Anda di halaman 1dari 2

19 Januari 2010

SOP Penatalaksanaan Jenasah HIV / Aids


Pengertian Tujuan Jenazah adalah seseorang yang meninggal karena penyakit 1. 2. Upaya pencegahan standar atau pencegahan dasar pada semua kondisi Mencegah penularan secara kontak pada petugas atau masyarakat umum emua kendali dan tanggung ja!ab ada pada tenaga medis dan paramedis Peralatan dalam keadaan steril saat digunakan dia!al dan dilakukan strilisasi ulang saat setelah pemakaian sesuai prosedur sterilisasi alat penanganan jenazah Prosedur disini dengan semua prosedur semua ditangani oleh petugas mulai saat memandikan sampai menguburkan kecuali saat mensholati yang akan dipimpin oleh modin setempat Pelaksana pera!atan jenazah adalah bidan dan pera!at tumpang ke!aspadaan dini dalam hal ini yang paling gencar saat ini adalah %&'()&* dan +,U burung- tetapi tidak menutup kemungkinan penyakit .penyakit lain yang berbahaya.

Kebijakan

1. 2.

".

#. $.

Prosedur

)lat /ang *isiapkan 0 )lat pelindung diri diantaranya 0 sarung tangan- pelindung muka 1masker dan kaca mata2- gaun3jubah3apron dan pelindung kaki

Penatalaksanaan 0 1. Petugas melakukan cuci tangan dengan menggunakan antiseptik bisa pilih salah satu antiseptik dan dilanjutkan dengan mencuci tangan kembali dengan air mengalir selama 2($ Menit emua Petugas memakai alat pelindung semua alat haru dipakai pada saat menangani jenazah untuk mengurangi pejanan darah dan cairan tubuh jenazah Petugas yang sudahberpakain lengkap mengangakat jenazah ke meja untuk dimandikan etelah selesasi dimandikan jenazah di siram dengan larutan kaporit - tunggu $ .14 menit dan bilas ulang dengan air sampai kering dengan dosis kaporit dengan konsentrasi "$ 5 0 1# dr kaporit dalam 1 liter air- kaporit dengan konsentrasi 645 0 7 gr kaporit dalam 1 liter air- kaporit dengan konsentrasi 84 5 08-1 5 gr kaporit dalam 1 liter air etelah jenazah kering dilakukan pengka9anan dengan bungkus kain ka9an yang harus dilakukan oleh petugas yang berpakaian lengkap etelah dika9ani pasien dibungkus dengan plastik etelah petugas selesasi mengak9ani petugas menyerahkan ke modin setempat untuk disholatkan Modin memimpin pelaksanaan sholat jenazah sesuai pelaksanaan sholat jenazah elesai sholat- elanjutnya jenazah diangkat oleh petugas ke keranda mayat untuk diba!a ke pamakaman

2. ". #.

$. 6. 8. 7. :.

14. Pada saat sampai petugas menyerahkan kepada modin untuk melakukan ritual sesuai adat setempat - dan apabila lubang kuburan sudah siap maka selanjutnya pelaksanaan penguburan dapat dilaksanakan 11. Penguburan dilakukan oleh petugas sampai jenazah berada di tanah untuk selanjutnya sesuai penguburan di daerah setempat