Anda di halaman 1dari 17

PANCASILA Ideologi, falsafah, dasar erat kaitanya dengan kepribadian, jiwa dan pandangan hidup bangsa dalam menjalankan

kehidupana sebagai makhluk tuhan ataupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap bangsa memilki ideologi, falsafah dan dasar negara yang tertulis atau pun tidak tertulis dan di jadikan dasar, landasn dalam pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga membedakan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lain. Di Indonesia kita mengetahui bahwa ideologi, dasar, dan palsaafh kita adalah PANCASI A yang di jadikan dasar dalam membuat peraturan, maupun hukum serta merupakan kepribadian dan jiwa bangsa. !ujuan di berikanya tugas PANCASI A ini agar mahasiswa dapat memahami makna dan maksud dari setiap pan"asiaa sebagai dasar, faslasah, ideologi, pandangan hidup serat jiwa dan kepribadian bangsa. Selain itu juga mahasiswa dapat menjaga pan"asila yang merupakan filter masuknya budaya dari luar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Kedudukan dan Fungsi fungsi Pancasila 1. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia : Ideoligi berasal dari kata #Idea$ yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita cita dan logos yang berarti ilmu jadi Ideologi dapat diartikan adalah Ilmu pengeertian pengertian dasar. Dengan demikian Pan"asila sebagai Ideologi %angsa dimana pada hakekatnya Pan"asila merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi & ideologi lain di dunia, namun Pan"asila di angkat atau di ambil dari nilai'nilai adat'istiadat, kebudayaan serta religius yang terdapat

dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara sebelum membentuk suatu negara, dengan kata lain pan"asila merupakan bahan yang di angkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. %erbi"ara tentang ideologi yang menjadi rujukan pandangan hidup Negara Prof.Dr.Wiliam T.Blum PhD, guru besar dalam political cience pada !hicago "ni#ersity dalam bukunya $odern Political%&Idologies and 'titudes (&)!ulture( membagi ) teori mengenai Ideologi yaitu * +. !eori ,epentingan yaitu ideologi itu bersifat kejiwaan yang bisa di selidiki dan di jelaskan. -. !eori ,ebenaran yaitu usaha kebenaran dapat diwujudkan dengan usaha politik. .. !eori ,esulitan Sosial yaitu Ideologi yang lahir dari hal & hal yang tidak di sadari, sebagainpola jawaban terhadap kesulitan & kesulitan yang timbul dari masyarakat. ). !eori ,esulitan ,ultural yaitu ideologi yang timbul karena hal 'hal yang menyangkut hubungan perasaan dan arti hidup/Sentiment and 0eaning(. Dalam upaya a"tualisasi ideologi melalui kegiatan pandangan hidup yang akhirnya akan men"iptakan jati diri bangsa yang merupakan identitas dan kepribadian bangsa serta sebagai manifiestasi ideologi yang telah berakar kuat menjadi1$Pandangan 2idup$. 1.a Ideologi Terbuka dan Ideologi Ter u u! Ideologi !erbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka sedangkan ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ciri khas Ideologi tertutup *

+. ideologi itu bukan "ita'"ita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan "ita' "ita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. 2al ini berarti demi ideologi masyarakat harus berkorban untuk menilai keper"ayaan ideologi dan kesetiaannya sebagai warga masyarakat. -. Isinya bukan hanya berupa nilai'nilai dan "ita'"ita tertentu melainkan terdiri dari tuntutan'tuntutan konkret dan operasional yang keras. 3adi ideologi tertutup bersifat totaliter dan menyangkut segala segi kehidupan. Ciri khas ideologi terbuka * +. nilai'nilai dan "ita'"itanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri. -. dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah. .. tidak di"iptakan oleh negara melainkan digali dan ditemukan masyarakat itu sendiri. ). Isinya tidak operasional. 0enjadi operasional ketika sudah dijabarkan ke dalam perangkat peraturan perundangan. 3adi ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan masyarakat dalam menemukan dirinya, kepribadiannya di dalam ideologi tersebut. 1.b "ubungan filsafa dan Ideologi 4ilsafat sebagai pandangan hidup merupakan sistem nilai yang diyakini kebenarannya sehingga dijadikan dasar atau pedoman dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara, tentang makna hidup dan sebagai dasar dan pedoman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dengan demikian filsafat telah menjadi suatu sistem "ita'"ita5keyakinan'keyakinan yang telah menyangkut praksis karena dijadikan landasan "ara hidup manusia5masyarakat, sehingga filsafat telah menjelma menjadi ideologi.

