Anda di halaman 1dari 116

BAB I

KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL





Tujuan Instruksional:
Mampu memahami definisi Persamaan Diferensial
Mampu memahami klasifikasi Persamaan Diferensial
Mampu memahami bentuk bentuk solusi Persamaan Diferensial
Mampu memahami pembentukan Persamaan Diferensial



1.1 Definisi
Persamaan diferensial adalah persamaan yang melibatkan variabel-variabel tak
bebas dan derivatif-derivatifnya terhadap variabel-variabel bebas. Berikut ini
adalah contoh persamaan diferensial:

(1) x
2
d
2

dx
2
6x
d
dx
= u var. bebas = x var. takbebas = y
(!) y

= c
x
+sin x var. bebas = x var. takbebas = y
(")
d
2

dt
2
S
d
dt
+1u = 4 var. bebas = t var. takbebas = Q
(#)

2
v
x
2
+

2
v

2
= u var. bebas = x,y var. takbebas = V

Persamaan diferensial sangat penting di dalam matematika untuk rekayasa
sebab banyak hukum dan hubungan fisik muncul secara matematis dalam
bentuk persamaan diferensial. Persamaan diferensial (disingkat P$)
diklasifikasikan dalam dua kelas yaitu biasa dan parsial.

Persamaan Diferensial Biasa (ordinary differential equation) disingkat P$B
adalah suatu persamaan diferensial yang hanya mempunyai satu variabel
bebas. %ika y(x) adalah suatu fungsi satu variabel& maka x dinamakan variabel
bebas dan y dinamakan variabel tak bebas. Persamaan (1)& (!)& (") adalah
contoh P$B.

Persamaan Diferensial Parsial (disingkat P$P) adalah suatu persamaan
diferensial yang mempunyai dua atau lebih variabel bebas. Persamaan (#)
adalah contoh P$P (yang dibahas pada buku 'atematika (eknik ) *ilid lan*utan)

Orde persamaan diferensial ditentukan oleh turunan tertinggi dalam
persamaan tersebut& contoh:

x
d
dx
y
2
= u adalah P$B orde satu
xy
d
2

dx
2
y
2
sin x = u adalah P$B orde dua
d
3

dx
3
y
d
dx
+c
4x
= u adalah P$B orde tiga
Persamaan di atas dapat ditulis dg notasi lain yaitu:
xy
i
y
2
= u adalah P$B orde satu
xyy
i
y
2
sin x = u adalah P$B orde dua
y
iii
yy
i
+c
4x
= u adalah P$B orde tiga
Derajat (degree) dari suatu persamaan diferensial adalah pangkat
tertinggi dari turunan tertinggi suatu persamaan diferensial& contoh:

1 +j
d
dx
[
2
= S
d
2

dx
2
adalah P$B orde dua dera*at satu
x(y)
3
+(y)
4
y = u adalah P$B orde dua dera*at tiga

+yarat tambahan pada persamaan diferensial& untuk satu nilai variabel bebas
yang mempunyai satu atau lebih nilai syarat disebut syarat awal (initial
conditions). P$ dengan syarat a,al dikatakan sebagai suatu masalah nilai
a,al (initial-value problem). %ika syarat yang diberikan pada P$ lebih dari satu
nilai variabel bebas& disebut syarat batas dan merupakan P$ dengan masalah
nilai batas (boundary-value problem).

-ontoh:
4y'' +2Sy' = c
x
; y(2) = 1; y(2) = S
adalah P$ dengan masalah nilai a,al karena dua syarat pada . yang sama
yaitu .=!
4y'' +2Sy' = c
x
; y(1) = 1; y(2) = S
adalah P$ dengan masalah nilai batas karena dua syarat pada . yang berbeda
yaitu .=1 dan .=!

1.2 Linieritas dan Homogenitas.
Persamaan diferensial biasa orde-n dikatakan linier bila dapat dinyatakan dalam
bentuk:
o
0
(x)y
(n)
+o
1
(x)y
(n-1)
+ .+o
n-1
(x)y
i
+o
n
(x)y = F(x)
dengan o
0
(x) = u
%ika tidak maka persamaan diferensial dikatakan tidak linier.
1. %ika koefisien o
0
(x), o
1
(x), ., o
n
(x) konstan maka disebut persamaan
diferensial linier dengan koefisien konstan& *ika tidak disebut persamaan
differensial linier dengan koefisien variable.
!. %ika F(x) = u& maka disebut persamaan differensial linier homogen& *ika
F(x) = u disebut tidak homogen.
-ontoh:
Persamaan $iferensial /lasifikasi Persamaan $iferensial
2y
iii
+Sy
i
+2xy = cos(x) P$ 0inier& P$ biasa &P$-orde!
2yy
iii
+Sy
i
+2xy = cos(x) P$ non 0inier
oy
ox
+
oz
ox
= cos(z)
P$ non 0inier disebabkan adanya
suku cos(z)

1. !olusi (Penyelesaian) PDB
Beberapa *enis solusi P$ akan di*abarkan sebagai berikut:
1. +olusi P$ bentuk eksplisit yaitu solusi P$ dengan fungsi yang mana variabel
bebas dan variabel tak bebas dapat dibedakan dengan *elas. +olusi eksplisit
dinyatakan dalam bentuk y = f(.). -ontoh solusi1fungsi eksplisit: y = x
2
+
Sx +4
!. +olusi P$ bentuki implisit yaitu solusi P$ dengan fungsi yang mana variabel
bebas dengan variabel tak bebas tidak dapat dibedakan secara *elas. 2ungsi
implisit ditulis dalam bentuk f(.&y) = 3. -ontoh solusi1fungsi implisit:
x
2
+y
2
= 2S atau x
2
+y
2
2S = u
Penyelesaian implisit dan penyelesaian eksplisit& keduanya secara singkat biasa
disebut penyelesaian P$B.
+olusi Persamaan $iferensial Biasa (P$B) terbagi dalam tiga *enis solusi yaitu:
1. +olusi 4mum (Penyelesaian 4mum): solusi P$B yang masih mengandung
konstanta sebarang misalnya c.
-ontoh P$
d
dx
=
3
x
mempunyai penyelesaian umum y = cx
3
.
!. +olusi /husus1Partikulir (Penyelesaian /husus1Partikulir): solusi yang tidak
mengandung konstanta variabel karena terdapat syarat a,al pada suatu
P$B.
-ontoh P$
d
dx
= Sx
2
dengan syarat x(u) = 4& mempunyai penyelesaian
khusus y = x
3
+4

5ambar 1 /eluarga /urva y = cx
3


5ambar 1 dibuat dengan program '6(06B sebagai berikut:
%Program MATLAB kurva y=cx^3 %
clc;
clear all;
for c=-5:1:5
x = -5:0.01:5;
y = c*x.^3;
plot(x,y,'r','linewidth',2)
axis([-2, 2,-10,10])
xlabel('x')
ylabel('y')
title(' Gambar kurva y=cx^3')
hold on
end
-2 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2
-10
-8
-6
-4
-2
0
2
4
6
8
10
x
y
Gambar kurva y=cx
3

". +olusi +ingular (Penyelesaian +ingular): solusi yang tidak diperoleh dari
hasil mensubstitusikan suatu nilai konstanta pada solusi umumnya. -ontoh:
y = cx +c
2
diketahui sebagai solusi umum dari P$B: (y
i
)
2
+xy
i
= y& tetapi
disisi lain P$B tersebut mempunyai penyelesaian lain: y =
1
4
x
2
&
penyelesaian ini disebut sebagai penyelesaian singular.


5ambar ! /urva y = x
3
+4

Program '6(06B untuk 5ambar ! sebagai berikut:
%Program MATLAB kurva y=x^3+4%
clc;
clear all;
x = -5:0.01:5;
y=x.^3+4
plot(x,y,'b','linewidth',2)
axis([-2, 2,-10,10])
xlabel('x')
ylabel('y')
title(' Gambar kurva y=x^3+4')

1." #etode Penyelesaian.
'etode yang digunakan untuk mencari solusi (menyelesaikan) Persamaan
$iferensial antara lain:
-2 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2
-10
-8
-6
-4
-2
0
2
4
6
8
10
x
y
Gambar kurva y=x
3
+4
1. 'etode 6nalitik: 'etoda ini menghasilkan dua bentuk solusi yaitu bentuk
eksplisit dan implisit. 4ntuk masalah-masalah yang komplek metode analitik
ini *arang digunakan karena memerlukan analisis yang cukup rumit.
!. 'etode /ualitatif: +olusi P$B didapatkan dengan perkiraan pada
pengamatan pola medan gradien. 'etode ini memberikan gambaran secara
geometris dari solusi P$B. 'etode ini meskipun dapat memberikan
pemahaman kelakuan solusi suatu P$B namun fungsi asli dari solusinya
tidak diketahui dan metode ini tidak digunakan untuk kasus yang komplek.
". 'etode 7umerik. +olusi yang diperoleh dari metode ini adalah solusi
hampiran (solusi pendekatan1aproksimasi). $engan bantuan program
komputer& metode ini dapat menyelesaikan P$B dari tingkat sederhana
sampai pada masalah yang komplek.
/etiga metode tersebut dapat diselesaikan dengan soft,are '6(06B.

1.$ Pembentu%an Persamaan Diferensial
+ecara matematis& persamaan diferensial muncul *ika ada konstanta sembarang
dieliminasikan dari suatu fungsi tertentu yang diberikan.
-ontoh: Bentuklah persamaan diferensial dari fungsi berikut
y = x +
A
x

Penyelesaian:
y = x +
A
x
= x +Ax
-1

Jy
Jx
= 1 Ax
-2
= 1
A
x
2

dari fungsi yang diberikan (soal) konstanta sembarang 6 adalah:
A
x
= y x - A = x(y x)
sehingga
Jy
Jx
= 1 Ax
-2
= 1
x(y x)
x
2

= 1
(y x)
x
=
x y + x
x
=
2x y
x

sehingga

Jy
Jx
=
2x y
x
- x
Jy
Jx
=
2x y
x

+atu contoh lagi& bentuklah persamaan diferensial untuk
y = Ax
2
+ Bx
Penyelesaian:
Jy
Jx
= 2Ax + B
J
2
y
Jx
2
= 2A - A =
1
2
J
2
y
Jx
2

substitusikan konstanta 6 ke:
Jy
Jx
= 2Ax + B
sehingga
Jy
Jx
= 2
1
2
J
2
y
Jx
2
x + B = x
J
2
y
Jx
2
+ B
B =
Jy
Jx
x
J
2
y
Jx
2

dengan mensubstitusikan 6 dan B pada persamaan:
y = Ax
2
+ Bx
kita dapatkan:
y =
1
2
J
2
y
Jx
2
x
2
+ _
Jy
Jx
x
J
2
y
Jx
2
_x
=
1
2
x
2
J
2
y
Jx
2
+ x
Jy
Jx
x
2
J
2
y
Jx
2

= x
Jy
Jx

1
2
x
2
J
2
y
Jx
2

8asil akhir penyelesaian di atas adalah persamaan diferensial orde dua.
%adi fungsi dengan satu konstanta sembarang menghasilkan persamaan
diferensial orde satu& sedangkan fungsi dengan dua konstanta sembarang
menghasilkan persamaan diferensial orde dua. +ehingga berlaku kaidah:
&ungsi yang mempunyai n bua' %onstanta sembarang a%an
meng'asil%an Persamaan Diferensial orde %e(n

Lati'an !oal)
/lasifikasikan Persamaan $iferensial berikut sebagai:
P$B atau P$P
P$ 0inier atau non-0inier
nyatakan variabel bebas dan takbebasnya

1.
Jy
Jx
= Sx
2

2.
J
2
y
Jx
2
+1u
Jy
Jx
+y = u
S. 2x(y +1)Jx (x
2
+1)Jy = u
4. 2yJy +2xJx = 2Jx
S.
Jr
J0
+rton(0) = cos
2
(0)
6.
Jx
Jt
+x = sin (2t)
7. y
ii
2y
i
+y = sin(t) Sc
t

8.
Jy
Jx

y
t
=
t
y
3

9. S
J
2
x
Jt
2
+2
Jx
Jt
+9x = 2cos (St)
1u. _
Jp
Jt
_
2
= ap (b p)
11.
ou
ox
+
ou
ot
+xt = u
12. y
ii
+(y
i
)
2
+2y
2
= u
1S. y
(4)
y = t 1
14.
oy
ox
+
oy
ot
+y
2
= u
1S.
Jx
Jy
=
x(1 +Sy)
y(2 Sx)

4ntuk Persamaan $iferensial berikut buktikan bah,a satu atau beberapa fungsi
yang diberikan adalah solusi P$:
16. xy
ii
(x +1)y
i
+y = u ; y
1
(x) = c
x
, y
2
(x) = x +1
17. 2y
iii
+9y
ii
+12y
i
+Sy = u ; y(x) = (x +1)c
-x
9y
ii

18. 4x
2
y
ii
+8xy
i
+y = u ; y(x) = x
-
1
2
ln (x)
19. y
ii
= 6y
i
1Sy ; y(x) = c
3x
cos (2x)
2u. y
ii
+4y = (x
2
S) sin(2x) ; y(x) = _
1
12
x
3
+
2S
S2
x] cos(2x) +
1
16
x
2
sin (2x)




BAB II
PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA (PDB) ORDE SATU



Tujuan Instruksional:
Mampu memahami dan menyelesaikan PD orde-1 dg integrasi
langsung, pemisahan variabel.
Mampu memahami dan menyelesaikan Persamaan Dierensial
!inier "omogen orde satu.
Mampu memahami dan menyelesaikan Persamaan #ernaoulli.
Mampu memahami dan menyelesaikan PD $ksak dan Tak-eksak.



PDB orde satu dapat dinyatakan dalam bentuk
Jy
Jx
= (x, y)
atau dalam bentuk
H(x, y)Jx +N(x, y)Jy = u

2.1 Penyelesaian PDB Orde Satu dgn Integrasi Langsung
Jika PDB dapat disusun dalam bentuk
d
dx
= (x) , maka persamaan tersebut
dapat diselesaikan dengan integrasi langsung.

Contoh
Jy
Jx
= Sx
2
6x + S
maka
y = _(Sx
2
6x +S)Jx = x
3
Sx
2
+Sx +c
Penyelesaian menggunakan program MATLAB sebagai berikut:
>> y=dsolve('Dy= 3*x^2-6*x+5','x')
y= x^3-3*x^2+5*x+C1
Contoh:
x
Jy
Jx
= Sx
3
+ 4
Maka
Jy
Jx
= Sx
2
+
4
x

sehingga
y =
S
S
x
3
+ 4ln x + c
Penyelesaian menggunakan program MATLAB sebagai berikut:
>> y=dsolve('x*Dy= 5*x^3 + 4','x')
y=5/3*x^3+4*log(x)+C1

ilai ! tidak dapat ditentukan ke!uali "ika dalam persamaan di atas diberi
keterangan syarat #sebuah nilai y untuk $ tertentu%. &olusi dengan nilai
konstanta sembarang atau ! disebut solusi umum'primiti(, sedangkan solusi
disebut khusus "ika nilai ! dapat dihitung.

Contoh:
Tentukan solusi khusus persamaan berikut "ika y)* untuk $)+:
c
x
Jy
Jx
= 4
Penyelesaian
c
x
Jy
Jx
= 4
Jy
Jx
= 4c
-x

maka
y = _4c
-x
Jx = 4c
-x
+ c
dengan mengetahui y)* untuk $)+ dapat dihitung nilai ! yaitu
y = 4c
-x
+ c S = 4 + c ; c = 7
sehingga solusi khusus adalah:
y = _4c
-x
Jx = 4c
-x
+ 7
Penyelesaian menggunakan program MATLAB sebagai berikut:
>> y=dsolve('exp(x)*Dy=4','y(0)=3','x')
y=-4*exp(-x)+7
Latihan &oal:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
1.
Jy
Jx
= x x
2

2.
Jy
Jx
= c
3x
+Sx
S.
Jy
Jx
= Sx
2
+
4
x

4.
Jy
Jx
= sinx +x cos x
S.
Jy
Jx
= Sx
2
+
4sinx
x

6.
Jy
Jx
= e
x
sinx +x cos x
Tentukan solusi PD dengan masalah nilai a,al sebagai berikut:
7.
Jy
Jx
= x
2
; y(u) = 1
8.
Jy
Jx
= c
3x
; y(u) = 4
9.
Jy
Jx
= Sx
2
+
4
x
; y(u) = 1
1u.
Jy
Jx
= x cos x ; y(u) = 1
11.
Jy
Jx
=
4sinx
x
; y(u) = 1
12.
Jy
Jx
= e
x
sinx +x cos x ; y(u) = 1

2.2 Penyelesaian PDB Orde Satu Dengan Pemisahan Variabel
Jika persamaan di(erensial berbentuk
d
dx
= (x, y), yaitu persamaan yang ruas
kanannya dapat dinyatakan sebagai perkalian atau pembagian (ungsi $ dan
(ungsi y, maka penyelesaian PD dengan !ara memisahkan -ariabelnya sehingga
(aktor .y. bisa kita kumpulkan dengan /dy. dan (aktor .$. dengan /d$..
Contoh: &elesaikan PD berikut
#0%
d
dx
= (1 +x)(1 +y)
Pisahkan berdasarkan -ariabelnya untuk mendapatkan
1
(1 +y)
Jy = (1 +x)Jx
"ika kita integrasikan kedua ruas men"adi:
_
1
(1 +y)
Jy = _(1 +x)Jx
ln(1 +y) = x +
1
2
x
2
+ c
Penyelesaian menggunakan program MATLAB sebagai berikut:
>> y=dsolve('Dy = (1+x)*(1+y)')
y=C3*exp(t*(x + 1)) 1

#1% 9y
d
dx
+4x = u
dengan memisahkan -ariabelnya diperoleh:
9yJy = 4xJx
selan"utnya tiap ruas diintegralkan dan didapatkan solusi:
9
2
y
2
= 2x
2
+c
9
2
y
2
+2x
2
= c
y
2
2
+
2x
2
9
=
c
9

y =
_
_
4
9
x
2
+
2
9
c]

2ambar 0 3eluarga 3ur-a
9
2
y
2
+2x
2
= c
-2 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
x
y
kurva f(x,y)=2x
2
+9/2y
2
-c
Program MATLAB untuk 2ambar * sebagai berikut:
clear all;
clc;
syms x y c
fx='(2*x^2)+(9/2*y^2)-c'
for c=-11:11
ezplot(eval(fx))
axis square
axis equal
hold on
grid on
end
title('kurva f(x,y)=2x^2+9/2y^2-c')

Latihan &oal:
&elesaikan persamaan di(erensial berikut dengan memisahkan -ariabel4
-ariabelnya:
1. y
i
=
x
2
1-
2

2. y
i
=
x
2
y

S. y
i
= 6xy
4. y
i
= x +xy
S. y
i
=
cosx
1+2
2

6. y
i
= 2xy 1
7. y
i
= (cos
2
x)(cos
2
2y)
8. y
i
=
x
2
y(1 +x
3
)

9. y
i
= 2c
-
cosx
1u. y
i
= 2(xy +y)
11. x(y
2
+2)Jx +y(x
2
+1)Jy = u
12. (y
2
+1)Jx +(x
2
+1)Jy = u

2.3 Persamaan Homogen substitusi y=vx
Tin"au persamaan di(erensial
Jy
Jx
=
x +Sy
2x

Persamaan di atas tidak dapat diselesaikan dengan !ara memisahkan
-ariabelnya. Dalam hal ini kita lakukan substitusi y =vx, dengan v adalah (ungsi
x. &ehingga penyelesaiannya:

dari y = vx dide(erensialkan men"adi
Jy
Jx
= : +x
J:
Jx

sehingga

x +Sy
2x
=
1 + S:
2

Persamaan sekarang men"adi:
: +x
J:
Jx
=
1 + S:
2

x
J:
Jx
=
1 + S:
2
: =
1 + :
2

2
1 +:
J: =
1
x
Jx
kedua ruas diintegrasikan men"adi:
_
2
1 +:
J: = _
1
x
Jx
2ln(1 + :) = lnx + c
(1 +:)
2
= c. x
substitusi v=y/x didapatkan
(1 +

x
)
2
= c. x atau (x +y)
2
= c. x
3

Latihan &oal:
&elesaikan persamaan di(erensial berikut dengan substitusi y=vx
(o) (x
2
Sy
2
)Jx +2xyJy = u
(b) - yJx +[x +x
2
+y
2
Jy = u
(c) 2xyy' y
2
+x
2
= u
(J) y' =
y
x
+
2x
3
cos(x
2
)
y

2.4 Persamaan Dierensial Linier dalam bentu!
dy
dx
+Py = Q
5ntuk PD yang berbentuk
dy
dx
+Py = Q dengan P dan 6 (ungsi $ atau
konstanta penyelesaianny dapat diperoleh dengan mengalikan kedua ruas
dengan (aktor integrasi
c
]Pdx

Contoh, selesaikan PD
Jy
Jx
y = x
Penyelesaian:
dari persamaan diperoleh P ) 40 dan Q ) $
(aktor integrasinya c
]Pdx
) c
-x

"ika kedua ruas persamaan dikalikan dengan c
-x
maka:
c
-x
(
Jy
Jx
- y) = c
-x
(x)
c
-x
Jy
Jx
c
-x
. y = c
-x
. x
J
Jx
{c
-x
y] = c
-x
. x J |c
]Pdx
. y| = c
]Pdx
. x = c
]Pdx
.
sehingga penyelesaiannya
_J(c
-x
y) = _c
-x
. xJx
c
-x
. y = c
-x
. x + _c
-x
Jx = c
-x
. x c
-x
+ c
y = x 1 + c c
-x

dari !ontoh di atas "ika (aktor integrasi c
]Pdx
= p, maka PD linier orde satu
bisa dinyatakan dalam bentuk
J
Jx
(p. y) = p.
dengan bentuk di atas, penyelesaiannya men"adi:
p. y = _pJx + c otou y. c
]Pdx
= _c
]Pdx
. Jx + c

