Anda di halaman 1dari 31

BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Kabupaten Raja Ampat 1.

Kondisi Fisik Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kota Waisai yang berada di Pulau Waigeo. Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten yang wilayahnya sebagian besar terdiri dari gugusan pulau yang secara astronomis terletak pada posisi 2o 25 Lintang Utara 4o 25 Lintang Selatan dan 130o00 132o 55 Bujur Timur. Sedangkan secara administratif batas wilayahnya adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat : dibatasi oleh Samudera Pasifik : dibatasi oleh Laut Seram : dibatasi oleh Laut Seram, Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Sebelah Timur : dibatasi oleh Kota Sorong, Kabupaten Sorong

Kabupaten Raja Ampat memiliki luasan daratan sekitar 6.084,5 Km2 (sekitar 15% dari luas keseluruhan wilayah ini) yang terdiri dari sekitar 600 pulau, baik yang berukuran kecil maupun besar. Empat pulau yang relatif cukup besar adalah Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Dari seluruh pulau hanya sekitar 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama. Tabel 4 Distrik di Kabupaten Raja Ampat
No 1 2 3 4 5 Distrik Waigeo Selatan Kota Waisai Waigeo Timur Waigeo Barat Waigeo Barat Kepulauan Ibukota Distrik Saonek Waisai Urbanisopen Waisilip Manyaifun Pemekaran dari Distrik Waigeo Selatan Keterangan

43

No 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Distrik Waigeo Utara Supnin Warwarbom Teluk Mayalibit Tiplol Mayalibit Meos Mansar Kepulauan Ayau Ayau Misool Misool Selatan Misool Barat Misool Timur Kepulauan Sembilan Kofiau Salawati Utara Salawati Tengah Batanta Selatan Batanta Utara

Ibukota Distrik Kabare Rauki Warwanai Warsamdim Go Yenbekwan Dorehkar Abidon Waigama Dabatan Lilinta Foley Weijam Barat Mikiran Samate Kalobo Yenanas Yensawai Timur

Keterangan

Pemekaran dari Distrik Waigeo Utara

Pemekaran dari Distrik Teluk Mayalibit

Pemekaran dari Distrik Kepulauan Ayau

Pemekaran dari Distrik Salawati Utara

Pemekaran dari Distrik Batanta Selatan Pemekaran dari Distrik Batanta Selatan

24

Salawati Barat

Wayom

Sumber :BAPPEDA kota Waisai, 2010

44

PETA ADMINISTRASI KABUPATEN RAJA AMPAT

Gambar 4 Peta Administrasi Kabupaten Raja Ampat Sumber: BAPPEDA Kota Waisai

45

2. Kependudukan Jumlah penduduk Kabupaten Raja Ampat hasil sensus penduduk tahun 2010 berjumlah 42.508 jiwa, 53,3% adalah penduduk laki-laki dan sisanya 46,7 % adalah perempuan. Jumlah ini jika dibandingkan jumlah penduduk hasil proyeksi tahun 2009 telah mengalami peningkatan sebesar 1,46% atau naik sejumlah 611 jiwa. Pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan dari tahun ke tahun adalah di Distrik Waisai, hal ini karena adanya pembangunan besar-besaran Kota Waisai sebagai ibukota kabupaten, pertumbuhan penduduk ini lebih karena imigrasi penduduk khususnya pegawai pememerintah daerah, tenaga kerja sektor bangunan serta sektor pedagangan dan jasa. Distribusi penduduk tersebar di kampung-kampung yang hampir semua kampung berada di tepi pantai baik yang di pulau besar seperti P. Salawati, P. Batanta, P. Waigeo maupun P. Misool maupun di pulau-pulau kecil seperti P. Saonek, P. Gag, P. Deer, P. Fani dll. Jumlah penduduk tiap desa mayoritas masih dibawah satu ribu jiwa. Luas wilayah Kabupaten Raja Ampat mencapai 6.084.500 Km2 sedangkan jumlah penduduk hanya 42.508 jiwa, maka kepadatan penduduk baru 7 Jiwa/Km2. Di Kabupaten Raja Ampat terdapat 3 suku besar yaitu Suku Moi yang terdiri dari suku Moi, Modik, Klaba dan Karon yang mendiami Pulau Salawati, Suku Biak yang terdiri dari suku Biak, Nufor, dan Beser yang mendiami daerah Waigeo Selatan, Misool dan sebagian Salawati; Suku Amer terdiri dari suku Amer, Fiawat, Kipil, Petrip, Mayo, Kawe, dan Kaldarum yang mendiami Salawati, Misool, Waigeo Selatan dan Waigeo Utara. Tiap Suku bangsa mempunyai lembaga adat istiadat dan budaya sendiri yang berbeda satu sama lain. Ciri-ciri budaya masyarakat lokal tersebut antara lain : a. Hidupnya berkelompok dan berpencar berdasarkan sukunya serta bergantung pada alam, sehingga hidupnya ada yang sering berpindah kecuali yang mengenal budaya modern. b. Tali persaudaraan sesama suku yang sangat kuat. c. Menganut sistem keturunan garis ayah dan garis ibu.
46

d. Mengenal kepercayaan magis. e. Memiliki tata cara adat. Tabel 5 Kepadatan Penduduk Kabupaten Raja Ampat
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Distrik Waigeo Selatan Kota Waisai Waigeo Timur Waigeo Barat Waigeo Barat Kepulauan Waigeo Utara Supnin Warwarbom Teluk Mayalibit Tiplol Mayalibit Meos Mansar Kepulauan Ayau Ayau Misool Utara Misool Selatan Misool Barat Misool Timur Kepulauan Sembilan Kofiau Salawati Utara Salawati Tengah Batanta Selatan Batanta Utara Luas (km ) 179.99 96.92 122.2 1250.79 611.3 72.06 48.04 46.7 134.81 72.59 169.7 154.08 102.72 318.7 469.1 203.1 403.1 103.9 610 92.3 123.7 275.6 187.4
2

