Anda di halaman 1dari 24

BAB I GAMBARAN UMUM PASIEN

A. IDENTITAS PASIEN 1. Nama 2. Umur 3. Alamat 4. Status Pendidikan 5. Status Pekerjaan 6. Status Perkawinan 7. Diagnosa :x : 40 Tahun : : : : : Anemia + Hyperkolesterolemia (displidemia)

B. KEADAAN UMUM PASIEN Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan merasa tegang pada bagian punggung dan kuduk serat tangannya, sering pusing seperti gejala masuk angina, mual dan muntah serta nafsu makan rendah.

C. DATA FISIK dan DATA KLINIS Data fisik Keadaan umum pasien terjadi yellow xantoma pada cicatrix kiri dan kanan.

Data Klinis T N R/R = = = 156/95 mmHg 78 x/ menit 72x/menit

D. DATA LABORATORIUM Tabel 1. Data Laboratorium Hasil Laboratorium Gula Darah Acak : 202 mg/dl Gula Darah Puasa : 135 mg/dl Gula Darah 2 JPP : 198 mg/dl Hb : 10 gr/dl Kadar Normal <110 mg/dl < 145 mg/dl 13 - 16 gr/dl Kategori Tinggi Tinggi Rendah
Page | 1

Total Kolesterol HDL LDL Trigliserida

: 432 mg/dl : 32 mg/dl : 400 mg/dl : 157 gmg/dl

200 300 mg/dl 35 55 mg/dl < 130 mg/dl 40 155 mg/dl

Tinggi Rendah Tinggi Tinggi

E. DATA PEMERIKSAAN PENUNJANG

F. DATA ANTROPOMETRI DAN STATUS GIZI Berat Badan : 87 kg 166 cm 112 cm

Tinggi Badan : Lingkar Perut :

IMT =

= 31,63
Status Gizi : Gemuk Tingkat Berat

BBI = 90% ( TB 100 ) = 90% (166 100 ) = 59,4 kg

Page | 2

BAB II INTERVENSI
A. PERENCANAAN TERAPI 1. Jenis Diet Diet rendah lemak, rendah karbohidrat, dan rendah natrium.

2. Tujuan Diet Menurunkan berat badan menjadi berat badan optimal Meningkatkan selera nafsu makan pasien Memberikan makanan dengan energy yang cukup atau adekuat secara perlahan Menurunkan kadar gula darah Menurunkan kadar kolesterol Menurunkan kadar natrium Meningkatkan Hb sesuai kadar Hb optimal

3. Prinsip Diet Tinggi Energi Cukup Protein Rendah Lemak Rendah Karbohidrat Rendah Natrium Tinggi Fe Tinggi Serat Tinggi Vitamin C Tinggi Vitamin E

4. Syarat Diet Makanan diberikan dalam bentuk lunak Di berika dalam porsi kecil tapi sering (8x/hari) Makanan diberikan peroral Kebutuhan Energi 1515 kal
Page | 3

Kebutuhan protein 15% (56,8 gr ) Kebutuhan Lemak 25% ( 42 gr ) Kebutuhan Karbohidrat 60 % ( 227,25 gr ) Membatasi makanan yang mengandung gula sederhana (30 gr/hari) Membatasi natrium atau diit garam II (400 600 gr ) Membatasi pemberian lemak dengan PUFA (16,8 gr ) , MUFA ( 16,8 gr ), dan SFA (8,4 gr)

B. PERHITUNGAN ENERGI dan ZAT GIZI Kebutuhan Energi (Harris Benedic) BEE = 66,47 + 13,7 (BB) + 5 (TB) 6,8 (U) = 66,47 + 13,7 ( 87 ) + 5 ( 166 ) 6,8 ( 40 ) = 66,47 + 1196,25 + 830 270,4 = 1822,32 kal AEE = BEE x FS x Fstress = 1822,32 x 1,2 x1,15 = 2514,18 kal Total Energi yang dibutuhkan = 2514,18 1000 = 1515 kal