Latihan soal:
&elesaikan PD linier berikut:
1.
Jy
Jx
+2y = u
2.
Jy
Jx
+2y = Sc
x

S.
Jy
Jx
y = c
3x

4.
Jy
Jx
+y = sinx
S.
Jy
Jx
+y =
1
1 +c
2x

6.
Jy
Jx
+2xy = x
7.
Jy
Jx
+Sx
2
y = x
2

8.
Jy
Jx
+
1
x
y =
1
x
2

9. x
Jy
Jx
+y = 2x
1u. cos x
Jy
Jx
+ysin x = 1
11. x
2
Jy
Jx
+xy = 2
12. cosx
Jy
Jx
+ysinx = 1
1S. (x +2y
3
)
Jy
Jx
= y

Tentukan &olusi PD untuk masalah nilai a,al berikut:
14.
Jy
Jx
y = 1 ; y(u) = 1
1S.
Jy
Jx
+2xy = x
3
; y(1u) = 1
16.
Jy
Jx

S
x
y = x
3
; y(1) = 4
17.
Jy
Jx
+2xy = x ; y(u) = 1
18. (1 +c
x
)
Jy
Jx
+c
x
y = u ; y(u) = 1

2." Persamaan Bernoulli berbentu!
dy
dx
+ Py = Q y
n

PD yang berbentuk
d
dx
+ Py = y
n
dengan P dan 6 (ungsi $ atau konstanta
diselesaikan dengan !ara:
Pertama, membagi kedua ruas dengan y
n
sehingga persamaan men"adi
y
-n
Jy
Jx
+ P y
1-n
=
3edua, misalkanlah z = y
1-n
sehingga
Jz
Jx
=
J(y
1-n
)
Jx

Jz
Jx
= (1 n) y
-n
Jy
Jx

supaya suku pertama didapat
dz
dx
maka persamaan pertama dikalikan #04n%
didapat:
(1 n)y
-n
Jy
Jx
+ (1 n)P y
1-n
= (1 n)
Jz
Jx
+ P
1
. z =
1
(P Iinicr)
dengan P1 dan Q1 (ungsi $ atau konstanta. Persamaan terakhir dapat
diselesaikan dengan (aktor integrasi. &etelah diperoleh penyelesaian untuk 7,
dengn substitusi z = y
1-n
kita dapatkan y.
!ontoh: selesaikan PD berikut:
Jy
Jx
+
y
x
= x. y
2

penyelesaian
kedua ruas dibagi y
2
men"adi
y
-2
Jy
Jx
+
y
-1
x
= x
misalkan = y
1-n
, n)1 sehingga z = y
-1
dan
dz
dx
= y
-2
d
dx

supaya suku pertama didapat
dz
dx
maka persamaan dikali 40, diperoleh:
y
-2
Jy
Jx

y
-1
x
= x
Jz
Jx

z
x
= x P Iinicr
(aktor integral c
]Pdx
dimana P )
1
x
maka
c
]Pdx
= c
]-
1
x
dx
= c
-Inx
= c
Inx
-1
=
1
x

bentuk umum penyelesaian PD linier didapat:
p. y = _c
]Pdx
. Jx + c
sehingga
1
x
. z = ]
1
x
. (x) Jx + c
z
x
= x + c
z = cx x
2

karena z = y
-1
maka y
-1
= cx x
2
y = (cx x
2
)
-1


Latihan soal:
&elesaiakan PD Bernoulli berikut:
1.
Jy
Jx
+y = x. y
3

2.
Jy
Jx
+y = c
x
. y
4

S. 2
Jy
Jx
+y = (x 1) y
3


2.# Persamaan Dierensial $!sa!
PDB dalam bentuk:
H(x, y)Jx +N(x, y)Jy = u
dikatakan eksak "ika terdapat (ungsi 6#$,y%, sedemikian sehingga
6
6x
= H(x, y)
dan
6
6
= N(x, y). Dengan mengingat di(erensial total dari (ungsi 6#$, y%, maka
disimpulkan bah,a persamaan H(x, y)Jx +N(x, y)Jy = u eksak "ika dan hanya
"ika:
oH
oy
=
oN
ox

Langkah4langkah untuk menyelesaikan PD 8ksak adalah sebagai berikut:
Langkah 0. Tuliskan PD dalam bentuk di(erensial :
H(x, y)Jx +N(x, y)Jy = u
Langkah 1. 5"i ke4eksak4an PD:
oH
oy
=
oN
ox

Langkah *. Jika eksak, integralkan M terhadap x atau N terhadap y. Misal dipilih
M, maka :
(x, y) = _H(x, y)Jx +g(y)
Langkah 9. Turunkan Q terhadap y dan samakan hasilnya dengan #$,y%
N(x, y) =
o
oy
__H(x, y)Jx] +g
i
(y)
Langkah :. ;ntegralkan g<# y% untuk memperoleh g#y%
Langkah =. Tuliskan penyelesaian umum dalam bentuk implisit:
Q%x& y' ) C .
Langkah >. Tentukan C "ika diberikan kondisi a,al tertentu.

Contoh: &elesaikan PDB
d
dx
=
x-2

2
-2x
, y#+%)*
Penyelesaian:
Langkah 0. Bentuk di(erensial PD adalah :
(x 2y)Jx +(y
2
2x)Jy = u
Langkah 1. 5"i ke4 eksak4an PD ini:
oH
oy
= 2 ;
oN
ox
= 2
Langkah *. Misal dipilih M untuk diintegralkan, maka :
(x, y) = _H(x, y)Jx +g(y)
= _(x 2y)Jx +g(y)
=
1
2
x
2
2xy + g(y)
Langkah 9. Menyamakan turunan 6#$,y% terhadap y dengan #$,y%:
o
oy
_
1
2
x
2
2xy + g(y)] = y
2
2x
u 2x + g
i
(y) = y
2
2x
g
i
(y) = y
2

Langkah :. ;ntegralkan g(% y' , diperoleh :
g(y) =
1
S
y
3

Langkah =. Penyelesaian umum dalam bentuk implisit 6#$,y%)!:

1
2
x
2
2xy +
1
S
y
3
= c
Langkah >. Dengan kondisi a,al y%+' ) *, diperoleh C ) ?, sehingga
penyelesaian khususnya adalah :
1
2
x
2
2xy +
1
S
y
3
= 9
Latihan soal:
5"i ke4eksakan persamaan di(erensial berikut dan selesaikan:
1.
Jy
Jx
=
x +2y
y
2
+2x

2.
Jy
Jx
=
Sx
2
+4xy
2x
2
+2y
, y(u) = S
S. (9x
2
+y 1)Jx (4y x)Jy = u
4.
Jy
Jx
=
cos y
x siny y
2

S. (xc

c
2
)Jy (c

+x)Jx = u
6. (c
x
siny 2ysinx)Jx +(c
x
cosy +2cosx)Jy = u
7. (x
2
2xy)Jy (y
2
2xy +1)Jx = u
@. Tentukan #$,y%sehingga (xy y
2
+x)Jx +N(x, y)Jy = u eksakA
?. Tentukan M#$,y% shg H(x, y)Jx +(x siny +ln y yc
x
) Jy = u eksakA

2.) Persamaan Dierensial *a!+$!sa!
Jika suatu PD orde satu berbentuk
H(x, y)Jx +N(x, y)Jy = u
mempunyai si(at:
oH
oy
=
oN
ox

maka PD tersebut disebut PD Tak48ksak. &uatu PD tak eksak dapat diubah ke
PD eksak dengan mengalikan persamaan dengan suatu (aktor yang tepat, yang
disebut a!tor ,engintegralan #integrating factor%. Pada bagian sebelumnya,
kita mengenal faktor integral: p(x) = c
]P(x)dx
untuk menyelesaikan
persamaan di(erensial linier order satu dalam bentuk:
dy
dx
+P(x)y = Q(x)

Baktor integral p(x) = c
]P(x)dx
akan memba,a persamaan di(erensial linier
order satu berbentuk
d
dx
+P(x)y = (x) men"adi PD eksak. &e!ara umum
suatu (aktor integral adalah (aktor C%x& y' dapat mengubah persamaan
di(erensial tidak eksak men"adi persamaan di(erensial eksak.

Contoh: Tun"ukkan bah,a x dy D %1y E xex 'dx ) + tidak eksak, tetapi dengan
mengalikan dengan (aktor C ) x PD tersebut men"adi eksak. 3emudian
selesaikanA

Penyelesaian :
5"i ke4eksak4an,
o
oy
(2y xc
x
) = 2 Jon
o
ox
(x) = 1
Jadi PD adalah tidak eksak. Dengan mengalikan (aktor integral x diperoleh:
x
2
Jy +(2xy x
2
c
x
)Jx = u P cksok
oH
oy
=
o(2xy x
2
c
x
)
oy
= 2x ;
oN
ox
=
o(x
2
)
ox
= 2x
dari langkah4langkah penyelesaian PD eksak, maka:
(x, y) = x
2
y x
2
c
x
+2xc
x
2c
x
+g(y)
"ika diketahui:
o
oy
(x, y) = N(x, y)
maka
x
2
+g
i
(y) = x
2
g
i
(y) = u g(y) = u
"adi solusi PD adalah:
(x, y) = c x
2
y x
2
c
x
+2xc
x
2c
x
= c

2.- .enentu!an /a!tor Itegrasi
Jika H(x, y)Jx +N(x, y)Jy = u PD tak eksak dan p(x, y) (aktor integrasi, maka
p(x, y)H(x, y)Jx +p(x, y)N(x, y)Jy = u adalah PD eksak, sehingga
opH
oy
=
opN
ox

atau
op
oy
H+
oH
oy
p =
op
ox
N +
oN
ox
p
_
oH
oy

oN
ox
] p =
op
ox
N
op
oy
H
p =
_
op
oy
H
op
ox
N]
_
oH
oy

oN
ox
]

ada beberapa kasus, yaitu:
#0% (x, y) = p(x) , (aktor integrasi hanya (ungsi $, maka:
p =
_
op
oy
H
op
ox
N]
_
oH
oy

oN
ox
]

=
[u
op
ox
N
_
oH
oy

oN
ox
]

=
oH
oy

oN
ox
=
N
p
op
ox

=
1
p
op =
_
oH
oy

oN
ox
]
N
Jx
=lnp = _
_
oH
oy

oN
ox
]
N
Jx
=p = c
]
_
6M
6
-
6N
6x
]
N
dx

&ehingga "ika
[
6M
6j
-
6N
6x

N
menghasilkan (ungsi $ sa"a maka p(x, y) = p(x).
#1% p(x, y) = p(y) , (aktor integrasi hanya (ungsi y, dengan analisis spt #0%
maka:
p = c
]
_
6M
6
-
6N
6x
]
M
d

&ehingga "ika
[
6M
6j
-
6N
6x

M
menghasilkan (ungsi y, maka p(x, y) = p(y).
#*% p(x, y) = p(xy), "ika
[
6M
6j
-
6N
6x

N-xM
menghasilkan (ungsi xy
#9% p(x, y) = p(x +y), "ika
[
6M
6j
-
6N
6x

N-M
menghasilkan (ungsi x +y
#:% p(x, y) = p(x y), "ika
[
6M
6j
-
6N
6x

N+M
menghasilkan (ungsi x y
#=% p(x, y) = p(x
2
+y
2
), "ika
[
6M
6j
-
6N
6x

2xN+2M
menghasilkan (ungsi x
2
+y
2

3esimpulan: Baktor integrasi ditentukan dengan menghitung
6M
6

6N
6x
kemudian
membaginya sehingga diperoleh (ungsi yang mandiri.
Contoh:
5"i ke4eksakan Persamaan Di(erensial
x Jy +(2y xc
x
) Jx = u
Tentukan (aktor integral4nya dan berikan solusi PD4nyaA

Penyelesaian:
H(x, y) = (2y xc
x
) dan N(x, y) = x
oH
oy
=
o(2y xc
x
)
oy
= 2 ;
oN
ox
= 1 ]oJi
oH
oy
=
oN
ox
(P tokcksok)
Baktor integrasi:
oH
oy

oN
ox
x
=
2 1
x
=
1
x
p = c
]
1
x
dx
= x
dari sini seperti !ontoh sebelumnya dapat ditun"ukkan dengan mengalikan $
pada persamaan dihasilkan PD eksak. Dan solusi PD seperti dibahas pada
!ontoh sebelumnya didapatkan:
x
2
y x
2
c
x
+2xc
x
2c
x
= c
Latihan soal:
Tun"ukkan bah,a PD berikut takeksak, kemudian tentukan (aktor integrasi
serta u"i ke4eksakannya, selan"utnya dapatkan solusi umum PDA
1. 2xyJy +(Sx +2y
2
)Jx = u
2. (S 2y)Jx +(x
2
1 )Jy = u
S. (x
2
+Sx +2)Jx +(x
2
+x +1)Jy Jy = u
4. (y 2x
3
)Jx x(1 xy )Jy = u



BAB III
Penerapan PDB orde satu



Tujuan Instruksional:
Mampu memahami dan menyelesaikan trayektori orthogonal
Mampu memahami pembuatan model Persamaan Diferensial pada
rangkaian RL dan RC seri
Mampu menyelesaiakan model PD pada rangkaian RL dan RC seri




3.1 Trayektori Ortogonal
Definisi
Jika diketahui keluarga kurva pada bidang XY yang dinyatakan oleh persamaan
F(x, y, k)= 0 dengan k = konstanta variabel. Kurva yang memotong tegak lurus
kurva-kurva tersebut dinamakan trayektori ortogonal dari kurva F.
Contoh:
iberikan keluarga kurva y = mx dan y
!
" x
!
= k
!
yang disa#ikan pada satu
sistem koordinat kartesius seperti tampak pada $ambar %.

$ambar & Keluarga Kurva y = mx dan y
2
+ x
2
= k
2

'erlihat bah(a gra)ik )ungsi garis berpotongan dengan kurva lingkaran. Kurva
lingkaran dan gra)ik garis berpotongan saling tegak lurus atau ortogonal,
karena itu kedua kurva dikatakan ortogonal di titik potongnya. engan kata lain
garis lurus y = mx adalah trayektori ortogonal dari keluarga lingkaran tersebut.
*ebaliknya dapat dikatakan #uga bah(a setiap lingkaran merupakan trayektori
ortogonal dari garis y = mx.
+rosedur menentukan trayektori ortogonal untuk keluarga kurva F(x, y, k) = 0
adalah:

Langkah 1. 'urunkan persamaan garis,kurva, sehingga didapatkan
persamaan di)erensial orde-& untuk keluarga kurva, yaitu F(x,
y, k) = 0
Langkah 2. *ubstitusikan k = F(x, y) pada F(x, y, k) = 0 untuk
memperoleh persamaan di)erensial implisit bagi F(x, y) = 0
berbentuk
Jy
Jx
= (x, y)
Langkah 3. -uat persamaan di)erensial yang berkaitan untuk keluarga
ortogonal men#adi bentuk berikut:
Jy
Jx
=
1
(x, y)

Langkah 4. *elesaikan persamaan di)erensial baru. +enyelesaiannya
adalah keluarga trayektori ortogonal.

Contoh
'entukan keluarga trayektori ortogonal dari keluarga kurva berikut ini:
y = cx
!
.
+enyelesaian
.angkah / +ersamaan di)erensial untuk keluarga kurva y = cx
!
yaitu
Jy
Jx
= 2cx
.angkah ! isubstitusikan c =

x
2
untuk memperoleh persamaan
di)erensial implisit:
Jy
Jx
= 2
y
x
2
x =
2y
x

.angkah 0 +ersamaan di)erensial untuk keluarga ortogonal yaitu
Jy
Jx
=
1
(x, y)
=
1
2y
x
=
x
2y

.angkah % *elesaikan persamaan di)erensial baru
Jy
Jx
=
x
2y
2yJy = xJx
_2yJy = _xJx y
2
=
1
2
x
2
+k1
2y
2
+ x
2
= k
Jadi, persamaan trayektori ortogonal untuk keluarga kurva y = cx
!
adalah:
2y
2
+ x
2
= k

$ambar ! 'rayektori 1rtogonal Kurva y = cx
2
dan 2y
2
+x
2
= k

+rogram 23'.3- untuk $ambar 4 sebagai berikut:
%Program MATLAB untuk kurva 2y
2
+ x
2
= k dan y = cx
2
%
clear all;
clc;
syms x y k
f1='k*x^2-y'
for k=1:1:10
ezplot(eval(f1)),axis square,axis equal,hold on,grid on,end
for k=-10:1:-1
ezplot(eval(f1)),axis square,axis equal,hold on,grid on,end
f2='2*y^2+x^2-k^2'
-6 -4 -2 0 2 4 6
-6
-4
-2
0
2
4
6
x
y
keluarga kurva 2*y
2
+x
2
-k
2
dan k*x
2
-y
for k=-8:1:8
ezplot(eval(f2)),axis square,axis equal,hold on,grid on,end
title('keluarga kurva 2*y^2+x^2-k^2 dan k*x^2-y')

Contoh:
'entukan keluarga trayektori ortogonal dari keluarga kurva berikut ini.
y
2
+x
2
= 2cx
+enyelesaian:
.angkah / + untuk keluarga kurva y
2
+x
2
= 2cx yaitu
2yJy +2xJx = 2cJx
Jy
Jx
=
c x
y

.angkah ! mensubstitusikan c =

2
+x
2
2x
untuk memperoleh persamaan
di)erensial implisit:
Jy
Jx
=
y
2
x
2
2xy

.angkah 0 +ersamaan di)erensial untuk keluarga ortogonal yaitu
Jy
Jx
=
1
(x, y)
=
2xy
y
2
x
2

Langkah 4 menyelesaikan PB
d
dx
=
2x
x
2
-
2

#ika y=u.5 maka
d
dx
= x
du
dx
+u
sehingga:
x
Ju
Jx
+u =
2x. (ux)
x
2
u
2
x
2
=
2u
1 u
2


Ju
Jx
=
1
x
_
2u
1 u
2
u]

Ju
Jx
=
1
x
. _
2u u +u
3
1 u
2
_

Ju
Jx
=
1
x
. _
u +u
3
1 u
2
_
untuk penyelesaian konstannya:

1
x
. _
u +u
3
1 u
2
_ = u, u +u
3
= u u = u
#adi y=u.5 = 0
untuk penyelesaian tak konstan(penyelesaian umum +)
Ju
Jx
=
1
x
. _
u +u
3
1 u
2
_
_
1 u
2
u +u
3
_ Ju =
1
x
. Jx
dengan integrasi )ungsi parsial didapatkan:
__
1
u

2u
1 +u
2
_ Ju = _
1
x
Jx
ln(u) ln(u
2
+1) = ln(x) +k
u
1 +u
2
= kx, k = u
dengan substitusi y=u.5 atau u=y,5, didapatkan:
y
2
+x
2
= ky
+enyelesaian implisit + di atas dan u=0 atau y=0 merupakan trayektori
ortogonal kurva y
2
+x
2
= 2cx.


