Anda di halaman 1dari 125

IND. VIII.1.1.01 s.d IND. VIII.1.4.

09

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: : :

Bahasa Indonesia VIII 1

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


1

KATA PENGANTAR Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai standar kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Modul ini dapat juga digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa SMP atau yang sederajat selain siswa SMP Terbuka. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), diharapkan masukan dan saran dari lapangan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Dalam Pelaksanaannya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah dapat melakukan penambahan dan pengembangan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Juli 2011

Didik Suhardi, Ph. D. NIP. 19631203 198303 1 004

PETUNJUK BELAJAR Modul Bahasa Indonesia kelas VIII ini memuat 9 modul untuk semester 1. Modul ini harus Kamu pelajari dan kamu selesaikan dalam jangka waktu satu semester. Dalam mempelajari modul ini Kamu harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. Keberhasilan mempelajari modul tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi urutan setiap kegiatan pembelajaran. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) atau di luar TKB. 3. Langkah-langlah yang perlu Kamu ikuti adalah: a. Usahakan bila memungkinkan memiliki Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas VIII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena modul ini hanya berisi materi pokok. b. Baca dan pahami benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. c. Jika dalam mempelajari modul ini kamu mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman yang lain. Jika ini pun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan kepada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu memahami materi pelajaran tersebut, kerjakan tugas-tugas yan tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Jika ada jawaban yang belum benar, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Apabila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat Kamu selesaikan dengan baik, Kamu berhak mengikuti Tes Akhir Modul (TAM) yang diselenggarakan guru pamong/guru bina. f. Jika dalam TAM Kamu dapat mencapai nilai 6,5 atau lebih, Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan di atas hendaknya dilakukan dengan disiplin, agar Kamu lebih cepat berhasil dalam mempelajari modul demi modul.

vii

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................... PETUNJUK BELAJAR 1. IND.VIII.1.1.01 Berita Radio/Tv ............................................................. iii v vii 1 15 31 41 51 65 79 97 109 121

2. IND.VIII.1.1.02 Menulis Surat Dinas ......................................................... 3. IND.VIII.1.2.03 Berwawancara ................................................................ 4. IND.VIII.1.2.04 Membaca Denah ............................................................... 5. IND.VIII.1.2.05 Menemukan Informasi .................................................... 6. IND.VIII.1.3.06 Tanggapan Isi Laporan ...................................................... 7. IND.VIII.1.3.07 Simpulan Isi ..................................................................... 8. IND.VIII.1.4.08 Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu .............................. 9. IND.VIII.1.4.09 Bermain Peran ............................................................... 10. Kepustakaan .................................................................................................

IND. VIII.1.1. 01

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

BERITA RADIO/TV

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Dra. Liliana Muliastuti, MPd

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


2

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul kelas VII terdahulu, tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampaikan kepadamu. Kali ini Kamu akan melakukan pembelajaran tentang berita radio atau televisi. Standar kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu memahami isi berita dari radio/televisi. Modul ini terbagi dalam tiga kegiatan pembelajaran. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 X 40 menit. Manfaatkan waktu seefektif mungkin, agar hasil yang akan kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, seperti biasa, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Bisa juga Kamu menanyakan kepada kakakmu di rumah, atau berdiskusi dengan guru pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Sukses hari ini menentukan masa depanmu. Selamat belajar!

B. KEGIATAN BELAJAR

Kegiatan 1 : Mendengarkan Rekaman Berita dari Radio/Televisi 1. Standar Kompetensi Memahami isi berita dari radio/televisi 2. Kompetensi Dasar Menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mendengarkan rekaman berita dari radio/TV 4. Materi Pokok Rekaman Tertulis Berita dari Radio/Televisi 5. Uraian Materi Apa yang menarik, jika Kamu mendengarkan radio atau menonton tayangan televisi? Acara musik atau justru berita yang Kamu senangi? Apabila pilihanmu jatuh pada acara berita, itu pertanda pilihan Kamu memang cerdas. Mengapa cerdas? Dengan menyimak berbagai berita, Kamu akan selalu mengikuti perkembangan dunia detik demi detik. Apalagi kita tahu, di zaman kini arus informasi begitu deras. Berita dari belahan dunia mana pun dengan cepat dapat diperoleh. Apa keuntunganmu jika Kamu rajin menyimak berita? Salah satunya adalah wawasan Kamu dapat bertambah luas. Nah, untuk memahami berita dari radio dan televisi, dalam pembelajaran ini Kamu akan diajak untuk membaca berita berdasarkan rekaman berita dari radio dan rekaman berita dari televisi. Kamu perhatikan dua kutipan rekaman berita berikut! 1. Rekaman dari Radio Pendengar setia Radio Asyik, berikut kami sampaikan berita terhangat yang berhasil dirangkum oleh para reporter kami. Inilah cuplikannya!

Liburan panjang sejak Kamis hingga Minggu membuat kemacetan yang cukup berarti di sejumlah ruas protokol di Kota Bogor, terutama jalan menuju lokasi wisata seperti Puncak, kebun Raya Bogor, dan Kawasan Lido Ciawi Bogor. Dari pemantauan wartawan kami, antrean dan kemacetan lalu lintas dari ribuan kendaraan di jalur Puncak sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Kamis. Diperkirakan kemacetan akan terus berlangsung hingga Minggu malam . 2. Rekaman dari Televisi Selamat pagi Pemirsa di seluruh tanah air! Kita awali berita hari ini dari Yogyakarta.

Sebagian petani korban bencana gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Sabtu mulai mengurus tanaman padi dan palawija mereka yang terbengkelai selama seminggu. Aktivitas serupa dilakukan pekerja ulang alik dari Bantul. . Berita apa yang Kamu peroleh dari kedua kutipan berita tersebut? Pertama dari berita radio, Kamu memperoleh informasi bahwa kemacetan lalu lintas di jalur wisata Bogor dan sekitarnya terjadi sejak Kamis hingga Minggu. Sedangkan pada berita kedua, Kamu memperoleh berita bahwa sebagian petani korban gempa bumi di yogyakarta mulai aktif menggarap lahan sawahnya yang terbengkelai. Berita yang disampaikan melalui radio dan televisi memiliki ciri khas. Berita melalui radio harus kita dengarkan atau kita simak secermat mungkin. Bahasa yang digunakan penyiar begitu rinci agar dapat menggambarkan detil peristiwa yang akan disampaikan. Sedangkan berita yang ditayangkan televisi kita tonton lebih mudah, karena disertai dengan gambar-gambar. Kekhasan lain tampak pada awal berita. Coba kalian perhatikan kembali kutipan ini!

1. Pendengar setia Radio Asyik, berikut kami sampaikan berita terhangat yang berhasil dirangkum oleh para reporter kami. Inilah cuplikannya! 2. Selamat pagi Pemirsa di seluruh tanah air! Kita awali berita hari ini dari Yogyakarta.

Apa pendapatmu? Ya, kita semua setuju dalam hal penyapaan pembaca berita radio menyapa kita dengan menyebut pendengar. Sedangkan pembaca berita televisi menyebut kita dengan pemirsa. Bagaimana semakin jelas? Pemahamanmu akan materi kegiatan Pembelajaran 1 ini dapat dijadikan bekal dalam mepelajari kegiatan Pembelajaran 2 dan 3. Rangkuman 1. Berita yang disampaikan melalui radio dan televisi memiliki ciri khas. Ciri-ciri khas tersebut adalah: a. dalam hal penyapaan. Jika pada radio penyapaan dilakukan dengan istilah pendengar, maka pada berita televisi penyapaan dilakukan dengan istilah pemirsa. b. Isi berita radio disampaikan dengan mengandalkan bahasa yang lebih rinci, karena pendengar hanya menyimak informasi melalui penuturan penyiar. c. Isi berita televisi disampaikan penyiar dengan disertai gambargambar. 6. Tugas Pemahamanmu terhadap berita yang disiarkan radio dan berita yang ditayangkan televisi akan lebih meningkat jika kamu dapat mengerjakan latihan berikut dengan benar! Rekamlah sebuah berita dari radio dan televisi. Tuliskan kembali isi berita tersebut agar pengetahuanmu bertambah luas. Selamat mengerjakan tugas!

Kegiatan 2: Menemukan Pokok-pokok Berita dari Radio/Televisi 1. Standar Kompetensi Memahami isi berita dari radio/televisi 2. Kompetensi Dasar Menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mendiskusikan pokok-pokok berita yang didengar dari rekaman 4. Materi Pokok Pokok-pokok Berita yang Didengar dari Rekaman 5. Uraian Materi Kamu telah mempelajari Kegiatan Pembelajaran 1 dengan hasil yang memuaskan. Agar pengetahuanmu semakin bertambah, pada kegiatan berikut Kamu akan mempelajari tentang cara menemukan pokok-pokok berita. Namun, sebelum itu coba Kamu perhatikan kutipan rekaman berita berikut!

Sudah sekitar 10 tahun ini, Ni Wayan Kedi berusaha mempertahankan usahanya yang khas. Ia ingin memiliki ciri khas, dibandingkan dengan para pengusaha lain di Legian Bali. Dia hanya membuat baju untuk anak-anak dengan beragam gambar binatang yang lucu, dengan warna-warni cerah, dan nyaman dipakai.

(Model baju anak-anak) Meski sekadar baju anak-anak, tetapi Ni Wayan Kedi (50) tetap berusaha menjaga kualitas jahitannya hingga tidak mudah rusak. Dia juga berusaha membuat variasi ukuran pakaian sedemikian rupa, agar bisa nyaman dipakai anak-anak yang cenderung banyak bergerak. Ni Wayan Kedi, wanita Bali yang membuka usaha di Legian ini benar-benar memerhatikan mutu produk. Ini karena hampir 95% pelanggan tetapnya adalah warga asing dari berbagai belahan dunia, di antaranya dari beberapa negara d Eropa, Australia, dan Jepang. Dapatkah kamu menemukan pokok-pokok berita dari kutipan rekaman tersebut? Ya, tentu Kamu dapat menemukan pokok-pokok berita dengan rumus 5 W + 1 H. Apa sajakah itu? Dengan rumus tersebut, Kamu dapat menemukan pokok-pokok berita dengan mengajukan pertanyaan:

5W
What When Who Where Why How : : : : : Apa Bila/Kapan Siapa Dimana/Kemana Mengapa?

1H
: Bagaimana

(1) Apa yang diberitakan? (2) Sejak kapan ia membuka usahanya? (3) Siapa nama pegusaha baju khas anak-anak? (4) Dimana Ni Wayan Kendi membuka usahanya? (5) Mengapa ia bertahan dengan usahanya? (6) Bagaimana ia mempertahankan mutu produknya?

Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, coba Kamu jawab. Jawaban yang Kamu berikan adalah pokok-pokok berita . (1) Apa yang diberitakan? Jawab : tentang seorang pengusaha baju khas anak-anak (2) Sejak kapan ia membuka usahanya? Jawab : sejak 10 tahun yang lalu (3) Siapa nama pegusaha baju khas anak-anak? Jawab : Ni Wayan Kedi (4) Dimana Ni Wayan Kendi membuka usahanya? Jawab : Legian, Bali (5) Mengapa ia bertahan dengan usahanya? Jawab : Karena Ni Wayan ingin memiliki ciri khas. (6) Bagaimana ia mempertahankan mutu produknya? Jawab : menjaga kualitas jahitan agar tidak mudah rusak dan membuat variasi ukuran pakaian sedemikian rupa, agar bisa nyaman. Bagaimana, mudah bukan? Nah, ingat 5 W + 1 H dapat membantu kecermatanmu dalam menemukan pokok-pokok berita ketika Kamu akan menyimak berita. Rangkuman 1. Pokok-pokok berita dapat kita temukan dengan cara membaca sebuah berita dan mengajukan pertanyaan dengan rumus 5 W + 1 H yaitu What : Apa When : Bila/Kapan Who : Siapa Where : Dimana/Kemana Why : Mengapa? How : Bagaimana 2. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pokok-pokok berita.

Kamu telah menyelesaikan Kegiatan Pembelajaran 2

dengan bagus. Pemahamanmu

terhadap materi pokok tersebut merupakan bekal untuk memahami Kegiatan Pembelajaran 3. Untuk lebih memantapkan pemahamanmu, kerjakan latihan di bawah ini!

6. Tugas 2 (1) (2) Bacalah kutipan berita berikut ini! Temukan pokok-pokok berita berdasarkan berita tersebut! (PLTN) Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) akan dibangun di Semenanjung Muria, Jawa tengah, tahun 2010 dan mulai beroperasi pada 2017. PLTN merupakan pilihan sumber energi listrik bagi masa depan Indonesia. Dalam perencanaan pembangunannya harus dijamin manfaat dan penggunaan energi nuklir itu benarbenar dapat diandalkan dan menjamin keamanan baik tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom internasional (IAEA) Mohamed El Baradei dalam ceramah umum di Jakarta, Jumat (5/1) menegaskan, Aspek kunci dalam penggunaan energi nuklir saat ini meliputi keselamatan dan keamanan teknologi yang dipergunakan, kemudian aspek penanganan limbah serta penolakan proliferasi yaitu penggunaannya untuk persenjataan nuklir. Kegiatan 3: Menuliskan Pokok-pokok Berita dari Radio/Televisi 1. Standar Kompetensi Memahami isi berita dari radio/televisi 2. Kompetensi Dasar Menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi

3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar 4. Materi Pokok Menuliskan Pokok-pokok Berita dengan Ejaan yang Benar 5. Uraian Materi Pada Kegiatan Pembelajaran 2, Kamu telah mempelajari cara menemukan poko-pokok berita. Kamu pun telah mengerjakan latihan dengan begitu mudah. Pada Kegiatan Pembelajaran 3 ini, Kamu akan mempelajari penulisan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar. Cara menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar merupakan bagian tidak terpisahkan dari menemukan pokok-pokok berita. Kamu masih ingat? Baiklah, untuk mengingatkan kembali tentang pemahaman berita, perlu diperhatikan tiga hal penting: 1. menyimak isi berita secara lengkap; 2. menemukan pokok-pokok berita dengan rumus 5 W + 1 ; 3. menuliskan pokok-pokok berita tersebut dengan menggunakan ejaan yang baik dan benar. Untuk itu, dalam menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar Kamu harus menerapkan penggunaan ejaan yang benar. Apa sajakah itu? Ejaan yang sering digunakan dapat berupa pemakaian huruf besar atau huruf kapital, penggunaan tandatanda baca seperti: tanda koma (,), tanda titik (.), dan tanda pisah (-). Mari kita kutip kembali temuan pokok-pokok berita pada Kegiatan Pembelajaran 2! tentang seorang pengusaha baju khas anak-anak sejak 10 tahun yang lalu Ni Wayan Kedi Legian, Bali Karena Ni Wayan ingin memiliki ciri khas. menjaga kualitas jahitan agar tidak mudah rusak dan membuat variasi ukuran pakaian sedemikian rupa, agar bisa nyaman. Bagaimana cara menuliskan pokok-pokok berita tersebut dengan ejaan yang benar? Caranya adalah dengan memberikan tambahan penjelasan tentang pokok-pokok berita yang telah ditemukan dengan menggunakan rumus 5 W + 1 H, dan menuliskan kembali secara lengkap dengan menerapkan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.

10

Perhatikan contoh berikut! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Berita tentang seorang pengusaha baju khas anak-anak. Ni Wayan Kedi membuka usaha sejak 10 tahun yang lalu Nama lengkap pengusaha tersebut adalah Ni Wayan Kedi Ni Wayan Kedi membuka usaha di Legian, Bali Karena Ni Wayan ingin memiliki ciri khas. Hal yang dilakukan Ni wayan Kedi agar produknya tetap bermutu adalah menjaga kualitas jahitan agar tidak mudah rusak dan membuat variasi ukuran pakaian sedemikian rupa agar nyaman.

Rangkuman 1. Dalam menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar harus menggunakan Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan secara benar. 2. Ejaan yang sering digunakan antara lain pemakaian huruf besar atau huruf kapital, penggunaan tanda-tanda baca seperti: tanda koma (,), tanda titik (.), dan tanda pisah (-). 6. Tugas 3 Kamu semakin paham? Wah, sebuah kemajuan besar telah kamu raih. Selamat atas keberhasilanmu! Jangan lupa ya, sebelum pembelajaran ini diakhiri, kerjakan latihan di bawah ini! Semakin Kamu semangat dan serius, semakin besar pula peluang Kamu untuk meraih sukses. (1) Bacalah berita di bawah ini! (2) Tuliskan pokok-pokok isi berita tersebut dengan ejaan yang benar! Empat jembatan permanen di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan hanyut terbawa air bah. Hal ini akibat luapan sungai Maros. Empat jembatan tersebut selama ini menjadi urat nadi lalu lintas perekonomian masyarakat desa. Tiga hari terakhir, Maros diguyur hujan deras.

(Sumber: MEDIA INDONESIA.online.com) Jembatan yang runtuh terseret banjir sungai Maros itu masing-masing dua buah di Kecamatan Imbang yang menghubungkan Dusun Pakere, Bontotallasa, dan Tanete. Jembatan ini sekaligus berfungsi sebagai prasarana utama kelancaran angkutan hasil-hasil pertanian dan menuju daerah wisata alam Bantimurung. Dua jembatan lainnya di Kecamatan Tanralili, kata Bupati Maros.

11

C. PENUTUP Selamat atas keseriusanmu dalam membaca dan memahami modul ini. Tiga kompetensi penting telah Kamu peroleh, yaitu: mendengarkan rekaman berita dari radio/televisi, menemukan pokok-pokok berita dari radio/televisi, dan menuliskan pokok-pokok berita dari radio/televisi. Kompetensi ini perlu kamu kembangkan lebih luas lagi. Caranya adalah dengan membiasakan menyimak siaran berita radio dan berita yang ditayangkan stasiun-stasiun televisi. Dengan kegiatan tersebut, Kamu telah membudayakan informasi sebagai sebuah kebutuhan. Ini penting bagi seorang pelajar seperti Kamu. Sebab, hanya orang yang menguasai informasi akan sukses dalam kehidupannya. Apabila kompetensi telah Kamu raih, segeralah minta Tes Akhir Modul. Ingat, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Kamu dalam memperoleh nilai setiap modul adalah 6, 50. Jika nilai tersebut bekum dapat Kamu peroleh, pelajari kembali hal-hal yang belum Kamu pahami. Dengan terus tekun belajar, niscaya keberhasilan mudah Kamu raih.

12

D. KUNCI TUGAS

Kunci Tugas 1 Rekaman tertulis berita dari radio dan televisi Berdasarkan pekerjaan siswa Kunci Tugas 2 Menemukan pokok-pokok berita 1. Apa yang diberitakan? PLTN (Pusat Listrik Tenaga Nuklir) 2. Kapan PLTN akan dibangun? Pada tahun 2010 3. Dimana PLTN akan dibangun? Di Semenanjung Muria Jawa Tengah 4. Siapa yang menyampaikan ceramah umum? Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Mohamed El Baradei 5. Mengapa PLTN tersebut dibangun? Karena sebagai pilihan energi listrik masa depan. 6. Bagaimana PLTN tersebut dijamin penggunaannya? Dalam perencanaan pembangunan akan dijamin pengguaannya untuk energi listrik saja, sehingga terjamin keamanannya.

Kunci Tugas 3 Menuliskan Pokok-pokok Berita 1. Empat jembatan di Kabupaten Maros hanyut terbawa air bah. 2. Tiga hari terakhir dari berita tersebut disiarkan Maros disiram hujan deras. 3. Bupati Maros menjelaskan tentang jembatan yang rusak. 4. Jembatan yang hanyut terdapat di kecamatan Tanralili (2 buah), dan di kecamatan Simbang 5. Hal ini terjadi karena luapan air bah.

13

IND. VIII.1.1.02

MODUL SMP TERBUKA


Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

MENULIS SURAT DINAS

Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media

: Drs. Slamet Samsoerizal Drs. Gunawan, Dra. Sunaryati Pr. : Dra. Liliana Muliastuti, MPd. Prof. Dr. Achmad HP, M.Pd. : Drs. Joko Warsihna

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


16

A. PENDAHULUAN Selamat atas kebehasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu. Kali ini Kamu akan mempelajari tentang menulis surat resmi atau surat dinas. Standar Kompetensi yang harus Kamu miliki adalah Kamu mampu mengungkapkan informasi dalam bentuk surat dinas. Modul ini terdiri atas tiga kegiatan pembelajaran, yaitu : sistematika surat dinas, penggunaan bahasa dalam surat dinas, dan menulis surat dinas. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit. Manfaatkan waktu yang tersedia seefektif mungkin. Jika Kamu mengalami kesulitan, Kamu dapat berdiskusi dengan teman atau langsung kepada guru pamong di TKB (Tempat kegiatan Belajar). Semoga sukses selalu Kamu raih. Selamat belajar!!

17

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Sistematika Surat Dinas 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk. 2. Kompetensi Dasar Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan bahasa baku 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mengamati beberapa surat dinas, kemudian mendiskusikan sistematika surat dinas 4. Materi Pokok Sistematika Surat Dinas 5. Uraian Materi Kamu pernah menerima surat dari Pengurus Rukun Tetangga (RT)? Isinya tentang apa? Sekolahmu juga pasti pernah menerima surat dari sekolah lain atau dari instansi lain. Bisa jadi, kamu akan menulis surat dinas yang berkaitan dengan kegiatan sekolah. Misalnya, sekolahmu akan melaksanakan pertandingan sepak bola dengan sekolah lain. Nah, surat-surat itu kita golongkan ke dalam surat resmi atau surat dinas. Mengapa? Sebab, surat-surat tersebut bukan berasal dari perorangan. Akan tetapi, dikirim oleh instansi, lembaga, atau organisasi. Coba Kamu perhatikan dua contoh surat berikut!