Sedangkan ideologi memiliki kadar kefilsafatan karena bersifat "ita'"ita dan norma, dan sekaligus praksis karena menyangkut operasionalisasi, strategi dan doktrin. Ideologi juga menyangkut hal'hal yang berdasarkan satu ajaran yang menyeluruh tentang makna dan nilai'nilai hidup bagaimana manusia harus bersikap dan bertindak. 1.c Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Pan"asila sebagai ideologi terbuka maksudnya adalah Pan"asila bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Sebagai suatu ideologi terbuka, Pan"asila memiliki dimensi * +. Dimensi idealistis, yaitu nilai'nilai dasar yang terkandung dalam pan"asila yang bersifat sistematis dan rasional yaitu hakikat nilai yang terkandung dalam lima sila Pan"asila. -. Dimensi normatif, nilai'nilai yang terkandung dalam Pan"asila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma, sebagaimana terkandung dalam Pembukaan 66D +7)8. .. Dimensi realistis, harus mampu men"erminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. 9leh karena itu Pan"asila harus dijabarkan dalam kehidupan sehari'hari sehingga bersifat realistis artinya mampu dijabarkan dalam kehidupan nyata dalam berbagai bidang. ,eterbukaan Pan"asila dibuktikan dengan keterbukaan dalam menerima budaya asing masuk ke Indonesia selama budaya asing itu tidak melanggar nilai'nilai yang terkandung dalam lima sila Pan"asila. 0isalnya masuknya budaya India, Islam, barat dan sebagainya. Dengan kata lain kita sudah mengetahui bahwa Ideologi kita adalah PANCASI A yaitu * +. ,etuhanan yang 0aha :sa -. ,emanusiaan yang adil dan beradab

.. Persatuan Indonesia ). ,erakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan5perwakilan 8. ,eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Didalam sila & sila tersebut ada sila ke') yang menunjukan demokrasi dan sila kelima menunjukan sosialisme jadi Indonesia adalah "ampuran demokrati dan sosialis tapi bukan negara sosialis karena di dalam Pan"asilla juga terdapat sila yang mengakui adanya tuhan ;0: yaitu sila'+ dan selain ketiga sila & sila tersebut juga terdapat sila ke'- dan ke'. yang kesemua sila tersebut terdapat "iita & "ita dan tujuan %angsa Indonesia. Selain itu di dalam sila & sila terdapat butir butir sila yang merupkan nilai & nilai adat & istiadat, kebudayaan, religius hidup serta indentitas bangsa Indonesia yang heterogen dan mempunyai nilai uni<ersal yang bermakna dapat di terima dan sesungguhnya dapat di terapkan di seluruh dunia. #. Pancasila Sebagai $asar Bangsa : Setiap negara harus mempunyai dasar negara. Dasar negara merupakan fundamen atau pondasi dari bangunan negara. ,uatnya fundamen negara akan menguatkan berdirinya negara itu. ,erapuhan fundamen suatu negara, beraikbat lemahnya negara tersebut. Sebagai dasar negara Indonesia, Pan"asila sering disebut sebagai dasar falsafah negara /filosofis"he gronslag dari negara(, Staats fundamentele norm, weltans"hauung dan juga diartikan sebagai ideologi negara /staatsidee(. Negara kita Indonesia. Dalam pengelolaan atau pengaturan kehidupan bernegara ini dilandasi oleh filsafat atau ideologi pan"asila. 4undamen negara ini harus tetap kuat dan kokoh serta tidak mungkin diubah. 0engubah fundamen, dasar, atau ideology berarti

mengubah eksistensi dan sifat negara. ,eutuhan negara dan bangsa bertolak dari sudut kuat atau lemahnya bangsa itu berpegang kepada dasar negaranya. ,edudukan Pan"asila sebagai dasar negara yaitu Pan"asila sebagai dasar dari penyelenggaraan kehidupan bernegara bagi negara =epublik Indonesia. ,edudukan Pan"asila sebagai dasar negara seperti tersebut di atas, sesuai dengan apa yang tersurat dalam pembukaan 6ndang'6ndang Dasar +7)8 alenia ) antara lain menegaskan* #>.., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu dalam suatu susunan Negara =epublik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada* ,etuhanan ;ang 0aha :sa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalm permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia$. Dengan kedudukan yang istimewa tersebut, selanjutnya dalam proses