Pddk (jiwa) 1715 6976 1386 1409 2084 1477 908 1045 846 930 1625 1230 989 1761 3026 1291 2651 1458 2520 2144 1917 1312 909

Kpdt 2 (jiwa/km ) 9.53 71.98 11.34 1.13 3.41 20.50 18.90 22.38 6.28 12.81 9.58 7.98 9.63 5.53 6.45 6.36 6.58 14.03 4.13 23.23 15.50 4.76 4.85

47

No 24

Distrik Salawati Barat Jumlah Total

Luas (km ) 235.7 6,084.5

Pddk (jiwa) 899 2,508

Kpdt 2 (jiwa/km ) 3.81 12.53

Sumber : BAPPEDA Kota Waisai, 2010

3. Prasarana Wilayah Infrastuktur wilayah memegang peranan penting dalam proses pencapaian tujuan pembangunan daerah. Ketersediaan infrastruktur akan mempermudah kegiatan dari seluruh sektor untuk melakukan aktifitas dengan lebih efisien dan efektif. Saat ini kebutuhan listrik dipasok dari 7 unit pembangkit listrik yang terdapat di Kalobo,Saonek, Wagimana, Waisai dan Kabare. Untuk kapasitas terpasang saat ini adalah 172 KW dengan kemampuan mesin 162 KW. Untuk sarana telekomunikasi masih terbatas, yang pada tahun 2000 sambungan telepon di Kabupaten Raja Ampat hanya terdapat di Distrik Samate sebanyak 361 SST. Sedangkan untuk penyediaan kebutuhan air bersih di Kabupaten Raja Ampat saat ini dipenuhi dari hasil penampungan air dan dari sumur selain dengan memanfaatkan sumber air yang ada. Cara lain dalam pengadaan sumber air bersih dapat dilakukan dengan pembuatan sumur artesis dan sumur pompa. Saat ini saluran pembuangan air hujan masih berupa tanah terbuka mengikuti pola jaringan jalan lingkungan perumahan dengan ukuran lebar 40 cm. Saluran pembuangan air hujan ini kondisinya sangat buruk karena tidak terawat dan telah ditumbuhi oleh ilalang sehingga tidak terlihat secara jelas arah aliran dari saluran hujan yang ada. Anak-anak sungai yang ada merupakan saluran pembuangan air hujan yang bersifat sekunder yang bermuara ke laut. Air limbah yang terdapat di Kabupaten Raja Ampat sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga. Sedangkan air limbah dari kegiatan lainnya seperti pasar dan industri masih relatif kecil. Sampai saat ini sebagian besar air limbah yang dihasilkan langsung di buang ke selokan atau sungai tanpa melalui instalasi pengolahan air limbah.
48

Pengelolaan sampah banyak dilakukan penduduk dengan cara membuat lubang penampungan sampah atau dibakar. Sumber penghasil sampah berasal dari rumah tangga (domestik), dan sampah non domestik dari pusat kegiatan perdagangan, fasilitas pelayanan sosial, pelayanan umum dan perkantoran, serta sampah jalan atau kegiatan industri.

4. Fasilitas Umum Infrastruktur pendidikan sebagai penunjang kegiatan pendidikan yang penting bagi pembangunan daerah perlu dicermati. Dari pendataan yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2008 tercatat bahwa terdapat 6 Taman Kanak-Kanak. Sekolah Dasar sebanyak 93 unit sekolah dan terdapat di setiap distrik. Jumlah murid aktif yang tercatat di tahun 2008 adalah sebanyak 8.169 murid. Seluruh distrik memiliki sekolah lanjutan untuk tingkat pertama atau SLTP, kecuali di Distrik Misool Barat. Jumlah SLTP di seluruh kabupaten adalah 21 unit dengan 1.680 murid dan 171 guru yang bertugas. Adapun untuk SLTA tercatat sebanyak 7 unit yang terdapat di beberapa distrik yaitu Misool, Kofiau, Waigeo Selatan, Waigeo Utara, Misool Selatan, Misool Barat dan Salawati Utara. Di Kabupaten Raja Ampat terdapat 1 unit rumah sakit yang berlokasi di Distrik Waigeo Selatan. Sedangkan fasilitas Puskesmas terdapat di hampir seluruh distrik kecuali Distrik Kep. Sembilan dan Distrik Warwabomi. Di seluruh kabupaten terdapat 16 unit Puskesmas. Adapun Puskesmas Pembantu terdapat 33 unit Puskesmas Pembantu.

Puskesmas Pembantu ini berlokasi di 14 distrik. Untuk Balai Pengobatan, hanya terdapat 1 unit di Distrik Misool. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa di seluruh distrik telah terdapat fasilitas kesehatan baik itu Puskesmas ataupun Puskesmas Pembantu.

