Anda di halaman 1dari 7

Wednesday, May 7, 2008

Kaidah Dasar Etika/Bioetika (Kedokteran Barat)


Kaidah dasar (prinsip) Etika / Bioetik adalah aksioma yang mempermudah penalaran etik. Prinsip-prinsip itu harus spesifik. Pada praktiknya, satu prinsip dapat dibersamakan dengan prinsip yang lain. Tetapi pada beberapa kasus, karena kondisi berbeda, satu prinsip men adi lebih penting dan sah untuk digunakan dengan mengorbankan prinsip yang lain. Keadaan terakhir disebut dengan prima fa!ie. Konsil Kedokteran "ndonesia, dengan mengadopsi prinsip etika kedokteran barat, menetapkan bah#a, praktik kedokteran "ndonesia menga!u kepada $ kaidah dasar moral (sering disebut kaidah dasar etika kedokteran atau bioetika), uga prima fa!ie dalam penerapan praktiknya se!ara skematis dalam gambar berikut % Prima +a!ie 'ilat yang sesuai

#"tonomy

bene!i e n e $on ma%e!i en e &"sti e

Gambar. empat kaidah dasar etika dalam praktik kedokteran, dengan prima fa!ie sebagai judge& penentu kaidah dasar mana yang dipilih ketika berada dalam konteks tertentu ('ilat) yang rele(an. a. )enghormati martabat manusia (respe t !or person/a"tonomy). )enghormati martabat manusia. Pertama, setiap indi(idu (pasien) harus diperlakukan sebagai manusia yang memiliki otonomi (hak untuk menentukan nasib diri sendiri), dan kedua, setiap manusia yang otonominya berkurang atau hilang perlu mendapatkan perlindungan. Pandangan Kant % otonomi kehendak * otonomi moral yakni % kebebasan bertindak, memutuskan (memilih) dan menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik bagi dirinya yang ditentukan sendiri tanpa hambatan, paksaan atau

!ampur-tangan pihak luar (heteronomi), suatu moti(asi dari dalam berdasar prinsip rasional atau self-legislation dari manusia. Pandangan ,. -tuart )ill % otonomi tindakan/pemikiran * otonomi indi(idu, yakni kemampuan melakukan pemikiran dan tindakan (merealisasikan keputusan dan kemampuan melaksanakannya), hak penentuan diri dari sisi pandang pribadi. )enghendaki, menyetu ui, membenarkan, mendukung, membela, membiarkan pasien demi dirinya sendiri * otonom (sebagai mahluk bermartabat). .ide#a-de#akan di /nglo-/meri!an yang indi(idualismenya tinggi. Kaidah ikutannya ialah % Tell the truth, hormatilah hak pri(asi liyan, lindungi informasi konfidensial, mintalah !onsent untuk inter(ensi diri pasien& bila ditanya, bantulah membuat keputusan penting. Erat terkait dengan doktrin informed-!onsent, kompetensi (termasuk untuk kepentingan peradilan), penggunaan teknologi baru, dampak yang dimaksudkan (intended) atau dampak tak laik-bayang (foreseen effects), letting die. b. Berbuat baik (bene!i en e). -elain menghormati martabat manusia, dokter uga harus mengusahakan agar pasien yang dira#atnya ter aga keadaan kesehatannya (patient welfare). Pengertian 0berbuat baik0 diartikan bersikap ramah atau menolong, lebih dari sekedar memenuhi ke#a iban. Tindakan berbuat baik (beneficence)

General beneficence %
o o o

melindungi 1 mempertahankan hak yang lain men!egah ter adi kerugian pada yang lain, menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada yang lain, menolong orang !a!at, menyelamatkan orang dari bahaya.

Specific beneficence %
o o

)engutamakan kepentingan pasien )emandang pasien/keluarga/sesuatu tak hanya se auh menguntungkan

dokter/rumah sakit/pihak lain )aksimalisasi akibat baik (termasuk umlahnya 2 akibat-buruk) )en amin nilai pokok % 3apa sa a yang ada, pantas (elok) kita bersikap baik terhadapnya0 (apalagi ada yg hidup). !. Tidak berbuat yang merugikan (non'ma%e!i en e). Praktik Kedokteran haruslah memilih pengobatan yang paling ke!il risikonya dan paling besar manfaatnya. Pernyataan kuno% first, do no harm, tetap berlaku dan harus diikuti. -isi komplementer beneficence dari sudut pandang pasien, seperti % Tidak boleh berbuat ahat (evil) atau membuat derita (harm) pasien )inimalisasi akibat buruk Ke#a iban dokter untuk menganut ini berdasarkan hal-hal % - Pasien dalam keadaan amat berbahaya atau berisiko hilangnya sesuatu yang penting - .okter sanggup men!egah bahaya atau kehilangan tersebut - Tindakan kedokteran tadi terbukti efektif - )anfaat bagi pasien 2 kerugian dokter (hanya mengalami risiko minimal). 4orma tunggal, isinya larangan. d. Keadilan (justice). Perbedaan kedudukan sosial, tingkat ekonomi, pandangan politik, agama dan faham keper!ayaan, kebangsaan dan ke#arganegaraan, status perka#inan, serta perbedaan ender tidak boleh dan tidak dapat mengubah sikap dokter terhadap

pasiennya. Tidak ada pertimbangan lain selain kesehatan pasien yang men adi perhatian utama dokter. Treat similar cases in a similar way = justice within morality )emberi perlakuan sama untuk setiap orang (keadilan sebagai fairness) yakni % a. )emberi sumbangan relatif sama terhadap kebahagiaan diukur dari kebutuhan mereka (kesamaan sumbangan sesuai kebutuhan pasien yang memerlukan/membahagiakannya) b. )enuntut pengorbanan relatif sama, diukur dengan kemampuan mereka (kesamaan beban sesuai dengan kemampuan pasien).

