Anda di halaman 1dari 17

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Menurut taksiran, rata-rata manusia dalam kehidupuan normal mengucapkan 18.000 kata sehari. Jumlah ini akan bertambah banyak apabila aktivitas manusia tersebut sebagian besar merupakan interaksi sosial. Maka tak heran bila jalan menuju sukses baik sosial maupun profesional dilalui lewat berbicara. Bila kita tidak dapat meyakinkan sebagai pembicara, maka kita bukan berada pada jalan kesuksesan. Berbicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling esensial. Dengan berbicara manusia berbeda dibanding makhluk lain. Dengan berbicara pula manusia dapat dengan mudah meraih simpati, mendapatkan teman, relasi, dan pasangan hidup. Berbicara untuk meraih sukses bukanlah berbicara sekedar mengeluarkan kata-kata dari mulut. Berbicara kunci sukses merupakan sebuah strategi. Direncanakan, terstruktur, jelas, dan memiliki visi. Berbicara kunci sukses juga berlandaskan pada teknik persuasi. Memahami audiens bicara, mengetahui kondisi, menentukan teknik pendekatan yang tepat, mengambil langkah awal, dan akhirnya mempengaruhi audiens sehingga tujuan pembicaraan tercapai. Berbicara di hadapan orang banyak merupakan hal yang mudah dilakukan oleh orang tertentu, tetapi cukup menegangkan bagi banyak orang. Satu hal yang menjadi penghalang utama untuk tampil dengan tenang adalah ketakutan untuk dinilai negatif. Bagaimana cara menyingkirkan ketakutan?. Melakukan presentasi adalah hal yang mudah dilakukan oleh sebagian orang, terutama oleh mereka yang profesional dalam bidang komunikasi atau public speaking. Namun, tidak semua orang mampu melakukan presentasi secara baik, memuaskan audiens. Mereka yang gagal melakukan presentasi bukan saja para pemula yang kurang berpengalaman, melainkan juga orang-orang yang memiliki jam terbang tinggi sebagai eksekutif maupun yang aktif dalam kepengurusan berbagai organisasi.

1.2. Permasalahan Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sejauh mana pengenalan mahasiswa terhadap cara berbicara untuk keperluan akademik dan presentasi.
1

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

1.3. Tujuan 1. Menjelaskan pengertian berbicara untuk keperluan akdemik 2. Mengetahui teknik dan tips meningkatkan kemampuan berbicara didepan umum dan presentasi 3. Menjelaskan tata cara berbicara untuk keperluan akademik dan untuk keperluan presentasi

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Berbicara Untuk Keperluan Akademik 2.1.1. Pengertian Akademik Kata akademik berasal dari bahasa Yunani yakni academos yang berarti sebuah taman umum (plasa) di sebelah barat laut kota Athena. Nama Academos adalah nama seorang pahlawan yang terbunuh pada saat perang legendaris Troya. Pada plasa inilah filosof Socrates berpidato dan membuka arena perdebatan tentang berbagai hal. Tempat ini juga menjadi tempat Plato melakukan dialog dan mengajarkan pikiran-pikiran filosofisnya kepada orang-orang yang datang. Sesudah itu, kata acadomos berubah menjadi akademik, yaitu semacam tempat perguruan. Para pengikut perguruan tersebut disebut academist, sedangkan perguruan semacam itu disebut academia. Berdasarkan hal ini, inti dari pengertian akademik adalah keadaan orang-orang bisa menyampaikan dan menerima gagasan, pemikiran, ilmu pengetahuan, dan sekaligus dapat mengujinya secara jujur, terbuka, dan leluasa. 2.1.2. Berbicara Berbicara adalah kemampuan megucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan fikiran, gagasan, dan perasaan. Sebagai perluasan dari batasan ini dapat kita katakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan yang kelihatan, yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan-gagasan atau ideide yang dikombinasikan. Lebih jauh lagi, berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik dan linguistik sedemikian ekstensif, secara luas sehingga dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting bagi kontrol sosial. 2.1.3. Berbicara Untuk Keperluan Akademik Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa berbicara dalam konteks akademik tidak terlepas dari berbicara ketika dalam proses belajar-mengajar. Dalam proses belajarmengajar terjadi komunikasi timbal balik atau komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa atau antara mahasiswa dengan mahasiswa. Semua kegiatan yang terjadi ini merupakan kegiatan berbahasa, maksudnya dosen bukan hanya sekedar menguasai materi yang diajarkannya, tetapi dosen tersebut juga berperan sebagai dosen bahasa.

