juga memperhatikan !actorD!aktor lain, yakni" 1. <bjekti(itas. Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sisitem belajar. $. *rogram pengajaran. *rogram pengaajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku. %. Sasaran program. Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan anak didik. &. Situasi dan kondisi. Kakni situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruang yang akan dipergunakan. 0. 3ualitas teknik. )arangkali ada rekaman suara atau gambarDgambar dan alatDalat lainnya yang perlu penyempurnaan sebelum digunakan. 1. Ke&e&apan Pen %naan Me)ia 3etetapan penggunaan media berkaitan dengan pertanyaan, apakah dalam penggunaan media tersebut in!ormasi pengajaran dapat diserap oleh anak didik secara optimal dengan memperhitunkan resiko biaya dan tenaga see!isien mungkin. )oleh jadi ada media yang dipandang sangat e!ekti! untuk mencapai suatu tujuan, namun proses pencapaiannya tidak e!isien. 4uru memiliki !ungsi untuk mempertemukan media yang e!ekti! sekaligus e!isien. G. Kri&eria Pe(ili'an Me)ia Pen ajaran Eika guru akan menggunakan media pengajaran dengan cara meman!aatkan media yang telah ada, maka dapat merujuk pada criteria berikut" 1. Apakah topic yang akan dibahas dalam media tersebut dapat menarik minat anakL

$$

$. Apakah materi yang terkandung dalam media tersebut penting dan berguna bagi anak didikL %. Apakah media itu sebagai sumber pengajaran yang pokok, apakah isinya rele(an dengan kurikulum yang berlakuL &. Apakah materi yang disajikan autentik dan actual atau sebaliknyaL 0. Apakah !akta dan konsepnya terjamin kecermatannyaL 7. Apakah !ormat penyajiannya berdasarkan tata urutan belajar yang logisL ?. Apakah pandangannya objekti! dan tidak mengandung unsure hasutan terhadap anak didikL @. Apakah narasi, gambar, e!ek, warna dan sebagainya memenuhi syarat standar kualitas teknisL 9. Apakah bobot penggunaan bahasa, symbolDsimbol dan ilustrasi sesuai dengan tingkat kematangan anak didikL 1=. Apakah sudah diuji kesahihannyaL H. Lan ka' +Lan ka' Men %nakan Me)ia )ala( Men ajar Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru dalam mengajar yang mempergunakan media, yakni " 1. Merumuskan tujuan pengajaran dan meman!aatkan media. $. *ersiapan guru dengan cara memilih dan menetapkan media mana yang akan diman!aatkan. %. *ersiapan kelas &. -angkah penyajian pelajaran dan peman!aatan media. 0. -angkah kegatan belajar siswa. 7. -angkah e(aluasi pengajaran

BAB 11 E=AL7ASI *ALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR


A. Pen er&ian E2al%asi 1(aluasi adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu obyek dengan menggunakan instrumen dan membandingkan hasilnya dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan. Menurut Jana.Sudjana (199@ bahwa e(aluasi pada dasarnya memberikan pertimbangan atau harga serta nilai berdasar kriteria tertentu. Menurut Suke Sil(erius (1991 e(aluasi yang baik haruslah didasarkan pada tujuan pembelajaran (instruksional yang ditetapakan oleh pendidik dan kemudian benarDbenar diusahakan pencapaiannya oleh pendidik dan peserta didik. Menurut *opham dan )aker ($==1 seorang pendidik perlu untuk menge(aluasi penyempurnaan pendidikannya dan peserta didiknya. ,ahap ini dilakukan untuk menilai pemahaman peserta didik terhadap materi yagn telah diberikan. *ada tahap ini dilakukan kegiatan sebagai berikut 1. Mengajukan pertanyaan kepada siswa, baik pertanyaan lisan maupun tulisan, yang berdasarkan materi yang telah disampaikan sebelumnya.jenis ini digunakan untuk mengukur ketuntasan siswa.

