Anda di halaman 1dari 38

Pengenalan Penyakit skizofrenia sebetulnya sudah lama dikenal berabad-abad yang lalu, namun baru kira-kira seratus tahun

yang lalu uraian penyakit ini dapat ditemui dalam kepustakaan kedokteran. Menurut catatan sejarah adalah 4 ilmuan (dokter) yang merupakan tokoh konseptor kizofrenia, yaitu !ughlings "ackson (#$$%), &ugen 'leuier (#()$), &mil chneider (#(+() yang masing-masing menyoroyi *raepelin (#(#(), dan *urt

kizofrenia ini dari sudut pandang yang berbeda. ,api dikemudian hari ternyata pandangan mereka merupakan suatu kesatuan -. Skizofrenia merupakan penyakit kronis otak yang timbul akibat

ketidakseimbangan pada dopamine, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. .a adalah gangguan ji/a psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. ering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra)1,4. Insidensi kizofrenia bisa mengenai siapa saja. 0ata 1merican Psychiatric 1ssociation (1P1) tahun #((+ menyebutkan #2 populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. (3ikipedia .ndonesia). Menurut 0 M-.4-,5 insiden pertahun dari skizofernia berkisar ).+ sampai +.) per #).))) dengan 6ariasi geografis. 0itemukan disemua tempat di dunia, insiden dan pre6alensinya secara kasar sama 2. 3alaupun insidensi pada lelaki dan /anita sama, gejala munculpada lelaki lebih a/al. %+2 Penderita skizofrenia lelaki mulai mengidapnya pada usia #7-8+ tahun dan /anita biasanya antara 8) --) tahun. 9sia remaja dan de/asa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. *ondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri 4.

Gejala dan Klinis Pada masa ini, tidak ada pemeriksaan fisik maupun lab yang bisa mendiagnosa skizofrenia. eorang dokter biasanya mencapai diagnosanya berdasarkan gejala-gejala klinis. 0engan pemeriksaan fisik biasanya kita dapat menyingkirkan penyakit lain yang mungkin menyebabkan keadaan sakit yang serupa pada pasien (epilepsi, metabolik, disfungsi tiroid, tumor otak, zat psikoaktif, lain-lain). aat ini beberapa penelitian telah mengklasifikasikan skizofrenia menurut kombinasi + buah gejala yang muncul, yaitu: #. ;ejala positif 8. ;ejala negatif -. *ognitif 4. 1gresif< hostile +. 0epresif < cemas "aras dopamin, mesolimbik, suatu projeksi dari area 6entral tegmental ke arah daerah limbik, termasuk nukleus akumbens. Pada hipotesis dopamin, terjadi pelepasan dopamin yang berlebihan di jaras tersebut yang akan menyebabkan gejala positif psikosis, yaitu: 0elusi atau /aham, yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional. !alusinasi, yaitu pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan. *ekacauan alam pikir, dilihat dari isi pembicaraannya, bicaranya kacau. ;aduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan. Merasa dirinya =>rang 'esar?, merasa serba mampu, serba hebat dan sejenisnya. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya. Menyimpan rasa permusuhan. "aras mesokortikal, berasal dari area 6entral tegmental di batang otak, berprojeksi ke korte@ limbik. 1pabila terjadi defisiensi dopamin, atau terjadi blokade dopamin, maka akan muncul gejala negatif, yaitu:

1fek tumpul dan mendatar, yaitu /ajahnya tidak ada ekspresi. Menarik diri atau mengasingkan diri (/ithdra/n), tidak mau bergaul atau kontak dengan orang lain, suka melamun (day dreaming) *ontak emosional amat =miskin=, sukar diajak bicara, pendiam. Pasif dan apatis, menarik diri dari pergaulan sosial. ulit untuk pikir abstrak

Pola pikir stereotip. ,idak ada<kehilangan dorongan kehendak (a6oilition) dan tidak ada spontanitas, monotron serta tidak ingin apa-apa dan serba malas. Problema kognitif juga ditemui seperti, gangguan berpikir, inkoheren, assosiasi longgar, neologisme, hendaya perhatian, hendaya dalam meproses informasi. edangkan gejala agresif, seperti hostility, acting out kepada diri sendiri (bunuh diri), orang lain (menyerang), dan benda (menghancurkan), kasar, buruknya kontrol impulse, dan akting out seksual. ;ejala depresif dan cemas juga berhubungan dengan skizofrenia, seperti rasa bersalah, tension, iritabel, dan rasa cemas 3. ETIOLOGI dan PATOFISIOLOGI kizofrenia kemungkinan merupakan suatu kelompok gangguan dengan penyebab yang berbeda dan secara pasti memasukkan pasien yang gambaran klinisnya, respon pengobatannya, dan perjalanan penyakitnya adalah ber6ariasi. I. Model Diatesis-Stres atu model untuk integrasi faktor biologis dan faktor psikososial dan lingkungan adalah model diatesis-stres. Model ini mendalilkan bah/a seseorang mungkin memiliki suatu kerentanan spesifik (diatesis) yang, jika dikenai oleh suatu pengaruh lingkungan yang menimbulkan stres, memungkinkan perkembangan gejala skizofrenia. Pada model diatesis-stres yang paling umum diatesis atau stres dapat biologis atau lingkungan atau keduanya. *omponen lingkungan dapat biologis (sebagai contoh, infeksi) atau psikologis (sebagai contoh, situasi keluarga yang penuh ketegangan atau kematian teman dekat).

0asar biologis untuk suatu diatesis dibentuk lebih lanjut oleh pengaruh epigenetik, seperti penyalahgunaan zat, stres psikologis, dan trauma. II. Faktor iologis Penyebab skizofrenia tidak diketahui. ,etapi dalam dekade yang lalu semakin banyak penelitian telah melibatkan peranan patofisiologis untuk daerah tertentu di otak, termasuk sistem limbik, korteks frontalis, dan ganglia basalis. ,entu saja ketiga daerah tersebut adalah saling berhubungan, sehingga disfungsi pada salah satu daerah mungkin melibatkan patologi primer di daerah lainnya. 0ua jenis penelitian telah melibatkan sistem limbik sebagai suatu tempat potensial untuk patologi primer pada sekurangnya suatu bagian, kemungkinan bahkan pada sebagian besar, pasien skizofrenik, dua tipe penelitian adalah pencitraan otak pada orang yang hidup dan pemeriksaan neuropatologi pada jaringan otak postmortem. 3aktu suatu lesi neuropatologis tampak di otak dan interaksi lesi dengan lingkungan dan stresor sosial masih merupakan bidang penelitian yang aktif. 0asar untuk timbulnya abnormalitas mungkin terletak pada perkembangan abnormal (sebagai contoh, migrasi abnormal neuron di sepanjang glia radial selama perkembangan). 1tau dalam degenerasi neuron setelah perkembangan (sebagai contoh, kematian sel terprogram yang a/al secara abnormal, seperti yang tampak terjadi pada penyakit !untington). ,etapi ahli teori masih memegang kenyataan bah/a kembar monozigotik mempunyai angka ketidak sesuaian +)2, jadi menyatakan bah/a terdapat interaksi yang tidak dimengerti antara lingkungan dan perkembangan skizofrenia. uatu penjelasan lain adalah, /alaupun kembar monozigotik mempunyai informasi genetika yang sama, pengaturan ekspresi gen saat mereka menjalani kehidupan yang terpisah adalah berbeda. Aaktor-faktor yang mengatur ekspresi gen baru saja mulai dimengertiB kemungkinan melalui regulasi gen yang berbeda, satu kembar monozigotik menderita skizofrenia, sedangkan yang lainnya tidak. Prinsi! "iset #$%$ uatu rancangan dasar dalam riset biologis pada skizofrenia adalah untuk mengukur beberapa 6ariabel biologis dalam suatu kelompok pasien skizofrenik dan dalam kelompok orang sakit bukan psikiatrik atau pasien psikiatrik nonskizofrenik. 5atarata daripada pengukuran tersebut selanjutnya dibandingkan untuk menentukan apakah

kelompok skizofrenik berbeda dari kelompok pembanding. Pendekatan tersebut memiliki beberapa keberatan. Pertama, sulit untuk menemukan suatu kelompok kontrol yang benar-benar sesuai dengan kelompok skizofrenik, karena kelompok skizofrenik mungkin terpengaruhi oleh terapi obat dan situasi psikososial yang paling mengendalikan belum dialami. *edua, jika perbedaan ditentukan dengan menggunakan pendekatan tersebut, sulit untuk mengetahui kepentingan perbedaan. 0itunjukkannya suatu perbedaan antara kelompok-kelompok tidak menyatakan bah/a pengukuran adalah berhubungan sebab dengan skizofrenia. uatu perbedaan dalam pengukuran biologis tersebut mungkin sekunder karena proses penyakit atau pengobatan. Ceurologi klinis mempunyai banyak contoh dari suatu tipe lesi tunggal yang menyebabkan seluruh rentang keadaan psikologis, terentang dari normal sampai setiap diagnosis di dalam 0 M-.4. ebagai contoh, banyak orang mempunyai penyakit serebro6askular, tetapi beberapa dari mereka tidak mempunyai gejala psikologis, beberapa mempunyai gangguan depresif, dan yang lainnnya mempunyai mania atau psikosis. Dontoh lain adalah penyakit !untington, yang dapat terbatas pada suatu gangguan neurologis yang tertentu atau dapat disertai dengan setiap diagnosis dalam 0 M-.4. ebaliknya, suatu kelainan spesifik tunggal di dalam otak dapat mempunyai penyebab yang berbeda. Integrasi Teori iologis 0aerah otak utama yang terlibat dalam skizofrenia adalah struktur limbik, lobus frontalis, dan ganglia basalis. ,alamus dan batang otak juga terlibat karena peranan talamus sebagai mekanisme pengintegrasi dan kenyataan bah/a batang otak dan otak tengah adalah lokasi utama bagi neuron aminergik asenden. ,etapi, sistem limbik semakin merupakan perhatian dari kebanyakan pengujian untuk membangun teori (theory-building exercise). ebagai contoh, satu penelitian tentang kembar yang tidak sama-sama menderita skizofrenia dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik dan pengukuran aliran darah serebral. Peneliti telah menentukan sebelumnya bah/a daerah hipokampus dari hampir setiap kembar yang terkena adalah lebih kecil daripada kembar yang tidak terkena dan bah/a kembar yang terkena juga mempunyai peningkatan aliran darah yang lebih kecil ke korteks frontalis dorsolateral saat melakukan prosedur ebagai contoh, penyakit Parkinson mempunyai penyebab idiopatik, infeksi, traumatik, dan toksik.

