Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Keperawatan merupakan sebuah profesi, salah satu karakteristiknya adalah memiliki body of knowledge yang dapat membantu perawat dalam meningkatkan praktiknya. Paradigma keperawatan, falsafah keperawatan, model konseptual dapat dan teori keperawatan sebagai komponen dasar disiplin keperawatan diharapkan mampu meningkatkan pengembangan body of knowledge keperawatan itu sendiri melalui riset/metode ilmiah. Peningkatan keperawatan diharapkan dapat mengembangkan/memperbaiki kualitas asuhan keperawatan secara optimal. Pemahaman perawat tentang model konseptual dan teori keperawatan yang berfokus pada konsep sentral (orang, lingkungan, kesehatan, keperawatan) disiplin ilmu keperawatan merupakan hal mendasar yang harus ditingkatkan sebagai seorang perawat. Hal tersebut diperlukan sebagai kerangka kerja bagi perawat dalam menetapkan tujuan asuhan keperawatan sehingga praktik yang dilakukan lebih efektif dan efisien. eori juga memberikan otonomi profesional dengan cara mengarahkan praktek, pendidikan, dan penelitian keperawatan terutama fungsi! fungsi dari sebuah profesi. Pada tahun "#$% &ohnson, menguraikan suatu model konseptual untuk praktik keperawatan sebagai suatu rangkaian konsep yang dibentuk secara sistematis, berbasis ilmiah dan berhubungan secara lokal. 'odel konseptual ini digunakan untuk memandu praktik keperawatan berdasarkan teori. 'odel keperawatan adalah alat untuk menelaah situasi klien secara sistematis, model tersebut membantu para perawat dalam mengorganisasi pemikiran, pengamatan, dan interprestasi mereka. 'odel &ohnson didasarkan pada interaksi dari sistem perilaku seseorang dan tujuh subsistem dengan lingkungan yang bertujuan untuk mencapai e(uibilirium (keseimbangan). 'odel ini menjadi salah satu dasar untuk mengarahkan pada praktik keperawatan yang lebih efisien dan efektif. 'odel dan teori juga berfungsi sebagai penghubung antara praktik, penelitian dan pendidikan keperawatan.

1.2 Tujuan Penulisan ujuan dari penulisan makalah )*plikasi +rand heory ,eha-ioral .ystem 'odel 'enurut &ohnson heory/ antara lain0 ". 'ampu menjelaskan konsep grand theory beha-ioral system model nursing 2. 'ampu menjelaskan hasil penelitian terkait dengan teori beha-ioral model sistem didalam jurnal 3. 'ampu menjelaskan kekuatan dan kelemahan dari theory beha-ioral system model 1. 'ampu menjelaskan aplikasi grand theory beha-ioral system model in journal

BAB II ISI

A. TEORl KEPERA ATAN eori merupakan serangkaian konsep, definisi, dan proposisi yang menunjukkan gambaran fenomena yang sistematik dan yang bertujuan menyebutkan, menjelaskan, dan memprediksikan. eori adalah serangkaian konsep yang saling terkait yang menspesifikasi hubungan antar -ariabel. 4engan demikian, teori keperawatan adalah serangkaian pemyataan tentang fenomena yang saling terkait yang amat berguna untuk menyebutkan, menjelaskan, memprediksi, dan mengendalikan (5alker 6*-ant, "##7, 1%%3 dalam 8urachmah, 1%""). struktur displin keperawatan. eori keperawatan, kerangka kerja bagi praktik perawat yang merupakan bagian dari eori keperawatan lebih aplikatif dibandingkan dengan model konseptual karena memberikan penjelasan yang spesifik terhadap fenomena. 9ontoh 0 Neumans theory of client system stability; Orlandos theory of nursingprocess; Leiningers theory of Culture care diversity and universality ( omay 6 *lligood, 1%%:). B. !ODEL KONSEPTUAL 'odel konseptual tersusun dari ide!ide (konsep!konsep) abstrak dan umum, danproposisi yang menspesifikasi hubungan diantara keduanya menunjukkan ketertarikan di dalam menginterpretasikan fenomena (*ligood 6 omay, 1%%:;Peterson 6 ,redow, 1%%3). 'odel konseptual amat penting /cornerstone bagiperkembangan disiplin keperawatan. 'odel konseptual lebih eksplisit dibandingkandengan falsafah keperawatan namun masih abstrak dibandingkan dengan penggunaan teori keperawatan. 'odel konseptual merupakan framework yang menjelaskan penjabaran paradigma keperawatan. 'odel konseptual memberikan pandangan yang lebih luas pada praktik keperawatan, memberikan pedoman pengambilan keputusan melalui proses berfikir kritis dalam proses keperawatan. 'odel konseptual keperawatan memperjelas fenomena ilmu