$%

$. 4uru menggulangi kembali materi yang disampaikan jika siswa tidak bisa menjawab pertanyaan. %. 4uru memberi pekerjaan rumah (*5 &. 4uru mengingatkan siswa materi yang akan disampaikan selanjutnya untuk dipelajari. B. Ke %naan e2al%asi )erdasarkan 99 sisdiknas Jo.$= tahun $==% pasal 0@(1 e(aluasi dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan pebaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Menurut M. Sobry Sutikno ($==0 kegunaan e(aluasi 1. Mengetahui Mengetahui tingkat kemajuan siswa dalam kurun waktu tertentu. $. *osisi dan kedudukan siswa dalam kelasnya. %. Sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan perbaikan proses belajar menggajar. &. )ahan pertimbangan untuk bimbingan indi(idual peserta didik. 0. Membuat diagnosis mengenai kelemahan dan kemampuan peserta didik. 7. )ahan pertimbnagan bagi perubahan atau kurikulum. ?. Mengetahui status akademis seseorang murid dan kelompok. @. Mengetahui e!isiensi metode mengajar yang digunakan. 9. Memberikan laporan kepada murid dan orang tua. 1=. Sebagai alat moti(asi belajar mengajar. 11. Mengetahui e!ekti(itas cara belajar dan menggajar 1$. )ahan !eed back bagi murid, guru, dan program pengajaran. ". S$ara& )an Pe&%nj%k %n&%k Men$%s%n Tes 1. Menetapkan segiDsegi apa saja yang dinilai. $. Alat e(aluasi betulDbetul (alid dan reliable. %. *enilaian yang objekti!. &. 6asil penilaian harus diolah dengan teliti. 0. Alat e(aluasi menggandung unsur diagnosis. *. Teknik9&eknik E2al%asi 1. 2engan tes ,es adalah pengukuran berupa pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang ditujukan kepada testee untuk mendapatkan respon sesuai dengan petunjuk itu. a. MacamDmacam tes 1 ,es kepribadian (personaliaty test $ ,es hasil belajar (achie(ement test . b. EenisDjenis tes Menurut !ungsinya 1 ,es penempatan (placement test $ ,es !ormati!e (!ormati(e test % ,es diagnostic (diagnostic test

$&

& ,es sumati! (Summati(e test c. )entuk tes" 1 ,es tertulis ( written test Adalah tes yang soal dan jawabannya diberikan oleh siswa berupa bahan tertulis.kelebihannya adalah dapat mengukur kemapauan murid dalam jumlah yang besar. 3elemahannya adalah jika tidak menggunakan bahasa yang jelas dan lugas maka akan mengandung pengertian ganda. ,es tertulis dapat dibedakan menjadi dua a ,es esai. ,es ini dapat digunakan untuk mengukur kegiatanDkegiatan belajar yang sulit diukur oleh tes objekti!. ,es esai dapat dibedakan menjadi dua bentuk (1 ,es uraian bentuk bebas >ara mengoreksi tes esai" (a Ihole method, adalah metode per nomer.mengoreksi pekerjaan murid untuk . (b Separated method, mengoreksi setiap satu lembar jawaban murid. (c >ross method, metode bersilang. ($ ,es uraian terbatas 3elebihan tes esai" (a Siswa dpat mengoreksi jawaban dengan pendaaptnya sendiri. (b Siswa tidak dapat menerkaDnerka jawaban soal. (c >ocok untuk mengukur dan menge(aluasi hasil suatu hasil belajar yang komplek. (d 2erajat kebenaran siswa dapat dilihat dari kalimatDkalimatnya. (e Eawaban menggunakan kataDkata sendiri. (! 2igunakan untuk memilih !akta yang rele(an. 3elemahan tes esai" (a Sukar dinilai secara tepat. (b )ahan yang diukur terlalu sedikit. (c Sulit didapat soal yang standar nasional maupun internasional. (d Membutuhkan waktu untuk menerima hasilnya. b ,es objekti! Adalah tes tulis yang itemnya dapat dijawab dengan memilih jawaban yang sudah tersedia sehingga peserta didik menampilkan keseragaman data, baik bagi yang menjawab benar maupun mereka yang menjawab salah. ,es objekti! dapat dibedakan menjadi dua (1 8reeDresponse items *rinsipDprinsip penyusunan tes jenis ini (a Short answer objecti(e items ,es jenis ini digunakan untuk mengukur kemamapuan ha!alan atau ingatan, khususnya bidang matematika serta kosa kata dalam bahasa asing. (b >ompletion test Adalah salah satu bentuk tes jawaban bebas.