akti6asi-psikologis. Penelitian menemukan suatu hubungan antara kedua kelainan tersebut, yang menyatakan bah/a kedua temuan adalah berhubungan, /alaupun suatu faktor ketiga mungkin mempengaruhi masing-masing 6ariabel. &i!otesis Do!a$in 5umusan yang paling sederhana dari hipotesis dopamin untuk skizofrenia menyatakan bah/a skizofrenia disebabkan dari terlalu banyaknya akti6itas dopaminergik. ,eori tersebut timbul dari dua pengamatan. Pertama, kecuali untuk clozapine, khasiat dan potensi antipsikotik adalah berhubungan dengan kemampuannya untuk bertindak sebagai antagonis reseptor dopaminergik tipe 8 (08). *edua, obat-obatan yang meningkatkan akti6itas dopaminergik, yang paling jelas adalah amfetamin, yang merupakan salah satu psikotomimetik. ,eori dasar tidak memperinci apakah hiperakti6itas dopaminergik adalah karena terlalu banyaknya pelepasan dopamin, terlalu banyaknya reseptor dopamin, atau kombinasi keduanya. ,eori dasar juga tidak menyebutkan apakah jalur dopamin di otak mungkin terlibat, /alaupun jalur meoskortikal dan mesolimbik paling sering terlibat. Ceuron dopaminergik di dalam jalur tersebut berjalan dari badan selnya di otak tengah ke neuron dopaminoseptif di sistem limbik dan korteks serebral. !ipotesis dopaminergik tentang skizofrenia terus diperbaiki dan diperluas. atu bidang spekulasi adalah bah/a reseptor dopamine tipe # (0 #) mungkin memainkan peranan dalam gejala negatif, dan beberapa peneliti tertarik dalam menggunakan agonis 0# sebagai pendekatan pengobatan untuk gejala tersebut. 5eseptor dopamin tipe + (0+) yang baru ditemukan adalah berhubungan dengan reseptor 0# dan dapat meningkatkan penelitian. 0alam cara yang sama reseptor dopamin tipe - (0 -) dan dopamin tipe 4 (04) adalah berhubungan dengan reseptor 08 dan akan merupakan sasaran penelitian karena agonis dan antagonis spesifik adalah dikembangkan untuk reseptor tersebut. ekurangnya satu penelitian telah melaporkan suatu peningkatan reseptor 04 dalam sampel otak postmortem dari pasien skizofrenik. 3alaupun hipotesis dopamin tentang skizofrenia telah merangsang penelitian skizofrenia selama lebih dari dua dekade dan masih merupakan hipotesis neurokimia/i yang utama, hipotesis tersebut memiliki dua masalah. Pertama, antagonis dopamin adalah efektif dalam mengobati hampir semua pasien psikotik dan pasien yang teragitasi berat,

tidak tergantung pada diagnosis. 0engan demikian, adalah tidak mungkin untuk menyimpulkan bah/a hiperakti6itas dopaminergik adalah unik untuk skizofrenia. ebagai contoh, antagonis dopamin juga digunakan untuk mania akut. *edua beberapa data elektrofisiologis menyatakan bah/a neuron dopaminergik mungkin meningkatkan kecepatan pembakarannya sebagai respon dari pemaparan jangka panjang dengan obat antipsikotik. 0ata tersebut menyatakan bah/a abnormalitas a/al pada pasien skizofrenia mungkin melibatkan keadaan hipodopaminergik. uatu peranan penting bagi dopamin dalam patofisiologi skizofrenia adalah konsisten dengan penelitian yang telah mengukur konsentrasi plasma metabolit dopamin utama, yaitu homo6anilic acid. 'eberapa penelitian sebelumnya telah menyatakan bah/a, dalam kondisi eksperimental yang terkontrol cermat, konsentrasi homo6anilic acid plasma dapat mencerminkan konsentrasi homo6anilic acid di sistem saraf pusat. Penelitian tersebut telah melaporkan suatu hubungan positif antara konsentrasi homo6anilic acid praterapi yang tinggi dan dua faktor: keparahan gejala psikotik dan respon terapi terhadap obat antipsikotik. Penelitian homo6anilic acid plasma juga telah melaporkan bah/a, setelah peningkatan sementara konsentrasi homo6anilic acid plasma, konsentrasi menurun secara mantap. Penurunan tersebut dihubungkan dengan perbaikan gejala pada sekurangnya beberapa pasien. 'e%rotrans$itter Lainn(a 3alaupun dopamin adalah neurotransmiter yang telah mendapatkan sebagian besar perhatian dalam penelitian skizofrenia, meningkatnya perhatian juga telah ditujukan pada neurotransmiter lainnya. Mempertimbangkan neurotransmiter lain adalah diharuskan untuk sekurangnya dua alasan. Pertama, karena skizofrenia kemungkinan merupakan suatu gangguan yang heterogen, maka mungkin bah/a kelainan pada neurotransmiter yang berbeda menyebabkan sindroma perilaku yang sama. ebagai contoh, zat halusinogenik yang mempengaruhi serotonin-sebagai contoh, lysergic acid diethylamide (E 0)- dan dosis tinggi zat yang mempengaruhi dopamin-sebagai contoh, amfetamin-dapat menyebabkan gejala psikotik yang sulit dibedakan dari intoksikasi. *edua, penelitian neurologi dasar telah jelas menunjukkan bah/a neuron tunggal dapat mengandung lebih dari satu neurotransmiter dan mungkin memiliki reseptor neurotransmiter untuk lebih dari setengah lusin neurotransmiter. "adi, berbagai

neurotransmiter di otak adalah terlibat dalam hubungan interaksional kompleks, dan fungsi yang abnormal dapat menyebabkan perubahan pada setiap zat neurotranmiter tunggal. Serotonin erotonin telah mendapatkan banyak perhatian dalam penelitian skizofrenia sejak pengamatan bah/a antipsikotik atipikal mempunyai akti6itas berhubungan dengan serotonin yang kuat (sebagai contoh, clozapine, risperidone, ritanserin). ecara spesifik, antagonisme pada reseptor serotonin (+-hydro@ytryptamine) tipe 8 (+-!, 8) telah disadari penting untuk menurunkan gejala psikotik dan dalam menurunkan perkembangan gangguan pergerakan berhubungan dengan antagonisme-08. eperti yang juga telah dinyatakan dalam penelitian tentang gangguan mood, akti6itas serotonin telah berperan dalam perilaku bunuh diri dan impulsif yang jug adapat ditemukan pada pasien skizofrenik. 'ore!inefrin 'eberapa peneliti telah melaporkan bah/a pemberian antipsikotik jangka panjang menurunkan akti6itas neuron noradrenergik di lokus sereleus dan bah/a efek terapetik dari beberapa antipsikotik mungkin melibatkan akti6itasnya pada reseptor adrenergik-# dan adrenergik-8. /alaupun hubungan antara akti6itas dopaminergik dan noradrenergik masih belum jelas, semakin banyak data yang menyatakan bah/a sistem noradrenergik memodulasi sistem dopamminergik dalam cara tertentu sehingga kelainan sistem noradrenergik mempredisposisikan pasien untuk sering relaps. Asa$ A$ino Ceurotransmiter asam amino inhibotro gamma-aminobutyric acid (;1'1) juga telah terlibat dalam patofisiologi skizofrenia. 0ata yang tersedia adalah konsisten dengan hipotesis bah/a beberapa pasien dengan skizofrenia mengalami kehilangan neuron ;1'1-ergik di dalam hipokempus. !ilangnya neuron inhibitor ;1'1-ergik secara teoritis dapat menyebabkan hiperakti6itas neuron dopaminergik dan noradrenergik. Ceurotransmiter asam amino eksitasi glutamat telah juga dilaporkan terlibat dalam dasar biologis untuk skizofrenia. akibat glutamat. uatu rentang hipotesis telah diajukan untuk glutamat, termasuk hipotesis hiperakti6itas, hipoakti6itas, dan hipotesis neurotoksisitas

'e%ro!atologi Siste$ li$)ik istem limbik, karena peranannya dalam mengendalikan emosi, telah dihipotesiskan terlibat dalam dasar patofisiologis untuk skizofrenia. Pada kenyataannya, sistem limbik telah terbukti merupakan daerah yang paling subur dalam penelitian neuropatologis unutk skizofrenia. Eebih dari setengah lusin penelitian yang terkontrol baik pada sampel otak skizofrenik postmortemtelah menemukan suatu penurunan ukuran daerah termasuk amigdala, hipokampus, dan girus parahipokampus. ,emuan neuropatologis tersebut mendukung pengamatan serupa yang dilakukan dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik (M5.) pada pasien skizofrenik yang hidup. Ganglia asalis ;anglia basalis telah merupakan perhatian teoritis dalam skizofrenia karena sekurangnya dua alasan. Pertama, banyak pasien skizofrenik yang mempunyai pergerakan yang aneh, bahkan tanpa adanya gangguan pergerakan akibat medikasi (sebagai contoh, tardi6e dyskinesia). ;erakan yang aneh dapat termasuk gaya berjalan yang kaku, menyeringaikan /ajah (facial grimacing), dan stereotipik. *arena ganglia basalis terlibat dalam mengendalikan pergerakan, dengan demikian patologi pada ganglia basalis dilibatkan dalam patofisiologi skizofrenia. *edua, dari semua gangguan neurologis yang dapat memiliki psikosis sebagai suatu gejala penyerta, gangguan pergerakan yang mengenai ganglia basalis (sebagai contoh, penyakit !untington) adalah salah satu yang paling sering berhubungan dengan psikosis pada pasien yang terkena. Aaktor lain yang melibatkan ganglia basalis dalam patofisiologi skizofrenia adalah kenyataan bah/a ganglia basalis berhubungan timbal balik dengan lobus frontalis, dengan demikian meningkatkan kemungkinan bah/a kelainan pada fungsi lobus frontalis yang terlihat pada beberapa pemeriksaan pencitraan otak mungkin disebabkan oleh patologi di dalam ganglia basalis, bukan di dalam lobus frontalis itu sendiri. Penelitian neuropatologis pada ganglia basalis telah menghasilkan berbagai laporan yang tidak meyakinkan tentang hilangnya sel atau penuruan 6olume globus palidus dan substansia nigra. ebaliknya, banyak penelitian telah menunjukkan suatu peningkatan jumlah reseptor 08 di dalam kaudatus, putamen, dan nukleus akumbensB tetapi, pertanyaan adalah apakah peningkatan tersebut sekunder karena pasien telah