keperawatan secara spesifik yang melibatkan empat konsep (paradigma keperawatan) yaitu manusia sebagai pribadi yang utuh dan unik. Konsep kedua adalah lingkungan yang bukan hanya merupakan surnber awal masalah tetapi juga merupakan sumber pendukung bagi indi-idu. Kesehatan merupakan konsep ketiga dimana konsep ini menjelaskan tentang kisaran sehat!sakit yang hanya dapat terputus ketika seseorang meninggal. Konsep keempat adalah keperawatan sebagai komponen penting dalam perannya sebagai faktor penentu pulihnya atau meningkatnya keseimbangan kehidupan seseorang. 9ontoh model konseptual adalah &ohnson<s behavioral system model, King<s conceptual system, =e-ine<s conservation model, 8euman<s systems model, orem<s conceptual model, >ogers science of unitary human beings dan >oy<s adaptation model (*ligood 6 omay,1%%:03$). ". K#$%#nen %ara&ig$a ke%era'atan (The Behavioral System Model)* 'odel 4orothy &ohnson adalah sisntesis dari teori dan konsep ilmu perilaku dan biologi yang terintegrasi ke dalam kerangka kerja sistem. eori mengenai stres dan adaptasi menjadi titik fokus dalam model ini. 'enurut 9hristensen 6 Kenney (1%%#), teori dari 4orothy ? &ohnson menegmukakan bahwa setiap orang dipandang sebagai suatu sistem perilaku yang terdiri atas tujuh subsistem. .ubsistem tersebut berinteraksi dan saling terkait. .etiap orang berupaya mencapai keseimbangan dan kestabilan baik secara internal maupun eksternal dan berfungsi secara efektif melalui penyesuaian dan beradaptasi terhadap tekanan!tekanan dari lingkungan melalui pola atau respon yang telah dipelajari. &ika tekanan ini terlalu besar dan orang tersebut tidak mampu beradaptasi atau mencapai fungsi yang optimum, maka terjadi ketidakstabilan dalam suatu subsistem atau lebih, sehingga mengurangi kapasitas dan efisiensi fungsi dan mengurangi energi. Perawat membantu siapa saja yang terancam atau secara potensial terancam oleh ketidakseimbangan sistem perilaku guna mempertahankan fungsi yang efisien dan efektif. Para perawat mengatur tekanan eksternal untuk memulihkan sistem perilaku (biopsikososial) pada tingkat yang optimum dengan memberdayakan

regulasi/pengendalian eksternal, mengubah unsur struktural dengan arah yang diinginkan atau memenuhi kebutuhan fungsi dari subsistem. ,erikut dapat disajikan bagan &ohnson ,eha-ioral .ystem 'odel0

+ambar ". &ohnson<s ,eha-ioral system 'odel 'odel johnson didasarkan pada interaksi dari sistem perilaku seseorang dengan subsistem dengan lingkungan (9hristensen 6 Kenney (1%%#) 0 1. Site$ Perilaku 4alam teori sistem, suatu sistem adalah keutuhan dengan bagian!bagian yang saling bergantungan. ,agian!bagian tersebut mempunyai struktur dan suatu

proses atau pola perilaku. .istem ditandai oleh organisasi, inteaksi, saling ketergantungan dan interaksi dari bagian!bagiannya melalui interaksi baik di dalam subsistem maupun dengan tekanan eksternal yang bekerja pada subsistem. .istem berupaya untuk mempertahankan keseimbangan dan kestabilan melalui penyesuaian dan adaptasi. 2. Su+siste$ 'odel subsistem mempunyai tujuh sistem yang saling tergantung. +angguan yang terjadi pada satu subsistem dapat menggaggu subsistem lainnya, masing!masing subsistem mempunyai fungsi yang unik atau tugas khusus yang penting untuk suatu performa terintegrasi dari keseluruhan subsistem dan masing! masing mempunyai struktur dan fungsi. ?mpat struktural yang mempengaruhi subsistem; a) 4ri-e/goal (tujuan) *dalah tujuan atau dorongan, didefinisikan sebagai tujuan dari perilaku dan konsekuensi yang dicapai, secara umum tujuan masing!masing subsistem adalah uni-ersal namun terdapat -ariasi indi-idual. b) .et .et subsistem indi-idu mencerminkan predisposisi tindakan yang akan dilakukan oleh seseorang mengacu pada tujuan. .et membedakan rentang perilaku yang dipilih terbentuk melalui pembelajaran, penguasaan dan pengalaman. c) 9hoice 'asing!masing subsistem mempunyai pilihan perilaku alternatif untuk mencapai tujuan khusus. ujuan dicapai melalui perilaku subsistem indi-idu, d) ,eha-ior Perilaku yang merupakan satu!satunya aspek yang dapat diamati dari setiap subsistem. Perilaku ini diteliti untuk mengetahui efisiensinya dalam mencapai tujuan.

.etiap subsistem juga diikuti oleh tiga fungsional re(uirements, yaitu0 a) Protection @aitu terlindung dari pengaruh berbahaya dengan sistem yang tidak dapat diatasi b) 8urturance @aitu terpelihara melalui input yang sesuai dari lingkungan c) .timulation @aitu menstimulasi untuk meningkatakan pertumbuhan dan mencegah stagnasi 'asing!masing subsistem mempunyai suatu set respons atau kecendrungan perilaku yang telah ditetapkan yang diarahkan kepada tujuan atau dorongan yang umum. >espon!respon tersebut dibentuk melalui kematangan, pengalaman, dan pembelajaran. >espons dipengaruhi oleh faktor!faktor biopsikososial. .eiring waktu, respon dapat dimodifikasi, tetapi suatu pola respon berulang yang dapat diamati terus berlanjut. 'asing!masing ketujuh subsistem mempunyai tujuan yang unik0 a) Angestif 'engambil dari lingkungan sumber!sumber yang diperlukan untuk mempertahankan integritas, mencapai kepuasan dan menginternalisasi lingkungan. b) Pencapaian 'enguasai atau mengendalikan diri atau lingkungan melalui pencarian. ,eberapa standar kesempurnaan seperti keterampilan fisik, sosial, atau kreatif. c) *gresif 'elindungi diri dan orang lain dari benda!benda, orang, ide!ide yang memiliki potensi mengancam berfungsi sebagai mekanisme perlindungan diri. d) ?leminatif 'engeluarkan produk sisa biologis dari sistem.

e) f)

