Anda di halaman 1dari 32

ASKEP KLIEN A I D S

PENGERTIAN : Stadium lanjut yg terus menurus dari gejala inveksi HIV


(retrovirus). Mrpkan penyakit yg serius dan bersifat fatal. Seseorang terinfeksi HIV dpt menularkan ke orang lain pd semua stage dr penyakit Akibat dari infeksi HIV adalah :
Lymphocytopenia penurunan sel-T4 Abnormal fungsi sel-T4 Peningkatan produksi yg tdk lengkap dan antibodi yg tidak fungsional Fungsi macrophages menjadi abnormal.

Epidemiologi dan demografi penularan; homoseksual &

biseksual, kegiatan sex lain, & penggunaan obat iv. Wanita bertukar pakaian pd kelompok infeksi HIV dan AIDS

VIRUS HIV

Jumlah kumulatif kasus AIDS/HIV berdasarkan propinsi

KLASIFIKASI DAN STADIUM--- CDC (CENTER FOR DISEASE CONTROL) 1. Katagori A (1 atau lebih gejala)
1. 2. 3. Asimptomatik HIV infeksi Limphadenopati persisten Infeksi akut HIV atau ada riwayat infeksi HIV Kondisi terinfeksi HIV, dsh terjadi penurunan sisitem immun Fisik menampakkan kondisi HIV Diare tdk sembuh dgn pengobatan biasa > 1 bulan, candidiasis oral/vaginal.

2.

Katagori B sdh ada gejala infeksi HIV


1. 2. 3.

3.

Katagori C sudah terjadi penurunan sisitem immun dan komplikasi > dari 25 penyakit yg terjadi
1. 2. 3. 4. 5. 6. Pneumonia Ca TBC Kandidisis Kurus dll

KLASIFIKASI LABORATORIUM Katagori 1 : 500 sel CD 4 per mm Katagori 2 : 200 499 sel CD 4 per mm Katagori 3 : kurang dr 200 CD 4 per mm

Pengkajian ;

Napas pendek, batuk Demam Keringat malam hari Kelelahan Penurunan berat badan Lymphadenopathy Diarrhea Perubahan penglihatan Sakit kepala Kehilangan memory Pusing (confusion) Kejang Perubahan kepribadian Kulit kering, iritasi Rash Luka dikulit (sarkoma kaposi)

Nyeri dan tidak nyaman Dyspnea aktifitas, tachipnea, batuk

kering, demam. Perubahan mental (toxoplasmosis) Infeksi jamur (candida, stomatitis) Meningitis. Infeksi bakteri Tuberkulosis Infeksi virus (cytomegalovirus) Lymphoma. Perubahan ADL Kemampuan support sistem, SO Aktifitas sosial & hobi tgg. Harga diri & perubahan body image Depresi, suicidal Leukopenia Penurunan sel T4 ELISA (+) dan VDRL (+).

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan pertukaran gas. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Diarrhea Risiko Infeksi Gangguan integritas kulit Gangguan / perubahan harga diri Dll

A = Abstinen
B = Be faith full

C = Condom

Discharge Planning
Mengidentifikasi kebutuhan perawatan aktual dan potensial pada
saat kunjungan perawat, makan, kesehatan rumah, supervisi 24 jam. Mengidentifikasi dan mengoreksi keadaan rumah untuk perbaikan. Merefer pasien ke kelompok yg mempunyai masalah sama.

Menjelaskan proses penularan infeksi HIV. Menjelaskan kontak sexual yang sehat Menjelaskan tanda dan gejala infeksi Follow-up untuk pemeriksaan ke dokter.

ASKEP Systemic Lupus Erythematosus


Pengertian :
Perkembangan penyakit kronis, sistemik, penyakit

inflamasi dari bagian tubuh yg umum dan kegagalan sistem tidak sembuh thd pengobatan. Berdampak pada kulit (diskoid lupus erythematosus) yg tidak diketahui penyebabnya. Lupus adalah merupakan gangguan proses autoimmune.

PATOGENESIS
Genetik Virus Proses immunologis
Gangguan fungsi sel T predisposisi infeksi virus dan pembentukan autoantibodi. ANA (Anti-Nuclear Antibodi) membentuk kompleks immun yg beredar dalam sirkulasi, akan mengendap pd berbagai organ akibatnya terjadi fiksasi komplemen pd organ tsb menimbulkan radang keluhan ; ginjal, sendi, pleura, pleksus koroideus, kulit dsb

Pengkajian
Riwayat penyakit keluarga Mekanisme penyebab, sinar
matahari, fisik, stres emosional, reaksi obat. Kulit kering, rash tubuh bagian atas. Gangguan persendian (artritis) Nekrosis avaskular Atropi otot Mialgia Demam Lemah, lelah, anorexia & penurunan berat badan. Perubahan out put urine, protein uri, hematuri, & retensi cairan.

Effusi pleura Perikarditis Perubahan neurologis, psikosis,

kejang, paresis, migrain, headaches & palsies nevus cranial Abdominal pain. Pembesaran hepar. Perubahan body image Isolasi sosial.

ERITHEMA PADA MUKA (BUTERFLY RASH)

LABORATORIUM
Hematologi
Anemia, leukopenia, trombositopenia.

Kelainan immunologis
Ditemukan sel LE, antibodi antinuklear, komplemen serum menurun, krioglobulin, faktor reumatoid dan uji thd lues yg positif (semu),

Biopsi ginjal Biopsi kulit


Pemeriksaan immunoflouresensi direk menunjukkan deposit Ig G granular pd dermoepidermal junction.

Pd th 1982 (American Rheumatism Association / ARA) menetapkan klasifikasi 11 kriteria positif SLE bila ditemukan 4 /> kriteria : 1. Ruam (rash) didaerah malar 2. Lesi diskoid 3. Fotosensitifitas 4. Ulserasi mulut 5. Artritis 6. Serositis (pleura / perikarditis) 7. Kelainan ginjal 8. Kelainan neurologis 9. Kelainan hematologi (anemia, leukopenia, limfopenia, trombositopenia) 10.Kelainan imunologi (Sel LE, Anti DNA, Uji serologi 11.Antibodi antinuklear

INTERVENSI

Pemberian obat steroid topikal sesuai order. Hydroxychloroquin utk menurunkan respon inflamasi. Terapi steroid kronis utk proses pengobatan penyakit sistemik. Pemberian steroid iv exaserbasi akut. Penatalaksanaan antineoplastik agent (cyclosphosphamide, azathioprine) Perlindungan kulit :
Hindari paparan sinar matahari (ultra violet)

Gunakan sun blok agent


Membersihkan kulit menggunakan sabun yg normal (mild) Gunakan kosmetik utk pelembab. Gunakan sampo mild tdk menyebabkan ggn.

Perlindungan terhadap persendian.

Pendidikan kesehatan
Perlindungan kulit. Memonitor demam (tanda kekambuhan) Perlindungan persendian & cadangan
energi. Follow up kunjungan ke dokter. Menggunakan perkumpulan Lupus dan Artritis. Informasi thd kebutuhan obat.