5. Kondisi dan Potensi Kepariwisataan Kabupaten Raja Ampat Ada sekitar 610 buah pulau yang tercakup dalam wilayah administrasi Kabupaten Raja Ampat dan diantaranya terdapat 4 pulau besar atau pulau utama, yakni: Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan
49

Misool. Keanekaragaman hayati laut tropis yang dimiliki Kabupaten Raja Ampat diperkirakan yang terkaya di dunia pada saat ini. Potensi sumberdaya terumbu karang yang dimiliki Kabupaten Raja Ampat, merupakan bagian dari segitiga karang dunia (Coral Triangel) yang terdiri dari Indonesia, Filipina, Papua New Guinea, Jepang, Australia. Selanjutnya, berdasarkan hasil Rapid Asessment Program yang

dilakukan oleh Tim Conservation International (CI) disebutkan bahwa Kabupaten Raja Ampat memiliki keanekaragaman 456 spesies jenis karang keras, 699 spesies moluska, dan 972 spesies ikan karang (Sheila A. McKenna, dkk, 2002) Dengan tingginya biodiversity tersebut, tentu

mengindikasikan bahwa perairan laut di wilayah Raja Ampat merupakan perairan yang subur dan menjadi sentra produksi sumberdaya ikan untuk wilayah perairan laut sekitarnya. Jumlah penduduk Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2006 sebanyak 32.055 jiwa yang tersebar dalam 10 distrik/kecamatan yang mencakup 86 kampung dan 4 dusun (Atlas Sumberdaya Wilayah Pesisir Kabupaten Raja Ampat) Kabupaten Raja Ampat memiliki potensi wisata yang cukup banyak meskipun belum terkelola dengan baik. Namun sarana penunjang kegiatan pariwisata telah tersedia berupa fasilitas akomodasi seperti Hotel, penginapan dan wisma serta fasilitas hiburan lainnya maupun sejumlah rumah makan dan restoran. Obyek wisata yang ada di daerah ini berupa wisata alam, wisata bahari dan wisata budaya. Adapun potensi wisata Kabupaten Raja Ampat adalah sebagai berikut: a. Kawasan wisata bahari: Pantai WTC (Waisai), wisata Arborek, wisata Arefi, wisata Wayag, wisata Yenbuba, wisata Tomolol, wisata Saleo, wisata Selpele, wisata Fafanlap, wisata Yellu, wisata Sawingray,wisata Mansuar, Wayag dll. b. Wisata alam: Diving, snorkling, Terumbu karang, Pantai Pasir Putih, Feeding Fish, Bird watching, Tracking, Wisata Goa, Air Terjun, dll. c. Wisata budaya: Suling Tambur, Tarian Wor, Balumpa, Lalayon, Sawat, cege-cege, badendang, dabus, cakalele, dll.

50

Gambar 5 Wisata Bahari Wayag, wisata alam diving, dan terumbu karang Sumber: www.gorajaampat.com (diakses tanggal 2 july, pukul 17:21)

Gambar 6 Pantai pasir putih, cagar alam, dan kesenian tradisional Sumber: www.gorajaampat.com (diakses tanggal 2 july, pukul 17:21)

B. Gambaran Umum Kawasan Penelitian a. Aspek Fisik 1. Letak Geografis Kota Waisai adalah Ibu kota Raja Ampat yang terletak di Distrik Waigeo Selatan, Adapun batas kawasan penelitian sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Barat Sebelah Selatan Sebelah Timur : Pegunungan/Bukit : Saporkren : Selat Dampier : Moko

Secara batasan administrasi Kota Waisai terdiri dari empat kelurahan dengan luas 1.206 Ha, adapun luas Kota Waisai yang diurai berdasarkan kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6 Luas Kota Waisai berdasarkan Kelurahan Tahun 2012
No 1 2 3 Kelurahan Sapordanco Warmasen Waisai Luas(m2) 1,95 1,26 5,13 Persentase (%) 16,17 10,46 42,50 51

No 4 Bongkawir

Kelurahan

Luas(m2) 3,72 1.206,00

Persentase (%) 30,86 100,00

Luas Sumber : BAPPEDA, tahun 2012

Secara administratif, lokasi Kawasan Ibu kota Kabupaten Raja Ampat berada di Kelurahan apordanco, Kelurahan Warmasen, Kelurahan Waisai dan Bongkawir, Distrik Waigeo Selatan. Kawasan Ibu Kota ini berada di bagian selatan Pulau Waigeo dan sebelah utara Pulau Saonek. Kawasan ini terletak sekitar 40 mil laut atau sekitar 69 km dari Kota Sorong dSan dapat dicapai dengan perahu motor dengan waktu tempuh sekitar 2 3 jam perjalanan. Sedangkan dari Kota Saonek (Pulau Saonek) hanya berjarak sekitar 5 kilometer atau dapat ditempuh dengan perahu motor sekitar 10 - 15 menit. 2. Kondisi Topografi dan Kemiringan Lereng Kota Waisai merupakan kawasan pantai yang berada pada ketinggian antara 0 500 meter diatas permukaan laut. Waisai bagian utara hingga ke bagian barat dan tenggara merupakan kawasan dengan permukaan bergelombang hingga berbukit, dengan kemiringan yang bervariasi antara 0 30% atau lebih. Sedangkan daerah bagian tengah hingga bagian selatan merupakan daerah pantai yang memiliki tanah relatif datar (0 2%). Secara garis besar, persentase luas wilayah yang relatif datar di Kota Waisai relatif luas atau mencapai hampir 60 % dari luas total wilayah Kota Waisai. Hal ini merupakan salah satu potensi untuk pengembangan Kota Waisai karena dengan topografi yang relatif datar maka biaya pengembangan kawasan relatif lebih murah karena tidak diperlukan lagi biaya pematangan lahan. 3. Kondisi Hidrologi Kota Waisai terdapat beberapa sungai. Sungai terbesar adalah Sungai Waisai dan Sungai Bisos yang memiliki lebar antara 6 10 meter dan bermuara ke laut. Selain itu terdapat beberapa anak Sungai Waisai dengan lebar bervariasi antara 2 2,5 meter dengan aliran sungai yang cukup banyak. Sumber aliran air tersebut berasal dari mata air yang
52

