Anda di halaman 1dari 20

RODA GESEK

Sistim transmisi daya yang bekerja dengan prinsip


gesekan (kontak langsung ) antara penggerak dan yang
digerakkan.
Terdiri dari dua roda yang saling menekan sehingga
menghasilkan tahanan gesek untuk mentransmisikan
gaya keliling.
Tekanan yang diperlukan bisa tetap atau berubah
tergantung pada torsi yang ditransmisikan.
Tekanan bisa diperoleh dari berat roda itu sendiri atau
dari gaya pegas yang dipasang pada sistem.
Hanya dioperasikan pada kondisi kerja yang tidak
mensyaratkan ketepatan perbandingan kecepatan.
Ketepatan operasi dapat dicapai pada kecepatan sampai
25 m/det dan perbandingan kecepatan sampai10.

Gambaran Umum Sistim Transmisi Daya Roda Gesek.

DASAR TEORI
Perbandingan kecepatan (Velocity ratio).



Tekanan.
Tekanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan gaya
gesek, tergantung pada gaya keliling (P) yang
ditransmisikan dan koefisien gesek (f) bahan roda.

Untuk mengantisipasi slip, gaya tekan dihitung dengan
P ( = 1,5 - 2 adalah faktor kontak).









) s 1 ( D
D
=
n
n
= i
1
2
2
1
-
s = slip relativ (0,5-1%)
RODA GESEK DENGAN POROS SEJAJAR
Roda dengan permukaan rata.
Gaya tekan (S) sama dengan tekanan
normal (Q) terhadap permukaan kontak,
yaitu:


Jarak antara sumbu poros:



Dengan memasukkan ke persamaan (1), maka
diperoleh:
(kg)...(1)
n . D . . f
100 . 60 . N . 75 .
=
V . f
N 75
=
f
P
= Q = S
2 2
1 1
1
) 2 ......(
i . 2
D ) 1 i (
=
2
D
) 1 i ( =
2
D

2
D
= A
2 1 1 2
1 i
i . A . 2
= D
2
Gaya tekan (S
1
):


Catatan: Tanda untuk kondisi kontak roda (eksternal
atau internal).
Roda dengan permukaan beralur V.
Tekanan normal (Q) secara umum
untuk sejumlah alur (z) adalah:


Dengan memasukkan nilai Q ke
persamaan 3, maka diperoleh:
......(3) (kg)
i . A
1 i
x
n
N
x
f

. 71620 = Q = S
2
1
1
f . z . 2
P .
= Q
Tekanan normal (Q):


Untuk z = 1 dan dari kondisi keseimbangan S = 2Q sin ,
maka gaya tekan yang diperlukan adalah:



Dari persamaan (3) dan (5) menunjukkan bahwa S=S
1
sin ,
yaitu tekanan yang diperlukan untuk roda beralur V bila
semua kondisi sama adalah lebih kecil dari pada roda
dengan permukaan rata. Gaya tekan S berkurang dengan
mengecilnya sudut , namun untuk menghindari terjadinya
jepitan pada alur, diambil 15
0
.






) ........(4 (kg)
Ai
1 i
x
n
N
x
f . z

. 35810 = Q
2
1
.......(5) (kg) sin
i . A
1 i
x
n
N
x
f

. 71620 = S
2
1
RODA GESEK DENGAN POROS BERPOTONGAN.
Untuk roda miring dimana
1
+
2
= 90
0
, maka tekanan
normal yang diperlukan :


Bila :




masukkan D
2
ke persamaan (6) maka diperoleh:
......(6)
D
100 . 60
x
n
N
x
. f
75
=
f
P
= Q
2 2
1
1 + i
i b) - (2.L
= D
2
2

i
1 + i
.
2
D
= D + D
2
1
=
2
b
- L
2
2 2
2
2
1
( )
.......(7)
i . b L 2
1 + i
x
n
N
x
f

71620 x 2 = Q
2
2
1
-
Dari kondisi keseimbangan diperoleh :
Untuk roda penggerak, S
1
= Q.sin
1
.(8)
Untuk roda yang digerakkan, S
2
= Q.sin
2
(9)
Masukkan persamaan (7) ke Persamaan (8), maka gaya
tekan yang diperlukan adalah:



Untuk frontal wheels.


Karena D
2
= i.D
1
, maka:


( )
10) .........( (kg) sin
i . b L 2
1 + i
x
n
N
x
f

x 71620 x 2 = S
1
2
2
1
-
(kg)
n . D
100 . 60

N . 75

=
v
N . 75

=
f
P .
= Q
2 2
1 1
..(11) .......... (kg)
i D
1

n
N

71620 2 = Q
1 2
1

BAHAN RODA GESEK.

Bahan-bahan untuk roda gesek sebaiknya memiliki
kwalifikasi sebagai berikut:
a. Modulus elastisitasnya tinggi, untuk mengurangi elastic
creep dan rolling losses.
b. Koefisien geseknya tinggi, untuk menurunkan tekanan
yang diperlukan.
c. Kekuatan permukaan dan ketahanan aus yang tinggi,
untuk menjamin umur operasi yang lama.
Roda gesek biasanya dibuat dari pasangan bahan berikut :
a. Baja yang diperkeras dengan baja yang diperkeras.
b. Besi tuang dengan besi tuang atau baja dengan
pengerasan permukaan.


KOEFISIEN GESEK.
Bahan Roda Gesek Kondisi Operasi Koefien Gesek
Baja pada baja atau besi tuang Dalam oli 0,05
Baja pada baja atau besi tuang Kering 0,1 0,15
Textolite pada baja / besi tuang Kering 0,2 0,25
Fibre pada baja / besi tuang Kering 0,15 0,20
Kulit pada besi tuang Kering 0,25 0,35
Kayu pada besi tuang Kering 0,40 0,50
Karet khusus pada besi tuang Kering 0,50 0,75

PERANCANGAN KEKUATAN
Perancangan untuk kekuatan roda gesek dapat direduksi ke
penentuan ukuran-ukuran, yang ditinjau dari pembatasan besarnya
tegangan tekan permukaan.