mendapatkan medikasi antipsikotik. 'eberapa peneliti telah mulai mempelajari sistem serotonergik dalam ganglia basalis, karena peranan serotonin dalam gangguan psikologis dinyatakan oleh manfaat klinis obat antipsikotik dengan akti6itas serotonergik (sebagai contoh, clozapine, risperidone). Pen*itraan Otak To$ografi Ko$!%ter Penelitian a/al yang menggunakan tomografi komputer (D,) pada populasi skizofrenik mungkin telah menghasilkan data yang paling a/al dan paling meyakinkan bah/a skizofrenia dapat dipercaya sebagai penyakit otak. Penelitian tersebut telah secara konsisten menunjukkan bah/a otak pasien skizofrenik mempunyai pembesaran 6entrikel lateral dan 6entrikel ketiga dan suatu derajat penurunan 6olume kortikal. ,emuan tersebut dapat diinterpretasikan sebagai konsisten dengan adanya jaringan otak yang lebih sedikit dari biasanya pada pasien yang terkenaB apakah penurunan jumlah jaringan otak tersebut disebabkan kelainan perkembangan atau karena degenerasi adalah masih belum terpecahkan. Penelitian D, lainnya telah melaporkan asimetrisitas serebral yang abnormal, penurunan 6olume serebelum, dan perubahan densitas otak pada pasien skizofrenik. 'anyak penelitian D, telah menghubungkan adanya kelainan pemeriksaan D, dengan adanya gejala negatif atau defisit, gangguan neuropsikiatrik, peningkatan gejala neurologis, gejala ekstrapiramidalis yang sering dari antipsikotik, dan penyesuaian pramorbid yang buruk. 3alaupun tidak semua penelitian D, telah menegakkan anggapan tersebut, penelitian telah menimbulkan kesan bah/a semakin banyak bukti neuropatologi yang ada, semakin serius gejalanya. ,etapi, kelainan yang dilaporkan pada penelitian D, pada pasien skizofrenik juga telah dilaporkan pada keadaan neuropsikiatrik lainnya, termasuk gangguan mood, gangguan berhubungan alkohol, dan demensia. "adi, perubahan tersebut kemungkinan tidak spesifik untuk proses patofisiologis skizofrenia dasar. ejumlah penelitian telah berusaha untuk menentukan apakah kelainan yang terdeteksi oleh D, adalah progresif atau statik. 'eberapa penelitian telah menyimpulkan bah/a lesi yang diamati pada D, ditemukan pada onset penyakit dan tidak berkembang. ,etapi penelitian lain, telah menyimpulkan bah/a patologi yang di6isualisasikan oleh D,

terus berkembang selama penyakit. "adi, apakah proses patologis aktif adalah terus berkembang pada pasien skizofrenik adalah masih belum pasti. 3alaupun pembesaran 6entrikel pada pasien skizofrenik dapat ditunjukkan jika digunakan kelompok-kelompok pasien dan kontrol, perbedaan antara orang yang terkena dan tidak terkena adalah ber6ariasi dan biasanya kecil. 0engan demikian, penggunaan D, dalam diagnosis skizofrenia adalah terbatas. ,etapi, beberapa data menyatakan bah/a 6entrikel lebih besar pada pasien dengan tardi6e dyskinesia daripada pasien yang tidak menderita tardi6e dyskinesia. "uga, beberapa data menyatakan bah/a pembesaran 6entrikel adalah lebih sering ditemukan pada pasien laki-laki daripada /anita. Pen*itraan "esonansi Magnetik Pencitraan resonansi magnetik (M5.) a/alnya digunakan untuk memperjelas temuan pada pemeriksaan D, tetapi selanjutnya digunakan untuk memperluas pengetahuan tentang patofisiolofi skizofrenia. atu penelitian M5. yang paling penting adalah pemeriksaan kembar monozigotik yang tidak sama-sama menderita skizofrenia. Penelitian menunjukkan bah/a hampir semua kembar yang menderita skizofrenia mempunyai 6entrikel serebral yang lebih besar daripada kembar yang tidak terkena, /alaupun sebagian besar kembar yang terkena mempunyai 6entrikel serebral di dalam suatu rentang normal. Peneliti yang menggunakan M5. dalam riset skizofrenia telah menggunakan sifatsifat resolusi yang unggul, dibandingkan dengan D,, dan informasi kualitatif, sebagai contoh, yang didapatkan dengan menggunakan berbagai urutan signal untuk mendapatkan citra ,# atau ,8 yang diperkuat. 5esolusi unggul dari M5. telah menghasilkan beberapa laporan bah/a 6olume kompleks hipokampus-amigdala dan girus parahipokampus adalah menurun pada pasien skizofrenik. atu penelitian terakhir menemukan suatu penurunan spesifik dari daerah otak tersebut di hemisfer kiri, dan bukan di hemisfer kanan, /alaupun penelitian lain telah menemukan penurunan 6olume bilateral. 'eberapa penelitian telah menghubungkan penurunan 6olume sistem limbik dengan derajat psikopatologi atau parameter lain keparahan penyakit. "ugatelah terdapat laporan /aktu relaksasi ,# dan ,8 yang berbeda pada pasien skizofrenik, khususnya yang diukur di daerah frontalis dan temporalis.

S!ektrosko!i "esonansi Magnetik pektroskopi resonansi magnetik (M5 ) adalah suatu teknik yang memungkinkan pengukuran konsentrasi molekul spesifik-sebagai contoh, adenosisn trifosfat (1,P)-di dalam otak. 3alaupun teknik ini masih dalam a/al perkembangannya, beberapa laporan pendahuluan yang menggunakan M5 untuk mempelajari skizofrenia telah ditemukan di dalaam literatur. atu penelitian yang manggunakan pencitraan M5 pada korteks prafrontalis dorsolateral menemukan bah/a, dibandingkan dengan kelompok kontrol, pasien skizofrenik mempunyai tingkat fosfomonoester dan fosfat inorganik yang lebih rendah dan tingkat fosfodiester dan adenosin trifosfat yang leboh tinggi. 0ata tersebut menunjukkan metabolisme senya/a yang mengandung fosfat yang konsisten dengan hipoakti6itas di daerah otak tersebut, dengan demikian mendukung temuan dari penelitian pencitraan otak lainnya-sebagai contoh, tomografi emisi positron (P&,). To$ografi E$isi Positron ebagian besar penelitian dengan P&, telah mengukur penggunaan glukosa atau aliran darah serebral, dan temuan positif telah menyimpulkan hipoakti6itas di lobus frontalis, gangguan akti6asi daerah otak tertentu setelah stimulasi tes psikologis, dan hiperakti6itas di ganglia basalis relatif terhadap korteks serebral. ,etapi, sejumlah penelitian gagal menghasilkan temuan tersebut, /alaupun hasil akti6asi-abnormal

tampaknya merupakan temuan yang kuat. Pada penelitian tersebut aliran darah pasien diperiksa dengan menggunakan P&,, tomografi komputer emisi foton tunggal ( P&D,B single photon emission computed tomography), atau sistem pencitraan otak aliran darah regional. aat aliran darah diukur, pasien diminta untuk melakukan suatu tugas psikologis yang dianggap mengakti6asi suatu bagian tertentu dari korteks serebral pada subjek kontrol yang normal. atu penelitian yang paling terkontrol baik dengan rancangan tersebut telah menemukan bah/a pasien skizofrenik, berbeda dengan kelompok kontrol, gagal untuk meningkatkan aliran darah ke korteks prafrontalis dorsolateral saat mengerjakan 3isconsin Dard- orting ,est.

"enis kedua penelitian P&, telah menggunakan ligan radioaktif untuk memperkirakan jumlah reseptor 08 yang ada. 0ua penelitian yang paling banyak dibicarakan tidak sependapatB satu kelompok melaporkan adanya peningkatan jumlah reseptor 08 di ganglia basalis, dan kelompok lain melaporkan tidak adanya perubahan jumlah reseptor 08 di ganglia basalis. Perbedaan antara dua penelitian tersebut mungkin disebabkan digunakannya dua ligan yang berbeda, pasien skizofrenik yang jenisnya berbeda, atau perbedaan lain pada metoda atau analisis data. *ontro6ersial masih belum terpecahkan pada saat ini. ,etapi teknik ini akan terus digunakan dalam penelitian