penyelenggaraan kehidupan bernegara memiliki fungsi yang kuat pula. Pasal'pasal 6ndang'6ndang Dasar +7)8 menggariskan ketentuan'ketentuan yang menunjukkan fungsi pan"asila dalam proses penyelenggaraan kehidupan bernegara. %erikut ini dikemukakan ketentuan'ketentuan yang menunujukkan fungsi dari masing'masing sila pan"asila dalam proses penyelenggaraan kehidupan bernegara. ,etentuan'ketentuan yang menunjukkan fungsi sila ,etuhanan ;ang 0aha :sa, yaitu* kehidupan bernegara bagi Negara =epublik Indonesia berdasar ,etuhanan ;ang 0aha :sa, negara menjamin kemerdekaan tiap'tiap penduduk untuk memeluk agama serta untuk beribadah menurut agama dan keper"ayaannnya, negara menghendaki adanya toleransi dari masing'masing pemeluk agama dan aliran keper"ayaan yang ada serta diakui eksistensinya di Indonesia, negara Indonesia memberikan hak dan kebebasan setiap warga negara terhadap agama dan keper"ayaan yang dianutnya. Selanjutnya ketentuan'ketentuan yang menunjukkan fungsi sila ,emanusiaan yang adil dan beradab, antara lain * pengakuan negara terhadap hak bagi setiap bangsa untuk menentukan nasib sendiri, negara menghendaki agar manusia Indonesia tidak memeperlakukan sesame manusia dengan "ara sewenang'wenang sebagai manifestasi sifat bangsa yang berbudaya tinggi, pengakuan negara terhadap hak perlakuan sama dan sederajat bagi setiap manusia, jaminan kedudukan yang sama dalam hukum dan

pemerintahan serta kewajiban menjunjung tinggi hokum dan pemerintahan yang ada bafi setiap warga negara. ,etentuan'ketentuan yang menunjukkan fungsi sila Persatuan Indonesia, yaitu* perlindungan negara terhadp segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, men"erdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiba dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, negara mengatasi segala paham golongan dan segala paham perseorangan, serta pengakuan negara terhadap kebhineka'tunggal'ikaan dari bangsa Indonesia dan kehidupannya. Selanjutnya ketentuan'ketentuan yang menunjukkan fungsi sila ,erkyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarata perwakilan, yaitu* penerapan kedaulatan dalam negara Indonesia yang berada di tangan rakyat dan dilakukan oleh 0P=, penerapan a?as musyawarah dan mufakat dalam pengambilan segala keputusan dalam negara Indonesia, dan baru menggunakan pungutan suara terbanyak bila hal tersebut tidak dapat dilaksanakan, jaminan bahwa seluruh warga negara dapat memperoleh keadlan yang sama sebagai formulasi negara hokum dan bukan berdasarkan kekuasaan belaka, serta penyelenggaraan kehidupan bernegara yang didasarkan atas konstitusi dan tidak bersifat absolute. ;ang terakhir adalah ketentuan'ketentuan yang menunjukkan fungsi sila ,eadlan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, antara lain* negara menghendaki agar perekonomian Indonesia berdasarkan atas a?as kekeluaraan, penguasaan "abang'"abang produksi yang penting bagi negara serta menguasai hajat hidup orang banyak oleh negara, negara menghendaki agar kekayaan alam yang terdapat di atas dan di dalam bumi dan air Indonesia dipergunakan untuk kemakmuran rakyat banyak, negara menghendaki agar setiap warga negara Indonesia mendapat perlakuan yang adil di segala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual, negara menghendaki agar setiap warga negara Indonesia memperoleh pengajaran se"ara maksimal, negara =epublik Iindonesia mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang pelaksanaannya ditur berdasarkan 6ndang'6ndang, pen"anangan bahwa pemerataan pendidikan agar dapat dinikmati seluruh warga negara Indonesia menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga, dan negara berusaha membentuk manusia

