Anda di halaman 1dari 19

PAPER PERENCANAAN INDUSTRI KOPI BUBUK

Disusun oleh: Kelompok 1/THP-A 1. Nurita Fidiana 2. Dewi Sekar B. 3. Heru Widyatmoko 4. Robby Akroman 5. Linda Yuni (1110101013) (1110101043) (1110101069) (1110101077) (1110101085)

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2014

PENDAHULUAN

Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi diantara tanaman perkebunan lainnya danberperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi tidak hanya berperanpenting sebagai sumber devisa, melainkan juga merupakan sumberpenghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi diIndonesia.Keberhasilan agribisnis kopi membutuhkan dukungan semua pihak yang terkait dalam proses produksi kopi pengolahan dan pemasaran komoditas kopi. Upaya meningkatkan produktivitas

dan mutu kopi terus dilakukan sehingga daya saing kopi di Indonesia dapat bersaing di pasar dunia. Kopi adalah komoditas agroindustri yang hanya bisa dikonsumsi oleh manusia setelah melalui proses pengolahan. Kopi selama ini sudah terbiasa diminum dalam kondisi panas. Kopi juga merupakan komoditas dengan manfaat tunggal untuk minuman. Kopi bubuk merupakan proses pengolahan kopi yang sangat sederhana, dimana biji kopi yang telah disangrai kemudian dihancurkan dan dikemas. Pembuatan kopi bubuk banyak dilakukan oleh petani, pedangang pengecer, industri dan pabrik. Pembuatan kopi bubuk oleh petani biasanya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat-alat sederhana. Peningkatan produksi kopi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya mutu biji kopi yang dihasilkan sehingga mempengaruhi pengembangan produksi akhir kopi. Hal ini disebabkan, karena penanganan pasca panen yang tidak tepat antara lain proses fermentasi, pencucian, sortasi, pengeringan, dan penyangraian. Selain itu spesifikasi alat/mesin yang digunakan juga dapat mempengaruhi setiap tahapan pengolahan biji kopi. PT. Kopi Jaya dalam melakukan pembangunan agroindustri kopi perlu dilakukan perencanaan industri, diantaranya perlu dilakukan pertimbangan perencanaan lokasi, tata letak bangunan, kapasitas produksi, mesin dan peralatan. Maka dari itu dalam melakukan perencanaan agroindustri kopi dilakukan dengan mempertimbangkan alternatif-alternatif dengan menggunakan metode-metode tertentu.

1. PERENCANAAN LOKASI Salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam mendirikan sebuah perusahaan atau pabrik yaitu perencanaan lokasi. Perencanaan lokasi industri diperlukan untuk menekan biaya operasional/transportasi yang tinggi sehingga diperoleh keuntungan yang besar. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi industri, diantaranya adalah: a. Bahan Mentah/Bahan Baku Bahan mentah merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam kegiatan industri sehingga keberadaannya harus selalu tersedia dalam jumlah yang besar demi kelancaran dan keberlanjutan proses produksi. Apabila bahan mentah yang dibutuhkan industri cadangannya cukup besar dan banyak ditemukan, maka akan mempermudah dan memperbanyak pilihan atau alternatif untuk penempatan lokasi industri. Sedangkan, apabila bahan mentah yang dibutuhkan industri cadangannya terbatas dan hanya ditemukan di tempat tertentu saja, maka akan menyebabkan biaya operasional semakin tinggi dan pilihan untuk penempatan lokasi industri semakin terbatas. Pada umumnya, perkebunan kopi terletak pada tempat tertentu saja. Oleh karena itu, dalam pemilihan lokasi pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya ini harus ditempatkan dekat dengan perkebunan kopi agar ketersediaan bahan mentah mudah didapatkan. b. Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan tulang punggung dalam menjaga kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, ketersediaan tenaga kerja baik jumlah maupun keahliannya harus menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi industri karena ketersediaan tenaga kerja menjadi hal penting dalam kemajuan suatu industri. Penentuan lokasi pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya ini juga mempertimbangkan tenaga kerja yaitu dengan cara membangun pabrik di dekat pemukiman wargaagar jarak tempat tinggal pekerja tidak jauh dari pabrik yang akan didirikan sehingga dapat meminimalkan biaya transportasi.