Protein

= 56,8 gr

Lemak

= 42 gr

KH

= 227,25 gr

Page | 4

Total Lemak 25 % SFA = PUFA = MUFA = Kebutuhan Vitamin dan Mineral Fe = Vit C = x 13 = 12,45 mg x 90 = 124,83 mg = 8,4 gr = 16,8 gr = 16,8 gr

Serat = 25 30 gr Chol = < 250 gr Na = 400 600 mg

C. DISTRIBUSI ZAT GIZI SEHARI Tabel 2. Distribusi Makanan Waktu 06.00 08.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 Kebutuhan Menu I Menu II Menu III Menu IV Menu V Menu VI Menu VII % 15 10 15 10 15 10 15 Energi (kal) 227,25 151,25 227,25 151,25 227,25 151,25 227,25 Protein (gr) 8,52 5,6 8,52 5,6 8,52 5,6 8,52 Lemak (gr) 6,3 2,4 6,3 2,4 6,3 2,4 6,3 KH (gr) 34,08 22,7 34,08 22,7 34,08 22,7 34,08

Page | 5

20.00

Menu VIII Total

10 100

151,25 1515

5,6 56,8

2,4 42

22,7 227,25

D. DISTRIBUSI MENU SEHARI Menu Makanan

Pukul 06.00

Menu I

Nasi Tim Sup Ayam Perkedel Kukus Air Putih Singkong Rebus Nasi Tim Sayur Bening Pepes Ikan Air Putih Setup Jambu Nasi Tim Cah Sawi Buah Pepaya Sari Kacang Hijau Buah Pisang Nasi Tim Ikan Mujaer Bumbu Semur Tumis kankung Air putih Susu

Pukul 08.00 Pukul 10.00

Menu II Menu III

Pukul 12.00 Pukul 14.00

Menu IV Menu V

Pukul 16.00

Menu VI

Pukul 18.00

Menu VII

Pukul 20.00

Menu VIII

Page | 6

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Displidemia
Displidemia merupakan kelaina metabolism lipid yang di tandai oleh kelainan (peningkatan atau penurunan). Fraksi lipid dalam plasma, kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kenaikliserid serta penurunan kadar kolesterol HDL. Dalam proses terjadinya aterosklerosis ketiganya mempunyai peran penting dan berkaitan, sehingga dikenal sebagai triad lipid, secara klinis displidemia diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, dan campuran hiperkolesterolemia dan

hipertrigliseridemia. Dislipidemia adalah suatu kondisi dimana terjadi kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), dan trigliserida; disertai dengan penurunan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein). Dislipidemia adalah kelainan metabolisme* lipid
Page | 7

(lemak) yang ditandai dengan peningkatan maupun

fraksi lemak dalam darah. Kelainan

fraksi lipid yang paling utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kenaikan kadar trigliserida serta penurunan kadar HDL(kolesterol baik). Idealnya kadar HDL dalam tubuh harus tinggi dan kadar LDL, TG dan kolesterol total tidak boleh berlebih.

3.2 Anemia
Anemia adalah suatu keadaan penurunan kadar hemoglobin hemotokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal (Depkes, 2007). Anemia adalah sustu keadaan tubuh yang ditandai dengan defisiensi pada ukuran dan jumlah eritrosit atau pada kadar hemoglobin yang tidak mencukupi untuk fungsi pertukaran O2 dan CO2 diantara jaringan dan darah. Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (hemoglobin atau Hb) dibawah nilai normal. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat dan vitamin B12, tetapi yang sering terjadi karena kekurangan zat besi. Anemia defisiens besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorsi diusus, perdarahan akut maupun kronis dan

Page | 8

meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil, masa pertumbuhan dan masa penyembuhan dari penyakit.

3.3 Diabetes Melitus


Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gagguan metabolism yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolism karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau definisi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pancreas atau disebabka kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (Ditjen Bina Farmasi & ALKES, 2005). Diabetes adalah suatu penyakit dimana metabolism glukosa tidak normal, suatu resiko komplikasi spesifik perkembangan mikrovaskular. Secara umum, ketiga elemen diatas telah digunakan untuk mencoba menemukan diagnosis atau penyembuhan diabetes (Mogensen, 2007).

