Anda di halaman 1dari 4

TUGAS GEOGRAFI PEMBANGUNAN RESPON PAPER 9 NAMA : SISKA ANGGRAENI NIM : 1207449 I. ARTIKEL Merintis Us !

" ri #$%i K$&e'si S(rei Ernawati (50) adalah seorang perempuan yang terbilang cukup sukses merintis usaha. Padahal dulu tak terpikirkan untuk menjadi pengusaha. Karena hobi nya mengoleksi sprei dan fikirannya yang senang mengimajinasikan tentang keindahan motif motif pada sprei! maka pada tahun "00#! Erna tergerak untuk menjadikan hobi itu untuk menambah pemasukan rumah tangganya. $iawali dengan membuka usahanya di rumah dibantu oleh keponakan. Pelanggan awalnya adalah tetangga dan teman teman arisan. $i tahun yang sama Erna mengembangkan sayap dengan membuka toko yang menjual sprei baik dalam bentuk helaian ataupun yang dijual dalam bentuk bedco%er. &aat ini! rawati telah memiliki lima unit mesin jahit! satu unit mesin obras! dan satu unit mesin bedco%er. Sumber: Haluan, Sabtu 20 April 2014 II. Te$ri ) n* ter' it 'ender didefinisikan sebagai perbedaan perbedaan sifat! peranan! fungsi dan status antara laki laki dan perempuan bukan berdasarkan pada perbedaan biologis! tetapi berdasarkan relasi sosial budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang lebih luas. Kesadaran atas dampak isu isu gender tersebut terhadap perempuan! maka (nstruksi Presiden )omor "000! untuk pertama kalinya menempatkan perhatian perempuan pada alur yang lebih utama atau disebut dengan Pengarus *tamaan 'ender (P*'). $alam lampiran (npres tersebut dikemukakan bagaimana menyusun tingkat desa+kkelurahan! kecamatan! kota+kabupaten! dan propinsi! yang mengarus utamakan terwujudnya kesetaraan dan keadilan bagi perempuan dan laki laki. Pengarustamaan adalah upaya+strategi yang harus dilakukan untuk memberi peluang kepada seluruh komponen atau stakeholders agar dapat berperan secara optimal dalam pembangunan. Pengarusutamaan 'ender (gender mainstreaming) merupakan sebuah upaya untuk menghilangkan hambatan hambatan yang menyebabkan tidak tercapainya kesetaraan dan keadilan gender (marginalisiasi! stereotype! suborndinasi! kekerasan dan beban ganda). &ecara internasional! Pemerintah (ndonesia telah meratifikasi kesepakatan global P,, pada Convention on the Elimination of all form of discrimination againts women! dimana berkewajiban untuk menghapus diskriminasi dan pemajuan kesetaraan dan keadilan gender baik yang bersifat sementara maupun berkesinambungan. &esuai dengan (npres )o -+"000 tentang Pengarusutamaan 'ender dalam Pembangunan )asional! pengertian Pengarusutamaan 'ender (P*') adalah strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan! penyusunan! pelaksanaan! pemantauan dan e%aliasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional.. III. Res($n Peran perempuan telah dan masih diinterpretasikan terutama melalui tugas reproduksi dan rumah tangga mereka. .al ini membatasi pilihan perempuan dalam mengejar strategi ekonomi yang berbeda untuk menjamin mata pencaharian mereka. /enurut 0orld ,ank ("001)! *en"er ti" ' s + "en* n (ere+(, n: 'ender mengacu pada peran yang dikonstruksikan secara sosial! tingkah laku yang dipelajari secara
1

