Anda di halaman 1dari 5

Nama Nim

: Tommy Saputra : 03051181320031

Fak/Jur/Kls : Teknik Mesin A

Cerita Kuli dan Sarjana Berpendidikan


Indonesia terkenal sebagai negara berkembang dimana hampir di seluruh bagian dari bumi persada ini dilakukan MEGA PROYEK pembangunan dan cerita ini berawal di sebuah kota metropolitan terbesar kedua di indonesia setelah Jakarta atau SURABAYA tepatnya. Di jantung kota pula yakni Jl. A. Yani ada pembangunan pasar rakyat dimana ada 32 Kuli, 18 Tukang di tambahkan dengan 7 Mandor dan 1 Directure pembangunan adalah pekerja yang notabene menjadi penanggung jawab proyek pasar tersebut. Pembangunan di mulai dari hari pertama hingga 7 Bulan target pembangunan di haruskan selesai. Bulan Januari tepat tanggal 1dimulai sudah pembagunan di tandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur JATIM yang di lanjutkan langsung lembur hampir 24 Jam oleh kuli dan tukang-tukang yang ada. Mandor hanya mengawasi selama 12 Jam dan Directure pembangunan hanya seminggu datang sekali itupun kurang lebih 6 Jam dan Pulang lalu akan datang pada minggu selanjutnya. Bulan pertama berlalu dan waktu gajian tiba dalam 1 bulan Kuli yang bekerja selama 24 Jam mendapatkan gaji 3.450.000 si Tukang 4.350.000 , lalu si mandor 5.000.000 dan si Directure mendapatkan gaji 6.250.000 (Semua gaji sudah di tambakan uang makan, upah lembur dan lain lain) Gaji tersebut diterima bulan pertama bulan kedua hingga bulan ke lima muncul permasalahan dari obrolan salah satu kuli ketika istirahat malam dan memulailah antara kuli satu dan yang lain bicara. Sebut saja Iwan, Hanafi dan Eko. Ko kamu selama ini sadar gak masak kita yang bekerja 24 jam gajinya cuman 3.450.000 sedangkan sang directure pembangunan neliti bangunan kita ngomong ke mandor agar tambahkan gajinya bisa 2x lipatnya kita? kan gak masuk akal banget? Kata Hanafi dengan bingung. Em bener banget ya han... aku kadang juga mikir sama kita yang berjuang mati-matian kok dy yang enak-enakan Gimana menurutmu wan? Balas Eko dengan kesal.

Kalo saranku kita mogok kerja ja yuk sampai gaji kita naikGimana??? Balas Iwan dengan kesal.

Karena sama- sama perantauan jauh jadi solidaritas para kuli begitu tinggi hingga mereka mogok kerja dan minta penukaran gaji. Hal tersebut di sampaikan pada mandor hingga akhirnya sampai juga ke telinga si Directure. Pekerjaan terpaksa di hentikan karena tukangpun tak mungkin menyelesaikan pekerjaan tanpa bantuan sang kuli-kuli tadi. Wah bakal kena pecat semua neh? Namun apakah hal ini yang di lakukan oleh sang directure? Pikir si Kuli-kuli.

Tentu itu yang akan dilakukan bila sang directure adalah orang yang arogansi akan sebuah kekuasaan. Namun Tidak karena kebijakannya dan hati nurani yang memang patut di banggakan sang directure datang tepat hari ke-2 lalu bertanya pada salah satu dari ke-35 kuli tersebut. Oh ya kenapa kalian mogok kerja bukankah sudah mendapat gaji yang besar? Tanya Directure Tidak pak kami tidak mau melanjutkannya? Jawab Kuli itu. Bukankah ini demi hajat hidup orang banyak? Balas Directure. Pak coba bayangkan perbedaan gaji antara kami dan bapak? Okelah bila kami dengan yang lainnya namun bila dengan anda ? Hanafi Menanggapi. Kami 24 Jam lembur mati-matian istirahat pun hanya sebentar gaji 3 Juta bapak yang hanya datang sekali 2X Lipat dari kami? Lanjutnya. Kami minta kenaikan gaji pak atau tukar saja nominal gaji kami dengan bapak! rontak Iwan

Directure tersenyum lalu membuat sebuah penawaran.

Em..boleh, Tapi Ini saya ada sebuah aturan dimana untuk mendapatkan gaji saya mari kita berkompetisi sesuai dengan syarat saya .. cukup mudah kok Ujar Directure.

Lalu sang directure mengajukan syaratnya. Saya ingin kalian bisa membuat telur ayam berdiri hanya itu Lanjutnya.

Sang kuli berfikir keras, namun karena hanya itu solusi alternatif agar mereka mendapatkan apa yang mereka mau mereka pun sepakat namun bertanya, Berapa tenggang waktu yang anda berikan pada kami pak? Saya akan beri waktu 3 hari. Kita akan bertemu pada hari ketiga dan hari ini juga libur sementara bagi kalian namun bila ternyata saya yang mampu dan kalian tidak maka kalian harus menuruti saya untuk tetap berada di sini sesuai dengan gaji yang di berikan selama ini sampai tenggat waktu selesai? Bagaimana? Kata Directure itu. Oke bos! Jawab Kuli itu serempak

Setelah 48 Jam berlalu dan besok adalah waktunya untuk beraksi unjuk gigi namun antara satu kuli dengan yang lainnya tidak menemukan sama sekali sebuah titik temu. Bahkan ada yang sampa pergi ke dukun sakti untuk belajar kanuragan, ada yang ke Limbad namun tidak ada solusi sama sekali yang di berikan. Ada yang pergi ke gunung lawu dan ada yang bersemedi ke kelud namun itu semua tetap nihil. Tiba pada waktunya hari yang telah di tentukan hingga sang directure pun datang kembali ke mega proyek tersebut. Bagaimana hasilnya? Ujar Directure.

