Anda di halaman 1dari 17

DELIRIUM

A. PENDAHULUAN

Delirium adalah diagnosis klinis, gangguan otak difus yang dikarakteristikkan dengan variasi kognitif dan gangguan tingkah laku. Ini biasa menjadi problem serius di Rumah Sakit dan sering tidak diketahui pada pasien. Delirium biasanya disebabkan banyak faktor; banyak yang dapat dicegah. Ada hubungan berbalik antara daya tahan penderita dan beratnya serangan yang dibutuhkan untuk menginduksi delirium. eskipun sebelumnya delirium dipercaya sebagai kondisi !self limiting! "sembuh sendiri# daya pulih sempurna adalah perkecualian. $rognosis%nya buruk, dengan kematian yang bermakna, meningkatkan biaya pera&atan dan kebutuhan untuk pera&atan rumah tambahan, rehabilitasi, dan pera&atan rumah jangka panjang. B. DEFINISI

Delirium adalah diagnosis klinis, gangguan otak difus yang dikarasteristikkan dengan variasi kognitif dan gangguan tingkah laku. Delirium ditandai oleh gangguan kesadaran, biasanya terlihat bersamaan dengan fungsi gangguan kognitif secara global. 'elainan mood, persepsi dan perilaku adalah gejala psikiatrik yang umum; tremor, asteriksis, nistagmus, inkoordinasi dan inkontinensia urin merupakan gejala neurologis yang umum. (iasanya delirium mempunyai onset yang mendadak "beberapa jam atau hari#, perjalanan yang singkat dan berfluktuasi dan perbaikan yang cepat jika faktor penyebab diidentifikasi dan dihilangkan. )etapi masing%masing ciri karakteristik tersebut dapat bervariasi pada pasien individual. Delirium dapat terjadi pada berbagai tingkat usia namun tersering pada usia diatas *+ tahun. enggigau merupakan gejala sementara dan dapat berfluktuasi intensitasnya, kebanyakan kasus dapat sembuh dalam &aktu , minggu atau kurang. Akan tetapi jika delirium dengan fluktuasi yang menetap lebih dari * bulan sangat jarang dan dapat menjadi progresif kearah dementia 'epentingan untuk mengenali delirium adalah untuk -.mengidentifikasi dan mengobati penyebab dasar ..'ebutuhan untuk mencegah perkembangan komplikasi yang berhubungan dengan delirium

'omplikasi tersebut adalah cedera kecelakaan karena kesadaran pasien yang berkabut dan gangguan koordinasi atau penggunaan pengekangan yang tidak diperlukan. 'ekeacauan rutin bangsal merupakan masalah yang terutama menggangu pada unit non psikiatrik seperti pada unit pera&atan intensif dan bangsal medis dan bedah umum. C. % EPIDEMIOLOGI Delirium merupakan kelainan yang sering pada / sekitar -+ sampai -0 persen adalah pasien bedah dan -0 sampai .0 persen pasien pera&atan medis di rumah sakit. Sekitar 1+ persen pasien dira&at di I23 bedah dan I23 jantung. ,+ sampai 0+ pasien yang dalam masa penyembuhan dari tindakan bedah pinggul memiliki episode delirium. % $enyebab dari pasca operasi delirium termasuk stress dari pembedahan, sakit pasca operasi, pengobatan anti nyeri, ketidakseimbangan elektrolit, infeksi, demam, dan kehilangan darah. % % Sekitar .+4 pasien dengan luka bakar berat dan 1+%,+ 4 pasien dengan sindrom imunodefisiensi didapat "AIDS# 3sia lanjut merupakan faktor resiko dari terjadinya delirium, sekitar 1+ 5 ,+ persen dari pasien yang dira&at berusia *0 tahun dan memiliki episode delirium 6aktor predisposisi yang lain untuk delirium pada usia muda termasuk anak%anak, kerusakan otak, ri&ayat delirium, ketergantungan alkohol, diabetes, kanker, kerusakan sensori, dan malnutrisi. % Delirium terdapat pada -,%0*4 pasien ra&at dengan 1+4 darinya mengalami 7sindroma parsial7 "memenuhi gambaran delirium tanpa memenuhi kriteria diagnosis DS %I8#. % Rata%rata pasien mengalami delirium pada umur 90 tahun, dengan sebagian sedang memerlukan pera&atan rumah sakit dan timbul banyak tanda"sign# lagi setelah tiga hari atau lebih pera&atan atau pembedahan. :evkoff dkk. pada studi 1.0 usia manula di RS melaporkan hanya -+ 4 delirium dengan 1-4nya timbul selama pera&atan. ;uga pada studi ..0 pasien ra&at di unit geriatri akut dilaporkan oleh <7'eeffe dan :avan -=4 delirium selama pera&atan dengan .>4 terjadi kemudian. :ama rata%rata gejala , yang memenuhi