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

Melalui bahasa seorang pengajar berusaha melatih anak didiknya memakai istilah-istilah dalam bidang disiplain ilmu tertentu, membentuk pemikiran yang logis, dan melatih memahami buku yang digunakan. Proses belajar mengajar akan berjalan dengan efektif kalau bahasa yang digunakan betul-betul berfungsi dalam proses interaksi antara dosen dengan mahasiswa. Kreativitas mahasiswa dapat dirangsang dengan pertanyaan-prtanyaan. Pertanyaan yang dirumuskan dan digunakan dengan tepat merupakan sarana komunikasi yang ampuh. Karena itu, seorang dosen seyognyalah menguasai teknik ini. Penguasaan berbagai teknik bertanya harus pula disertai dengan keinginan dan kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, dilandasi sikap terbuka dan positif. Dosen hendaknya mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikemukakan mahasiswa, kemudian memberikan tanggapan yang positif. Penepan teknik bertanya ini dapat mendorong dan mengarahkan mahasiswa berpikir dan memecahkan masalah. Mahasiswa pun dilatih menggunakan informasi dan keterampilan memperoses perolehannya dalam menjelaskan sesuatu atau memecahkan suatu masalah. Penerapan berbagai macam metode dalam proses belajar-mengajar, juga banyak menuntut keterampilan berbicara. Metode diskusi yang merupakan suatu cara penyampaian pelajaran melalui sarana pertukaran pikiran untuk memecahakn suatu masalah merupakan salah satu contoh. Diskusi dapat dilaksanakan antara dosen dengan seluruh mahasiswa, antara dosen dengan sekelompok mahasiswa, dan antara mahasiswa dengan satu mahasiswa dalam satu kelas. Dari sekian banyak metode yang diterapkan, agaknya yang tertua adalah bentuk ceramah. Di Indonesia dari tingkatan pendidikan yang paling rendah hingga yang paling tinggi, bentuk ceramah inilah yang paling umum dipakai, baik dengan menggunakan alat bantu atau tidak. Yang dimaksud dengan metode ceramah ialah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisa oleh seseorang terhadap sekelompok pendengar. Metode inteaksi belajar-mengajar menerapkan bermacam-macam metode, seperti metode ceramah, metode tanya-jawab, metode diskusi, yang sudah dijelaskan di atas. Di samping itu masih ada latihan, metode eksperimen atau demonstrasi, metode pemberian tugas atau metode keja kelompok. Dalam metode-metode yang lain ini, peranan kemampuan berbicara tetap menentukan. Misalnya, dalam metode eksperimen atau metode demonstrasi, mahasiswa akan selalu aktif mendiskusikan masalah yang ditemuinya, menginformasikan hasil penemuannya atau menjelaskan proses sesuatu. Keteampilan mahasiswa dalam berbicara akan menentukan dalam kejelasan informasi.
4

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

Berdasarkan uraian di atas terlihat bagaimana peranan kemampuan berbicara dalam pendidikan terutama dalam proses interaksi belajar dan mengajar dan dalam mengkomunikasikan ilmu yang diperolehnya. Seorang pengajar yang kreatif akan selalu tergerak ke arah perbaikan hasil pendidikan dan berusaha mencari penyampaian yang efektif, sehingga tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai.

2.2. Kemampuan Berbicara di Depan Umum Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) sangat penting, baik dalam kehidupan pribadi maupun karir saat ini. Bahkan, jika Anda tidak terlibat atau berprofesi dalam bidang public speaking, mengembangkan kemampuan tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan ketika Anda diminta untuk berbicara di depan umum. Keterampilan berbicara di depan publik sangat tergantung jam terbang. Semakin sering dipraktekkan, akan semakin dikuasai dan lebih nyaman dilakukan. Karena itu, jangan sia-siakan tiap kali anda memiliki kesempatan berbicara. Apakah diminta memberikan sambutan, memberi komentar, pidato singkat dan lain-lain. Gunakan kesempatan tersebut dan latih kemampuan anda. Tidak peduli apakah anda menjadi gugup atau berkeringat. Abaikanlah semua ketakutan dan kekhawatiran. Dalam proses tersebut memang diperlukan situasi ketegangan sampai anda bisa menyelesaikannya dengan cara menjalani segala kekhawatiran tersebut.