c. Sumber Energi Sumber energi merupakan tenaga untuk menggerakkan mesin-mesin produksi sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan dan mempengaruhi keberlangsungan kegiatan industri. Sumber energi tersebut misalnya, kayu bakar, air terjun, arus laut/gelombang angin, sinar matahari, bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi dan gas alam) serta tenaga atom/nuklir. Mesin-mesin produksi yang dikembangkan saat ini umumnya didesain untuk meggunakan sumber energi fosil atau BBM (solar, premium, premix, minyak diesel, kerosin dan yang lainnya) sehingga harga BBM akan menentukan biaya operasional produksi dan pada gilirannya akan menentukan harga jual produk dan upah kerja. Oleh karena itu, perlu pemikiran agar orientasi penggunaan energi beralih ke sumber energi yang lain dan ramah lingkungan seperti energi matahari. d. Transportasi Sarana transportasi merupakan penunjang kegiatan industri yang sangat penting karena transportasi yang lancar dan baik akan menjamin pasokan bahan yang dihasilkan. Sarana transportasi yang dapat digunakan untuk kegiatan industri diantaranya transportasi darat, transportasi laut dan transportasi udara. Dalam penentuan lokasi pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya ini juga harus mempertimbangkan jalur transportasi yang baik untuk mempermudah proses distribusi barang ke pasar. Misalnya, lokasi pabrik harus mudah dijangkau sehingga dapat meminimalkan biaya pengangkutan produk. e. Pasar Pasar sebagai komponen yang sangat penting dalam mempertimbangkan lokasi industri karena pasar sebagai sarana untuk memasarkan/menjual produk yang dihasilkan. Lokasi pasar ada kaitannya dengan lokasi pemukiman atau pusat penduduk karena pada hakekatnya pasar adalah tempat untuk memenuhi semua kebutuhan hidup penduduk melalui transaksi jual beli. Lokasi pasar biasanya terletak di tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan harus mempertimbangkan kebutuhan pasar agar segala sesuatu yang dipasarkan dapat diterima dan diperlukan oleh konsumen.

Oleh karena itu, kecerdasan dalam membaca kebutuhan pasar sangat diperlukan dalam rangka pengembangan industri di masa mendatang, sehingga penentuan pasar yang dituju yaitu pasar dimana sangat dibutuhkan atau diminati konsumen akan produk kopi. f. Teknologi yang Digunakan Teknologi yang digunakan juga ikut berperan dalam menentukan lokasi industri. Penggunaan teknologi yang kurang tepat guna dapat menghambat jalannya suatu kegiatan industri. Penggunaan teknologi yang disarankan untuk pengembangan industri di masa mendatang adalah industri yang: memiliki tingkat pencemaran (air, udara, dan kebisingan) yang rendah, hemat air, hemat bahan baku, dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan pasar internasional sudah mensyaratkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan sumberdaya sebagai salah satu syarat agar produknya dapat diterima di pasaran internasional melalui ISO 9000 dan ISO 14000. g. Kondisi lingkungan Faktor lingkungan yang dimaksud adalah sumber air. iklimdan rawan bencana (banjir, gempa dan longsor). Pada awalnya dalam menentukan lokasi industri hanya mempertimbangkan asal jauh dari pemukiman dengan pemikiran agar limbah yang dihasilkan tidak merugikan masyarakat. Akan tetapi, setelah ditelaah lebih mendalam ternyata limbah yang dihasilkan dan dibuang ke alam akan tetap berdampak pada masyarakat juga sehingga pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya ini tetap menentukan lokasi dekat dengan pemukiman, namun perlu adanya pengolahan limbah secara tepat agar tidak berdampak buruk pada warga sekitar.

Lokasi Pabrik Kopi Bubuk PT. Kopi Jaya Pabrik kopi bubuk yang akan didirikan memiliki beberapa alternatif lokasi yang akan dipilih. Beberapa alternatif lokasi tersebut memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing sehingga perlu adanya pemikiran lebih lanjut untuk pemilihan lokasi yang tepat saat akan pendirian pabrik kopi bubuk ini. Beberapa alternatif lokasi tersebutditentukan dengan metode composite index values. Altenatif lokasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Alternatif lokasi pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya Skor Kriteria Bobot Renteng Kalibaru Jember Sumber bahan baku Sumber air Transportasi Tenaga kerja Pembuangan limbah Jumlah 20 25 10 15 4 4 3 4 Silo Nilai indeks Renteng Silo Kalibaru

Banyuwangi Jember Jember 3 2 4 3 3 1 4 2 80 100 30 60

Jember Banyuwangi 60 50 40 45 60 25 40 30

30 100

120 390

90 285

30 185

Berdasarkan pemilihan lokasi denganmetode composite index values telah ditetapkan bahwa lokasi Renteng, Jember merupakan alternatif lokasi yang berpotensi.