$0

($ . 8iMedDresponse items )entuk tes objekti! yang butirDbutir soalnya diberikan kepada siswa disertai dengan alternati! jawaban. MacamDmacan bentuk tes ini adalah (a benar salah (trueD!alse . Adalah pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban. (b pilihan ganda (multiple choice . 2alam bentuk tes ini ada beberapa jenis. D (ariansi negati(e, adalah pernyataan yang mempunyai satu jawaban yang salah, sehingga siswa memilih jawaban yang salah. D (ariansi yang tidak lengkap, adalh pernyataan yang mempunyai beberapa kemungkinan yang belum lengkap. D (ariansi berganda, adalah pernayaan yang semuanya betul. D jenis kombinasi, adalah tiap alternati! memiliki beberapa alternati! yang membentuk satu pengertian atau jawaban. (c menjodohkan (matching . ,es bentuk ini memiliki dua kolom pararel yang satu berisi pertanyaan dan yang satu berisi jawaban. (d latihan penyusunan (rearrangement 1Mcercises . )entuk tes berupa rangkaian kalimat utuh dan benar. $ ,es lisan (oral test ,es lisan adalah tes yang soal dan jawaban menggunakan bahasa lisan. a 3elebihan tes lisan" (1 ,idak perlu menyusun soal secara terurai ($ 2apat mengetahui langsung kemampuan peserta didik (% *ertanyaan dapat diubah jika peserta didik belum jelas (& 2apat mengetahui lansung hasil tes b 3elemahan tes lisan (1 ,idak e!isien ($ 3eadaan emosional dapat sangat ddipengaruhi (% 3ebebasan bertanya berkurang (& Munculnya !aktor subyekti!itas (0 ,ingkat kesukaran sering tidak sesuai (7 3epribadian peserta didik sering berpengaruh ,es perbuatan atau tindakan (per!ormance test Eawaban peserta didik adalah suatu tindakan atau tingkah laku kongrit. a 3elebihan tes tindakan (1 9ntuk mengukur aspek psikomotorik. ($ Mengetahui aplikasi dari teori yang disampaikan berupa tindakan maupun perbuatan.

$7

3elemahan tes tindakan (1 Membutuhkan waktu yang lama. ($ *erbuatan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

$. Jon tes. a. <bser(asi <bser(asi adalah penghimpunan bahanDbahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap berbagai !enomena yang dijadikan objek pengamatan. )erdasarkan kjerangka kerja dapat dibedakan menjadi 1 <bser(asi bersruktur $ <bser(asi tak berstruktur b. Iawancara Adalah komunikasi langsung antara yang mewawancarai dengan yang diwawancarai. 2ua jenis wawancara yang digunakan adalah 1 Iawancara terpimpin (berstruktur $ Iawancara tidak terpimpin (wawancara bebas . c. Skala sikap Adalah merupakan kumpulan pernyataan yang menggenai sikap suatu objek. d. >hek list Adalah suatu da!tar yang berisi subjek dan aspekDaspek yang akan diamati. e. 5anting scale Adalah kemampuan menerjemahkan alternati(e jawaban yang dipilih responded. !. Angket Alat untuk mengumpulkan dan mencatat data, in!ormasi, sikap, dan !aham dalam hubungan kasual. Angket dapat dibedakan menjadi dua yaitu" 1 Angket berstruktur, adalah dengan menyediakan kemungkinan jawaban. $ Angket tak berstruktur, yaitu bentuk angket yang memberikan jawaban secara terbuka yang respondennya secara bebas menjawab pertanyaan tersebut. Salah satu alat yang digunakan dalam e(aluasi adalah tesmenurut sai!udin a#war ada tes lain yaitu tes atau pengukuran sikap,tes ini sering digunakan apabila kita ingin mengetahui keduaDduanya, baik caranya mencapai hasil maupun hasil itu sendiri. 2alam proses belajar mengajar yang die(aluasi bukan han ya siswa tetapi juga pendidiknya, mudho!!ir, 19@9 dalam proses belajar mengajar terdiri atas rangkaian tes yang dimulai dari preDtes untuk mengetahui isi atau mutu pelajaranyang sudah dan yang belum diketahui oleh siswa.