2.2.1. Tips Berbicara dengan Baik di Depan Umum Banyak orang yang jago dalam berpikir, pandai dalam berkata, dan ahli dalam bersikap. Tak jarang hal tersebut sering mengundang decak kagum bagi masyarakat. Hanya saja, banyak sekali orang yang sulit untuk berkomunikasi di depan. Berikut tips sederhana untuk membuat seseorang mampu berbicara dengan baik di depan umum: 1. Jangan berbicara menggunakan pikiran, biarkan hati yang berbicara. Maksudnya, jangan terpaku pada pokok bahasan yang dibawakan dan arahan yang disusun. Berbicara dengan hati jauh lebih enak dan nyaman dibanding harus berbicara dengan penuh konsentrasi dan memperhatikan gaya bahasa. Orang lebih nyaman mendengar percakapan ketika si pembicara berbicara dalam kondisi bebas dan tidak dipaksakan.

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

2. Kuasai tatapan mata audien. Ketika berbicara, jangan memandang hanya kepada satu titik. Biarkan mata menjelajah kemana-mana untuk mengetahui intensitas ketertarikan audiens. Apabila anda menangkap sinyal ke-bete-an dari audiens, anda bisa menekankan pandangan anda pada dirinya. Lebih baik lagi jika bahasa tubuh anda mengarah kepadanya sehingga setidaknya ia merasa diperhatikan. 3. Gunakan intonasi suara yang dinamis. Suara yang datar dan tidak berirama membuat audiens menjadi bosan dan ingin tidur. Suara yang tinggi dan memekakkan telinga membuat saraf pendengaran audiens menjadi terganggu. Dinamiskan suara dan kendalikan suara anda pada titik nyaman anda ketika berbicara. Intonasi yang dipaksakan akan membuat anda tidak nyaman dalam berbicara. 4. Bahasa tubuh membantu audiens menangkap maksud pembicaraan audiens. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika mendengar, manusia jauh lebih banyak menggunakan matanya dibanding telinganya. Coba anda membaca buku sambil mendengar musik. hapalkan lirik musik tersebut sambil membaca buku dengan suara yang nyaring. Tetapi coba hapalkan isi buku sambil mendengarkan musik. Pasti jadi jauh lebih mudah.. Artinya, apa yang sebenarnya ditangkap audiens dalam percakapan sebenarnya adalah apa yang mereka lihat, baru apa yang mereka dengar. Oleh karena itu perbaiki bahasa tubuh anda. 5. Perluas pengetahuan. Kalau kebanyakan orang berpikir bahwa untuk menjadi MC (Master of Ceremony), seseorang hanya butuh pandai berbicara, maka kebanyakan orang salah besar. Untuk menjadi MC atau dalam kasus ini pembicara, seseorang butuh untuk mengemas pembicaraan untuk menjadi lebih menarik. Sekalipun itu pembicaraan tentang hal-hal yang sangat membosankan seperti fisika, dll. Kebanyakan orang tertarik untuk berbicara pada hal-hal yang mereka rasakan menarik dan menyenangkan hati seperti bergosip, cerita kriminal, cerita porno, dan lain-lain. Artinya, seorang pembicara yang baik harus memiliki pengetahuan yang luas agar pembicaraannya terdengar menarik. Makanya, perluas dulu wawasan sebelum berbicara.

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

2.3. Pengertian Presentasi Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis. Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu). Agar bisa pandai berpresentasi, orang sering kali belajar pada para pakar presentasi. Juga, ada banyak pembicara terkenal yang sering kali diamati oleh orang-orang yang ingin pandai berbicara di hadapan umum. Para pembicara terkenal di Indonesia antara lain James Gwee, KH Abdullah Gymnastiar, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Gede Prama, dan masih banyak lagi. Keahlian berbicara di hadapan hadirin merupakan hal yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin maju. Banyak presiden, manajer, wiraniaga, dan pengajar yang menjadi sukses dan terkenal lewat keahlian berpresentasi.