$ambar 0 Kurva y
2
+x
2
= 2cx dan y
2
+x
2
= ky

+rogram 23'.3- untuk $ambar 6 sebagai berikut:
-6 -4 -2 0 2 4 6
-6
-4
-2
0
2
4
6
x
y
keluarga kurva y
2
+x
2
-2kx dan x
2
+y
2
-ky
%Program MATLAB kurva y
2
+ x
2
= 2cx dan y
2
+ x
2
= ky %
clear all;
clc;
syms x y k

f1='y^2+x^2-2*k*x'
for k=-3:0.1:3
ezplot(eval(f1)),axis square,axis equal,hold on,grid on,end
for k=3:-0.1:-3
ezplot(eval(f1)),axis square,axis equal,hold on,grid on,end
f2='x^2+y^2-k*y'
for k=-5:1:5
ezplot(eval(f2)),axis square,axis equal,hold on,grid on,end
title('keluarga kurva y^2+x^2-2kx dan x^2+y^2-ky')

Contoh +enyelesaian dengan +rogram 23'.3-:
'entukan trayektori ortogonal dari keluarga kurva y = kx
>> syms x y k;
>> y=k*x
y =k*x
>> dy=diff('k*x','x')
dy =k
>> k=solve('dy=k','k')
k =dy
>> edif=subs('y-k*x=0','k',k)
edif =y - dy*x = 0
>> edif_ortog=subs(edif,'dy','-1/Dy')
edif_ortog =y + x/Dy = 0
>> Dy=solve(edif_ortog,'Dy')
Dy =-x/y
>> y_ortog=dsolve('Dy =-x/y','x')
y_ortog =
2^(1/2)*(C3 - x^2/2)^(1/2)
-2^(1/2)*(C3 - x^2/2)^(1/2)
>> figure,for C3=1:6,ezplot(eval(y_ortog(1)),[-3,3]),
axis square,axis equal,hold on,grid on,end
>> for C3=1:6,ezplot(eval(y_ortog(2)),[-3,3]),
axis square,axis equal,hold on,grid on,end
>> for k=-1.25:0.25:1.25,ezplot(eval(y),[-3,3]),hold on, grid
on,end

$ambar % Kurva y = kx dan 'rayektori 1rtogonalnya

Contoh +enyelesaian dengan +rogram 23'.3-:
'entukan trayektori ortogonal dari keluarga kurva y =
k
1+x
2

>> syms x y k
>> y=k/(1+x^2)
y =k/(x^2 + 1)
>> dy=diff('k/(1+x^2)','x')
dy =-(2*k*x)/(x^2 + 1)^2
>> k=solve('dy=-(2*k*x)/(x^2 + 1)^2','k')
k =-(dy*(x^2 + 1)^2)/(2*x)
>> edif=subs('y-k/(1+x^2)=0','k',k)
edif =y + (dy*(x^2 + 1))/(2*x) = 0
>> edif_ortog=subs(edif,'dy','-1/Dy')
edif_ortog =y - (x^2 + 1)/(2*Dy*x) = 0
>> Dy=solve(edif_ortog,'Dy')
Dy =(x^2 + 1)/(2*x*y)
>> y_ortog=dsolve('Dy =(x^2 + 1)/(2*x*y)','x')
y_ortog =
2^(1/2)*(C14 + log(x)/2 + x^2/4)^(1/2)
-2^(1/2)*(C14 + log(x)/2 + x^2/4)^(1/2)
>> edif_y_ortog=subs(y_ortog,'x',abs(x))
edif_y_ortog =
-3 -2 -1 0 1 2 3
-4
-3
-2
-1
0
1
2
3
4
x
keluarga kurva y=kx dan trayektori ortogonalnya
2^(1/2)*(abs(x)^2/4 + C14 + log(abs(x))/2)^(1/2)
-2^(1/2)*(abs(x)^2/4 + C14 + log(abs(x))/2)^(1/2)
>>figure,for k=-1.25:0.25:1.25,ezplot(eval(y),[-3,3]),hold on, grid on,end
>> for C12=1:6,ezplot(eval(edif_y_ortog(1)),[-3,3]),axis
square,axis equal,hold on,grid on,end
>> for C12=1:6,ezplot(eval(edif_y_ortog(2)),[-3,3]),axis
square,axis equal,hold on,grid on,end, title('keluarga kurva
y=k/(1+x^2) dan trayektori ortogonalnya')


$ambar 4 Kurva y =
k
1+x
2
dan 'rayektori 1rtogonalnya

.atihan *oal:
'entukan 'rayektori 1rtogonal pada persamaan kurva berikut, kemudian
gambarkan gra)ik kurva-kurva tersebut:
&. x
2
+(y C)
2
= c
2

!. y
2
= kx
3

0. y
2
= x +c
%. y = 2x +C
4. y =
1
2
x
2
+C
6. y = ln(x) +C
7. x
2
+2y
2
= C
8. x
2
+(y C)
2
= c
2

-3 -2 -1 0 1 2 3
-2
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
2
x
keluarga kurva y=k/(1+x
2
) dan trayektori ortogonalnya
9. y = Cc
x

&0. xy = C
&&. y
2
x
2
= c
2

&!. y = Cx
3
2

&0. y = CVx
&%. x
2
+(y C
2
) = 1 +c
2


3.2 Rangkaian Listrik
:angkaian listrik sederhana ($ambar 9) adalah rangkaian seri. :angkaian ini
terdiri atas:
&. suatu baterai atau generator yang menghasilkan tenaga gerak listrik
(electromotive force atau e.m.f , tegangan atau potensial) sebesar ; volt
!. suatu penghambat (resistor) dengan pembatas sebesar : ohm
0. suatu induktor dengan induktansi sebesar . henry.
%. suatu kapasitor dengan kapasitansi sebesar C )arad

3rus / yang diukur dalam 3mpere adalah la#u perubahan sesaat muatan < pada
kapasitor yang diukur dalam =oulomb terhadap (aktu, yaitu /=d<,dt.

$ambar 6 :angkaian :.C seri

ari prinsip dasar kelistrikan, kita memperoleh:
(a) +otensial yang dihasilkan pada resistor adalah, ;
:
= /.:
(b) +otensial yang dihasilkan pada induktor adalah, ;
.
= .. d/,dt
(=) +otensial yang dihasilkan pada kapasitor adalah, ;
C
= <,C,
karena: I(t) =
d
dt
maka E
C
=
1
C
] I(t)Jt
t
0

>ukum Kir=ho))
a. Jumlah al#abar arus yang mengalir ke dalam suatu simpangan adalah nol
b. Jumlah al#abar potensial yang dihasilkan sepan#ang suatu loop tertutup
adalah nol.

3.2.1 RANGKAIAN RL

$ambar 7 :angkaian :. seri

?ntuk rangkaian L seperti $ambar di atas dan berdasarkan hukum tegangan
Kir=ho)) serta (a) dan (b), diperoleh model persamaan:
I
JI
Jt
+ R. I = E(t) (J)
Kasus A. Jika !(t) = !
0
(konstanta), maka dari (d) diperoleh model
persamaan:
JI
Jt
+
R
I
. I =
E
0

I

+ di atas + .inier berbentuk
dy
dx
+Py = Q (lihat subbab !.%), penyelesaian
+ .inier tersebut yaitu dengan mengalikan )aktor integrasi = c
]Pdx
pada
persamaan
dy
dx
+Py = Q men#adi:
p _
Jy
Jx
+Py _ = p
c
]Pdx
_
Jy
Jx
+Py _ = c
]Pdx


J(p. y)
Jx
= p.
J(p. y) = p. Jx
#ika diintegrasikan maka
p. y = _p. Jx +c
y =
1
p
__p. Jx +c_
sehingga dari =ontoh kasus I(t) dapat dinyatakan:
I(t) = c
-]
R
L
dt
__
E
0
I
c
]
R
L
dt
Jt + k]
= c
-
R
L
t
_
E
0
I
.
I
R
c
R
L
t
+ k]
=
E
0
R
+ kc
-
R
L
t

Jika t = tak hingga maka kc
-
R
L
t
= nol, sehingga "(t) sama dengan nilai batas
!
0
,:. +enyelesaian khusus untuk syarat a(al "(0) = 0 adalah
I(t) =
E
0
R
_1 c
-
R
L
t
]
Kasus B. Jika !(t) = !
0
sin@t , maka dari (d) diperoleh model persamaan:
JI
Jt
+
R
I
. I =
E
0

I
sint
penyelesaian + dengan )aktor integral yaitu:
y =
1
p
__p. Jx +c_
= c
]
R
L
dt
, y#x$ = "#t$% &=
L
0

L
sin t, maka:
I(t) = c
-]
R
L
dt
__
E
0
I
sint c
]
R
L
dt
Jt + k]
I(t) = c
-
R
L
t
__
E
0
I
sint c
]
R
L
dt
Jt + k]
= e
-
R
L
t
_
F

L
_stnmt e
R
L
t
dt + k]
]sin t c
R
L
t
Jt diselesaikan dengan integral parsial.
:umus baku integral parsial: ]u J: = u. : ]: Ju
#ika u = sint dan J: = c
R
L
t
; : =
L
R
c
R
L
t
, maka:
_sint c
R
L
t
Jt = sint .
I
R
c
R
L
t
_
I
R
c
R
L
t
cos t Jt
=
I
R
_c
R
L
t
cos t Jt ; ]iko u = cos t Jon J: = c
R
L
t
; : =
I
R
c
R
L
t

=
I
R
_
I
R
c
R
L
t
. cos t +
I
R
_sint c
R
L
t
Jt_
untuk penyederhanaan misalkan A = ]sint c
R
L
t
Jt , maka:
A =
I
R
c
R
L
t
sint
I
R
_
I
R
c
R
L
t
. cos t +
I
R
A_
=
I
R
c
R
L
t
sint
I
2
R
2
c
R
L
t
. cos t +

2
I
2
R
2
A
A_1

2
I
2
R
2
_ =
I
R
c
R
L
t
sint
I
2
R
2
c
R
L
t
. cos t
A =
R
2
R
2

2
I
2
_
I
R
c
R
L
t
sint
I
2
R
2
c
R
L
t
. cos t_
=
R I
R
2

2
I
2
c
R
L
t
sint
I
2
R
2

2
I
2
c
R
L
t
. cos t
=
c
R
L
t
R
2

2
I
2
|RI sin t I
2
cos t ]
sehingga:
I(t) = c
-
R
L
t
_
E
0
I
_sint c
R
L
t
Jt + k]
=
E
0
I
c
-
R
L
t
_
c
R
L
t
R
2

2
I
2
|RI sin t I
2
cos t ] _ +kc
-
R
L
t

=
F

R
2
-m
2
L
2
|R stn mt mL cux mt ] + k e
-
R
L
t


*uatu sistem listrik (atau dinamis) dikatakan berada dalam keadaan stail
('teady 'tate) #ika peubah yang men#elaskan perilakunya merupakan )ungsi
periodik dari (aktu atau konstan, sedangkan sistem dikatakan dalam keadaan
!erali"an (tran'ient 'tate) atau keadaan tidak stabil #ika sistem tidak dalam
keadaan stabil. +eubah yang menggambarkan keadaan itu masing-masing
disebut )ungsi keadaan stabil dan )ungsi peralihan.

+ada Kasus 3, )ungsi :,;
0
merupakan )ungsi atau penyelesaian keadaan stabil
sedangkan dalam Kasus - penyelesaian keadaan stabilnya adalah suku
pertama.

Contoh:
:angkaian :. seri diketahui :=&0 ohm, .=! henry, dengan sumber tegangan
;, dihubungkan seperti pada $ambar &&. +ada t=0 saklar ditutup dan arusnya
/(t=0)=0. 'entukan / untuk tA0 #ika (a) ;=%0 (b) ;= !0 e
-0t
, (=) ;=40 sin4tB

$ambar 8 Contoh *oal :angkaian :. *eri

+enyelesaian:
-erdasarkan >ukum Kir=ho)), #umlah tegangan pada loop tertutup sama dengan
nol sehingga
C
:
"C
.
-;=0
1uI +2
JI
Jt
E = u
JI
Jt
+ SI =
E
2

penyelesaian + di atas adalah:

(a) Jika ;=%0, + men#adi
dI
dt
+ SI = 2u , /(t=0)=0
)aktor integrasi p = c
]Pdt
= c
5t

mengalikan c
5t
dengan +, maka:
c
5t
j
dI
dt
+ SI [ = c
5t
. 2u

d
dt
|c
5t
. I] = c
5t
. 2u
c
5t
. I = ]c
5t
. 2u Jt
= 4c
5t
+c
I = 4 +cc
-5t
, I(t = u) = u u = 4 +c c = 4
maka
I = 4 4c
-5t

0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
sumbu waktu (t)
A
r
u
s

I
(
t
)
I(t)=4-4e
(-5t)

$ambar 9 3rus pada :angkaian :. *eri,:=&0D, .=!>, ;=%0C

+rogram 23'.3- $ambar &! sebagai berikut:
%Arus pada Rangk RL seri
clear all;
clc;
t=(0:0.01:1);
I=4-4*exp(-t*5);
plot(t,I,'r','linewidth',3)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',12)
ylabel('Arus I(t)','fontsize',12)

(b) Jika ; = !0 e
-0t
, + men#adi

dI
dt
+ SI = 1u e
-3t
, , /(t=0)=0
)aktor integrasi p = c
]Pdt
= c
5t

mengalikan c
5t
dengan +, maka:
c
5t
_
JI
Jt
+ SI _ = 1u e
2t

J
Jt
|c
5t
. I] = 1u e
2t

c
5t
. I = ]1u e
2t
Jt
= Sc
2t
+c
I = Sc
-3t
+cc
-5t
, I(t = u) = u u = S +c c = S
= Sc
-3t
Sc
-5t
= S(c
-3t
c
-5t
)
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
sumbu waktu (t)
A
r
u
s

I
(
t
)

$ambar &0 3rus pada :angkaian :. *eri,:=&0, .=!>, ;=!0e
(-0t)
C

+rogram 23'.3- $ambar &0 sebagai berikut:
%Arus pada Rangk RL seri E=20 exp(-3t)
clear all;
clc;
t=(0:0.01:3);
I=5*(exp(-t*3)-exp(-t*5));
plot(t,I,'r','linewidth',3)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Arus I(t)','fontsize',14)

(=) Jika ; = !00 sin 4t

, + men#adi

dI
dt
+ SI = 1uu sin St, /(t=0)=0
)aktor integrasi p = c
]Pdt
= c
5t

mengalikan c
5t
dengan +, maka:
c
5t
_
JI
Jt
+ SI _ = 1uu c
5t
sin St
d
dt
|c
5t
. I] = 1uu c
5t
sin St
c
5t
. I = 1uu _c
5t
sin St Jt +k
]c
5t
sin St Jt diselesaikan dengn integral parsial
rumus baku integral parsial: ]u J: = u. : ]: Ju
#ika u = c
5t
dan J: = sin St; : =
1
5
cos St , maka:
_c
5t
. sinSt Jt =
1
S
c
5t
cos St +_c
5t
cos St Jt
= +_c
5t
cos St Jt ; ika u = c
5t
an J: = cos St , : =
1
S
sin St
= +
1
S
c
5t
sin St _c
5t
sin St Jt
untuk penyederhanaan misalkan A = ]c
5t
sin St Jt , maka:
A =
1
S
c
5t
cos St +
1
S
c
5t
sin St A
A =
1
1u
c
5t
cos St +
1
1u
c
5t
sin St
sehingga:
c
5t
. I = 1uu _c
5t
sin St Jt +k
= 1uc
5t
cos St +1uc
5t
sin St +k
I = 1ucos St +1usin St +kc
-5t
, I(t = u) = u, oko k = 1u
= 1ucos St +1usin St +1uc
-5t

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
-15
-10
-5
0
5
10
15
20
sumbu waktu (t)
A
r
u
s

I
(
t
)

$ambar && 3rus pada :angkaian :. *eri, :=&0, .=!>, ;=!00 sin 4t C
+rogram 23'.3- untuk $ambar &% sebagai berikut:
%Arus pada Rangk RL seri E=200 sin 5t
clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:2);
I=10*(sin(5*t)-cos(5*t));
plot(t,I,'b','linewidth',2)
hold on
I=10*(exp(-5*t));
plot(t,I,'r','linewidth',2)
hold on

I=10*(sin(5*t)-cos(5*t))+10*(exp(-5*t));
plot(t,I,'k','linewidth',2)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Arus I(t)','fontsize',14)

3.2.2 Rangkaian R#

$ambar &! :angkaian :C *eri

engan menerapkan hukum Kir=ho)) maka model persamaan rangkaian adalah:
R
J
Jt
+
1
C
= E
J
Jt
+
1
RC
=
E
R

atau
RI +
1
C
_IJt = E R
JI
Jt
+
1
C
I =
JE
Jt


diperoleh + linier orde satu:
JI
Jt
+
1
RC
I =
1
R
JE
Jt

+enyelesaian umum:
)aktor integral + .inier :
p = c
]Pdt
= c
1
RC
t

perkalian + dengan )aktor integral menghasilkan:
c
1
RC
t
_
JI
Jt
+
1
RC
I_ =
1
R
c
1
RC
t
JE
Jt

J
Jt
_c
1
RC
t
. I_ =
1
R
c
1
RC
t
JE
Jt

c
1
RC
t
. I = _
1
R
c
1
RC
t
JE
Jt
Jt +k
I = c
-
1
RC
t
_
1
R
c
1
RC
t
JE
Jt
Jt +kc
-
1
RC
t

= c
-
1
RC
t
__
1
R
c
1
RC
t
JE
Jt
Jt +k_

Kasus A. Jika ;= Konstanta, maka d;,dt=0, sehingga
I = c
-
1
RC
t
__
1
R
c
1
RC
t
. u. Jt +k_
= k. c
-
1
RC
t

:C disebut kon'tanta (akt) ka*a'itif

Kasus B. Jika !(t) = !
0
sin@t , maka:
JE
Jt
= E
0
cos t
sehingga #ika disubstitusikan ke persamaan men#adi:
I = c
-
1
RC
t
__
1
R
c
1
RC
t
. E
0
cos t Jt +k_
I = c
-
1
RC
t
_
E
0
R
_c
1
RC
t
. cos t Jt +k_
]c

R
t
. cos t. Jt dengan integral parsial dapat diselesaikan men#adi:
rumus baku integral parsial: ]u J: = u. : ]: Ju
#ika u = c

R
t
dan J: = cos t; : =
1

sin t , maka:
_c
1
RC
t
. cos t Jt =
1

c
1
RC
t
sin t
1
RC
_c
1
RC
t
sin t Jt
=
1
RC
_c
1
RC
t
sin t Jt ; ika u = c
1
RC
t
an J: = sin t , : =
1

cos t
=
1
RC
_
1

c
1
RC
t
cos t +
1
RC
_c
1
RC
t
cos t Jt_
untuk penyederhanaan misalkan A = ]c

R
t
. cos t Jt , maka:
A ==
1

c
1
RC
t
sin t +
1

2
RC
c
1
RC
t
cos t
A

2
R
2
C
2

A =

2
R
2
C
2
1 +
2
R
2
C
2
_
1

c
1
RC
t
sin t +
1

2
RC
c
1
RC
t
cos t_
sehingga:
I = c
-
1
RC
t
_
1
R
E
0
_c
1
RC
t
. sint. Jt +k_
I = c
-
1
RC
t

1
R
E
0

2
R
2
C
2
1 +
2
R
2
C
2
_
1

c
1
RC
t
sin t +
1

2
RC
c
1
RC
t
cos t_ +k
I = c
-
1
RC
t

3
E
0
R C
2
1 +
2
R
2
C
2
_
1

c
1
RC
t
sin t +
1

2
RC
c
1
RC
t
cos t_ +k
I = c
-
1
RC
t
_

2
E
0
RC
2
1 +
2
R
2
C
2
c
1
RC
t
sin t +
E
0
C
1 +
2
R
2
C
2
c
1
RC
t
cos t_ +k
I =

2
E
0
RC
2
1 +
2
R
2
C
2
sin t +
E
0
C
1 +
2
R
2
C
2
cos t +kc
-
1
RC
t


Contoh:
*uatu rangkaian listrik terdiri dari :esistor !0 ohm yang dihubungkan seri
dengan kapasitor 0,04 )arad dan baterai ; volt. +ada saat t=0 tidak ada muatan
pada kapasitor. 'entukan besar muatan dan arus untuk tA0, #ika ;= 60,
;=&00t e
-!t
dan ;= &00 =os !tB
(a) #ika ;=60, model persamaan rangkaian :C adalah:
J
Jt
+
1
RC
=
E
R

J
Jt
+ =
)aktor integrasi = e
t

perkalian + dg )aktor integrasi didapatkan:
c
t
_
J
Jt
+ _ = c
t

J
Jt
|c
t
] = c
t

c
t
= _c
t
Jt +k
c
t
= c
t
+k
= +kc
-t
, (t = u) = u k =
= c
-t
,
karena I = JJt, maka I =
d
dt
| c
-t
] = c
-t


$ambar &0 3rus +ada :angkaian :C *eri, ;=60 C

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
sumbu waktu (t)
A
r
u
s

I
(
t
)
+rogram 23'.3- untuk $ambar &6
%Arus pada Rangk RC seri E=60
clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:5);
I=3*exp(-t)
plot(t,I,'b','linewidth',2)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Arus I(t)','fontsize',14)

(b) #ika ;=&00 t e
-!t
, model persamaan rangkaian :C adalah:
J
Jt
+
1
RC
=
E
R

J
Jt
+ = Stc
-2t

)aktor integrasi = e
t

perkalian + dg )aktor integrasi didapatkan:
c
t
_
J
Jt
+ _ = Stc
-t

d
dt
|c
t
. ] = St. c
-t

c
t
. = S _t. c
-t
Jt +k
]t. c
-t
Jt diselesaikan dengan integral parsial
rumus baku integral parsial: ]u J: = u. : ]: Ju
#ika u = t dan J: = c
-t
; : = c
-t
, maka:
_t. c
-t
Jt = t. c
-t
+_c
-t
Jt
= t. c
-t
c
-t

maka:
c
t
. = S |t. c
-t
c
-t
] +k
= S |t. c
-2t
c
-2t
] +kc
-t
, (t = u) = u k = S
#adi:
Q = |t. e
-2t
e
-2t
] +e
-t

I =
J
Jt
=
J
Jt
|S |t. c
-2t
c
-2t
] +Sc
-t
]
= |S. c
-2t
+1utc
-2t
+1uc
-2t
] Sc
-t

= te
-2t
+e
-2t
e
-t

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5
-5
-4
-3
-2
-1
0
1
2
3
4
5
sumbu waktu (t)
A
r
u
s

I
(
t
)

$ambar &% 3rus +ada :angkaian :C *eri, ;=&00te
-!t
C

+rogram 23'.3- untuk $ambar &7 sebagai berikut:
%Arus pada Rangk RC seri E=60
clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:5);
I=10*t.*exp(-t*2)
plot(t,I,'b','linewidth',2)
hold on
I=5*exp(-t*2)
plot(t,I,'r','linewidth',2)
hold on
I=-5*exp(-t)
plot(t,I,'g','linewidth',2)
hold on
I=10*t.*exp(-t*2)+5*exp(-t*2)-5*exp(-t)
plot(t,I,'k','linewidth',2)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Arus I(t)','fontsize',14)

(=) #ika ;=&00=os!t volt, :=!0 ohm, C=0,04 )arad, model persamaan
rangkaian :C adalah:
J
Jt
+
1
RC
=
E
R