Indonesia seutuhnya. Sebagai dasar negara, Pan"asila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Pada bulan 3uni +7)8,@) tahun yang lalu, lahirlah sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pan"asila. Sebagai falsafah negara, tentu Pan"asila ada yang merumuskannya. Pan"asila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SA! dan ternyata merupakan light'star bagi segenap bangsa Indonesia di masa'masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari' hari, dan yang jelas tadi telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara =epublik Indonesia. Pan"asila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terke"uali bagi mereka yang tidak Pan"asilais. Pan"asila lahir + 3uni +7)8, ditetapkan pada +B Agustus +7)8 bersama'sama dengan 66D +7)8. %unyi dan u"apan Pan"asila yang benar berdasarkan Inpres Nomor +- tahun +7@B adalah satu, ,etuhanan ;ang 0aha :sa. Dua, ,emanusiaan yang adil dan beradab. !iga, Persatuan Indonesia. :mpat, ,erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan5perwakilan. Dan kelima, ,eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejarah Indonesia telah men"atat bahwa di antara tokoh perumus Pan"asila itu ialah, 0r 0ohammad ;amin, Prof 0r Soepomo, dan Ir Soekarno. Dapat dikemukakan mengapa Pan"asila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari gun"angan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena se"ara intrinsik dalam Pan"asila itu mengandung

toleransi, dan siapa yang menantang Pan"asila berarti dia menentang toleransi. ,edua, Pan"asila merupakan wadah yang "ukup fleksibel, yang dapat men"akup faham'faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang "ukup untuk memperkembangkan diri. ;ang ketiga, karena sila'sila dari Pan"asila itu terdiri dari nilai'nilai dan norma'norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan nilai serta norma yang bertentangan, pasti akan ditolak oleh Pan"asila, misalnya Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama akan ditolak oleh bangsa Indonesia yang bertuhan dan ber' agama. Diktatorisme juga ditolak, karena bangsa Indonesia berprikemanusiaan dan berusaha untuk berbudi luhur. ,elonialisme juga ditolak oleh bangsa Indonesia yang "inta akan kemerdekaan. Sebab yang keempat adalah, karena bangsa Indonesia yang sejati sangat "inta kepada Pan"asila, yakin bahwa Pan"asila itu benar dan tidak bertentangan dengan keyakinan serta agamanya. Dengan demikian bahwa falsafah Pan"asila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa'apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pan"asila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Pengertian Pan"asila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan 66D +7)8 dan sebagaimana tertuang dalam 0emorandum DP='C= 7 3uni +7@@ yang menandaskan Pan"asila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PP,I atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara =epublik Indonesia. 0emorandum DP='C= itu disahkan pula oleh 0P=S dengan ,etetapan No.DD50P=S5+7@@ jo. ,etetapan 0P= No.E50P=5+7F. dan ,etetapan 0P= No.ID50P=5+7FB yang menegaskan kedudukan Pan"asila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia. Inilah sifat dasar Pan"asila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar negara /philosophische grondslaag( =epublik Indonesia. Pan"asila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan 66D +7)8 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal +B Agustus +7)8 oleh PP,I yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. Dengan syarat utama sebuah bangsa menurut :rnest =enan* kehendak untuk bersatu /le desir d*etre ensemble( dan memahami Pan"asila dari sejarahnya dapat diketahui bahwa Pan"asila merupakan sebuah kompromi dan konsensus nasional karena memuat nilai'nilai yang dijunjung tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia. 0aka Pan"asila merupakanintelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. Penetapan Pan"asila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan /indifferentism(, tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka #%hinneka !unggal Ika$. 0engenai hal itu pantaslah diingat pendapat Prof.Dr. Supomo* #3ika kita hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan "orak masyarakat Indonesia, maka Negara kita harus berdasar atas aliran pikiran Negara / taatside( integralistik > Negara tidak mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar dalam masyarakat, juga tidak mempersatukan diri dengan golongan yang paling kuat, melainkan mengatasi segala golongan dan segala perorangan, mempersatukan diri dengan segala lapisan rakyatnya >$ Penetapan Pan"asila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara

Indonesia adalah Negara Pan"asila. 2al itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang'undangan. 0engenai hal itu,,irdi Dipoyudo /+7F7*.G( menjelaskan* #Negara Pan"asila adalah suatu negara yang didirikan, dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak'hak a?asi semua warga bangsa Indonesia /kemanusiaan yang adil dan beradab(, agar masing'masing dapat hidup layak sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin, memajukan kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, dan men"erdaskan kehidupan bangsa /keadilan sosial(.$ Pandangan tersebut melukiskan Pan"asila se"ara integral /utuh dan menyeluruh( sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya, dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak'hak a?asi semua warga bangsa Indonesia. Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu merupakan kewajiban negara, yakni dengan memandang manusia +ua talis, manusia adalah manusia sesuai dengan principium identatis'nya. Pan"asila seperti yang tertuang dalam Pembukaan 66D +7)8 dan ditegaskan keseragaman sistematikanya melalui Instruksi Presiden No.+- !ahun +7@B itu tersusun se"ara hirarkis'piramidal. Setiap sila /dasar5 a?as( memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah' pisahkan. 0elanggar satu sila dan men"ari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia'sia. 9leh karena itu, Pan"asila pun harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak dapat dipisah'pisahkan. 6saha memisahkan sila'sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pan"asila akan menyebabkan Pan"asila kehilangan esensinya sebagai dasar negara. Sebagai alasan mengapa Pan"asila harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh ialah karena setiap sila dalam Pan"asila tidak dapat diantitesiskan satu sama lain. Prof. Notonagoro melukiskan sifat hirarkis'piramidal Pan"asila dengan menempatkan sila #,etuhanan ;ang 0ahaesa$ sebagai basis bentuk piramid Pan"asila. Dengan demikian keempat sila yang lain haruslah dijiwai oleh sila #,etuhanan ;ang 0ahaesa$. Se"ara tegas, Dr. 2amka mengatakan* #!iap'tiap orang beragama atau per"aya

pada !uhan ;ang 0aha :sa, Pan"asila bukanlah sesuatu yang perlu dibi"arakan lagi, karena sila yang ) dari Pan"asila sebenarnya hanyalah akibat saja dari sila pertama yaitu ,etuhanan ;ang 0aha :sa.$ Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pan"asila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi* +. ,etuhanan yang $aha -sa, yang ber',emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber'Persatuan Indonesia, yang ber',erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan5 perwakilan, serta ber',eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. -. ,emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber',etuhanan yang mahaesa, yang ber'Persatuan Indonesia, yang ber',erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan5 perwakilan, dan ber',eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. .. Persatuan Indonesia, yang ber',etuhanan yang mahaesa, yang ber',emanusiaan yang adil dan beradab, ber',erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan5 perwakilan, dan ber',eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ). ,erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusya.aratan% per.akilan, yang ber',etuhanan yang mahaesa, yang ber',emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber'Persatuan Indonesia, dan ber',eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 8. ,eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang ber',etuhanan yang mahaesa, yang ber',emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber'Persatuan Indonesia, dan ber',erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan5 perwakilan. Isi Pembukaan 66D +7)8 adalah nilai'nilai luhur yang uni<ersal sehingga Pan"asila di dalamnya merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa. Cagasan <ital yang menjadi isi Pan"asila sebagai dasar negara merupakan jawaban kepribadian bangsa sehingga dalam kualitas awalnya Pan"asila merupakan dasar negara, tetapi dalam perkembngannya menjadi ideologi dari berbagai kegiatan yang berimplikasi