terletak di daerah hulu yang berada diluar wilayah Waisai dengan radius sekitar 1 kilometer. Dari kondisi hidrologi tersebut dapat dikatakan bahwa Waisai mempunyai potensi sumber air yang sangat besar dan mampu mencukupi kebutuhan air yang akan diperlukan. Selain itu dengan adanya kedua sungai besar tersebut yang mempunyai debit air yang cukup besar dengan kondisi air yang bersih dan jernih sangat potensial untuk digunakan sebagai sumber air besih penduduk di Kota Waisai. Selain itu, karena wilayah ini merupakan wilayah pantai, maka pembuangan air limbah baik domestik (rumah tangga) maupun non domestik (perkantoran, perdagangan, dan lain lain) perlu penanganan khusus, karena air limbah tersebut akan menimbulkan permasalahan lingkungan di kemudian hari kalau air limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan langsung ke sungai dan menuju ke pantai. Hal ini akan akan

menimbulkan pencemaran air dan akan berdampak pada kerusakan hutan mangrove yang terdapat di sebagian pantai di wilayah pesisir. 4. Kondisi Tanah Kondisi geologi Kota Waisai didominasi oleh formasi batuan kapur yang terbentuk pada masa kuarter. Tekstur tanah di Waisai merupakan tanah bertekstur halus. Sedangkan jenis tanah yang ada di kawasan ini dapat dikelompokan dalam 3 jenis tanah, yaitu podsolik, rendzina dan aluvial. Kondisi geologi dan jenis tanah tersebut menunjukkan bahwa Waisai mempunyai kondisi tanah yang relatif subur sehingga dapat pula dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya. Selain itu, dengan kondisi geologi dan jenis tanah tersebut juga mampu mendukung kegiatan konstruksi atau pembangunan gedung dan infrastruktur pendukung seperti jaringan jalan. 5. Penggunaan Lahan Perkembangan keruangan memberikan kota mengalami

kecenderungan fisik ruang yang konsentris. Kota Waisai dengan kondisi


53

land use (eksisting) masih belum mengalami permasalahan yang begitu rumit seperti Kota-kota lainnya, ini dikarenakan Kota Waisai masih tergolong baru dengan tingkat kepadatan bangunan yang masih rendah. Luas seluruh penggunaan lahan di berdasarkan adalah seluas 12,06 Km2. Dengan luasan penggunaan lahan terbesar adalah hutan dengan luas 5,45 Km2 atau 45,17 %. Sedangkan luasan penggunaan lahan terkecil adalah pelayanan jasa dengan luas hanya 0,01 Km2 atau 0,10 %. Luas lahan serta penggunaannya secara rinci dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7 Luas Penggunaan Lahan Kota Waisai Tahun 2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Penggunaan Lahan Permukiman Perkantoran Perdagangan Pendidikan Peribadatan Lap. Olahraga/Open Space Pelayanan Jasa Kaw. Wisata Pelabuhan Kesehatan Hutan Hutan Belukar Hutan Mangrove Lainnya Jumlah
Sumber : BAPPEDA, tahun 2012

Luas (m2) 0.60 0.27 0.18 0.04 0.02 0.31 0.01 0.22 0.03 0.02 5.45 4.32 0.31 0.28 12.06

Prosentase (%) 5.00 2.23 1.50 0.34 0.19 2.59 0.10 1.84 0.29 0.13 45.17 35.83 2.53 2.28 100

Dengan kondisi penggunaan lahan yang terlihat pada tabel diatas Kota Waisai masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan melihat lahan-lahan yang sifatnya lahan kosong masih sangat tersedia sehingga masih terbuka peluang untuk dilakukan penataan ruang sebagai pengendali dalam pembangunan Kota Waisai di masa yang akan datang.
54

Gambar 7 Peta Tata Guna Lahan

Sumber: Analisis Peneliti

55

b. Aspek Kependudukan 1. Distribusi dan Kepadatan Penduduk Distribusi dan kepadatan penduduk Kota Waisai pada tahun 2012 berdasarkan masing-masing kelurahan dengan kepadatan tertinggi adalah Kelurahan Warmasen sebesar 610 jiwa/Km2, sedangkan kepadatan terendah adalah Kelurahan Bongkawir dengan jumlah sebesar 102 jiwa/K, untuk lebih jelasnya distribusi dan kepadatan penduduk Kota Waisai lihat pada tabel di bawah ini. Tabel 8 Distribusi dan Kepadatan Penduduk Kota Waisai Tahun 2012
No 1 2 3 4 Kelurahan Sapordanco Warmasen Waisai Bongkawir Jumlah penduduk (Jiwa) 1.701 1.551 2.956 768 6.976 Luas (Km2) 1,95 1,26 5,13 3,72 12,06 Kepadatan (jiwa/km2) 438 610 285 102 286

Luas Sumber : BAPPEDA, tahun 2012

2. Ekonomi Masyarakat Kegiatan pencaharian ekonomi sebagai masyarakat usaha merupakan ekonomi orientasi masyarakat mata untuk

kegiatan

menunjang pendapatan perkapita. Kegiatan sosial ekonomi yang dikelolah oleh masyarakat di Waisai didominasi oleh kegiatan perdagangan dimana daerah ini merupakan daerah yang baru berkembang sehingga menarik minat masyarakat pendatang untuk melakukang aktifitas perdagangan, sedangkan mata pencaharian masyarakat asli adalah nelayan dan pertanian, sedangkan selebihnya adalah PNS dan buruh bangunan. 3. Sosial Budaya Perilaku budaya dan adat istiadat masyarakat serta tradisi kehidupan bermasyarakat di Waisai pada umumnya masih dipengaruhi dengan budaya masyarakat papua dan suku-suku lainnya. Hal lain yang