kriteria DS %III adalah 9 hari, meskipun 04 menetap lebih dari , minggu setelah didiagnosis. 1=4 nya dengan perburukan yang baru dari orientasi dan daya ingat yang masih tetap buruk selama sebulan, pada saat 1.4 mengalami perbaikan gejala. D. ETIOLOGI $enyebab utama delirium / -. $enyakit pada 2?S 5 encephalitis, space occupying lesions, tekanan tinggi intrakranial setelah episode epilepsi. .. Demam % penyakit sistemik 1. Intoksikasi dari obat%obatan atau @at toksik ,. Aithdra&al alkohol 0. 'egagalan metabolik 5 kardiak, respiratori, renal, hepatik, hipoglikemia Faktor predisposisi.

Demensia <bat%obatan multipel 3mur lanjut 'ecelakaan otak seperti stroke, penyakit $arkinson Bangguan penglihatan dan pendengaran 'etidakmampuan fungsional Cidup dalam institusi 'etergantungan alkohol Isolasi sosial 'ondisi ko%morbid multipel Depresi Ri&ayat delirium post%operative sebelumnya

Faktor pen et!s "presipitasi#.

$enyakit akut berat "termasuk, tetapi tak terbatas kondisi di ba&ah ini#
% % % % % % % % %

Infeksi, dll -+%104 Intoksikasi obatDracun ..%1>4 Aithdra&al ben@odia@epin Aithdra&al alkohol E defisiensi thiamin Fnsefalopati metabolik ".04# Asam basa dan gangguan elektrolit Cipoglikemia Cipoksia atau hiperkapnia Bagal heparDginjal

$olifarmasi (edah dan anestesi ?yeri post op yang tak dikontrol baik ?eurologis =4 "anoksia, stroke, epilepsi, dll# $erubahan dari lingkungan keluarga 7sleep deprivation7 Albumin serum rendah DemamDhipothermia Cipotensi perioperati $engekangan fisik $emekaian kateter terus menerus 'ardiovaskular 14 )ak ditemukan penyebab -+4

Medikasi terkait de$iri!% & (eberapa jenis obat%obatan, baik yang resmi dan terlarang dapat menyebabkan delirium, antara lain / -. Sedatif hipnotik -.-. (en@odia@epin -... 'loralhidrat, barbiturat ,

-.1. Anti kolinergik -.,. ben@tropin, oksibutirin .. Antihistamin mis difenhidramin 1. Antispasmodik misal / belladona, propanthelin ,. 6enothia@in misal/ thiorida@in 0. Antidepresan trisklik *. Antiparkinson misal levodopa, amantadin, pergolid, bromokriptin 9. Analgetik misal opiat "khususnya pethidin#, jarang / ?SAID,aspirin =. <bat anestesi >. Antipsikotik, khususnya beefek antikolinergik, misal klo@apin -+. Steroid / dapat tergantung dosis --. Antagonis histamin% ., khususnya simetidin, tetapi juga golongan ranitidin. -.. Antibiotik/aminoglikosid, penicillin, sefalosporin, sulfonamid dan beberapa flurokuinolon seperti siprofloksasin. -1. <bat kardiovaskuler dan antihipertensi, kinin,digoGin "padakadar normal#,amiodaron, propanolol, methiodopa -,. Antikonvulsan / fenitoin, karbama@epin, valproat, pirimidin, klona@@epam,kloba@am. -0. :ain%lain / lithium, flunoksilin, metoclopramid,imunosupresan. E. PATOFISIOLOGI