positif atau negatif. Pan"asila bertolak belakang dengan kapitalisme ataupun komunisme. Pan"asila justru merombak realitas keterbelakangan yang diwariskan %elanda dan 3epang untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Pan"asila sudah berkembang menjadi berbagai tahap semenjak ditetapkan pada tanggal +B Agustus +7)8,yaitu * +. !ahun +7)8'+7)B merupakan tahap politis. 9rientasi Pan"asila diarahkan pada Aand "hara"ter building. Semangat persatuan dikobarkan demi keselamatan N,=I terutama untuk menanggulangi an"aman dalam negeri dan luar negeri. Di dalam tahap dengan atmosfer politis dominan, perlu upaya memugar Pan"asila sebagai dasar negara se"ara ilmiah filsafati. Pan"asila mampu dijadikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang dalam karya'karyanya ditunjukkan segi ontologik, epismologik dan aksiologiknya sebagai raison dHetre bagi Pan"asila /Notonagoro, +78G( =esonansi Pan"asila yang tidak bisa diubah siapapun te"antum pada !ap 0P=S No. DD50P=S5+7@@. Dengan keberhasilan menjadikan #Pan"asila sebagai asas tunggal$, maka dapatlah dinyatakan bahwa persatuan dan kesatuan nasional sebagai suatu state building. -. !ahun +7@7'+77) merupakan tahap pembangunan ekonomi sebagai upaya mengisi kemerdekaan melalui Pembangunan 3angka Panjang Pertama /P3P I(. 9rientasinya diarahkan pada ekonomi, tetapi "enderung ekonomi menjadi #ideologi$ Se"ara politis pada tahap ini bahaya yang dihadapi tidak sekedar bahaya latent sisa C .GS5P,I, tetapi efek P3P + yang menimbulkan ketidakmerataan pembangunan dan sikap konsumerisme. 2al ini menimbulkan kesenjangan sosial yang mengan"am pada disintegrasi bangsa. Distorsi di berbagai bidang kehidupan perlu diantisipasi dengan tepat tanpa perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan nasional. !antangan memang trerarahkan oleh 9rde %aru, sejauh mana pelakasanaan #Pan"asila se"ara murni dan konsekuen$ harus

ditunjukkan. ,omunisme telah runtuh karena adanya krisis ekonomi negara #ibu$ yaitu 6ni So<yet dan ditumpasnya harkat dan martaba tmanusia beserta hak'hak asasinya sehingga perlahan komunisme membunuh dirinya sendiri. Negara'negara satelit mulai memisahkan diri untuk men"oba paham demokrasi yang baru. Namun, kapitalisme yang dimotori Amerika Serikat semakin meluas seolah menjadi penguasa tunggal. 9leh karena itu, Pan"asila sebagai dasar negara tidak hanya sekedar dihantui oleh bahaya sub<ersinya komunis, melainkan juga harus berhadapan dengan gelombang aneksasinya kapitalisme. .. !ahun +778'-G-G merupakan tahap #repostioning$ Pan"asila. Dunia kini sedang dihadapkan pada gelombang perubahan yang "epat sebagai implikasi arus globalisasi. Clobalisasi sebagai suatu proses pada hakikatnaya telah berlangsung jauh sebelum abad ke'-G sekarang, yaitu se"ara bertahap, berawal #embrionial$ di abad +8 ditandai dengan mun"ulnyanegara'negara kebangsaan, mun"ulnya gagasan kebebasan indi<idu yang dipa"u jiwa renaissan"e dan aufklarung. 2akikat globalisasi sebagai suatu kenyataan subyektif menunjukkan suatu proses dalam kesadran manusia yang melihat dirinya sebagai partisipan dalam masyarakat dunia yang semakin menyatu, sedangkana kenyataan obyektif globlaisasi merupakan proses menyempitnya ruang dan waktu, #men"iutnya$ dunia yang berkembang dalam kondisi penuh paradoks. 0enghadapi arus globalisasi yang semakin pesat, keurgensian Pan"asila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Pan"asila dengan sifat keterbukaanya melalui tafsir' tafsir baru kita jadikan pengawal dan pemandu kita dalam menghadapi situasi yang serba tidak pasti. Pan"asila mengandung komitmen'komitmen transeden yang memiliki #mitosnya$ tersendiri yaitu semua yang #mitis kharismatis$ dan #irasional$ yang akan tertangkap arti bagi mereka yang sudah terbiasa berfikir se"ara teknis'positi<istik dan pragmatis semata.