Lalu para kuli muncul satu demi satu untuk unjuk gigi dengan berbagai macam doa dan kesaktian yang mereka pelajari walaupun dalam waktu yang amat minim itu namun nihil. Berarti bagian saya ya sekarang? Lanjut Directure.

Tanpa membuang waktu sang directure mengambil sekop semen dan telur tersebut. Dia kemudian membuat adonan lalu menaruh telur tersebut di atas adonan semen tersebut sampai telur berdiri. Para kuli terbelalak mau menganggap ini sebuah tipu muslihat namun mereka juga menyadari bahwa dalam ucapan sang directure tempo hari tidak menyebutkan di larang memakai bantuan apapun. Sang directure berkata, Ini beda antara saya dan kalian, saya menggunakan pola pikir untuk mengembangkan kemampuan dan peluang seiring tingkat jenjang pendidikan saya saya S2 Arsitekture dan Desain bangunan namun kalian semua adalah lulusan SMP dan SMP dari CV yang perusahaan pegang. Bukan saya menyalahkan atau mengerdilkan, namun pahami bahwa yang kalian dapatkan lebih dari cukup di sini, tanpa kalian dan saya proyek ini tidak akan berjalan. Bagaimana?

Para kuli terdiam sejenak hingga akhirnya mereka pun menyalami pak directure dan berjanji akan menjalankan kerja dan amanah mereka dengan penuh tanggung jawab. Singkat cerita proyek pun berhasil selesai tepat waktu hingga menimbulkan decak kagum dan ucapan selamat pada seluruh karyawan proyek tersebut.

Sumber : http://kyurozona.wordpress.com/2010/08/20/cerita-nyata-kuli-dan-sarjana-berpendidikan/ , diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

Dari cerita singkat diatas, ada beberapa poin atau penting yang bisa diambil. Poin-poin tersebut antara lain : 1. Dalam melakukan suatu pekerjaan haruslah dengan sepenuh hati dan menyenangi perkerjaan tersebut. Bila suatu perkerjaan mulai tidak disenangi, maka hal itu dapat menimbulkan masalah dalam bermacam bantuk, bisa bentuk pemikiran yang jelek, kurangnya kepercayaan terhadap atasan atau lingkungan, dan lain lain. 2. Dalam bekerja, kita harus tau bagaimana posisi kita sekarang. Bila posisi kita seperti diceritakan di atas yaitu bawah dan atasan, tidak salah bila atasan memiliki pendapatan yang lebih besar karena posisi mereka yang memang menunjang untuk pantas mendapatkan pendapatan sebesar itu. 3. Dalam membandingkan seorang direktur dan kuli, direktur yang lulusnya sarajana berpendidikan lebih menggunakan intelektualitas serta pola pikir mereka sebagai kemampuan yang dapat ditunjukan pada kesempatan yang mereka dapat. Sedangkan

seorang kuli, kuli yang kebanyakan lulusan SD/SMP hanya mengajukan lamaran kerja serta menunjukan kemampuan mereka secara alami yang didapat dari pengalaman mereka. Kemampuan yang terkuat adalah jika kemampua tersebut ditunjukan melalui pemikiran yang tepat. Hal ini menyimpulkan betapa pentingnya suatu pendidikan bagi seseorang. 4. Hal yang terpenting adalah dalam suatu masalah jangan dihadapi dengan emosi, hadapi dengan tenang, santai, dan berkepala dingin walau berada dibawah tekanan. Emosi akan menimbulkan masalah baru atau malah mempersulit masalah yang dihadapi.

Didapat juga bahwa adanya HAM yang ikut mendasari cerita ini, antaralain : Dalam macam-macam HAM ada yang dikenal dengan Hak Asasi Sosial Budaya / Social Culture Right dimana meliputi Hak memilih, menentukan, dan mendapatkan pendidikan dan Hak mendapatkan pengajaran. Hak ini dimiliki oleh setiap manusia tidak terkecuali seorang Tukang / Kuli, namun dalam cerita ini Kuli disini lulusan SMP atau bahkan orang yang belum berpendidikan dan hanya mengajukan lamaran kerja. Kuli ini memiliki Hak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak jika mereka mau, karena disini Hak memberikan kesempatan seseorang untuk memilih namun Kuli ini tidak mempergunakan Hak mereka. Namun disini dari kedua sisi Direktur dan Kuli sama-sama telah menggunakan Hak Asasi Pribadi / Personal Right mereka dalam percakapannya dimana kuli berani mengajukan pendapat, dan Direktur berani membantah pendapat kuli tersebut serta menyatakan pendapat yang lebih tepat dengan alasan yang logis. Hak Asasi Manusia yang digunakan Kuli tidak tepat dan tidak bisa dibawakan ke lembaga HAM, dan bila itu terjadi yang salah tetaplah Kuli karena bila kuli tersebut ingin mendapatkan gaji besar mereka menggunakan Hak Asasi Sosial Budaya mereka dengan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi sehingga mendapat pendidikan yang lebih layak untuk pekerjaan yang lebih layak dengan gaji yang mencukupi.