2.3.1. Jenis- Jenis Presentasi Dalam presentasi terdapat beberapa jenis presentasi yang sering anda lihat, antara lain : 1. Presentasi Teks (Reading Presentation) Bentuk penyajian dimana penyaji sepenuhnya menggunakan teks (membaca kata demi kata yang tertuang dalam kertas penyajian) 2. Presentasi Hafalan (Memorized Presentation) Gaya penyajian dimana isi bahan sajian ditulis dalam bentuk teks tertulis lalu dihafalkan. Contohnya laporan hasil studi singkat, hasil kunjungan atau observasi. 3. Presentasi Spontan (The Impromptu Presentation) Penyajian langsung informal tanpa persiapan yang matang dipihak pembicara, Contohnya; pertemuan khusus anda diminta memberi sambutan karena kapasitas dan posisi anda. 4. Presentasi dengan Kartu (The Note Cards Presentation)
7

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

Penyajian dengan kartu berisi uraian penyajian sesuai nalar pendengar, namun inti sajian tetap disesuaikan dengan tujuan penyajian. Teknik penyajian bebas, natural, dipersiapkan dengan matang dan sesuai tingkat respon pendengar.

2.3.2. Teknik Berbicara Untuk Presentasi Menurut beberapa pakar public memperhatikan hal-hal berikut ini: speaking, seorang pembicara umum perlu

1. Pendekatan dan Permulaan Begitu berdiri di depan mimbar (di depan pendengar), pergunakan waktu sejenak dengan sangat tenang (untuk menatap sekilas semua pendengar dan mungkin untuk meletakkan catatan/bahan), lalu untuk menyampaikan kalimat pertama yang meyakinkan untuk diucapkan. Ada beberapa pilihan cara memulai pembicaraan tergantung suasana pendengar. Misalnya, bisa dengan mengajukan pertanyaan, bisa dengan menyampaikan cerita singkat atau pengalaman, yang nanti ada kaitan dengan materi pembicaraan, bisa dengan sebuah permainan, atau langsung dengan mengutarakan gambaran umum tentang materi pembicaraan. 2. Mengatasi kegugupan di depan panggung Gugup dan demam panggung adalah hal yang normal dialami setiap pembicara di depan umum, bahkan pembicara terbaik pun pernah mengalami gugup atau demam panggung pada saat mereka pertama kali berbicara di depan umum. Rasa gugup dan demam panggung hanya bisa diatasi dengan proses latihan. 3. Membuat ketertarikan pendengar Unsur penting yang membuat orang tertarik mendengar pembicara adalah: hal-hal baru(materi pembicaraan menarik). Pembicaraan masuk akal; jangan pernah minta maaf pada para pendengar sebab itu tidak menarik (jadi pandanglah bahwa pendengar menyenangi anda dan pembicaraan anda); Segar, aktual, dan kadangkadang diselingi humor. 4. Menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara Ucapkan kata-kata dengan jelas dan bicara dengan suara yang cukup kuat agar semua pendengar dapat mendengar suara dengan jelas. Bicara secara tepat, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, ini memudahkan pendengar menerima ide yang disampaikan. Suara harus terdengar mengasikkan (expressiveness) seperti halnya jika berbicara kepada sahabat karib.

