Anda di halaman 1dari 2

BLOK 7 (LOKOMOSI)

By : Ecank

sel
TULANG RAWAN

serat substansi dasar (mengandung kondroitin sulfat)

2
matriks (mengandung serat kolagen + elastin)

meningkatkan daya rentang & elastisitas berdasarkan jenis + jumlah serat menentukan dasar penggolongan tulang rawan

1 2
hialin elastis fibrokartilago

terdiri membentuk

paling banyak dan khas

1. Kondrohistogenesis

Tulang rawan berkembang dari mesenkim (jalinan jaringan ikat embrionik yang terorganisir secara longgar dalam mesoderm). Pada tempat akan dibentuk tulang rawan, sel mesenkim membulat dan berdesakan, dan serat kolagen diletakkan di matriks. Sel ini sekarang dikenal sebagai kondroblas (menghasilkan substansi dasar) dan serat kolagen tertimbun.1,2 Seiring berkembangnya sel dan secara berangsur makin berjauhan letaknya akibat penambahan matriks di sekitarnya, sel akan berkembang menjadi kondrosit (dewasa). Di dalam sel tertimbun vakuola, lipid, dan glikogen. Mesenkim yang mengelilingi tulang rawan yang membesar itu terdesak dan berwujud sebagai perikondrium (pembungkus fibrosa) yang bernagsur menyatu dengan tulang rawan. 2 Penumbuhan tulang rawan selanjutnya terjadi melaui dua cara yakni penumbuhan interstisial (endogen) dan penumbuhan secara aposisional (eksogen). 2

Jawaban Learning Task Praktikum Histologi 2009

unram medical faculty

BLOK 7 (LOKOMOSI)

By : Ecank

2. a. Pertumbuhan apoposional dan interstisial Pertumbuhan aposisional (eksogen) merupakan proses peletakan lapis-lapis tulang rawan baru pada permukaan, terjadi akibat akitivitas lapis dalam perikondrium. Fibroblas di sana berproliferasi dan sebagian hasil proliferasi ditransformasikan menjadi sel-sel tulang rawan dan kemudian memendam diri dalam matriks yang dihasilkannya. Pada bagian ini, perkembangan selanjutnya akan dilapisi matriks dari sel-sel lebih baru dari perikondrium. 2 Pertumbuhan interstisial (endogen) terjadi pada tulang rawan yang relatif muda yang masih memungkinkan pengembangan. Kondrosit muda telah mampu membelah diri, berproliferasi dan meletakkan matriks baru. Kelompok sel atau sel-sel isogen yang tampak pada tulang rawan dewasa merupakan tanda telah terhentinya pertumbuhan interstisial. 2 b. Kalsifikasi, regenerasi, dan transformasi asbestos Kalsifikasi merupakan proses mengerasnya jaringan organik akibat deposit garamgaram kalsium dalam substansinya, mula-mula dekat pada sel dan kemudian di seluruh matriksnya. Butir-butir menjadi besar dan menyatu, dan tulang rawan menjadi keras dan rapuh. Dengan mengapurnya substansi intraseluler maka nutrient tidak dapat berdifusi melaluinya lagi dan sel-sel akan mati. 1,2 Regenerasi tulang rawan yang telah hilang atau rusak sangat rendah. Kerusakan diperbaiki melalui proses lambat terutama oleh aktivitas perikondrium. Jaringan perikondrium berproliferasi dan mengisi kembali bagian yang rusak. Jaringna vascular ini secara berangsur diubah menjadi tulang rawan dengan cara mirip pertumbuhan aposisional. 2 Transformasi asbestos melalui penumbuhan aposisional. Fibroblas dalam lapis perikondrium berproliferasi dan sebagian hasil dari proliferasi tersebut ditransformasikan menjadi sel tulang rawan dan memendam diri dalam substansi interseluler. 2

Sumber ringkasan : 1. Dorland, N, 2003. Kamus Kedokteran Dorland edisi 29. Jakarta : EGC 2. Lesson & Paparo, 1996. Buku Ajar Histologi edisi V. Jakarta : EGC

Jawaban Learning Task Praktikum Histologi 2009

unram medical faculty