sosial dan ekspektasi terkait dengan laki laki dan perempuan. 2adi gender adalah mengenai peran! tanggungjawab! kekuasaan! dan berbagai hubungan perempuan dengan laki laki yang didefinisikan secara sosial. &eperti ras! etnis! dan kelas! menjadi laki laki atau perempuan menentukan kesempatan setiap indi%idu dalam berpartisipasi di kehidupan sosial dan ekonomi di masyarakat Kisah Ernawati dalan merintis usahanya yang berawal dari hobi mengoleksi sprei ini merupakan partisipasi peran wanita dalam pembangunan di sektor ekonomi dengan usaha sprei nya yang juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. .al ini dapat dijelaskan oleh konsep pembangunan kemampuan peranan perempuan yang dipergunakan berkembang menjadi pemberdayaan perempuan yang berarti meningkatkan kualitas dan peran perempuan pada semua aspek kehidupan baik secara langsung atau tidak langsung melalui penciptaan situasi situasi yang kondusif sebagai moti%ator dan akslerasi proses pembangunan. &ehingga Karls (1--5) memandang bahwa pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran dan pembentukan kapasitas (capacity building) terhadap partisipasi yang lebih besar! kekuasaan dan pengawasan dalam pembuatan keputusan dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki laki. &alah satu indikator integrasi perempuan dalam pembangunan adalah tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan disemua bidang lapangan kerja baik sebagai politikus! P)&! karyawan! buruh perusahaan termasuk petani! Peran peran ini menunjukkan bahwa perempuan baik langsung maupun tidak langsung mempunyai kontribusi yang besar terhadap pembangunan bangsa. I-. S r n Kemampuan perempuan dalam berwirausaha kini tidak bisa dipandang sebelah mata. 3erbukti! para Kartini itu memilih mendirikan perusahaan yang terus bertumbuh dan menunjukkan eksistensinya. perempuan pengusaha di semua pasar memiliki potensi besar untuk berkembang. 4ebih strategis lagi! perempuan entrepreneur tidak hanya berorientasi memenuhi kebutuhan ekonomi mereka sendiri! tetapi juga mengangkat ekonomi masyarakat di sekitarnya. /eskipun dunia internasional telah menjamin persamaan hak antara laki laki dan perempuan sebagai bagian dari hak asasi manusia! namun pada kenyataannya! kaum perempuan masih terus menghadapi kesenjangan dalam masyarakat baik secara legal maupun secara de facto. Kesenjangan kesenjangan ini muncul akibat dari adanya persepsi stereotip terhadap peran laki laki dan perempuan atau gender. Perempuan sering kali menghadapi akses yang terbatas terhadap pendidikan! kepemilikan properti! keuangan! pekerjaan dan keikutsertaan dalam kegiatan ekonomi. ,eberapa usaha dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan khususnya di bidang ekonomi antara lain5 1. /embangun pusat usaha + industri ! .al ini telah didiskusikan bahwa satu cara untuk memperkuat perempuan pengusaha kecil dan mikro agar berkembang adalah untuk embangun pusat usaha + industri sebagai tempat tempat dimana para perempuan dapat menemukan tempat kerja lain! mendapatkan nasehat usaha! dan memasarkan produk mereka. $i dalam pusat kegiatan usaha! para perempuan dapat dimoti%asi lebih baik untuk bekerja bersama dalam kelompok produksi! meningkatkan jaringan maupun meningkatkan kualitas produk mereka. .al ini berakibat kepada produk yang dikembangkan lebih baik! efisiensi biaya bagi masing masing pengusaha! dan akses yang lebih mudah ke pasar maupun nasihat usaha ". /emperluas skema kredit mikro terutama bagi orang yang baru memulai usaha! pengusaha penyandang cacat! dan daerah pedesaan (termasuk pelatihan mengenai prosedur yang erkaitan dengan cara mengakses kredit mikro)
2

6.

/eningkatkan dan memperluas layanan pengembangan usaha khususnya dalam pemasaran. &elain itu! usaha permberdayaan perempuan perlu dilakukan di semua bidang contoh lain di bidang politik! pendidikan maupun kesehatan. Partisipasi perempuan di bidang politik masih sangat kecil. Keterwakilan perempuan (ndonesia di parlemen juga masih sangat rendah! yakni 178. ,andingkan dengan 9wanda (5:.6 persen)! ;ndorra (50 persen)! dan Kuba (<5!" persen). $i jabatan eksekutif! 3ercatat hanya terdapat 1 orang 'ubernur dan 1 0agub dari 66 'ubernur+Kada! serta 67 ,upati+0alikota (#!:8) dari <-# Kabupaten+Kota. Keterwakilan perempuan pada posisi /enteri+0akil /enteri pun baru mencapai 118 dari 5: jabatan /enteri+0akil /enteri. -. Re.erensi 1) 'E)$E9 $;9( $E=()(&( .()''; (/P4E/E)3;&( ! http5++bulletin.penataanruang.net+upload+data>artikel+3?P(K8"0*3;/;8"0,.pdf
2) (nstruksi Presiden 9epublik (ndonesia ((npres))omor - 3ahun "000 (-+"000) 3entang

Pengarusutamaan 'ender $alam Pembangunan )asional Presiden 9epublik (ndonesia! http5++produk hukum.kemenag.go.id

Anda mungkin juga menyukai