)anda dan gejala delirium merupakan manifestasi dari gangguan neuronal, biasanya melibatkan area di korteks serebri dan reticular activating sistem. Dua mekanisme yang terlibat langsung dalam terjadinya delirium adalah pelepasan neurotransmiter yang berlebihan "kolinergik muskarinik dan dopamin# serta jalannya impuls yang abnormal. Aktivitas yang berlebih dari neuron kolinergik muskarinik pada reticular activating sistem, korteks, dan hipokampus berperan pada gangguan fungsi kognisi "disorientasi, berpikir konkrit, dan inattention# dalam delirium. $eningkatan pelepasan dopamin serta pengambilan kembali dopamin yang berkurang misalnya pada peningkatan stress metabolik. Adanya peningkatan dopamin yang abnormal ini dapat bersifat neurotoksik

melalui produksi oksiradikal dan pelepasan glutamat, suatu neurotransmiter eksitasi. Adanya gangguan neurotransmiter ini menyebabkan hiperpolarisasi membran yang akan menyebabkan penyebaran depresi membran. (erdasarkan tingkat kesadarannya, delirium dapat dibagi tiga/ -. Delirium hiperaktif Ditemukan pada pasien dalam keadaan penghentian alkohol yang tiba%tiba, intoksikasi $hencyclidine "$2$#, amfetamin, dan asam lisergic dietilamid ":SD# .. Delirium hipoaktif Ditemukan pada pasien Cepatic Fncefalopathy dan hiperkapnia 1. Delirium campuran ekanisme delirium belum sepenuhnya dimengerti. Delirium dapat disebabkan oleh gangguan struktural dan fisiologis. Cipotesis utama adalah adanya gangguan yang irreversibel terhadap metabolisme oksidatif otak dan adanya kelainan multipel neurotransmiter. Asetilkolin <bat%obat anti kolinergik diketahui sebagai penyebab keadaan acute confusional states dan pada pasien dengan gangguan transmisi kolinergik seperti pada penyakit Al@heimer. $ada pasien dengan post%operative delirium, aktivitas serum anticholonergic meningkat. Dopamin Diotak terdapat hubungan reciprocal antara aktivitas kolinergic dan dopaminergic. $ada delirium, terjadi peningkatan aktivitas dopaminergic ?eurotransmitter lain Serotonin/ ditemukan peningkatan serotonin pada pasien hepatic encephalopathy dan sepsis delirium. Agen serotoninergic seperti :SD dapat pula menyebabkan delirium. 2ortisol dan beta%endorphins/ pada delirium yang disebabkan glukokortikoid eksogen terjadi gangguan pada ritme circadian dan beta%endorphin. ekanisme inflamasi

ekanisme inflamasi turut berperan pada patofisiologi delirium, yaitu karena keterlibatan sitokoin seperti intereukin%- dan interleukin%*, Stress psychososial dan angguan tisur berperan dalam onset delirium ekanisme struktural 6ormatio retikularis batang otak adalah daerah utama yang mengatur perhatian kesadaran dan jalur utama yang berperan dalam delirium adalah jalur tegmental dorsalis yang keluar dari formatio reticularis mesencephalic ke tegmentum dan thalamus. Adanya gangguan metabolik "hepatic encephalopathy# dan gangguan struktural "stroke, trauma kepala# yang mengganggu jalur anatomis tersebut dapat menyebabkan delirium. F. DIAGNOSIS