18

Contoh

(1)

RUKUN TETANGGA (RT) 07 RUKUN WARGA (RW) 09 JATIRADEN JATISAMPURNA KRANGGAN BEKASI 17433 TELP. 8440210 ================================================== No. : 79/KL/06 Lamp : Hal : Rapat Pembuangan Sampah Yth. H. Odih Sukarya di tempat Dengan hormat, Sehubungan dengan kebersihan lingkungan di wilayah RT 07 RW 09, kami mengundang Bapak untuk hadir pada Hari dan tanggal Pukul Tempat Acara : : : : Sabtu, 9 Desember 2006 19.30 Sekretariat RT 07 RW 09 Pembahasan Pembuangan Sampah

Kehadiran Bapak sangat kami harapkan. Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami, Ketua Sekretaris

Minan

Mamat Rachmat

19

Contoh

(2) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANAN BAHASA Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta 13220, Kotak Pos 2625

No. : 03/F8/U.3/2006 Hal : Undangan Yth. Kepala Balai Pendidkan dan Pelatihan Radio Departemen Penerangan Republik Indonesia Jalan Radio Raya No. 4 Kebayoran Baru Jakarta Selatan

7 Juli 2006

Dengan hormat, Mengharap kehadiran Saudara pada Tanggal Pukul Acara Tempat : : : : 28 Oktober 2006 09.00 Pembukan Bulan Bahasa 2006 Aula Pusat Bahasa

Atas kerja samanya, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami, a.n. kepala Pusat Bahasa ttd Zulkarnain Pelaksana harian Bidang Pengembangan Tembusan : Drs. E. Zaenal Arifin

20

Berdasarkan dua contoh surat dinas di atas, Kamu dapat menemukan empat bagian penting, yaitu : 1. kepala surat 2. bagian pembuka 3. bagian isi 4. bagian penutup Keempat bagian tersebut adalah bagian-bagian surat dinas. Bagian-bagian inilah yang disebut dengan sistematika surat dinas. Bagaimana? Kamu sudah paham? Bagus! Mari kita lanjutkan kembali pembahasan kita! Manakah yang disebut kepala surat, bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup? Perhatikan penjelasan di bawah ini! (1) RUKUN TETANGGA (RT) 07 RUKUN WARGA (RW) 09
KEPALA
JATIRADEN JATISAMPURNA KRANGGAN BEKASI 17433 TELP. 84592575 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANAN BAHASA Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta 13220, Kotak Pos 2625

SURAT

2.

No. : 79/KL/06 Lamp : Hal : Rapat Pembuangan Sampah Yth. H. Odih Sukarya di tempat Dengan hormat,

.
No. Hal : 03/F8/U.3/2006 7 juli 2006 : Undangan

Yth. Kepala Balai Pendidkan dan Pelatihan Radio Departemen Penerangan Republik Indonesia Jalan Radio Raya No. 4 Kebayoran Baru Jakarta Selatan Dengan hormat,

BAGIAN PEMBUKA

21


Sehubungan dengan kebersihan lingkungan di wilayah RT 07 RW 09, kami mengundang Bapak untuk hadir pada Hari dan tanggal Pukul Tempat 09 Acara : : : : Sabtu, 9 Desember 2006 19.30 Sekretariar RT 07 RW

Pembahasan Pembuangan Sampah Kehadiran Bapak sangat kami harapkan.

ISI

BAGIAN

Mengharap kehadiran Saudara pada Tanggal Pukul Acara Tempat : : : : 28 Oktober 2006 09.00 Pembukan Bulan Bahasa Aula Pusat Bahasa

Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami, Ketua RT 07 RW 09

Sekretaris

Minan

Mamat Rachmat

Atas kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.

BAGIAN

PENUTUP
Hormat kami, a.n. Kepala Pusat Bahasa ttd Zulkaranain Pelaksana Harian Bidang Pengembangan Tembusan : Drs. E. Zaenal Arifin

22

1. Kepala Surat berisi nama organisasi, alamat dan lambang organisasi atau instansi. 2. Bagian Pembukaan mencakup nomor surat, lampiran, tanggal, alamat pihak yang dikirimi surat, salam pembuka. 3. Bagian Isi surat berisi hal pokok surat. 4. Bagian Penutup berisi kalimat penutup, salam penutup, ucapan terima kasih, tanda tangan, nama lengkap, jabatan, dan tembusan (pertinggal) jika ada. Berdasarkan contoh di atas, Kamu tentu dapat menentukan pengertian tentang surat dinas dan sistematika penulisan surat dinas. Rangkuman 1. Surat Dinas adalah bentuk komunikasi tertulis yang dikirim dari instansi, organisasi, atau lembaga tertentu kepada seseorang atau isntansi yang menyangkut kepentingan dinas. Sistematika surat dinas terbagi menjadi 4 bagian. Keempat bagian tersebut adalah: kepala surat, pembuka, isi, dan penutup.

2.

6. Tugas 1 1. Sebutkan sistematika surat dinas berdasarkan surat di bawah ini!! 2. Tuliskan bagian surat yang merupakan : a. kepala surat b. bagian pembuka c. bagian isi d. bagian penutup

23

PD IKHTIAR SELALU Jalan Lindung Raya 7 Telp 8440210, Kranggan Bekasi 17433 No. : 1001/8AK/06 Lamp : satu berkas Hal : Penawaran Harga Perlengkapan Universitas DARINDO Jalan Pemuda 308 Petarukan Dengan hormat, Sehubungan dengan surat Saudara tertanggal 7 Juli 2006, No. 212/H/2006 bersama ini kami sampaikan daftar penawaran harga alatalat tulis kantor untuk pertimbangan Saudara. Besar harapan kami, semoga penawaran ini dapat diterima dan menjadi pesanan. Selanjutnya, kami menanti kabar dari saudara. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, 18 Agustus 2006 Yth. Kepala

ASDIN SAM Direkur

24

Kegiatan 2 : Penggunaan Bahasa dalam Surat Dinas 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan informasi dalam surat dinas. 2. Kompetensi Dasar Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan bahasa baku. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mendiskusikan penggunaan bahasa dalam surat dinas. 4. Materi Pokok Penggunaan Bahasa dalam Surat Dinas. 5. Uraian Materi Pengetahuanmu tentang surat dinas akan bertambah mantap jika Kamu memahami penggunaan bahasa dalam surat dinas. Coba Kamu buka kembali contoh-contoh surat dinas pada Kegiatan Pembelajaran 1. Bagaimana bahasa yang digunakan dalam surat tersebut? Secara umum penggunaan bahasa dalam surat dinas sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini dapat kita lihat dalam tiga hal, yaitu: a. penulisan kalimatnya efektif; b. menerapkan ejaan secara tepat; dan c. menggunakan pilihan kata secara tepat. Contoh kalimat efektif dalam surat dinas: 1) Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih. 2) Kami mengharapkan kehadiran Saudara Contoh tanda ejaan (titik (.) dalam surat dinas: 1) Yth. Kepala SMP Negeri 237 2) Yth. H. Odih Sukarya 3) a.n. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Contoh pilihan kata dalam surat dinas: 1) pukul : 07. 00 (untuk menujukkan waktu undangan) 2) Saudara (untuk menyapa pembaca surat resmi) 3) Hormat kami (kata kami digunakan karena pengirim surat mewakili lembaga, organisasi, atau perusahaan) Rangkuman Surat dinas menggnakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini tampak dalam tiga hal, yaitu: 1. penulisan kalimatnya efektif; 2. menerapkan ejaan secara tepat; 3. menggunakan pilihan kata secara tepat.

25

6. Tugas 2 Untuk memperkaya pemahamanmu tentang penggunaan bahasa pada surat dinas, bacalah surat berikut! Sorotilah penggunaan bahasanya dari segi: kalimat, pilihan kata, dan ejaan! PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 237 JAKARTA Jln Bambu Petung Cipayung Telp. 8448460 JAKARTA TIMUR 13840 Nomor : 170/1.855.2 Hal : Kegiatan Extrakurikuler 1 Desember 2006 Yth. Orang Tua/Wali Siswa Kelas VII, VIII, IX di tempat Dengan hormat, Dalam rangka pengembangan diri dan penyaluran minat serta bakat siswa, kami

mengimbau kepada Bapak dan Ibu agar mendaftarkan putra-putrinya untuk mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Adapun kegiatan yang dapat dipilih adalah:

4) 5) 6)

sepak bola pencak silat keterampilan elektronika

- bola voli - teater

Atas perhatian Bapak dan Ibu, diucapkan banyak-banyak terima kasih. Mengetahui, Kepala Sekolah Pembina Osis,

Drs. H. Jojo Zainudin Dimyati, MM N I P : 131094841

Kosasih, SPd

Tembusan: Pengurus Komite SMP Negeri 237 Jakarta

26

Kegiatan 3 : Menulis Surat Dinas 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. Surat dinas, dan petunjuk. 2. Kompetensi Dasar Menulis Surat Dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan siste matika yang tepat dan bahasa baku 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menulis surat dinas yang berkenaan dengan kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan dengan sistematika yang tepat dan bahasa baku. 4. Materi Pokok Menulis Surat Dinas 5. Uraian Materi Kamu tentu bertambah paham tentang surat dinas. Mengapa? Sebab, dua hal pokok tentang surat dinas telah kamu kuasai dengan baik. Kamu pun dapat menulis surat dinas yang berisi tentang kegiatan yang berkaitan dengan sekolahmu! Pembelajaran ini akan membahas cara menulis surat dinas. Bagaimana cara menulis surat dinas? Hal pertama yang harus Kamu ingat adalah sistematika penulisan surat dinas. Apa sajakah itu? Ya, 1. kepala surat 2. bagian pembuka 3. bagian isi, dan 4. bagian penutup. Cobalah Kamu berdiskusi dengan teman-temanmu! Kamu sebagai Pengurus OSIS akan menulis surat pertandingan (misalnya: sepak bola) persahabatan dengan sekolah lain. Rangkuman 1. Menulis surat resmi dapat dengan mudah dilakukan. Caranya adalah dengan mengetahui sistematika surat dinas dan mampu menggunakan bahasa dengan benar. 2. Isi surat dinas sangat beragam, di antaranya berkaitan dengan kegiatan sekolah. 6. Tugas 3 Susunlah surat dinas yang berisi tentang: 1. pertandingan sepak bola sekolahmu dengan SMP lain 2. kamu bertindak sebagai ketua pelaksana pertandingan yang mewakili sekolah 3. pertandingan akan dilaksanakan pada hari : Minggu tanggal : 10 Desember 2006 pukul : 08. 00 12. 00 tempat : Lapangan Sepak Bola DARINDO

27

C. PENUTUP Modul No. IND. VIII.1.M.02 telah Kamu seleaikan dengan baik. Semoga Kamu pun dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik. Sekarang mintalah Tes Akhir Modul (TAM). Waktu untuk mengerjakan TAM adalah 1 X 40 menit. Seperti biasa, jika Kamu mengalami kesulitan berdiskusilah dengan orang-orang yang Kamu anggap memahami tentang surat dinas, termasuk eman dan guru pamongmu! Akhirnya, selamat belajar! Jangan lupa selalu berdoa, bekerja keras, agar semua upayamu dalam belajar selalu mendapat ridlo-Nya! Amin.

28

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 : Sistematika Surat Dinas 1. Sistematika surat dinas terdiri atas: 1. kepala surat 2. bagian pembuka 3. bagian isi 4. bagian penutup 2. Bagian-bagian itu adalah 1. kepala surat PD IKHTIAR SELALU Jalan Lindung Raya 7 Telp 8440210, Kranggan Bekasi 17433 2. bagian pembuka No . : 1001/8AK/06 Lamp : satu berkas Hal : Penawaran Harga 18 Agustus 2006 Yth. Kepala Perlengkapan Universitas DARINDO Jalan Pemuda 308 Petarukan

Dengan hormat, 3. bagian isi Sehubungan dengan surat Saudara tertanggal 7 Juli 2006, No. 212/H/2006 bersama ini kami sampaikan daftar penawaran harga alat-alat tulis kantor untuk pertimbangan Saudara. Besar harapan kami, semoga penawaran ini dapat diterima dan menjadi pesanan. Selanjutnya, kami menanti kabar dari Saudara.