.eksual 'enetapkan dan memuaskan perasaan tertarik dan mengasihi orang lain. *fliasi atau kelekatan ,erhubungan atau menjadi bagian dari sesuatu atau seseorang. keamanan dan akhirnya untuk bertahan ujuannnya adalah mencapai konklusi sosial, keakraban dan ikatan sosial yang kuat untuk

g) Ketergantungan 'endapatkan sumber!sumber yang dibutuhkan guna mendapat bantuan perhatian, kepatuhan dan keamanan bantuan dalam mencapai dukungan, perhatian, kepercayaan dan sebagainya. 'enurut Bawcett (1%%7) beberapa area kekhususan keperawatan

mengembangkan model konseptual yang sesuai dengan area praktiknya. &ohnson menjelaskan 1 unit komponen mayor dalam model konseptualnya yaitu0 $anusia sebagai sistem beha-ioral dan ke%era'atan. ujuh subsistem yang harus dipenuhi manusia guna mencapai/mempertahankan integritas indi-idu sebagai sistem perilaku dan mengatur interaksinya dengan lingkungan. .ubsistem itu antara lain0 a) ttachment or affiliative0 memberikan rasa aman dalam menjalin hubungan sosial, kedekatan dan mememelihara ikatannya. b) !ependency0 membantu merespon stimulus seperti pengakuan, perhatian, maupun bantuan fisik. c) "ngestive# menentukan selera makan indi-idu, dimana dipengaruhi oleh faktor sosial dan psikologis. d) $liminative# menentukan dimana, bagaimana, dan kapan indi-idu akan melakukan eliminasi. e) f) g) %e&ual# menciptakan kepuasan yang dipengaruhi oleh jenis kelamin dan identitas peran tidak hanya terbatas kepuasan dengan pasangannya saja. ggressive0 melindungi diri dan komunitasnya. chievement0 sebagai kontrol diri atau lingkungan (adanya kemampuan intelektual, fisik, kreatif, mekanik, sosial dan care taking ). .truktur masing! masing subsistem tersebut melibatkan 3 elemen yaitu0 ") tujuan, sebagai

moti-asi perilaku; 1) set, predisposisi indi-idu memenuhi fungsi dari subsistem; 2) choice' alternati-e tindakan yang dipilih indi-idu guna memenuhi fungsi subsistem; 3) action' perilaku indi-idu pada berbagai situasi yang dapat diamati secara langsung. ,. Siste$ ,erdasarkan definisi sistem oleh >apoport<s "#:$, &ohnson mengatakan; sebuah sistem adalah keseluruhan yang berfungsi sebagai keseluruhan tampil secara menyeluruh dari bagiannya yang interdependen. 4ia menerima pernyataan 9hin yaitu adanya organisasi, interaksi, interdependen dan integrasi dari bagian! bagian dan elemen. .ebagai tambahan seseorang berjuang/berusaha untuk mempertahankan keseimbangan dalam bagian!bagian ini melalui penyesuaian dan adaptasi terhadap tekanan!tekanan (*ligood 6 omay,1%%:). -. Be.a/i#r &ohnson mendefinisikan perilaku sebagai dari ilmu perilaku dan ilmu biologi sebagai hasil dari struktur dan proses intraorganisme yang diatur dan dibuat untuk menghadapi perubahan di dalam stimulasi sensori. &ohnson berfokus pada perilaku yang diakibatkan oleh kehadiran lingkungan sosial yang seutuhnya yang ditunjukkan untuk mendapatkan adaptasi (*ligood 6 omay,1%%:). 0. E1uili+riu$ &ohnson mengatakan bahwa keseimbangan adalah kunci dari konsep pada tujuan keperawatan. Atu berdampak pada bagian biologi dan psycologi dimana adanya keseimbangan setiap satu dengan yang lainnya dan dengan sosialnya (*ligood 6 omay,1%%:). 2. Tensi#n Konsep ketegangan didefinisikan sebagai keadaan sedang keregangan atau ketegangan dan dapat dipandang sebagai produk akhir dari suatu gangguan dalam keseimbangan. Ketegangan dapat konstruktif dalam perubahan adaptif atau

destruktif dalam penggunaan energi yang tidak efisien, menghambat adaptasi dan menyebabkan kerusakan struktural potensial. ketegangan adalah isyarat untuk gangguan dalam keseimbangan (*ligood 6 omay,1%%:). 3. Stress#r .timulasi internal dan eksternal dari ketegangan dan hasil dari tingkat ketidakstabilan yang sering disebut stresor. .timulasi mungkin sesuatu yang positif ingin dihadirkan dari mereka, sedangkan negatif sesuatu yang tidak diinginkan atau dihindarkan. >angsangan dapat berupa endogen maupun eksogen berasal dari (dan) mungkin memainkan satu atau lebih lagi pada sistem terkait terbuka (open!linked system) (*ligood 6 omay,1%%:). .elain itu komponen paradigma keperawatan yang dikemukakan johnson ada empat elemen, yaitu0 !anusia &ohnson ("#$%) memandang manusia sebagai sistem perilaku yang memiliki pola, dilakukan berulang!ulang dan bertujuan dalam menghadapi interaksinya dengan lingkungan. Pengalaman indi-idu sebelumnya, pembelajaran, stimulus fisik dan sosial berpengaruh terhadap perilaku. Antegritas indi-idu terancam jika terdapat stressor yang kuat atau pertahanan diri yang lemah sehingga menganggu keseimbangan sistem perilakunya. Ke%era'atan Keperawatan adalah tindakan eksternal untuk mempertahankan guna mencapai integrasi perilaku klien mencapai tingkat yang optimal, diartikan sebagai mekanisme kontrol ketika terjadinya ketidakseimbangan perilaku atau ketika pasien sedang stress (,rown, 1%%: 6 =o-eland, 9herry, 5ilkerson "#$2). .ebagai .eni dan ilmu, keperawatan menyediakan bantuan eksternal selama terjadi ketidakseimbanga sistem perilaku (*ligood 6 omay,1%%:).