BAB 12 PENGEMBANGAN =ARIANSI MENGAJAR


A. Pen er&ian =ariansi Men ajar Bariansi menurut kamus ilmiah adalah FselinganG, Fselang selingG , atau FpergantianG. Menurut 9din S. Iinataputra ($==& mengatakan (ariansi sebagai

$?

keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Bariansi mengajar juga disebut sebagai keanekaragaman dalam penyajian kegiatan mengajar. B. T%j%an =ariansi Men ajar ,ujuan (ariansi" 1. Agar perhatian siswa meningkat $. Moti(asi siswa %. Menjaga wibawa guru &. Mendorong kelengkapan !asilits pengajaran ". Keari/an Pen %naan =ariansi Men ajar 3egunaan (ariansi menggajar tersusun berdasarkan rencana yang jelas yang didasarkan pada rujukan tujuan pembelajaran.langkahDlangkah untuk mewujudkan keari!an tersebut" 1. Bariansi pengajaran harus menunjang dalam rangka merealisasikan tujuan pembelajaran. $. *enggunaanya harus lancar dan berkesinambungan dan tidak menggangu proses belajar mengajar. %. *enggunaan (ariansi harus bersi!at terstruktur, terencaba dan sistematis. &. *enggunaan (ariansi harus luwes. 3eari!an ini diperlukan seorang guru daalm penggunaan (ariansi pengajaran, keari!an ini menunjukan dalam penggunaan (ariansi pengajaran harus memperhatiakn keadaan siswa , situasi dan kondisi lingkungan *. *i(ensi9)i(ensi 2ariansi (en ajar 2imensiDdimensi yang digunakan dalam (ariansi pengajaran adalah sebagai berikut" 1. Bariansi suara dan sikap guru /ntonasi, nada, (olume, dan kecepatan suara guru perlu diatur dengan baik, karena suara guru memiliki peranan penting dalam melahirkan kualitas (ariansi mengajar. 6alDhal yang perlu diperhatikan adalah" a. *enekanan b. *emberian waktu c. 3ontak pandang d. 4erakan anggota badan e. *indah posisi $. Bariansi media dan bahan ajaran *enggunaan media akan menghindari kejenuhan siswa karena tidak hanya mendengarkan guru berceramah. 2engan media ada alih pandang, dengar dan objek penelitian yang mungkin lebih menarik. Ada tiga komponen (ariansi media" a. Bariansi media pandang Alat pandang yang digunakan sebagai media pengajaran diantaranya buku, majalah, tape recorder, gambar dll. Bariansi media pandang ini memiliki man!aat sebagai berikut

$@

1 $ % & 0

Membantu pemahaman konsepyang abstrak kepada penjelasan yang kongrit. Agar siswa memiliki perhatian yang optimal terhadap materi pelajaran. Membantu penumbuhan watak kreati! dan mandiri siswa. Mengembangkan cara ber!ikir siswa yang konsisten dan berkesinambungan. Memberikan pengalaman baru dan unik.

b. Bariansi media dengar 4uru juga bisa merekam suara yang patut didengar dan punya rele(ansi dengan rele(ansi pengajaran. >ara inilah yang disebut dengan media dengar. c. Bariansi media taktik *enggunaan media ini digunakan untuk merangsang siswa untuk kreti!. %. Bariansi interaksi Bariansi dalam pola interksi yang la#im digunakan guru ada dua hal 1 Siswa belajar atau melakukan akti(itas lainya dalam ruang lingkup pembelajaran secara bebas tanpa campur tangan dari guru. $ Siswa hanya mendengar secara pasi! sedangkan guru berbicara secara akti! sehingga seluruh proses belajar mengajar didominasi guru. 2ari dua jenis diatas yang pertama akan lebih baik. Sekalipun ynag ideal adalah guru dan siswa memiliki peranan yang proporsional. 2alam arti, guru tidak mendominasi kelas dan siswa bebas tanpa berarti tidak ada kendali guru.