Tu uan % )en amin nilai tak berhingga setiap pasien sebagai mahluk berakal budi (bermartabat), khususnya % yang-hak dan yang-baik

,enis keadilan % a. Komparatif (perbandingan antar kebutuhan penerima) b. .istributif (membagi sumber) % keba ikan membagikan sumber-sumber kenikmatan dan beban bersama, dengan !ara rata/merata, sesuai keselarasan sifat dan tingkat perbedaan asmani-rohani& se!ara material kepada % -etiap orang andil yang sama -etiap orang sesuai dengan kebutuhannya -etiap orang sesuai upayanya. -etiap orang sesuai kontribusinya -etiap orang sesuai asanya

-etiap orang sesuai bursa pasar bebas !. -osial % keba ikan melaksanakan dan memberikan kemakmuran dan kese ahteraan bersama % 5tilitarian % memaksimalkan kemanfaatan publik dengan strategi menekankan efisiensi so!ial dan memaksimalkan nikmat/keuntungan bagi pasien. 6ibertarian % menekankan hak kemerdekaan so!ial 7 ekonomi (mementingkan prosedur adil 2 hasil substantif/materiil). Komunitarian % mementingkan tradisi komunitas tertentu Egalitarian % kesamaan akses terhadap nikmat dalam hidup yang dianggap bernilai oleh setiap indi(idu rasional (sering menerapkan !riteria material kebutuhan dan kesamaan). d. 8ukum (umum) % Tukar menukar % keba ikan memberikan / mengembalikan hak-hak kepada yang berhak. pembagian sesuai dengan hukum (pengaturan untuk kedamaian hidup bersama) men!apai kese ahteraan umum. (rima )a ie % dalam kondisi atau konteks tertentu, seorang dokter harus melakukan pemilihan 9 kaidah dasar etik ter-0absah0 sesuai konteksnya berdasarkan data atau situasi konkrit terabsah (dalam bahasa fi:h ;ilat yang sesuai). "nilah yang disebut pemilihan berdasarkan asas prima fa!ie. $orma da%am etika kedokteran (EK) * )erupakan norma moral yang hirarkinya lebih tinggi dari norma hukum dan norma sopan santun (pergaulan)

+akta fundamental hidup bersusila % Etika me#a ibkan dokter se!ara mutlak, namun sekaligus tidak memaksa. ,adi dokter tetap bebas,. Bisa menaati atau masa bodoh. Bila melanggar % insan kamil (kesadaran moral * suara hati)nya akan menegur sehingga timbul rasa bersalah, menyesal, tidak tenang. +i!at Etika Kedokteran * 9. Etika khusus (tidak sepenuhnya sama dengan etika umum) <. Etika sosial (ke#a iban terhadap manusia lain / pasien). =. Etika indi(idual (ke#a iban terhadap diri sendiri = selfimposed, !elfoplegging) $. Etika normatif (menga!u ke deontologis, ke#a iban ke arah norma-norma yang seringkali mendasar dan mengandung $ sisi ke#a iban = gesinnung yakni diri sendiri, umum, teman se a#at dan pasien/klien 1 masyarakat khusus lainnya) >. Etika profesi (biasa)% bagian etika sosial tentang ke#a iban 1 tanggung a#ab profesi bagian etika khusus yang mempertanyakan nilai-nilai, norma-norma/ke#a ibanke#a iban dan keutamaan-keutamaan moral -ebagian isinya dilindungi hukum, misal hak kebebasan untuk menyimpan rahasia pasien/rahasia abatan (verschoningsrecht) 8anya bisa dirumuskan berdasarkan pengetahuan 1 pengalaman profesi kedokteran. 5ntuk men a#ab masalah yang dihadapi (bukan etika apriori)& karena telah berabad-abad, yang-baik 1 yang-buruk tadi dituangkan dalam kode etik (sebagai kumpulan norma atau moralitas profesi) "si % < norma pokok %

sikap bertanggung a#ab atas hasil peker aan dan dampak praktek profesi bagi orang lain& bersikap adil dan menghormati 8ak /sasi )anusia (8/)). ?. Etika profesi luhur/mulia % "si % < norma etika profesi biasa ditambah dengan % Bebas pamrih (kepentingan pribadi dokter @ style*AA2 /da idealisme % tekad untuk mempertahankan !ita-!ita luhur/etos profesi * l;esprit de !orpse pour offi!ium nobile B. Cuang lingkup kesadaran etis % prihatin terhadap krisis moral akibat pengaruh teknologisasi dan komersialisasi dunia kedokteran. KD4-"6 KE.DKTEC/4 "4.D4E-"/ PE4EE6E4FF/C//4 PC/KT"K KE.DKTEC/4 E/4F B/"K ." "4.D4E-"/ <GG? /gus Pur#adianto, -egi Kontekstual Pemilihan Prima +a!ie Kasus .ilemma Etik dan Penyelesaian Kasus Konkrit Etik, dalam bahan ba!aan Program 4on Felar Blok "" +K5" ,uni <GGB Professor Dmar 8asan Kasule& -eptember <GGB& +ilosofi .alam Etika Kedokteran % -tudi Banding /ntara -udut Pandang "slam dan Barat (Eropa)& -eminar dan 6okakarya "mplementasi 4ilai-nilai "slam di dalam Pendidikan Kedokteran di "ndonesia H 7 I -eptember <GGB /gus Pur#adianto, -egi Kontekstual Pemilihan Prima +a!ie Kasus .ilemma Etik dan Penyelesaian Kasus Konkrit Etik, dalam bahan ba!aan Program 4on Felar Blok "" +K5" ,uni <GGB