2. PERENCANAAN KAPASITAS a. Kapasitas Mesin Kapasitas dari keseluruhan mesin yang digunakan dalam proses produksi kopi bubuk pada pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya yang akan didirikan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Kapasitas mesin pada produksi kopi bubuk No 1 2 3 4 5 6 7 8 Mesin Bak sortasi glondong Vis pulper Bak fermentasi Raung washer Vis dryer Huller Coffea roaster Coffea grinding Kapasitas 300 kgperjam 300 kgper jam 205,5 ton per hari 1800-2000 kg per jam 750 kg per batch (1 batch = 50 jam) 100-150 kg per jam 150 kg per jam 300kg per jam

b. Kapasitas Bahan Baku Produksi kopi bubuk suatu perusahaan harus memiliki perencanaan kapasitas bahan baku. Pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya memiliki lahan budidaya kopi robusta sendiri sebesar 2000 hektar. Setiap 1 hektar dapat dihasilkan 9 ton buah kopi, namun teknik penanaman buah kopi tidak dilakukan secra bersamaan, tetapi menggunakan sistem blok. Sistem ini dilakukan agar tidak ada kesenjangan produksi. 1000 hektar lahan dibedakan menjadi 2 golongan berdasarkan perbedaan waktu penanaman yaitu setiap golongan memiliki luas lahan sebesar 500 hektar.Setiap 500 hektar akan menghasilkan 4500 ton kopi. Disini 4500 ton kopi langsung diproses untuk menghasilkan kopi bubuk yang siap di jual ke pasarandan sisa dari kopi kering tanpa kulit akan tetap disimpan dalam ruang dengan suhu ruang. Kopi kering tanpa kulit tersebut akan digunakan untuk proses produksi selanjutnya.

c. Kapasitas Produksi Kopi dari daerah Jember dipilih karena memiliki rasa yang lebih enak dengan harga yang terjangkau, harga kopi yang didatangkan daridaerah tersebut untuk biji kopi kering tanpa kulit dengan harga Rp10.000, lalu setelah

mendatangkan kopi dari daerah tersebut maka biji kopi disimpan digudang pabrik yang terletak dekat dengan lahan budidayayaitu sebesar 150 ton biji kopi. Pabrik ini setiap bulannya membutuhkan 60-70 ton biji kopi untuk di proses menjadi kopi bubuk. Dengan kapasitas produksi perharinya adalah 2 ton untuk di buat menjadi 300 bungkus dengan satuan berat per 1 kg kopi bubuk dengan harga Rp26.000 tiap unit, sedangkan untuk biaya tenaga kerja tiap unitnya sebesar Rp2.000 dan biaya tetap perbulan yaitu Rp10.000.000 sehingga dalam perecanaan kapasitas perlu dipertimbangkan Break event point agar dapat diketahui berapa unit yang diproduksi untuk mengetahui titik impas. Untuk mengetahui BEP atau titik impas, maka digunakan metode perhitungan BEP yaitu: X = F / (P-V) X= 714,28 dibulatkan menjadi 714 unit

Keterangan: X = volume produksi per unit F = biaya tetap perbulan P = harga penjualan produk per unit V = biaya mentah dan tenaga kerja langsung per unit

3. PERENCANAAN BANGUNAN DAN TATA LETAK a. Perencanaan Bangunan Untuk bangunan pabrik kopi terbuat dari beton. Jenis gedung yang akan digunakan yaitu gedung tidak bertingkat.