BAB 1TEKNIK MEN*APATKAN 7MPAN BALIK


3egiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan murid. Suatu tujuan belajar mengajar adalah terjadi 3arena usaha guru (instruksional e!!ect yang biasanya berupa pengetahuan dan ketrampilan. Sedangkan usaha yang berdasarkan usaha murid atau potensi murid, seperti !aktor kecerdasan, ber!ikir kritis dan kreti!, disebut nurturant e!!ect. 3egiatan dari dua pihak tersebut memberikan umpan balik, baik bagi guru maupun murid. 9mpan balik yang diberikan tergantung dari rangsangan yang diberikan oleh guru. 9ntuk mendapatkan umpan balik secara sempurna guru dapat melakukan teknikDteknik sebagai berikut" 1. Menggunakan alat bantu yang tepat. Alat ini digunakan untuk guru yang memiliki kekurangan atau keterbatasan kemampuan dalam menjelaskan bahan ajar yang disebabkan karakteristik materi, kebiasaan guru dan cara belajar anak didik. $. Memiliki bentuk moti(asi yang baik Moti(asi merupakan kekuatan yang sangat penting dalam diri manusia. Menurut bobbi de*otter dkk ($=== , terdapat beberapa cara untuk menumbuhkan budaya belajar berprestasi, dalam rumus ,AJ295, yakni" a. ,umbuhkan, tumbuhkan minat dengan memuaskan. b. Alami, ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengeri semua siswa.

$9

c. Jamai, sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi dalam setiap kegiatan pembelajaran. d. 2emonstrasikan, sediakan kesempatan bagi anak didik untuk menunjukan bahwa mereka tahu. e. 9langi, tunjukkan pada anak didik caraDcara mengulang materi dan tegaskan bahwa mereka adalah muridDmurid yang cerdas, jangan dicekam. !. 5ayakan, pangkuan untuk penyelesaian, partisipasi dan pemerolehan ketrampilan dan ilmu pengetahuan. 2alam memperhatikan minat dan moti(asi anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan bisa dalam bentuk lain" a. Memberikan angka. Angka merupan symbol prestasi yang diperoleh siswa. b. 6adiah. 6adiah merupakan pangkuan atas prestasi anak didik yang dapat diberikan dalam bentuk !isik (cinderamata, piagam atau nonD!isik seperti isyarat, atau pujian. c. 4erakan tubuh. 4erakan tubuh dengan mimic yang cerah, dengan semyum, mengangung, acuangan jempol, tepuk tangan, member salam, menaikkan bahu, gelengDgeleng kepala, dan menaikan tangan. d. Member tugas. Kaitu tugas pengakuan atas prestasi agar anak didik merasa percaya diri dan merasa diakui. e. Member ualngan. 9langan merupakan alat untuk menunjukan prestasi belajar anak didik dari sebaiknya hasil ulangan diumumkan pada temanDtemanya. !. 6ukuman. 6ukuman digunakan untuk memberi moti(asi kepada anak dan merubah cara ber!ikir anak, bahwa setiap pekerjaan (baik atau buruk memiliki konsekuensi . %. *enggunaan Metode yang )er(ariasi. *enggunaan metode ini adalah merupakan senjata yang sangat ampuh untuk mendapatkan umpan balik yang sngat baik untuk pembelajaran. 9ntuk itu guru harus cerdas dalam memilih dan menentukan metode dan menggunakan metode dalam pembelajaran.

