Anda di halaman 1dari 7

PROFESI KEPENDIDIKAN

Pelayanan Dan Pengembangan Diri Siswa

Diajukan Sebagai Tugas Pada Mata Kuliah Profesi Kependidikan

Zoni Erdiansyah 1102435 Pendidikan Teknik Otomotif

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014

PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN DIRI SISWA A. Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling Pelayanan bimbingan sangat diperlukan agar potensi yang dimiliki oleh peserta didik dapat dikembangkan secara optimal. Program bimbingan diarahkan untuk dapat menjaga terjadinya keseimbangan dan keserasian dalam perkembangan intelektual, emosional dan sosial. Pengembangan diri bukan berperan sebagai mata pelajaran, dengan maksud bahwa bentuk, rancangan, dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. Layanan bimbingan diperlukan siswa untuk memenuhi kebutuhan individual anak baik secara psikologis maupun untuk mengembangkan kecakapan sosial agar dapat berkembang optimal. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. B. Pengembangan Diri Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler Hubungan kegiatan dan pengembangan diri siswa sangatlah erat, karena lewat program ekstrakurikuler maka bakat, potensi, dan kepribadian yang siswa miliki dapat dilihat.. Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. 1. Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah sebagai berikut:

a. Pengembangan,

yaitu

fungsi

kegiatan ekstra kurikuler untuk

mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka. b. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. c. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk

mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. d. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. e. 2. Jenis Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah sebagai berikut: a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian. c. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan. d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya. C. Program BK Di Sekolah 1. Makna dan tujuan program Program BK adalah rangkaian kegiatan pelaksanaan yang terencana, diorganisir secara baik dan dlam pelaksanaannya dikoordinir dengan penuh tanggung jawab. Program tersebut disusun dengan memasukkan unsur-unsur yang harus termuat di dalamnya secara jelas dan konkrit yang dibuat dalam bentuk satuan-satuan kegiatan layanan, yang dalam pelaksanaannya mengarah pada pencapaian tujuan pelayanan BK di sekolah

2. Jenis Program BK adalah: a. Program tahunan, yaitu program pelayanan BK meliputi seluruh kegiatan selama satu tahununtuk masing-masing kelas di

sekolah/madrasah b. Program semesteran, yaitu program pelayanan BK meliputi seluruh kegiatan selama saut semester, yang merupakan jabatan program tahunan. c. Program harian, yaitu program pelayanan BK yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalan satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk Satuan layanan (SATLAN) atau Satuan pendukung (SATKUNG). Program ini menjadi rencana konsoler sekolah sebelum mereka memberikan pelayanan setiap harinya, seperti rencana peljaran yang dibuat guru mata pelajaran sebelum mereka mengajar materi tertentu.

D. Bidang Pengembangan Bidang Pelayanan Konseling yaitu sebagai berikut: 1. Bidang pengembangan kehidupan pribadi Bidang penegembangan kehidupan pribadi merupakan bimbingan pelayanan yang membantu pesera didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondosi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistic. 2. Bidang pengembangan kehidupan social Bidang pengembangan kehidupan sosial adalah bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta

mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

3. Bidang pengembangan kemampuan belajar Bidang pengembangan kemampuan belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah atau madrasah dan belajar secara mandiri. 4. Bidang pengembangan karir. Bidang pengembangan karir merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi serta memilih dan mengambil keputusan kari E. Jenis Layanan Jenis-jenis layanan bimbingan konseling adalah sebagai berikut: 1. Layanan Orientasi Layanan orientasi merupakan layanan yang membanu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah atau madrasah dan objek-objek yang dipelajari untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. 2. Layanan informasi Layanan informasi merupakan layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, kerja/jabatan, dan pendidikan. 3. Layanan penempatan dan penyaluran Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler. 4. Layanan penguasaan konten Layanan penguasaan konten yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu , terutama kometensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga dan masyaraat. 5. Layanan konseling perorangan

Layanan konseling perorangan adalah layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah priibadinya. 6. Layanan kelompok Layanan kelompok adalah layanan yang membantu peserta didik mengembangkan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir, jabatan, dan pengambilan keputusan serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. 7. Layanan konseling kelompok Layanan konseling kelompok adalah layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. 8. Layanan Konsultasi Layanan konsultasi adalah layanan yang membantu peserta didik atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik atau pihak ketiga. 9. Layanan mediasi Layanan mediasi adalah layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.

F.

Kegiatan Pendukung Kegiatan pendukung Pelayanan Bimbingan Konseling adalah sebagai berikut: 1. Aplikasi instrument Aplikasi instrument merupakan kegiatan mengumpulkan data tentang peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instumen, baik yang berbentuk tes maupun non tes 2. Himpunan data Himpunan data merupakan kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia. 3. Konferensi kasus.

Konferensi kasus merupakan kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data.