Kese.atan .uatu kondisi yang sulit dipahami, dinamis yang dipengaruhi faktor biologis,psikologis, dan sosial. Kesehatan digambarkan sebagai organisasi, interaksi, saling ketergantungan dan integrasi berbagai subsistem dari sistem perilaku. Andi-idu akan berusaha mencapai kesimbangan sistem yang menentukan fungsi perilakunya. Ketidakseimbangan struktur atau fungsi subsistem akan mengakibatkan indi-idu jatuh kerentang sakit. Ketika pengeluaran energi minimum guna mempertahankan keseimbangan sistem perilaku ini, sejumlah energi yang lebihbesar akan mempengaruhi kebutuhan proses biologis dan pemulihan/penyembuhan. ,contoh0 pada masa penyembuhan untuk menjamin kelangsungan hidup serta mencapai kepuasan indi-idu (*ligood 6 omay,1%%:). Lingkungan =ingkungan terdiri dari seluruh faktor, bukan bagian dari sistem perilaku indi-idu tetapi mempengaruhi sistem. Perawat dapat memanipulasi beberapa aspek dari lingkungan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi klien. Andi-idu selalu berinteraksi dengan lingkungan. .istem perilaku berusaha memelihara keseimbangan dalam merespon pengaruh lingkungan dengan mengatur dan beradaptasi terhadap lingkungan (*ligood 6 omay,1%%:) D. APLIKASI TEORI DALA! ASUHAN KEPERA ATAN

4alam pandangan johnson, tujuan keperawatan adalah mempertahankan, memulihkan atau mencapai keseimbangan stabilitas dalam sistem perilaku klien. &ika sistem seseorang tidak dapat beradaptasi atau menyesuaikan dengan tekanan lingkungan eksternal, maka perawat bertindak sebagai kekuatan pengatur eksternal untuk memodifikasi atau mengubah struktur atau membantu kebutuhan fungsi guna memulihkan kestabilan (9hristensen 6 Kenney (1%%#). 'enurut *ligood 6 omay (1%%:) he ,eha-ioral model system diarahkan untuk praktek, edukasi dan penelitian. ujuan dari teori ini untuk digunakan sebagai perlindungan, pemeliharaan dan stimulasi untuk kesimbangan pasien dan menerima fungsi yang optimal.

&ohnson tidak memandang teorinya dengan menggunakan proses keperawatan (nursing proses). *ssesment, disorder, dan treatment dan e-aluasi adalah konsep dalam -ariasi keramgka kerja &ohnson. Ketika terjadi kerusakan perilaku dimana tidak terorganisir, tidak menentu dan disfungsi, maka perubahan tersebut merupakan dari lingkungan baik internal maupun eksternal sebagai yang bertanggungjawab terhadap malfungsi tersebut. Ketika indi-idu mengalami stress maka akan terjadi ketidakseimbangan (e(uilibrium) dan memcu tegangan (tension). &ohnson mengemukakan bahwa awal pengkajian proses keperawatan pada saat isyarat ketegangan (tension) muncul pada saat obser-asi dan adanya sinyal ketidakseimbangan (dise(uilibrium). .umber data pengkajian dapat berupa dari anamnese, testing and obser-asi struktural. *kurasi data selama proses keperawatan tidak dikontrol oleh perawata namun dari pasien (system). Pengamatan hanya pada bagian struktur subsistem perilaku. Perawat harus mendapatkan informasi untuk menetapkan tujuan, set, dan pilihan yang terdapat pada susbsistem. Perawat memberikan sementara pengenaan mekanisme pengaturan dan kontrol eksternal, seperti menghambat respon perilaku tidak efektif dan membantu pasien memperoleh respon yang baru. &ohnson menyarankan teknik yang dilakukan adalah mengajarkan (theaching), role model dan konseling. &ika masalah tidak dapat diatasi, aksi perawat dalam upaya mencegah adalah sesuai dengan metodologi. Pemeliharaan, proteksi dan stimulasi adalah pencegahan perawatan yang penting dalam promosi kesehatan dalam mengatasi penyakit. Hasil dari inter-ensi keperawatan adalah kesimbangan sistem perilaku. ". Proses keperawatan menurut 4orothy ? &ohnson a. *ssesment Pengkajian dilakukan menggunakan tujuh subsistem perilaku yang spesifik yang dikembangkan dari beha-ioral model system. )* ttachment or affiliative 1) !ependency0 +* "ngestive ,* $liminative

-* %e&ual .* ggressive /* chievement b. 4iagnosis 4iagnosis dapat dibuat terkait dengan perbedaan dalam subsistem atau anatar subsistem c. Planning Perencanaan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan harus dimulai pada tingkat subsistem dengan hasil akhir fungsi perilaku yang efektif diseluruh sistem d. Amplementation @ang dilakukan oleh perawat untuk klien untuk memanipulasi subsistem pada pencapaian keseimbangan e. ?-aluation ?-aluasi hasil penelitian ini sudah mungkin ditetapkan jika hasil keseimbangan dibuat selama tahap perencanaan sebelum pelaksanaan. ,erikut asumsi tentang teori &ohnson yang dikemukakan oleh 'eleis (1%"1) 0 ". Perilaku merupakan jumlah total dari faktor fisik, biologi, dan sosial. 1. ,ukti perilaku indi-idu pada pada suatu titik waktu tertentu adalah hasil dari keseluruhan setelah akibat dari faktor!faktor ini dari waktu ke waktu dan pada titik waktu 2. Ketika keteraturan dan constancies terganggu. Antegritas orang itu terancam dan fungsi diputuskan oleh order tersebut. 3. .eseorang adalah sistem perilaku yang ditandai dengan perilaku diarahkan, teratur, dapat diprediksi dan tujuandiarahkan keseimbangan 7. *da berbagai tingkat keseimbangan dan stabilisasi. kadarnya berbeda pada waktu yang berbeda. :. Keseimbangan adalah penting untuk fungsi yang efektif dan efisien dari indi-idu (pengeluaran energi minimal, kepuasan maksimal, dan kelangsungan hidup) untuk selalu berusaha menuju

