Anda di halaman 1dari 3

Artikel Teori Konstruktivisme

A. Pengertian Teori Konstruktivisme


Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. !isalnya, pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan "#useffendi, $%&&' $()*. Selanjutnya, Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama "+ahar, $%&%' $,%* menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. -similasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi tersebut mempunyai tempat "#useffendi $%&&' $((*.

+ari pengertian di atas menekankan bagaimana pentingnya keterlibatan anak secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya. .ahkan secara spesifik /udoyo "$%%0' 1* mengatakan bahwa seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang lain. 2leh karena itu, untuk mempelajari suatu materi yang baru, pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut.

Selain penekanan dan tahap tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme, /anbury "$%%3' (* mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran, yaitu "$* siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki, ")* pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti, "(* strategi siswa lebih bernilai, dan "1* siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya.

B. Proses Belajar Menurut Konstruktivisme


Pada bagian ini akan dibahas proses belajar dari pandangan kontruktivistik dan dari aspek aspek si belajar, peranan guru, sarana belajar, dan evaluasi belajar. $. Proses belajar kontruktivistik secara konseptual proses belajar jika dipandang dari pendekatan kognitif, bukan sebagai perolehan informasi yang berlangsung satu arah dari luar ke dalam diri siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi yang bermuara pada pemuktahiran struktur kognitifnya. ). Peranan siswa. !enurut pandangan ini belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar. Ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep, dan memberi makna tentang hal hal yang sedang dipelajari. 4uru memang dapat dan harus mengambil prakarsa untuk menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagi terjadinya belajar. 5amun yang akhirnya paling menentukan adalah terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar siswa itu sendiri. (. Peranan guru. +alam pendekatan ini guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. 4uru tidak mentransferkan pengetahuan yang telah dimilikinya, melainkan membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sebdiri. 1. Sarana belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan belajar adalah aktifitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Segala sesuatu seperti bahan, media, peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya disediakan untuk membantu pembentukan tersebut. ,. 6valuasi. Pandangan ini mengemukakan bahwa lingkungan belajar sangat mendukung munculnya berbagai pandangan dan interpretasi terhadap realitas, kontruksi pengetahuan, serta aktifitas aktifitas lain yang didasarkan pada pengalaman.

C. Pembelajaran menurut Filsafat Konstruktivisme

.elajar merupakan proses perubahan, perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan tersebut meliputi sikap, keterampilan dan pengetahuan. +ari pengertian tersebut dapat diambil beberapa elemen penting yang terdapat di dalamnya. -dapun elemen tersebut yaitu "$* belajar merupakan perubahan tingkah laku yang meliputi cara berpikir "kognitif*, cara bersikap "afektif* dan perbuatan "psikomotor*, ")* menambah atau mengumpulkan sejumlah pengetahuan, "(* siswa diumpamakan sebagai sebuah botol kosong yang siap untuk diisi penuh dengan pengetahuan, dan siswa diberi bermacam macam materi pelajaran untuk menambah pengetahuan yang dimilikinya "Kusairi, )000'$*. !enurut filsafat konstruktivisme oleh Suparno "$%%7'$,* menyatakan bahwa 8pengetahuan itu adalah bentukan "konstruksi* siswa sendiri yang sedang belajar 9. Pengetahuan seseorang tentang anjing adalah bentukan siswa sendiri yang terjadi karena siswa mengolah, mencerna dan akhirnya merumuskan pengertian tentang anjing. :adi menurut filosofi konstruktivisme pengetahuan merupakan bentukan "konstruksi* dari orang yang sedang belajar, yaitu dengan mengembangkan ide ide dan pengertian yang dimiliki oleh pribadi orang belajar tersebut. +engan cara ini siswa dapat menjalani proses mengkonstruksi pengetahuan baik berupa konsep, ide maupun pengertian tentang sesuatu yang sedang dipelajarinya. -gar proses pembentukan pengetahuan dapat berkembang dengan baik, maka kehadiran pengalaman menjadi sangat penting untuk tidak membatasi pengetahuan siswa. Pengetahuan yang dibentuk dengan sendirinya oleh siswa ini dapat memunculkan atau mendorong terhadap siswa untuk mencari dan menemukan pengalaman baru. .erdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menekankan proses pembentukan pengetahuan oleh siswa sendiri dinamakan pembelajaran konstruktivisme. -ktivitas siswa merupakan syarat mutlak agar siswa bukan hanya mampu mengumpulkan banyak fakta, melainkan siswa mampu menemukan sesuatu pengetahuan dan mengalami perkembangan berpikir. Pengetahuan pengetahuan yang didapat oleh masing masing siswa dibawa ke dalam diskusi kelas,