skizofrenia, dan laporan penelitian selanjutnya akan menggunakan ligan untuk sistem neurotransmiter lainnya, seperti sistem noradrenergik atau glutamat. Elektrofisiologi Penelitian elektroensefalografi (&&;) pada pasien skizofrenia menyatakan bah/a sejumlah besar pasien mempunyai rekaman yang abnormal, peningkatan kepekaan terhadap prosedur akti6asi (sebagai contoh, akti6itas paku yang sering setelah tidak tidur), penurunan akti6itas alfa, peningkatan akti6itas teta dan delta, kemungkinan akti6itas epileptiformis yang lebih dari biasanya, dan kemungkinan kelainan sisi kiri yang lebih banyak dari biasanya. Potensial +et%san ejumlah besar kelainan pada potensial cetusan (evoked potentials) pada pasien skizofrenik telah digambarkan dalam literatur penelitian. ;elombang P-)) merupakan yang paling banyak dipelajari dan didefinisikan sebagai gelombang potensial cetusan yang besar dan positif yang terjadi kira-kira -)) milidetik setelah suatu stimulasi sensoris dideteksi. umber utama gelombang P-)) mungkin berlokasi di struktur sistem limbik dari lobus temporalis medial. Pada pasien skizofrenik P-)) telah dilaporkan secara statistik lebih kecil dan lebih lambat daripada kelompok pembanding. *elainan pada gelombang P-)) juga telah dilaporkan lebih sering pada anak-anak yang berada pada resiko tinggi mengalami skizofrenia karena mempunyai orang tua yang menderita skizofrenia. 1pakah karakteristik P-)) me/akili suatu keadaan fenomena atau suatu sifat fenomena adalah masih kontro6ersial. Potensial cetusan lain yang telah dilaporkan abnormal pada pasien skizofrenik adalah C#)) dan 6ariasi negatif berkelompok (continent negative variation). ;elombang C#)) adalah gelombang negatif yang terjadi kira-kira #)) milidetik setelah stimulus, dan 6ariasi negatif berkelompok adalah suatu pergeseran 6oltasi negatif yang berkembang dengan lambat yang mengikuti presentasi stimulus sensorik yang merupakan peringatan untuksuatu stimulus yang akan datang. 0ata potensial cetusan telah diinterpretasikan sebagai menyatakan bah/a, /alaupun pasien skizofrenik adalah sensitif secara tidak lazim terhadap stimulus sensorik (potensial cetusan a/al yang lebih tinggi), mereka mengkompensasi peningkatan kepekaan tersebut dengan mengumpulkan pemrosesan

informasi pada tingkat kortikal yang lebih tinggi (dinyatakan oleh potensial cetusan akhir yang lebih kecil). Disf%ngsi Pergerakan Mata *etidakmampuan seseorang untuk secara akurat mengikuti suatu sasaran 6isual yang bergerak adalah dasar penentu untuk gangguan pengejaran6isual yang halus dan disinhibisi gerakan mata ?saccadic? yang ditemukan pada pasien skizofrenik. 0isfungsi pergerakan mata mungkin merupakan petanda sifat (trait marker) untuk skizofrenia, karena keadaan ini tidak tergantung pada terapi obat dan keadaan klinis, dan juga ditemukan pada sanak saudara derajat pertama dari kemungkinan skizofrenia. 'erbagai penelitian telah melaporkan gerakan mata yang abnormal pada +)-$+2 pasien skizofrenik, dibandingkan dengan kira-kira 8+2 pada pasien psikiatrik nonskizofrenia dan kurang dari #)2 subjek kontrol dengan penyakit nonpsikiatrik. *arena pergerakan mata sebagian dikendalikan oleh pusat di lobus frontalis, suatu gangguan pada pergerakan mata adalah konsisten dengan teori yang melibatkan patologi lobus frontalis pada skizofrenia. Psikone%roi$%nologi ejumlah kelainan imunologis telah dihubungkan dengan pasien skizofrenik. *elainan tersebut adalah penurunan produksi interleukin-8 sel ,, penurunan jumlah dan responsi6itas selular dan humoral terhadap neuron, dan adanya antibodi yang diarahkan ke otak (antibrain antibodies). 0ata dapat diinterpretasikan secara ber6ariasi sebagai me/akili suatu 6irus neurotoksik atau suatu gangguan autoimun endogen. Penelitian yang dilakukan dengan sangat cermat yang mencari adanya bukti-bukti infeksi 6irus neurotoksik pada skizofrenia telah menghasilkan hasil yang negatif, /alaupun data epidemiologis menunjukkan tingginya insidensi skizofrenia setelah pemaparan pranatal dengan influenza selama beberapa epidemik penyakit. 0ata lain yang mendukung suatu hipotesis 6iral adalah peningkatan jumlah anomali fisik pada saat lahir, peningkatan angka kehamilan dan komplikasi kelahiran, musiman kelahiran yang konsisten dengan infeksi 6irus, kumpulan goegrafis kasus de/asa, dan musiman pera/atan di rumah sakit. Camun demikian, ketidakmampuan untuk mendeteksi bukti-bukti genetik infeksi 6irus menurunkan kepentingan dari semua data tidak langsung tersebut. *emungkinan adanya antibodi otak autoimun memiliki

beberapa data yang menunjangnyaB tetapi, proses patofisiologis jika ada, kemungkinan menjelaskan hanya sekumpulan kecil populasi skizofrenik. Psikone%roendokrinologi 'anyak laporan menggambarkan perbedaan neuroendokrin antara kelompok pasien skizofrenik dan kelompok subjek kontrol normal. ebagai contoh, tes supresi deksametason telah dilaporkan abnormal pada berbagai subkelompok pasien skizofrenik, /alaupun nilai praktis atau nilai prediktif dari tes ini pada skizofrenia telah dipertanyakan. ,etapi, satu laporan yang dilakukan secara cermat telah menghubungkan nonsupresi persisten pada tes supresi deksametason pada skizofrenia dengan hasil jangka panjang buruk. 'eberapa data menunjukkan penurunan konsentrasi luteinzing hormone-follicle stimulating hormone (E!< A !), kemungkinan dihubungkan dengan onset usia dan lamanya penyakit. 0ua kelainan tambahan yang dilaporkan adalah penumpulan pelepasan prolaktin dan hormon pertumbuhan terhadap stimulasi gonadotropin-releasing hormon (;n5!) atau thyrotropin-releasing hormone (,5!) dan suatu penumpulan pelepasan hormon pertumbuhan terhadap stimulasi apomorphine yang mungkin dikorelasikan dengan adanya gejala negatif. Genetika Pre6alensi kizofrenia pada Populasi pesifik Po!%lasi Populasi umum 'ukan saudara kembar pasien skizofrenik 1nak dengan satu orang tua skizofrenik *embar dizigotik pasien skizofrenik 1nak dari kedua orangtua skizofrenik *embar monozigotik pasien skizofrenik Pre,alensi -./ #,) $,) #8,) #8,) 4),) 4%,)

*embar monozigotik memiliki angka kesesuaian yang tertinggi. Penelitian pada kembar monozigotik yang diadopsi menunjukkan bah/a kembar yang diasuh oleh orang tuaangkat mempunyai skizofrenia dengan kemungkinan yang sama besarnya seperti saudara kembarnya yang dibesarkan oleh orang tua kandungnya. ,emuan tersebut menyatakan bah/a pengaruh genetik melebihi pengaruh lingkungan. 9ntuk mendukung lebih lanjut dasar genetika adalah pengamatan bah/a semakin parah skizofrenia, semakin

mungkin kembar adalah sama-sama menderita gangguan.

atu penelitian yang

mendukung model diatesis-stres menunjukkan bah/a kembar monozigotik yang diadopsi yang kemudian menderita skizofrenia kemungkinan telah diadopsi oleh keluarga yang tidak sesuai secara psikologis. Petanda kro$oso$ Pendekatan sekarang ini pada genetika diarahkan pada mengidentifikasi silsilah besar dari orang yang terkena dan meneliti keluarga untuk 5AEP ( restriction fragment lenght polymorphisms) yang memisah dengan fenotipe penyakit. 'anyak hubungan antara tempat kromosom tertentu dan skizofrenia telah dilaporkan di dalam literatur sejak penerapan luas teknik biologi molekular lebih dari setengah kromosom telah dihubungkan dengan skizofrenia dalam berbagai laporan tersebut, tetapi lengan panjang kromosom +, ##, dan #$B lengan pendek kromosom (, dan kromosom F adalah yang paling sering dilaporkan. Pada saat ini, literatur paling baik dianggap sebagai menyatakan suatu kemungkinan dasar genetik yang heterogen untuk skizofrenia. Faktor Psikososial Teori Tentang Pasien Indi,id%al ,erlepas dari kontro6ersial tentang penyebab skizofrenia, adalah tidak dapat dibantah bah/a skizofrenia mempengaruhi pasien indi6idual, yang masing-masing memiliki susunan psikologi yang unik. 3alaupun banyak teori psikodinamika tentang patogenesis skizofrenia tampaknya ketinggalan bagi pembaca modern, pengertian pengamatan klinis teori tersebut dapat membantu klinisi modern untuk mengerti bagaimana penyakit dapat mempengaruhi ji/a pasien. Teori Psikoanalitik igmund Areud mendalilkan bah/a skizofrenia disebabkan oleh fiksasi dalam pekembangan yang terjadi lebih a/al dari yang menyebabkan perkembangan neurosis. Areud juga mendalilkan bah/a adanya defek ego juga berperan dalam gejala skizofrenia. 0isintegrasi ego adalah suatu pengembalian ke suatu /aktu saat efo masih belum ditegakkan atau baru mulai ditegakkan. "adi, konflik intrapsikis yang disebabkan dari fiksasi a/al dan defek ego, yang mungkin telah disebabkan oleh hubungan objek a/al yang buruk, merupakan bahan bakar gejala psikotik.