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

5. Mempercayai kemampuan sendiri Harus menghilangkan semua keraguan mengenai kemampuan yang dimiliki untuk maju. Mahir berbicara di depan umum membutuhkan keahlian dan latihan. 6. Memperbanyak perbendaharaan kata-kata Penguasaan perbendaharaan kata-kata yang banyak dan pemilihan kata-kata yang tepat akan mampu meningkatkan kelancaran dan ketepatan berbicara. Isi pembicaraan bertambah variatif sehingga tidak membosankan 7. Memberi tekanan dalam pembicaraan dan bersemangat (antusias) Semua gerakan anda mata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara haruslah anda tunjukkan kepada pendengar anda dengan penuh semangat. Anda harus selalu tampak penuh perhatian dalam mengkomunikasikan ide. Bicaralah dengan penuh energi, bergairah, dan tidak ragu. Jangan bicara setengahsetengah, bimbang, apalagi dengan mulut setengah terbuka. Cara bicara yang tepat adalah dengan suara yang bulat dan penekanan yang baik. 8. Menepati waktu Berhentilah berbicara sebelum pendengar mengharapkan anda untuk segera berhenti berbicara atau turun dari panggung. Tepatilah waktu yang telah ditetapkan (know when to stop talking). 9. Memiliki kelancaran berbicara dan rasa humor Untuk berbicara dengan lancar, anda harus berbicara dengan santai, rileks, dan tidak kaku. Dalam hampir setiap pembicaraan yang efektif harus ada sedikit unsur humor, yaitu sesuatu yang lucu atau menggelikan hati sehingga dapat menimbulkan tertawa. 10. Berbicara dengan menyenangkan dan wajar Jika tenggorokan anda kering minumlah sedikit, Jika anda berkeringat dan anda perlu mengelapnya, gunakanlah saputangan, itu untuk menjaga agar anda tetap berbicara dengan menyenangkan. Kemudian, anda perlu bersikap wajar atau tidak berlebihan dalam menyampaikan kata-kata atau informasi. Hal yang juga penting, pada umumnya pendengar menginginkan seseorang berbicara dengan jelas, sederhana, dan nyata. Mereka tidak menyukai kata-kata yang tidak jelas artinya. 11. Menggerakkan tubuh secara alami Gerakan tubuh, apabila dilakukan dengan baik dan sesuai atau alami akan melipat gandakan kemampuan pembicara karena lebih menarik untuk dipandang. Gerakan tubuh adalah bahasa non-verbal. Untuk penyampaian pikiran dan perasan tertentu, gerakan tubuh jauh berarti daripada kata-kata. 12. Memakai pakaian yang serasi
9

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

Pepatah mengatakan bahwa pakaian mencerminkan kepribadian seseorang. Pendengar akan menaruh hormat (respect) terhadap pembicra yang memakai pakaian yang serasi dalam hal potongan, warna, ikat pingang, sepatu, dasi, dan sebagainya. 13. Siapkan alat bantu audio visual yang sesuai Alat bantu audio visual merupakan faktor penunjang dalam presentasi Anda. Siapkan sejak awal. Penggunaan alat bantu yang efektif akan memiliki pengaruh positif atas presentasi dan Anda lebih mudah berinteraksi dengan pendengar. 14. Persiapkan lingkungan presentasi Tempat dan kondisi di mana Anda akan melakukan presentasi sangat berpengaruh atas keberhasilan presentasi. Anda perlu mengenali lingkungan presentasi : ruang presentasi yang akan digunakan, tata letak ruangan, kebersihan, fasilitas yang tersedia, dan sebagainya. Sesuaikan lokasi dan tata letak ruang dengan sasaran presentasi Anda. 15. Penutupan dan Pengakhiran Setelah panjang lebar menyampaikan poin-poin penting, berhenti sejenak (pergunakan transisi yang tepat), lalu mungkin mengatakan, sekarang saya sampai pada kesimpulan atau Apakah di antara anda (masih) ada yang kurang dimengerti?, dan jangan lupa kata-kata terakhir Terima kasih. Kemudian meninggalkan mimbar dengan senyuman.

2.4. Menganalisa Situasi Pendengar 2.4.1 Menganalisa Situasi Seringkali pembicaraan terlalu yakin bahwa apa yang di bicarakan sebegitu pentingnya sehingga lupa memperhatikan siapa pendengarnya, bagaimana latar belakang kehidupan mereka, serta bagaimana situasi yang ada pada waktu presentasi berlangsung. Untuk itu sebelum mulai berbicara dalam presentasi, pembicara harus menganalisa situasi yang mungkin pada waktu akan dilangsungkan presentasi, dalam menganalisa situasi ini, akan muncul persoalan-persoalan berikut : 1. Apa maksud hadirin semua berkumpul untuk mendengarkan uraian itu? apakah pembicaraan menghadapi anggota anggota perkumpulannya atau suatu masa yang berkumpul dengan maksud tertentu? atau apakah mereka berkumpul secara kebetulan saja?