Nilai'nilai luhur yang telah dipupuk sejak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh kekuasaan 9rde ama dan 9rde %aru. 9rde ama mengembangkan Pan"asila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substantif, melainkan di'instumentalisasi'kan sebagai alat politik semata. Demikian pula di 9rde %aru yang #berideologikan ekonomi$, Pan"asila dijadikan asas tunggal yang dimanipulasikan untuk ,,N dan kroni'isme dengan mengatasnamakan sebagai 0andatoris 0P=. ,ini terjadi krisis politik dan ekonomi karena pembangunan menghadapi jalan buntu. ,risis moral budaya juga timbul sebagai implikasi adanya krisis ekonomi. 0asyarakat telah kehilangan orientasi nilai dan arena kehidupan menjadi hambar, kejam, gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. Pan"asila malah diplesetkan menjadi suatu satire, ejekan dan sindiran dalam kehidupan yang penuh paradoks. Pembukaan 66D +7)8 dengan nilai'nilai luhurnya menjadi suatu kesatuan integral'integratif dengan Pan"asila sebagai dasar negara. 3ika itu diletakkan kembali, maka kita akan menemukan landasan berpijak yang sama, menyelamatkan persatuan dan kesatuan nasional yang kini sedang mengalami disintegrasi. =e<italisasi Pan"asila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa Pan"asila harus diletakkan utuh dengan pembukaan, di'eksplorasi'kan dimensi'dimensi yang melekat padanya, yaitu * /ealitasnya0 dalam arti bahwa nilai'nilai yang terkandung di dalamnya dikonkretisasikan sebagai kondisi "erminan kondisi obyektif yang tumbuh dan berkembang dlam masyarakat. Idealitasnya0 dalam arti bahwa idealisme yang terkandung di dalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan diobjekti<asikan sebagai #kata kerja$ untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga masyarakat guna melihat hari depan se"ara prospektif, menuju hari esok lebih baik. 1leksibilitasnya0 dalam arti bahwa Pan"asila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan mandeg dalam kebekuan oImatis dan normatif, melainkan terbuka bagi tafsir'tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan ?aman yang

berkembang. Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya, Pan"asila menjadi tetap aktual, rele<an serta fungsional sebagai tiang'tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan jiwa dan semangat #%hinneka tunggal Ika$ =e<italisasi Pan"asila Pan"asila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan moral, sehingga moralitas Pan"asila dapat dijadikan sebagai dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi. 0oralitas juga memerlukan hukum karena keduanya terdapat korelasi. 0oralitas yang tidak didukung oleh hukum kondusif akan terjadi penyimpangan, sebaliknya, ketentuan hukum disusun tanpa alasan moral akan melahirkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai'nilai luhur Pan"asila. Dalam upaya mere<italisasi Pan"asila sebagai dasar negara maka disiapkan lahirnya generasi sadar dan terdidik. Sadar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai'nilai Pan"asila, terdidik dalam arti generasi yang mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan demikian akan dimun"ulkan generasi yang mempunyai ide'ide segar dalam mengembangkan Pan"asila. 2anya dengan pendidikan bertahap dan berkelanjutan, generasi sadar dan terdidik akan dibentuk, yaitu yang mengarah pada dua aspek. Pertama, pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan profesional, dan kedalaman intelektual, kepatuhankepada nilai'nilai )it is matter of ha#ing2. ,edua, pendidikan untuk membentuk jatidiri menjadi sarjana yang selalu komitmen dengan kepentingan bangsa )it is matter of being2. %angsa Indonesia dihadapkan pada perubahan, tetapi tetap harus menjaga budaya' budaya lama. Sekuat'kuatnya tradisi ingin bertahan, setiap bangsa juga selalu mendambakan kemajuan. Setiap bangsa mempunyai daya preser<asi dan di satu pihak daya progresi di lain pihak. ,ita membutuhkan telaah'telaah yang kontekstual, inspiratif dan e<aluatif.

Pere<italisasikan Pan"asila sebagai dasar negara dalam, kita berpedoman pada wawasan * +. piritual, untuk meletakkan landasan etik, moral, religius sebagai dasar dan arah pengembangan profesi -. 'kademis, menunjukkan bahwa 0,6 Pan"asila adalah aspek being, tidak sekedar aspek ha<ing .. ,ebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasionalisme ). $ondial, menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya perkembangan dalam mayaraka dunia yang #terbuka$. Dalam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda oleh arus krisis dan disintegrasi maka Pan"asila tidak terhindar dari berbagai ma"am gugatan, sinisme, serta pele"ehan terhadap kredibilitasnya. Namun perlu kita sadari bahwa tanpa adanya #platform$ dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan an"aman. .. 0elalui pemahaman inilah Pan"asila dikembangkan dalam semangat demokrasi yang se"ara konsensual akan dapat mengembangkan nilai praktisnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba pluralistik. Selain itu melestarikan dan mengembangkan Pan"asila sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan oleh para pendahulu, merupakan suatu kewajiban etis dan moral yang perlu diyakinkan oleh generasi sekarang.

Anda mungkin juga menyukai