4. bagian penutup Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,

ASDIN SAM Direkur

29

Tugas 2 : Penggunaan Bahasa dalam Surat Dinas Penggunaan kalimat No 1 Tertulis Atas perhatian Bapak dan Ibu, diucapkan banyak-banyak terima kasih. Seharusnya Atas perhatian Bapak dan Ibu, diucapkan terima kasih.

Penggunaan ejaan No Tertulis 1 PD IKHTIAR 2 Kegiatan Extrakurikuler 3 Di Penggunaan pilihan kata No 1 Tertulis -

Seharusnya P.D. IKHTIAR Kegiatan Ekstrakurikuler di

Seharusnya -

Tugas 3 : Menulis Surat Dinas

Berdasarkan pekerjaan siswa . . . . . . . . . . . . . . .

30

IND. VIII.1. 2. 03

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

BERWAWANCARA

Penulis Pengkaji Naskah

: Drs. Slamet Samsoerizal : Dra. Liliana Muliastuti, MPd

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


31

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini Kamu mempelajari modul berjudul Berwawancara. Standar Kompetensi yang harus kamu miliki adalah mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. Untuk mencapai kompetensi tersebut, Kamu akan mempelajari tiga kegiatan pembelajaran. Kegiatan satu, membuat daftar pertanyaan untuk wawancara. Kegiatan kedua melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan. Kegiatan ketiga menyampaikan hasil wawancara dengan bahasa yang mudah dipahami. Jika semua kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit, termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikan dengan temanmu, atau menanyakan langsung kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses selalu menyapamu!

33

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Daftar Pertanyaan Wawancara 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan 2. Kompetensi Dasar Berwawancara dengan narasumber dari berbagai klangan dengan memperhatikan etika berwawancara. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Membuat daftar pertanyaan untuk wawancara 4. Materi Pokok Daftar Pertanyaan untuk Wawancara 5. Uraian Materi Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau meminta pendapatnya mengenai suatu hal. Proses tanya jawab itu biasanya dilakukan dengan cara bertatap muka antara dua orang atau lebih. Orang yang mewawancarai disebut pewawancara, sedangkan orang yang diwawancarai disebut narasumber. Sebelum berwawancara, dipersiapkan terlebih dahulu topik wawancara. Setelah itu, menghubungi narasumber. Siapakah narasumber? Mereka adalah orang yang profesional di bidangnya. Kemudian, jika Kamu akan mewawancarai narasumber maka Kamu harus menyiapkan sejumlah daftar pertanyaan untuk wawancara, agar keterangan yang kita perlukan dapat diperlukan dengan jelas. Dalam menyusun pertanyaan, kita dapat berpedoman pada 5 W dan 1 H. Dalam bahasa asing singkatan, yaitu What (apa), Who (siapa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana), dan How (bagaimana). Contoh : 1. Apa yang bapak upayakan dalam menangani korban banjir ? 2. Siapa saja yang membantu Bapak dalam mengatasi korban banjir ? 3. Mengapa di daerah sini sering dilanda banjir ? 4. Kapan diadakan penertiban lingkungan agar terhindar dari banjir ? 5. Di mana korban banjir diungsikan ? 6. Bagaimana keadaan kesehatan para korban banjir ?

Banjir

34

Untuk berita sering disingkat SIAB yakni, Siapa, Apa dan Bagaimana. Perhatikan di media cetak maupun media elektronik. Biasanya wartawan menggunakan rumus ini. Rangkuman 1. Untuk memperoleh keterangan dari seseorang tentang sesuatu hal, dapat dilakukan wawancara. 2. Wawancara berarti tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau meminta pendapat mengenai suatu hal. 3. Orang yang mewawancarai disebut pewawancara sedangkan orang yang diwawancarai disebut narasumber. 4. Untuk mendapat keterangan yang kita kehendaki dalam wawancara, disiapkan daftar pertanyaan wawancara. Daftar pertanyaan wawancara dapat berpedoman pada 5 W + 1 H yaitu : 1. what (apa) ? 2. who (siapa) ? 3. why (mengapa)? 4. when (kapan) ? 5. where (di mana) ? 6. how (bagaimana) ? 6. Tugas 1 Susunlah daftar pertanyaan untuk berwawancara dengan narasumber, misalnya tentang wabah demam berdarah, di salah satu wilayah! (dengan pedoman 5 W + 1 H)

Kegiatan 2 : Berwawancara 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan 2. Kompetensi Dasar Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan. 4. Materi Pokok Berwawancara 5. Uraian Materi Dalam kegiatan satu Kamu telah dapat menyusun daftar pertanyaan untuk berwawancara. Kali ini Kamu akan melakukan wawancara dengan narasumber. Sebelum melakukan wawancara Kamu harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut ini :

35

Pertama, menentukan topik apa yang akan ditanyakan; Kedua, menentukan keterangan apa saja yang Kamu inginkan atau perlukan; Ketiga, siapa narasumber yang akan dimintai keterangan; Keempat, siapkan daftar pertanyaan sesuai tujuan; dan Kelima, siapkan alat tulis untuk mencatat keterangan dari nara sumber. Di samping hal-hal tersebut, dalam melakukan wawancara Kamu harus memperhatikan hal-hal berikut: Pertama, Kamu harus berpakaian yang rapi dan bersih Kedua, bertanya dengan bahasa yang baik dan sopan Ketiga, ucapkan salam dan tanyakan kesehatan beliau pada awal berwawancara;dan Keempat, ucapkan terima kasih pada akhir wawancara. Contoh Seorang yang berwawancara dengan Bapak Lurah Cipayung yang wilayahnya berhasil menjaga kebersihan. Asdin Bapak Lurah Asdin Bapak Lurah Asdin : : : : : Selamat Siang, Pak ! Sehat-sehat saja Pak ? Selamat Siang, Nak ! Mohon maaf Pak, dapatkah saya minta waktu beberapa menit ? Oh, dapat, silakan Terima kasih, Pak. Saya membaca surat kabar, bahwa wilayah kelurahan yang Bapak pimpin berhasil menjadi wilayah terbersih. Apa usaha Bapak, sehingga berhasil menjadi juara kebersihan? Kita gerakkan warga melakukan kerja bakti Siapa saja yang membantu Bapak dalam meningkatkan kebersihan? Seluruh aparat kelurahan dan masyarakat Kapan melakukan kerja bakti? Setiap dua minggu sekali Di mana saja yang dibersihkan? Di sepanjang jalan, trotoar, saluran air, dan di lingkungan tempat tinggal. Bagaimana peran serta masyarakat di dalam menjaga kebersihan? Sangat bagus. Semua warga membantu menjaga kebersihan. Terima kasih Pak, atas keterangan dari waktu yang diberikan.

Bapak Lurah Asdin Bapak Lurah Asdin Bapak Lurah Asdin Bapak Lurah Asdin Bapak Lurah Asdin

: : : : : : : : : :

36

Rangkuman 1. Dengan wawancara, Kamu dapat memperoleh berbagai keterangan yang diperlukan . 2. Dalam melakukan wawancara Kamu harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. menentukan topik wawancara; 2. menentukan keterangan apa saja yang diperlukan; 3. menentukan siapa narasumbernya; 4. menyiapkan daftar pertanyaan; dan 5. menyiapkan alat tulis. 3. Di samping itu ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika Kamu melakukan wawancara, yaitu: 1. berpakaian yang rapi dan bersih; 2. bersikap sopan; 3. mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang baik dan santun; 4. ucapkan salam di awal dan di akhir wawancara; dan 5. ucapkan terima kasih pada akhir wawancara. 6. Tugas 2 Lakukan wawancara dengan salah seorang narasumber di wilayah Kamu tinggal dan catatlah hasil wawancaramu, untuk diserahkan kepada guru pamongmu! Selamat mencoba!

Kegiatan 3 : Pokok-pokok Wawancara 1. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mencatat pokok-pokok wawancara 4. Materi Pokok Pokok-pokok Wawancara 5. Uraian Materi Dalam kegiatan dua Kamu telah melakukan wawancara dengan narasumber, kali ini Kamu akan mencatat pokok-pokok wawancara. Coba baca kembali contoh hasil wawancara pada kegiatan 2, kemudian cermati pokok-pokok hasil wawancara tersebut. Kamu akan mendapatkan pokok-pokok wawancara meliputi keberhasilan Bapak Lurah Cipayung dalam menjaga kebersihan wilayahnya, yang didukung oleh seluruh aparat kelurahan dan warganya, dengan cara bekerja bakti setiap dua minggu sekali. Pokok-pokok wawancara adalah gagasan-gagasan inti yang merupakan isi wawancara sebagai pendukung topik wawancara.

37

Hal-hal yang perlu Kamu perhatikan dalam mencatat pokok-pokok wawancara adalah, pertama mencatat bagian yang mendukung topik wawancara, kedua hubungkan antara pokok-pokok wawancara dengan gagasan utama yang tertuang dalam topik wawancara, ketiga mencatat pokok-pokok wawancara dengan teliti jangan sampai keliru. Rangkuman 1. Pokok-pokok wawancara adalah gagasan-gagasan inti yang merupakan isi wawancara yang mendukung topik wawancara. 2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencatat pokok-pokok wawancara adalah : 1. mencatat gagasan-gagasan yang mendukung topik wawancara 2. hubungkan antara gagasan-gagasan pokok wawancara dengan topik wawancara 3. catat pokok-pokok wawancara dengan teliti, jangan keliru. 6. Tugas 3 Catatlah pokok-pokok wawancara berikut ini ! Topik wawancara Banjir yang melanda Riau Wartawan : Selamat siang, Pak Menteri ? Pak Menteri : Selamat siang ! Wartawan : Mohon maaf, Pak, minta waktu beberapa menit ! Pak Menteri : Silakan Wartawan : Ini terkait dengan banjir yang melanda Riau. Apa penyebabnya ? Pak Menteri : Ada beberapa penyebab diantaranya, penebangan hutan di sekitar pemukiman yang semena-mena, kemudian kurang sadarnya masyarakat terhadap penghijauan. Wartawan : Siapa saja yang bertanggung jawab terhadap penghijauan. Pak Menteri : Pengusaha yang memanfaatkan kayu hutan tersebut dan masyarakat di sekitar hutan yang sering mencuri kayu. Wartawan : Mengapa pemerintah selama ini kurang tanggap, Pak. Pak Menteri : Kami sudah berupaya memberikan penyuluhan, namun mereka pura-pura tidak mendengar. Wartawan : Terima kasih atas keterangan yang diberikan. Pak Menteri : Selamat siang !

38

C. PENUTUP Modul nomor IND.VIII.1.2.03 yang telah Kamu selesaikan berjudul Berwawancara. Kamu telah mempelajari dan menyelesaikan 3 kegiatan. Apakah rangkuman dan tugas akhir kegiatan selalu Kamu baca dan Kamu kerjakan dengan baik? Jika tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu selesaikan berarti Kamu telah mencapai kompetensi dapat berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini jangan segan-segan mintalah bantuan guru pamongmu. Sekarang mintalah kepada guru pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Selesaikan dengan bersungguh-sungguh. Selamat mengerjakan tes akhir modul, semoga berhasil!