10

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

2. Pertanyaan kedua adalah : adat kebiasaan atau tata cara mana yang mengikat mereka ? apakah mereka senang dan berani mengajukan pertanyaan? apakah mereka senang pembicaraan formal atau informal? 3. Apakah ada acara-acara yang mendahului atau mengikuti pembicaraan itu? Bilamana berlangsung pembicaraan itu, kalau ada acara lain yang mendahului, acara mana yang lebih menarik perhatian?. Semua unsur situasi itu dapat dipergunakan dalam permbicaraan, dan pasti mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat para pendengar. 4. Dimana pembicara itu akan dilangsungkan? di alam terbuka atau dalam sebuah gedung? apakah pada saat itu hujan, mendung, atau panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar dengan baik atau tidak dalam ruangan atau gedung tersebut? Mengapa? Bila pembicara berusahaa bersungguh sungguh untuk menjawab semua pertanyaan di atas, maka ia sungguh-sungguh telah berusaha untuk menganalisa situasi yang mungkin ada pada waktu pembicaaan akan berlangsung. 2.4.2. Menganalisa Pendengar Ada beberapa topik yang dapat dipakai untuk menganalisa pendengar yang akan di hadapi. Pembicaraan umumnya akan di beritahu, siapa pendengar yang akan hadir dalam pertemuan tersebut. Untuk itu sebelum ia menganalisa pendengar, berdasarkan beberapa topik khusus, ia harus mulai dengan data-data umum. 1. Data-data umum Data umum yang dipakai untuk menganalisa para hadirin adalah : jumlah, usia, pekerjaan, pendidikan, dan keanggotaan politik dan social 2. Data-data khusus Disamping faktor umum sebagai di kemukakan di atas, pembicara harus memperhatikan pula data khusus untuk lebih mendekatkan dirinya dengan situasi pendengar yang sebenarnya. Data-data khusus tersebut meliputi : a. Pengetahuan pendengar mengenai topik yang di bawakan b. Minat dan keinginan pendengar c. Sikap pendengar

11

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

2.5. Penyusunan Bahan Bicara Penyusunan bahan-bahan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu : 1. Mengumpulkan bahan 2. Membuat kerangka karangan 3. Menguraikan secara mendetail Dalam bagian ini akan di temukan beberapa aspek tambahan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan untuk disampaikan secara lisan. Pembicaraan yang baik dan berpengalaman akan memanfaatkan aspek psikologi ini sebaik-baiknya, untuk memanfaatkan aspek psikologi tersebut pembicara dapat mempergunakan teknik berikut untuk menyusun materinya : 1. Pertama-tama, dalam bagian pengantar uraian, ia menyampaikan suatu orientasi mengenai apa yang diuraikannya, serta bagaimana usaha untuk menjelaskan tiap bagian itu, bila pendengar telah mendapatkan gambaran dan kesan yang baik mengenai urutan penyajiannya berserta kepentingan materi pembicaraannya maka mereka akan lebih siap untuk mengikuti uraian itu dengan cermat dan penuh perhatian. 2. Sesudah memasuki materi uraian, tiap kali pembicara harus menonjolkanbagian bagian yang penting sebagai sudah dikemukakan pada awal orientasinya. Tiap bagian yang ditonjolkan itu kemudian diikuti dengan penjelasan, ilustrasi, atau keterangan keterangan yang bersifat kurang penting karena sudah ada motivasi maka setiap pendengar ingin mengetahui perincian itu. 3. Pada akhir uraian, sekali lagi pembicara menyampaikan ikhtisar seluruh uraian tadi, agar hadirin dapat memperoleh gambaran secara utuh sekali lagi mengenai seluruh masalah yang baru saja selesai di bicarakan itu.

