Anda di halaman 1dari 6

PEMBAGIAN ENDAPAN BAHAN GALIAN DI INDONESIA BERDASARKAN TIPE DAN BENTUK PENGENDAPAN

A.

Bahan Galian
Bahan galian adalah suatu produk pertambangan yang diperoleh dengan

cara pelepasan dari batuan induknya dalam kerak bumi dan terdiri dari bebagai macam endapan mineral. Mineral adalah suatu benda yang berbentuk padat atau cair yang homogen yang terdapat didalam yang terbentuk secara alamiah dari bahan bahan anorganik mempunyai komposisi kimia tertentu. Proses terbentuknya endapan bahan galian merupakan komplek dan sering terjadi dalam satu proses dan saling bekerjasama. Meskipun dari salah satu jenis bahan galian nya adalah logam kalau terbentuk oleh proses yang berbeda dan menghalikan tipe endapan yang berbeda juga. Diantara gaya gaya geologi bijih terbentuk. Maka gaya geologi sangat memberikan peran penting dalam pembentukan bijih bahan galian. Dalam peranan nya bisa ada air tanah, air permukaan, air magmatik yang panas, metamorfisme, tenaga tenaga arus dan membentuk endapan bahan galian nya.

Sumber Asrad-redlan.blogspot 2010

Gambar 1 Contoh Pembentukan Bijih Oleh Gaya Geologi

B.

Bentuk Pengendapanya
Berdasarkan bentuk pengendapannya bahan galian ada beberapa bahan

galian dan proses keterbentukanya, antaralain yaitu : Konsentrasi Magmatik Konsentrasi magmatik terjadi pada saat batuan beku yang masih berupa magma dan itu bisa disebut dengan proses magmatik. Kecuali pada pembentukan intan, dimana tidak memerlukan konstrasi tetapi sudah memiliki satu kristal yang sudah berharga. Deposit bahan galian endapan proses magmatik memiliki ciri ciri yang dekat dengan batuan beku intrusif dalam atau intusif menengah. Konsentrasi ini dapay

diklasifikasikan dalam magmatik awal dan magmatik akhir. Hasil dari produk magmatik ini dapat dibagi menjadi 4 jenis yaitu : logam tunggal, oksida, silfisa dan batu mulia. Sublimasi Proses ini merupakan proses yang tidak begitu berarti dalam

pembentukan bahan galian namu ada beberapa bahan galian yang terbentuk akibat proses ini. Proses ini menyangkut perubahan yang langsung dalam keadaan gas dan menjadi padat tanpa melalui fase yang cair. Proses ini sangat berhubungan erat dengan kegiatan gunung berapi dengan jenis pumarol yang terbentuk dari sublimat yang dihasilkan dari jumlah nya yang tidak tentu. Belerang mereupakan hasil dari sublimasi ini dan merupakan bahan galian yang sering dicari oleh para penambang. Disamping blerang ada juga garam klorida dari besi, tembaga dan garam dari alkali lainya. Namun relatif tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk ditambang. Kontak Metasofisme Pada saat magma menerobos lapisan batuan maka magma tersebut semakin lama semakin kehilangan panasnya dan akhirnya akan membeku menjadi intrusif dangkal sampai dalam. Dalam proses ini jugalah akan terlihat adanya tekanan dan suhu yang berpengaruh kedalam kontak terobosanya, diantara kontak magma yang lkainya ini dapat dipengaruhi oleh 2 jenis antaralain yaitu : pengaruh panas saja karena tanpa adanya perubahan kimiawi baik magmanya pada batuan yang diterobos, dan pengaruh panas yang diakibatkan atau disertai oleh perubahan perubahan

kimiawi sebagao akibat pertukaran ion dan sebagainya. Dari magma ke batuan yang diterobos dan sebaliknya. Kedua jebs kontak ini