J
Jt
+ = S cos 2t
)aktor integrasi = e
t

perkalian + dg )aktor integrasi didapatkan:
c
t
_
J
Jt
+ _ = Sc
t
cos 2t
d
dt
|c
t
. ] = Sc
t
cos 2t
c
t
. = S _c
t
cos 2t Jt +k
]c
t
cos 2t Jt diselesaikan dengan integral parsial
rumus baku integral parsial: ]u J: = u. : ]: Ju
#ika u = c
t
dan J: = cos 2t; : =
1
2
sin 2t , maka:
_c
t
. cos 2t Jt =
1
2
c
t
sin 2t
1
2
_c
t
sin 2t Jt
=
1
2
_c
t
sin 2t Jt ; ika u = c
t
an J: = sin 2t
: =
1
2
cos 2t
=
1
2
_
1
2
c
t
cos 2t +
1
2
_c
t
cos 2t Jt_
untuk penyederhanaan misalkan A = ]c
t
cos 2t Jt, maka:
A =
1
2
c
t
sin 2t
1
2
_
1
2
c
t
cos 2t +
1
2
A_ =
1
2
c
t
sin 2t +
1
4
c
t
cos 2t
1
4
A
A =
2
S
c
t
sin 2t +
1
S
c
t
cos 2t
sehingga:
c
t
. = S _c
t
cos 2t Jt +k
= S _
2
S
c
t
sin 2t +
1
S
c
t
cos 2t_ +k
= 2sin 2t +cos 2t +kc
-t
, I(t = u) = u, oko k = 1
= 2x 2t +cux 2t e
-t

=
dQ
dt
= cux 2t 2x 2t +e
-t

0 1 2 3 4 5 6 7
-5
-4
-3
-2
-1
0
1
2
3
4
5
sumbu waktu (t)
A
r
u
s

I
(
t
)

$ambar &4 3rus pada :angkaian :C *eri, ;=&00 =os !t C

+rogram 23'.3- untuk $ambar &8 sebagai berikut:
%Arus pada Rangk RC seri E=100cos2t
clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:7);
I=4*cos(2*t)-2*sin(2*t)
plot(t,I,'r','linewidth',2)
hold on
I=exp(-t)
plot(t,I,'b','linewidth',2)
hold on
I=4*cos(2*t)-2*sin(2*t)+exp(-t)
plot(t,I,'k','linewidth',2)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Arus I(t)','fontsize',14)

.atihan *oal:
&. 'entukan respon lengkap /(t) pada rangkaian $ambar &0, #ika ;=&00volt,
:= &00 ohm dan .=!0 henry dengan /(t=0)=0B $ambarkan dengan
bantuan program 23'.3- komponen respon lengkap /(t)B
!. 'entukan arus steady state pada rangkaian $ambar &0, #ika ;=&0 sin !t
volt, := ! ohm dan .=! henryB $ambarkan dengan bantuan program
23'.3- arus steady state /(t)B
0. :angkaian :. seri :=8 ohm dan .=0,4 henry dihubungkan dengan sumber
baterai ; volt. Jika /(t=0)=0, tentukan /(t) pada:
a. ;= 6%
b. ;= 8te
-&6t

=. ;= 0! e
-8t

$ambarkan dengan bantuan program 23'.3- komponen respon lengkap
/(t)B
%. 'entukan /(t) pada soal nomor 0, #ika ;= 6% sin 8tB 'entukan mana arus
keadaan steady state dan arus transiennyaB $ambarkan dengan bantuan
program 23'.3- komponen respon lengkap /(t)B
4. 'entukan arus transien pada rangkaian $ambar &0, #ika ;=&0 sin !t volt,
:= ! ohm dan .=! henry dengan /(t=0)=0B $ambarkan dengan bantuan
program 23'.3- arus transien /(t)B
6. 'entukan <(t) dan /(t) pada rangkaian $ambar &4 #ika ;=&00volt, := 4
ohm dan C=0,0! )arad dengan <(t=0)=4 =oulombB $ambarkan dengan
bantuan program 23'.3- komponen arus /(t)B
7. Jika pada $ambar &4, := 40 ohm, C= 0,0% )arad ;= &!4 sin(t) volt
'entukan muatan < keadaan stabilB
8. Jika ;= &&0 =os(0&%t), tentukan muatan < keadaan stabil soal nomor 7B
9. 'entukan tegangan kapasitor pada $ambar &4, #ika resistor :=!00 ohm,
kapasitor C= 0,& )arad dengan sumber baterai ;= &! volt dan kapasitor
tidak bermuatan pada saat t=0 atau <(t=0)=0B

Matematika Teknik I Hal- 1




BAB IV
PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER



Tujuan Instruksional:
Mampu memahami konsep PD Linier
Mampu memahami konsep ketakbebasan linier, determinan Wronski
dan superposisi
Mampu memahami metode penyelesaian PD Homogen orde-
Mampu memahami metode penyelesaian PD takhomogen



Bentuk umum PD Linier orde-n adalah
o
0
(x)y
(n)
+o
1
(x)y
(n-1)
+ +o
n-1
(x)y

+o
n
(x)y = F(x)
PD yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk di atas dikatakan tidak linier.
Contoh:
x
d
2

dx
2
+S
d
dx
2xy = sin adalah PD Linier orde 2
y
d
2

dx
2
+x [
d
dx

2
x
2
y = c
-x
adalah PD Tak-Linier orde 2

Selanjutnya pembahasan penyelesaian PD Linier orde-n dalam buku ajar ini
dimulai pada PD Linier rde-2! yang kemudian dibuat kasus umum untuk
penyelesaian PD orde-n.

"ika #$%& pada persamaan PD Linier orde-n sama dengan nol maka PD disebut
PD homogen atau tereduksi atau komplementer. "ika #$%&'( maka PD disebut
PD lengkap atau PD tak homogen.
Contoh:
x
d
2

dx
2
+S
d
dx
2xy = sin x adalah persamaan lengkap)tak homogen
Matematika Teknik I Hal- 2

x
d
2

dx
2
+S
d
dx
2xy = u adalah persamaan tereduksi)homogen.

"ika a
o
$%&! a
*
$%&! ....! a
n
$%& adalah konstanta maka PD disebut PD Linier dengan
koe+isien konstanta! jika tidak disebut PD Linier koe+isien ,ariabel.
Bentuk
d
dx
,
d
2

dx
2
, ,
d
n

dx
n
! dapat dituliskan dengan lambang Dy! D
2
y! ...! D
n
y!
dengan D! D
2
!... disebut operator di+erensial. Sehingga persamaan PD Linier
orde-n dapat dinyatakan sebagai:
(o
0
(x)
(n)
+o
1
(x)
(n-1)
+ +o
n-1
(x) +o
n
(x))y = F(x) (b)
atau
-$D&y . #$%&
dengan -$D&. o
0
(x)
(n)
+o
1
(x)
(n-1)
+ +o
n-1
(x) +o
n
(x) dan disebut
operator suku banyak dalam D.
Latihan Soal:
/ntuk PD berikut klasi+ikasikan apakah PD homogen)nonhomogen! koe+isien
,ariabel)konstanta! linier)nonlinier0
*. y

+xy

y = sin x
2. xy

+y

xy = 1
1. y

+(sin x)y

xy = c
x

2. yy

+(y

)
2
= u
3. y

+(y

)
2
+2y = 1
4. Buktikan (
2
+S +2)c
4x
= ( +1)( +2)c
4x
= ( +2)( +1)c
4x
0
5pa yang dapat disimpulkan6
7. Tunjukkan bah8a x +1 Jon 2 tidak komutati+0

4.1 Teorema Dasar Persamaan Diferensial Linier
/ntuk menyelesaikan PD Linier berbentuk
-$D&y . #$%& dengan #$%& '(!
kita misalkan 9
:
$%& adalah solusi umum PD homogen dari -$D&y.(! maka
penyelesaian umum PD Linier adalah dengan menjumlahkan penyelesaian
umum PD homogen dan penyelesaian khusus! yaitu:
y = Y
c
(x) + Y
p
(x)
Contoh:
Matematika Teknik I Hal- 3

Solusi umum PD homogen: $D
2
-1D;2&y.( adalah y.:
*
e
%
;:
2
e
2%
dan solusi
khusus PD : $D
2
-1D;2&y.2%
2
adalah 2%
2
;4%;7! maka solusi umum PD
lengkap)tak homogen dari $D
2
-1D;2&y.2%
2
adalah
y. :
*
e
%
;:
2
e
2%
;2%
2
;4%;7

4.2 Ketakeasan Linier
<impunan n +ungsi y
*
$%&! y
2
$%&! =! y
n
$%& dikatakan takbebas linier pada suatu
selang jika ada n konstanta :
*
! :
2
! =! :
n
yang tidak semua nol! sehingga
berlaku:
:
*
y
*
$%&; :
2
y
2
$%&; =; :
n
y
n
$%& . (
jika tidak maka himpunan +ungsi tersebut dikatakan bebas linier.
Contoh:
2e
1%
! 3e
1%
!e
-2%
takbebas linier pada suatu selang karena dapat ditentukan
konstanta :
*
! :
2
! :
1
yang tidak semua nol sehingga:
:
*
$2e
1%
&; :
2
$3e
1%
&;:
1
$e
-2%
& . ( dengan :
*
.-3! :
2
.2! :
1
.(
Contoh:
e
%
dan %e
%
adalah bebas linier karena :
*
$e
%
&; :
2
$%e
%
&.( hanya jika :
*
.(!
:
2
.(
Latihan soal:
*. Tunjukkan bah8a himpunan +ungsi berikut bebas linier0
(o) sin x, cos x (b) c
x
, xc
x

(c) xsin x, sin x (J) c
x
sin x, c
-x
sin x
(c) c
2x
sin x, c
2x
cos x () c
x
sin x, c
-x
sin x
2. Tunjukkan bah8a himpunan +ungsi berikut tak-bebas linier0
(o) 2x, x (b) x
2
, 4x
2


4.! Determinan "ronski
<impunan +ungsi y
*
$%&! y
2
$%&! =! y
n
$%& $yang mempunyai turunan& adalah
bebas linier pada suatu selang jika determinan:
w(y
1
, y
2
, , y
n
) = _
y
1
(x) y
2
(x) y
n
(x)
y
1

(x) y
2

(x) y
n

(x)

y
1
n-1
(x)

y
2
n-1
(x)

y
n
n-1
(x)
_ = u
Determinan tersebut dinamakan determinan >ronski.

Contoh:
Matematika Teknik I Hal- 4

Tentukan determinan >ronski $>ronskian& untuk +ungsi-+ungsi berikut:
(o) {sin Sx, cos Sx] (b) {x, x
2
, x
3
]
Penyelesaian:
(o) w(x) =
sin Sx cos Sx
Scos Sx Ssin Sx
= Ssin
2
Sx Scos
2
Sx = S

(b) w(x) = _
x x
2
x
3
1 2x Sx
2
u 2 6x
_ = 12x
2
+u +2x
3
u 6x
3
6x
3
= 2x
3


Contoh:
Tunjukkan himpunan +ungsi {1 x, 1 +x, 1 Sx] adalah takbebas linier untuk
semua nilai %0

Penyelesaian:
$a& kita dapat menunjukkan dengan memilih konstanta :*! :2! :1 yang tidak
semuanya nol sehingga :*$*-%&;:2$*;%&;:1$*-1%&.(! jika ditentukan
:*.*! :2.-*! :1.( maka *-%-*-%;(.(! sehingga himpunan +ungsi {1
x, 1 + x, 1 Sx] adalah takbebas linier.

$b& kita juga dapat menghitung determinan >ronski-nya! yaitu:
w(x) = _
1 x 1 +x 1 Sx
1 1 S
u u u
_ = u
terbukti bah8a >ronskian .( berarti himpunan +ungsi {1 x, 1 +x, 1 Sx]
tak bebas linir untuk semua %

Soal Latihan:
*. Buktikan himpunan +ungsi berikut bebas linier0
(o) c
x
cos x, c
x
sin x
(b) x, xc
x
, x
2
c
x

(c) cos (2x), xcos (2x)
2. ?isalkan y1(x) dan y2(x) adalah penyelesaian y

+p(x)y

+q(x)y = u
$a& Buktikan bah8a determinan >ronskinya w = y
1
y
2

+y
2
y
1

= cc
]-Pdx

$b& Tentukan nilai :! sehingga y1(x) dan y2(x) bebas linier

Matematika Teknik I Hal- 5

4.4 Prinsip #$perposisi
"ika y
*
$%&! y
2
$%&! =! y
n
$%& adalah n penyelesaian bebas linier dari persamaan
linier orde-n! -$D&y.( maka solusi umumnya:
y = c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x) + %+ c
n
y
n
(x)
dgn :
*
! :
2
! =! :
n
. konstanta.
Contoh:
"ika y
1
(x) dan y
2
(x) adalah solusi persamaan di+erensial homogen
y

+P(x)y

+(x)y = u maka kombinsi linier c


1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x) juga solusi
persamaan di+erensial.
Bukti:
y
1
(x) dan y
2
(x) solusi y

+Py

+y = u maka
y
1

+Py
1

+y
1
= u
dan
y
2

+Py
2

+y
2
= u
dari solusi y = c
1
y
1
+ c
2
y
2
! maka:
y

= c
1
y
1

+ c
2
y
2

= c
1
y
1

+ c
2
y
2


substitusi ke persamaan di+erensial diperoleh:
y

+P(x)y

+(x)y = u
c
1
y
1

+ c
2
y
2

+P(c
1
y
1

+ c
2
y
2

) +(c
1
y
1
+ c
2
y
2
) = u
c
1
y
1

+ c
2
y
2

+c
1
Py
1

+ c
2
P y
2

+c
1
y
1
+ c
2
y
2
= u
c
1
(y
1

+Py
1

+y
1
) +c
2
(y
2

+Py
2

+y
2
) = u
c
1
. u +c
2
. u = u

4.& Penyelesaian PD Linier 'omo(en )en(an koefisien konstanta
PD Linier <omogen orde-2 dengan koe+isien konstan adalah:
oy

+by

+cy = u o, b, c = konstonto
dimisalkan solusi umum PD: y = c
mx
sehingga jika kita substitusi ke dalam PD
maka:
oy

+by

+cy = u
- om
2
c
mx
+bm c
mx
+cc
mx
= u
-(om
2
+bm+c) c
mx
= u
Matematika Teknik I Hal- 6

"adi y = e
mx
menjadi solusi PD jika om
2
+bm+c = u $disebut Persamaan
Karakteristik&

5kar-akar Persamaan @arakteristik adalah:
m
1,2
=
b _Vb
2
4oc
2o


Terdapat tiga kemungkinan akar-akar nilai m pada Persamaan Ciri:
*. "ika Vb
2
4oc > u! maka m
1,2
adalah dua akar Aeal yang berbeda dengan
m
1,2
A maka solusi umumnya:
y = c
1
e
m
1
x
+c
2
e
m
2
x

2. "ika Vb
2
4oc = u ! maka m
1
= m
2
dengan m
1,2
A! maka solusi
umumnya:
y = c
1
e
mx
+c
2
x e
mx

1. "ika Vb
2
4oc < u ! maka m
1,2
. i dengan ! A maka solusi
umumnya:
y = c
1
e
( + I)x
+c
2
e
( - I)x

dengan rumus Buler ! yaitu e
Ix
= cux x +| x|n x maka bentuk trigonometri
rumus dapat ditentukan:
y = c
1
e
( + I)x
+c
2
x e
( - I)x

= c
1
e
x
( cux x +| x|n x ) +c
2
e
x
( cux x - | x|n x); cux x = cux x
= (c
1
+c
2
)e
x
( cux x ) +|(c
1
c
2
)e
x
( x|n x )
= Ae
x
cux x +Be
x
x|n x , A, B e kunxtanta h||. kump|ekx

Contoh:
Tentukan solusi umum persamaan di+rensial berikut:
y

+Sy

6y = u
Penyelesaian:
5kar-akar Persamaan @arakteristik pada PD di atas adalah:
m
2
+Sm6 = u
(m1)(m+6) = u
m
1
= 1 Jon m
2
= 6
dua solusi bebas linier PD adalah :
y
1
(x) = c
x
dan y
2
(x) = c
-6x

Matematika Teknik I Hal- 7

"adi solusi umum PD adalah:
y(x) = c
1
c
x
+c
2
c
-6x

Penyelesaian menggunakan Program ?5TL5B:
>> syms x
>> y=dsolve('D2y+5*Dy-6*y=0')
y =C2*exp(t) + C4/exp(6*t)

Contoh:
Selesaikan persamaan di+erensial berikut:
y

y = u , y(u) = 1, y

(u) = u
Penyelesaian:
5kar-akar Persamaan @arakteristik pada PD di atas adalah:
m
2
1 = u
(m1)(m+1) = u
m
1
= 1 ; m
2
= 1
dua solusi bebas linier PD adalah :
y
1
(x) = c
x
C y
2
(x) = c
-x

"adi solusi umum PD adalah:
y(x) = c
1
c
x
+c
2
c
-x

masalah nilai a8al y(u) = 1, y

(u) = u
y(u) = 1 - c
1
+c
2
= 1
y

(u) = u - c
1
c
2
= u
c
1
=
1
2
, c
2
=
1
2

"adi solusi khusus PD adalah:
y(x) =
1
2
c
x
+
1
2
c
-x


Penyelesaian menggunakan Program ?5TL5B:
>> syms x
>> y=dsolve('D2y-y=0','y(0)=0','Dy(0)=1')
y =exp(t)/2 - 1/(2*exp(t))

Contoh:
Tentukan penyelesaian umum PD
y

+4y

+4y = u
Matematika Teknik I Hal- 8

Penyelesaian:
5kar-akar Persamaan @arakteristik pada PD di atas adalah:
m
2
+4m+4 = u
(m+2)(m+2) = u
m
12
= 2
Diperoleh akar-akar yang sama! sehingga solusi umum PD mestinya adalah:
y(x) = c
1
c
-2x

karena PD orde 2 akan memberikan dua solusi bebas linier dengan dua ,ariabel
konstanta maka solusi kedua dapat ditentukan dengan metode *e)$ksi +r)e
PD ! yaitu:
bentuk umum PD homogen orde-2:
y

+oy

+by = u
akar-akar persamaan karakteristik jika Vb
2
4oc = u ! m
1
= m
2
=
b
2u

satu solusi PD: y(x) = c
1
c
-
b
2c
x

bentuk persamaan reduksi orde yaitu:
y = :(x)c
-
b
2u
x

y

= :

(x) c
-
b
2u
x

b
2o
:(x) c
-
b
2u
x

y

= _:

(x)
b
o
:

(x) +
b
2
4o
2
:(x)_ c
-
b
2u
x

substitusi y, y

, y

ke PD y

+oy

+by = u ! maka:
o _:

(x)
b
o
:

(x) +
b
2
4o
2
:(x)_c
-
b
2u
x
+ b _:

(x)
b
2o
:(x) ] c
-
b
2u
x
+ c:(x)c
-
b
2u
x
= u
kedua ruas dibagi c
-
b
2c
x
! maka:
o _:

(x)
b
o
:

(x) +
b
2
4o
2
:(x)_ +b _:

(x) c
-
b
2u
x

b
2o
:(x) ] +c:(x) = u
- o:

(x) _
b
2
4o
c_:(x) = u
- o:

(x) _
b
2
4oc
4o
_:(x) = u
karena b
2
4oc = u maka persmaan menjadi:
:

(x) = u
sehingga:
Matematika Teknik I Hal- 9

:(x) = c
1
+c
2
x
jadi satu solusi lain y(x) adalah y(x) = :(x)c
-
b
2c
x
= (c
1
x +c
2
)c
-
b
2c
x

karena satu solusi PD telah diketahui yaitu y(x) = c
1
c
-
b
2c
x

maka solusi lain yang dimaksud adalah y(x) = c
2
xc
-
b
2c
x

untuk kasus :ontoh soal di atas penyelesaian umum PD menjadi:
y(x) = c
1
c
-2x
+c
1
xc
-2x

Contoh:
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
y

+2y

+4y = u
Penyelesaian:
akar-akar persamaan karakteristik:
m
2
+2m+4 = u
m
1,2
=
2 _V12
2
= 1 _iVS
karena .-* dan .VS maka penyelesaian umum PD:
y = Ae
-x
cux VSx +Be
-x
x|n VSx
Latihan Soal:
Selesaikan PD berikut:
1. y

= u
2. y

= u
S. y

Sy

+2y = u
4. y

+2y

+y = u
S. 4y

4y

+y = u
6. y

4y

+7y = u
7. Sy

+4y

+9y = u
8. y

4y

+4y = u, y(u) = 1, y

(u) = 1
9. 4y

4y

Sy = u, y(u) = u, y

(u) = 1
1u. y

4y

+1Sy = u, y(u) = 1, y

(u) = u
11. y

+2y

+2y = u, y(u) = 1, y

(u) = u
12. Icntukon y
2
Jcngon mctoJc rcJuksi orJc poJo y

2y

+y = u
]iko y
1
= c
x
0
1S. Icntukon y
2
Jcngon mctoJc rcJuksi orJc poJo y

+1uy

+2Sy = u
]iko y
1
= c
-5x
0
Matematika Teknik I Hal- 10

14. PoJo 0ombor 19 Jigomborkon solusi

olomiob kuolitoti


(quolitoti:c noturc o solution)Jori P: oy
ii
+by
i
+cy = u ,
r
1
Jon r
2
oJolob okor okor pcrs. koroktcristik
Solusi bcrJosorkon okor pcrs. koroktcristik tcrbogi otos 8 kosus bcrbcJo,
yoitu:
(1). r
1
< u Jon r
2
< u
(2). r
1
< u Jon r
2
= u
(S). r
1
= u Jon r
2
= u
(4). r
1
= u Jon r
2
> u
(S). r
1
> u Jon r
2
> u
(6). r
1
, r
2
= o _i[ (o < u)
(7). r
1
, r
2
= o _i[ (o = u)
(8). r
1
, r
2
= o _i[ (o > u)
(o). kosus yong monokob untuk t - solusi okon mcnJckoti nol.
(b). kosus yong monokob untuk t - solusi okon mcnJckoti tokbcrbinggo.
(c). kosus yong monokob untuk t - solusi osilosi tcrcJom.
(J). kosus yong monokob untuk t - solusi osilosi tok tcrcJom.