39

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Kemungkinan daftar pertanyaan yang diajukan dengan topik demam berdarah adalah 1. Kapan terjadinya demam berdarah? 2. Mengapa kejadian ini tidak segera ditangani? 3. Siapa saja yang terkena demam berdarah? 4. Bagaimana tindakan Puskesmas? 5. Dimana saja wilayah yang terkena demam berdarah? 6. Apa upaya Puskesmas dalam mengurangi demam berdarah? Tugas 2 Berdasarkan pekerjaan siswa Tugas 3 Pokok-pokok wawancara a. banjir tejadi di Riau b. penyebab banjir adalah penebangan liar c. penanggung jawab penghijauan adalah pengusaha dan masyarakat sekitar d. upaya pemerintah melalui penyuluhan

40

IND.VIII.1.2.04

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

MEMBACA DENAH

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Dra. Liliana Muliastuti, MPd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008


53

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini Kamu mempelajari modul berjudul Membaca Denah. Standar Kompetensi yang harus kamu miliki adalah memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat Untuk mencapai kompetensi tersebut, Kamu akan mempelajari dua kegiatan pembelajaran. Kegiatan satu, petunjuk arah pada denah. Kegiatan kedua, perjalanan ke arah yang dituju,. Jika semua kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit, termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikan dengan temanmu, atau menanyakan langsung kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses selalu menyapamu!

43

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Petunjuk Arah pada Denah 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menemukan tempat atau arah dalam konteks yang sebenarnya sesuai dengan yang tertera pada denah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mencermati petunjuk arah mata angin pada denah 4. Materi Pokok Petunjuk Arah Mata Angin pada Denah. 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan denah sangat beragam. Jika Kamu ke pasar, di sana Kamu akan temukan denah los-los pedagang. Misalnya ada los pedagang sayur, los pedagang ikan, los pedagang daging, los pedagang beras, dan los pedagang baju atau kain. Denah biasanya kita jumpai untuk menunjukkan sebuah lokasi wisata. Sewaktu ke kebun binatang, barangkali Kamu menemukan denah lokasi yang berisikan informasi jenis-jenis hewan mulai dari ular hingga buaya. Pada denah itu pun Kamu temukan lokasi-lokasi khusus jenis-jenis binatang tersebut.

44

Di sekolah dapat pula Kamu jumpai denah ruang kelas belajar. Denah tersebut dimulai dari kelas VII hingga kelas IX. Dengan membaca denah tersebut, secara cepat Kamu dapat memperoleh informasi tentang letak ruang-ruang kelas. Denah juga dibuat untuk menunjukkan ruang sebuah perkantoran, lokasi suatu tempat dan lokasi sebuah pusat perbelanjaan. Perhatikan contoh denah di bawah ini! Informasi apa yang kamu dapatkan dari denah di atas? Dengan membaca denah di atas, beberapa hal dapat kita pahami informasinya. Pada denah tersebut dituliskan lokasinya ada di sini , kemudian terdapat tanda panah besar berwarna merah bertuliskan lokasi yang menunjuk ke Tamini Square yaitu sebuah pusat perbelanjaan mewah di sebuah kawasan Jakarta Timur. Dimana letaknya? Kalau melihat petunjuk arah mata angina yangterletak pada kanan atas akan tampak arah Utara (ditunjukkan tanda panah bagian atas) dam arah selatan (ditunjukkan tanda panah bagian bawah). Jadi, bila Kamu berada di Tanjung Priuk dan akan menuju ke Tamini Square, berarti Kamu harus menuju ke arah Selatan.

Rangkuman 1. Denah merupakan gambaran sebuah ruang, lokasi, dan alamat. 2. Petunjuk arah mata angin biasanya dicantumkan di kanan atas denah. Sebagai pedoman, pada petunjuk arah utara dan selatan biasanya diletakkan pada bagian atas dan bawah. 6. Tugas 1 1. Perhatikan denah Waduk Kedung Ombo! 2. Sesuai petunjuk arah mata angin, dimana letak Waduk Kedung Ombo?

utara

selatan

45

Kegiatan 2 : Perjalanan ke Arah Tempat yang Dituju 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menemukan tempat atau arah dalam konteks yang sebenarnya sesuai dengan yang tertera pada denah. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mendiskusikan perjalanan yang paling mudah ke arah tempat yang dituju. 4. Materi Pokok Perjalanan yang Paling Mudah ke Arah Tempat yang Dituju. 5. Uraian Materi Pada pembelajaran terdahulu Kamu telah mengenal arah yang terdapat pada denah. Cara membaca arah pada denah adalah dengan menyesuaikan arah mata angin yaitu : 1. utara (biasanya bagian atas), 2. selatan (biasanya bagian bawah), 3. timur (biasanya sebelah kanan), dan 4. barat (biasanya sebelah kiri) Fungsi penunjuk arah adalah sebagai pedoman jika Kamu akan mengunjungi suatu tempat atau alamat tertentu. Ini pedoman pertama. Pedoman kedua, cara membaca tempat pada denah dengan memperhatikan penyebutan tempat- tempat yang mudah dikenali (misalnya: kantor kelurahan, gedung SD), dan keterangan warna-warna tertentu. Kamu pun telah mengenal contoh penggunaan denah, misalnya: 1. denah ruang kelas 2. denah rumah 3. denah lokasi alamat 4. denah tempat wisata 5. denah ruang poliklinik 6. denah tempat duduk siswa. Nah, bagaimana jika Kamu akan berkunjung ke suatu tempat dengan berpedoman pada denah yang ada? Jangan lupa kedua petunjuk praktis di atas dapat dijadikan sebagai pedomannya. Perhatikan contoh di bawah ini!

46

Coba Kamu diskusikan dengan temanmu! Berdasarkan denah tersebut, Kamu dapat menentukan perjalanan yang paling mudah ke arah tempat yang dituju.

47

Sesuai denah tersebut, tempat yang akan dituju adalah Rumah Makan Pasundan 2. Jadi, Kamu bisa memilih mulai perjalanan darimana saja, yang penting mudah Kamu lakukan. Sebagai contoh, jika kamu memulai perjalanan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), berarti kamu harus menuju ke selatan melintasi Jalan hankam kemudian ke arah pertigaan Jalan Bambu Apus menuju Jalan Setu Raya. Kamu pasti semakin paham! Bagus, kalau begitu! Rangkuman 1. Perjalanan yang paling mudah ke arah tempat yang dituju dapat berpedoman pada denah. 2. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan penunjuk arah dan memperhatikan penyebutan tempat- tempat yang mudah dikenali.

6. Tugas 2 Jelaskan perjalanan menuju lokasi RM pasundan 2 di Jalan Setu Raya, jika Kamu memulai perjalanan dari Pasar Pondok Gede!

48

C. PENUTUP Modul IND. VIII.1.M. 04 telah Kamu selesaikan dengan baik. Selamat! Sekarang kamu dapat berkonsultasi dengan Guru Pamong, agar dizinkan mengikuti TAM (Tes Akhir Modul), karena kamu telah menyelesaikan tugas-tugas dengan baik pula. Seperti biasa, tidak perlu segan-segan untuk selalu berdiskusi dengan teman-temanmu, atau guru pamong, jika Kamu mengalami kesulitan dalam belajar! Membiasakan berdiskusi akan sangat membantu Kamu dalam memahami kompetenesi yang harus Kamu kuasai. Sekali lagi selamat belajar! Semoga Kamu selalu meraih keberuntungan dan sukses dalam belajar.

49

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Letak Waduk Kedung Ombo, di sebelah utara Kabupaten Grobogan atau terletak di antara Kabupaten Grobogan dan Kabupaten sragen Jawa Tengah.

Tugas 2 Jika dari Pasar Pondok Gede, kita bisa melalui Monumen Pancasila Sakti mengikuti arah jalan ke Jalan Setu Raya, atau melalui Jalan Raya Pondok Gede ke selatan menuju Jalan Hankam, Jalan Bambu Apus, kemudian ke arah selatan Jalan Setu Raya - tempat lokasi Rumah Makan Pasundan 2.

50

IND. VIII.1.2.05

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

MENEMUKAN INFORMASI

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Drs. H. Nasruddin, MPd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


51

52

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu, tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampakan kepadamu. Kali ini Kamu akan melakukan pembelajaran tentang menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi atau buku telepon. Standar Kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu memahami isi informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi atau buku telepon. Modul ini terbagi dalam tiga kegiatan pembelajaran. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 X 40 menit. Manfaatkan waktu seefektif mungkin, agar hasil yang akan kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, seperti biasa, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Bisa juga Kamu menanyakan kepada Kakakmu di rumah, atau berdiskusi dengan guru pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Sukses hari ini menentukan masa depanmu. Selamat belajar!

53

B. KEGIATAN BELAJAR

Kegiatan 1 : Membaca Buku Telepon 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku telepon dengan membaca memindai. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu memahami konsep buku telepon sebagai informasi 4. Materi Pokok Mengenali Buku Telepon 5. Uraian Materi Sejumlah informasi nomor telepon dan alamat penting (keluarga, sahabat, lembaga, instansi, rumah sakit, hingga ke toko elektronik) dapat Kamu jumpai pada buku telepon. Demikian informasi tentang barang atau benda yang akan kita beli dapat diperoleh melalui buku telepon. Dalam buku telepon memuat sejumlah nama dan nomor telepon yang tersusun secara alfabetis. Artinya, jika akan mencari nama sahabatmu Dini dan Dias, Kamu harus mencari pada kelompok nama yang diawali dengan D. Oleh sebab itu, Kamu harus mempercepat membaca dengan cara mempercepat gerakan mata kita ke bawah dan memanfaatkan kata kunci yang ada pada halaman atas buku telepon. Berdasarkan isinya, petunjuk buku telepon diterbitkan dalam dua buku. Pertama, buku telepon yang memuat daftar nomor telepon rumah/pribadi. Kedua, buku telepon yang memuat daftar nomor telepon belanja. Dari halaman pendahuluan Kamu akan menedapat penjelasan cara menemukan nama atau nomor telepon yang akan Kamu hubungi, sebagai berikut. 1. Departemen, Lembaga Negara, Lembaga Non-Departemen a. Disusun pada halaman menurut abjad b. Bagian-bagian departemen atau lembaga disusun berdasarkan struktur organisasi. c. Lembaga pemerintah yang berada di bawah suatu departemen, ditempatkan di bawah departemen yang bersangkutan., misalnya: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), disusun di bawah Departemen Pendidikan Nasional. 2. Nama Pelanggan Pribadi a. Nama keluarga dicantumkan lebih dahulu baru diikuti nama pribadi, misalnya: Diah Widayanti dikelompokkan pada abjad D. b. Nama pribadi tanpa nama keluarga/marga ditulis langsung, misalnya: Sukarya dikelompokkan pada abjad S. 54

Ketelitian dalam menelusuri nama-nama dalam buku telepon akan membantu mempermudah Kamu dalam menemukan apa yang dicari. Hal ini disebabkan, nama Sukirno, misalnya bisa Kamu temukan dalam jumlah lebih dari satu. Pada contoh daftar telepon berikut ini, nama Sukirno berjumlah 10. Secara rinci, nama-nama tersebut ditandai oleh perbedaan alamat dan nomor telepon. Hal itu tampak sebagai berikut! No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Nama Sukirno Sukirno Sukirno Sukirno Sukirno, BSc Sukirno, Drs. Sukirno, Drs. Sukirno Hadi Purnomo Sukirno, SH Sukirno Sarwo Kendal Alamat Jl Arya Reksa Raya 63 B Jl Jatingaleh Trangkil 142 Jl Purwosari 1-A/I-1 Jl Tlogo Putri 151 Ds Tirtomulyo RT 07 RW III Jl Lampar Hijau 303 A Jl Pasir Mas II/64 Jl Parung Sarpo IX/23 Jl Kelud Ilir IV/2 Jl raden Patah 76

Berikut ini akan dicontohkan kembali sebuah kutipan nama, alamat, dan nomor telepon yang dimulai dari nama yang berabjad S. Perhatikan sekali lagi, namanama yang mirip atau sama tetapi dibedakan oleh alamat dan nomor telepon!

