Anda di halaman 1dari 2

BAB IV PEMBAHASAN

Sindrom Sjogren adalah sebuah kelainan otoimun di mana sel imun menyerang dan menghancurkan kelenjar eksokrin yang memproduksi air mata dan liur. Sindrom ini dinamakan dari seorang ahli penyakit mata Henrik Sjgren (1899-1986) dari Swedia, yang pertama kali memaparkan penyakit ini. Sindrom Sjgren selalu dihubungkan dengan kelainan rheumatik seperti arthritis rheumatoid, dan terdapat faktor rheumatoid positif pada 90 persen dari jumlah kasus. Gejala-gejala utama pada sindrom ini adalah kekeringan mulut dan mata. Lainnya, sindrom Sjgren juga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit, hidung, dan vagina. Sindrom ini juga dapat memengaruhi organ lainnya seperti ginjal, pembuluh darah, paru-paru, hati, pankreas, dan otak. Sembilan dari sepuluh pasien Sjgren adalah wanita dan usia rata-rata pada akhir 40-an. Selebihnya penyakit ini dapat timbul pada pria dan wanita segala umur (Scofield, 2005). Menurut Hartono (1995), tanda dan gejala sindrom sjogren antara lain mulut kering, karies gigi, pembengkakan kelenjar ludah, mata kering, hidung dan tenggorokan kering, kulit kering, depresi dan kelelahan, perubahan internal. Penetapan diagnosis sindrom Sjogren cukup sulit dengan gejala-gejala yang bervariasi. Kombinasi beberapa tes dapat membantu untuk menetapkan sindrom Sjgren. Tes tersebut antara lain tes darah, tes schimer, fungsi kelenjar liur, serta sebuah tindakan prosedur radiologis dapat digunakan untuk mendiagnosis sindrom Sjogren. Gejala-Gejala yang timbul oleh karena sindroma mata kering ialah mata sering gatal, rasa seperti terbakar, panas, dan pedih, mata sering merah dan iritasi, dll. Pengobatan untuk mata meliputi penggunaan air mata buatan bebas pengawet untuk siang hari dan salep mata untuk malam hari, lubrikasi pada mata kering dengan tetes mata buatan membantu mengurangi gejala akibat sindrom mata kering, dapat diberikan sekretagogum yaitu stimulat muskarinik reseptor. Gejala pada mulut biasanya kekeringan ringan sampai parah di mulut, sensasi terbakar dilidah dan jaringan mulut, bau mulut, penyakit gusi meningkatkan kerusakan gigi, kesulitan makan makanan kering, perubahan rasa,

29

30

pecah-pecah pada sudut mulut, kesulitan menelan. Pengobatan kelainan dimulut akibat Sindrom Sjogren meliputi pengobatan dan pencegahan karies, mengurangi gejala dimulut, memperbaiki fungsi mulut. Jadi, sindrom sjogren dapat mempengaruhi keehatan gigi karena menimbulkan kekeringan mulut disebabkan saliva yang diproduksi berkurang mengakobatkan gigi menjadi karies.