Pusat dari teori Areud tentang skizofrenia adalah suatu ?decathe@is? objek dan suatu regresi dalam respon terhadap frustasi dan konflik dengan orang lain. 'anyak gagasan Areud tentang skizofrenia di/arnai oleh tidak adanya keterlibatan dirinya secara intensif dengan pasien skizofrenik. ebaliknya, !arry tack uli6an melibatkan diri dengan pasien skizofrenik dalam psikoanalisis intensif dan menyimpulkan bah/a penyakit disebabkan oleh kesulitan interpersonal a/al, khususnya yang berhubungan dengan apa yang disebutnya pengasuhan anak yang salah dan terlalu mencemaskan. Pandangan psikoanalisis umum tentang skizofrenia menghipotesiskan bah/a defek ego mempengaruhi interpretasi kenyataan dan pengendalian dorongan-dorongan dari dalam (inner drives), seperti seks dan agresi. ;angguan terjadi sebagai akibat dari penyimpangan dalam hubungan timbal balik antara bayi dan ibunya. eperti yang dijelaskan oleh Margaret Mahler, anak-anak adalah tidak mampu untuk berpisah dan berkembang melebihi kedekatan dan ketergantungan lengkap yang menandai hubungan ibu-anak di dalam fase oral perkembangan. >rang skizofrenik tidak pernah mencapai ketetapan objek, yang ditandai oleh suatu perasaan identitas yang pasti dan yang disebabkan oleh perlekatan erat dengan ibunya selama masa bayi. Paul Aedern menyimpulkan bah/a gangguan mendasar pada skizofrenia adalah ketidakmampuan a/al pasien untuk mencapai perbedaan diri dan objek. 'eberapa ahli psikoanalisis menghipotesiskan bah/a defek dalam fungsi ego yang belum sempurna memungkinkan permusuhan dan agresi yang hebat sehingga mengganggu hubungan ibu-bayi, yang menyebabkan suatu organisasi kepribadian yang rentan terhadap stres. >nset gejala selama masa remaja terjadi pada suatu saat jika orang memerlukan suatu ego yang kuat untuk berfungsi secara mandiri, untuk berpisah dari orang tua, untuk mengidentifikasi ke/ajiban, untuk mengendalikan dorongan internal yang meningkat, dan untuk mengatasi stimulasi eksternal yang kuat. ,eori psikoanalitik juga mendalilkan bah/a berbagai gejala skizofrenia mempunyai arti simbolik bagi pasien indi6idual. ebagai contoh, fantasi tentang dunia yang akan berakhir mungkin menyetakan suatu perasaan bah/a dunia internal seseorang telah mengalami kerusakan. Perasaan kebesaran dapat mencerminkan narsisme yang direakti6asi, dimana orang percaya beh/a mereka adalah mahakuasa. !alusinasi mungkin menggantikan ketidakmampuan pasien untuk menghadapi kenyataan objektif

dan mungkin mencerminkan harapan atau ketakutan dari dalam diri mereka. 3aham, serupa dengan halusinasi, adalah usaha regresif dan pengganti untuk menciptakan suatu kenyataan baru atau untuk mengekspresikan rasa takut atau dorongan yang tersembunyi. Teori Psikodina$ika Areud memandang skizofrenia sebagai suatu respon regresif terhadap frustasi dan konflik yang melanda seseorang di dalam lingkungan. 5egresi melibatkan suatu penarikan penanaman emosional (emotional investment) atau cathe@is dari per/akilan objek internal dan orang sebenarnya di dalam lingkungan, yang menyebabkan kembali ke suatu stadium autoerotik dari perkembangan. *eadaan cathe@is pasien ditanamkan kembali ke dalam diri, dengan demikian memberikan gambaran penarikan autistik. Areud selanjutnya menambahkan bah/a, kalau neurosis melibatkan suatu konflik antara ego dan id, psikosis dapat dipandang sebagai suatu konflik antara ego dan dunia luar dimana kenyataan diingkari dan selanjutnya dibentuk kembali (remodeled). Pandangan psikodinamika tentang skizofrenia selanjutnya adalah berbeda dari model kompleks Areud. Mereka cenderung menganggap hipersensiti6itas terhadap stimuli persepsi yang didasarkan secara konstitusional sebagai suatu defisit. Malahan, suatu penelitian yang baik menyatakan bah/a pasien skizofrenia menemukan adalah sulit untuk menyaring berbagai stimuli dan untuk memusatkan pada satu data pada suatu /aktu. 0efek pada barier stimulus tersebut menciptakan kesulitan pada keseluruhan tiap fase perkembangan selama masa anak-anak dan menempatkan stres tertentu pada hubungan interpersonal. Pandangan psikodinamika tentang skizofrenia sering dikelirukan sebagai menyalahkan orang tua, /alaupun sesungguhnya memusatkan pada kesulitan psikologis dan neurofisiologis yang menciptakan masalah bagi kebanyakan orang di dalam hubungan yang erat dengan pasien skizofrenik. ,erlepas tentang model teoritis mana yang dipilih, semua pendekatan psikodinamika bekerja dari dasar pikiran bah/a gejala psikotik mempunyai arti pada skizofrenia. ebagai contoh, pasien mungkin menjadi kebesaran (grandiose) setelah terjadi suatu kerusakan pada harga diri mereka. 0emikian juga, semua teori menyadari bah/a hubungan manusia mungkin menakutkan bagi seseorang yang menderita skizofrenia. 3alaupun penelitian pada manfaat psikoterapi pada skizofrenia menunjukkan hasil yang bercampur, orang yang prihatin yang mena/arkan perasaan

kasihan manusia/i dan perlindungan dari dunia yang membingungkan harus menjadi inti dari seluruh rencana pengobatan. Penelitian follo/-up jangka panjang menemukan bah/a beberapa pasien yang menutupi episode psikotik mungkin tidak mendapatkan manfaat dari psikoterapi eksplorasi, tetapi mereka yang mampu mengintegrasikan pengalaman psikotik kedalam kehidupan mereka mungkin mendapatkan manfaat dari pendekatan beorientasi tilikan (insight-oriented). Teori elajar Menurut ahli teori belajar (learning theory), anak-anak yang kemudian menderita skizofrenia mempelajari reaksi dan cara berpikir yang irasional dengan meniru orangtuanya yang mungkin memiliki masalah emosionalnya sendiri yang bermakna. !ubungan interpersonal yang buruk dari orang skizofrenia, menurut teori belajar, juga berkembang karena dipelajarinya model yang buruk selama anak-anak. Teori Tentang Kel%arga ,idak ada bukti-bukti terkontrol baik yang menyatakan bah/a pola keluarga spesifik memainkan peranan kausatif dalam perkembangan skizofrenia. !al tersebut merupakan titik penting untuk dimengerti oleh klinisi, karena banyak orang tua dari anak skizofrenik masih memendam kemarahan terhadap psikiatrik komunitas, yang untuk /aktu lama membicarakan hubungan antara keluarga yang disfungsional dengan perkembangan skizofrenia. 'eberapa pasien skizofrenik memang berasal dari keluarga yang disfungsional, demikian juga banyak orang sakit yang nonpsikiatrik berasal dari keluarga disfungsional. ,etapi, adalah dari kepentingan klinis untuk mengenali perilaku keluarga patologis, karena perilaku tersebut dapat secara bermakna meninggalkan stres emosional yang harus dihadapi oleh pasien skizofrenik yang rentan. Ikatan Ganda *onsep ikatan ganda (double bind) dirumuskan oleh ;regory 'etson untuk menggambarkan suatu keluarga hipotetik dimana anak-anak mendapatkan pesan yang bertentangan dari orangtuanya tentang perilaku, sikap, dan perasaan anak. 0i dalam hipotesis tersebut, anak menarik diri ke dalam keadaan psikotik mereka sendiri untuk meloloskan dari kebingungan ikatan ganda yang tidak dapat dipecahkan. ayangnya, penelitian keluarga yang dilakukan untuk membuktikan teori tersebut telah secara serius

mengalami cacat metodologi dan tidak dapat diambil untuk menunjukkan keabsahan teori tersebut. Keretakan dan Ke*ondongan Kel%arga ,heodore Eidz menggambarkan dua pola perilaku yang abnormal. 0alam satu tipe keluarga, terdapat keretakan yang menonjol antara orang tua, dan satu orang tua sangat terlalu dekat dengan anak dari jenis kelamin yang berbeda. Pada jenis keluarga lain, hubungan condong antara satu orang tua melibatkan suatu perjuangan tenaga antara orang tua dan menyebabkan dominasi salah satu orang tua. Kel%arga (ang Saling Mend%k%ng Se*ara Se$% dan er$%s%0an Se$% Eymann 3ynne menggambarkan keluarga di mana ekspresi emosional ditekan oleh pemakaian konsisten komunikasi 6erbal yang saling mendukung secara semu (pseudomutual) atau bermusuhan secara secara semu (pseudohostile). Penekanan tersebut menyebabkan perkembangan komunikasi 6erbal yang unik pada keluarga tersebut dan tidak dimengerti oleh orang di luar keluargaB masalah timbul jika anak meninggalkan rumah dan berhubungan dengan orang lain. E$osi (ang Dieks!resikan &mosi yang diekspresikan (seringkali disingkat && (expressed emotion)) biasanya didefinisikan sebagai kecaman, permusuhan, dan keterlibatan yang berlebihan (overinvolvement) yang dapat menandai perilaku orang tua atau pengasuh lain terhadap skizofrenia. 'anyak penelitian telah menyatakan bah/a, di dalam keluarga dengan emosi yang sangat diekspresikan, angka relaps untuk skizofrenia adalah tinggi. Penilaian emosi yang diekspresikan termasuk menganalisis apa yang dikatakan dan cara bagaimana hal tersebut dikatakan. Teori-teori Sosial 'eberapa ahli teori telah menyatakan bah/a industrialisasi dan urbanisasi adalah terlibat dalam penyebab skizofrenia. 3alaupun beberapa data mendukung teori tersebut, stres sekarang dianggap menimbulkan efek utamanya dalam menentukan /aktu onset dan keparahan penyakit 2.