C. Keseimbangan dikembangkan dan dipelihara dalam subsistem atau sistem secara keseluruhan untuk mempertahankan adaptasi dan lingkungan $. Perubahan struktur atau fungsi dari subsistem perilaku yang berkaitan dengan dorongan yang tidak puas, kurangnya persyaratan fungsional, atau perubahan kondisi lingkungan. 1. 9ontoh kasus menggunakan teori ,eha-ioral sytem model .eorang :C tahun datang ke rumah sakit untuk melakukan tes diagnostik setelah mengalami nyeri abdomen parah dan terdapat sedikit darah dalam tinja nya. ia sadar dan berorientasi. ia memiliki riwayat diabetes tipe AA dan hipertensi. +lukosa darah pada le-el "$C mg/dl dan tekanan darah "$$/"%% mmHg. antihipertensi, anticoagulan, antiinflamatory, dan antidiabetik. 4ia juga mempunyai riwayat penyakit dengan acut cerebral -ascular accident (9D*), : minggu yang lalu dengan hasil parsial paralisis dan kekakuan ditangan kanan dan kaki, aphasia, dan mengacau bicaranya. 4ia telah mendapatkan rawatan rehabilitasi (rawat inap) selama 3 minggu dan mampu berjalan jarak pendek dengan menggunakan tongkat, dan mendapatkan bantuan tingkat menengah, dia lemah dan mudah lelah meskipun dia dapat menggerakkan lengan kananwalau sedikit mengalami nyeri ketika digerakkan. 4ia meengkonsumsi acetaminophen (?Etra .trength ylenol) untuk lengan kanannya pada saat sebelum tidur. ia juga terus menunjukkan aphasia ekspresif tingkat menengah. 4ia cemas tentang kelanjutan terapi dan menunjukkan kekhawatiran karena melewatkan janji dengan dokter ortopedi yang bertujuan untuk menge-aluasi lengan kanannya. 4ia melaporkan bahwa makan tidak terasa lagi dilidah dan tidak ada nafsu makan. 4engan moti-asi dari keluarganya dia makan dengan porsi sedukit setiap dia makan dan minum minuman tanpa masalah. Pasien adalah alumni uni-ersitas yang telah pensiun. 4ia telah menikah selama 37 tahun dan memiliki dua anak yang tinggal bersama dikota yang sama. 4ia merupakan ketua komunitas sosial dan gereja. Keluarga dan temannya sering mengunjunginya di rumah sakit. 4ia senang dan mencoba untuk berbicara saat inggi badan 7<"%<< dan berat badan "37 pounds. 4ia sedang mendapatkan obet

teman mengunjunginya. Ketika dia tidak dikunjung dia duduk dengan tenang di ruangan yang gelap atau tidur, dia sediah setiap keluarga memeluk dia sebelum pergi meninggalkannya. 4ia mengucapkan terima kasih untuk setiap kunjungan dan meminta maaf setiap kali ia Fmendapat emosionalF. Be.a/i#ral Asses$ent 'enggunakan model system &ohnson, berikut pengkajian perilaku yang teridentifikasi0 chievement 0 pasien telah banyak mencapai tujuan perkembangan dewasa. 4ia belajar kembali bagaimana melakukan akti-itas sehari!hari (*4=) ttachment0affiliative 0 pasien telah menikah dan mempunyai dua anak yang selalu mensuport dan juga tinggal dikota yang sama. 4ia juga banyak mempunyai teman dan kontak sosial yang sering mengunjunginya. ggressive0protective 0 pasien khawatir terhadap perjalanan istrinya menuju ke rumah sakit ketika malam hari, dan juga mengkhawatirkan pola makan dengan baik ketika istrinya tinggal bersamanya di rumah sakit !ependency 0 dia telah stroke baru!baru ini, yang mengakibatkan penurunan penggunaan fungsi lengan kanan dan kaki, yang berdampak pada mobilitas dan menyelesaikan *4= pada tingkat ketergantungan pada orang lain. potensial untuk jatuh, ketidakmampuan untuk merasakan lengannya atau kaki jika terluka, dan kelemahan yang menjadi perhatian untuk keselamatannya. istrinya telah mengambil tanggung jawab maintenence keuangan dan rumah. "ngestive 0 karena stroke, pasien telah mengalami penurunan nafsu makan. ia telah kehilangan 1% pound dalam : minggu. studi menunjukkan tidak ada kesulitan menelan. ia