b. Perencanaan Tata Letak Setelah lokasi pabrik yang akan didirikan sudah diputuskan, maka selanjutnya perlu dilakukan perencanaan tata letak fasilitasdi dalam pabrik.Tujuan perencanaan tata letak ini, yaitu: Meminimasi backtracking (aliran bolak balik); Meminimasi penundaan pekerjaan atas material; Meminimasi penanganan material; Meningkatkan fleksibilitas baik dari segi variasi rencana produuk maupun jumlah yang dapat diproduksi; Termanfaatkan tenaga kerja dan ruang secara efektif; Meningkatkan semangat moral karyawan dalam bekerja; Memberikan kemudahan perawatan fasilitas dan kebersihan. Tata letak fasilitas di pabrikkopi bubuk PT. Kopi Jayadisusun menurut kebutuhankebutuhan operasi produk dan menentukan layoutmesinmesin serta peralatan lainnya. Layout tata letak tersebut didasarkan pada urutanurutan proses produksi dalam membuat suatu barang/produk. Manfaat menggunakan tipe tata letak fasilitas tersebut mengurangi proses material handling dan juga memudahkan pengawasan di dalam aktivitas produksinya. Desain ruang produksipabrik kopi bubuk PT. Kopi Jayamemiliki lubang sirkulasi sehingga aliran udara menjadi lancar. Selain itu, juga terdapat penerangan alami melalui atap transparan serta bantuan dari penerangan lampu neon yang menjadikan ruang kerja terlihat semakin terang. Penyusunan tata letak fasilitas di pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya didasarkan pada product layout, yaitu penyusunan mesin dan peralatan sesuai dengan aliran proses produksi. Semua alat pada perusahaan ini disusun

menurut urutan proses dari produk yang akan dibuat. Produk-produk bergerak secara terus-menerus dalam suatu garis perakitan. Pada pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya terdapat fasilitas untuk para pekerja, antara lain tempat parkir yang diletakkan di halaman pabrik, ruang ganti sebagai tempat untuk berganti pakaian kerja, mushola sebagai tempat ibadah dan kantin sebagai

tempat untuk makan dan beristirahat para pekerja. Desain tata letak pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya dapat dilihat pada Gambar 1.
2 5

3 14 15

10 13 15 16 17 18 19 12 11

Skala 1 cm : 15 m Gambar 1. Desain tata letak pabrik kopi bubuk PT. Kopi Jaya

Keterangan: 1.Sortasi Gelondong 2.Limbah Sortasi 3.Tempat Ganti Pekerja 4.Pulping/Pengupasan Kulit Buah 5.Limbah Kulit Buah 6.Fermentasi 1 7.Fermentasi 2 8.Pencucian 11.Pengupasan Kulit Tanduk 12. Penyangraian 13.Penggilingan 14.Pengemasan 15.Penyimpanan Bahan Baku 16.Tempat Parkir 17. Toilet Pekerja 18.Musholla

9.Limbah Pencucian 10.Pengeringan

19. Kantin

4. PROSES PRODUKSI, MESIN DAN PERALATAN a. Proses Pengolahan Pasca Panen Buah Kopi Sortasi glondong Sortasi glondong bertujuan untukmemisahkan kopi merah dengan kopi hampa/terserang bubuk.Alat yang digunakan pada sortasi glondong yaitu bak sortasi. Cara kerja dari bak sortasi adalah biji kopi dimasukkan ke dalam bak kemudian ditambah air dan dilakukan pengadukan. Biji yang memiliki kualitas baik atau sehat akan tenggelam, sedangkan biji yang hampa akan terapung. Selanjutnya, biji yang baik atau sehat tersebut dimasukkan ke dalam mesin pulper dan biji yg hampa dilakukan pengolahan dengan cara kering. Mesin sortasi glondong dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Mesin sortasi glondong

Pulping/Pengupasan Kulit Buah Pengupasan kulit buah bertujuan untuk memisahkan biji dari kulit buahnya. Biji kopi yg masih terbungkus oleh kulit tanduknyadimasukkan ke dalam mesin pulper (vis pulper). Bagian terpenting dari mesin pulper adalah

silinder dan plat pememar. Dengan kedua bagian ini kopi akan tergencet dan terkupas kulitnya. Mesin ini mempunyai 2-3 selinder. Mesin pulper (vis pulper)dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Mesin pulper (vis pulper)