2.6. Tips Mengatasi Kegugupan Saat Presentasi Kegugupan pada saat presentasi adalah hal yang sangat mengganggu. Kita bisa kehilangan berbagai peluang bagus dan kesempatan emas hanya karena gugup pada saat presentasi, lalu bagaimana cara mengatasinya?, berikut beberapa cara mengatasi kegugupan saat presentasi dilahat dari segi kepribadian setiap orang, antara lain : 1. Berusaha menghindar adalah tipe pertama dari kegugupan yang biasanya sering terjadi pada kebanyakan orang. Orang seperti ini biasanya mulai gelisah dan berusaha menghindar ketika mendapatkan pemberitahuan bahwa dirinya akan diminta maju untuk bicara. Sekalipun diberitahukan jauh-jauh hari, biasanya mereka tetap gelisah
12

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

dan ada pula yang karena sangat gelisah, menjadi sulit tidur. Mereka memiliki banyak ketakutan dan menghabiskan hidupnya dengan banyak ketakutan dan kegelisahan. Pada kondisi yang lebih ekstrim, mereka bahkan menolak solusi untuk mengatasi kegugupannya sendiri. Solusinya adalah : a. Belajar memperluas pergaulan dan berkomunikasi dengan banyak tipe orang, karena akan membuatnya memiliki banyak pengalaman penting. b. Belajar untuk lebih terbuka pada orang lain dan terhadap kelompok. c. Kelompok kecil di luar dunia kerja adalah awal yang bagus untuk melatih cara bicara dengan nyaman. d. Bukalah hati dan pikiran untuk mau menerima masukan dari orang yang lebih berpengalaman. e. Bacalah buku-buku motivasi atau kisah-kisah sukses untuk membuat semakin percaya diri. f. Sempatkan juga untuk menghadiri seminar-seminar motivasi.

2. Tipe yang berikutnya adalah jenis orang yang memiliki tingkat kekhawatiran yang berlebihan. Orang seperti ini biasanya terlalu repot untuk memperhatikan hal-hal kecil, dengan detail. Harapannya agar presentasi dapat berjalan dengan sangat sempurna.Energy yang dia habiskan terlalu banyak untuk persiapan, yang kadang tidak terlalu penting.Tipe ini takut terlihat buruk didepan orang lain, sehingga sebisa mungkin mempersiapkan hal-hal detail yang menurutnya penting. Namun justru karena itu, sering kali apa yang disampaikannya menjadi tidak menarik. Kekhawatirannya menyebabkan dia lupa dengan hal-hal yang esensi dalam presentasi di lingkup dunia kerja maupun dalam lingkup lainnya, seperti komunikasi dengan audiens dan teknik penyampaian materi yang nyaman. Solusinya adalah : a. Belajar untuk lebih toleransi pada kesalahan-kesalahan kecil yang timbul. b. Coba untuk mempersiapkan presentasi dengan lebih santai dan rileks, hal ini dapat dilakukan dengan memutar instrument-instrumen music yang ringan. c. Berdiskusilah dan minta pendapat orang untuk presentasi anda. d. Pelajari lebih dalam teknik-teknik presentasi yang lebih mementingkan pada aspek komunikasi dan teknik-teknik penyampaian yang berguna dalam dunia kerja maupun lainnya.

13

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

3. Selain dari dua macam kegugupan diatas, ada pula jenis kegugupan yang hanya muncul sesaat tepat sebelum maju ke depan. Orang seperti ini biasanya menjadi sangat gugup sesaat sebelum bicara, atau ketika namanya dipanggil. Jantung mereka biasanya berdetak lebih kencang saat akan maju kedepan atau mendengar namanya dipanggil. Mereka biasanya juga cenderung panic saat akan tampil.Terkadang persiapan yang sungguh-sungguh membuat ketegangannya semakin memuncak menjelang detik-detik terakhir sebelum tampil untuk melakukan presentasi. Solusinya adalah : a. Belajarlah untuk mengatur nafas beberapa kali sebelum ke depan. Anda bisa melakukan dengan menarik nafas panjang, tahan sebentar dan hembuskan selama mungkin. b. Jagalah fokus tetap untuk memberikan yang terbaik bagi audiens. Selalu bayangkan bagaimana rasanya saat tampil dengan baik. c. Beberapa lompatan kecil, dan sedikit senam terkadang dapat membuat kita lebih segar dan tenang.