56

merupakan kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat adalah keinginan untuk berkembang seiring dengan perubahan zaman dan teknologi. Kebiasaan gotong-royong sampai saat inipun masih melekat dalam segala aspek kehidupan masyarakat, kebiasaan gotong-royong tersebut terlihat pada kegiatan-kegiatan seperti membersihkan kampung, dalam pengolahan tanah pertanian, pesta adat (perkawinan, sunatan) dan lain sebagainya. Kebiasaan yang sangat menonjol juga ditunjukkan dalam kehidupan masyarakat setempat yaitu dalam menerima tamu/pendatang yang berkunjung, sikap sopan-santun yang diperlihatkan masyarakat setempat mencirikan kebersamaan serta kekeluargaan yang kuat dalam memberikan apresiasi terhadap masyarakat luar. Sikap inilah yang harus tetap dipertahankan, mengingat suku dan adat istiadat yang telah berbaur di Kota Waisai tentunya dapat memberi peluang masuknya informasi dan komunikasi yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai

kebudayaan yang sudah ada. Kota Waisai merupakan suatu wilayah yang sangat unik dengan rangkaian pulau-pulau kecil, yang sangat mempengaruhi baik keadaan bahasa dan penuturnya maupun juga budaya dan sistem sosial yang dianut oleh masyarakat setempat. Selain itu, Waisai merupakan daerah perbatasan dari gabungan dua kelompok bahasa dan budaya di sebelah barat, yaitu kelompok bahasa dan budaya di Kepulauan Maluku dan kelompok-kelompok bahasa dan budaya di Papua sehingga menjadi daerah yang secara antropologis dan linguistis merupakan daerah yang mendapat sebutan keragaman (an area of diversity). Istilah keragaman ini sangat tepat dipakai untuk menggambarkan situasi budaya dan bahasa yang merupakan perpaduan antara budaya dan bahasa asli Raja Ampat dengan budaya dan bahasa yang dibawa oleh pendatang-pendatang, baik dari wilayah lain di Papua maupun luar Papua. Perpaduan budaya dan bahasa ini telah terjadi sejak berabad-abad lalu.

57

c. Aspek Sarana dan Prasarana 1. Sebaran Fasilitas a) Fasilitas Pemerintahan Pada dasarnya perkantoran dan pelayanan umum yang terdapat di Kota Waisai merupakan fungsi pelayanan utama (primer) hal tersebut dipengaruhi oleh fungsi kota sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat. Jenis fasilitas pemerintahan yang terdapat di Kota Waisai, saat ini sudah mulai berkembang ini dapat dilihat dengan sudah tersediaanya beberapa fasilitas, baik fasilitas skala kabupaten maupun skala lokal. Untuk fasilitas skala kabupaten telah dibangun kawasan perkantoran yang terpusat disatu tempat. Sedangkan fasilitas lainnya menyebar keseluruh kawasan Kota Waisai.

Gambar 8 Kantor Bupati Raja Ampat

Sumber: hasil survey

b) Fasilitas Perekonomian Keberadaan fasilitas perekonomian sangat menunjang dalam perkembangan kota, selain fungsinya sebagai sarana untuk berbelanja juga berfungsi sebagai pendistribusi barang kebutuhan masyarakat. Adapun jenis fasilitas perekonomian yang terdapat di Kota Waisai yaitu 1 unit pasar, 32 unit warung yang menyediakan barang kebutuhan pokoksehari-hari dan 27 unit pertokoan. Fasilitas tersebut masih sebagian besar menyatu dengan rumah penduduk.

58

Gambar 9 Pasar Waisai

Sumber: hasil survey

c) Fasilitas Pendidikan Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tentunya perlu ditunjang dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Adapaun jenis fasilitas pendidikan yang terdapat di Kota Waisai yaitu 2 unit TK, 2 unit SD, 1 unit SMP dan 1 unit SMA. Kondisi bangunan Sekolah Dasar relatif cukup baik walaupun bangunan gedung masih menggunakan kayu atau bersifat semi permanen. Sedangkan gedung Sekolah Menengah Umum dengan kondisi bangunan yang permanen.

Gambar 10 Pendidikan

Sumber: hasil survey

d) Fasilitas Kesehatan Fasilitas kesehatan yang terdapat di Kota Waisai berupa 1 unit Rumah Sakit, 2 unit Puskesmas, 2 unit Posyandu dan 1 unit balai pengobatan dengan kondisi bangunan permanen yang relatif cukup baik. Tingkat pelayanan fasilitas kesehatan relatif cukup untuk melayani
59

kebutuhan penduduk di Kota Waisai pada saat ini.

Gambar 11 RSUD dan Puskesmas Waisai Sumber: hasil survey

e) Fasilitas Peribadatan Fasilitas peribadatan yang terdapat di Kota Waisai yaitu 2 unit

mushollah, 3 unit mesjid dan 2 unit gereja dengan kondisi bangunan permanen yang relatif cukup baik. Tingkat pelayanan fasilitas ini relatif cukup untuk melayani kebutuhan penduduk di Kota Waisai pada saat ini.

Gambar 12 Peribadatan di Kota Waisai

Sumber: hasil survey

f) Fasilitas Olahraga Fasilitas olahraga yang terdapat di Kota Waisai hanya berupa lapangan bola voley, lapangan bulu tangkis dan lapangan sepak bola dan 1 Unit GOR. Sedangkan fasilitas rekreasi seperti taman dan lapangan bermain juga terdapat di Kota Waisai. Kondisi lapangan olahraga yang terdapat di Kota Waisai ini relatif cukup baik. Pada saat ini telah dialokasikan dua buah lahan yang dipersiapkan sebagai taman kota, yaitu lahan berbentuk segitiga di sebelah barat Sungai Waisai dan di sebelah
60

timur Sungai Waisai.