Fermentasi Fermentasi bertujuanuntuk menghilangkan lapisan daging buah berlendir yg melekat pada kulit tanduk (parchement) yang disebut mucilage. Fermentasi dapat terjadi dengan kegiatan jazad renik yaitu bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat ini akan memecah komponen lapisan lendir yaitu protopektin dan gula yang akan diubah menjadi asam-asam dan alkohol sehingga lapisan lendir akan terlepas dari kulit tanduknya.Lama fermentasi sekitar 1,54,5 hari. Bila fermentasi terlalu lama(over fermented) akan menghasilkan kopi beras berbau apek karena terjadi pemecahan komponen isi putih lembaga. Proses fermentasi kopi dilakukan dengan menggunakan alat bak fermentasi. Bak fermentasi dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Bak fermentasi pada kopi

Pencucian Pencucian bertujuan untuk membersihkan biji kopi dari lendir-lendir, daging buah dan kulit kopi. Pencucian dilakukan dengan menggunakan mesin raung washer. Cara kerja dari raung washer adalh biji kopi dimasukkan ke dalam mesin pengaduk yang berputar pada sumbu horisontal dan mendorong biji kopi dengan air mengalir, kemudian lapisan lendir yg masih melekat pada biji akan lepas dan dibuang bersama aliran air. Biji yang sudah bersih (tidak licin lagi) kemudian dikeringkan. Raung washer dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Mesin pencucian (raung washer)

Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air pada biji kopi sehingga kadar air maksimalnya mencapai 11%. Pengeringan dilakukan melalui penguapan dengan jalan pemanasan. Mesin yang dipakai yaitu vis dryer. Vis dryer merupakan mesin pengeringan non mekanisberbentuk seperti rumah dengan lantai yang berlubang-lubang. Cara kerja vis dryer adalah kopi dihamparkan pada lantai dengan tebal hamparan 8 cm. Udara panas dilewatkan melalui pipa-pipa. Selama proses pengeringan, biji kopidibalik setiap 1-2 jam sekali.Vis dryer dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6. Mesin pengeringan (vis dryer) Pengupasan Kulit Tanduk Pengupasan dilakukan menggunakanmesin huller yang mempunyai silinder yang dapat berputar horizontal. Pada permukaannya terdapat pisau dengan arah memanjang dan miring. Pisaudapat diatur menurut besar kecilnya biji kopi yang akan dikupas.Cara kerja mesin huller adalah biji dimasukkan melalui corong kemudian akan jatuh diatas permukaan silinder. Silinder akan berputar sehingga biji akan saling bergesekan satu sama lain. Selain itu, biji juga bergesekan dengan belebas hingga kulit tanduk dan kulit arinya terlepas dan tertiup keluar sehingga terpisah dari biji kopi beras yg akan jatuh kebawah masuk ke dalam wadah. Mesin pengupasan kulit tanduk (huller) dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7. Mesin pengupasan kulit tanduk (huller)

b. Proses Pengolahan Kopi Bubuk Kopi bubuk adalah kopi yang dilakukan pengolahan beberapa tahap antara lainperendangan (penyangraian), penggilingan, pengayakan dan pengemasan. Syarat bahan dasar yang harus dimiliki kopi yaitu biji kopi harus bersih, tidak terserang hama/jamur/pecah serta ukuran, bentuk dan warna seragam. Diagram alir proses produksi kopi bubuk dapat dilihat pada Gambar 8. Biji kopi