55

56

3. Singkatan nama, gelar, pangkat, dan lainnya yang sejenis dicantumkan di belakang, misalnya: Adiningtyas Dwi PS dr dan Dias Putri dr. dikelompokkan pada abjad A dan D. a. Badan Usaha Nama perusahaan didahulukan, kemudian dikuti oleh bentuk badan usaha itu (PT,CV, hotel, dsb) misalnya Toko Juariah pda abjad J. b. Petunjuk Halaman : Gunakan petunjuk abjad yang tertulis pada sudut kiri dan kanan atas setiap halaman untuk memudahkan Kamu menemukan nama yang kamu cari. d. Halaman Kuning 1). memuat daftar badan usaha yang disusun menurut kelompok usaha. 2). melalui indeks yang ada di depan. Kemudian pada buku telepon Belanja diinformasikan pula petunjuk menggunakan indeks. Indeks klasifikasi akan memudahkan Kamu menemukan produk dan jasa yang dicari dengan cepat. Berbagai bidang usaha telah disusun dalam urutan abjad, sehingga setiap produk dan jasa dapat ditemukan dengan mudah. Contoh: jika Kamu mencari nama, alamat dan nomor telepon dari perusahaan penjernih air, berarti Kamu mencari suatu produk tentang kacamata. Nah, Kamu cari pada klasifikasi optical. Dengan mengetahui klasifikasinya, Kamu akan sangat mudah menemukan daftar perusahaan yang bergerak di bidang usaha tersebut. Kamu hanya perlu tiga langkah untuk menemukannya. Apa sajakah itu? 1. Bayangkan klasifikasi dari produk/jasa yang Kamu cari 2. Carilah klasifikasi usaha tersebut pada halaman indeks klasifikasi untuk mengetahui nomor halamannya. 3. Buka halaman tersebut, dan Kamu akan menemukan deretan nama perusahaan yang bergerak pada bidang usaha tersebut. Agar pengetahuanmu tentang buku telepon ini semakin mantap, tidak ada salahnya Kamu mendiskusikannya kepada guru pamong. Siapa tahu, di perpustakaan sekolahmu juga menyimpan buku telepon, baik yang memuat daftar nama dan nomor telepon pribadi/rumah dan buku telepon khusus belanja. Coba Kamu praktikkan petunjuk yang diberikan pada buku telepon belanja. Rangkuman 1. Buku telepon memuat sejumlah informasi penting mengenai nama dan alamat serta nomor telepon. 2. Berdasarkan isinya, buku telepon diterbitkan dalam dua bentuk yakni nomor telepon pribadi/rumah dan nomor telepon belanja

6. Tugas 1 1. Apa yang Kamu ketahui tentang buku telepon? 2. Sebutkan dua contoh buku telepon berdasarkan isinya!

57

Kegiatan 2 : Membaca Buku Telepon 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku telepon dengan membaca memindai. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu membaca informasi secara cepat dan tepat. 2. Mampu mencari subjek informasi (lema) secara cepat dan tepat dari buku telepon 4. Materi Pokok Mencari Subjek Informasi dari Buku Telepon 5. Uraian Materi Keterampilan Kamu dalam membaca terasa semakin meningkat bukan? Syukur alhamdulillah, kalau begitu. Kamu pun telah mengenal buku telepon dan cara memanfaatkannya. Sekarang, kamu akan berlatih mencari subjek informasi berupa nama atau perusahaan tertentu secara cepat dan tepat. Ingat, dalam mencari subjek dalam buku telepon Belanja harus selalu berpedoman kepada : 1. klasifikasi dari produk/jasa yang Kamu cari 2. klasifikasi usaha tersebut pada halaman indeks klasifikasi untuk mengetahui nomor halamannya. 3. membuka halaman tersebut, dan Kamu akan menemukan deretan nama perusahaan yang bergerak pada bidang usaha tersebut. Demikian pula untuk mencari nomor pribadi, Kamu harus berpedoman kepada : 1. Nama keluarga dicantumkan lebih dahulu baru diikuti nama pribadi, misalnya: Diah Widayanti dikelompokkan pada abjad D. 2. Nama pribadi tanpa nama keluarga/marga ditulis langsung, misalnya: Odih Sukarya dikelompokkan pada abjad O. 3. Petunjuk Halaman : gunakan petunjuk abjad yang tertulis pada sudut kiri dan kanan atas setiap halaman untuk memudahkan Kamu menemukan nama yang kamu cari. Untuk mengenal lebih dekat, akan lebih baik jika Kamu berusaha untuk mendapatkan buku telepon baik yang berisi tentang pelanggan pribadi maupun buku petunjuk Belanja. Ini sangat bermanfaat, agar Kamu lebih banyak mencari, menemukan, dan melatih kecepatanmu dalam membaca. Seandainya Kamu membuka halaman-halaman yang memuat sejumlah nomor telepon seperti di bawah ini, carilah nomor telepon atas nama Suroso Adhi Santoso yang beralamat di Ngesti 50, dan Syamhudi yang beralamat di Arjuno 38. Berapa nomor-nomor telepon mereka? Untuk mempermudah, Kamu dapat menggunakan tabel berikut!

58

No. 1 2

a m

Alamat Ngesti 50 Arjuno 38

No. Telepon

Suroso Adhi Santoso Syamhudi

Apabila Kamu cermat, Kamu akan menelusuri dengan gerak mata dari atas ke bawah dan akan menemukan kedua nomor telepon tersebut hanya bebrapa detik. Bagaimana sudah Kamu temukan? Ya, nomor keduanya adalah 596323 dan 592322. Kamu benar? Bagus, kalau begitu! Jika Kamu lengkapi catatanmu, Kamu boleh menulis ulang sebagai berikut. No. N a m a 1 Suroso Adhi Santoso 2 Syamhudi Rangkuman 1. Dalam mencari subjek informasi dari buku telepon harus dipahami tentang apa yang akan kita cari. 2. Jangan lupa untuk selalu membaca petunjuk indeks dalam buku telepon baik pelanggan pribadi maupun dinas/perusahaan, karena hal itu akan membantu mempercepat menemukan informasi yang diperlukan. 6. Tugas 2 1. Carilah nama, alamat, dan nomor telepon sesuai kutipan lembar buku telepon pribadi! No. 1 2 N a m Sukotjo R Sulastri a Alamat Jl. Dr. Cipto 112 Jl Bukit Kencono 6 No. Telepon Alamat Ngesti 50 Arjuno 38 No. Telepon 596323 592322

59

2. Carilah nama, alamat, dan nomor telepon sesuai kutipan lembar buku telepon Belanja/jasa di bawah ini! No. 1 2 Nama Jasa Nita Salon Mimi Salon 60 Alamat No. Telepon

C. PENUTUP

Selamat! Kamu telah berhasil menyelesaikan modul ini Setelah Kamu menguasai seluruh materi dalam modul ini, segeralah menghubungi Guru untuk minta diadakan Tes Akhir Modul. Dan ingat nilai tes akhir modul yang harus Kamu raih paling rendah 6,5 agar Kamu diperkenankan untuk melanjutkan pada pelajaran pada modul berikutnya. Selamat mengerjakan Tes Akhir Mudol, semoga hasil tes yang Kamu raih mendapat nilai yang memuskan.

61

Kegiatan 3 : Mengemukakan Kembali Informasi dari Buku Telepon 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku telepon dengan membaca memindai. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mengemukakan kembali informasi dalam ensiklopedi/buku telepon dengan bahasa sendiri. 4. Materi Pokok Mengemukakan Kembali Informasi dari Buku Telepon dengan Bahasa Sendiri. 5. Uraian Materi Pengalamanmu dalam mempelajari mencari hingga menemukan nomor-nomor telepon tentu sangat mengasyikkan dan mengesankan, bukan? Mungkin pengalaman yang kamu alami berbeda dengan pengalaman teman-temanmu. Ini tidak masalah, malah suatu hal yang menarik. Sebab, di antara kalian pasti akan bertambah kaya. Apa saja yang dapat Kamu kemukakan dalam hal ini? Cara mengemukakan kembali informasi melalui buku telepon adalah menginformasikan pengalaman kita selama membaca dan menemukan nama, alamat, dan nomor-nomor telepon penting yang kita perlukan. Di bawah ini akan diberikan sebuah contoh. Contoh-contoh lain dapat Kamu buat sesuai pengalamanmu. Sewaktu mencari nama sahabat saya bernama: Adiningtyas Dwiputri, saya mulamula mencarinya pada abjad A. Namun, saya semula ragu-ragu. Karena, ternyata nama yang dimulai dengan abjad A sangat banyak. Ada sejumlah nama seperti: Adi, Adin, Adis, Adit dan sebagainya. Dengan sabar, akhirnya saya menemukan nama Adiningtyas Dwiputri pada kelompok A, pada larik 35 lajur kelima belas dari atas. Bagaimana dengan pengalaman Kamu? Ya, tentu mempunyai pengalaman lain yang tidak kalah menariknya. Selamat mengungkapkannya dari sekarang! Rangkuman 1. Cara mengemukakn kemali nformasi melalui buku telepon adalah mengemukakan pengalaman kita selama membaca dan menemukan nama, alamat, dan nomor-nomor telepon penting yang kita perlukan. 2. Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan orang lain. 6. Tugas 3 Ungkapkan pengalaman Kamu ketika mencari : a. Nomor telepon salah satu temanmu! b. Kantor polisi terdekat di daerahmu! c. Perusahaan air minum! d. Puskesmas/klinik pengobatan! 62

D. KUNCI TUGAS

Tugas 1 1. Buku telepon adalah kumpulan nama, alamat, dan nomor telepon baik atas nama pribadi maupun dinas serta perusahaan Berdasarkan isinya, buku telepon diternitkan dalam dua bentuk yakni nomor telepon pribadi/rumah dan nomor telepon belanja

2.