mampu makan sendiri dengan tangan kirinya, namun membutuhkan assitences untuk memotong makanannya. $liminative 0 pasien dapat buang air kecil tanpa kesulitan untuk kemih dan lebih suka berjalan ke kamar mandi. ia menjadi mudah sembelit karena cairan menurun dan asupan makanan menurun. %e&ual 0 ada perubahan hubungan seEual pada pasien dengan istrinya dikarenakan nyeri, dan keterbatasan pada sisi kanannya dan kelelahan. En/ir#n$ental Asses$ent Penilaian terhadap faktor lingkungan internal dan eksternal menunjukkan bahwa beberapa menciptakan ketegangan dan mengancam keseimbangan dan stabilitas dari sistem perilaku. hospitalisasi dan tes diagnostik menambahkan stres tambahan terhadap stabilitas biologis dan psikologis yang sudah lemah dari sistem perilaku. stroke menghasilkan beberapa gangguan fisik dan kognitif yang mempengaruhi kemandirian, perawatan diri, belajar, maturasi, dan sosialisasi. Perawatan di rumah sakit saat ini dapat menunda atau mengurangi prognosis dari proses rehabilitasi fisik dan berbicara pasien. ia akan memerlukan bantuan untuk bergerak dengan aman di lingkungan rumah sakit. Pasien dan istrinya aktif di gereja mereka dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial. Pasien mengajar di sekolah pada kelas hari 'inggu. Penyakit yang diderita baru!baru ini, selama perawatan di rumah sakit dan adanya kelelahan telah menurun kemampuannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan!kegiatan sebelumnya. 'eskipun ia telah beradaptasi dengan kelemahan sisi kanan dan penurunan fungsi motorik dengan melakukan *4= nya dengan tangan kirinya dan berjalan dengan tongkat, ia masih membutuhkan bantuan. Pasien dan istrinya tinggal di lingkungan suburan. anggota keluarga memasang jalan/arah untuk memudahkan akses ke rumah. Astrinya menyatakan bahwa tetangga mengawasi rumah ketika dia pergi dan mengawasi sekembalinya untuk memastikan bahwa dia dalam keadaan aman.

Struktural K#$%#nen !rive or goal 0 pasien tampaknya pada termoti-asi program untuk menyelesaikan .epertinya tes sama diagnostik dan kembali ke rumah. ia adalah pasien yang telah menjalani rehabilitasi. pentingnya baginya untuk mengurangi stres pada istrinya. Astrinya memberikan dorongan positif dan dukungan untuknya. ia melihat bahwa istrinya perlu bantuan dalam pengambilan keputusan. %et 0 terbukti bahwa pasien terbiasa mengambil keputusan sendiri dan dia sebagai pemimpin. Atu juga terbukti bahwa ia terbiasa bertukar pikiran dengan istrinya untuk memastikan bahwa istrinya juga merasa nyaman dengan keputusan yang dibuat. Choice 0 walaupun ia tidak lagi sakit dan sudah tidak mengalami ada perdarahan sejak perawatan di rumah sakitnya, pasien menyetujui untuk tes diagnostik. Gleh karena itu, sekarang dia lebih fokus pada pencapaian tujuan rehabilitasi. 4ia memulai kegiatan dan mencari bantuan dari keluarganya dalam berjalan ke kamar mandi, berjalan di koridor, dan menyelesaikan *4= nya. ctions 0 pasien bersosialisasi kepada pengunjung dan keluarga dengan aktif dan berpartisipasi dalam pembicaraan. 4ia meminta bantuan yang diperlukan untuk kebutuhan fisik dan kognitif. Aa meminta doa dari keluarga dan teman!teman untuk bimbingan rohani dalam mengelola penyakitnya. 4un5ti#nal re1uire$ents Pasien membutuhkan bantuan dari luar untuk semua kebutuhan fungsinya termasuk perlindungan, pemeliharaan, dan stimulasi. ketidakmampuannya untuk merasakan sisi kanan dan gangguan mobilitas nya meningkatkan potensial nya untuk cedera. alat pelindung seperti hand bar dan kursi mandi dapat digunakan. Pasien membutuhkan bantuan dengan menyiapkan makanan, tetapi telah

beradaptasi dengan menggunakan tangan kirinya untuk makan dan minum. sosialisasi dan ekspektasi kinerja di fasilitas rehabilitasi pasien selama rawatan adalah metode penting memberikan stimulasi bagi pasien. .timulasi juga disediakan oleh teman!teman dan keluarga yang mengunjungi pasien. .timulasi sosial terus sangat penting untuk pasien ini, karena ia memiliki kesulitan berupa pemahaman lain dari rangsangan seperti radio, tele-isi, dan membaca. Nursing indakan keperawatan adalah kekuatan regulasi eksternal yang harus melindungi, merangsang, dan memelihara untuk menjaga organisasi dan integrasi dari sistem perilaku pasien. indakan keperawatan untuk pasien ini harus fokus pada penyediaan penjelasan dari tes diagnostik yang akan dilakukan dan mengidentifikasi makanan fa-orit dan dorongan untuk makan porsi kecil tetapi sering dengan cairan yang cukup untuk mencegah konstipasi yang akan dibutuhkan. Perawat harus mengad-okasi fisik pasien pada masa rawat inap dan terapi wicara untuk merangsang kemampuan fungsional dan memperkuat pencapaian perilaku pasien dan untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan/bantuan. *kan sama pentingnya untuk mendorong pasien untuk ikut sosialisasi dengan teman dan keluarganya. Pasien dan istrinya akan membutuhkan dukungan dan bimbingan untuk mengidentifikasi metode beradaptasi dengan mengelola ketidakseimbangan sistem dan ketidakstabilan dengan mengidentifikasi tindakan yang akan meningkatkan perilaku untuk menciptakan keseimbangan dan stabilitas sistem.