Gambar 13 Gedung Olahraga (GOR)

Sumber: hasil survey

g) Fasilitas Umum Lainnya Dalam perkembangan suatu kota, fasilitas umum merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat guna mendukung aktifitas yang akan dilakukan. Fasilitas umum yang terdapat di Kota Waisai pada saat ini yaitu 1 unit balai pertemuan, 1 unit pos polisi, 1 unit kantor polisi dan 1 unit kantor PLN. 2. Sarana Perumahan dan Permukiman Sarana perumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia, juga memiliki fungsi yang sangat strategis dalam peranannya sebagai pusat pendidikan keluarga, pesemaian budaya, dan peningkatan kualitas generasi yang akan datang, serta merupakan pengejawantahan jati diri. Terwujudnya kesejahteraan rakyat dapat ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat, antara lain melalui pemenuhan kebutuhan akan rumahnya. Dengan demikian upaya menempatkan bidang perumahan dan permukiman sebagai salah satu sektor prioritas dalam pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya adalah sangat strategis. Rumah yang terdapat di Waisai yaitu sekitar 1200 unit rumah. Selain rumah penduduk, juga terdapat mess pegawai Pemda dan rumah dinas pejabat yang saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Kondisi perumahan dan permukiman yang terdapat di Kota Waisai sebagian
61

besar masih bersifat semi permanen, yaitu sebagian kondisi bangunan masih belum tertembok atau batu bata. Pola penataan perumahan yang ada di Waisai sudah cukup baik karena jarak antar rumah sudah relatif teratur.

Gambar 14 Permukiman Penduduk

Sumber: hasil survey

3. Jaringan Listrik Pengelolaan listrik di Kota Waisai, dan sudah dikelola oleh PLN namun hanya bersumber dari tenaga diesel (PLTD), dan saat ini masyarakat Kota Waisai sudah menikmati fasilitas listrik ini sampai 24 jam sehari, kondisi ini tentunya memberikan dampak positif untuk

perkembangan Kota Waisai kedepannya. Kondisi jaringan listrik di Kota Waisai sebagian besar sudah terlayani oleh listrik. Tingkat kebutuhan serta permintaan akan datang akan semakin tinggi mengingat pertumbuhan Kota Waisai akan mengalami perkembangan Kota yang pesat dimasa akan datang sebagai Pusat ibukota Kabupaten Raja Ampat. Tingginya permintaan akan kebutuhan listrik di Kota Waisai akan berdampak pada estimasi permintaan dengan sumber energi listik yang selama ini bersumber pada pembangkit lisrik dari PLTD. Terjadinya pemadaman memberikan dampak pada tingkat pertumbuhan ekonomi yang kurang baik.

4. Jaringan Komunikasi Sarana komunikasi yang umum di wilayah Kabupaten Raja Ampat berupa telepon satelit. Fasilitas ini terdapat di beberapa kampung namun
62

beberapa telepon satelit yang ada sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Sedangkan khususnya di Kota Waisai, sudah terdapat sinyal telpon GSM milik sebuah perusahaan operator telepon selular sehingga masyarakat di wilayah ini sudah dapat menggunakan telepon genggam. Alat komunikasi lain yang dapat menjangkau seluruh Kabupaten Raja Ampat hanya radiogram. Radiogram merupakan salah satu alat komunikasi yang efektif untuk penyebaran informasi ke seluruh wilayah Raja Ampat. Biasanya pemerintah atau pihak-pihak lainnya yang bermaksud menyebarkan informasi baik untuk perorangan maupun seluruh penduduk Raja Ampat menggunakan fasilitas Radiogram yang dikelola oleh RRI Sorong yang berlokasi di Kota Sorong. Dengan penggunaan fasilitas ini maka informasi dapat tersebar dengan cepat dan sangat menghemat waktu dan biaya.

Gambar 15 Tower Telekomunikasi Seluler

Sumber: hasil survey

5. Jaringan Air Bersih Air bersih yang digunakan masyarakat di Kota Waisai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada umumnya diperoleh dari sumur gali dan sebagian kecil dari mata air atau ledeng. Umumnya, hampir setiap keluarga di kampung-kampung di Kota Waisai memiliki sumur gali, tetapi di beberapa kampung hanya terdapat satu atau beberapa sumur gali saja yang digunakan untuk keperluan seluruh penduduk kampung. Namun ada beberapa perkampungan masih memanfaatkan mata air
63

untuk keperluan penduduk dialirkan melalui pipa ledeng ke bak penampungan atau ke rumah-rumah penduduk, mata air merupakan satusatunya sumber air bersih di kampung tersebut. Namun demikian, masih terdapat di beberapa kampung yang kualitas airnya tidak terlalu bagus, tidak jernih atau berwarna agak kekuning-kuningan.

Gambar 16 Bak Penampungan Air

Sumber: hasil survey

6. Jaringan Persampahan Sampah yang dihasilkan di Kota Waisai saat ini sebagian besar berupa sampah organik yang berasal dari sampah rumah tangga dan hasil penebangan hutan. Mengingat masih banyaknya lahan kosong di wilayah ini, maka sebagian besar penduduk membuang sampahnya dengan cara ditimbun di suatu tempat atau dibuang begitu saja. Namun hanya ada satu tempat yang memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada pada daerah pasar. Pada saat masalah persampahan masih terkendali dan belum ada pengelolaan sampah yang baik di wilayah ini. Namun dimasa mendatang dengan berkembangnya kegiatan kota sebagai ibukota kabupaten, baik kegiatan domestik maupun non-domestik di wilayah ini maka perlu dilakukan pengelolaan sampah dengan lebih baik mengingat wilayah ini merupakan wilayah pesisir yang dekat dengan laut dan hutan mangrove.