Tugas 2 1. Nomor Telepon Pribadi No. 1 2 N a m a Alamat Jl. Dr. Cipto 112 Jl Bukit Kencono 6 No. Telepon 540-145 472-511

Sukotjo R Sulastri

Tugas 3 Berdasarkan pekerjaan siswa

63

IND. VIII.1.3.06

MODUL SMP TERBUKA


Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

TANGGAPAN ISI LAPORAN

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Drs. H. Nasruddin, MPd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


63

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu, tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampakan kepadamu. Kali ini Kamu akan melakukan pembelajaran tentang menanggapi isi laporan perjalanan. Standar Kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. Modul ini terbagi dalam tiga kegiatan pembelajaran. Kegiatan (1): pengidentifikasian laporan perjalanan. Kegiatan (2): pokok-pokok laporan perjalanan, dan kegiatan (3): tanggapan tentang laporan perjalanan. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 X 40 menit. Manfaatkan waktu seefektif mungkin, agar hasil yang akan kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, seperti biasa, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Bisa juga Kamu menanyakan kepada Kakakmu di rumah, atau berdiskusi dengan Guru Pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Teruslah bersemangat, insya Allah Kamu akan sukses. Selamat belajar!

67

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pengidentifikasian Laporan Perjalanan 1. Standar Kompetensi Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. 2. Kompetensi Dasar Menanggapi isi laporan. 3. Indikator Mampu mengidentifikasi isi laporan perjalanan 4. Materi Pokok Laporan Perjalanan 5. Uraian Materi Pada modul terdahulu, Kamu telah mempelajari cara menyusun kerangka laporan dan mengembangkannya menjadi sebuah laporan perjalanan. Sekarang, Kamu akan melanjutkannya dengan pembelajaran tentang menanggapi isi laporan. Namun, sebelum kita bahas lebih mendalam, Kamu diminta mengidentifkasi isi laporan perjalanan. Bagaimana caranya? Baca dan pahamilah laporan perjalanan temanmu yang berkunjung ke kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Baca secara cermat kutipan berikut! Liburan kali ini aku mengunjungi tiga lokasi yaitu pulau Pramuka, pulau Semak daun, dan pulau Putri. Ketiga lokasi itu berada di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Sebelumnya kalian harus tahu, bahwa Kepulauan Seribu tediri atas 106 gugusan pulau karang besar dan kecil yang luasnya 108. 000 ha. Sebelum 1982, Kepulauan Seribu ditetapkan sebagai kawasan Konervasi Sumber Daya Alam dengan fungsi sebagai cagar Alam laut. Tapi setelah 1982, ditingkatkan fungsinya dari cagar alam Laut menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Artinya, semua yang ada di kepulaun itu dilindungi oleh undang-undang. Pemanfaatan sumber daya alamnya pun diatur oleh undang-undang. Tidak boleh sembarangan. Kawasan ini termasuk kecamatan Pulau Seribu Kotamadya Jakarta Utara. Bagaimana menuju kesana? Ada berbagai cara. Naik kapal feri, carter kapal boat atau terbang dengan jet foil pantai Marina Ancol Tanjung Priok atau dari Muara Angke. Jarak tempuh sekitar 45 47 km. Nah, sekarang aku akan sampaikan informasi tentang pulau Pramuka. Temanteman, di pulau ini ternyata tidak ada Pramuka. Tapi, disinilah pusat pemerintahan Kepualaun Seribu. Pulau ini dihuni oleh lebih dari 200 kepala keluarga. Ada kantor kecamatan, Puskesmas, sekolah dari SD sampai SMTA, juga asrama siswa dan guru. Oh, iya ada tempat pembuatan kapal tradisional. Sebab, hampir 90% penduduknya adalah nelayan.

68

Di sini juga ada penginapan bagi para wisatawan, dari yang sederhan sampai yang mewah. Mulai rumah penduduk yang disewakan sampai villa dengan pemandangan laut. Di pulau ini kita bisa mengunjungi penangkaran penyu. Juga pembudidayaan pohon bakau dan terumbu karang milik Departemen Kehutanan. Pantai di Pulau ini indah sekali, air lautnya jernih, tidak seperti air laut di Jakarta. Di dermaga saja, kita sudah bisa melihat ikan-ikan hias beraneka warna dari atas air, seperti melihat ikan di akuarium. Begitu teman-teman keadaan di pulau Pramuka. Asyik, kan? Benar-benar perjalanan yang menyenangkan. Berdasarkan laporan perjalanan tersebut, Kamu dapat mengidentifikasi dari segi isi dan urutan penyampaian. Bila Kamu cermat, maka akan didapatkan isi laporan adalah tentang perjalanan ke Pulau Pramuka. Temuanmu dapat digambarkan sebagai berikut.

isi

perjalanan ke Pulau Pramuka

Bagaimana urutan penyampaian laporan tersebut? Coba Kamu perhatikan bagian paragraf pertama hingga paragraf kedelapan (terakhir). Jika Kamu akan mengidentifikasi urutannya, maka bagian yang mengawali laporan perjalanan disebut pembuka adalah paragraf (1). Paragraf yang mengungkapkan inti laporan perjalanan, disebut bagian isi adalah paragraf (2), (3), (4), (5), (6), dan (7). Sedangkan paragraf (8) disebut sebagai bagian penutup laporan perjalanan, yakni bagian yang mengakhiri sebuah laporan. Pembuka Isi Penutup Paragraf (1) Paragraf (2), (3), (4), (5), (6), (7) Paragraf (8)

Rangkuman 1. Laporan perjalanan dapat diidentifikasi berdasarkan isi dan urutan penyampaian. 2. Dari segi isi dapat ditentukan tentang apa yang disampaikan dalam laporan tersebut. 3. Dari segi urutan dapat ditentukan berdasarkan rincian penyampaian laporan mulai dari pembuka, isi, hingga penutup. 6. Tugas 1 Bacalah laporan perjalanan ke Pulau Putri di bawah ini! 69

Identifikasikan isi dan urutan laporan perjalanan tersebut! Pulau Putri kami kunjungi pada hari ketiga. Rasanya perjalanan laut kali ini sangat melelahkan. Ombak sangat besar, kapal terombang-ambing sangat keras, banyak penumpang mual. Kata nelayan, Ini musim angin barat, jadi angin dan ombaknya sangat kuat. Perjalanan ini ditempuh hampir dua jam dan melewati lebih dari dua pulu gugusan pulau. Eh, kami juga melewati pulau panjang yang kata orang ada landasan pesawat udaranya. Pulaunya memang terlihat panjang sekali. Lalu, ajaib! Sampai di pulau Putri rasa mual tadi langsung hilang. Mungkin karena takjub, sebab di sana kami langsung disuguhi pemandangan akuarium besar di berbagai sudut bangunan. Malah ada akuarium di dalam laut! Pintu masuknya pun seperti pintu masuk kapal selam. Luar biasa! Bermacam penghuni laut ada, di antaranya: ikan bidadari, nemo dan keluarganya. Pulau Putri tidak begitu luas. Kami berkeliling dan mengunjungi tempat pemeliharaan biawak. Kami masih bisa melihat tupai-tupai berloncatan dari satu pohon kelapa yang satu ke pohon yang lain, juga ada burung raja udang. Sayangnya aku hanya sebentar di sana. Padahal masih banyak pulau yang ingin aku singgahi.

Kegiatan 2 : Pokok-pokok Laporan Perjalanan 1. Standar Kompetensi Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. 2. Kompetensi Dasar Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mencatat pokok-pokok laporan berdasarkan pola tertentu 4. Materi Pokok Pokok-pokok Laporan 5. Uraian Materi Pada kegiatan pembelajaran (1), Kamu telah mempelajari dengan baik tentang mengidentifikasi laporan perjalanan. Pemahamanmu akan hal tersebut sangat membantu dalam mempelajari pokok-pokok laporan. Mengapa? Sebab, salah satu tahap yang harus dilakukan adalah telah membaca secara keseluruhan isi laporan tersebut. Langkah berikutnya adalah menentukan gagasan-gagasan pokok yang diungkapkan penulis laporan melalui paragraf-paragraf. Pokok-pokok laporan dapat ditemukan dengan membaca secara keseluruhan isi laporan. Apabila dalam laporan tersebut terdapat grafik, tabel, bagan dan foto atau gambar Kamu hendaknya dapat memahami maksud yang disampaikan penulis laporan.

70

Grafik, tabel, bagan dan foto atau gambar jika disertakan dalam laporan berfungsi menjelaskan isi laporan. Dengan demikian, Kamu harus dapat membaca laporan secara utuh. Bagaimana wujud pokok-pokok pikiran dalam laporan? Pokok-pokok laporan tersebut berupa gagasan-gagasan penting yang diungkapkan melalui paragraf-paragraf. Coba Kamu perhatikan paragraf beikut! (1) Liburan kali ini aku mengunjungi tiga lokasi yaitu pulau Pramuka, pulau Semak Daun, dan pulau Putri. Ketiga lokasi itu berada di kawasan kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Paragraf tersebut terdiri atas dua kalimat. Jika Kamu cermati, gagasan pokok paragraf tersebut diungkapkan melalui kalimat (1). Nah, gagasan tersebut adalah kunjungan ke tuga lokasi. Untuk memahami gagasan-gagasan penting dalam wacana , mari kita baca kembali laporan perjalanan ke Pulau Pramuka. Untuk lebih lengkapnya, akan dikutipkan secara utuh seperti berikut.

(1) Liburan kali ini aku mengunjungi tiga lokasi yaitu pulau Pramuka, pulau Semak Daun, dan pulau Putri. Ketiga lokasi itu berada di kawasan kepulauan Seribu, Jakarta Utara. (2) Sebelumnya kalian harus tahu, bahwa Kepulauan Seribu tediri atas 106 gugusan pulau karang besar dan kecil yang luasnya 108. 000 ha. Sebelum 1982, Kepulauan Seribu ditetapkan sebagai kawasan Konervasi Sumber Daya Alam dengan fungsi sebagai cagar Alam laut. Tapi setelah 1982, ditingkatkan fungsinya dari cagar alam Laut menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Artinya, semua yang ada di kepulaun itu dilindungi oleh undang-undang. Pemanfaatan sumber daya alamnya pun diatur oleh undang-undang. Tidak boleh sembarangan. (3) Kawasan ini termasuk kecamatan Pulau Seribu Kotamadaya Jakarta Utara. Bagaimana menuju kesana? Ada berbagai cara. Naik feri, carter kapal boat atau terbang dengan jet foil pantai Marina Ancol Tanjung Priok atau dari Muara Angke. Jarak tempuh sekitar 45 47 km. (4) Nah, sekarang aku akan sampaikan informasi tentang pulau Pramuka. Temanteman, di pulau ini ternyata tidak ada Pramuka. Tapi, disinilah pusat pemerintahan Kepualaun Seribu. Pulau ini dihuni oleh lebih dari 200 kepala keluarga. (5) Ada kantor kecamatan, Puskesmas, sekolah dari SD sampai SMTA, juga asrama siswa dan guru. Oh, iya ada tempat pembuatan kapal tradisional. Sebab, hampir 90% penduduknya adalah nelayan.