'riteria dia(nosti de$iri!% )erdasar DSM I* / 3ntuk Delirium karena kondisi medis umum/ -. Bangguan kesadaran disertai berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian, mempertahankan perhatian, atau perubahan atensi. .. $erubahan kognisi atau gangguan persepsi, yang tidak terkait demensia. 1. Bangguan yang berkembang dalam periode yang pendek "jam ke hari#, dan berfluktuasi sepanjang hari. ,. Adanya bukti%bukti dari ri&ayat penyakit, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium bah&a gangguan disebabkan oleh pengobatan umum, atau obat% obatan, atau gejala putus obat. 3ntuk Delirium Intoksikasi Hat/ -. Bangguan kesadaran disertai berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian, mempertahankan perhatian, atau perubahan atensi. .. $erubahan kognisi atau gangguan persepsi, yang tidak terkait demensia. 1. Bangguan yang berkembang dalam periode yang pendek "jam ke hari#, dan berfluktuasi sepanjang hari. ,. Adanya bukti%bukti dari ri&ayat penyakit, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium "A# atau "(#

A. Bejala dalam kriteria - dan . berkembang selama intoksikasi @at (. $emakaian medikasi secara etiologi berhubungan dengan gangguan. 3ntuk Delirium $utus Hat / -. Bangguan kesadaran disertai berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian, mempertahankan perhatian, atau perubahan atensi. .. $erubahan kognisi atau gangguan persepsi, yang tidak terkait demensia. 1. Bangguan yang berkembang dalam periode yang pendek "jam ke hari#, dan berfluktuasi sepanjang hari. ,. Adanya bukti%bukti dari ri&ayat penyakit, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium bah&a gejala dalam kriteria "-# dan ".# berkembang selama , atau segera setelah suatu sindroma putus 3ntuk Delirium 'arena $enyebab ultiple/

-. Bangguan kesadaran disertai berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian, mempertahankan perhatian, atau perubahan atensi. .. $erubahan kognisi atau gangguan persepsi, yang tidak terkait demensia. 1. Bangguan yang berkembang dalam periode yang pendek "jam ke hari#, dan berfluktuasi sepanjang hari. ,. Adanya bukti%bukti dari ri&ayat penyakit, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium bah&a delirium telah memiliki lebih dari satu penyebab "misalnya lebih dari satu penyebab kondisi medis umum, suatu kondisi medis umum ditambah intoksikasi @at atau efek samping medikasi#. 3ntuk Delirium Iang )idak Ditentukan/ 'ategori ini harus digunakan untuk mendiagnosis suatu delirium yang tidak memenuhi kriteria salah satu tipe delirium yang dijelaskan pada bagian ini. 2ontoh adalah

-. Suatu gambaran klinis delirium yang dicurigai

karena

kondisi medis umum atau pemakaian @at tetapi dimana tidak terdapat cukup bukti untuk menegakkan suatu penyebab spesifik. .. Delirium karena penyebab yang tidak dituliskan dalam bagian ini "misalnya pemutusan sensorik#. G. DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Dementia "6<< % 6+1#, Bangguan psikotik akut dan sementara "6.1. %#, Schi@ophrenia "6.+. %# Bangguan mood JaffectiveK "61+ % 61># 'eadaan putus @at dengan delirium "6lG.,#. 6+0.+ Delirium tak bertumpang tindih dengan dementia 6+0.- Delirium bertumpang tindih dengan dementia 6+0.= Delirium lainnya termasuk delirium yang disebabkan oleh berbagai penyebab 6+0.> Delirium I)) Delirium <nset akut berfluktuasi gangguan kesadaran organisasi pikiran terganggu Sering terjadi gangguan persepsi 'e&aspadaan selalu terganggu Dementia <nset perlahan%lahan Stabil atau progresif 'esadaran normal <rganisasi pikiran kurang ;arang terjadi gangguan persepsi 'e&aspadaan normal

H.

GE+ALA 'LINIS DARI DELIRIUM &

>

Gan((!an kesadaran Tin(ka, $ak! Pikiran Mood Persepsi Me%ori terganggu Illusi Callusinasi "visual# cemas, Irritable depresi (i@arre Ideas of reference &aham hiperaktif hipoaktif Disorientasi 'onsentrasi kurang

*Fluctuating course, worse in the evening Bambaran kunci dari delirium adalah suatu gangguan kesadaran, yang dalam DS I8

digambarkan sebagai penurunan kejernihan kesadaran terhadap lingkungan dengan penurunan kemampuan untuk memusatkan, mempertahankan atau mengalihkan perhatian. 'eadaan delirium mungkin didahului selama beberapa hari oleh perkembangan kecemasan, mengantuk, insomnia, halusinasi transient, mimpi menakutkan di malam hari, kegelisahan. -. kesadaran "arousal# -+

Dua pola umum kelainan kesadaran telah ditemukan pada pasien dengan delirium. Satu pola ditandai oleh hiperaktivitas yang berhubungan dengan peningkatan dari kesiagaan. $asien dengan delirium yang berhubungan dengan pemusatan @at seringkali mempunyai delirium hiperaktif yang juga dapat disertai dengann tanda otonomik, seperti kulit kemerahan, pucat, berkeringat, takikardi, pupil berdilatasi, mual%muntah dan hipertermi. $asien dengan gejala hipoaktif kadang%kadang diklasifikasikan sebagai sedang depresi, katatonik atau mengalami depresi. .. <rientasi <rientasi terhadap &aktu, tempat dan orang harus di uji pada pasien dengan delirium. <rientasi terhadap &aktu seringkali hilang, bahkan pada kasus deliriun yang ringan orientasi terhadap tempat dan kemampuan untuk mengenali orang lain mungkin juga terganggu pada kasus yang berat. 1. (ahasa dan 'ognisi 'elainan dapat berupa bicara yang melantur, tidak relevan atau membingungkan "inkoheren# dan gangguan kemampuan untuk mengerti pembicaraan. 6ungsi kognitif lainnya yang mungkin terganggu pada pasien delirium adalah fungsi ingatan dan kognitif umum. 'emampuan untuk menyusu, mempertahankan dan mengingat kenangan munkin terganggu, &alaupun ingatan kenangan yang jauh mungkin dipertahankan. $asien delirium juga mempunyai &aham yang tidak sistematis, kadang%kadang paranoid. ,.$ersepsi $asien dengan delirium seringkali mempunyai ketidakmampuan umum untuk membedakan stimulus sensorik dan untuk mengintegrasikan persepsi sekarang dengan pengalaman masa lalu mereka. Calusinasi juga relatif sering pada pasien delirium. Calusinasi paling sering adalah visual atau auditorik, &alaupun halusinasi dapat taktil atau olfaktorius. Ilusi visual dan auditoris juga sering pada delirium.

0.

ood

--

Bejala yang paling sering adalah kemarahan, kegusaran dan rasa takut yang tidak beralasan. 'elainan mood lain yang sering adalah apati, depresi, dan euforia. *. Bejala penyerta a. Bangguan tidur bangun )idur pasien secara karakteristik terganggu. $asien seringkali mengantuk selama siang hari dan dapat ditemukan tidur sekejap ditempat tidurnya atau diruang keluarga. )etapi tidur pada pasien delirium hampir selalu singkat dan terputus%putus. $asien seringkali mengalami eksaserbasi gejala delirium tepat sebelum tidur, dikenal sebagai sundowning. 'adang%kadang mimpi menakutkan di malam hari dan mimpi yang mengganggu pasien terus berlangsung ke keadaan terjaga sebagai pengalaman halusinasi. b. Bejala neurologis gejala neurologis yang sering menyertai berupa disfagia, tremor, asteriksis, inkordinasi dan inkontinensia urin. )anda neurologis fokal juga ditemukan sebagai bagian pola gejala pasien dengan delirium. I. PEMERI'SAAN LABORATORIUM $emeriksaan laboratorium pasien delirium harus termasuk tes%tes standar dan pemeriksaan tambahan yang diindikasikan oleh situasi klinis. FFB secara karakteristik menunjukkan perlambatan pada aktivitas dan dapat berguna dalam membedakan delirium dari depresi atau psikosis. $emeriksaan standar/ 'imia darah "termasuk elektrolit, indeks ginjal dan hati dan glukosa# Citung darah lengkap "2(2# dengan diferensiasi sel darah putih )es fungsi tiroid )es serologis sifilis )es antibodi CI8 3rinalisis F'B FFB 6oto toraks

-.

Skrining obat dalam darah dan urin )es tambahan jika diindikasikan 'ultur darah, urin, dan cairan serebrospinalis 'onsentrasi (-. "asam folat# 2)%Scan atau RI :$ atau pemeriksaan :2S +. MANAGEMENT PENGOBATAN

$engobatan secara langsung baik identifikasi dari underlying physical cause maupun menilai pengobatan dari anGietas, distress, dan problem prilaku. % % pasien perlu penentraman hati, dan reorientasi untuk mengurangi anGietas, cara ini perlu dilakukan dengan sering. 'eluarga pasien perlu diberitahukan dan diterangkan secara jelas mengenai penyakit pasien agar mengurangi kecemasannya sehingga keluarga pasien dapat menolong pasien dalam pera&at menjadi lebih tentram. % $ada pera&atan di rumah sakit pasien sebaiknya dira&at di ruangan yang tenang juga cukup cahaya agar pasien dapat tahu dimana dia berada namun dengan penerangan dimana tidak mengganggu tidur pasien. % % % 'eluarga maupun teman perlu menemani dan menjenguk pasien. $enting untuk memberi sedapat mungkin sejak terjadi perburukan dari delirium. Dosis yang kecil dari ben@odia@epin atau obat hypnotic lain sangat berguna untuk membut pasien tidur saat malam. (en@odia@epin harus dihindari saat siang dimana efek sedasinya dapat meningkatkan disorientasi. % 'etika pasien dalam keadaan yang menderita dan gangguan prilaku, monitor pengobatan antipsikotik secara hati%hati dapat sangat berharga. Ikuti dengan dosis inisial yng cukup untuk mengobati situasi akut, dosis obat oral secara reguler dapat diberikan secara adekuat agar pasien tidak mengantuk berlebihan. Caloperidal dapat diberikan dimana dosis harian -+%*+mg. ;ika perlu dosis pertama antara .%0mg dapat diberikan intramuskular.

-1

Pen(o)atan Far%ako$o(is De$iri!% & Dua gejala utama dari delirium yang mungkin memerlukan pengobatan farmakologis adalah psikosis dan insomnia. <bat yang terpilih untuk psikosis adalah Caloperidol. Droperidol "Inapsine# adalah suatu butyrophenone yang tersedia sebagai suatu formula intravena alternative , &alaupun monitoring elektrokardiogram adalah sangat penting pada pengobatan ini. Bolongan phenothia@ine harus dihindari pada pasien delirium karena obat tersebut disertai dengan aktifitas antikolinergik yang bermakna.Insomnia paling baik diobati dengan golongan ben@odia@epine dengan &aktu paruh pendek atau dengan hydroGy@ine "8istaril#, .0 sampai -++mg. -. $engobatan termasuk pengobatan pada penyakit yang mendasari dan identifikasi medikasi yang mempengaruhi derajat kesadaran. .. <lan@apine "HypreGa# / adalah obat neuroleptic atipikal, dengan efek ekstrapiramidal yang ringan, efektif untuk pengobatan delirium yang disertai agitasi. Dosisnya dimulai dengan .,0mg, dan meningkat sampai .+ mg po jika dibutuhkan. <lan@epine dapat menurunkan ambang kejang, namun sisanya dapat ditoleransi dengan cukup baik. 1. Risperidone "risperidal#, juga efektif dan dapat ditoleransi dengan baik, dimulai dengan +,0 mg dua kali sehari atau -mg sebelum &aktu tidur, meningkat sampai 1 mg . kali sehari jika dibutuhkan. ,. Caloperidol "haldol#, dpat digunakan dengan dosis yang rendah "+.0 mg sampai dengan . mg . kali sehari#, jika dibutuhkan secara intravena. Ffek samping ekstra pyramidal dapat terjadi, dapat ditambahkan sedative, misalnya lora@epam dia&ali +,0 mg sampai - mg setiap 1 sampai = jam jika dibutuhkan.

-,

'.

PROGNOSIS

Setelah identifikasi dan menghilangkan faktor penyebab, gejala delirium biasanya menghilang dalam periode 1%9 hari, &alaupun beberapa gejala mungkin membutuhkan &aktu sampai . minggu untuk menghilang secara lengkap. Semakin lanjut usia pasien dan semakin lama pasien mengalami delirium semakin lama &aktu yang diperlukan bagi delirium untuk menghilang. Ingatan tentang apa yang dialami selama delirium, jika delirium telah berlalu, biasanya hilang timbul, dan pasien mungkin menganggapnya sebagai mimpi buruk, sebagai pengalaman yang mengerikan yang hanya diingat secara samar%samar.

-0

PEMERI'SAAN MINIMENTAL STATE A <RIF?)ASI ;F?IS $F FRI'SAA? (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar sekarang jam berapa, hari apa, tanggal berapa, bulan apa dan tahun berapaL . (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar, apa nama rumah sakit ini, ruangan ini, di kota apa, propinsi apa, negara apaL 1 (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar. $emeriksa menyebutkan 1 angka yang tidak saling berhubungan. Diusahakan agar penderita dapat mengulangi ketiganya dengan benar , (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar. $enderita diminta untuk menghitung -++%9 yang kemudian dikurangi tujuh lagi, berurutan sampai 0 kali 0 (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar. $enderita disuruh mengulang 1 nama yang disebutkan pada tes registrasi * (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar. $enderita disuruh menyebutkan . benda yang diperlihatkan, misalnya $F?SI: dan AR:<;I 9 (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar. $enderita disuruh mengulang kata%kata ini / (3'A? 'A:A3, DA? A)A3 )F)A$I = (eri - angka untuk setiap ja&aban yang benar. $enderita disuruh mengikuti 1 perintah, misal / Mdengan telunjuk kanan tunjuk hidung, kemudian tunjuk telinga kiri atauambilah kertas ini dengan tangan kanan kemudian lipat dan simpan di bawah bantal. > (eri - angka bila penderita menutup matanya pemeriksa menulis / )3)3$ A)A A?DA, penderita disuruh untuk melakukan apa yang tertulis -+ (eri - angka bila kalimat yang ditulis masuk akal dan memiliki subyek dan kata kerja $enderita disuruh menulis satu kalimat -(eri - angka bila penderita dapat menirukan gambar dengan benar $emeriksa membuat gambar sepasang segi lima yang saling memotong dengan tiap sisi .,0 cm ;umlah semua sudut -+ dan . sudut saling memotong $<I?) 0 0 1 ?I:AI

RFBIS)RASI

2 D F

A)F?SI DA? 'A:'3:ASI RF2A:: :A?B3ABF

0 1 . 1

;3 :AC ?I:AI

1+

-*

DAFTAR PUSTA'A

(uchanan R. A., N 2arpenter A. )., ;r., 'aplan and SadockOs 2omprehensive )eGtbook of $hyciatry 9th edition, $hiladelphia, :ippincott Ailliams N Ailkins, .+++ Direktorat ;endral $elayanan edis, $edoman $enggolongan dan Diagnosis Bangguan

;i&a di Indonesia III, cetakan pertama, ;akarta / Departemen 'esehatan RI, ->>1 ycek . ;., Carvey R. A., 2hampe $. 2., :ipincott Illustrated Revie&s .nd edition,

$hildeaphia, :ippincott Ailliams N Ailkins,->>9. ichael Belder, Richard ?e& Iork, ->>>. ;uli A oran, ichael I Dorevitch " Delirium in the Cospitalised Flderly # ayou, ;ohn Beddes., $sychiatry .nd edition, <Gford 3niversity,

)he Australian ;ournal of Cospital $harmacy 8olume 1-, ?o. -, .++-.

-9