3.4 Hypertensi
Hypertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolic diatas 90 mmHg. Pada populasi lajut usia, hypertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg. Hypertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihi batas normal. Tekanan darah normal adalah 110/90 mmHg. Hypertensi merupakan produk dari resistensi pembuluh darah perifer dan kardiak output.

Page | 9

BAB IV RENCANA KERJA 4.1 Rencana Kerja


Tabel 3. Rencana Kerja Waktu 11.00 11.15 11.15 11.30 11.30 11.50 Maulidya Isnaini Memontong semua bahan dan mencuci semua bahan Mengukus nasi tim, pisang, dan singkong Mengolah setup jambu dan sari kacang hijau. Merebus air dan gula , lalu jambu biji dimasukkan. Merebus air lagi untuk merebus kacang hijau. Membuat sup ayam Ghanis Nafiani Menyiapkan semua alat dan merebus air Membuat adonan perkedel dan pepes ikan Mengolah Cah sawi dan tumis kangkung

11.50 12.15 12.15 12.40

Menggoreng perkedel dan mengukus pepes ikan Menyajikan dalam piring hidang, cah sawi, tumis kangkung, perkedel, pepes ikan. Dan membentuk papaya.

Menyajikan dalam piring hidang, nasi tim, sari kacang hijau, setup jambu biji, pisang dan singkong yang telah diolah Bersih - bersih

12.40 12.50

Bersih-bersih

4.2 Daftar Alat


Alat Masak Tabel 4.2.1 Daftar Alat Masak No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Alat Wajan Pisau Dandang Telenan Panci Piring Plastik Baskom Plastik Gelas Ukur Jumlah 1 1 1 1 1 3 3 1
Page | 10

Alat Hidang Tabel 4.2.2 Daftar Alat Hidang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Alat Piring Gelas Sendok Garpu Mangkuk Sayur Mangkuk Kecil BnB Plate Besar BnB Plate Kecil Mangkok Oval Kecil Jumlah 4 4 4 4 4 4 4 7 3

4.3 Resep
NASI TIM ( 1 porsi ) Bahan : Beras 100 gr Kaldu Ayam 300 gr Garam secukupnya Cara Membuat : 1. Rebus ayam untuk membuat air kaldu ayam. Lalu didih , masukkan beras lalu tambahkan garam sampai meresap. 2. Setelah matang. Sajikan. Sumber : Website Sajian Sedap

Page | 11

SOP AYAM 5 porsi


Bahan 1. 1 ekor ayam, dipotong 20 bagian 2. Air 3. bawang Bombay, diiris iris 4. bawang putih 5. jahe, dimemarkan 6. daun seledri, diikat simpul 7. cengkeh 8. cabai merah, diiris iris 9. pala bubuk 10. Buncis 11. garam 12. merica bubuk 13. gula pasir 14. daun bawang, dipotong 2 cm 15. margarine untuk menumis Cara Membuat : 1.500 ml 1/2 buah 4 siung 2 cm 2 tangkai 4 butir 2 buah 1 sendok teh 150 gram 3 1/2 sendok teh 1/2 sendok teh 3/4 sendok teh 2 batang 1 sendok makan

1. Panaskan margarin, tumis bawang Bombay, bawang putih dan jahe hingga harum. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna 2. Tuang air. Masak sampai mendidih. Tambahkan seledri dan cengkeh. Aduk rata 3. Masukkan jamur, cabai merah, garam, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih 4. Menjelang diangkat, masukkan daun bawang. Aduk rata (Oleh Majalah Sedap)

Page | 12

SAYUR BENING BAYAM 2 porsi

Bahan
1. 2. 3. 4.

Bayam taoge kedelai tomat, potong dadu air

250 gram 100 gram 1 buah 500 ml

Bumbu Sayur Bening Bayam

1. 2. 3. 4.

bawang merah, iris tipis temu kunci garam gula pasir

2 butir 5 cm 2 sendok teh 1 sendok the

Cara Membuat Sayur Bening Bayam

1.

Didihkan air, masukkan bawang merah, temu kunci, bayam, taoge kedelai, dan tomat. Aduk hingga layu.

