Anda di halaman 1dari 4

2. Struktur makroskopik dan mikroskopik kelenjar kelenjar yang membantu system pencernaan dan fungsinya!

Kelenjar saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mucus. Komposisi saliva terdiri dari sekresi serosa, yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium, kalium, klorida dan bikarbonat). Sekresi mucus lebih kental dan lebih sedikit mengandung glikoprotein (musin), ion dan air. Ada tiga kelenjar saliva, yaitu :

1. Kelenjar Parotid adalah kelenjar saliva terbesar, agak kebawah dan di depan telinga, membuka melalui duktus parotid (stensen). Menghasilkan saliva yang banyak mengandung air. 2. Kelenjar submandibular (submaksilaris), kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula, membuka melalui duktus Wharton menuju ke dasar mulut pada kedua sisi frenulum lingua. 3. Kelenjar sublingual terletak didasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju kedasar mulut. Fungsi saliva : 1. Melarutkan makanan secara kimia untuk pengecapan rasa. 2. Melembabkan dan melumasi makanan sehingga dapat ditelan. Memberikan kelembaban pada bibir dan lidah sehingga terhindar dari kekeringan.

3. Amylase pada saliva mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltose , suatu disakarida. 4. Zat bangun sperti asam urat dan urea, serta berbagai zat lain seperti obat, virus, dan logam, diekskresi ke dalam saliva. 5. Zat antibakteri dan antibody berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi.

Kelenjar Lambung 1. Kelenjar jantung pada lambung ditemukan pada di regia mulut lambung, hanya mensekresi mucus.

2. Kelenjar fundus lambung terdiri dari 3 jenis sel : a. Sel chief (zimogenik) mensekresi pepsinogen, prekursor enzim pepsin. Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung. b. Sel parietal mensekresi asam klorida (HCl) dan factor intrinsik. 1) Dalam pembuatan HCl, CO2 bergerak kedalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik.

2) H2CO3 terionisasi unutk membentuk H+ dan HCO3-. Ion bikarbonat keluar dari sel untuk digantikan ion klorida dan masuk sirkulasi sistemik 3) Ion hydrogen ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Mensekresi barier mucus setebal 1mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan HCl atau autodigesti. 3. Kelenjar pylorus terletak pada regia antrum pylorus. Kelenjar ini mensekresi mucus dan gastrin, suatu hormon peptide yang berpengaruh besar dalam proses skresi lambung.

Kelenjar usus 1. Kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka diantara basis basis vili. Kelenjar ini mensekresi hormone dan enzim a. Enzim dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. b. Hormone yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran cerna : sekretin, CCK dan GIP berperan menghalangi sekresi kelenjar lambung, peptide usus vasoaktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos, substansi P mempengaruhi aktivasi motorik otot polos, somatostatin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin. 2. Kelenjar penghasil mucus a. Sel goblet terletak di epitilium sepanjang usu halus, memproduksi mucus pelindung b. Kelenjar brunner terletak dalam submukosa duodenum. Memproduksi mucus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk kedalam pylorus melalui lambung. 3. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormone hormone gastrointestinal.