64

Gambar 17 TPS di pasar Sumber: hasil survey

7. Jaringan Jalan Jaringan jalan merupakan sarana penghubung antar wilayah atau kawasan yang berfungsi sebagai prasarana transportasi, yang tidak hanya digunakan sebagai jalur aliran barang dan penumpang tetapi juga berperan sebagai pembuka keterhubungan antar kawasan terutama pada kawasan yang terbelakang. Selain itu fungsi jaringan jalan dalam lingkup lokal atau lingkungan dapat berfungsi dalam menata atau mengatur pola permukiman. a) Jalan Arteri Jalan Arteri yang terdapat di Kota Waisai umumnya dengan kondisi beton, dan tingga sebagian kecil yang masih pengerasan. Lebar jalan arteri yang merupakan jalur 2 yaitu 30 meter, yang menghubungkan Kota Waisai dengan wilayah sekitarnya. Selain itu, jalan ini sebagai alternatif untuk mengurangi atau mengimbangi volume lalu lintas yang akan terjadi.

Gambar 18 Jalan Arteri

Sumber: hasil survey

65

b) Jalan Kolektor Jalan Kolektor yang terdapat di Kota Waisai dengan lebar antara 6-8 meter, dengan kondisi jalan pada umumnya sudah aspal dan sebagian kecil masih pengerasan, yang merupakan penghubung antara kawasan permukiman lainnya.

Gambar 19 Jalan Kolektor

Sumber: hasil survey

c) Jalan Lokal Jalan Lokal yang terdapat di Kota Waisai dengan lebar antara 3-5 meter, dengan kondisi jalan sama pada jalan kolektor pada umumnya sudah aspal dan sebagian kecil masih pengerasan, penghubung antara perumahan. yang merupakan

Gambar 20 Jalan Lokal

Sumber: hasil survey

66

Gambar 21 Peta Jaringan Jalan Kota Waisai Sumber: Analisis Peneliti

67

8. Jaringan Drainase Berdasarkan status pengalirannya, maka drainase dapat dibagi menjadi: 1) Drainase primer, adalah drainase utama yang berfungsi sebagai daerah tumpahan air dari drainase sekunder dan drainase tersier sebelum ke laut. 2) Drainase sekunder, adalah wadah pengaliran dari drainase tersier sebelum ke drainase primer. Drainase sekunder tersebut dapat berupa anak-anak sungai dari drainase primer. 3) Drainase tersier, adalah drainase yang merupakan wadah pengaliran yang umumnya merupakan saluran pembuangan limbah rumah tangga yang berada di lingkungan pemukiman maupun perkotaan. Berdasarkan letaknya Kota Waisai pada umumnya memiliki topografi yang datar yang berada di dataran rendah dan di daerah pantai, maka jaringan drainase Kota Waisai akan berkumpul di laut. Sebagian desa Lalow topografinya berbukit yang merupakan bagian Kota Waisai. Dengan keadaan topografi yang berbukit-bukit, perlu penelitian jaringan drainase yang matang, agar tidak terjadi pengumpulan air yang dapat

mengakibatkan banjir. Dalam sistem drainase perlu dipisahkan antara air bersih dan air kotor dalam sistem drainase Kota Waisai. 9. Sistem Transportasi Kota Waisai saat ini dalam tahap perkembangan, dimana

perkembangan tersebut tentunya sangat didukung oleh ketersediaan akan sarana dan prasarana transportasi yang ada di kota tersebut, Melihat kondisi geografis Kabupaten Raja Ampat yang terdiri dari jajaran pulaupulau, tentunya system transportasi utama yang digunakan sekarang ini yaitu sistem transportasi laut yang menghubungkan Kota Waisai dengan daerah-daerah hinterlandnya dan Kota Sorong ataupun kota-kota lainnya hanya menggunakan alat transportasi laut seperti Kapal, Speed boat dan Longboat, sedangkan sistem transportasi darat masih belum optimal karena belum tersedianya sarana angkutan, prasarana jalan dan terminal.
68

Dimana Sarana angkutan, prasarana jalan dan terminal merupakan sarana pendukung transportasi suatu wilayah. Kota Waisai saat ini sudah memiliki terminal yang diperuntukkan untuk angkutan umum, namun saat ini belum beroperasi secara optimal dan hanya di tempati oleh unit angkutan umum yang masih sangat terbatas, dan masyarakat pada umumnya lebih memilih angkutan ojek motor untuk bepergian khususnya dalam kota.

Gambar 22 Pelabuhan Waisai

Sumber: hasil survey

d. Kondisi Kepariwisataan 1. Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisatawan Pariwisata sangat berpengaruh dalam mengembangkan perekonomian di Kota Waisai. Hal ini dikarenakan bahwa di Kota Waisai terdapat banyak obyek wisata seperti peninggalan budaya, wisata alam dan lain-lain. Beberapa obyek wisata diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Tabel 9 Data Kunjungan Tahun 2010 Berdasarkan Negara Asal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Negara asal Argentina Australia Austria Bagdad/Irak Belgium Brasil Canada China Croatian Jumlah (org) 1 171 54 1 63 4 53 41 1 No 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Negara asal Malaysia Mexico Monaco Netherland New Zealand Norway Osterreich Panama Peru Jumlah(org) 77 41 4 151 8 15 5 1 2
69

No 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Negara asal Czech Republic Denmark England Ecuador Finland France Germany Great Britian Hongkong Hungary India Ireland Italy Jepang Korea Latvia Lebanon Liechtenstein Luxembourg Madagascar