BAB 14 PENGELOLAAN KELAS


A. Pen er&ian Pen elolaan Kelas Menurut Suharsimi Arikunto, pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yang dilakukan guru untuk membantu menciptakan kondisi belajar yang optimal. 2ari pengertian tersebut menunjukkan ada beberapa hal yang harus dikelola secara %=

sinergik, terpadu dan sistemik oleh gur, yakni ruang kelas, usaha guru, kondisi belajar dan belajar yang optimal. Eadi, pengelolaan kelas sebenarnya merupakan upaya mendayagunakan seluruh potensi kelas, baik sebagai komponen utama pembelajaran maupun komponen pendukungnya. Menurut de!inisi operasional, pengelolaan kelas merupakan penyediaan !asilitas bagi bermacamDmacam kegiatan belajar siswa yang berlangsung pada lingkungan sosial, emosional, dan intelektual anak dalam kelas menjadi sebuah lingkungan belajar yang membelajarkan. 2ari beberapa uraian di atas, dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas merupaka usaha yang dengan sengaja dilakukan oleh guru agar anak didik dapat belajar secara e!ekti! dan e!isien guna mencapai tujuan pembelajaran. B. T%j%an Pen elolaan Kelas Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran akan tercapai jika tercapainya tujuan pembelajaran. SekurangDkurangnya ada % (tiga ciri karakter kelas karena proses pengelolaan kelas, yaitu" 1. Speed, anak belajar membutuhkan waktu yang relati! singkat. $. Simple, organisasi kelas dan materi menjadi sederhana, situasi kelas kondusi!. %. Sel!Dcon!idence, anak dapat belajar dengan penuh percaya diri.

". Ber#a ai Pen)eka&an )ala( Men elola Kelas -ahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam pengelolaan kelas, berbagai pendekatan tersebut adalah sebagai berikut" 1. *endekatan 3ekuasaan, Memiliki ciri ketaatan pada aturan yang melekat pada pemilik kekuasaan (ancaman, hukuman, disiplin ketat . $. *endekatan 3ebebasan )ukan membiarkan anak belajar dengan laisse#D!aire tetapi memberi suasana belajar yang membuat anak merasa bebas, nyaman, penuh tantangan dan harapan. %. *endekatan 3eseimbangan *eran 2ilakukan dengan memberi seperangkat aturan yang disepakati guru dan siswa. &. *endekatan *engajaran Menghendaki peran guru untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku siswa yang kurann menguntukan proses pembelajaran. 0. *endekatan Suasana 1mosi dan Sosial Menciptakan iklim emosional dan hubungan sosial yang positi! dalam kelas. 7. *endekatan 3ombinasi 4uru berperan untuk menganalisis kapan dan bagaimana tindakan itu tepat dilakukan. *. Resep Pen elolaan Kelas $an Baik

%1

Menurut )obbi de*otter dkk, ada beberapa modalitas dalam resep pengelolaan pembelajaran di kelas, yaitu" 1. 2ari 2unia Mereka ke 2unia 3ita Menjembatani jurang antara guru dan siswa agar dengan mengerti minat, hasrat dan pikiran siswa ssehingga terjalin komunikasi yang baik. $. >ermati Modalitas BDAD3 Bisual modalitas mengakses citra (isual yang diciptakan dan diingatkan. CD Auditorial modalitas mengakses segala jenis bunyi dan kata. Kinestetik modalitas mengakses segala jenis gerak dan emosi. %. Model 3esuksesan dari Sudut *andang *erancang 4uru membuat strategi ,AJ295, yaitu ,umbuhkan, Alami, Jamai, 2emonstrasikan, 9langi, dan 5ayakan. &. *ertemukan 3ecerdasan )erganda *restasi belajar merupakan harmoni dari berbagai kecerdasan (1H,/H, bahkan >H , bukan satu kecerdasan saja. 0. *enggunaan Meta!ora, *erumpamaan dan Sugesti Metafora dapat menghidupkan konsepDkonsep yang terlupakan dan memunculkannya ke dalam otak dengan mudah dan cepat dengan asosiasi. Sugesti, memberi bayangan yang mudah diingat. E. Ke&era(pilan Pen elolaan Kelas 3eterampilan pengelolaan kelas secara praktis berkaitan dengan" 1. 9saha Mempertahankan 3ondisi 3elas ,homas 4ordon memberikan resep yang bisa diman!aatkan untuk mempertahankan kondisi kelas yang baik, yaitu" a. 3eterbukaan dan transparan, agar terjalin keterusterangan siswa dalam pembelajaran b. *enuh perhatian, agar merasa saling dihargai c. Saling ketergantungan d. 3eterpisahan, agar tumbuh keunikan dan kreati(itas indi(idual e. *emenuhan kebutuhan bersama sehingga tidak ada pihak yang merasa dikorbankan. $. 9saha Mengembangkan /klim 3elas Menata ulang kondisi kelas yang kurang akseptabel dapat dilakukan dengan modi!ikasi perilaku siswa yang berarti memperbaiki cara berpikir, gaya mengekspresikan keadaan, cara merespon masalah dan teknik pemecahan masalah yang lebih permanen. 1. Masala' Pen elolaan Kelas Menurut Made *idarta, masalah pengelolaan kelas yang berhubungan dengan perilaku siswa seperti" 1. 3urangnya kesatuan antar siswa $. ,idak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok %. ,erkadang timbul reaksi negati! terhadap anggota kelompok &. 3elas mentolelir kekeliruanDkekeliruan temannya