71

(6) Di sini juga ada penginapan bagi para wisatawan, dari yang sederhan sampai yang mewah. Mulai rumah penduduk yang disewakan sampai villa dengan pemandangan laut. Di pulau ini kita bisa mengunjungi penangkaran penyu. Juga pembudidayaan pohon bakau dan terumbu karang milik Departemen Kehutanan. (7) Pantai di pulau ini indah sekali, air lautnya jernih, tidak seperti air laut di Jakarta. Di dermaga saja, kita sudah bisa melihat ikan-ikan hias beraneka warna dari atas air, seperti melihat ikan di akuarium. (8) Begitu teman-teman keadaan di pulau Pramuka. Asyik, kan? Benar-benar perjalanan yang menyenangkan. Pokok-pokok yang dapat Kamu catat sesuai dengan laporan di atas adalah dengan mencermati jumlah paragraf. Setelah dihitung, Kamu akan menemukan 8 paragraf. Nah, sekarang tentukan pokok-pokok paragraf dengan menentukan gagasan penting tiap paragraf. Coba Kamu diskusikan dengan teman-temanmu! Bagaimana hasilnya? Ya, jika sudah mencobanya Kamu boleh mencocokkannya dengan pokok-pokok laporan berikut! Paragraf (1) : kunjungan ke tiga lokasi Paragraf (2) : seluk beluk kepulauan Seribu Paragraf (3) : perjalanan menuju pulau Seribu Paragraf (4) : tentang pulau Pramuka Paragraf (5) : 90% penduduknya nelayan Paragraf (6) : di sini ada penginapan Paragraf (7) : pantainya indah Paragraf (8) : perjalanan yag menyenangkan

Rangkuman 1. Pokok-pokok laporan dapat ditemukan dengan membaca secara keseluruhan isi laporan. 2. Pokok-pokok laporan tersebut berupa gagasan-gagasan penting yang diungkapkan melalui paragraf-paragraf.

72

6. Tugas 2 Catatlah pokok-pokok laporan perjalanan berikut ini! Pulau Putri kami kunjungi pada hari ketiga. Rasanya perjalanan laut kali ini sangat melelahkan. Ombak sangat besar, kapal terombang-ambing sangat keras, banyak penumpang mual. Kata nelayan, ini musim angina barat, jadi angin dan ombaknya sangat kuat. Perjalanan ini ditempuh hampir dua jam dan melewati lebih dari dua pulau gugusan pulau. Eh, kami juga melewati pulau panjang yang kata orang ada landasan pesawat udaranya. Pulaunya memang terlihat panjang sekali. Lalu, ajaib! Sampai di pulau Putri rasa mual tadi langsung hilang. Mungkin karena takjub, sebab disana kami langsung disuguhi pemandangan akuarium besar di berbagai sudut bangunan. Malah ada akuarium di dalam laut! Pintu masuknya pun seperti pintu masuk kapal selam. Luar biasa! Bermacam penghuni laut ada, di antaranya: ikan bidadari, nemo dan keluarganya. Pulau Putri tidak begitu luas. Kami berkeliling dan mengunjungi tempat pemeliharaan biawak. Kami masih bisa melihat tupai-tupai berlncatan dari satu pohon kelapa yang satu ke pohon yang lain, juga ada burung raja udang. Sayangnya aku hanya sebentar di sana. Padahal masih banyak pulau yang ingin aku singgahi. Kegiatan 3 : Tanggapan tentang Laporan Perjalanan 1. Standar Kompetensi Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. 2. Kompetensi Dasar Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi laporan. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu memberikan tanggapan berupa kritik dan saran terhadap laporan perjalanan 4. Materi Pokok Tanggapan Laporan Perjalanan 5. Uraian Materi Bacakan kutipan laporan berikut dari salah satu dari temanmu! Kamu diharapkan menyimak dengan baik. (1) Liburan kali ini aku mengunjungi tiga lokasi yaitu pulau Pramuka, pulau Semak Daun, dan pulau Putri. Ketiga lokasi itu berada di kawasan kepulauan Seribu, Jakarta Utara. (2) Sebelumnya kalian harus tahu, bahwa Kepulauan Seribu tediri atas 106 gugusan pulau karang besar dan kecil yang luasnya 108. 000 ha. Sebelum 1982, Kepulauan Seribu ditetapkan sebagai kawasan Konervasi Sumber Daya Alam dengan fungsi sebagai cagar Alam laut. Tapi setelah 1982, ditingkatkan fungsinya dari cagar alam Laut menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Artinya, semua yang ada di kepulaun itu dilindungi oleh undang-undang. Pemanfaatan sumber daya alamnya pun diatur oleh undang-undang. Tidak boleh sembarangan. 73

(3) Kawasan ini termasuk kecamatan Pulau Seribu Kotamadya Jakarta Utara. Bagaimana menuju kesana? Ada berbagai cara. Naik kapal feri, carter kapal boat atau terbang dengan jet foil pantai Marina Ancol Tanjung Priok atau dari Muara Angke. Jarak tempuh sekitar 45 47 km. (4) Nah, sekarang aku akan sampaikan informasi tentang pulau Pramuka. Teman-teman, di pulau ini ternyata tidak ada Pramuka. Tapi, disinilah pusat pemerintahan Kepualaun Seribu. Pulau ini dihuni oleh lebih dari 200 kepala keluarga. (5) Ada kantor kecamatan, Puskesmas, sekolah dari SD sampai SMTA, juga asrama siswa dan guru. Oh, iya ada tempat pembuatan kapal tradisional. Sebab, hampir 90% penduduknya adalah nelayan. (6) Di sini juga ada penginapan bagi para wisatawan, dari yang sederhan sampai yang mewah. Mulai rumah penduduk yang disewakan sampai villa dengan pemandangan laut. Di pulau ini kita bisa mengunjungi penangkaran penyu. Juga pembudidayaan pohon bakau dan terumbu karang milik Departemen Kehutanan. (7) Pantai di pulau ini indah sekali, air lautnya jernih, tidak seperti air laut di Jakarta. Di dermaga saja, kita sudah bisa melihat ikan-ikan hias beraneka warna dari atas air, seperti melihat ikan di akuarium. (8) Begitu teman-teman keadaan di pulau Pramuka. Asyik, kan? Benar-benar perjalanan yang menyenangkan. Setelah Kamu menyimak penyampaian tersebut, sejumlah tanggapan dapat diberikan. Misalnya, ada bagian tertentu yang belum Kamu pahami atau ada pula bagian yang memang perlu diberikan kritik dan saran. Nah, untuk bagian yangbelum Kamu pahami, Kamu tentu boleh mengajukan pertanyaan. Untuk bagian yang telah dipahami, tetapi Kamu perlu memberikan kritik dan saran silakan Kamu berikan. Perhatikan contoh tanggapan yang dapat diberikan sebagai berikut!

mengajukan pertanyaan

Mengapa pulau tersebut dinamakan pulau Pramuka? Laporan yang ditulis tidak menginformasikan waktu pelaksanaan. Jadi, tidak lengkap. Sebaiknya laporan itu dilengkapi dengan waktu pelaksanaan perjalanan agar lebih jelas. 74

Kritik

saran

Mudah bukan, cara memberikan tanggapan? Kamu bersama teman-temanmu dapat menambah pertanyaan, kritik, atau saran sesuai laporan yang telah dibacakan. Rangkuman 1. Tanggapan dapat dilakukan setelah membaca secara keseluruhan isi laporan perjalanan. 2. Tanggapan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu: (1) mengajukan pertanyaan; (2) memberikan tanggapan berupa kritik dan saran atas penyampaian isi laporan. 6. Tugas 3 Bacalah laporan di bawah ini! Berikan tanggapan sesuai dengan isi laporan tersebut! Hari kedua, kami mengunjungi pulau Semak Daun. Hampir satu jam naik perahu dari pulau Pramuka. Kami melewati pulau Panggang dan pulau Karya, yang padat penduduknya. Ada bagian tembus pandang di dasar perahu. Jadi, selama perjalanan kami dapat melihat dasar laut dan para penghuninya. Asyik sekali Ternyata pulau Semak Daun itu kecil dan tidak berpenghuni. Luasnya sekitar 0,5 ha dan berupa hutan kecil. Kita bisa mengelilinginya hanya dalam waktu 10 15 menit. Pasirnya sangat putih bersih. Di pinggir pantai saja kami dapat menemukan hewan binatang laut dan ikan pari. Pulau ini jadi sangat berkesan, karena disinilah kami melepaskan anak tukik (anak penyu). Cuma sayangnya, di pinggiran hutan banyak terdampar sampah plastik dan sampah lain yang tidak bisa diurai.

75

C. PENUTUP Modul nomor IND.VIII.1.3.06 yang telah Kamu selesaikan berjudul Berwawancara. Kamu telah mempelajari dan menyelesaikan 3 kegiatan. Apakah rangkuman dan tugas akhir kegiatan selalu Kamu baca dan Kamu kerjakan dengan baik? Jika tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu selesaikan berarti Kamu telah mencapai kompetensi dapat berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini jangan segansegan mintalah bantuan guru pamongmu. Sekarang mintalah kepada guru pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Selesaikan dengan bersungguh-sungguh. Selamat mengerjakan tes akhir modul, semoga berhasil!

76

D. KUNCI TUGAS

Tugas 1 Isi laporan adalah perjalanan ke pulau Pramuka. Sedangkan bedasarkan urutan penyampaiannya, tampak bahwa pembuka terdapat pada paragraf (1) isi terdapat pada paragraf (2), (3), (4) penutup terdapat pada paragraf (5) Tugas 2 Pokok-pokok laporan perjalanan dapat ditentukan sebgai berikut: paragraf (1) : hari ketiga mengunjungi pulau Putri paragraf (2) : perjalanan ditempuh hampir dua jam paragraf (3) : rasa mual langsung hilang paragraf (4) : pulau putri tidak begitu luas paragraf (5) : hanya sebentar di pulau Pramuka Tugas 3 Pertanyaan yang mungkin diajukan adalah: Apakah di pulau Semak Daun terdapat penangkaran anak penyu (tukik)? Kritik dan saran yang dapat diajukan adalah: 1. laporan yang disampaikan kurang lengkap, karena tidak digambarkan secara jelas suasana ketika di pulau Semak Daun. 2. sebaiknya laporan ini lebih dirinci lagi tentang suasana saat di lokasi (pulau Semak Daun).

77

IND.VIII.1.3.07

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

SIMPULAN ISI TEKS

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Drs. H. Nasruddin, MPd

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


77

A. PENDAHULUAN

Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu, tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampakan kepadamu. Kali ini Kamu akan melakukan pembelajaran tentang menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi atau buku telepon. Standar Kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. Modul ini terbagi dalam tiga kegiatan pembelajaran. Kegitan Pembelajaran (1) : Membaca Cepat, Kegiatan Pembelajaran (2) : Menghitung Kecepatan Efektif Membaca, dan Kegiatan Pembelajara (3) : Menyimpulkan Isi Teks/Wacana. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 X 40 menit. Manfaatkan waktu seefektif mungkin, agar hasil yang akan Kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, seperti biasa, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Bisa juga Kamu menanyakan kepada Kakakmu di rumah, atau berdiskusi dengan guru pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Selamat belajar! Kesungguhanmu dalam memahami modul ini merupakan bukti niatmu yang suci untuk meraih masa depan yang gemilang!

81

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Membaca Cepat 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu membaca cepat dengan target 250 kata per menit 4. Materi Pokok Membaca Cepat 250 Kata Per Menit 5. Uraian Materi Perkembangan zaman begitu pesat. Tuntutan untuk bertindak cepat membuat kita sadar, betapa berharganya waktu! Kamu pun dituntut untuk selalu dapat membaca cepat. Untuk apa? Keterampilan membaca ini tentu akan mendatangkan dua manfaat, yaitu sebagai siswa Kamu dituntut banyak membaca modul berbagai mata pelajaran dan sebagai pengembangan dirimu kelak. Namun, ingat dalam membaca cepat Kamu juga dituntut untuk dapat memahami isi bacaan secara baik dan benar. