Anda di halaman 1dari 4

AUSKULTASI Merupakan pemeriksaan terpenting dari seluruh pemeriksaan jasmani paru yang harus dikuasai benar dalam mengenal

dan menilai kelainan paru. Dasar-dasar auskultasi paru 1. Pendengaran Kebanyakan suara napas berada pada daerah frekuensi dimana telingan kurang sensitif menerima. Rata-rata orang muda dapat mendengar getaran suara di antara frekeunsi 16 sampai 10.000 !. "ensiti#iti itu menurun pada frekuensi di ba$ah 1000 !. "uara napas normal umumnya berada pada %00 ! atau kurang& oleh karena itu mudah dimengerti bila telinga menjadi kurang peka menangkap suara tersebut. 'ntuk dapat mendengar suara napas dengan baik& perlu ruangan yang sunyi& tenang dan kadang-kadang dengan mata tertutup (konsentrasi). *. "tetoskop Digunakan untuk membantu mendengar lebih baik disamping faktor estesis. "tetoskop modern sekarang terdiri dari gabungan dua jenis stetoskop& yaitu tipe bell dan tipe membran (+o$les). ,ipe bell digunakan terutama untuk nada rendah (lo$ pit-hed). ,ipe membran yang berdiameter lebih lebar& lebih -o-ok untuk nada-nada tinggi (high pit-hed) "tetoskop .. "umber bunyi ,urbulensi aliran udara pernapasan yang merupakan sumber suara utama. /alaupun ada dua jenis aliran udara lainnya yaitu aliran laminer dan #orti-es. 0liran udara turbulensi terutama terjadi pada trakea& bronkusbronkus dan bronkus segmental. Pada bronkus perifer& aliran yang lambat menjadi laminer yang lemah.

1ara--ara melakukan auskultasi 0uskultasi harus dilakukan baik pada posisi berbaring dan posisi duduk tegak. Membandingkan paru kiri dan kanan harus selalu dilakukan. "tetoskop harus dipindahkan dari satu sisi dada ke sisi lain pada lokasi yang sama. 2angan sekali-kali menggerakkan satu sisi ke ba$ah dan pada sisi lain ke ba$ah. "etiap daerah di auskultasi dengan seksama pada $aktu penderita bernapas melalui mulut pada pernapasan yang agak kuat dan dalam. 0uskultasi mulai dari apeks paru dan sitematik dibandingkan kanan dan kiri & turun keba$ah & dibandingkan kiri kanan setiap lokasi. Mulai konsentrasi pada inspirasi 3 Perhatikan panjangnya inspirasi& kualiti bunyi dan kerasnya. "elanjutnya dibandingkan dengan ekspirasi. indarkan menempatkan stetoskop di atas bulu-bulu atau pakaian. indarkan seluruh bagian stetoskop dari bendabenda lain yang memungkinkan pergesekan& karena akan menimbulkan bunyi-bunyi artifisial. +'456 40P0" P7K7K +unyi 4apas Pada Paru 4ormal

1. 8esikuler +unyi yang relatif lembut& nada rendah (lo$ pit-hed)& seperti desah didengar di bagian perifer paru. 9ase inspirasi jauh lebih panjang dari ekspirasi dengan rasio . 3 1. :kspirasi lebih lemah dari inspirasi& hampir tidak terdengar. 6stilah #esikuler sebenarnya salah kaprah. Dulu dianggap bunyi tersebut ditimbulkan oleh udara di al#eoli& kemudian terbukti bah$a bunyi tersebut ditimbulkan oleh aliran turbulensi di bronkus-bronkus lobus dan segmental& bukan di al#eoli. *. +ronkial +unyi ini mempunyai sifat keras& bernada tinggi (high pit-hed)& kasar& mirip bunyi udara yang ditiup melalui pipa yang bolong. +ila diteliti ternyata ada ;<ap;. ,idak ada bunyi antara akhir inspirasi dan a$al ekspirasi. 9ase ekspirasi lebih keras dan lebih panjang dari inspirasi. Pada keadaan yang normal dapat didengar di atas manubrium sterni& ada ;<ap; antara fase inspirasi dan fase ekspirasi. 0danya suara bronkial di bagian perifer paru berarti adanya hantaran bunyi yang abnormal oleh karena jaringan paru yang memadat. .. +ronko#esikuler +unyi -ampuran dari bronkial dan #esikuler. Rasio inspirasi dan ekspirasi kira-kira 131. Pada keadaan normal dapat didengar di dua tempat 3 anterior& dekat bronkus utama kanan kiri pada sela iga 1 dan *. Posterior& di antara skapula. +ila didengar di tempat lain berarti ada pemadatan atau keadaan abnormal lainnya. =. ,rakeal +unyi ini umumnya tidak diperiksa rutin auskultasi. "angat keras& nada tinggi sekali dan besar. 9ase ekspirasi sedikit lebih panjang dari inspirasi. >ebih mirip dengan suara bronkial& dapat digunakan untuk pedoman dalam menentukan apakah suara napas yang didengar #esikuler atau bronkial& bila ada keraguraguan antar keduanya.