Untuk poros sejajar dan roda dengan permukaan rata.
Jarak antara sumbu poros (A):











N
1
= daya yang ditransmisikan (hp).
()
sur
= tegengan permukaan yang diijinkan (kg/cm
2
).
= faktor lebar roda, biasanya diambil 0,2 0,4


( )
3) ........(1 (cm)
i
112
n
N
x
f .
E ) 1 i ( A
3
2
sur 2
1
|
|
.
|

\
|
o
|
=
) (kg/cm s elastisita modulus n penguranga ,
E + E
E E 2
= E
2
2 1
2 1
Untuk poros sejajar dan permukaan roda beralur V.



Untuk poros berpotongan dan roda miring.
Cone distance (L):



Biasanya
b
diambil 0,2 0,25
Untuk frontal wheels



Biasanya
f
diambil 0,2 - 1
| |
( ) (16) ....... (cm) 1 i
. i
140
n
N
x
f . z
E ) 1 (i A
3
2
sur 2
1

|
|
.
|

\
|
o
|
=
| | ( )
) .......(18 (cm)
5 , 0 - 1 . i
112

n
N
x
f .
E 1 i L
2
b sur 2
1
b
2
(

o
|
+ =
| |
) .......(20 (cm)
224
i . n
N
f .
E D
3
2
sur 2
1
f
1
|
|
.
|

\
|
o

|
=
Tegangan permukaan yang diijinkan.







Beban Poros.
Beban radial untuk roda dengan
permukaan rata:

......(22)
f
1 P S P R
2
2 2
|
.
|

\
|
|
+ = + =
Beban radial untuk roda beralur V:



Beban radial untuk roda miring (penggerak):



Beban radial untuk roda miring (yang digerakkan):



Kerugian.
Total kerugian daya,








(23) ....... sin
f
1 P R
2
|
.
|

\
|
o
|
+ =
(24) ...... ) cos
f
( 1 P R
2
1 1
o
|
+ =
(25) ...... ) cos
f
( 1 P R
2
2 2
o
|
+ =
L = L
h
+ L
Cr
+ L
b

Kerugian hysteresis (L
h
):


k = koefisien rolling friction (cm).
Kerugian Elastic Creep (L
Cr
):


Kerugian bantalan (L
b
):


Q = beban pada bantalan (kg)
f = koefisien gesek pada bantalan (0,005 0,01)
n = putaran poros (rpm)

(27) ...... (hp)
i
1 + i
x
D
N
x
f
k .
2 = L
2
1
h
L
cr
= s.N
1
(hp) . (28)
) .......(29 (hp) n . d . f . Q 10 x 7 =
75 x 60 x 1000
n . d . . f . Q
= L
7 -
b
Efisiensi:



Perancangan untuk pemanasan.
Kehilangan daya (hp)dalam transmisi dikonversi kedalam
panas, yang besarnya dapat dicari dengan rumus berikut:


Luas permukaan pendinginan yang diperlukan:


K
m
= faktor heat transfer (cal/m
2
.jam.
o
c)
= 7,5 15 tergantung kecepatan sirkulasi udara.
t
1
= temperatur oli (75 -85
o
c)




1 1
1
1
N
L
N
L N
=

= q
0,95 - 70 , 0 =
(31) ..... (cal/jam) L . 632 = L . 3600
427
75
= Q
.....(32) ) (m
) t - t ( k
L . 632
=
) t - t ( k
Q
= F
2
2 1 m 2 1 m
m
Contoh.
Hitung suatu roda gesek untuk menggerakkan konveyor
jika daya yang ditransmisikan N
1
= 5 hp, n
1
= 1000 rpm, dan
n
2
= 350 rpm.
Penyelesaian:
Pertama pilih bahan roda : textolite-steel, dengan koefisien
gesek f = 0,22; ()
Sur
=500kg/cm
2
.
Diasumsi =1,5 dan = 0,3
Pada E
1
= 9x104 kg/cm
2
untuk textolite dan E
2
= 2,15x106
kg/cm
2
untuk baja.
Penurunan modulus elastisitas : E= 1,73x10
5

kg/cm
2

Velocity ratio i =
=
+
2 1
2 1
2
E E
E E
85 , 2
350
1000
2
1
= =
n
n
Jarak sumbu poros (A):





Lebar roda, b = .A = 0,3 . 270 80 mm
Diameter roda,

Diameter roda D
2
= D
1
. i (1-s) = 140 . 2,85 (1- 0,05)
= 39,8 cm =398 mm
Jarak sumbu poros ahir,
[ ]
3
2
sur 2
1
)
. i
112
(
n
N
x
f .

E 1) i ( = A
mm 270 = cm 27 = )
500 x 85 , 2
112
(
350 x 22 , 0 x 3 , 0
5 x 5 , 1 x 10 x 73 , 1
) 1 + 85 , 2 ( = A
3
2
5
mm 140 = cm 14 =
1 + 85 , 2
27 x . 2
=
1 + i
A . 2
= D
1
mm 269 =
2
398 + 140
=
2
D + D
= A
2 1
Tekanan yang diperlukan:
kg 350 =
85 , 2 x 9 , 26 x 350 x 22 , 0
85 , 3 x 5 x 5 , 1
71620 =
i . A
1 + i
x
n
N
x
f

71620 = S
2
1





Terima Kasih Atas Perhatiannya