Anda di halaman 1dari 16

PENDAHULUAN

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

P E N D A H U L U A N

HASIL

Peningkatan perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan biasanya didefinisikan sebagai peningkatan 10 mm Hg, dan dapat ditemukan sampai dengan 24% pada individu yang sehat. Telah dikemukakan bahwa identifikasi perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan sangat penting untuk mengetahui pengobatan hipertensi yang tepat, pengambilan keputusan klinis dan pengawasan.

PENDAHULUAN

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

P E N D A H U L U A N

HASIL

Perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan telah dipelajari pada pasien di pelayanan primer, pada pasien dengan berbagai manifestasi penyakit vaskular, dan populasi kohorts -dasar. Telah ditemukan hubungan faktor risiko kardiovaskular klasik dan baru dan kemungkinan perkiraan kejadian kardiovaskular.

PENDAHULUAN

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

P E N D A H U L U A N

HASIL

Namun, data epidemiologi pada perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan relatif jarang. Sementara hubungan antara perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan dan kematian tercatat pada 3 penelitian prospektif yang kecil dan data meta-analisis yang dikumpulkan dari 20 penelitian sebelumnya, serta bukti pada hubungan dengan penyakit jantung kurang konsisten.

PENDAHULUAN
HASIL

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

T U J U A N

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan distribusi pada perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan dan faktor risiko yang berhubungan dalam Penelitian Jantung Framingham (FHS) dengan kohort asli (original) dan keturunan (offspring) dan untuk menentukan hubungan antara perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan dan kejadian kardiovaskular dan semua penyebab kematian.

PENDAHULUAN
HASIL

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

M E T O D E

Dalam perekrutan peserta pada penelitian FHS ini dikelompokan kedalam study kohort ( original dan offspring ). Dari original kohort FHS sebanyak 5209 yang direkrut pada tahun 1948, 1.026 pria dan wanita menghadiri pemeriksaan FHS antara tahun 1991-1994. Ada juga 3532 pria dan wanita dari penelitian offspring kohort yang hadir pada siklus keturunan keenam pemeriksaan dari tahun 1995-1998. Pada 4558 jumlah peserta original dan offspring kohort, 494 tidak dilibatkan karena mereka tidak memiliki pengukuran tekanan darah pada kedua lengan.

PENDAHULUAN
HASIL

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

M E T O D E

Pada peserta yang tersisa, 66 peserta < 40 tahun dan 608 dengan penyakit kardiovaskular yang lazim dikeluarkan. Peningkatan perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan didefiinisikan sebagai perbedaan tekanan darah sistolik antar lengan > 10 mm Hg.

PENDAHULUAN
HASIL

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

M E T O D E

Pada kejadian penyakit kardiovaskuler peserta diikuti sampai tahun 2010 untuk insiden pertama, didefinisikan sebagai penyakit jantung koroner, kejadian serebrovaskular, klaudikasio intermiten, atau gagal jantung kongestif. Analisis regresi multivariabel cox proporsional hazards dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tekanan darah antar lengan pada insiden penyakit kardiovaskular.

Ada 3073, 246, dan 71 peserta dengan ISBPD masing-masing <10 mm Hg , 10 sampai < 15 mm Hg dan > 15 mm Hg.

Menunjukkan bahwa kategori ISBPD > 10 mm Hg memiliki probabilitas signifikan lebih tinggi untuk kejadian kardiovaskular dari pada ISBPD < 10 mm Hg (tes log rank chi - square = 18.2, P < .0001).

PENDAHULUAN
HASIL

TUJUAN
KESIMPULAN

KRITERIA DAN METODE

K E Berdasarkan studi kohort komunitas, secara S umum ISBPD berkaitan dengan peningkatan resiko kardiovaskuler secara signifikan. Bahkan I setelah mengalami penyesuaian variabel. Secara M klinis perbedaan ISBPD pada ekstremitas atas P merefleksikan resiko kardivaskuler. U Kekurangan Penelitian ini adalah dilakukannya L pemeriksaan secara sequential dan tidak simultan A dan antara satu pemeriksaan dengan N pemeriksaan yang lain hasilnya bisa berlawanan.