menghasilkan perbedaan yang sangat beda kecuali jarang sekali yang menghasilkan edapan yang sama seperti silimanit. Sebaliknya pada kontak metasofisme dapat dihasilkan bahan galian yang sangat memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Mineral ini terjadi karena kontak metasofisme akan lebih beraneka ragam dibandingkan dengan kontak metamorfisme hal ini dikarenakan disebut hanya konytak terakhir dari efek panas saja, sedangkan pada kontak metasomatis terjadi efek pada kimiawi secara bersama sama. Dikala komposisi magama yang menerobos batuan kaya dengan material bahan galian maka akan dihasiljan deposit kontak metasomatik terutama jika lingkungan nya terdiri dari batuan sedimen gampingan karena hal ini dapay menguntungkan untuk terjadinya reaksi kimia. Magma haruslah mengandung unsur utama untuk nantinya membentuk suatu bahan galian. Penerobosan harus terjdai di kedalaman yang cukup dalam dan tidak terlalu dangkal dan batuan yang diterobos haruslah batuan yang bereaksi. Jadi tidak semua terobosan magma akan membentuk endapan bahan galian dengan kontak metasomatisme. Suhu pada kontak ini berkisar antara 500o C sampai 1100oC untuk magma yang bersifat silika dan semakin jauh letak kontaknya suhunya semakin menurun. Mineral yang akan menunjukan suhu tertentu dimana mineral itu terbentuk, seperti adanya wollastonit yang menunjukan bahwa suhu tidak akan melebihi suhu 1125oC, kuarsa menunjukan suhu diatas 573oC dan seterusnya.

Sumber : Ahmadin.blogspot.com 2011 Gambar 2 Contoh Terbentuknya Urat (Vein) Emas

Sedimentasi Proses sedimentasi bukan saja membuat batuan batuan sedimen namin ada juga yang dapat menghasilkan mineral berharga seperti mangan, besi, tembaga dan masih banyak yang lainya. Walaupun demikian proses ini merupakan sifat kimiawi dan kemudian menjadi mineral yang berharga dengan keterbentukanya juga harus ada batuan yang bertindak sebagai sumber asal yang harus ada suatu proses untuk mengankut dan mengumpulkan hasil rombakan batuan pada pengendapan cekungan tertentu. Jadi dalam proses ini menjelaskan bahwa batuan asal yang akhirnya menhalami pengendapan dengan perubahan alterasi dan kemudian mungkin saja dapat terjadi alterasi dan batuan asal haruslah mengalami proses sedimentasi terlebih dahulu baik fisik dan kimianya sebelum mengalami pengendapan dan menjadi mineral yang berharga.

Pelapukan Merupakan proses yang terjadi dalam jangka lama dan terus menerus sehingga mineral yang dikandungnya akan mengalami disintregasi sebagai akibat pelapukan kimiawi. Pelapukan fisik dan kimiawi yang terdiri dario bermacam prose yang dapat bekerja sendiri ataupun secara bersama. Pelapukan ini banyak terjadi diaerah yang beriklim lembab dan panas seperti di Indonesia yang lebih menonjol.

Deposit Oleh Metafomisme Merupakan suatu proses dimana batuan dan mineral mengalami perbuahan karena adanya tekanan dan suhu yang tinggi yang ditimpakan lalu disampingkan dan disertai dengan penambahan karbon dioksida. Ubahan ini dapat dalam bentuk kristalisasi ataupun tidak contoh bahan galian nya adalah grafit, asbes, talk dan garnet.

KESIMPULAN

Bahan galian adalah suatu produk pertambangan yang diperoleh dengan cara pelepasan dari batuan induknya dalam kerak bumi dan terdiri dari bebagai macam endapan mineral. Lalu mineral adalah suatu benda yang berbentuk padat atau cair yang homogen yang terdapat didalam yang terbentuk secara alamiah dari bahan bahan anorganik mempunyai komposisi kimia tertentu. Dalam proses pembentukan nya ada 7 antaralain yaitu konsetrasi magmatik, sedimentasi, sublimasi, pelapukan, deposit metaformisme, kontak

metasomafisme.

DAFTAR PUSTAKA

Secret,.

2010,

Proses 2011,

Pembentukan

Bahan

Galian, Galian,

Blogspot.

s19nature.blogspot.com diakses pada tanggal 16 Februari 2014 Tambang UNSRI,. Pembentukan Bahan Blogspot.

tambangunsri.blogspot.com diakses pada tanggal 16 Februari 2014