Dambar * Solusi 5lamiah @ualitati+ berdasarkan 5kar Pers. @arakteristik
Matematika Teknik I Hal- 11

4., PD Linier 'omo(en or)e-2. Persamaan /a$c0y-1$ler
Bentuk umum persamaan Cau:hy-Buler-orde2 adalah:
(ox +b)
2
y
ii
+o
1
(ox +b)y
i
+o
0
y = u
o = u, b, o
1
, o
0
= konstonto kbusus
Penyelesaian persamaan Cau:hy-Buler-orde2 adalah:
misal solusi PD y = c
t
dengan t = ln(ox +b)! maka y
i
, y
ii
adalah:
y
i
=
Jy
Jt
.
Jt
Jx
= rc
t
.
o
ox +b

y
ii
=
J
2
y
Jt
2
. _
Jt
Jx
]
2
+
Jy
Jt
.
J
2
t
Jx
2
=
o
2
r
2
c
t
(ox +b)
2

o
2
rc
t
(ox +b)
2


Substitusi y, y
i
, y
ii
pada PD didapatkan :
(ox +b)
2
y
ii
+o
1
(ox +b)y
i
+o
0
y = u
(ox +b)
2
_
o
2
r
2
c
t
(ox +b)
2

o
2
rc
t
(ox +b)
2
+o
1
(ox +b) rc
t
.
o
ox +b
+o
0
c
t
= u
o
2
r
2
c
t
o
2
rc
t
+o
1
orc
t
+o
0
c
t
= u
o
2
r
2
o
2
r +o
1
or +o
0
c
t
= u
o
2
r
2
+(o
1
o o
2
)r +o
0
c
t
= u
sehingga persamaan karaktristik-nya:
o
2
r
2
+(o
1
o o
2
)r +o
0
= u
5kar-akar Persamaan @arakteristik adalah:
r
1,2
=
(o
1
o o
2
) _(o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
2o
2


Terdapat tiga kemungkinan akar-akar nilai m pada Persamaan Ciri:
*. "ika (o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
> u! maka r
1,2
adalah dua akar Aeal yang
berbeda maka solusi umumnya:
y = c
1
(ax +h)

1
+c
2
(ax +h)

2

2. "ika (o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
> u = u ! maka r
1
= r
2
maka solusi umumnya:
y = (ax +h)

1
c
1
+c
2
|n(ax +h)
1. "ika (o
1
o o
2
)
2
4o
2
o
0
< u ! maka r
1,2
. i maka solusi umumnya:
y = (ax +h)

c
1
cux(|n(ax +h)) +c
2
x|n (|n(ax +h))

Contoh:
Matematika Teknik I Hal- 12

Tentukan persamaan karakterisik pada persamaan Cau:hy-euler jika a.* dan
b.(0
Penyelesaian:
persamaan Cau:hy-Buler: (ox +b)
2
y
ii
+o
1
(ox +b)y
i
+o
0
y = u
jika a.* dan b.(! persamaan menjadi:
(ox)
2
y
ii
+o
1
(ox)y
i
+o
0
y = u
persamaan karakteristik:
o
2
r
2
+(o
1
o o
2
)r +o
0
= u
o
2
r
2
+(o
1
o 1)r +o
0
= u

Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
x
2
y
ii
4xy
i
+6y = u
Penyelesaian:
misal solusi umum PD y = c
t
dengan t = lnx
persamaan karakteristik: r
2
Sr +6 = u, r
1
= 2, r
2
= S
penyelesaian umum PD:
y = c
1
x
2
+c
2
x
3


Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
y

+
S
x
y

+
1
x
2
y = u
Penyelesaian:
misal solusi umum PD y = c
t
dengan t = lnx
persamaan karakteristik: r
2
+2r +1 = u, r
1,2
= 1
penyelesaian umum PD:
y = x
-1
c
1
+c
2
ln(x)

Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
S(2x S)y
ii
(2x S)y
i
+2y = u
Penyelesaian:
misal solusi umum PD y = c
t
dengan t = ln(2x S)
persamaan karakteristik: 6r
2
7r +1 = u, r
1
= 1, r
2
= 6
Matematika Teknik I Hal- 13

penyelesaian umum PD:
y = c
1
(2x S) +c
2
(2x S)
16

Latihan Soal:
Tentukan solusi umum PD Cau:hy-Buler berikut:
1. y
ii

1
x
y
i

S
x
2
y = u
2. x
2
y
ii
+xy
i
y = u
S. x
2
y
ii
7y
i
+16y = u
4. 4x
2
y
ii
+12xy
i
+Sy = u
S. x
2
y
ii
+Sxy
i
+Sy = u
6. x
2
y
ii
+1,2Sy = u
7. (x +2)
2
y
ii
(x +2)y
i
+y = u
8. (x +1)
2
y
ii
+S(x +1)y
i
+Sy = u
9. (2x S)
2
y
ii
+7(2x S)y
i
+4y = u
1u. (1 x)
2
y
ii
(1 x)y
i
+y = u
11. 2(1 2x)
2
y
ii
+11(2x 1)y
i
2y = u

4.2 PD Linier 'omo(en or)e-n )en(an Koefisien Konstan
Persamaan Di+erensial Linier <omogen orde-n dengan koe+isien konstan
mempunyai bentuk umum:
o
n
y
(n)
+o
n-1
y
(n-1)
+ +o
1
y
i
+o
0
y = u , o
n
= u
"ika y
1
, y
2
, , y
n
adalah penyelesaian khusus PD Linier homogen! maka
kombinasi liniernya juga penyelesaian PD Linier homogen! dirumuskan:
y = k
1
y
1
+k
2
y
2
+ +k
n
y
n
= k

n
1
, k
1
, k
2
, , k
n
= konstonto
Penyelesaian PD Linier homogen orde-n dengan substitusi y = c
x
sehingga
didapatkan persamaan karakteristik:
o
n
r
n
+o
n-1
r
n-1
+ +o
1
r +o
0
= u
/ntuk selanjutnya dengan teknik +aktorisasi dapat ditentukan akar-akar
persamaan karakteristik! yaitu:
o
n
r
n
+o
n-1
r
n-1
+ +o
1
r +o
0
= o
n
(r r
1
)(r r
2
) (r r
n
) = u
5kar-akar persamaan karakteristik di atas dapat bernilai sama atau disebut
akar rangkap $multiplicity&. Dua kasus akar rangkap untuk solusi PD Linier
<omegen orde-n! yaitu:
Matematika Teknik I Hal- 14

@asus E. "ika 5kar rangkap adalah r.bilangan riil! terdapat k penyelesaian
bebas linier.
k solusi bebas linier:
e
x
, xe
x
, , x
k-1
e
x
; k 1
solusi umumnya:
y = c
1
e
x
+c
2
xe
x
+ +c
k
x
k-1
e
x

c

= konstonto kc k
@asus EE. "ika 5kar rangkap adalah r.bilangan komplek $r.i&. terdapat k
penyelesaian bebas linier.
k solusi bebas linier:
e
x
cux x, xe
x
cux x, , x
k-1
e
x
cux x,
e
x
x|n x, xe
x
x|n x, , x
k-1
e
x
x|n x
solusi umumnya:
y = e
x
(c
1
cux x +c
2
x|n x) +x(c

cux x +c

x|n x) +
+x
k-1
(c
k-1
cux x +c
k
x|n x)

Contoh:
Selesaikan persamaan di+erensial berikut:
y
(5)
Sy
(4)
+Sy

= u
Penyelesaian:
persamaan karakteristik:
r
5
Sr
4
+Sr
3
r
2
= u
akar-akar persamaan karakteristik r
1
= r
2
= u, r
3
= r
4
= r
5
= 1
solusi bebas linier:
c
0x
, xc
0x
, c
x
, xc
x
, x
2
c
x

"adi solusi umumnya:
y = c
1
+c
2
x +(c
3
+c
4
x +c
5
x
2
)c
x

Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
y

2y

+2y = u
persamaan karakteristik:
r
3
2r
2
+r +2 = u
akar-akar persamaan karakteristik r
1
= 1, r
2
= 1, r
3
= 2
solusi bebas linier:
Matematika Teknik I Hal- 15

c
-x
, c
x
, c
2x

"adi solusi umumnya:
y = c
1
c
-x
+c
2
c
x
+c
3
c
2x


Contoh:
Tentukan penyelesaian PD berikut:
y
(4)
4y

+14y

2uy

+2S = u
persamaan karakteristik:
r
4
4r
3
+14r
2
2ur +2S = u
akar-akar persamaan karakteristik r
1
= r
2
= 1 +2i, r
3
= r
4
= 1 2i
solusi bebas linier:
c
x
cos(2x), xc
x
cos(2x), c
x
sin(2x), xc
x
sin(2x)
"adi solusi umumnya:
y = c
1
c
x
cos(2x) +c
2
xc
x
cos(2x) +c
3
c
x
sin(2x) +c
4
xc
x
sin(2x)

Latihan Soal:
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
1. y

= u
2. y
(4)
Sy

+4y = u
S. y
(4)
y = u
4. y

+Sy

+Sy

+y = u
S. y

Sy

+Sy

y = u
6. y
(4)
+2y

+Sy

+2y

+y = u

/ntuk soal berikut tentukan solusi PD dengan syarat a8al berikut:
7. y

= u, y(u) = 4, y

(u) = u, y

(u) = 9
8. y
(4)
y = u, y(u) = S, y

(u) = 2, y

(u) = 1, y

(u) = 2
9. y
(4)
+Sy

4y = u, y(u) = u, y

(u) = 1, y

(u) = S, y

(u) = 1
1u. y

Sy

+4y

2y = u, y(u) = 1, y

(u) = u, y

(u) = u

4.3 Persamaan Diferensial Linier Tak 'omo(en
Prosedur umum penyelesaian PD Liner Tak <omogen adalah
Langkah E : ?enentukan solusi umum PD Linier <omogen! y

(x)
Langkah EE : ?enentukan solusi umum PD Linier Tak-<omogen! y

(x)
Matematika Teknik I Hal- 16

Langkah EEE : ?enentukan solusi umum PD! y = y

(x) + y

(x)

Contoh:
Tentukan solusi umum PD berikut:
y
ii
+y = 1
Langkah E : ?enentukan solusi umum PD Linier <omogen.
y
ii
+y = u
solusi umum: y

= c
1
cos x +c
2
sin x
Langkah EE : ?enentukan solusi umum PD Linier Tak-<omogen.
y
ii
+y = 1
solusi umum: y

= 1
Langkah EEE : y = y

(x) + y

(x) = c
1
cos x +c
2
sin x +1

4.3.1 4eto)e Koefisien Tak Tent$
58alnya metode ini diterapkan pada PD linier tak homogen orde-2 yang
berbentuk
oy

+by

+cy = r(x), o, b, c = konstonto


selanjutnya metode ini juga berlaku untuk orde yang lebih tinggi.
@un:i metode ini adalah y
p
adalah suatu ekspresi yang mirip dengan r$%&! yang
terdapat koe+isien-koe+isien yang tidak diketahui yang dapat ditentukan dengan
mensubstitusikan y
p
pada persamaan.
5t$ran $nt$k 4eto)e Koefisien Tak Tent$
5. 5t$ran Dasar. "ika r$%& adalah salah satu +ungsi yang ada dalam Tabel
1.*! pilih +ungsi y
p
yang bersesuaian dan tentukan koe+isien tak tentunya
dengan mensubstitusikan y
p
pada persamaan.
6
.
5t$ran 4o)ifikasi. "ika r$%& sama dengan solusi PD homogen! kalikan y
p
yang bersesuaian dalam tabel dengan % $atau %
2
jika r$%& sama dengan
solusi akar ganda PD <omogen&
/. 5t$ran Pen7$mla0an. "ika r$%& adalah jumlah +ungsi-+ungsi yang terdapat
dalam Tabel pada kolom pertama! y
p
adalah jumlah +ungsi pada baris yang
bersesuaian


Matematika Teknik I Hal- 17

Tael 1 4eto)e Koefisien Tak Tent$
#$k$-s$k$ )alam r(x) Pili0an $nt$k y
p

kc
x
c
x

x
n
(n = u, 1, )
n
x
n
+
n-1
x
n-1
++
1
x +
0

kcos x otou ksin x cos x + sin x

@esimpulan:
?etode @oe+isisen Taktentu digunakan penyelesaian khusus PD linier
takhomogen dengan koe+isien konstanta
/ntuk dapat menentukan pemisalan yang sesuai harus di:ari terlebih
dahulu solusi persamaan homogennya.
?etode @oe+isisen Taktentu hanya dapat digunakan jika +ungsi +$%& di
ruas kanan adalah berupa polinom! +ungsi trigono! +ungsi eksponen atau
penjumlahan)perkalian dari ketiga +ungsi kolom pertama dalam Tabel *.
Contoh: PD y
ii
+ y = ton x tidak dapat diselesaikan dengan metode
koe+isien taktentu karena ton x bukan termasuk ketiga +ungsi dalam
Tabel *

/onto0 Penerapan 5t$ran Dasar
Selesaikan PD takhomogen berikut:
y

+4y = 8x
2

Penyelesaian:
Langkah *. ?enentukan solusi PD homogen y
ii
+4y = u
persamaan karakteritik: m
2
+4 = u
akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= 2i, m
2
= 2i
solusi umum y

= cos 2x +sin 2x
Langkah 2. ?enentukan solusi PD Tak <omogen y
ii
+4y = 8x
2

(x) = 8x
2
sehingga dari Tabel *! y

=
2
x
2
+
1
x +
0

y
i

= 2
2
x +
1

y
ii

= 2
2

substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
2
2
+4(
2
x
2
+
1
x +
0
) = 8x
2

Matematika Teknik I Hal- 18

dengan menyamakan koe+isien-koe+isien yang berpangkat sama
diperoleh:
4
2
= 8
4
1
= u
2
2
+4
0
= u
perolehan konstanta:

2
= 2,
0
= 1,
1
= u
solusi umum PD takhomogen:
y

= 2x
2
1
Langkah 1. ?enentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x) = cos 2x +sin 2x +2x


2
1

/onto0 penerapan 5t$ran 4o)ifikasi
Tentukan solusi PD berikut:
y

+2y = e
x

Penyelesaian:
Langkah *. ?enentukan solusi PD homogen y
ii
y
i
+2y =
persamaan karakteritik: m
2
Sm+2 = u
akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= 1, m
2
= 2
solusi umum y

= c
1
e
x
+ c
2
e
2x

Langkah 2. ?enentukan solusi PD Tak <omogen y
ii
y
i
+2y = e
x

(x) = e
x
sehingga dari Tabel *! y

= ce
x

karena (x) = e
x
adalah solusi PD homogen pada Langkah *
maka sesuai 5turan B! y

= cxe
x

sehingga y
i

= ce
x
+cxe
x
, y
ii

= 2ce
x
+cxe
x

substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
2ce
x
+cxe
x
S(ce
x
+cxe
x
) +2(cxe
x
) = e
x

dengan menyamakan koe+isien-koe+isien yang berpangkat sama
diperoleh konstanta :.-*
solusi umum PD takhomogen:
y

= xc
x

Langkah 1. ?enentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x) = c
1
e
x
+ c
2
e
2x
xc
x


Matematika Teknik I Hal- 19

/onto0 Penerapan 5t$ran Pen7$mla0an
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
y

2y

+y = e
x
+x
Penyelesaian:
Langkah *. ?enentukan solusi PD homogen y
ii
2y
i
+y =
persamaan karakteritik: m
2
2m+1 = u
akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= m
2
= 1
solusi umum y

= c
1
e
x
+ c
2
xe
x

Langkah 2. ?enentukan solusi PD Tak <omogen y
ii
2y
i
+y = e
x
+x
(x) = e
x
+x sesuai Tabel *! y

= c
1
e
x
+c
2
x +c


suku pada (x) yaitu e
x
adalah solusi ganda PD homogen solusi
umum PD homogen menjadi y

= c
1
x
2
e
x
+c
2
x +c


sehingga y
i

= 2c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x
+c
2
,
y

= 2c
1
e
x
+2c
1
xe
x
+2c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x

substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
2c
1
e
x
+c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x
2(2c
1
xe
x
+c
1
x
2
e
x
+c
2
) +c
1
x
2
e
x
+c
2
x
+c

= e
x
+x
- 2c
1
e
x
+c
2
x2c
2
+c

= e
x
+x
dengan menyamakan koe+isien-koe+isien yang berpangkat sama
diperoleh konstanta :
c
1
= 12 ; c
2
= 1 ; c
3
= 2
solusi umum PD takhomogen:
y

= c
1
x
2
e
x
+c
2
x +c


=
1
2
x
2
e
x
+x +2
Langkah 1. ?enentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x) = c
1
e
x
+ c
2
xe
x
+
1
2
x
2
e
x
+x +2

Tentukan penyelesaian PD berikut:
y

+2y

+Sy = 16c
x
+sin 2x
Penyelesaian:
Langkah *. ?enentukan solusi PD homogen y
ii
+2y
i
+Sy = u
persamaan karakteritik: m
2
+2m+S = u
Matematika Teknik I Hal- 20

akar-akar persamaan karakteristik: m
1
= 1 +2i m
2
= 1 2i
solusi umum y

= e
-x
(cos 2x +sin 2x)
Langkah 2. ?enentukan solusi PD Tak <omogen
y

+2y

+Sy = 16c
x
+sin 2x
(x) = 16c
x
+sin 2x sesuai Tabel *!
y

= ce
x
+cos 2x +sin 2x
substitusi y

, y
i

, y
ii

ke persamaan didapatkan:
8cc
x
+(4 +4+S)cos 2x +(4 4+S)sin 2x
= 16c
x
+sin 2x
dengan menyamakan koe+isien-koe+isien yang berpangkat sama
diperoleh konstanta :
c = 2 ; = 417 ; = 117
solusi umum PD takhomogen:
y

= ce
x
+cos 2x +sin 2x
= 2e
x

4
17
cos 2x +
1
17
sin 2x
Langkah 1. ?enentukan solusi PD
y = y

(x) + y

(x)
= e
-x
(cos 2x +sin 2x) +2e
x

4
17
cos 2x +
1
17
sin 2x
Latihan soal
Tentukan penyelesaian persamaan di+erensial berikut:
1. y
ii
+4y
i
= x
2. y
ii
+y
i
2y = S 6x
S. y
ii
+y = 6c
x
+S
4. y
ii
y
i
2y = 6c
x

S. y
ii
+y
i
= 6 sin 2x
6. y
ii
Sy
i
+2y = c
x
sin x
7. y
ii
+y
i
= 2x, y(u) = 1, y
i
(u) = 2
8. y
ii
+y
i
2y = 2x, y(u) = u, y
i
(u) = 1
9. y
ii
Sy
i
+6y = c
x
(2x S), y(u) = 1, y
i
(u) = S

Matematika Teknik I Hal- 21


Dambar 2 ?etode @oe+isien Taktentu pada PD Linier Tak <omogen orde-2

4.3.2 4eto)e 8ariasi Parameter
?etode ,ariasi parameter adalah metode untuk menentukan penyelesaian
khusus PD linier takhomogen dengan koe+isien ,ariabel. Prinsip metode ini
adalah mengubah ,ariabel konstanta c

dengan ,ariasi parameter :

(x). ?isal
pada PD takhomogen orde-2 konstanta c
1
dan c
2
pada solusi umum PD
homogen y

= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x) diubah dengan ,ariasi parameter :
1
(x) dan
Langkah 3. Menentukan solusi umum PD TakHomogen
solusi umum: y = y
b
+ y
p


oy

+ by

+cy = (x)
oy

+by

+cy = u
Langkah 1. Menentukan solusi umum PD Homogen
solusi umum: y
b
= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x)
oy

+ by

+ cy = (x)
Langkah 2. Menentukan solusi PD TakHomogen
lihat bentuk f(x) sesuaikan dengan abel 4!1 kolom"1
dan lihat kesamaan bentuk dg solusi #$ homogen
tentukan solusi umum: y
p
% abel 4!1 kolom"2
sesuaikan dg f(x)"n&a
substitusi y
p
, y

p
, y

p
'ada #$ takhomogen
tentukan solusi khusus y
p


METODE KOEFISIEN TKTENT!
PD PD LINIE" TKHOMO#EN O"DE$2
Matematika Teknik I Hal- 22

:
2
(x) sehingga solusi khusus PD takhomogen y

= :
1
(x)y
1
(x) +:
2
(x)y
2
(x).
?etode ini lebih umum daripada metode koe+isien taktentu.


