Anda di halaman 1dari 12

Cairan tubuh selain mengandung air juga mengandung bahan lain yang diperlukan oleh tubuh seperti elektrolit.

Elektrolit dalam cairan tubuh terdiri dari kation dan anion. Kation utama dalam cairan tubuh adalah natrium (Na +) dan kalium (K+), sedangkan anion utama adalah klorida (Cl-). ) Natrium !i dalam produk pangan atau di dalam tubuh, natrium biasanya berada dalam bentuk garam seperti natrium klorida (NaCl). !i dalam molekul ini, natrium berada dalam bentuk ion sebagai Na+. !iperkirakan hampir "" gram dari ion natrium (Na +)

terkandung di dalam tubuh manusia. #aram natrium merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh dengan minimum kebutuhan untuk orang de$asa berkisar antara .%- .& gr'hari (eki(alen dengan %.%-)." gr NaCl'hari). *etiap kelebihan natrium yang terjadi di dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui urin dan keringat. +ampir semua natrium yang terdapat di dalam tubuh akan tersimpan di dalam so,t body tissue dan cairan tubuh. -on natrium (Na+) merupakan kation utama pada cairan ekstraselular (EC.) dengan konsentrasi berkisar antara %/- )/ mmol'0. -on natrium juga berada

pada cairan intraseluler (-C.) namun dengan konsentrasi lebih kecil yaitu 1 % mmol'0. *ebagai kation utama dalam cairan ekstraselular, natrium akan ber,ungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga akti(itas sara,, kontraksi otot dan juga berperan dalam proses absorpsi glukosa. 2ada keadaan normal, natrium (Na +) bersama dengan pasangan (terutama klorida, Cl -) akan memberikan kontribusi lebih dari 3"4 terhadap e,ekti, osmolalitas di dalam cairan ekstraseluler. 5) Kalium

Kalium merupakan kation utama yang terdapat pada cairan intraseluler dengan konsentrasi 1 /" mmol'0. *ekitar 3"4 dari total kalium tubuh berada dalam

kompartemen ini. *ekitar ".)4 dari total kalium tubuh akan terdistribusi ke ruangan (ascularyang terdapat pada cairan ekstraseluler dengan konsentrasi %./-/." mmol '0. Konsentrasi total kalium dalam tubuh diperkirakan sebanyak 5 g'kg berat badan. Namun jumlah ini dapat ber(ariasi tergantung pada jenis kelamin, umur dan massa otot. Kebutuhan minimum kalium diperkirakan sebesar 675 mg'hari. !i dalam tubuh kalium akan mempunyai ,ungsi dalam menjaga keseimbangan cairan-elektrolit dan

keseimbangan asam basa. *elain itu, bersama

dengan kalsium (Ca +) dan natrium

(Na+), kalium akan berperan dalam transmisi sara,, pengaturan en8im dan kontraksi otot. +ampir sama dengan natrium, kalium juga merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh. *etiap kelebihan kalium yang terdapat di dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin serta keringat. %) Klorida Elektrolit utama yang berada di dalam cairan ekstraseluler (EC.) adalah elektrolit bermuatan negati, yaitu klorida (Cl -). 9umlah ion klorida (Cl -) yang terdapat di dalam jaringan tubuh diperkirakan sebanyak . g'kg berat badan dengan konsentrasi antara 37- "& mmol'0. Konsentrasi ion klorida tertinggi terdapat pada cairan serebrospinal seperti otak atau sumsum tulang belakang, lambung dan juga pankreas. *ebagai anion utama dalam cairan ekstraseluler, ion klorida juga akan berperan dalam menjaga keseimbangan cairan elektrolit. *elain itu, ion klorida juga mempunyai ,ungsi ,isiologis penting yaitu sebagai pengatur derajat keasaman lambung dan ikut berperan dalam

menjaga keseimbangan asam basa tubuh. :ersama dengan ion natrium (Na +), ion klorida juga merupakan ion dengan konsentrasi terbesar yang keluar melalui keringat.

HIPONATREMIA

+iponatremia dapat terjadi karena penambahan air atau penurunan cairan kaya natrium yang digantikan oleh air. #ejala neurologis biasanya tidak terjadi sampai kadar natrium serum turun kira-kira 5"- 5/ mE;'0 Patofisiologi +iponatremia adalah kelebihan cairan relati(e yang terjadi bila < . 9umlah asupan cairan melebihi kemampuan ekskresi 5. Ketidakmampuan menekan sekresi =!+ misalnya pada kehilangan cairan melali saluran cerna, gagal jantung dan sirosis hati atau pada *-=!+ ( Syndrome of Inappropriate ADH-secretion). :erdasarkan prinsip di atas maka etiologi hiponatremia dapat dibagi atas < +iponatremia dengan =!+ meningkat +iponatremia dengan =!+ tertekan ,isiologik +iponatremia dengan osmolalitas plasma normal atau tinggi

*ekresi =!+ meningkat akibat deplesi (olume sirkulasi e,ekti, seperti pada muntah, diare, perdarahan, jumlah urin meningkat, gagal jantung, sirosis hati, *-=!+, insu,isiensi adrenal, dan hipotiroid. 2ada polidipsia primer dan gagal ginjal terjadi ekskresi cairan lebih rendah disbanding adupan cairan sehingga menimbulkan respons ,isiologik yang menekan sekresi =!+. >espon ,isiologik dari hiponatremia adalah tertekannya pengeluaran =!+ dari hipotalamus sehingga sekresi urin meningkat

karena saluran air (=?25=) di bagian apical duktus koligentes berkurang (osmolaritas urin rendah). 2emberian cairan iso-osmotik yang tidak mengandung natrium ke dalam cairan ekstrasel dapat menimbulkan hiponatremia disertai osmolalitas plasma normal. @ingginya osmolalitas plasma pada keadaan hiperglikemia atau pemberian manitol intra(ena menyebabkan cairan intrasel keluar dari sel menyebabkan dilusi cairan ekstrasel yang menyebabkan hiponatremia. !alam keadaan normal, 3%4 dari (olume plasma terdiri dari air dan elektrolit sedang 64 sisanya terdiri dari lipid dan protein. 2ada hiperlipidemia atau hiperproteinemia berat akan terjadi penurunan (olume air plasma menjadi 7"4 sedang jumlah natrium plasma tetap dan osmolalitas plasma normalA akan tetapi karena kadar air plasma berkurang (pseudohiponatremia) kadar natrium dalam cairan plasma total yang terdektesi pada pemeriksaan laboratorium lebih rendah dari normal. Hiponatremia Akut

+iponatremia akut adalah kejadian hiponatremia yang berlangsung cepat yaitu kurang dari )7 jam. 2ada keadaan ini akan terjadi gejala yang berat seperti penurunan kesadaran dan kejang, hal ini terjadi akibat edema sel otak, karena air dari ekstrasel masuk ke intrasel yang osmolalitasnya lebih tinggi. Kelompok ini disebut juga sebagai hiponatremia simptomatik atau hiponatremia berat. Hiponatremia Kronik

+iponatremia kronik adalah kejadian hiponatremia yang berlangsung lambat yaitu lebih dari )7 jam. 2ada keadaan ini tidak terjadi gejala yang berat seperti penurunan kesadaran atau kejang (ada proses adaptasi), gejala yang timbul hanya ringan seperti lemas atau mengantuk. 2ada keadaan ini tidak ada urgensi melakukan koreksi konsentrasi natrium, terapi dilakukan dalam beberapa hari dengan memberikan larutan garam isotonik. Kelompok ini disebut juga sebagai hiponatremia asimptomatik. Diagnosis !i klinik bila ditemukan kasus hiponatremia dengan gejala yang berat (kesadaran menurun, kejang) maka hiponatremia digolongkan dalam kategori akut. +iponatremia tanpa gejala berat (lemas, mengantuk) digolongkan dalam kategori kronik. +al ini penting untuk diketahui sehubungan dengan tindakan yang akan dilakukan bila terjadi keadaan hiponatremia.

HIPOKALEMIA Patofisiologi +ipokalemia merupakan kejadian yang sering dijumpai di klinik. 2enyebab hipokalemik dapat dibagi sebagai berikut < =supan kalium kurang 2engeluaran kalium berlebihan Kalium masuk ke dalam sel

Asupan kalium kurang Kalium yang masuk ke dalam tubuh dalam keadaan ,ungsi ginjal yang normal, akan di ekskresikan melalui ginjal. Bakin tinggi asupan kalium, makin tinggi eksresi melalui ginjal, demikian sebaliknya bila asupan kalium rendah. =supan kalium normal berkisar antara )"- 5" mE; perhari. !alam keadaan normal ekskresi kalium melalui ginjal dapat minimal sampai / mE; per hari untuk mempertahankan kadar kalium normal normal dalam darah, sejalan dengan rendahnya asupan kalium. +ipokalemia akibat asupan kalium rendah saja, jarang terjadi dalam klinik. :iasanya disertai oleh masalah lain misalnya pada pemberian diuretic atau pemberian diet rendah kalori pada program menurunkan berat badan. Pengeluaran kalium berlebihan 2engeluaran kalium yang berlebihan terjadi melalui saluran cerna, ginjal atau keringat. 2ada keadaan muntah atau pemakaian selang naso-gastrik, pengeluaran kalium bukan melalui saluran cerna atas karena kadar kalium dalam cairan gastric hanya sedikit (/- " mE;'0), akan tetapi kalium banyak keluar melalui ginjal. =kibat muntah atau pemakaian selan naso-gastrik, terjadi alkalosis metabolic sehingga banyak bikarbonat yang di,iltrasi di glomerulus yang akan mengikat kalium di tubulus distal (duktus koligentes) yang juga dibantu dengan adanya hiperaldosteron sekunder dari hipo(olemia yang timbul akibat muntah. Kesemuanya ini akan meningkatkan ekskresi kalium melalui urin dan menyebabkan hipokalemia. 2ada saluran cerna ba$ah (diare, pemakaian pencahar), kalium keluar bersama bikarbonat (asidosis metabolic). Kalium dalam saluran cerna ba$ah jumlahnya lebih

banyak (5"-/" mE;'0). 2engeluaran kalium yang berlebihan melalui ginjal dapat terjadi pada pemakaian diuretic, kelebihan hormone mineralokortikoid

orimer'hiperaldosteronisme primer 3adenoma kelenjar adrenal), anion yang tidak dapat di reabsorbsi yang berikatan dengan natrium berlebihan dalam tubulus (bikarbonat, beta-hidroksibutirat, hipurat) menyebabkan lumen duktus koligentes bermuatan lebih negati(e dan menarik kalium masuk dalam lumen lalu dikeluarkan bersama urin, pada hipomagnesemia, poliuria (polidipsia primer, diabetes insipidus) dan salt-wasting nephropathy (sindrom :artter atau #itelman, hiperkalsemia). 2engeluaran kalium berlebihan melalui keringat dapat terjadi bila dilakukan latihan berat pada lingkungan yang panas sehingga produksi keringat mencapai "0. Kalium masuk ke alam sel Kalium masuk ke dalam sel dapat terjadi pada alkalosis ekstrasel, pemberian insulin, peningkatan akti,itas beta-adrenergik (pemakaian C5-agonis), paralisis periodic hipokalemik, hipotermia. +anya sejumlah kecil praksi konsentrasi ion kalium berada pada rongga ekstraseluler. Karenanya, konsentrasi total ion kalium secara akurat. !e,isit ion kalium tergantung pada lamanya kontak dengan penyebab (time ,or e;uilibration) dan konsentrasi ion kalium serum mE; sebanding dengan de,isit

5""mE;. !ianjurkan untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium serum D)." mE;'0. Diagnosis 2ada umumnya, hipokalemia akan menyebabkan ekskresi kalium melalui ginjal menurun hingga kurang dari 5/ mE; per hari sedangkan eksresi kalium di dalam darah

urin lebih dari )" mE;'0 per hari menandakan adanya pembuangan kalium yang berlebihan melalui ginjal. Ekskresi kalium yang rendah melalui ginjal disertai asidosis metabolik merupakan pertanda adanya pembuangan kalium berlebihan melalui saluran cerna seperti diare akibat in,eksi atau penggunaan pencahar. Ekskresi kalium berlebihan melalui saluran ginjal dengan disertai asidosis metabolik merupakan pertanda adanya ketoasidosis diabetic atau renal tubular acidosis (>@=), baik tipe proksimal maupun distal. Eksresi kalium yang rendah di urin disertai alkalosis metabolic merupakan pertanda adanya muntah kronik atau pemberian diuretic jangka lama. Ekskresi kalium yang tinggi di urin disertai alkalosis metabolic dan tekanan darah rendah merupakan pertanda dari *indrom :artter. Ekresi kalium tinggi di urin disertai alkalosis metabolik dan tekanan darah tinggi merupakan pertanda adanya hiperaldosteronisme primer.