4. Yang terakhir adalah jenis orang yang menjadi gugup ketika ditengah-tengah presentasi sedang berjalan. Mereka seringkali menganggap remeh tugas yang diberikan.Mereka hanya yakin mengerti materi yang akan digunakan dan beranganangan untuk melakukan improvisasi ditempat. Inilah yang menyebabkan gugup ditengah-tengah presentasi, karena mereka audiens menunggu-nunggu saat mereka kehabisan ide, atau beberapa bagian dari materi pokok. Hal ini sangat berbahaya khusunya dalam presentasi didunia kerja. Solusinya adalah : a. Tegaslah dengan diri sendiri, untuk lebih rajin mempelajari materi dan melakukan latihan persiapan. b. Fokuslah pada tujuan saat mempersiapkan presentasi. c. Sediakan waktu khusus untuk persiapan, dan gunakan sebaik-baiknya. d. Mintalah nasihat pada orang yang ahli, tanyakan apakah persiapan anda sudah cukup.

14

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan Dari bahasan di atas, dapat kami simpulkan bahwa. Berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi sebab didalamnya terjadi pemindahan peran dari suatu sumber ke tempat lain. Dalam proses komunikasi terjadi pemindahan pesan dari komunikator (pembicara) kepada komunikan (pendengar). Tujuan utama dari berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, seyogyanyalah sang pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. Berbicara dalam konteks akademik tidak terlepas dari berbicara ketika dalam proses belajarmengajar. Seorang guru hendaknya tidak hanya sekedar menguasai materi yang diajarkannya, tetapi guru tersebut juga berperan sebagai guru bahasa. Dalam bertanya pada siswa guru hendaknya mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikemukakan siswa, kemudian memberikan tanggapan yang positif. Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) sangat penting, baik dalam kehidupan pribadi maupun karir saat ini. Bahkan, jika Anda tidak terlibat atau berprofesi dalam bidang public speaking, mengembangkan kemampuan tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan ketika Anda diminta untuk berbicara di depan umum. Adapun tips untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum adalah Jangan berbicara menggunakan pikiran, Kuasai tatapan mata audien, Gunakan intonasi suara yang dinamis, Bahasa tubuh membantu audiens menangkap maksud pembicaraan audiens dan Perluas pengetahuan. Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis. Jenis- jenis presentasi diantaranya presentasi teks (Reading Presentation), presentasi hafalan (Memorized Presentation), presentasi spontan (The Impromptu Presentation), dan presentasi dengan kartu (The Note Cards Presentation). Hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat berbicara untuk presentasi di antaranya pendekatan dan permulaan, mengatasi kegugupan di depan panggung, membuat ketertarikan pendengar, menjaga ketepatan berbicara, kejernihan, dan volume suara, mempercayai kemampuan sendiri, memperbanyak perbendaharaan kata-kata, memberi tekanan dalam pembicaraan dan bersemangat (antusias), menepati waktu, memiliki kelancaran berbicara dan rasa humor, berbicara dengan menyenangkan dan wajar, menggerakkan tubuh secara alami,
15

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

Siapkan alat bantu audio visual yang sesuai, Persiapkan lingkungan presentasi, memakai pakaian yang serasi, penutupan dan pengakhiran.

3.2. Saran Saat berbicara di depan umum hendaknya jangan berbicara menggunakan pikiran, biarkan hati yang berbicara. Lalu kuasai tatapan mata audien. Gunakan intonasi suara yang dinamis dan perbaiki bahasa tubuh karena bahasa tubuh membantu audiens menangkap maksud pembicaraan audiens dan jangan lupa perluas pengetahuan karena seorang pembicara yang baik harus memiliki pengetahuan yang luas agar pembicaraannya terdengar menarik.

16

March 15, 2014

BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK

BAB IV DAFTAR PUSTAKA


Suswandari, Devi. 2012. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta.
Gunawan, Agus. Kemampuan Berbicara di Depan Umum . 13 Juli 2012

http://id.jobsdb.com/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/kegugupan_saat_presentasi?ID=1161 Fitri, Estra. Berbica Untuk Keperluan Akademik. 16 May 2011. ml.scribd.com/doc/55511492/ em ahasan Supriadi, Cecep. Keterampilan Berbicara di Depan Umum . 28 Januari 2013 http://www.marketing.co.id/keterampilan-berbicara-di-depan-umum/

17