Dambar 1 Prinsip ?etode Fariasi Parameter pada PD Linier Tak<omogen orde-2

PD linier takhomogen orde-2 dengan koe+isien ,ariabel yang diselesaiakan
dengan metode Fariasi Paramatr mempunyai bentuk umum:
y

+p(x)y

+(x)y = (x)
Penyelesaian PD di atas adalah:
Langkah *. ?enentukan penyelesaian PD homogen.
Penyelesaian PD homogen persamaan di atas:
y

+p(x)y

+q(x)y = u
y

= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x)
Langkah 2. ?enentukan penyelesaian PD takhomogen dengan metode ,ariasi
parameter.
?enentukan solusi umum:
y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)
?enentukan turunan y
p
.
y

i
= :
1
i
(x)y
1
(x) +:
1
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
(x) +:
2
(x)y
2
i
(x)
?enentukan persamaan syarat:
P%insi& Meto'e (a%iasi Pa%amete%
PD PD LINIE" TKHOMO#EN O"DE$2
y

p(x)y

+ (x)y = (x)
y

= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x)
y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)
c
1
-
1
(x) ; c
2
-
2
(x)

Matematika Teknik I Hal- 23

:
1
i
(x)y
1
(x) +:
2
i
(x)y
2
(x) = u
sehingga
y

i
= :
1
(x)y
1
i
(x) +:
2
(x)y
2
i
(x)
y

ii
= :
1
(x)y
1
ii
(x) + :
1
i
(x)y
1
i
(x) + :
2
(x)y
2
ii
(x) + :
2
i
(x)y
2
i
(x)
Substitusi y

, y

i
, y

ii
pada PD:
:
1
(x)y
1
ii
(x) +:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
(x)y
2
ii
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x)
+p(x):
1
(x)y
1
i
(x) +:
2
(x)y
2
i
(x)
+q(x):
1
(x)y
1
(x) +:
2
(x)y
2
(x) = r(x)
:
1
(x)y
1
ii
(x) +p(x)y
1
i
(x) +q(x)y
1
(x)
+:
2
(x)y
2
ii
(x) +p(x)y
2
i
(x) +q(x)y
2
(x)
+:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
karena y
1
ii
(x) +p(x)y
1
i
(x) +q(x)y
1
(x) = u dan
y
2
ii
(x) +p(x)y
2
i
(x) +q(x)y
2
(x) = u
maka hasil Substitusi y

, y

i
, y

ii
pada PD:
:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
?enentukan :
1
(x) dan :
2
(x)
:
1
i
(x)y
1
(x) +:
2
i
(x)y
2
(x) = u
:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
dari dua persamaan di atas maka:

1
i
(x) =
y
2
(x). (x)

-
1
(x) = _
y
2
(x). (x)

2
i
(x) =
y
1
(x). (x)

-
2
(x) = _
y
1
(x). (x)


w = y
1
(x)y
2
i
(x) y
1
i
(x) y
2
(x) adalah >ronskian y
1
(x), y
2
(x)
jadi
y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)
= _
y
2
(x). (x)

y
1
(x) +_
y
1
(x). (x)

y
2
(x)
Langkah 1. solusi umum PD
y = y

+ y
p

= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x) +:
1
(x)y
1
(x) +:
2
(x)y
2
(x)
= c
1
y
1
(x) +c
2
y
2
(x) +_
y
2
(x). (x)

y
1
(x) +_
y
1
(x). (x)

y
2
(x)


Matematika Teknik I Hal- 24

Contoh penerapan metode Fariasi Parameter:
Tentukan penyelesaian umum PD berikut:
y

+y

= scc x
Penyelesaian:
Langkah *. ?enentukan penyelesaian PD homogen.
y

+y

= u
persamaan karakteristik m
2
+1 = u ! akar-akarnya m
1,2
= _i
y

= c
1
cos(x) +c
2
sin(x)

Langkah 2. ?enentukan penyelesaian PD takhomogen dengan metode ,ariasi
parameter.
solusi umum: y
p
=
1
(x) cux x +
2
(x) x|n x
persamaan syarat:
:
1
i
(x)y
1
(x) + :
2
i
(x)y
2
(x) = u - :
1
i
(x) cos x +:
2
i
(x)sin x = u
hasil Substitusi y

, y

i
, y

ii
pada PD:
:
1
i
(x)y
1
i
(x) +:
2
i
(x)y
2
i
(x) = r(x)
:
1
i
(x) sin x +:
2
i
(x)cos x = u
?enentukan :
1
(x) dan :
2
(x)
:
1
i
(x) cos x +:
2
i
(x)sin x = u
:
1
i
(x) sin x +:
2
i
(x)cos x = u
:
1
i
(x) = ton x - :
1
(x) = ln cos x
:
2
i
(x) = 1 - :
2
(x) = x
jadi
y

= :
1
(x) cos x +:
2
(x) sin x
= ln cos x cos x +x sin x
Langkah 1. solusi umum PD
y = y

+ y
p
= c
1
cos(x) +c
2
sin(x) +ln cos x cos x +x sin x
Matematika Teknik I Hal- 25


Dambar 2 ?etode Fariasi Parameter pada PD Linier Tak<omogen orde-2

Latihan Soal
Tentukan penyelesaian PD tak homogen berikut dengan metode ,ariasi
parameter:
1. y
ii
+y = 1
2. y
ii
y
i
= x +1
Meto'e (a%iasi Pa%amete%
&a'a PD Linie% Takhomogen O%'e$2
y

p(x)y

+ (x)y = (x)
Langkah 1. Menentukan penyelesaian PD homogen.
y

p(x)y

+ q(x)y = u
akar persamaan karakteristik
y
b
= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x)

Langkah 2. Menentukan penyelesaian PD takhomogen dengan
metode variasi parameter.
Menentukan solusi umum:
Menentukan persamaan syarat:
Substitusi y
p
, y
p

, y
p

pada PD:
Menentukan :
1
(x) dan :
2
(x)
w = y
1
(x)y
2

(x) y
1

(x) y
2
(x)

y
p
=
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)

(x)y
1
(x) +
2

(x)y
2
(x) =

(x)y
1

(x) +
2

(x)y
2

(x) = (x)

(x) =
y
2
(x). (x)

-
1
(x) = _
y
2
(x). (x)

(x) =
y
1
(x). (x)

-
2
(x) = _
y
1
(x). (x)


Langkah 3. Menentukan solusi PD Takhomogen.
y = y
b
+ y
p

= c
1
y
1
(x) + c
2
y
2
(x) +
1
(x)y
1
(x) +
2
(x)y
2
(x)

Matematika Teknik I Hal- 26

S. y
ii
+y
i
2y = S 6x
4. y
ii
y = Sc
3x

S. y
ii
+y = sin x
6. y
ii
+y = 6c
x
+S
7. y
ii
y
i
2y = 6c
x

8. y
ii
+y
i
= 6 sin 2x
9. y
ii
2y
i
+2y = c
x
sin x


Matematika Teknik I Hal- 1



BAB V
APLIKASI PD TINGKAT DUA



Tujuan Instruksional:
Mampu membuat model PD pada Sistem Gerak
Mampu memahami klasifikasi Sistem Gerak
Mampu membuat model dan penyelesaian PD pada klasifikasi Sistem
Gerak
Mampu membuat model dan penyelesaian PD pada rangkaian listrik
LC dan LC seri



5.1 Sistem Gerak
Sistem gerak diilustrasikan dengan benda bermassa m yang tergantung pada
suatu pegas, ditunjukkan pada Gambar 23. Pemodelan sistem gerak pada
Gambar 23, didasarkan pada Hukum Newton II, yaitu:
F = m. o
dengan:
F gaya!gaya yang bekerja pada benda
m massa benda
o per"epatan gerak benda
Gaya!gaya yang bekerja pada benda yang tergantung pada pegas:
#. F
g
= m. g , F
g
adala$ gaya tarik gra%itasi benda, m massa benda dan g
gra%itasi. &ra$ gaya ini ke bawa$ karena pengaru$ gra%itasi. Gaya ini sering
disebut sebagai berat benda.
2. F
s
= k(y +I), F
s
= adala$ gaya pegas, k konstanta pegas, y posisi
benda, I peruba$an panjang pegas. &ra$ gaya pegas ke atas dan ke
bawa$. 'ika pegas ditarik F
s
negati(, ara$ gaya ke atas dan jika pegas
ditekan F
s
positi(, ara$ gaya ke bawa$.
Matematika Teknik I Hal- 2

3. F
d
= J.
d
dt
, F
d
gaya redam, ara$ gaya berlawanan dengan gerak benda. J
konstanta redaman,
d
dt
ke"epatan benda. 'ika J > u sistem disebut
Sistem )eredam *Damped Systems+, jika J = u sistem disebut Sistem )ak!
teredam *Undamped Systems+
,. F
c
= F(t), F
c
gaya eksternal, ara$ gaya dapat ke atas atau ke bawa$.
Penerapan gaya ini langsung pada benda atau pegas.


Gambar # Sistem Gerak -enda pada Pegas


Gambar 2 &. Sistem Gerak dengan Peredam
-. Sistem Gerak dengan Peredam dan Gaya .uar /*t+
Matematika Teknik I Hal- 3

-erdasarkan Hukum Newton II di atas maka:
F = m. o
F adala$ gaya!gaya yang bekerja pada benda, o =
d
2

dt
2
adala$ per"epatan benda
se$ingga:
F
g
+F
s
+F
d
+F
c
= m.
J
2
y
Jt
2

atau
m. g +k(y +I) J.
Jy
Jt
+F(t) = m.
J
2
y
Jt
2

untuk sistem dalam kesetimbangan m. g = kI , se$ingga persamaan menjadi:
ky J.
Jy
Jt
+F(t) = m.
J
2
y
Jt
2

atau
m.
J
2
y
Jt
2
+J.
Jy
Jt
+ky = F(t)
0odel persamaan terak$ir meng$asilkan persamaan di(erensial orde!2.
Persamaan di(erensial orde!2 di atas menggambarkan sistem gerak benda pada
pegas. 'ika F(t) = u *tanpa gaya eksternal+ sistem disebut sistem gerak bebas
(unforced), jika F(t) u disebut sistem gerak paksa (forced). 'ika J = u
maka sistem disebut sistem takteredam (undamped) dan jika J > u maka
sistem disebut sistem teredam (damped).

5.1.1 Sistem Gerak Bebas Takteredam (F(t) = u , J = u)
0odel sistem gerak $armonik bebas takteredam:
m.
J
2
y
Jt
2
+ky = u
Gerak benda didapatkan dengan menyelesaikan P1 di atas. 'ika persamaan
dibagi dengan m, maka P1 menjadi:
J
2
y
Jt
2
+
k
m
y = u
J
2
y
Jt
2
+
0
2
y = u,
0
=
_
k
m

persamaan karakteristik P1 di atas: r
2
+
0
2
= u
akar!akar persamaan karakteristik: r
1,2
= _i
0

Matematika Teknik I Hal- 4

se$ingga penyelesaian umum P1 yang menggambarkan gerak benda:
y(t) = c
1
cux m

t +c
2
x|n m

t
'ika persamaan dikali dan dibagi dengan c
1
2
+c
2
2
maka:
y(t) = c
1
2
+c
2
2
_
c
1
c
1
2
+c
2
2
cux m

t +
c
2
c
1
2
+c
2
2
x|n m

t_
'ika dide(inisikan :
R = c
1
2
+c
2
2

cux 0 =
c
1
c
1
2
+c
2
2

x|n 0 =
c
2
c
1
2
+c
2
2

maka persamaan menjadi:
y(t) = R|cux 0 cux m

t +x|n 0 x|n m

t]
atau
y(t) = R cux (m

t 0)
dengan R disebut amplitudo sistem gerak $armonik
0 disebut sudut (asa
m

disebut (rekuensi _
k
m

jika satu siklus gerak $armonik yang terjadi digambarkan dalam unit waktu 2,
maka (rekuensi dide(inisikan menjadi
=
m

2
, maka periode gerak $armonik I = 1 =
2
m

= 2_
m
k

y(t)
R
t
R cos
T
- R

Gambar 3 Ilustrasi Gerak Harmonik y(t) = R cos (
0
t 0)
Matematika Teknik I Hal- 5



Gambar , Ilustrasi Hubungan "#, "2, 2 dan

3onto$ kasus:
Sistem gerak $armonik benda yang tergantung pada pegas seperti Gambar 23,
jika massa benda m#4, kg dan konstanta pegas k #5 N4m, redaman 6.
Pegas saat tertarik benda bertamba$ panjang # m dan mulai bergerak ke atas
dengan ke"epatan 7m4det. Sistem tidak diberi gaya luar.
a. )entukan model persamaan yang menggambarkan sistem gerak $armonik
pada pegas pada "onto$ kasus di atas8
b. )entukan persamaan gerak benda8
". )entukan amplitudo, sudut (asa, (rekuensi dan periode gerak benda8

Penyelesaian:
a. 0odel persamaan sistem gerak $armonik pada pegas.
m.
J
2
y
Jt
2
+J.
Jy
Jt
+ky = F(t)
pada "onto$ kasus diketa$ui redaman d6, gaya luar ( ) = 0 , massa m 9
kg , konstanta pegas k #5 N4m, se$ingga model persamaan gerak
$armonik pada pegas menjadi:
1
4
.
J
2
y
J t
2
+16y = u
dengan kondisi awal:
posisi awal benda y(u) = 1 dan
ke"epatan awal benda
d
dt
(u) = 8.
b. Persamaan gerak benda.
persamaan gerak benda didapatkan dengan menyelesaikan model P1 *a+,
yaitu:
Matematika Teknik I Hal- 6

1
4
.
J
2
y
Jt
2
+16y = u -
J
2
y
Jt
2
+64y = u
y(u) = u,1 ;
d
dt
(u) = 8
penyelesaiannya adala$:
persamaan karakteristik dari P1 di atas r
2
+64 = u
akar!akar persamaan karakteristik r = _ i8
solusi umum P1:
y(t) = c
1
cos 8t +c
2
sin 8t
dengan memasukkan syarat kondisi awal maka:
y(u) = c
1
= 1
y

(u) = 8c
2
= 8 - c
2
= 1
se$ingga persamaan gerak benda:
y(t) = cos 8t sin 8t
". 0enentukan amplitudo, sudut (asa, (rekuensi dan periode dengan
membentuk persamaan ( ) = dalam satu sinus4"osinus. -entuk umum
persamaan satu sinus4"osinus sistem gerak pada pegas:
y(t) = R cos(
0
t 0)
= R cos (8t 0)
dengan:
R = c
1
2
+c
2
2

ton 0 =
c
2
c
1

=
o
0
2

I = 1 =
2

0
= 2_
m
k

se$ingga:
omplituJo R = 1 +(1)
2
= V2
rckucnsi =
8
2
=
4


pcrioJc I =

4

ton 0 = 1(kuoJron II)
suJut oso 0 =
7
4

Matematika Teknik I Hal- 7

y(t) = R cos (8t 0)
= V2cos _8t
7
4
]

Gambar : Ilustrasi Sudut /asa pada 3onto$ ;asus

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
Waktu(t)
G
e
r
a
k

B
e
n
d
a

y
(
t
)

Gambar 5 Harmonik -enda pada Pegas, R = V2; =
4

; 0 =
7
4


.ati$an Soal:
)entukan persamaan gerak $armonik benda pada model persamaan
di(erensial berikut8 )entukan &mpitudo, /rekuensi, Periode dan sudut (asa
dari persamaan gerak $armoniknya8
1. y
ii
+y = u y(u) = 1 y
i
(u) = u
2. y
ii
+y = u y(u) = u y
i
(u) = 1
S. y
ii
+y = u y(u) = 1 y
i
(u) = 1
Matematika Teknik I Hal- 8

4. y
ii
+9y = u y(u) = 1 y
i
(u) = 1
S. y
ii
+4y = u y(u) = 1 y
i
(u) = 2

5.1.2 Sistem Gerak Bebas Teredam (F(t) = , d )
0odel sistem gerak benda bebas teredam:
m.
J
2
y
Jt
2
+J.
Jy
Jt
+ky = u
Persamaan gerak benda didapatkan dengan menyelesaikan P1 di atas. <ntuk
mengilustrasikan gerak benda pada sistem pegas bebas teredam akan
diuraikan pada tiga kasus, yaitu sistem teredam kurang *underdamped+, sistem
teredam kritis *critically damped+, dan sistem teredam lebi$ *overdamped+,
dimana masing!masing ditentukan dari nilai diskriminan J
2
4mk
Persamaan karakteristik dari model sistem gerak benda bebas teredam adala$:
m. r
2
+d. r +k =
se$ingga akar!akar persamaan karakteristiknya: *li$at subbab ,.:+
r
1,2
=
d _Vd
2
4mk
2m


5.1.2.a Sistem Teredam Kurang (underdamped), (d
2
4mk < u)
Solusi persamaan gerak benda pada sistem teredam kurang *underdamped+
didapatkan jika J
2
4mk < u , dimana akar!akar persamaan karakteristik
adala$:
r
1,2
=
J _iV4mk J
2
2m

persamaan solusinya adala$: *li$at pemba$asan pada subbab ,.:+
y = c
1
e
( + )t
+c
2
e
( - )t
; dengan = d2m , =
(4mk J
2
)
2m

= e
(-d2m)t
(Acux t +B x|n t)
bentuk satu sinus4"osinus persamaan di atas adala$:
y = Rc
(-d2m)t
cos (t 0)
R = A
2
+B
2

ton 0 =
B
A

Matematika Teknik I Hal- 9

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
Waktu(t)
G
e
r
a
k

B
e
n
d
a

y
(
t
)

Gambar = >silasi pada Gerak -enda -ebas )eredam ;urang

Program 0&).&- untuk Gambar 27 sebagai berikut:
%gerak benda bebas teredam kurang
%R=2^0.5, alfa=-2, beta=8 teta=pi/4
clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:2);
yt=2^0.5*exp(-2*t).*(cos(8*t-pi/4))
plot(t,yt,'k','linewidth',3)
hold on
amp1=2^0.5*exp(-2*t)
plot(t,amp1,'r','linewidth',2)
hold on
amp2=-2^0.5*exp(-2*t)
plot(t,amp2,'r','linewidth',2)
xlabel('Waktu(t)','fontsize',14)
ylabel('Gerak Benda y(t)','fontsize',14)

Matematika Teknik I Hal- 10

/aktor kosinus cux (t 0) menyebabkan osilasi bernilai antara ?# dan !#.
Perioda osilasi jika dili$at pada Gambar 27 bukan perioda asli atau sering
disebut sebagai perioda bayangan *quasi-period+ atau perioda teredam
*damped-period+, dide(inisikan sebagai:
I
d
=
2n
[
=
2n
(4mk J
2
)
2m
=
4nm
(4mk J
2
)

/rekuensi dinyatakan sebagai (rekuensi bayangan *quasi frequency+ atau
teredam *damped-frequency+, yaitu
d
=
[
2n
. Sedangkan Re
(-d2m)t
disebut
amplitudo teredam *damped-amplitude+.

5.1.2.b Sistem Teredam Kritis (critically damped), (d
2
= 4mk)
Pada sistem teredam kritis J
2
= 4mk se$ingga akar!akar persamaan
karakteristik sama yaitu: *li$at pemba$asan pada subbab ,.:+
r
1,2
=
J
2m

Persamaan solusinya :
y = (c
1
+c
2
t) e
[
-d
2m
t

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
waktu (t)
G
e
r
a
k

B
e
n
d
a

y
(
t
)

Gambar 7 Gerak -enda pada Sistem Gerak -ebas )eredam ;ritis *"
#
, "
2
positi(+

Program 0&).&- untuk Gambar 2@ adala$ sebagai berikut:
Matematika Teknik I Hal- 11

%gerak benda teredam kritis y=(c1+c2t)exp((-d)/2m)t)
%c1=2; c2=1:5:25; -d/2m=-2

clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:4);
for c2=1:5:25
y1=2*(exp(-2*t));
y2=c2*t.*(exp(-2*t));
yt=y1+y2
plot(t,yt,'b','linewidth',2)
hold on
end
xlabel(' waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Gerak Benda y(t)','fontsize',14)

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
-4
-3
-2
-1
0
1
2
waktu (t)
G
e
r
a
k

B
e
n
d
a

y
(
t
)

Gambar @ Gerak -enda pada Sistem Gerak -ebas )eredam ;ritis *"
2
negati(+

Program 0&).&- untuk Gambar 36 sebagai berikut:
%gerak teredam kritis y=(c1+c2t)exp((-d)/2m)t)
%c1=2; c2=-20:4:-2; -d/2m=-2
Matematika Teknik I Hal- 12

clear all;
close all;
clc;

t=(0:0.01:4);
for c2=-20:4:-2
y1=2*(exp(-2*t));
y2=c2*t.*(exp(-2*t));
yt=y1+y2
plot(t,yt,'b','linewidth',2)
hold on
end
xlabel(' waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Gerak Benda y(t)','fontsize',14)

5.1.2.c Sistem Teredam Lebih (overdamped), (d
2
> 4mk)
Pada sistem teredam lebi$ J
2
> 4mk se$ingga akar!akar persamaan
karakteristik adala$: *li$at pemba$asan pada subbab ,.:+
r
1,2
=
d _Vd
2
4mk
2m

Solusi umum persamaan gerak pada sistem teredam lebi$ adala$:
y(t) = c
1
e
r
1
t
+c
2
e
r
2
t

Pada kenyataannya nilai r
1,2
< u se$ingga untuk t - maka y(t) = . 'ika y(t)
kita turunkan, yaitu:
y

(t) = c
1
r
1
e
r
1
t
+c
2
r
2
e
r
2
t

= e
r
1
t
(c
1
r
1
+c
2
r
2
e
(r
2
-r
1
)t
)
maka y
i
(t) = $anya jika (c
1
r
1
+c
2
r
2
e
(r
2
-r
1
)t
) =
'adi se"ara umum gerak benda pada pegas pada sistem teredam lebi$
mempunyai perilaku yang sama dengan sistem teredam kritis, yaitu t -
maka y(t) = dan $anya memiliki satu titik pun"ak maksimum dan minimum
pada t > u seperti ditunjukkan pada Gambar 2@ dan Gambar 36.