E. HASIL PENELITIAN TERKAIT DEN6AN TEORI BEHA7IORAL !ODEL S8STE! DI DALA! 9URNAL ,anyak penelitian terkait yang dikemukakan oleh *ligood 6 omay (1%%:)

diantaranya adalah .mall ("#$%) menggunakan teori &ohnson sebagai kerangka konseptual ketika saat merawat anak tunanetra. dengan menge-aluasi dan membandingkan citra tubuh dirasakan dan kesadaran sebagian anak normal dengan

dari anak!anak tunanetra, kecil menemukan bahwa kekurangan sensorik dari anak yang mengalami gangguan penglihatan,mempengaruhi perkembangan normal dari citra tubuh anak dan perhatian terhadap bagian tubuhnya. 4ia menyimpulkan bahwa ketika sistem manusia mengalami stres yang berlebihan, tujuan dari sistem tidak dapat mainted. 5ilkie, =o-ejoy, 4odd, dan esler ("#$$), pemeriksan kanker perilaku kontrol nyeri menggunakan 'odel .istem Perilaku &ohnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang!orang menggunakan pengetahuan perilaku yang dikenal untuk melindungi diri dari rasa nyeri intensitas tinggi. Hal ini mendukung asumsi bahwa Hagresif / pelindung subsistem perilaku dikembangkan dan dimodifikasi dari waktu ke waktu untuk melindungi indi-idu dari rasa nyeri dan mewakili pilihan beberapa pasien nyeri sebagai kontrol. emuan ini didukung dalam studi terbaru yang meneliti makna yang berkaitan dengan laporan pribadi dan self!manajemen pengambilan keputusan pasien kanker dengan nyeri tulang metastasis. nyeri yang tersedia insentif untuk mencari perawatan dari penyedia layanan kesehatan, sehingga itu adalah mekanisme perlindungan. namun hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker tidak mengambil obat penghilang rasa sakit sesering mungkin yang ditentukan dan lebih menyukai metode nonpharmacological, seperti posisi atau pengalih perhatian, sebagai pilihan kontrol nyeri mereka. 'empercayai model memiliki potensi dalam perawatan pencegahan, 'ajesky, ,rester dan 8ishio ("#C$) menggunakannya untuk membangun suatu alat untuk mengukur indikator pasien dalam asuhan keperawatan. Holaday ("#$%), >awis ("#$%), dan .tamler ("#C") telah melakukan penelitian menggunakan salah satu subsytem. 4erdiarian ("##") menguji hubungan antara subsistem aggresi-e dan protektif dan subsytem lainnya. dia menemukan dukungan proposisi bahwa subsytem interaktif, interdependen, dan terintegrasi, sehingga, konten 4erdiarian mendukung konsep dari &ohnson bahwa perubahan subsytem yang dihasilkan dari penyakit tidak dapat dipahami dengan baik tanpa memahami hubungan mereka (subsytem) dengan perubahan dalam subsistem lainnya.

Perawat peneliti telah menunjukkan kegunaan teori johnson dalam praktek klinis. sebagian besar penelitian ini telah dilakukan dengan indi-idu dengan penyakit jangka panjang atau penyakit kronis, seperti mereka dengan inkontinensia, kanker nyeri kronis, ac(uired immunodeficiency syndrome dan penyakit psikiatrik.

4. Kekuatan Dan Kele$a.an Dari T.e#r: Be.a/i#ral S:ste$ !#&el Kesederhanaan eori johnson adalah teori yang relatif sederhana dalam kaitannya dengan jumlah konsep. .eseorang digambarkan sebagai suatu sistem perilaku yang terdiri dari tujuh subsistem. keperawatan merupakan sebuah kekuatan peraturan luar sistem. 8amun peraturan luar sistem teori berpotensi kompleks karena terdapat beberapa kemungkinan keterkaitan antara dan di antara sistem prilaku, subsistem!subsistem dan kekuatan yang mengenai mereka. pada akhirnya, bagaimanapun, hanya beberapa dari hubungan potensial telah dikemukakan. Keumuman eori &ohnson adalah teori yang relatif terbatas bila diterapkan pada indi-idu yang sakit, tetapi belum digunakan sebanyak dengan indi-idu sehat atau pada kelompok masyarakat. &honson menganggap seseorang sebagai sistem perilaku yang terdiri dari tujuh subsistem, kumpulan dari teori prilaku yang interaktif. &honson tidak jelas pada situasi apa tidak sakit atau perawatan pre-enti-e. 4alam publikasi selanjutnya, &honson menekankan peran perawat dalam perawatan kesehatan pre-entif indi-idu dan bagi masyarakat. 4ia menyatakan Fkeperawatan bertanggung jawab khusus untuk kesehatan berasal dari itu adalah misi sosial yang unik/. Keperawatan perlu berkonsentrasi pada pengembangan keperawatan pre-entif untuk memenuhi kewajiban sosial. Presisi ?mpiris presisi empiris dicapai dengan mengidentifikasi indikator empiris untuk teori ini, karena model mengandung konsep abstact. presisi empiris meningkat ketika

subkonsep dan hubungan antara

dan di antara mereka menjadi lebih jelas dan

indikator empiris diperkenalkan kepada ilmu pengetahuan. Init!unit dan hubungan diantara unit dalam teori jhonson yang secara terus menerus didefinisikan dan digunakan. 8amun, keseluruhan tulisan johnson ini, istilah!istilah seperti keseimbangan, stabilitas, dan keseimbangan, penyesuaian dan adaptasi, gangguan, ketidakseimbangan, dan gangguan perilaku selalu berubah!ubah tanpa mengacaukan artinya. kejelasan dalam pengertian dalam subsystem meningkatkan presisi empris sebuah model.