8esikuler

+unyi napas pokok dikaitkan dengan kelainan paru

Kelainan jasmani yang didapat pada beberapa kelainan paru yang umum
Kelainan "erangan asma 6nspeksi iperinflasi Penggunaan obat bantu napas "isi yang tertinggal "isi yang tertinggal sakit sakit Palpasi :kspansi kurang 9remitus lemah Perkusi ipersonor Diafragma rendah 0uskultasi :kspirasi memanjang +ising mengi Ronki basah +unyi napas hilang "uara napas lemah? hilang

Pneumotoraks total :fusi pleura masif

9remitus hilang 9remitus melemah Mediastinum terdorong 9remitus melemah 9remitus mengeras

ipersonor ,impani Redup?pekak

0telektasis Konsolidasi (Pneumonia) ,umor paru (lanjut)

"isi yang sakit tertinggal Mungkin tertinggal pada sisi yang sakit 4ormal atau dada menonjol

Redup?pekak Redup

9remitus melemah

Redup?pekak

"uara napas lemah? hilang "uara napas bronkial Ronki basah "uara napas melemah

Pada umumnya bunyi napas abnormal dapat digolongkan kepada 3 1. +unyi napas tambahan (ad#entitions) yaitu ronki basah (-ra-kles)& ronki kering (ron-hus)& bising mengi ($hee!ing)& gesekan pleura. *. +unyi napas pokok yang mengalami hantaran abnornal& yaitu bronkofoni& egofoni& pe-tarilo@uy& bunyi napas bronkial& amforik dan bunyi napas yang melemah .. +unyi lain 3 "u--usio ypo-rates +unyi 4apas 0bnormal +unyi ,ambahan

Paru

Pleura

6nterruptus

Kontinu

<esekan pleura (Pleural fri-tion)

"u--usio ipo-rates

Kasar

alus

Ron-hi

Mengi

Ronki Kering (ronchus) dan Bising Mengi (wheeze) Pada dasarnya ronki kering dan bising mengi mempunyai kesamaan dalam mekanisme terjadinya bunyi abnormal tersebut& yaitu bunyi yang tidak terputus akibat aliran udara melalui bronkus atau bronkiolus yang menyempit karena sekret kental atau bronkospasme. Ronki kering pada umumnya pengertiannya adalah penyempitan multiple yang terlokalisir& sedangkan bising mengi akibat penyempitan saluran bronkus. "ifatnya 3 4yaring& tak nyaring Panjang& pendek

Pada inspirasi atau ekspirasi ,unggal atau ganda

<esekan Pleura (fri-tion rub) <esekan pleura yang ditimbulkan oleh gesekan pleura #iseral dan parietal yang menjadi kasar oleh karena sesuatu penyakit& misalnya efusi pleura dalam penyembuhan& fibrosis a$al. "ering sukar dibedakan dengan ronki basah& terutama didengar pada akhir inspirasi dan a$al ekspirasi& tidak dipengaruhi oleh batuk. +unyi antaran 0bnormal 1. +unyi napas bronkial& sudah dijelaskan *. +ronkofoni "uara kata-kata yang dikeluarkan menjadi lebih terang didengar& karena frekuensi? nada-nada tinggi dihantarkan lebih baik. ,erjadi pada konsolidasi dimana hantaran menjadi lebih baik .. 0mforik +unyi napas yang ditimbulkan bila ada rongga di jaringan yang berhubungan langdung dengan bronkus (ka#iti) terdengar seperti meniup botol kosong. 1ara 3 "tetoskop diletakkan di atas daerah konsolidasi& bila penderita diminta mengatakan tujuh-tujuh katakata dapat didengar jelas& dikatakan bronkofoni positif. +unyi lain 3 "u--io hypo-rates& adalah bunyi yang dapat didengar apabila dada penderita digoyang-goyang. +iasanya terdapat pada keadaan-keadaan hidro pneumotoraks. +unyi yang terdengar seperti botol terisi air yang tidak penuh. <ambaran Ronki +asah Pada +ronkitis Kronis 7bstruktif& +ronkiektasis dan fibrosis 6nterstitial 7bstruktif /aktu terjadinya +ronkitis Kronis +ronkiektasis ,imbul pada a$al 0$al dan tengah inspirasi inspirasi +anyaknya ron-hi 'mumnya sedikit +iasanya -ukup basah banyak :fek batuk ,idak berubah +erubah sementara 6ntensiti ,ak nyaring 4yaring "ifat Kasar Kasar Ronki basah pada Mungkin ada 'mumnya ada ekspirasi ,ransmisi di mulut Dihantarkan Dihantarkan 9ibrosis 6nterstitial 0khir inspirasi Profuse ,idak berubah "eda alus Mungkin ada ,idak