%$

0. Mudah mereaksi negati!:terganggu 7. Moral rendah, permusuhan, sikap agresi! ?. ,idak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah Sedangkan beberapa sumber masalah yang datang dari pihak guru misalnya, D kenaikan pikiran guru yang sedang kalut D banyaknya pekerjaanyang harus dilakukan bersamaan D daya introspeksi yang lemah terhadap penampilan !isik D gaya mengajar dan pengendalian emosi G. Pena&aan R%an Kelas $an Kon)%si/ )an Men$enan kan -ingkungan belajar yang ditata rapih dapat memberi inspirasi bepikir yang cermat dan kekuatan belajar yang tak terhitung besarnya. )anyak hal yang dapat kita hidupkan di lingkungan sekolah seperti" D 5uang 3elas D )angku )elajar D Bas )unga D 6iasan 2inding D Musik D 5ak )uku H. I(ple(en&asi Pen elolaan Proses Belajar Men ajar ,ugas dan /mplementasi pengelolaan proses belajar mengajar menurut Syai!ul )ahri 2jamarah sebagai berikut" 1. *erencanaan Menetapkan apa, kapan dan bagaimana cara melakukannya. Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk hasil yang maksimal Mengembangkan alternati!Dalternati! tindakan Mengumpulkan dan menganalisis in!ormasi Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana dan keputusan $. *engorganisasian Menyediakan !asilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan Mengelompokkan kelompok kerja Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi Merumuskan, menetapkan metode dan prosedur Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga kerja %. *engarahan Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci Memprakarsa dan menampilkan pelaksanaan rencana dan pengambilan keputusan Mengeluarkan instruksiDinstruksi yang spesi!ik Membimbing, memoti(asi dan melakukan super(isi &. *engawasan Menge(aluasi pelaksanaan kegiatan

%%

Melaporkan penyimpangan Menilai pekerjaan dan melakukan koreksi terhadap penyimpangan

