Anda di halaman 1dari 2

Puisi Budi Rahmad Surat Pada Tuhan Sebelum Hari Pencoblosan Tuhan kami tulis surat pada Mu dengan

hati nan sungguh sebab setiap tanya harus segera berjawab karena ragu mesti berlabuh sebelum hari pencoblosan tiba Tuhan surat kami tak kan panjang seperti pidato dan syair pujangga yang kerap terlontar lewat mikropon mikropon di hari sebelum pencoblosan Tuhan surat kami juga taklah bergambar seperti pamplet dan baliho yang tertancap pada pepohon reranting dedaunan pada hari sebelum pencoblosan Tuhan surat kami tak bersampul seperti amplop putih yang tiba di subuh hari sesaat sebelum pencoblosan surat kami tak menulis sekarung intan tak ingin sekardus permata tak juga berharap kepingan emas kami tulis surat ini bertinta air mata di tengadah jemari pada setiap bait doa di atas sajadah surat kami hanya pengharapan nanti ketika hari pencoblosan tiba tak Kau tiupkan murka tak Kau umbar amarah dan tak Kau kirim siksa surat ini adalah ketakutan kami akan alfa akan gelisah dan khilaf yang berulang ulang lalu menusuk nusuk kepala menghisap darah menghanguskan raga karena itu Tuhan beri kami tanda beri kami jawab sebelum hari itu datang

jika memang murka amarah siksa adalah jawabanya kami berserah Pangkalpinang Februari 2 !"