Roasting/penyangraian

Penggilingan

Pengayaan

Kopi bubuk

Pengemasan Gambar 8. Diagram alir proses produksi kopi bubuk

Perendangan (penyangraian) Perendangan dilakukan dengan cara memanaskan kopi beras pada suhu 200225oC. Perendangan ini bertujuan untuk mendapatkan kopi rendang yang berwarna coklat kayu manis kehitaman. Selama proses perendangan biji kopi akan mengalami 2 tahap proses penting yaitu: a. Penguapan air pada suhu 100oC b. Pirolisis pada suhu 180225oC Pada saat proses pirolisis ini kopi akan mengalami perubahanperubahan kimia antara lain pengarangan serat kasar, terbentuknya senyawa volatile, penguapan zat-zat asam dan terbentuknya zat beraroma khas kopi. Perubahan-perubahan warna yang terjadi berturut-turut dari hijau atau coklat muda menjadi coklat kayu manis hingga hitam dengan permukaan berminyak.Bila kopi sudah berwarna kehitaman dan mudah pecah (retak), maka penyangraian harus segera dihentikan dan kopi segera diangkat dan didinginkan. Perendangan dilakukan secara terbuka dan tertutup. Perendangan secara terbuka dilakukan menggunakan wajan. Perendangan secara tertutup akan menghasilkan kopi bubuk yang mempunyai rasa agak asam akibat tertahannya air dan beberapa jenis asam yang mudah menguap. Aromanya juga lebih tajam karena senyawa kimia yang mempunyai aroma khas kopi tidak banyak yang menguap. Selain itu, kopi akan terhindar dari pencemaran bau yang berasal dari luar seperti bau bahan bakar atau bau gas hasil pembakaran yang tidak sempurna. Alat penyangrai yang digunakan adalah coffea roaster terdiri dari silinder, pemanas dan alat penggerak atau pemutar silinder. Cara kerja silinder yaitu dipanaskan sampai suhu 340oC dengan 10 putaran/menit atau 310oC dengan putaran 20 putaran/menit. Setelah itu, kopi dimasukkan ke dalam silinder sampai mencapai tahap roasting point (kopi masak sangrai). Setelah mencapai tahap tersebut pemanasan segera dihentikan dan didinginkan. Waktu

yang dibutuhkan selama 1 jam untuk 15 kg kopi, sedangkan 15 menit untuk 3kg kopi.Mesin coffea roaster dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9. Mesin perendangan/penyangraian (coffea roaster)

Penggilingan (penumbukan) Penggilingan yaitu proses pemecahan (penggilingan) butir-butir biji kopi yang telah dilakukan perendangan untuk mendapatkan kopi bubuk yang berukuran maksimal 75 mesh.Ukuran butir-butir (partikel-partikel) bubuk kopi akan berpengaruhterhadap rasa dan aroma kopi. Semakin kecil ukuran butir kopi, maka akan semakin baik rasa dan aromanya karena sebagian besar bahanbahan yg terdapat didalam kopi bisa larut dalam air ketika diseduh. Penggilingan kopi skala luas selalu menggunakan mesin coffea grinding yang memiliki gerinda beroda (roller) dengan gerigi 2 sampai 4 pasang. Partikel kopi dihaluskan selama melewati tiap pasang roller. Sedangkan, alat penggilingan yang digunakan oleh industri kecil/pabrik yaitu menggunakan mesin giling yang dilengkapi dengan alat pengatur ukuran partikel kopi sehingga secara otomatis bubuk kopi yg keluar sudah mempunyai ukuran seperti yg diinginkan dan tidak perlu dilakukan penyaringan ulang. Hasil penggilingan biji kopi dibedakan menjadi 4 yaitu coarse (bubuk kasar), medium (bubuk sedang), fine (bubuk halus), dan very fine (bubuk sangat halus). Penggilingan melepaskan sejumlah kandungan CO2 dari kopi.

Sebagian besar dilepaskan selama proses dan setelah penggilingan. Sejumlah besar mungkin masih tertahan terutama pada kopi giling kasar. Mesin coffea grinding dapat dilihat pada Gambar 10.

Gambar 10. Mesin penggilingan (coffea grinding)

Pengemasan Kopi yg sudah dilakukan perendangan dan penggilingan akan mudah sekali mengalami perubahan-perubahan, seperti aroma, kadar air dan ketengikan.Kopi bubuk yg disimpan ditempat terbuka akan kehilangan aroma dan berbau tengik setelah 2-3 minggu.Kehilangan aroma ini disebabkan karena menguapnya zat caffeol yg beraroma khas kopi. Ketengikan disebabkan karena adanya reaksi antara lemak yg terdapat dlm kopi dgn oksigen dr udara.Untuk menghindari penurunan mutu, kopi yang telah direndang sebaiknya disimpan sebelum digiling karena kopi rendang mempunyai daya simpan 2-3 kali dengan kopi yang sudah digiling.Kopi yang sudah digiling harus disimpan dan dipak dengan lapisan yang kedap udara, misalnya menggunakan plastik atau aluminium foil. Pada pabrik modern kopi bubuk dikemas dalam kemasan kaleng yang hampa udara.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. JurnalLokasi Industri dan Persebarannya.

Djumarti. 2013. Modul Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Kopi Hilir. Jember: Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember.

PT. Perkebunan Nusantara XII (PERSERO) Kebun Silosanen. 2012. Pengolahan Kopi. Jember: Silosanen.