Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan Intra Oral a.

Penggunaan Indeks CPITN 17 2 2 47 X= 0= 2 1= 2= 8 3= 4= *= Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN) adalah indeks resmi yang digunakan oleh WHO untuk mengukur kondisi jaringan periodontal serta perkiraan akan kebutuhan perawatannya dengan menggunakan WHO probe. Maksud dari pengukuran tersebut adalah untuk mendapatkan data status periodontal masyarakat, untuk merencanakan program kegiatan penyuluhan, dan untuk menentukan kebutuhan perawatan. Mulut pasien dibagi menjadi enam sektan, yaitu sektan atas, sektan anterior atas, sektan kiri atas, sektan kiri bawah, sektan anterior bawah, dan sektan kanan bawah. Suatu sektan dapat diperiksa jika teradapat paling sedikit 2 gigi dan bukan merupakan indikasi untuk pencabutan. Jika pada sektan tersebut hanya ada satu gigi, gigi tersebut dimasukkan dalam sektan sebelahnya. Pada sektan yang tidak bergigi tidak diberi skor. Penilaian untuk satu sektan adalah keadaan gigi yang terparah (skor tertinggi). Kriteria skoring CPITN: 0 : periodonsium sehat 1 : terdapat perdarahan setelah probing 2 : terdapat kalkulus supra atau subgingiva atau timbunan plak di sekeliling margin gingiva, tidak terdapat poket dengan kedalaman lebih dari 3mm. 3 : terdapat poket 4 atau 5 mm 4 : terdapat poket lebih dari 6 mm * : terdapat keterlibatan daerah furkasio atau terdapat loss attachment >7mm 16 2 2 46 11 2 0 41 26 2 0 36 27 2 2 37

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dapat diketahui bahwa pada gigi 17, 16, 11, 26, 27, 47, 46, dan 37 terdapat kalkulus supra atau subgingiva atau timbunan plak di sekeliling margin gingiva. Sedangkan pada gigi 41dan 36 tidak ditemukan adanya kalkulus maupun poket gingiva.

INDEKS KALKULUS DAN STAIN

RA

B P 8

L RB B

1 0 7 1 1

1 0 6 1 1

1 1 5 0 1

1 1 4 1 1

0 0 3 0 0

0 0 2 0 1

1 1 1 1 1

0 0 1 0 0

0 0 2 0 0

0 0 3 0 0

0 0 4 0 0

0 0 5 0 0

2 1 6 0 0

2 1 7 1 1

Skor CSI:

= 1,07

Kalkulus adalah material keras dari garam inorganik yang terdiri dari kalsium karbonat dan fosfat yang bercampur dengan debris, mikroorganisme, dan sel epitel yang telah terdeskuamasi. Kriteria perhitungan CSI ini adalah sebagai berikut: Nilai 0, jika tidak terdapat kalkulus Nilai 1, jika terdapat kalkulus supragingiva pada sepertiga permukaan gigi Nilai 2, jika terdapat kalkulus supragingiva lebih dari sepertiga tetapi tidak lebih dari dua pertiga permukaan gigi atau terdapat titik kalkulus subgingiva pada servikal gigi Nilai 3, jika terdapat kalkulus supragingiva lebih dari dua pertiga permukaam gigi atau terdapat kalkulus subgingiva disepanjang servikal gigi. Penilaian debris score dan calculus score adalah sebagai berikut : Baik (good), apabila nilai berada diantara 0-0,6. Sedang (fair), apabila nilai berada diantara 0,7-1,8. Buruk (poor), apabila nilai berada diantara 1,9-3,0. Pemeriksaan kalkulus dilakukan pada semua gigi, pada gigi 12, 13, 21, 22, 21, 24, 25, 36, 35, 34, 33, 32, 32, 32, dan 43 tidak ditemukan adanya kalkulus. Sedangkan pada gigi 17 dan 16 ditemukan adanya supragingiva pada sepertiga permukaan gigi pada bagian bukal. Pada gigi 15, 14, 11, 37, 41, 44, 46, dan 47 ditemukan adanya kalkulus pada sepertiga permukaan gigi baik bagian bukal maupun palatal. Pada gigi 42 dan 45 ditemukan adanya kalkulus pada sepertiga permukaan gigi bagian bukal saja. Pada gigi 26 dan 27 ditemukan adanya kalkulus pada sepertiga permukaan gigi bagian palatal dan kalkulus supragingiva lebih dari sepertiga tetapi tidak lebih dari dua pertiga permukaan gigi pada bagian bukal.

Berdasarkan penilaian skor CSI tersebut, kebersihan mulut pasien dapat digolongkan sedang (fair).

Sumber: Putri MH., Herijulianti E., Nurjannah N. 2010. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Editor Lilian Juwono. Jakarta: EGC.