3onto$ kasus Pengaru$ Peredaman:
Sebua$ sistem gerak benda pada pegas dengan peredam dimodelkan ole$
persamaan berikut:
Matematika Teknik I Hal- 13

J
2
y
Jt
2
+J.
Jy
Jt
+y = u
y(u) = 1; y

(u) = u
'ika d#, 2 dan ,, tentukan persamaan gerak benda8 -agaimana pengaru$
peruba$an nilai konstanta peredaman d pada gerak bendaA

Penyelesaian:
persamaan karakteristik dari model persamaan sistem adala$:
r
2
+J. r +1 = u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
=
J _VJ
2
4
2

a. 'ika d#, J
2
4 < u disebut sistem teredam kurang
&kar!akar persamaan karakteristik adala$:
r
1,2
=
1
2
_i
VS
2

solusi umum persamaan gerak benda:
y = c
(-d2m)t
(Acos t +B sin t)
= c
(-12)t
_Acos
VS
2
t +B sin
VS
2
t_
subsitusi y(6) = #, didapatkan:
y = c
[-
1
2
t
_Acos
VS
2
t +B sin
VS
2
t_
= Acos u = 1 - A = 1
subsitusi y
B
(6) = 6, didapatkan:
y
i
=
1
2
c
(-12)t
_Acos
VS
2
t +B sin
VS
2
t_
+c
(-12)t
_A
VS
2
sin
VS
2
t +B
VS
2
cos
VS
2
t_
u =
1
2
(Acosu ) +_B
VS
2
cos u_
Matematika Teknik I Hal- 14

u =
1
2
(1 ) +_B
VS
2
_ - B =
1
VS

maka solusi k$usus gerak benda sistem teredam kurang adala$:
y = c
(-12)t
_cos
VS
2
t +
1
VS
sin
VS
2
t_
bentuk satu sinus4"osinus:
y =
2
VS
c
(-12)t
_cos
VS
2
t
n
6
_
b. 'ika d2, J
2
4 = u disebut sistem teredam kritis
&kar!akar persamaan karakteristik adala$:
r
1,2
= 1
solusi umum persamaan gerak benda:
y = (c
1
+c
2
t) c
-t

subsitusi y(6) = #, didapatkan:
y(u) = (c
1
+c
2
u) c
-0
- c
1
= 1
subsitusi y
i
(u) = u,, didapatkan:
y
i
(u) = c
2
c
-0
(c
1
+c
2
u) c
-0

u = c
2
c
1
- c
2
= 1
maka solusi k$usus gerak benda sistem teredam kritis adala$:
y = (1 + t) c
-t

". 'ika d,, J
2
4 > u disebut sistem teredam lebi$
&kar!akar persamaan karakteristik adala$:
r
1,2
=
J _VJ
2
4
2

= 2 _V3
solusi umum persamaan gerak benda:
y(t) = c
1
c

1
t
+c
2
c

2
t

= c
1
c
(-2+V3)t
+c
2
c
(-2-V3)t

subsitusi y(6) = #, didapatkan:
Matematika Teknik I Hal- 15

1 = c
1
c
(-2+V3)0
+c
2
c
(-2-V3)0

1 = c
1
+c
2

subsitusi y
B
(6) = 6, didapatkan:
u = c
1
r
1
c

1
0
+c
2
r
2
c

2
0

u = c
1
(2 +VS) +c
2
(2 +VS)
dari dua persamaan konstanta yaitu:
c
1
+c
2
= 1 ua c
1
(2 +VS) +c
2
(2 +VS) = u
diperole$
c
1
=
2 +VS
2VS

c
2
=
2 +VS
2VS

maka solusi k$usus gerak benda sistem teredam lebi$ adala$:
y =
2 +V3
2V3
e
(-2+V3)t
+
2 +V3
2V3
e
(-2-V3)t


Pengaru$ konstanta redaman d pada sistem gerak benda dijelaskan sebagai
berikut:
d# maka gerak benda y(t) - u menurut (ungsi e
-.t

d2 maka gerak benda y(t) - u menurut (ungsi e
-t

d, maka gerak benda y(t) - u menurut (ungsi e
(-2-V3)t
= e
-.3t

disimpulkan ba$wa pada d2 *teredam kritis+ gerak benda paling "epat ke
posisi setimbang4y*t+6, sedang paling lama pada d, *teredam lebi$+. Hal ini
juga dapat dili$at pada Gambar :.#6

Matematika Teknik I Hal- 16

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
Waktu(t)
G
e
r
a
k

B
e
n
d
a

y
(
t
)

Gambar #6 Gerak -enda Pada Cariasi Nilai ;onstanta 2edaman *d+


.ati$an Soal:
)entukan komponen amplitudo, (rekuensi dan sudut (asa pada model sistem
gerak benda berikut8 Gambarkan dengan 0&).&- persamaan gerak benda!nya8
1. y(t) = 4c
-t
cos (2t n)
2. y(t) = Sc
-2t
cos [VSt
n
S

S. y(t) = Sc
-2t
cos [t
n
3

4. y(t) = Sc
-2t
cos (St n)
)entukan apaka$ gerak benda berikut diklasi(ikasikan dalam sistem teredam
kurang*underdamped+, teredam kritis *critically damped+ atau teredam lebi$
*over damped+8
S. y
ii
+4y = u
6. y
ii
2y
i
+y = u
7. y
ii
+4y
i
+4y = u
8. y
ii
+2Jy
i
+J
2
y = u ; J > u
9. y
ii
+2Jy
i
+k
2
y = u ; J > u Jon k
2
= J
2

1u. y
ii
+2Jy
i
+ky = u ; J
2
> k Jon k < u
Matematika Teknik I Hal- 17


5.2 Rangkaian Listrik
Subbab berikut akan menjelaskan pemodelan rangkaian listrik beserta
penyelesaiannya. Hal penting adala$ dua (enomena (isik berbeda *yaitu: sistem
gerak benda pada pegas dan rangkaian listrik+ meng$asilkan model persamaan
matematika dan solusi yang sama.

5.2.1 Rangkaian LC seri
2angkaian .3 seri dengan sumber baterai D %olt digambarkan pada Gambar 32.
1engan $ukum )egangan ;ir"$o(( didapatkan model persamaan pada Gambar
32, yaitu:
C
.
?C
3
D
dengan: C
.
adala$ tegangan pada induktor . yaitu I
d
dt

C
3
adala$ tegangan pada kapasitor 3 yaitu
1

IJt
diketa$ui ba$wa I =
d
dt
dengan E adala$ muatan dalam 3oulomb. Se$ingga
model persamaan dapat dituliskan:
I
JI
Jt
+
1

IJt =
untuk meng$ilangkan tanda integral, persamaan dide(erensialkan, maka:
I
J
Jt
_
JI
Jt
] +
1

J
Jt
IJt =
J
Jt
()
I
J
2
I
Jt
2
+
1

I =
J
Jt
()

Gambar ## 2angkaian .3 seri

Matematika Teknik I Hal- 18

0odel persamaan untuk Gambar 33 dapat juga dinyatakan dalam muatan E*t+,
yaitu:
I
JI
Jt
+
1

IJt =
I
J
Jt
_
J
Jt
] +
1

J
Jt
Jt =
I
J
2

Jt
2
+
1

=
Kasus . 'ika sumber baterai D 6 [
d
dt
() = u
0odel persamaan rangkaian dinyatakan sebagai:
I
J
2
I
Jt
2
+
1

I = u
atau
J
2
I
Jt
2
+
1
I
I = u
penyelesaian persamaan $omogen orde!2 di atas adala$
persamaan karakteristik dari P1 di atas:
r
2
+
1
I
= u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
= _i
_
1
I

se$ingga penyelesaian umum P1 *li$at ba$asan subbab ,.:+
y = c
1
c
( + )
+c
2
c
( - )
= Ac

cos +Bc

sin
dengan c
1
, c
2
, A, B = konstonto; r = _ i
maka:
y(t) = A cos
_
1
I
t +B sin
_
1
I
t

"onto$ kasus .3#:
)entukan kuat arus I*t+ rangkaian .3 seperti Gambar 32 jika . #6 $enry,
36,66, (arad, D6 %olt 8
Penyelesaian:
Matematika Teknik I Hal- 19

0odel persamaan rangkaian .3, dengan . #6 $enry, 36,66, (arad,
D6:
J
2
I
Jt
2
+2SI = u
persamaan karakteristik dari P1:
r
2
+2S = u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
= _iS
penyelesaian P1:
I(t) = A cos St +B sin St

.ati$an Soal:
)entukan kuat arus I*t+ pada rangkaian .3 seperti Gambar 32 jika:
#. .6,2 $enry, 36,6: (arad, D 6 %olt
2. .6,2 $enry, 36,# (arad, D 6 %olt
3. .6,2 $enry, 36,6: (arad, D #66 %olt
,. .6,2 $enry, 36,# (arad, D #66 %olt
:. .#6 $enry, 36,6: (arad, D 6 %olt, I*6+6, E*6+E
5. &pa yang dapat disimpulkan dari jawaban soal #!,A

Kasus B. 'ika sumber baterai D konstanta
0enentukan kuat arus I*t+ untuk kasus ini berdasarkan model persamaan
di(erensial E*t+, selanjutnya I*t+ didapatkan dari $ubungan I(t) =
d
dt
. 0odel
persamaan rangkaian untuk E *t+ dinyatakan sebagai:
I
J
2

Jt
2
+
1

=
atau
J
2

Jt
2
+
1
I
=

I

persamaan di atas adala$ P1 tak $omogen orde!2, penyelesaiannya disebut
pen!e"esaian "engkap terdiri atas penyelesaian $omogen dan penyelesaian
tak$omogen.
Penyelesaian Homogen:
J
2

Jt
2
+
1
I
= u
Matematika Teknik I Hal- 20

persamaan karakteristik dari P1 di atas:
r
2
+
1
I
= u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
= _i
_
1
I

penyelesaian $omogen:

(t) = A cos
_
1
I
t +B sin
_
1
I
t
Penyelesaian )ak$omogen:
J
2

Jt
2
+
1
I
=

I

dengan menggunakan metode koe(isien taktentu *subbab ,.7.#+
F(t) =

I
-

(t) =
0

substitusi ( ) = pada P1, yaitu:
1
I

0
=

0
=
jadi penyelesaian tak $omogen adala$

(t) =
Penyelesaian lengkap
(t) =

(t) +

(t) = A cos
_
1
I
t +B sin
_
1
I
t +

3onto$ kasus .32:
'ika pada "onto$ kasus .3# di atas diketa$ui, D2:6 %olt, arus I*6+6 dan
muatan E*6+6 tentukan solusi k$usus I*t+
Penyelesaian:
model persamaan rangkaian menggunakan (ungsi E*t+, karena jika dipakai
model (ungsi I*t+ maka substitusi E*6+ untuk mendapatkan solusi k$usus, yaitu
dengan integrasi solusi umum I*t+ akan meng$asilkan konstanta baru, se$ingga
solusi k$usus I*t+ tidak dapat ditentukan.

Matematika Teknik I Hal- 21

0odel persamaan rangkaian .3 seri dalam (ungsi E*t+:
J
2

Jt
2
+
1
I
=

I

J
2

Jt
2
+2S = 2S
Penyelesaian model persamaan di atas disebut solusi lengkap4penyelesaian
lengkap yang terdiri atas dua solusi P1, yaitu solusi $omogen dan solusi
tak$omogen
Solusi Homogen:
J
2

Jt
2
+2S = u
persamaan karakteristik dari P1:
r
2
+2S = u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
= _iS
penyelesaian P1 $omogen:

(t) = A cos St +B sin St


Solusi tak$omogen:
R() = 2S -

(t) =
0

substitusi E
p
(t) = ;
6
ke model P1 didapatkan:
J
2

Jt
2
+2S = 2S
u +2S
0
= 2S -
0
= 1
penyelesaian k$usus tak$omogen

(t) = 1
solusi umum lengkap *solusi $omogen?solusi tak $omogen+:
(t) = 1 +A cos St +B sin St
substitusi nilai awal
(u) = 1 +A cos u +B sin u = u - A = 1
I =
J
Jt
= SA sin St +SBcos St
I(u) = SA sin u +SBcos u = u - B = u
'adi solusi k$usus lengkap:
(t) = 1 cos St
dan &rus I*t+ adala$
Matematika Teknik I Hal- 22

I(t) =
J
Jt
= S sin St
Kasus C. 'ika sumber baterai D D
6
"os Ft
0odel persamaan rangkaian untuk E *t+ dinyatakan sebagai:
I
J
2

Jt
2
+
1

=
0
cos t
atau
J
2

Jt
2
+
1
I
=

0
cos t
I

Penyelesaian model persamaan di atas adala$ penyelesaian lengkap muatan
(ungsi waktu, terdiri atas penyelesaian $omogen dan penyelesaian
tak$omogen.
Penyelesaian Homogen:
J
2

Jt
2
+
1
I
= u
persamaan karakteristik dari P1 di atas:
r
2
+
1
I
= u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
= _i
_
1
I

penyelesaian $omogen:

(t) = A cos
_
1
I
t +B sin
_
1
I
t
atau

(t) = cos
_
1
I
t 0
jika
0
2
=
1

, maka

(t) = cos (
0
t 0)

Penyelesaian )ak$omogen:
J
2

Jt
2
+
1
I
=

0
cos t
I

Matematika Teknik I Hal- 23

dengan menggunakan metode koe(isien taktentu *subbab ,.7.#+

0
cos t
I
-

(t) = cos t + sin t

i
(t) = sin t +cos t

ii
(t) =
2
cos t
2
sin t
substitusi

ii
ke persamaan didapatkan:

2
cos t
2
sin t +
1
I
(cos t + sin t) =

0

I
cos t
_
1
I

2
]cos t +_

2
] sin t =

0

I
cos t
dengan menyamakan koe(isiennya maka:
_
1 I
2
I
_ =

0

I
- =

0

(1 I
2
)

jadi solusi tak$omogen adala$:

(t) =

0

(1 I
2
)
cos t
I
I

=

0

I(
1
I

2
)
cos t
jika dide(inisikan
0
2
=
1

, se$ingga:

(t) =

0

I(
0
2

2
)
cos t

Penyelesaian lengkap:
(t) =

(t) +

(t) = cos (
0
t 0) +

0

I(
0
2

2
)
cos t
;eluaran ini menggambarkan superposisi dua gelombang "osinus dengan
(rekuensi selaras yang disebut sebagai (rekuensi dasar4alamia$ *natural
(reGuen"y+ besarnya
0
=
o
0
2n
.
&mplitudo maksimum pada persamaan gelombang keluaran adala$:
Matematika Teknik I Hal- 24

A
mks
=

0

(o
0
2
-o
2
)
=

dengan =
1
(o
0
2
-o
2
)

disebut (aktor resonansi
&mplitudo maksimum ini tergantung pada
0
, dan akan terjadi jika jika

0
= *disebut resonansi+.
0 1 2 3 4 5 6
-2
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
2
frekuensi
f
a
k
t
o
r

r
e
s
o
n
a
n
s
i

p

Gambar #2 /aktor 2esonansi

Program 0&).&- untuk Gambar 33
%faktor resonansi
clear all;
close all;
clc;
wo=3
w=(0:0.1:6);
p=(wo^2-w.^2).^-1;
plot(w,p,'b','linewidth',3)
grid on
axis equal
hold on
xlabel('frekuensi','fontsize',14)
ylabel('faktor resonansi p','fontsize',14)

'ika terdapat kondisi awal yaitu E*6+6 dan EH*6+6 maka persamaan lengkap
menjadi:
Matematika Teknik I Hal- 25

<ntuk kondisi awal E*6+6:
(t) = cos (
0
t 0) +

0

I(
0
2

2
)
cos t
u = cos (u 0) +

0

I(
0
2

2
)
cos u
cos (0) =

0

I(
0
2

2
)

<ntuk kondisi awal EH*6+6

i
(t) =
0
sin (
0
t 0) +

0

I(
0
2

2
)
sin t
u =
0
sin (u 0) +

0

I(
0
2

2
)
sin u
sin (0) = u
Se$ingga jika:
cos (
0
t 0) = cos
0
t cos0 +sin
0
t sin0
dengan substitusi cos (0) =

0

(o
0
2
-o
2
)
dan sin (0) = u
cos (
0
t 0) =

0

I(
0
2

2
)
cos
0
t
se$ingga:
(t) = cos (
0
t 0) +

0

I(
0
2

2
)
cos t
=

0

I(
0
2

2
)
cos
0
t +

0

I(
0
2

2
)
cos t
=

0

I(
0
2

2
)
(cos t cos
0
t)
jika cos A cos B = 2 sin
+
2
sin
-
2
*buktikan8+ maka:
(t) =
2
0

I(
0
2

2
)
sin

0
+
2
t sin

2
t
Gambar berikut mengilustrasikan osilasi E*t+ jika selisi$ F dengan F
6
ke"il
*Gambar 3, !35+:
Matematika Teknik I Hal- 26

0 10 20 30 40 50 60 70 80
-80
-60
-40
-20
0
20
40
60
80
sumbu waktu (t)
M
u
a
t
a
n

Q
(
t
)

Gambar #3 >silasi (t) =
2


(o
0
2
-o
2
)
sin
o
0
+o
2
t
0 10 20 30 40 50 60 70 80
-80
-60
-40
-20
0
20
40
60
80
sumbu waktu (t)
M
u
a
t
a
n

Q
(
t
)

Gambar #, >silasi (t) = _
2


(o
0
2
-o
2
)
sin
o
0
-o
2
t
0 10 20 30 40 50 60 70 80
-80
-60
-40
-20
0
20
40
60
80
sumbu waktu (t)
M
u
a
t
a
n

Q
(
t
)

Gambar #: Penyelesaian lengkap E*t+ untuk kasus F!F
6
ke"il


Matematika Teknik I Hal- 27

Program 0&).&- Gambar 35
%Arus pada Rangk LC seri E=Eo sin (wo-w)
%wo-w = kecil
clear all;
close all;
clc;
E0=10;
L=1;
W0=1;
W=0.84;
A=(W0+W)*2^-1;
B=(W0-W)*2^-1;
t=(0:0.01:80);
I=2*E0*L^-1*(W0^2-W^2)^-1*sin(t.*(A))
plot(t,I,'r','linewidth',2)
hold on
I=2*E0*L^-1*(W0^2-W^2)^-1*sin(t.*(B));
plot(t,I,'b','linewidth',2)
hold on
I=-2*E0*L^-1*(W0^2-W^2)^-1*sin(t.*(B));
plot(t,I,'b','linewidth',2)
hold on
I=2*E0*L^-1*(W0^2-W^2)^-1*sin(t.*(A)).*sin(t.*(B));
plot(t,I,'k','linewidth',4)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Muatan Q(t)','fontsize',14)

1ari Gambar 3, menunjukkan osilasi E*t+ lebi$ "epat daripada osilasi E*t+ pada
Gambar 3:. Gambar 35 adala$ $asilkali persamaan Gambar 3, dan 3: yang
merupakan penyelesaian lengkap rangkaian .3 dengan m
0
. /enomena (isik
model persamaan ini dapat dirasakan pada proses penalaan nada sistem
akustik dimana akan terdengar gejala naik turun suara pada saat (rekuensi dua
sumber suara mendekati sama.

Kasus #. 'ika sumber baterai D D
6
"os Ft dengan m = _
1


0odel persamaan rangkaian untuk E *t+ dinyatakan sebagai:
Matematika Teknik I Hal- 28

I
J
2

Jt
2
+
1

=
0
cos t
atau
J
2

Jt
2
+
2
=

0
cos t
I

Penyelesaian Homogen:
J
2

Jt
2
+
2
= u
persamaan karakteristik dari P1 di atas:
r
2
+
2
= u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
= _i
penyelesaian $omogen:

(t) = A cos t +B sin t aau

(t) = cos (t 0)
Penyelesaian )ak$omogen:
J
2

Jt
2
+
2
=

0
cos t
I

dengan menggunakan metode koe(isien taktentu aturan modi(ikasi maka
bentuk solusi partikular *li$at subbab ,.7.#+

p
(t) = t(cos t + sin t)

p
i
(t) = cos t tsin t +sin t +tcos t

p
ii
(t) = sint sin t
2
tcos t +cos t + cos t

2
sin t
= 2sint
2
tcos t + 2cos t
2
sin t

substitusi

ii
ke persamaan didapatkan:
2sint
2
tcos t +2cos t
2
sin t
+m
2
t(cos t + sin t) =

cux mt
(2)cos t +(2)sin t =

cux mt
Matematika Teknik I Hal- 29

dengan menyamakan koe(isiennya maka:
2 =

- =


2

2 = u - =
jadi solusi tak$omogen adala$:

p
(t) = t(cos t + sin t) =


2m
t x|n mt
Penyelesaian lengkap:
(t) =
h
(t) +
p
(t) =
h
(t) = cux (
0
t 0) +


2m
t x|n mt

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
-40
-30
-20
-10
0
10
20
30
40
sumbu waktu (t)
M
u
a
t
a
n

Q
(
t
)

Gambar #5 Solusi Partikular untuk ;asus m = _
1
m


Program 0&).&- Gambar 3= sebagai berikut:
%Arus pada Rangk LC seri E=10t sin 5t denan m = _
1
m

clear all;
close all;
clc;
t=(0:0.01:4);
I=10*t.*sin(5*t);
plot(t,I,'b','linewidth',2)
xlabel('sumbu waktu (t)','fontsize',14)
ylabel('Muatan Q(t)','fontsize',14)
Matematika Teknik I Hal- 30

5.2.2 Rangkaian RLC seri
2angkaian 2.3 seri dengan sumber baterai D %olt digambarkan pada Gambar
37. 0odel persamaan rangkaian didapatkan dengan $ukum )egangan ;ir"$o((,
yaitu:
C
2
?C
.
?C
3
D
dengan: C
2
adala$ tegangan pada resistor 2 yaitu 2I
C
.
adala$ tegangan pada induktor . yaitu

I
d
dt

C
3
adala$ tegangan pada kapasitor 3 yaitu
1

IJt
diketa$ui ba$wa I =
d
dt
dengan E adala$ muatan dalam 3oulomb.