Konsekuensi yang di dapat 'odel &honson menunjukkan praktik keperawatan, pendidikan dan penelitian; menghasilkan ide!ide baru tentang keperawatan, dan membedakan keperawatan dari profesi kesehatan lainnya. 4engan berfokus pada perilaku dan bukan biologi, teori keperawatan jelas membedakan dari kedokteran, meskipun konsep tersebut tumpang tindih dengan orang!orang dari profesi psikososial. 'odel sistem perilaku jhonson yang memiliki kerangka konsep bagi pendidikan keperawatan, praktek dan penelitian. teori ini telah mengarahkan pertanyaan untuk penelitian keperawatan. Hal ini telah dianalisis dan dinilai tidak sesuai sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum keperawatan. praktisi dan pasien telah menilai tindakan keperawatan yang dihasilkan cukup memuaskan. eori memiliki potensi untuk utilitas lanjutan dalam keperawatan untuk mencapai tujuan!tujuan keperawatan yang bernilai.

6. APLIKASI TEORI DI DALA! 9URNAL Penelitian yang dilakukan oleh 8uraini, widati dan *h @usuf pada tahun 1%"" dengan judul upaya meningkatkan perilaku pasien dalam tata laksana diabetes mellitus menggunakan pendekatan teori model beha-ioral system 4orothy ? &ohnson. 4i sini peneliti menggunakan sistem beha-ioral, dengan perawat sebagai pengubah perilaku pasien, pasien yang mengalami stressor sehingga terganggu keseimbangannya, teknik yang digunakan adalah dengan moti-asi dan pengetahuan.

'enurut peneliti perawat merupakan faktor yang mempunyai peran penting dalam merubah perilaku pasien sehingga terjadi kondisi keseimbangan 1e(uilibrium* dalam diri pasien. .alah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan model asuhan keperawatan 2ehavioral %ystem 3odel dari 4orothy ?. &ohnson. eori 2ehavioral %ystem 3odel memandang indi-idu sebagai sistem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas, baik di lingkungan internal atau eksternal, juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkannya. Anter-ensi yang digunakan untuk merubah perilaku pasien dalam 2ehavioral %ystem 3odel yaitu regulasi eksternal, misalnya dengan cara membatasi perilaku dan menghambat respon perilaku yang tidak efektif, merubah elemen structure dengan tujuan untuk memoti-asi pasien dengan cara memberikan pendidikan kesehatan dan konseling dan memenuhi kebutuhan subsistem dengan cara nurture' protect dan stimulate. Pemberian moti-asi dapat memperbaiki perilaku pasien terhadap pengobatan karena dalam hal ini kita menanamkan kesadaran indi-idu untuk mentaati pengobatan didasari adanya keinginan yang timbul dari dirinya sendiri. Hal ini sesuai dengan konsep yang diciptakan oleh &ohnson bahwa untuk merubah perilaku seseorang dapat dilakukan dengan cara memoti-asi drive menjadi action. *plikasi teori ini untuk memperbaiki perilaku pasien diabetes mellitus belum diteliti, oleh karena itu peneliti pemberian moti-asi dan edukasi. mengadakan penelitian tentang perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik pasien dalam tatalaksana 4' akibat

BAB III PENUTUP 2." Kesi$%ulan Pemahaman terhadap model konseptual bagi perawat sangat penting, karena dapat menjadi kerangka kerja dalam pelaksanan asuhan keperawatan. 'odel konseptual ini berfokus terhadap sistem yang meliputi manusia, keperawatan, lingkungan dan kesehatan yang saling kerterkaitan satu dengan yang lainnya. &ohnson merupakan salah satu ahli dalam model konseptual keperawatan yang berfokus pada perilaku sering dikenal heory ,eha-ioral .ystem 'odel, model konseptual ini digunakan untuk memandu praktik keperawatan berdasarkan teori. 'odel &ohnson didasarkan pada interaksi dari sistem perilaku seseorang dan tujuh subsistem dengan lingkungan yang bertujuan untuk mencapai e(uibilirium (keseimbangan). 'odel ini menjadi salah satu dasar untuk mengarahkan pada praktik keperawatan yang lebih efisien dan efektif. 'odel dan teori juga berfungsi sebagai penghubung antara praktik, penelitian dan pendidikan keperawatan. 2.1 Saran ". Peningkatan penggunaan model koseptual/teori keperawatan dalam tatanan praktik, pendidikan, dan riset. 1. Peningkatan komunikasi antara tatanan praktik, pendidikan, dan penelitian dalam sharing pengetahuan dengan tujuan akhir terdapat peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

DA4TAR PUSTAKA

*lligood, 'artha >aile 6 omey, *nn 'ariner (1%%:). Nursing 4heory and 4heir 5ork /th edition. I.*0 'osby ?lse-ier 9hristensen, Paula & 6 Kenney, &anet, 5 (1%%#). 6roses Keperawatan' 3odel Konseptual $disi ke ,. &akarta0 ?+9 Bawcett, & (1%%7). Contempory nursing knowladge # analysis and evaluation of nursing models and theories 7th edition. 8orwalk0 appleton 6 =ange 'eleis, *faf, A (1%"1). 4heoritical Nursing !evelopment and 6rogress -th edition8 6ennsylvania0 5olters Kluwer 8ur *ini; dkk (1%""). 9paya 3eningkatkan 6erilaku 6asien !alam 4atalaksana !iabetes 3ellitus dengan 6endekatan 4eori 3odel 2ehavioral %ystem !orothy $8 :ohnson. journal.lib.unair.ac.id/indeE.php/&8/article plikasi

ugas makalah teori dan falsafah keperawatan

OLEH * NE7I HASRATI NI<A!I ENN8 9URISA NANDA 4ITRIA

!A6ISTER IL!U KEPERA ATAN PRO6RA! PAS"A SAR9ANA UNS8IAH 2=12