BAB 1> KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR


A. In)ika&or Ke#er'asilan Belajar Men ajar 3eberhasilah atau kegagalan proses belajar mengajar merupakan ukuran sebuah proses pembelajaran. )elajar dikatakan berhasil apabila diikuti ciriDciri" 1. 2aya serap terhadap bahan yang diajarkan tinggi, baik indi(idu maupun kelompok $. *erilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran khusus (,*3 telah dicapai siswa baik indi(idu amupun kelompok %. ,erjadi proses pemahaman materi yang sekuensial (sequential mengantarkan materi tahap berikutnya. 3etiga ciri tersebut harus melumat aspek kogniti!, a!ekti! dan psikomotorik siswa agar pengajaran memiliki makna yang bersi!at komprehensi!. B. Ala& Penilaian Ke#er'asilan Belajar Men ajar )erdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya, tes prestasi belajar dapat digolongkan pada beberapa jenis penilaian, yaitu" 1. ,es 8ormati! 2igunakan untuk mengukur satu atau beberapa bahasan tertentu. )ertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap siswa. 6asil tes diman!aatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar bahan dan waktu tertentu. $. ,es SubDSumati! Meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan pada waktu tertentu. )ertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap siswa agar meningkatkan hasil prestasi belajar. 6asil tes diman!aatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai raport. %. ,es Sumati! 2iadakan untuk mengukur daya serap siswa terhadap bahan pokok bahasan satu semester, satu atau dua tahun pelajaran. )ertujuan untuk menetapkan tingkatkeberhasilan belajar siswa. 6asil tes diman!aatkan untuk kenaikan kelas, menyusun peringkat atau pengukur mutu sekolah. ". Kapan Pro ra( Per#aikan *ilak%kan8 *roses perbaikan dapat dialakukan jika terdapat buktiDbukti otentik adanya kegagalan dalam belajar seperti" Apabila @0C dari jumlah siswa mencapai tara! keberhasilan optimal bahkan maksimal, maka proses pembelajaran berikutnya dapat membahas pokok bahasan baru dan tak begitu penting menyelenggarakan perbaikan. Apabila ?0C atau lebih dari jumlah siswa mencapai tara! keberhasilan kurang, maka proses pembelajaran berikutnya hendaknya bersi!at perbaikan (remedial . *engukuran tingkat keberhasilan ini harus betulDbetul sahih ((alid , handal (reliabel dan luas karena berperan penting. *engajaran perbaikan biasanya mengandung kegiatan sebagi berikut" %&

1. $. %. &.

Mengulang pokok bahasan seluruhnya Mengulang bagian dari pokok bahasan yang hendak dikuasai Memecahkan masalah atau menyelesaikan soal bersamaDsama Memberi tugasDtugas khusus

*. 1ak&or9/ak&or $an Me(pen ar%'i Ke#er'asilan Belajar Men ajar 3eberhasilan belajar tidak berdiri sendiri, namun dipengaruhi beberapa !aktor seperti" 1. ,ujuan ,ujuan merupakan muara dan pangkal dari proses pembelajaran. Semakin jelas dan operasional tujuan yang akan dicapai, maka semakin mudah menentukan alat dan cara mencapaianya, dan sebaliknya. $. 4uru *andangan guru terhadap murid mempengaruhi kegiatan mengajar guru di kelas. 4uru yang memandang siswa sebagai indi(idu yang tidak memiliki kemampuan akan menggunakan metode teacher centered dalam mengajar bukan student centered, atau sering disebut sebagai proses pouring in (penuangan terhadap sesuatu dengan segala sesuatu . *adahal yang terpenting adalah gur mengetahui segala potensi siswa dan kekuatannya sehingga cukup melakukan proses dra!ing out (proses mengeluarkan, membimbing dan memoti(asi . %. *eserta 2idik *eserta didik hadir dengan segala perbedaannya dan menyatu dalam sebuah kelas. 4uru harus pandaiDpandai mengelola perbedaanDperbedaan tersebut untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal. &. 3egiatan *engajaran 3egiatan pengajaran merupakan interaksi antara guru dengan peserta didik. 4uru dengan gaya mengajarnya berusaha mempengaruhi gaya dan cara belajar anak didik. 4aya mengajar menurut Muhammad Ali dapat dibedakan menjadi & (empat macam, yaitu gaya mengajar klasik, teknologis, personalisasi dan interaksional. 0. 1(aluasi 4uru membuat perencanaan e(aluasi secara sistematik dengan menggunakan alat e(aluasi yang tepat. Alat e(aluasi yang biasa digunakan antara lai" benarDsalah (trueD!alse , pilihan ganda (multiple choice , menjodohkan (matching , esai dan bentuk e(aluasi bisa tertulis maupun lisan. 1(aluasi yang (alid (sahih tidak hanya memberi in!ormasi prestasi siswa tetapi juga memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran secara keseluruhan.

%0