Daniel Atmario Butarbutar 031311133253 C-1
1. Apa yang dimaksud dengan asas hukum ? Menurut Paul Scholten dalam buku Refleksi Tentang Hukum oleh Bruggink terjemahan Arief Sidharta, asas hukum bila diuraikan adalah sebagai berikut : Pikiran-pikiran dasar, yang terdapat di dalam dan di belakang sistem hukum masingmasing dirumuskan dalam aturan-aturan perundang-undangan dan putusan-putusan hakim, yang berkenaan dengannya ketentuan-ketentuan dan keputusan-keputusan individual dapat dipandang sebagai penjabarannya. ( h.119-120 ) . Dalam buku yang sama juga diberikan definisi asas hukum oleh Karl Larenz yang menyatakan bahwa asas hukum adalah gagasan yang membimbing dalam pengaturan hukum ( yang mungkin ada atau yang sudah ada ), yang dirinya sendiri bukan merupakan aturan yang diterapkan, tetapi yang dapat diubah menjadi demikian ( h.121 ). Sedangkan Robert Alexy mendefinisikan asas hukum sebagai berikut : aturan yang mengharuskan bahwa sesuatu berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yuridis dan faktual seoptimal mungkin direalisasikan ( h.121 ). Ron Jue membatasi pengertian asas hukum sebagai berikut : Nilai-nilai yang melandasi kaidah-kaidah hukum disebut asas-asas hukum. Asas itu menjelaskan dan melegitimasi kaidah hukum; diatasnya bertumpu muatan ideologis dari tatanan hukum. Karena itu, kaidah-kaidah hukum dapat dipandang sebagai operasionalisasi atau pengolahan lebih jauh dari asasasas hukum. ( h.121 ) Bruggink menyimpulkan pendapat-pendapat diatas sebagai berikut : Asas hukum adalah sejenis meta-kaidah berkenaan dengan kaidah perilaku, sementara itu asas hukum juga dapat memenuhi fungsi yang sama seperti kaidah perilaku. Sebab, meta-kaidah ini memuat ukuran/kriteria nilai ( waardemaatstaven ) ( h.122 ). Selain itu asas hukum dilain pihak sama seperti kaidah perilaku karena secara tidak langsung juga memberikan arah pada perilaku yang diinginkan. ( h.132 ) 2. Apa fungsi asas hukum ? Menurut Bruggink, fungsi asas hukum adalah merealisasikan ukuran nilai sebanyak mungkin dalam kaidah-kaidah dari hukum positif dan penerapannya ( h.122) dalam buku yang sama, Bruggink juga menyatakan bahwa asas hukum mengemban fungsi ganda, yaitu sebagai fondasi dari sistem hukum positif dan sebagai batu-uji kritis terhadap sistem hukum positif ( h.133 ).
Daniel Atmario Butarbutar 031311133253 C-1
3. Beri contoh asas-asas hukum ! 1. Pacta Sunt Servanda setiap perjanjian menjadi hukum yang mengikat bagi para pihak yang melakukan perjanjian ( h.135 ) (pasal 26 Konvensi Wina 1969) 2. Geen Straaf Zonder Schuld tiada hukuman tanpa kesalahan ( h.135 ) 3. Asas Konsensualisme, asas konsensualisme ini memberikan batasan bahwa suatu perjanjian terjadi sejak tercapainya kata sepakat antara pihakpihak, dengan kata lain perjanjian itu sudah sah dan membuat akibat hukum sejak saat tercapainya kata sepakat antara pihak-pihak mengenai pokok perjanjian (Pasal 1320 KUHPerdata) 4. Asas Kepercayaan ( vertrouwensbeginsel ), asas yang menyatakan bahwa seseoarang yang mengadakan perjanjian dengan pihak lain menumbuhkan kepercayaan di antara kedua pihak bahwa satu sama lain akan memegang janjinya atau melaksanakan prestasinya masing-masing ( h.136 ) 5. Lex superior derogat legi inferior, Peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan yang lebih rendah tingkatannya (Pasal 7 UU No.10 Tahun 2004) 6. Lex posterior derogat legi priori, Peraturan yang lebih baru
mengesampingkan peraturan yang sebelumnya (Contohnya, UU No.14 Tahun 1992 tentang UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
mengesampingkan UU No. 13 Tahun 1965) 7. Lex specialis derogate legi generali, Peraturan yang lebih khusus mengesampingkan peraturan yang bersifat lebih umum (Contohnya, pemberlakuan KUH perdagangan) Dagang terhadap KUH perdata dalam hal
4. a. Apa itu perlindungan hukum ? Perlindungan Hukum terdiri dari dua kata, yakni perlindungan dan hukum. Perlindungan dalam Peraturan Pemerintah No.2 Tahun 2002 Tentang Tatacara Perlindungan Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun
Daniel Atmario Butarbutar 031311133253 C-1
mental, kepada korban dan saksi, dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak manapun, yang diberikan pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan. Berarti perlindungan hukum adalah segala upaya pemberian rasa aman baik fisik maupun mental yang sesuai dengan hukum b. Apa itu perlindungan hukum preventif dan represif ? Menurut Hadjon dalam bukunya Pengantar Hukum Administrasi Indonesia, perlindungan hukum preventif adalah bentuk perlindungan hukum dimana kepada rakyat diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. Artinya perlindungan hukum yang bertujuan untuk mencegah sengketa. Sedangkan perlindungan hukum represif adalah bentuk perlindungan hukum dimana lebih ditujukan dalam penyelesian sengketa.