Gambar #= 2angkaian 2.3 seri

0odel persamaan rangkaian dapat dinyatakan sebagai:
RI +I
JI
Jt
+
1

IJt =
untuk meng$ilangkan tanda integral, persamaan dide(erensialkan, maka:
R
J
Jt
I +I
J
Jt
_
JI
Jt
] +
1

J
Jt
IJt =
J
Jt
()

d
2
I
dt
2
+R
dI
dt
+
1

I =
d
dt
()
0odel persamaan untuk Gambar 37 dapat juga dinyatakan dalam muatan E*t+,
yaitu:
RI +I
JI
Jt
+
1

IJt =
R
J
Jt
+I
J
Jt
_
J
Jt
] +
1

J
Jt
Jt =
Matematika Teknik I Hal- 31

d
2

dt
2
+R
d
dt
+
1

=
Kasus . 'ika sumber baterai D D
6
[
d
dt
() =
0odel persamaan rangkaian dinyatakan sebagai:
I
J
2
I
Jt
2
+R
JI
Jt
+
1

I = u
penyelesaian persamaan $omogen orde!2 di atas adala$
persamaan karakteristik dari P1 di atas:
Ir
2
+Rr +
1

= u
akar!akar persamaan karakteristik:
r
1,2
=
R _R
2
4I
2I

se$ingga penyelesaian umum P1 *li$at ba$asan subbab ,.:+
)erdapat tiga kemungkinan akar!akar nilai :
#. 'ika R
2
4 > u, maka r
1,2
adala$ dua akar 2eal yang berbeda dengan
r
1,2
2 maka solusi umumnya:
y = c
1
e
r
1
t
+c
2
e
r
2
t

2. 'ika R
2
4 = u , maka r
1
= r
2
= r dengan m
1,2
2, maka solusi
umumnya:
y = c
1
e
rt
+c
2
x e
rt

3. 'ika R
2
4 < u , maka r
1,2
i dengan , 2 maka solusi
umumnya:
y = c
1
e
( + )t
+c
2
e
( - )t

dengan rumus Duler, yaitu e
It
= cux t +| x|n t maka bentuk trigonometri
rumus dapat ditentukan:
y = c
1
e
( + I)t
+c
2
t e
( - I)t

= c
1
e
t
( cux t +| x|n t ) +c
2
e
t
( cux - | x|n ); cux = cux
= (c
1
+c
2
)e
t
( cux ) +|(c
1
c
2
)e
t
( x|n )
= Ae
t
cux +Be
t
x|n , A, B e kunxtanta h||. kump|ekx

Kasus B. 'ika sumber baterai yaitu
d
dt
() =
0
cos t
Matematika Teknik I Hal- 32

0odel persamaan rangkaian dinyatakan sebagai:
I
J
2
I
Jt
2
+R
JI
Jt
+
1

I =
0
cos t
Penyelesaian model persamaan di atas terdiri atas penyelesaian $omogen dan
penyelesaian tak$omogen.
<ntuk penyelesaian $omogen sama dengan penyelesaian pada kasus &.
Penyelesaian )akHomogen:
I
J
2
I
Jt
2
+R
JI
Jt
+
1

I =
0
cos t
dengan menggunakan metode koe(isien taktentu aturan modi(ikasi maka
bentuk solusi partikular *li$at subbab ,.7.#+
I
p
(t) = cos t + sin t
I
p
i
(t) = sin t +cos t
I
p
ii
(t) =
2
cos t
2
sin t
substitusi I

, I

ii
ke persamaan didapatkan:
I(
2
cos t
2
sin t) +R(sin t +cos t)
+
1

(cos t + sin t) =

cux mt
_R+_
1

2
I] ] cos t +_R +_
1

2
I] ] sin t =

cux mt
dengan menyamakan koe(isiennya maka:
R +_
1

2
I] = u.... (i)
=
R
[
1

2
I
=
R
[
1

I

'ika dide(iniskan reaktansi S = [
1
o
I maka
=
R
S

R+_
1

2
I] =

...(||)
'ika kedua ruas dibagi dgn , maka
R+_
1

I] =


Matematika Teknik I Hal- 33

R
R
S
s =


_
R
2
S
+S_ =

-_
R
2
+S
2
S
_ =


K =

S
m(R
2
+S
2
)

M =
R
S
K =

R
m(R
2
+S
2
)

'adi penyelesaian tak$omogen adala$:
I
p
(t) = _

S
m(R
2
+S
2
)
_ cux mt + _

R
m(R
2
+S
2
)
_ x|n mt
3onto$ #:
)entukanla$ muatan E dan I sebagai (ungsi watku t dalam rangkaian 2.3 seri
jika ! #5 I, " 6,62 H, # 2J#6
!,
/ dan D #2 volt. &nggapla$ pada saat
t 6, arus I 6 dan muatan kapasitor E 6

Penyelesaian:
Persamaan yang digunakan untuk menyelesaikan kasus ini:
I
d
2

dt
2
+ R
d
dt
+
1

= (t)
1engan substitusi ! #5 I, " 6,62 H, # 2J#6
!,
/ dan D #2 volt, maka
diperole$:
u,u2
J
2

Jt
2
+ 16
J
Jt
+
1
(2 1u
-4
)
= 12
J
2

Jt
2
+
8uu J
Jt
+ 2Su.uuu = 6uu
Penyelesaian Persamaan Homogen
Persamaan karakteristik r
2
? 766 r ? 2:6.666 6, mempunyai akar!
akar:
r
1,2
=
|-800 _ V640.000-1.000.000]
2

!,66 K 366 i
Se$ingga penyelesaian $omogen:

= c
-400t
(1cos Suut +
2
sin Suut)
Penyelesaian )akHomogen
1engan menggunaan metode koe(isien taktentu *subbab ,.7.#+, maka:

k
= A,
d
k
dt
= u,
d
2

k
dt
2
= u
Matematika Teknik I Hal- 34

Substitusi
k
= A,
d
k
dt
= u,
d
2

k
dt
2
= u ke dalam persamaan :
J
2

k
Jt
2
+ 8uu
J
k
Jt
+ 2Su.uuu = 6uu
0eng$asilkan
k
= 2,4 1u
-3

;arena itu penyelesaian lengkap adala$,
(t) = 2,4 1u
-3
+ c
-400t
(
1
cos Suut +
2
sin Suut)
I(t) diperole$ dengan di(erensiasi (t) didapatkan:
I(t) =
d
dt
= 4uuc
-400t
(
1
cos Suut +
2
sin Suut)
+ c
-400t
(Suu
1
sin Suut +Suu
2
cos Suut)
I(t) = c
-400t
|(4uu
1
+ Suu
2
) cosSuut +(Suu
1
4uu
2
) sinSuut]
-ila diberlakukan syarat awal, t 6, I 6, E 6, maka:
u = 2,4 1u
3
+
1
-
1
= 2,4 1u
3

u = 4uu
1
+ Suu
2
-
2
=
4
1
S
= S,2 1u
'adi penyelesaian lengkap muatan listrik adala$
E*t+ #6
!3
L2,, M e
!,66t
*2,, "os 366t ? 3,2 sin 366t+N

3onto$ 2:
Suatu induktor 2 $enry, resistor #5 o$m dan kapasitor 6,62 (arad di$ubungkan
se"ara seri dengan sutu baterai dengan ggl.$ #66 sin 3t. Pada t6 muatan
dalam kapasitor dan arus dalam rangkaian adala$ nol. )entukanla$ *a+ muatan
dan *b+ arus pada tO6.

Penyelesaian:
0isalkan % dan & menyatakan muatan dan arus sesaat pada waktu t,
berdasarkan Hukum ;ir"$$o((, maka diperole$ persamaan:

2
dI
dt
? #5& ?

0,02
#66 sin 3t
&tau karena &'d%(dt,
d
2

dt
2
? 7
d
dt
? 2:% 26 sin 3t
Selesaikan ini ter$adap syarat % 6,d%(dt ' 0 pada t 6, kita memperole$
$asil ak$ir:
*a+ %
25
)*
*2 sin 3t M 3 "os 3t+ ?
*)
52
e
!,t
*3 "os 3t ? 2 sin 3t+
Matematika Teknik I Hal- 35

*b+ & '
d
dt

+)
52
*2 "os 3t ? 3 sin 3t+ !
*)
52
e
!,t
*#= sin 3t ? 5 "os 3t+
Suku pertama adala$ arus stabil (steady-state) dan suku kedua, yang dapat
diabaikan untuk waktu yang bertamba$, dinamakan arus transien.


S$L%S$L
#. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "#H, ##/ dan
D#66 volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6, arus l6 dan muatan
kapasitor E6.
2. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "#H, #6,2:/ dan
D36 sin t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6, arus l6 dan muatan
kapasitor E6.
3. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "#6H, ##4@6/ dan
D#6 "os 2t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6, arus l6 dan muatan
kapasitor E6.
,. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "#6H, #6,#/ dan
D#6t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6, arus l6 dan muatan
kapasitor E6.
:. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "2,:H, ##6
!3
/ dan
D#6t
2
volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6, arus l6 dan muatan
kapasitor E6.
5. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "#H, ##/ dan D#
volt jika 6PtP# dan D6 jika tO#8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6, arus
l6 dan muatan kapasitor E6.
=. )entukan arus l*t+ dalam rangkaian .3 seri dimana "#H, ##/ dan
D#!e
!t
volt jika 6PtPQ dan D6 jika tOQ8 &nggapla$ ba$wa pada saat
t6, arus l6 dan muatan kapasitor E6.
7. )entukan arus steady state dalam rangkaian 2.3 seri dimana !', I,
"#H, #'2R#6
!,
/ dan D 226 volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6,
arus l6, dan muatan kapasitor E6.
@. )entukan arus steady state dalam rangkaian 2.3 seri dimana !26 I,
"#6H, ##6
!3
/ dan D#66 "os t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6,
arus l6, dan muatan kapasitor E6.
Matematika Teknik I Hal- 36

#6. )entukan arus transien dalam rangkaian 2.3 seri dimana !'266 I,
"#66H, #6,66:/ dan D:66 sin t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat
t6, arus l6 dan muatan kapasitor E6.
##. )entukan arus transien dalam rangkaian 2.3 seri dimana !'26 I,
":H, ##6
!2
/ dan D7: sin ,t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat t6,
arus l6 dan muatan kapasitor E6.
#2. )entukan arus lengkap dalam rangkaian 2.3 seri dimana !76 I,
"26H, ##6
!2
/ dan D#66 volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat #6, arus
l6 dan muatan kapasitor E6.
#3. )entukan arus lengkap dalam rangkaian 2.3 seri dimana !#56 I,
"26H, #2R#6
!3
/ dan D,7# sin #6t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat
#6, arus l6 dan muatan kapasitor E6.
#,. )entukan arus dalam rangkaian 2.3 seri dimana !5 I, "#H, #6,6,
/ dan D2, "os :t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat #6, arus l6 dan
muatan kapasitor E6.
#:. )entukan arus steady state dalam rangkaian 2.3 seri dimana !:6 I,
"36H, #6,62: / dan D266 sin ,t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat
#6, arus l6 dan muatan kapasitor E6.
#5. )entukan arus transien dalam rangkaian 2.3 seri dimana !26 I,
",H, #6,: / dan D#6 sin #6t volt. &nggapla$ ba$wa pada saat #6,
arus l6 dan muatan kapasitor E6.
#=. )entukan arus len,ap dalam rangkaian 2.3 seri dimana !7 I, "2H,
#6,#2: / dan D#6 sin :t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat #6, arus
l6 dan muatan kapasitor E6.
#7. )entukan arus transien dalam rangkaian 2.3 dimana !#: I, ":H,
##,2:R#6
!2
/ dan D#: sin ,t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat #6,
arus l6 dan muatan kapasitor E6.
#@. )entukan arus steady state dalam rangkaian 2.3 seri dimana !7 I,
",H, #6,#2: / dan D2 sin 2t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat #6,
arus l6 dan muatan kapasitor E6.
26. )entukan arus len,ap dalam rangkaian 2.3 seri dimana !2:6 I,
"#2:H, #6,662 / dan D2:6 sin 3t volt8 &nggapla$ ba$wa pada saat
#6, arus l6 dan muatan kapasitor E6.

Matematika Teknik I Hal- 37

#&TR '(STK

Kreyszig, Erwin, Matematika Teknik lanjutan. Jakarta: Gramedia, 1988.

Stroud, K.A., Matematika untuk Teknik. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1987.

Farlow, Stanley J., An Introduction to Diffrenential Equations and Their Applications,
McGraw-Hill, Singapore, 1994

Howard, P., Solving ODE in MATLAB, Fall, 2007

Thompson, S., Gladwell, I., Shampine, L.F., Solving ODEs with MATLAB, Cambridge
University Press, 2003

Rosenberg, J.M., Lipsman, R.L., Hunti, B.R., A Guide to MATLAB for Beginners and
Experienced Users, Cambridge University Press, 2006


Matematika Teknik I Hal- 38

GL$SR)(*

-ebas .inear 1ua penyelesaian persamaan di(erensial dikatakan
bebas linear jika yang satu bukan kelipatan
konstanta dari yang lain.
-ernoulli Suatu persamaan -ernoullidapat dituliskan dalam
bentuk y- . /(0)y ' %(0)y
n
. 'ika n'6 atau # maka
persamaan adala$ linear.
1erajat 1erajat dari suatu persamaan adala$ pangkat dari
suku deri%ati( tertinggi yang mun"ul dalam
persamaan di(erensial.
Dksak Suatu persamaan eksak dapat dituliskan dalam
bentuk 1(0,y)d0 . 2(0,y)dy ' 0 dengan deri%ati(
parsial dari 1 ter$adap y sama dengan deri%ati(
parsial dari 2 ter$adap 0. Selain itu dikatakan tidak
eksak.
/aktor Integrasi Suatu (aktor integrasi adala$ suatu (ungsi yang
dipili$ untuk memuda$kan penyelesaian dari suatu
persamaan di(erensial.
Homogen Suatu persamaan di(erensial adala$ $omogeny jika
setiap suku tunggal memuat %ariable tak bebas
atau deri%ati(nya. Persamaan di(erensial yang tidak
memenu$i de(inisi $omogen diper$atikan sebagai
tak $omogeny.
Integral ;$usus Sembarang (ungsi yang memenu$i persamaan
di(erensial tak $omogen dinamakan integral
k$usus.
;arakteristik Suatu persamaan polynomial yang diperole$ dari
persamaan di(erensial linear dengan koe(isien
konstan dinamakan persamaan karakteristik.
;oe(isien )ak )entu 0etode koe(isien tak tentu adala$ suatu
pendekatan untuk men"ari integral k$usus dari
persamaan di(erensial linear tak $omogen
menggunakan persamaan karakteristik.
Matematika Teknik I Hal- 39

0asala$ Nilai &wal Persamaan di(erensial dengan syarat tamba$an
pada (ungsi yang tidak diketa$ui dan deri%ati(!
deri%ati(nya, semua diberikan pada nilai yang sama
untuk %eriabel bebas, dinamakan masala$ nilai
awal. Syarat tamba$an tersebut dinamakan syarat
awal.
0asala$ Nilai -atas Persamaan di(erensial dengan syarat tamba$an
pada (ungsi yang tidak diketa$ui dan deri%ati(!
deri%ati(nya diberikan pada lebi$ dari satu nilai
%ariabel bebas dinamakan masala$ nilai batas.
Syarat tamba$an tersebut dinamakan syarat batas.
>rde turunan tertinggi dalam P1

Penyelesaian Suatu (ungsi terdi(erensial yang memenu$i
persamaan di(erensial dinamakan penyelesaian
di(erensial
Penyelesaian eksplisit Penyelesaian eksplisit dari suatu persamaan
di(erensial adala$ penyelesaian dimana %ariable
tak bebas di tuliskan $anya dalam suku M suku dari
%ariable bebas. Selain itu, penyelesaiannya
dinamakan penyelesaian implisit
Penyelesaian k$usus Penyelesaian k$usus adala$ penyelesaian yang
diperole$ dengan menentukan nilai k$usus untuk
konstanta sembarang yang mun"ul dalam
persamaan umum.
Penyelesaian lengkap Penyelesaian lengkap adala$ jumla$an dari (ungsi
komplementer dan integral k$usus
Penyelesaian umum Penyelesaian yang diperole$ dari integrasi
persamaan di(erensial dinamakan penyelesaian
umum. Penyelesaian umum dari suatu persamaan
di(erensial biasa tingkat n membuat n konstanta
sembarang yang di$asilkan dari integrasi n kali
Perali$an Pada persamaan osilator $armonis teredam!
terpaksa, penyelesaian $omogeny yang mendekati
nol selama waktu bertamba$ dinamakan
penyelesaian perali$an
Persamaan Persamaan menggambarkan $ubungan antara
%ariable bebas dan tak bebas. Suatu tanda sama
dengan ST di$aruskan ada dalam setiap
persamaan
Persamaan di(erensial Persamaan yang melibatkan %ariable!%ariabel tak
bebas dan deri%ati%e!deti%ati(nya ter$adap
%ariable!%ariabel bebas dinamakan persamaan
Matematika Teknik I Hal- 40

di(erensial
Persamaan di(erensial
biasa
Persamaan di(erensial yang $anya melibatkan satu
%ariable bebas dinamakan persamaan di(erensial
biasa
Persamaan di(erensial
parsial
Persamaan di(erensial yang melibatkan dua atau
lebi$ %ariable bebas dinamakan persamaan
di(erensial parsial
2eduksi tingkat &dala$ suatu teknik untuk menyelesaikan
persamaan di(erensial biasa tingkat dua dengan
membawa persamaan ke tingkat satu
)eredam 1alam system massa pegas terdapat tiga perilaku,
yaitu teredam lebi$ jika persamaan karateristik
mempunyai akar!akar real berbeda, teredam kritis
jika persamaan karateristik $anya mempunyai satu
akar riil, dan teredam kurang jika persamaan
karateristik mempunyai akar!akar kompleks
)erpisa$kan Suatu persamaan di(erensial adala$ terpisa$kan
jika %ariable bebas dan tak bebas dapat dipisa$kan
se"ara aljabar pada sisi berlawanan dalam
persamaan.
)ingkat )ingkat dari suatu persamaan di(erensial adala$
deri%ati%e tertinggi yang mun"ul dalam persamaan
di(erensial.
)rayektori Suatu sketsa dari penyelesaian k$usus dalam
bidang (ase dinamakan trayektori dari
penyelesaian
)rayektori ortogonal ;eluarga kur%a pada bidang yang memotong tegak
lurus dengan suatu keluarga kur%a yang lain
dinamakan trayektori ort$ogonal
Cariasi parameter 0etode %ariasi parameter adala$ metode umum
menyelesaikan persamaan di(erensial linear tak
$omogeny. 1alam metode ini, integral k$usus
diperole$ dari (ungsi komplemeter dimana setiap
suku dikalikan dengan (ungsi tak diketa$ui yang
$arus ditentukan kemudian


Matematika Teknik I Hal- 41

)ndeks

&nalitik, :
&turan 1asar, =2, =3
&turan 0odi(ikasi, =2, =,
&turan Penjumla$an, =2, =:
-ernoulli, #7, 26
Cauch!%+u"er, 55, 5=, 5@
3iri, 5#, 5=
1erajat, 2
dsolve, #6, ##, #3, 3,, 3:
eksak, 26, 2#, 23, 2,, 25
eksplisit, 3, :
(aktor integral, #@, 23, 2,, 25, 3@,
,5
gaya eksternal, 7:, 75
gaya pegas, 7:
gaya redam, 7:
Gerak Bebas, 75, @2, @:, @5
gra%itasi, 7,
$omogen, 3
Hukum Newton II, 7,, 7:
implisit, 3, :
integral parsial, ,6, ,,, ,=, :6, :2
Integrasi .angsung, #6
;ir"$o((, 3=, 37, ,#, ,5
;oe(isien )ak )entu, =2, =3
komplementer, :5
;ualitati(, 5
.3 seri, #62, #63, #6=, ##,, ##=
.inieritas, 2
non$omogen, :=
nonlinier, :=
operator, :5, :=
>rde, #
orde satu, #, 7, #6, #=, 23, 27, ,5
>rde!2, :5
orde!n, :5, 56, 5@
,rt,g,na", 27, 2@, 36, 3#, 32, 33,
3:
$rt,g,na", 27, 36, 35
Pemisa$an Cariabel, #2
perali$an, ,#
Persamaan di(erensial, #, 2
Persamaan 1i(erensial -iasa, #, 3
Persamaan ;arakteristik, 5#, 52,
53, 5=
persamaan syarat, =@, 76
2angkaian listrik, 3=
23 seri, ,5, ,@, :#, :3
reduksi orde, 53
respon lengkap, :,
2. seri, 37, ,#, ,2, ,,, ,:, :,
2.3 seri, ##=, #2#
Singular, ,
Sistem gerak, 7,, 77
stabi", ,#, ::
steady state, ,#, :,
Superposisi, 56
syarat awal, 2, 3
syarat batas, 2
)ak Homogen, =#, =3, =,, =:, =5,
==
takbebas, :7, :@
)akteredam, 75
Teredam, 7:, @2, @3, @,, @:, @5,
@=
teredam kritis, @2, @,, @:, @5, @=,
@@, #66, #6#
tereduksi, :5
transient state, ,#
tra!ekt,ri, 27, 2@, 36, 3#, 32, 33,
3:
%ariasi parameter, =7, =@, 76, 72
Uronski, :@