Anda di halaman 1dari 3

TEKNOLOGI PENANGANAN HASIL PERIKANAN (TPHP) PENANGANAN IKAN DI DARAT

Oleh : Emma Rochima. S.Pi.. Msi. TATA NIAGA PEMASARAN IKAN SEGAR

Tempat Pelelangan Ikan

Pasar Induk

Pabrik Pengolahan

Super Market

Pasar Pengecer

Pedagang Keliling

Konsumen Akhir

PENANGANAN IKAN DI TPI Transaksi Ikan Pertama kali di TPI Tempat pendaratan Ikan langsung setelah kapal penangkap ikan beroperasi. S arat TPI! antara lain : Persediaan air bersih. Tempat pen impanan es "adah tempat melelang ikan #antai mudah dibersihkan! tidak ada genangan Segera setelah tiba di pelabuhan! maka dilakukan proses pembongkaran dengan cara: Mengeluarkan air dari dalam $adah berisi ikan Ikan dipindahkan ke dalam keran%ang Ikan dicuci dengan men emprotkan air laut dingin &iberi es lalu diba$a ke TPI secara tertutup &i TPI! ikan langsung dipindahkan ke $adah pelelangan atau bahkan ikan langsung ditumpahkan ke lantai pelelangan Pelelangan ter%adi pagi'sore hari untuk menghindari panas terlalu tinggi. Selama pema%angan! ikan selalu disiram air dingin agar suhu ikan tetap dingin dan lendir hilang.

Ikan ang dipa%ang di etalase didinginkan dengan cara meletakkan es dalam ruang etalase atau kombinasi udara dingin dan es. (umlah ikan ang dipa%ang secukupn a sebagai sampel sa%a! sedangkan sisan a disimpan di cool bo). Pema%angan ikan disesuaikan dengan %enis! ukuran dan tingkat kesegaran. Ikan dari TPI masuk ke pasar induk pada malam sampai men%elang pagi. Pengangkutann a sore hari agar pendinginan e*ekti* Saat memasarkan ikan malam hari perlu diperhatikan : #ampu penerangan tidak terlampau dekat dengan me%a pan%ang. Ikan ang tidak ter%ual secepatn a disimpan kembali dalam $adah ber+es dan garam ,!-. dari berat es agar dapat ter%ual esok harin a. "adah pen impanan sebaikn a terbuat dari isolator ang baik /st ro*oam! plastik! *iberglas0 Pema%angan sisa ikan cukup sekali %ika lebih maka men%adi tidak la ak konsumsi. Sisa ikan tadi diolah men%adi ikan asin atau tepung ikan.

Ikan diturunkan'dinaikkan dari truk menggunakan papan peluncur untuk menghindari benturan Ikan Ikan diatur di atas truk dengan $adah bak *iberglas berukuran 1-2)132)122 cm 3 ang diisi air dan es. Tu%uann a untuk mengurangi benturan selama per%alanan dan mempertahankan suhu. 3. PENIMPANAN IKAN DI DARAT. Sasaran penanganan ikan tuna segar untuk ekspor aitu agar muat di kapal udara dengan kemasan la ak dalam penerbangan. (ika ikan terpaksa disimpan dahulu menunggu penerbangan! pen impanan harus suhu rendah dengan cara : &irendam di bak berisi air 4 es. &irendam di bak air ang didinginkan oleh mesin. &isimpan dalam dalam ruang berisolasi campur es. &isimpan dalam cool room dicampur es. 4. PENANGAN IKAN DAN PENGEPAKAN UNTUK EKSPOR. &ia$asi oleh pembeli dengan cara menempatkan petugasn a di pabrik pengolahan. &i dalam pabrik pengolahan! ikan tuna di perlakukan berbeda! contohn a : Ikan ang ditangkap dengan perahu kecil /$aktu operasi sehari0 biasan a tidak dies atau tidak dibuang isi perut dan insangn a. Karenan a ikan ini harus disiangi! dicuci lalu didinginkan dahulu. Ikan ang telah disiangi! tapi masih meninggalkan potongan ang belum rapih! harus dirapihkan dahulu. LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN IKAN EKSPOR : 1. SORTI56 ,. 7#EA5I56 3. "EI68I56 &A5 TA66I56 9. PA7KI56 -. TRA5SPORTI56 1. SORTING. Saat ikan harus diproses! maka ikan dikeluarkan dari tempat pen impanan lalu diletakkan ber%a%ar di atas me%a prosesing. &isini dilakukan :

a.0 Pemisahan ikan+ikan berukuran di ba$ah standar. :mumn a ikan ; 1- kg tidak diekspor b.0 Pemeriksaan mutu organoleptik. &ilakukan oleh petugas pembeli meliputi penampakan keseluruhan! sa atan daging pada ekor. Ikan ang lolos dalam seleksi di kategorikan dalam 3! aitu A! < dan 7 ang kriterian a ditentukan sendiri oleh pembeli. :mumn a tuna digunakan untuk sashimi di (epang. 2. CLEANING. Ikan ang lolos sorting dibersihkan sisa kotoran! darah dan lendirn a dengan busa ang harus sering dicuci air dingin. 8asil akhir berupa ikan ang bersih dan kering. 3. WEIGHING DAN TAGGING. Ikan ditimbang satu persatu lalu ditandai dengan label kertas berisi keterangan berat dan %enis ikan / ello$*ish! blue*in atau bige e0 ang diikatkan pada ekor. 4. PACKING. Pengepakkan menggunakn karton ukuran 1-2)3-)3- cm3 ang terdiri dari dua bagian! bagian badan dan tutup ang lebih besar. <agian ba$ah karton dilapis lembaran busa poli+uretan = mm ang diapit lembaran poli+propilen di kedua sisin a. Pelapis 3 lembar ini dipakai untuk membungkus ikan rapat+rapat saat ikan dimasukkan dalam karton. Rongga perut ikan diisi kantong plastik berisi es 1 kg /1+, buah0 atau dengan es kering 2!,- kg ang dibungkus kertas tebal! kertas min ak ditempatkan disudut karton. Tiap karton diisi 1+, ekor tuna sesuai ukuran ikan. (ika , ekor maka ditempatkan berla$anan arah. Setelah ditutup! karton diikat dengan pita plastik atau semi automatic strappimg machine /3+9 detik' ikatan0 Penempelan label dari perusahaan penerbangan ang berisi in*ormasi : o 5omor air-way bill o <andar udara tu%uan o <erat total tang akan diisi oleh perusahaan penerbangan saat akan naik pesa$at dan nomor karton. 5. TRANSPORTING. &iperlukan koordinasi antara petugas perusahaan penerbangan agar pengiriman ikan tepat $aktu. Pengangkutan ideal menggunakan truk bak tertutup pendingin! namun tidak selalu dapat dilakukan. (ika %arak dekat truk terbuka dapat digunakan asal ikan terlindung dari matahari langsung.