2.

Tambahkan garam dan gula, aduk hingga rata. Angkat, sajikan.

Sumber : Majalah Sedap

Page | 13

TUMIS KANGKUNG 3 porsi Bahan-bahan : 1. kangkung potong-potong 2. bawang merah iris tipis 3. bawang putih iris tipis 4. cabe merah iris serong 5. tomat potong-potong 6. kecap manis 7. Garam Cara memasak : 1. Panaskan wajan, beri 2 sdm minyak goreng 2. Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabe hingga harum 3. masukkan tomat dan kangkung 4. tambahkan kecap dan garam 5. Aduk hingga kangkung layu 6. Angkat dan sajikan Sumber : Majalah Sedap 2 ikat 4 siung 3 siung 1 buah 1 buah 3 sdm 1/2 sdt

Page | 14

SETUP JAMBU (4 PORSI) Bahan : 40 ml air, untuk merebus 75 gr gula pasr 5 buah cengkih 1 batag serai, memarkan 3 sdm air asam jawa 1/5 sdt garam 400 gr jambu biji, buang bijinya, belah 4 bagian

Cara Membuat : 1. Rebus gula pasir, cengkih, serai, air asam, dan garam hingga mendidih. 2. Masukkan jambu biji, masak di dalam api kecil selama 10 menit 3. Angkat. Dinginkan di dalam kulkas selama 3 jam. Masukkan ke dalam gelas saji. Hidangkan dingin. Sumber : Buku Menu Sehat dengan Golongan Darah B PERKEDEL TAHU (4 PORSI) Bahan : Tahu 300 gr Telur 1 butir, kocok lepas Telur 2 butir, kocok untuk pencelup Bawang merah 3 buah Bawang putih 2 siung Garam halus 1 sdt

Cara Membuat : 1. Haluskan tahu. 2. Campur tahu dengan telur kocok, bawang merah, bawang putih, da garam. Aduk rata. 3. Ambil satu sendok makan adonan. Bentuk bulat pipih. Celupkan ke dalam kocokan telur. 4. Panaskan air untuk merebus. Kukus tahu yang telah di bentuk selama 15 menit. Angkat. Sumber : Buku Menu Sehat dengan Golongan Darah B
Page | 15

PEPES IKAN ( 1 porsi )

Bahan : Ikan Patin Bawang Merah Bawang Putih Kemiri Kunyit Daun Kemangi Daun Salam Tomat Garam 1 buah 6 butir 4 siung 10 butir 1 potong 6 tangkai 4 lembar 1 buah secukupnya

Daun pisang untuk membungkus Cara Membuat : 1. Buanglah sisik da nisi perut ikan patin. Kemudian haluska bawang putih, bawang merah, kemiri, dan kunyit. Campurkan daun kemangi, daun salam, dan garam. 2. Lalu ikan patin di beri bumbu yang sudah dihaluskan dan di campus diatas, bungkus ikan tersebut oleh daun pisang kemudian kukus diatas dandang sampai matang. Angkat. Resep Ibu Yuswanti

Page | 16

4.4 Daftar Belanja


Tabel 4.4.1 Daftar Belanja Berat Bersih gr 100 50 40 40 25 25 50 20 10 25 75 75 100 100 100 100 30 30 15 5 20 20 urt Berat Kotor gr 100 50 65 65 25 30 65 25 15 25 85 100 110 120 130 130 30 30 20 5 20 20 urt

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Nama Bahan Beras Daging Ayam Ikan Mujaer Ikan Patin Tahu Buncis Bayam Gambas Tomat Sawi Putih Kangkung Singkong Jambu Biji Jeruk Manis Pisang Ambon Pepaya Kacang Hijau Gula Daun Bawang Margarin Minyak Ikan Tepung Susu Skim Empon-empon Daun Pisang

Harga Satuan (perkg)

