Anda di halaman 1dari 4

GANTUNG (HANGING) Kasus gantung hampir sama dengan penjeratan.

Perbedaannya terdapat pada asal tenaga yang dibutuhkan untuk memperke il lingkaran jerat. Pada penjeratan! tenaga tersebut datang dari luar! sedangkan pada kasus gantung tenaga tersebut bearasal dari berat badan k"rban sendiri! meskipun tidak perlu seluruh berat badan digunakan. #ekanisme kematian pada kasus gantung$ %. Kerusakan pada batang "tak dan medulla spinalis. Hal ini terjadi akibat disl"kasi atau &raktur 'ertebra ruas leher! misalnya pada judi ial hanging (hukum gantung). (. As&iksia akibat terhambatnya aliran udara pernapasan. ). Iskemia "tak akibat terhambatnya aliran arteri*arteri leher. +. ,e&leks 'agal. Kasus gantung biasanya merupakan kasus bunuh diri (gantung diri) meskipun kasus pembunuhan kadang*kadang dilap"rkan! yaitu menunjukkan kesan se"lah*"lah si k"rban bunuh diri denagn maksud untuk menghilangkan jejak pembunuhan. P"sisi k"rban pada gantung diri$ %. Kedua kaki tidak menyentuh lantai ( "mplete hanging) (. -uduk berlutut (biasanya menggantung pada daun pintu) ). .erbaring (biasanya di ba/ah tempat tidur) -iketahui terdapat beberapa jenis gantung diri$ %. Typi al hanging ! terjadi bila titik gantung terletak di atas darah "ksiput dan tekanan pada arteri kar"tis paling besar. (. Atypi al hanging ! bila titik penggantungan terdapat di samping! sehingga leher dalam p"sisi sangat miring(&leksi lateral) yang akan mengakibatkan

hambatan pada arteri kar"tis dan arteri 'ertebralis. 0aat arteri terhambat! k"rban segera tidak sadar. ). Kasus dengan letak titik gantung di depan atau dagu. Pada pemeriksaan jena1ah! kelainan pada "t"psi tergantung pada apakah arteri pada leher tertutup atau tidak. .ila jerat ke il dan keras maka terjadi hambatan t"tal arteri sehingga muka akan tampak pu at dan tidak terdapat petekie pada kulit maupun k"njungti'a. .ila jerat lebar dan lunak maka hambatan hanya terjadi pada saluran pernapasan dan pada aliran 'ena dari kepala ke leher! sehingga akan tampak perbendungan pada daerah sebelah atas ikatan. Kadang*kadang perbendungan akan dialirkan melalui pleksus 'ena 'ertebralis yang tidak begitu mudah tertekan seperti sistem 'ena jugularis! meskipun pengikatan tetap atau tidak berubah. 2ejas jerat relati& terletak lebih tinggi pada leher dan tidak mendatar! melainkan lebih meninggi bagian simpul! kulit men ekung ke dalam sesuai dengan bahan penjeratnya! ber/arna "klat! perabaan kaku! dan akibat bergesekan dengan kulit leher! maka pada tepi jejas dapat ditemukan luka le et. Kadang*kadang pada tepi jejas jerat akan terdapat sedikit perdarahan! sedangkan pada jaringan ba/ah kulit dan "t"t*"t"t sebelah dalam terdapat memar jaringan. Namun ini tidak selalu terjadi! untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan mikr"sk"pik untuk melihat reaksi 'ital pada jaringan di ba/ah jejas untuk menentukan apakah jejas terjadi pada /aktu "rang masih hidup atau setelah meninggal. Patah tulang lidah atau ra/an g"nd"k atau keduanya tidak sering terjadi pada kasus gantung. ,a/an g"nd"k biasanya patah pada perasambungan k"rnu superi"r dengan lamina sedangkan tulang lidah patah pada atau dekat persambungan taju dan k"rpus. 3raktur biasanya diliputi sedikit perdarahan. -istribusi lebam mayat pada kasus gantung! mengarah ke ba/ah yaitu pada kaki! tangan dan genitalia eksterna! bila k"rban tergantung ukup lama. Pada k"rban /anita! labium membesar dan terdapat lebam! sedangkan pada k"rban laki*laki

hal in terjadi pada skr"tum. Penis dapat tampak se"lah mengalami ereksi akibat terkumpulnya darah! sedangkan semen keluar karena relaksasi "t"t s&inger p"st m"rtal. As&iksia seksual terjadi pada kasus de'iasi seksual yang menggunakan ara gantung atau jerat untuk mendapatkan kepuasan! yang karena terlambat mengendurkan tali atau sukar melepaskan diri sesudah ter apai keadaan penurunan kesadaran. K"rban biasanya lelaki! pas a ad"lesens dan ditemukan tanda penyimpangan seksual lain. 4&ek lanjut penekanan saluran pernapasan. .ila k"rban masih hidup setelah penjeratan! sebagai akibat perbendungan! maka perdarahan petekie akan menetap selama beberapa hari. 0edangkan jejas jerat akan membengkak dan terbentuk kulit keras pada epidermis yang telah terkikis. Keadaan ini akan menghilang setelah %*( minggu. 5uka pada laring akan menimbulkan kesulitan menelan karena nyeri! dan suara serak selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Patah tulang akan menyembuh. Hip"ksia serebral yang menimbulkan k"ma! dapat bersi&at menetap (irre'ersible)! yang bila sembuh akan meniggalkan gejala sisa psik"sis! kelainan neur"l"gik! dan lain* lain. GAGGING -AN 6H7KING Pada keadaan ini! terjadi sumbatan jalan napas "leh benda asing! yang mengakibatkan hambatan udara untuk masuk ke paru*paru. Pada gagging! sumbatan terdapat dalam "r"&aring! sedangkan pada h"king sumbatan terdapat lebih dalam pada laring"&aring. #ekanisme kematian yang mungkin terjadi adalah as&iksia atau re&leks 'agal akibat ransangan pada resept"r ner'us 'agus di arkus &aring! yang menimbulkan inhibisi kerja jantung dengan akibat ardia arrest dan kematian. Kematian dapat terjadi sebagai akibat$ %. .unuh diri (sui ide). Hal ini jarang terjadi karena sulit untuk memasukkan benda asing ke dalam mulut sendiri

disebabkan adanya re&leks batuk atau muntah. Umumnya k"rban adalah penderita sakit mental atau tahanan. (. Pembunuhan (h"mi idal h"king). Umumnya k"rban adalah bayi! "rang dengan &isik lemah atau tidak berdaya. ). Ke elakaan (a idental h"king). Pada b"lus death yang terjadi bila terta/a atau menangis saat makan! sehingga makanan tersedak ke dalam saluran pernapasan. #ungkin pula juga terjadi akibat regurgitasi makanan yang kemudian masuk ke dalam saluran pernapasan. Pada pemeriksaan jena1ah dapat ditemukan tanda*tanda as&iksia baik pada pemeriksaan luar maupun pembedahan jena1ah. -alam r"ngga mulut ("r"&aring atau laring"&aring) ditemukan sumbatan berupa sapu tangan! kertas k"ran! gigi palsu! bahkan pernah ditemukan arang! batu dan sebagainya. .ila benda asing tidak ditemukan! ari kemungkinan adanya tanda kekerasan yang diakibatkan "leh benda asing.