HIPERKALEMIA Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih atau sama dengan 5,5 mEq/L terjadi karena peningkatan masukan kalium, penurunan ekskresi urine terhadap kalium, atau gerakan kalium keluar dari sel-sel.Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali dan ditangani untuk menghindari disritmia dan henti jantung yang fatal. Biasanya k nsentrasi kalium yang tinggi adalah lebih berbahaya daripada k nsentrasi kalium yang rendah. ! nsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan mempengaruhi sistem k nduksi listrik jantung. Bila k nsentrasi yang tinggi ini

terus berlanjut, irama jantung menjadi tidak n rmal dan jantung akan berhenti berdenyut. Penyebab Hiperkalemia Hiperkalemia biasanya terjadi jika ginjal tidak mengeluarkan kalium dengan baik. "ungkin penyebab paling sering dari hiperkalemia adalah penggunaan bat yang

menghalangi pembuangan kalium leh ginjal, seperti triamterene, spir n la#t ne dan $%E inhibit r. Hiperkalemia juga dapat disebabkan leh penyakit Addison, dimana kelenjar

adrenal tidak dapat menghasilkan h rm n yang merangsang pembuangan kalium leh ginjal dalam jumlah #ukup. &enyakit $ddis n dan penderita $'() yang mengalami kelainan kelenjar adrenal semakin sering menyebabkan hiperkalemia. *agal ginjal k mplit maupun sebagian, bisa menyebabkan hiperkalemia berat. !arena itu rang- rang dengan fungsi ginjal yang buruk biasanya harus menghindari makanan yang kaya akan kalium. Hiperkalemia dapat juga dapat terjadi akibat sejumlah besar kalium se#ara tibatiba dilepaskan dari #adangannnya di dalam sel. Hal ini bisa terjadi bila+ sejumlah besar jaringan t t han#ur ,seperti yang terjadi pada #edera tergilasterjadi luka bakar hebat .erd sis k kain.

Banyaknya kalium yang masuk ke dalam aliran darah bisa melampaui kemampuan ginjal untuk membuang kalium dan menyebabkan hiperkalemia yang bisa berakibat fatal.

Patofisiologi )ejauh ini efek hiperkalemia yang paling penting se#ara klinis adalah efeknya pada mi kardium. Efek pada jantung akibat peningkatan kadar kalium serum biasanya tidak bermakna dibawah k nsentrasi /mEq/L ,)'+ /mm l/L-, tetapi efek ini selalu timbul jika kadarnya adalah 0mEq/L ,)'+ 0mm l/L- atau lebih tinggi. 1ika k nsentrasi kalium plasma meningkat, timbul gangguan pada k nduksi jantung. &erubahan paling dini, sering terjadi pada kadar kalium serum lebih tinggin dari 2 mEq/L ,)'+ 2mm l/L-, adalah gel mbang 3 yang tinggi, sempit, depresi )3, dan pemendekan inter.al 43 besar. 1ika kadar kalium serum terus meningkat, inter.al &5 menjadi memanjang dan diikuti dengan menghilangnya gel mbang &. $khirnya terdapat dek mp sisi dan

pemanjangan k mpleks 45). (isritmia .entrikuler dan henti jantung mungkin terjadi kapan saja dalam keadaan ini. Hiperkalemia berat menyebabkan kelemahan t t skeletal dan bahkan paralisis, yang berhubungan dengan bl k dep larisasi pada t t. )ama halnya, k nduksi

.entrikuler melambat. "eskipun hiperkalemia memiliki efek yang nyata pada sistem neur muskuler perifer, hiperkalemia mempunyai efek ke#il pada sistem saraf pusat. !elemahan yang #epat pada muskular asenden mengakibatkan flasid kuadriplegia telah

dilap rkan terjadi pada pasien-pasien dengan kadar kalium serum yang sangat tinggi. &aralisis t t dapat juga terjadi. "anifestasi gastr intestinal, seperti mual, k lik intestinal intermiten dan diare, mungkin terjadi pada pasien yang mengalami hiperkalemia Tanda dan Gejala a. 6eur muskular !elemahan t t yang tidak begitu terlihat biasanya merupakan tanda awal . !elemahan t t yang berjalan naik dan berkembang kearah paralisis flaksid pada tungkai bawah, dan akhirnya pada badan dan lengan , berat &arestesia pada wajah, lidah, kaki, dan tangan

b. )aluran #erna #. *injal 7liguria yang berlanjut menjadi anuria "ual, # li# intestinal, diare

d. !ardi .askular (isritmia jantung, bradikardia, fibrilasi .entrikel atau henti jantung. &erubahan E!* ,selalu terjadi jika !8 serum9 /-0 mEq/L-