Harga Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 983,1.500,3.000,2.500,250,300,300,300,200,300,300,400,1.200,3.500,1.700,800,500,360,200,100,300,1.600,500,500,-

sckp 1 lbr

Rp 9.833,Rp 30.000,Rp 25.000,Rp 22.000,Rp 500,-/bh Rp 10.000,Rp 1.500,-/ikat Rp 1.500,-/bh Rp 7.000,Rp 6.500,Rp 1.500,-/ikat Rp 4.000,Rp 12.000,Rp 30.000,Rp 15.000,Rp 6.000,Rp 16.667,Rp 12.000,Rp 1.000,-/ikat Rp 10.500,Rp 12.667,-/ltr Rp 80.000,Sckp Rp 500,1 lbr Rp 1.000,-/lbr Total

Rp 21.593,-

Page | 17

BAB V HASIL EVALUASI PRAKTEK


Tabel 6. Evaluasi Praktek

Waktu

Menu
Nasi tim

Evaluasi
Nasi Tim sudah bagus dari bentuk dan tekstur yang baik.

Perbaikan

Foto

Sup ayam

Sup ayam rasa sudah bagus namun dari warna dan isi dari sup kurang bervariasi.

06.00

Sebaiknya di beri bahan seperti wortel atau bahan warna lainnya supaya memberikan warna yang lebih menarik dan beraneka macam tambahan gizinya. Lebih baik jika perkedel di goreng dan tidak disertakan dalam menu makanan lunak, karena dalam pengolahannya perkedel kentang jika dikukus akan terlihat warna yang kurang menarik. Singkong ini keras bisa disebabkan karena singkongnya yang masih dalam mentah atau dalam pemilihannya kurang bagus namun juga bisa dikarenakan dalam pengukusan yang terlalu lama sehingga sehingga singkong memiliki
Page | 18

Perkedel Kukus

Perkedel kukus ini menujukkan hasil yang tidak memuaskan karena di lihat dari hasil jadi perkedel lebih terlihat seperti serabi.

08.00

Dari singkong masih sangat keras, kurang empuk. Singkong Untuk saus yang Rebus terbuat dari jeruk manis sudah cukup baik karena manisnya yang cukup.

tekstur yang keras saat disajikan. Sebaiknya dalam mengukus diperhatikan waktu dan lamanya mengukus agar mendapatkan hasil tekstur yang baik saat penyajian. Nasi Tim sudah baik baik dari tekstur dan bentuk Sebaiknya saat pengolahan bumbu, diberikan tomat yang lebih agar agar dapat menyeimbangi rasa pedas atau di sarankan untuk mengurangi penggunaan Lombok karena untuk pasien tidak disarankan untuk tidak memberikan makanan pedas.

Nasi Tim

Pepes Ikan 10.00

Pepes Ikan ini bumbunya sedikit pedas

Sayur Bening

Sayur bening sudah baik dari wrna dan rasa.

12.00

Setup Jambu Biji

Setup jambu biji ini dari manisnya sudah cukup namun pada jambu terasa kecut sehingga ada rasa manis dan kecut yang bercampur jadi 1.

Sebaiknya dalam pemilihan buah yang dijadikan setup sebaiknya dipilih buah yang segar.

Page | 19

Nasi tim

Nasi Tim sudah baik baik dari tekstur maupun bentuk. Cah sawi warna terlalu pucat. Pada pemberian kuah juga kurang. Buah Pepaya potongannya sudah cukup baik Sebaiknya diberikan bahan yang bisa memberikan warna menarik pada masakan. Contoh seperti wortel, sawi hijau dll.

14.00

Cah Sawi

Buah pepaya Sari Kacang Hijau

16.00 Buah Pisang Buah pisang sangat jelek baik dari tekstur, bentuk dan warna. Sebaiknya lebih memilih pisang yang lebih baik dan segar.

Nasi tim

Nasi tim sudah baik baik dari tekstur maupun bentuknya. Seharusnya tidak menggunaka kecap karena natrium yang tinggi. Warna terlalu gelap Tumis Kankung sudah cukup baik Disarankan untuk penderita hypertensi untuk tidak menggunakan kecap karena tingginya natrium.

18.00

Fillet Ikan bumbu Semur

Tumis Kankung

Page | 20

20.00

Susu

Page | 21

BAB VI PEMBAHASAN
Pada kasus ini pasien didiagnosa penyakit displidemia atau pada tepatnya hyperkolesterolemia. Hal ini berdasarkan hasil laboratorium yang menunjukkan tingginya kadar total kolesterol pada pasen. Data laboratorium spesifik yang dapat mendiagnosa pasien mengalamai hypercolesterol adalah total kolesterol, HDL, LDL, dan TG. Displidemia atau hyperkolesterolemia merupakan salah satu penyakit yang disebabkan tingginya konsumsi makanan berlemak berlebihan yang dapat beresiko menyumbat saluran pembuluh darah ke jantung. Sehingga pasien merasa tegang pada bagian punggung dan kuduk serat tangannya. Hyperkolesterolemia atau biasa disebut adanya kelaina pada fraksi lipid ini disebabkan oleh adanya rasa sesak pada dada atau yellow xentroma pada cicatrix dan jari-jari. Denga adanya penyakit ini bisa menyebabkan resiko terjadinya PJK atau Penyakit Jantung Koroner. Penyakit hyperkolesterolemia atau displidemia ini biasanya dibarengi dengan munculnya hyperetnsi dan inteloransi glukosa serta obesitas terutama pada lingkar perut yang membesar.

Pada hasil laboratorium yang telah di periksa kadar total kolesterol pasien yang mencapai 432 mg/dl sedangkan kadar total kolesterol normal adalah sekitar 200-300 mg/dl. Hal ini menunjukkan jelas bahwa pasien telah mengalami hypercholesterolemia. Tidak hanya dari hail laboratorium dari total kolesterol yang menunjukkan pasien menderita hypercholesterolemia namun hasil laboratorium HDL sebesar 32 mg/dl, LDL 400 mg/dl, dan trigliserida 157 gmg/dl menjadi penyeimbang pasien didiagnosa hypercholesterolemia.
Page | 22

Hasil laboratorium lainnya adalah gula darah. Pemeriksaan gula darah ini guna untuk memeriksa adakah intoleransi glukosa pada pasien. Hasil laboratorium antara lain gula darah acak 202 mg/dl, gula darah puasa 135 mg/dl, dan gula darah 2 jam setelah makan 198 mg/dl. Dari pemeriksaan tersebut dihasilkan gula darah yang tinggi baik dari gula darah acak, gula darah puasa, dan gula darah 2 jam setelah makan, hal ini di buktikan dengan adanya hasil yang laboratorium yang melebihi dari batas normal.

Selain hasil laboratorium gula darah dan total kolesterol, hemoglobin atau Hb juga ikut diteliti dan menunjukkan hasil Hb pasien sebanyak 10 gr/dl, sedangkan kadar normal Hb pada pasien laki-laki adalah 13-16 mg/dl. Sehingga rendahnya Hb ini membuat pasien merasa mual, muntah dan tingkat nafsu makan yang rendah.

Pasien ini menunjukkan jika pasien juga menderita hypertensi, hal ini dibuktikan dengan adanya tekanan darah sebanyak 156/95 mmHg dan hasil recall natrium sebanyak 2700 mg. Sedangkan pada tekanan darah yang normal dalah 110/80 mmHg.

Berdasarkan berbagai hasil laboratorium yang telah di lakukan maka kami memberikan tatalaksana gizi pada pasien yaitu makanan rendah lemak, rendah karbohidrat, dan rendah natrium (diit garam II) serta memberikan makanan lunak dengan porsi kecil namun sering (8x/hari) supaya pasien dapat meningkatkan nafsu makannya dan menghilangkan rasa mual dan muntah. Kami juga memberikan porsi makan yang rendah agar berat badan pasien bisa kembali ke berat badan optimal, sehingga tidak terjadi obesitas pada pasien.

Page | 23

BAB VII KESIMPULAN


Tatalaksana gizi yang di beriakan pada kasus ini adalah makanan lunak yang rendah lemak. Hal ini bertujuan untuk meringankan kerja organ hati agar tidak bertambah parah gejalanya serta mengoptimalkan status gizi pasien.

Page | 24