Jumlah (org) 21 12 1 1 21 198 284 4 14 14 2 4 191 123 5 2 2 1 8 1

No 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57

Negara asal Philippines Poland Portugal Rusia Schweiz Singapore Slovakia Slovenia South Africa Spain Sweden Switzerland Taiwan Thailand Turkey UK Ukraine USA No Data Yet

Jumlah(org) 8 56 4 107 19 81 6 10 35 45 34 126 15 24 16 161 3 886 612

Sumber : Pusat informasi Pariwisata Raja Ampat ( Meredien hotel, Sorong - Papua barat)

Tabel 10 15 Negara Dengan Jumlah Kunjungan Terbanyak Ke Raja Ampat Tahun 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Negara Australia Prancis Jerman Jepang Belanda Rusia Swiss United Kingdom USA Singapura Malaysia Jumlah Kunjungan 171 198 284 123 151 107 126 161 886 81 77
70

No 12 13 14 15

Nama Negara Belgia Polandia Austria Canada

Jumlah Kunjungan 63 56 54 53

Sumber: Dinas Pariwisata Kota Waisai

Tabel 11 Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara


TAHUN 2007 2008 2009 2010 Jan 0 190 289 313 Feb 0 242 391 495 Mar 0 222 308 362 Apr 0 300 252 171 Mei 0 102 56 175 Jun 0 98 54 94 190 Jul 0 83 101 116 172 Ags 62 79 116 124 109 Sep 80 101 152 241 315 Okt 236 265 323 464 590 Nov 325 406 388 648 660 Des 229 279 420 652 821 Total 932 2367 2850 3855 5159

2011 500 555 449 527 271 Sumber: Dinas Pariwisata Kota Waisai

Tabel 12 Data Kunjungan Wisatawan Domestik


TAHUN 2007 2008 2009 2010 JAN 3 54 31 FEB 0 5 51 84 MAR 26 7 65 APR 12 22 7 MEI 28 7 103 43 JUN 62 41 34 93 JUL 1 21 35 AGS 6 26 5 13 55 SEP 1 7 21 69 137 OKT 47 18 22 43 145 NOV 8 23 37 53 157 DES 4 69 69 135 243 TOTAL 66 280 336 658 1246

2011 110 110 64 54 Sumber: Dinas Pariwisata Kota Waisai

Pariwisata

sangat

berpengaruh

dalam

mengembangkan

perekonomian di Kota Waisai. Hal ini dikarenakan bahwa di Kota Waisai terdapat banyak obyek wisata seperti peninggalan budaya, wisata alam dan lain-lain. Beberapa obyek wisata diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Jumlah wisatawan macanegara yang datang melalui pelabuhan laut Waisai dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2007 jumlah wisatawan
71

mancanegara yang datang berjumlah 932 orang, pada tahun 2008 meningkat menjadi 2367 orang. Pada tahun 2009 jumlah wisatawan mancanegara ini meningkat lagi menjadi 2850 orang. Pada tahun 2010 jumlah wisatawan mancanegara ini naik menjadi 3855 orang. Dan pada tahun 2011 mengalami kenaikan lagi menjadi 5159 orang. Berdasarkan kewarganegaraannya, maka warga negara USA paling dominan

berkunjung, sebanyak 886 orang diikuti oleh warga negara Jerman sebanyak 284 orang. Wisatawan domestik demikian juga seperti wisatawan mancanegara yang terus meningkat tiap tahunnya. Yang dimana pada tahun 2007 jumlah wisatawannya 66 orang, meningkat lagi pada tahun 2008 dengan wisatawan 280 orang, meningkat lagi pada tahun 2009 dengan 336 wisatawan. Pada tahun 2010 wisatawan domestik meningkat lagi menjadi 658 orang dan terus meningkat menjadi 1246 wisatawan domestik pada tahun 2011.

2. Potensi Wisata Wilayah pantai dan pesisir di Kota Waisai memiliki karakteristik yang beragam seperti pantai landai berpasir hitam, pantai landai berpasir putih dengan terumbu karang yang sudah mulai terganggu sampai dengan yang masih perawan, pantai dalam dan hutan mangrove. Sebagai daerah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan dan relatif masih alami, maka Kota Waisai memiliki terumbu karang yang indah dan sangat kaya akan berbagai jenis ikan dan moluska. Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%. Tipe dari terumbu karang di Waisai umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

72

Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Salah satu sumber daya kelautan yang dominan di wilayah perairan Kota Waisai adalah untuk perikanan. meningkatkan Banyak jenis ikan yang dapat yaitu

dimanfaatkan

pendapatan

masyarakat,

diantaranya : Ikan Pelagis antara lain Tuna, Cakalang, Kembung, Tongkol dan Tenggiri; Ikan Karang antara lain Ikan ekor Kuning, Ikan Pisang Pisang, Ikan Napoleon, Ikan kakatua, Kerapu, Kakap, dan Baronang, dan udang, kepiting, dan Rajungan. Hutan Mangrove merupakan habitat yang sangat baik bagi sumberdaya ikan sebagai daerah pemijahan, persemaian serta daerah mencari ikan dari berbagai biota perairan seperti udang, ikan, kepiting dan kerangkerangan baik yang hidup diperairan pantai maupun yang dilepas pantai. Pemanfaatan hutan mangrove pada waktu ini dilakukan oleh masyarakat maupun perusahaan dengan memanfaatkan hasil kayu untuk bahan kontruksi, kayu bakar, serta bahan arang. Komoditas andalan ekspor lainnnya adalah rumput laut dan mutiara di daerah ini sangat menjanjikan, karena laut di daerah ini di kelilingi pulau-pulau kecil yang berpenghuni, sehingga memudahkan dalam pengawasan dan pemantauan.

73