Kriteria Diagnosis Skizofernia

DSM-I1-T" 0iagnostic and tatistical Manual of Mental 0isorders 0 M-.4-,5) *riteria 0iagnostik kizofrenia 1. ;ejala karakteristik : dua atau lebih berikut, masing-masing ditemukan untuk bagian /aktu yang bermakna selama periode # bulan (atau kurang jika diobati dengan berhasil) (#) 3aham (8) !alusinasi (-) 'icara terdisorganisasi (misalnya, sering menyimpang atau inkoheren) (4) Perilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas (+) ;ejala negatif, yaitu, pendengaran afektif, alogia, atau tidak ada kemauan (a6oilition) Datatan : hanya satu gejala kriteria 1 yang diperlukan jika /aham adalah kacau atau halusinasi terdiri dari suara yang terus menerus mengkomentari perilaku atau pikiran pasien, atau dua atau lebih suara yang saling bercakap satu sama lainnya. '. 0isfungsi sosial<pekerjaan : 9ntuk bagian /aktu yang bermakna sejak onset gangguan, satu atau lebih fungsi utama, seperti pekerjaan, hubungan interpersonal, atau per/atan diri, adalah jelas di ba/ah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika onset pada masa anak-anak atau remaja, kegagalan untuk mencapai tingkat pencapaian interpersonal, akademik, atau pekerjaan yang diharapkan) D. 0urasi : tanda gangguan terus menerus menetap selama sekurangnya 7 bulan. Periode 7 bulan ini harus termasuk sekurangnya # bulan gejala (atau kurang jika diobati dengan berhasil) yang memenuhi kriteria 1 (yaiutu, gejala fase aktif) dan mungkin termasuk periode gejala prodromal atau residual. elama periode prodromal atau residual, tanda gangguan mungkin dimanifstasikan hanya oleh gejala negatif atau dua atau lebih gejala yang dituliskan dalam kriteria 1 dalam bentuk yang diperlBemah (misalnya, keyakinan yang aneh, pengalaman persepsi yang tidak lazim) 0. Penyingkiran gangguan skizoafektif dan gangguan mood : ;angguan skizoafektif dan gangguan mood dengan ciri psikotik yang telah disingkirkan karena : (#)

tidak ada episode depresif berat, manik, atau campuran yang telah terjadi bersama-sama dengan gejala fase aktifB atau (8) jika episode mood telah terjadi selama gela fase aktif, durasi totalnya adalah relatif singkat dibandingkan durasi periode aktif dan residual. &. Penyingkiran zat<kondisi medis umum : gangguan tidak disebabkan oleh efek psikologis langsung dari suatu zat (misalnya, obat yang disalahgunakan, suatu medikasi) atau suatu kondisi medis umum. A. !ubungan dengan gangguan perkembangan per6asif : "ika terdapat ri/ayat adanya gangguan autistik atau gangguan perkembangan per6asif lainnya, doagnosis tambahan skizofrenia dibuat hanya jika /aham atau halusinasi yang menonjol juga ditemukan untuk sekurangnya satu bulan (atau kurang jika diobati secara berhasil) *lasifikasi perjalanan penyakit longitudinal (dapat diterapkan hanya setelah sekurangnya # tahun le/at sejak onset a/al gejala fase aktif) : E!isodik dengan gejala resid%al intere!isode (episode didefinisikan oleh timbulnya kembali gejala psikotik yang menonjol)B juga sebutkan jika : dengan gejala negatif (ang $enonjol E!isodik tan!a gejala resid%al intere!isodik : Kontin% (gejala psikotik yang menonjol ditemukan di seluruh periode obser6asi)B juga sebutkan jika : dengan gejala negatif (ang $enonjol E!isode t%nggal dala$ re$isi !arsial B juga sebutkan jika : dengan gejala negatif yang menonjol &pisode tunggal dalam remisis penuh Pola lain atau tidak ditentukan 2. Gejala !ra$or)id ebelum seseorang secara nyata aktif (manifes) menunjukan gejala-gejala kizofrenia, yang bersangkutan terlebih dahulu menunjukan gejala-gejala a/al yang disebut gejala pradormal. ebaliknya bila seseorang penderita kizofrenia tidak lagi aktif menunjukan

gejal-gejala

kizofrenia, maka yang bersangkutan menunjukan gejala-gejala sisa yang

disebut gejala residual 3. ,anda a/al skizofrenia sering kali terlihat sejak kanak-kanak. .ndikator premorbid (pra-sakit) pada anak pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan anak mengekspresikan emosi: /ajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: anak sulit melakukan pembicaraan terarah. ;angguan atensi: anak tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, serta memindahkan atensi. Pada anak perempuan tampak sangat pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang dan ekspresi /ajah sangat terbatas. edangkan pada anak laki-laki sering menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin. Pada bayi biasanya terdapat problem makan, gangguan tidur kronis, tonus otot lemah, apatis dan ketakutan terhadap obyek atau benda yang bergerak cepat. Pada balita terdapat ketakutan yang berlebihan terhadap hal-hal baru seperti potong rambut, takut gelap, takut terhadap label pakaian, takut terhadap benda-benda bergerak. Pada anak usia +-7 tahun mengalami halusinasi suara seperti mendengar bunyi letusan, bantingapintu atau bisikan, bisa juga halusinasi 6isual seperti melihat sesuatu bergerak meliuk-liuk, ular, bola-bola bergelindingan, lintasan cahaya dengan latar belakang /arna gelap. 1nak terlihat bicara atau tersenyum sendiri, menutup telinga, sering mengamuk tanpa sebab. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. ;angguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ru/et atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

,idak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. 'anyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. ebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi 4. Ke!ri)adian Pra$or)id Skizofrenia Aaktor predisposisi dan beresiko tinggi bagi terjadinya gangguan ji/a kizofrenia, yaitu *epribadian Paranoid, kriterianya sebagai berikut: kizoid, kizotipal dan 1mbang ('orderline) yang

Ke!ri)adian Paranoid eseorang yang berkepribadian paranoid menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut : 1. *ecurigaan dan ketidakpercayaan yang per6asif dan tidak beralasan terhadap orang lain, seperti yang ditunjukkan oleh sekurangkurangnya - dari $ hal berikut ini : #. Merasa akan ditipu atau dirugikan, berprasangka buruk dan sukar untuk bisa percaya terhadap maksud baik dari orang lain. 8. *e/aspadaan yang berlebihan, yang bermanifestasi sebagai usaha meneliti secara terus-menerus -. terhadap tanda-tanda ancaman dari lingkungannya atau mengadakan tindakan-tindakan pencegahan yang sebenarnya tidak perlu. ikap berjaga jaga atau menutup-nutupi, melakukan pengamanan fisik dan tempat tinggalnya. 4. ,idak mau menerima kritik atau kesalahan, /alaupun ada buktinya. 1lam perasaan (afek) sensitif, reaktif dan mudah tersinggung. +. MeragukanG kesetiaan orang lain, selalu curiga akan dikhianati dan karenanya sukar untuk mendapatkan ka/an ataupun pasangan. 7. ecara intensif dan picik mencari-cari kesalahan dan bukti tentang prasangkanya, tanpa berusaha melihat secara keseluruhan dari konteks yang ada.

%. Perhatian yang berlebihan terhadap motifmotif tersembunyi dan arti-arti khususB penuh kecurigaan terhadap peristi/a atau kejadian di sekitarnya yang diartikan salah dan dianggap ditujukan pada dirinya. $. Demburu yang patologik, tidak beralasan dan tidak rasional, dengan dalih yang dicari-cari untuk pembenaran dari rasa cemburunya itu. '. !ipersensiti6itas, seperti yang ditunjukkan oleh sekurang-kurangnya 8 dari 4 hal berikut ini : #. *ecenderungan untuk mudah merasa dihina atau diremehkan dan cepat mengambil sikap menyerang (offensi6e). 8. Membesar-besarkan kesulitan yang kecil, tidak proporsional dan mendramatisasi seolah-olah sedang menghadapi kesulitan atau ancaman yang serius. -. iap mengadakan balasan apabila merasa terancam, serangan balik yang tidak pada tempatnya. 4. ,idak dapat santai, tidak tenang, selalu gelisah dan tegang karena tidak ada rasa aman dan terlindung (security feeling). D. *eterbatasan kehidupan alam perasaan (afektif) seperti yang ditunjukkan oleh sekurang-kurangnya 8 dari 4 hal berikut ini : #. 8. -. 4. Penampakan yang dingin dan tanpa emosi, ekspresi /ajah kosong, Htidak hidupH bagaikan HtopengH. Merasa bangga bah/a dirinya selalu obyektif, rasional dan tidak mudah terangsang secara emosional, subyekti6itas tinggi. ,idak ada rasa humor yang /ajar terkesan HseriusH tidak suka bercanda, tidak ada sense of humor. ,idak ada kehangatan emosional, lembut dan sentimental, seolah-olah tidak mempunyai perasaan, hambar dan tidak bereaksi terhadap

rangsangan atau hal yang bagi orang lain sesuatu yang membuat lucu atau gembira. Pihak keluarga hendaknya me/aspadai manakala diantara anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejala kepribadian paranoid sebagaimana diuraikan di muka. 'aik pihak keluarga maupun yang bersangkutan hendaknya berkonsultasi kepada dokter (psikiater) agar tipe kepribadian ini tidak mengalami gangguan yang pada gilirannya dapat menjelma dalam bentuk gangguan ji/a kizofreni. Ke!ri)adian Skizoid eseorang yang berkepribadian skizoid menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut : 1. ,erdapat ciri emosional yang dingin dan tidak acuh serta tidak terdapatnya perasaan hangat atau lembut terhadap orang lain. '. ikap yang acuh tak acuh (indifferent) terhadap pujian, kritikan atau perasaan orang lain, tidak menghargai orang lain. D. !ubungan dekat hanya satu atau dua orang saja, termasuk anggota keluarganya, tidak mampu bersosialisasi. 0. ,idak terdapat pembicaraan, perilaku, atau pikiran yang aneh (eksentrik), yang merupakan ciri khas kepribadian kizotipal. Pihak keluarga hendaknya me/aspadai manakala diantara anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejala kepribadian skizoid sebagaimana diuraikan di muka. 'aik pihak keluarga maupun yang bersangkutan hendaknya berkonsultasi kepada dokter (psikiater) agar tipe kepribadian ini tidak mengalami gangguan yang pada gilirannya dapat menjelma dalam bentuk gangguan ji/a kizofrenia. Ke!ri)adian Skizoti!al eseorang yang berkepribadian skizotipal menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut, yaitu sekurang-kurangnya terdapat 4 dari $ hal yang berikut ini :

#. Pikiran magik atau gaib (magical thinking) seperti takhyul yang tidak sesuai dengan budayanya (superstitious), dapat melihat apa yang akan terjadi (clair6oyance), telepati, indera keenam, Horang lain dapat merasakan perasaan sayaH (pada anak-anak dan remaja terdapat preokupasi dan fantasi yang aneh). 8. ;agasan mirip /aham yang menyangkut diri sendiri (ideas of reference), merasa segala peristi/a atau kejadian di sekitarnya selalu ada kaitannya atau bersangkutpaut dengan dirinya. -. .solasi sosial, seperti tidak memiliki ka/an akrab atau orang yang dapat dipercaya, kontak sosial hanya terbatas pada tugas sehari-hari yang seperlunya, kurang mampu bersosialisasi. 4. .lusi yang berulang-ulang, seperti merasa adanya HkekuatanH atau HorangH yang sebenarnya tidak ada (misalnya merasa seolaholah ibunya yang sudah meninggal berada bersama dengan dirinya dalam ruangan), depersonalisasi atau derealisasi yang tidak berhubungan dengan serangan panik. +. Pembicaraan yang ganjil (tetapi tidak sampai menjurus kepada pelonggaran asosiasi atau inkoherensi), seperti pembicaraan yang digresif, kabur, bertele-tele, sirkumstansial (berputar-putar), metaforik (perumpamaan). 7. 0i dalam interaksi (tatap muka) dengan orang lain terdapat hubungan (rapport) yang tidak memadai (inadeIuate) akibat afek (alam perasaan) yang tidak serasi (inappropriate) atau afek yang terbatas (constricted), misalnya tampak dingin atau tidak acuh. %. *ecurigaan atau ide paranoid, yaitu rasa curiga atau buruk sangka yang tidak rasional. $. *ecemasan sosial yang tidak perlu atau hipersensiti6itas yang berlebih terhadap kritik yang nyata ataupun yang dibayangkan. Pihak keluarga hendaknya me/aspadai manakala diantara anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejala kepribadian skizotipal sebagaimana diuraikan di muka. 'aik pihak keluarga maupun yang bersangkutan hendaknya berkonsultasi kepada dokter (psikiater) agar tipe kepribadian ini tidak mengalami gangguan yang pada gilirannya dapat menjelma dalam bentuk gangguan ji/a kizofrenia.

Ke!ri)adian A$)ang eseorang yang berkepribadian ambang menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut, yaitu paling sedikit terdapat + dari $ kriteria di ba/ah ini : #. .mpulsi6itas atau perubahan yang tidak dapat diduga, setidak-tidaknya dalam dua aspek yang dapat merugikan diri, misalnya boros, hubungan seks, berjudi, penggunaan zat (C1J1: Carkotika, 1lkohol K Jat 1diktif), mencuri di toko, makan berlebihan, tindakan cedera diri. 8. 1da pola hubungan interpersonal yang mendalam (intense) dan tidak stabil, seperti perubahan yang hebat dalam sikap, menyanjung, merendahkan, manipulasi (secara konsisten mengggunakan orang lain untuk kepentingan dirinya). -. *emarahan hebat dan tidak /ajar, atau kurangnya pengendalian terhadap kemarahan, misalnya uring-uringan, kemarahan yang menetap. 4. ;angguan identitas yang bermanifestasi dalam ketidakpastian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan identitas, misalnya citra diri, identitas jenis (gender identity), cita-cita jangka panjang atau pemilihan karier, pola persahabatan, nilainilai dan loyalitas, misalnya Hsiapakah sayaLH, Hsaya merasa seperti kakak saya apabila saya sedang senangH. +. 1lam perasaan (mood, affect) yang tidak mantap ditandai oleh perubahan hebat dari afek (mood) yang normal menjadi depresi, iritabilitas (mudah tersinggung<marah) atau cemas, biasanya berlangsung beberapa jam dan (sangat jarang) sehingga beberapa hari, dan kembali ke alam perasaan yang normal. 7. ,idak tahan untuk berada sendirian, misalnya ia berusaha keras untuk tidak berada sendirian, merasa depresif apabila berada sendirian. %. ,indakan yang mencederai diri sendiri , misalnya usaha bunuh diri, mutilasi diri (pemotongan atau pengundungan bagian tubuh), kecelakaan berulang kali atau perkelahian fisik. $. Perasaan kosong atau rasa bosan (jenuh) yang berkepanjangan (menahun<kronik)
2.

Kriteria diagnosis s%)t(!e skizofernia DSM-I1-T"

Ti!e Paranoid 'ila ditemui kriteria sebagai berikut: a. Preokupasi dengan satu atau lebih delusi atau halusinasi suara yang sering b. ,idak ada satu pun dari gejala berikut yang menonjol: bicara kacau, tingkah laku katatonik, atau tingkah laku yang kacau, afek tumpul atau tidak sesuai. Ti!e terdisorganisasi -0e)efrenik/ a. 'ila semua gejala ini menonjol #. 'icara kacau 8. ,ingkah laku kacau -. 1fek tumpul atau tidak sesuai b. *riteria tidak sesuai untuk tipe katatonik Ti!e katatonik uatu tipe skizofernia, dimana gambaran klinisnya didominasi oleh sedikitnya dua dari gejala berikut: #. .mobilitas motorik, bukti dari katalepsi (fleksibilitas lilin) atau stupor 8. 1kti6itas motor yang berlebihan (yang kadang-kadang tidak bertujuan dan tidak dipengaruhi oleh stimulus eksternal) -. Cegati6isme yang ekstrim 4. ;erakan 6olunter yang aneh seperti yang ditunjukkan posturing. +. &kolalia dan ekopraksia Ti!e (ang tidak tergolongkan uatu tipe skizofrenia dimana ditemukan gejala yang memenuhi kriteria 1, tetapi tidak memenuhi kriteria untuk tipe paranoid, terdisorganisasi atau katatonik. Ti!e resid%al ,ipe skizofernia dimana kriteria ini dijumpai:

#. ,idak ada atau tidak menonjol: delusi, halusinasi, bicara kacau, kekacauan yang terlihat, atau tingkah laku katatonik 8. 1danya bukti dari gangguan seperti yang diindikasikan dengan keberadaan gejala negatif, atau dua atau lebih gejala yang terdapat pada Driterion 1 untuk skizofrenia 2. Golongan 2Skizofrenia2 lain- lain a. kizofrenia impleks suatu bentuk psikosis (gangguan ji/a yang ditandai dengan terganggunya realitas dan pemahaman diri<insight yang buruk ) yang perkembangannya lambat dan perlahan dari perilaku yang aneh, ketidak mampuan memenuhi tuntutan masyarakat dan penurunan keterampilan sosial. b.;angguan kizofreniform ;ambaran klinis kizofreniform ini sama dengan kizofrenia, perbedaannya adalah bah/a fase-fase perjalanan penyakitnya (fase aktif, prodormal dan residual ) kurang dari 7 bulan tetapi lebih lama dari 8 minggu. c. kizofrenia Eaten !ingga kini belum terdapat suatu kesepakatan yang dapat diterima secara umum untuk memberikan gambaran klinis kondisi ini. d. ;angguan kizoafektif ;ambaran klinis tipe ini didominasi oleh gangguan pada alam perasaan (mood, affect) disertai /aham dan halusinasi serta terdapat perasaan gembira yang berlebihan (maniakal) atau rasa sedih yang sangat mendalam (depresi) 3. Diagnosis anding ;ejala psikosis dan katatonia dapat disebabkan oleh berbagai keadaan medis psikiatrik, non psikiatrik dan berbagai macam zat.

Medis dan Ceurologis: Aki)at zat - amfetamin, halusinogen, alkaloid beladona, halusinosis alkohol, putus barbiturat, kokain, phencyclidine (PDP) E!ile!si M terutama epilepsi lobus temporalis 'eo!las$a3 !en(akit sero)ro,ask%lar3 ata% tra%$a M terutama frontalis dan limbik. *ondisi lain M Sindro$a i$$%nodefisiensi dida!at -AIDS/ Porfiria inter$itten ak%t Kera*%nan kar)on $onoksida Li!oidosis sere)ral Pen(akit +re%tzfeldt-4ako) Pen(akit Fa)r( Pen(akit Fa0r Pen(akit &aller,orden-S!atz Kera*%nan loga$ )erat Ensefalitis 0er!es &o$osistin%ria Pen(akit &%ntington Lekodistrofi $etakro$atik 'e%rosiflis &idrosefal%s Pellagra SLE Sindro$a 5erni*ke-Korsakoff Pen(akit 5ilson Psikiatrik Psikosis ati!ikal Gangg%an a%tisti* Gangg%an !sikotik singkat Gang%an del%sional er!%ra-!%ra

Gangg%an o)sesif-ko$!%lsif Gangg%an ke!eri)adian Gangg%an skizofrenia lain-lain 2.

#.'errnheim, *ayla A., Ee/ine, 5ichard 5."., 'eale, Daroline ,. The Caring amily! "iving #ith Chronic $ental %llnessB published in #($8, a6ailable in Danada at 'ea6erbooks Etd., #(+ 1llstate Park/ay, 4alley/ood 'usiness Park, Markham, >nt. E-5 4,$

8.*aplan !., adock '", ;rebb "1. *aplan and adock=s Domprehensi6e ,e@tbook of Psychiatry $th edition, Philadelphia, Eippincott 3illiams and 3ilkins, 8))), p. 4%#-+)-. -.!a/ari, !. 0adang,dr, Pendekatan holistic pada gangguan ji/a, kizofrenia, A*9., edisi 8, cetakan #, 8))# pg #)+-#)$.

4.( &ource' ()&) *ational %nstitute of $ental +ealth,

1.

+0ara*teristi*

S*0izo!0renia

s($!to$s6

T7o -or $ore/ of t0e follo7ing3 ea*0 !resent for a signifi*ant !ortion of ti$e d%ring a 8-$ont0 !eriod -or less if s%**essf%ll( treated/6 8. Del%sions - false )eliefs strongl( 0eld in s!ite of in,alidating e,iden*e3 es!e*iall( as a s($!to$ of $ental illness6 for e9a$!le3 8. Paranoid del%sions3 or del%sions of !erse*%tion3 for e9a$!le )elie,ing t0at !eo!le are :o%t to get: (o%3 or t0e t0o%g0t t0at !eo!le are doing t0ings 70en t0ere is no e9ternal e,iden*e t0at s%*0 t0ings are taking !la*e. ;. Del%sions of referen*e - 70en t0ings in t0e en,iron$ent see$ to )e dire*tl( related to (o% e,en t0o%g0 t0e( are not. For e9a$!le it $a( see$ as if !eo!le are talking a)o%t (o% or s!e*ial !ersonal $essages are )eing *o$$%ni*ated to (o% t0ro%g0 t0e T13 radio3 or ot0er $edia. <. So$ati* Del%sions are false )eliefs a)o%t (o%r )od( - for e9a$!le t0at a terri)le !0(si*al illness e9ists or t0at so$et0ing foreign is inside or !assing t0ro%g0 (o%r )od(. =. Del%sions of grande%r - for e9a$!le 70en (o% )elie,e t0at (o% are ,er( s!e*ial or 0a,e s!e*ial !o7ers or a)ilities. An e9a$!le of a grandio%se del%sion is t0inking (o% are a fa$o%s ro*k star. ;. &all%*inations - &all%*inations *an take a n%$)er of different for$s - t0e( *an )e6 8. 1is%al -seeing t0ings t0at are not t0ere or t0at ot0er !eo!le *annot see/3 ;. A%ditor( -0earing ,oi*es t0at ot0er !eo!le *an>t 0ear3 <. Ta*tile -feeling t0ings t0at ot0er !eo!le don>t feel or so$et0ing to%*0ing (o%r skin t0at isn>t t0ere./ =. Olfa*tor( -s$elling t0ings t0at ot0er !eo!le *annot s$ell3 or not s$elling t0e sa$e t0ing t0at ot0er !eo!le do s$ell/ ?. G%stator( e9!erien*es -tasting t0ings t0at isn>t t0ere/ <. Disorganized s!ee*0 -e.g.3 fre@%ent derail$ent or in*o0eren*e/ - t0ese are also *alled :7ord salads:.

Ongoing disjointed or ra$)ling $onolog%es - in 70i*0 a !erson see$s to talking to 0i$selfA0erself or i$agined !eo!le or ,oi*es. =. Grossl( disorganized or *atatoni* )e0a,ior -An a)nor$al *ondition ,ario%sl( *0ara*terized )( st%!orAinna*ti,it(3 $ania3 and eit0er rigidit( or e9tre$e fle9i)ilit( of t0e li$)s/. ?. :'egati,e: s($!to$s of S*0izo!0renia 3 t0ese s($!to$s are t0e la*k of i$!ortant a)ilities. So$e of t0ese in*l%de6 Alogia3 or !o,ert( of s!ee*03 is t0e lessening of s!ee*0 fl%en*( and !rod%*ti,it(3 t0o%g0t to refle*t slo7ing or )lo*ked t0o%g0ts3 and often $anifested as s0ort3 e$!t( re!lies to @%estions. Affe*ti,e flattening is t0e red%*tion in t0e range and intensit( of e$otional e9!ression3 in*l%ding fa*ial e9!ression3 ,oi*e tone3 e(e *onta*t -!erson see$s to stare3 doesn>t $aintain e(e *onta*t in a nor$al !ro*ess/3 and is not a)le to inter!ret )od( lang%age nor %se a!!ro!riate )od( lang%age. A,olition is t0e red%*tion3 diffi*%lt(3 or ina)ilit( to initiate and !ersist in goal-dire*ted )e0a,iorB it is often $istaken for a!!arent disinterest. -e9a$!les of a,olition in*l%de6 no longer interested in going o%t and $eeting 7it0 friends3 no longer interested in a*ti,ities t0at t0e !erson %sed to s0o7 ent0%sias$ for3 no longer interested in $%*0 of an(t0ing3 sitting in t0e 0o%se for $an( 0o%rs a da( doing not0ing./ A s0ort s%$$ar( of a list of negati,e s($!to$s are6 8. la*k of e$otion - t0e ina)ilit( to enjo( reg%lar a*ti,ities -,isiting 7it0 friends3 et*./ as $%*0 as )efore ;. Lo7 energ( - t0e !erson tends to sit aro%nd and slee! $%*0 $ore t0an nor$al <. la*k of interest in life3 lo7 $oti,ation =. Affe*ti,e flattening - a )lank3 )l%nted fa*ial e9!ression or less li,el( fa*ial $o,e$ents3 flat ,oi*e -la*k of nor$al intonations and ,arian*e/ or !0(si*al $o,e$ents. ?. Alogia -diffi*%lt( or ina)ilit( to s!eak/ C. Ina!!ro!riate so*ial skills or la*k of interest or a)ilit( to so*ialize 7it0 ot0er !eo!le D. Ina)ilit( to $ake friends or kee! friends3 or not *aring to 0a,e friends E. So*ial isolation - !erson s!ends $ost of t0e da( alone or onl( 7it0 *lose fa$il(

'ote6 Onl( one +riterion A s($!to$ is re@%ired if del%sions are )izarre or 0all%*inations *onsist of a ,oi*e kee!ing %! a r%nning *o$$entar( on t0e !ersonFs )e0a,ior or t0o%g0ts3 or t7o or $ore ,oi*es *on,ersing 7it0 ea*0 ot0er. +ogniti,e S($!to$s of S*0izo!0renia +ogniti,e s($!to$s refer to t0e diffi*%lties 7it0 *on*entration and $e$or(. T0ese *an in*l%de6 C. disorganized t0inking D. slo7 t0inking E. diffi*%lt( %nderstanding G. !oor *on*entration 8H. !oor $e$or( 88. diffi*%lt( e9!ressing t0o%g0ts 8;. diffi*%lt( integrating t0o%g0ts3 feelings and )e0a,ior . So*ialAo**%!ational d(sf%n*tion6 For a signifi*ant !ortion of t0e ti$e sin*e t0e onset of t0e dist%r)an*e3 one or $ore $ajor areas of f%n*tioning s%*0 as 7ork3 inter!ersonal relations3 or self-*are are $arkedl( )elo7 t0e le,el a*0ie,ed !rior to t0e onset -or 70en t0e onset is in *0ild0ood or adoles*en*e3 fail%re to a*0ie,e e9!e*ted le,el of inter!ersonal3 a*ade$i*3 or o**%!ational a*0ie,e$ent/. +. D%ration6 +ontin%o%s signs of t0e dist%r)an*e !ersist for at least C $ont0s. T0is C-$ont0 !eriod $%st in*l%de at least 8 $ont0 of s($!to$s -or less if s%**essf%ll( treated/ t0at $eet +riterion A -i.e.3 a*ti,e-!0ase s($!to$s/ and $a( in*l%de !eriods of !rodro$al or resid%al s($!to$s. D%ring t0ese !rodro$al or resid%al !eriods3 t0e signs of t0e dist%r)an*e $a( )e $anifested )( onl( negati,e s($!to$s or t7o or $ore s($!to$s listed in +riterion A !resent in an atten%ated for$ -e.g.3 odd )eliefs3 %n%s%al !er*e!t%al e9!erien*es/. D. S*0izoaffe*ti,e and $ood disorder e9*l%sion6 S*0izoaffe*ti,e disorder and $ood disorder 7it0 !s(*0oti* feat%res 0a,e )een r%led o%t )e*a%se eit0er -8/ no $ajor de!ressi,e3 $ani*3 or $i9ed e!isodes 0a,e o**%rred *on*%rrentl( 7it0 t0e a*ti,e-!0ase s($!to$sB or -;/ if $ood e!isodes 0a,e o**%rred d%ring a*ti,e!0ase s($!to$s3 t0eir total d%ration 0as )een )rief relati,e to t0e d%ration of t0e a*ti,e and resid%al !eriods. E. S%)stan*eAgeneral $edi*al *ondition e9*l%sion6 T0e dist%r)an*e is not d%e to t0e dire*t !0(siologi*al effe*ts of a s%)stan*e -e.g.3 a dr%g of a)%se3 a $edi*ation/ or a general $edi*al *ondition. F. "elations0i! to a !er,asi,e de,elo!$ental disorder6 If t0ere is a 0istor( of a%tisti* disorder or anot0er !er,asi,e de,elo!$ental

disorder3 t0e additional diagnosis of s*0izo!0renia is $ade onl( if !ro$inent del%sions or 0all%*inations are also !resent for at least a $ont0 -or less if s%**essf%ll( treated/. So%r*e6 #S S%rgeon General

Positi,e S($!to$s of S*0izo!0renia Delusions are firmly held erroneous beliefs due to distortions or e@aggerations of reasoning and<or misinterpretations of perceptions or e@periences. 0elusions of being follo/ed or /atched are common, as are beliefs that comments, radio or ,4 programs, etc., are directing special messages directly to him<her. Hallucinations are distortions or e@aggerations of perception in any of the senses, although auditory hallucinations (Nhearing 6oices? /ithin, distinct from one=s o/n thoughts) are the most common, follo/ed by 6isual hallucinations. Disorganized speech/thinking, also described as Nthought disorder? or Nloosening of associations,? is a key aspect of schizophrenia. 0isorganized thinking is usually assessed primarily based on the person=s speech. ,herefore, tangential, loosely associated, or incoherent speech se6ere enough to substantially impair effecti6e communication is used as an indicator of thought disorder by the 0 M-.4. Grossly disorganized behavior includes difficulty in goal-directed beha6ior (leading to difficulties in acti6ities in daily li6ing), unpredictable agitation or silliness, social disinhibition, or beha6iors that are bizarre to onlookers. ,heir purposelessness distinguishes them from unusual beha6ior prompted by delusional beliefs. Catatonic behaviors are characterized by a marked decrease in reaction to the immediate surrounding en6ironment, sometimes taking the form of motionless and apparent una/areness, rigid or bizarre postures, or aimless e@cess motor acti6ity. Other symptoms sometimes present in schizophrenia but not often enough to be definitional alone include affect inappropriate to the situation or stimuli, unusual motor beha6ior (pacing, rocking), depersonalization, derealization, and somatic preoccupations. 'egati,e S($!to$s of S*0izo!0renia

A ective lattening is the reduction in the range and intensity of emotional e@pression, including facial e@pression, 6oice tone, eye contact, and body language. Alogia, or po6erty of speech, is the lessening of speech fluency and producti6ity, thought to reflect slo/ing or blocked thoughts, and often manifested as short, empty replies to Iuestions. Avolition is the reduction, difficulty, or inability to initiate and persist in goal-directed beha6iorB it is often mistaken for apparent disinterest. (e@amples of a6olition include: no longer interested in going out and meeting /ith friends, no longer interested in acti6ities that the person used to sho/ enthusiasm for, no longer interested in much of anything, sitting in the house for many hours a day doing nothing.)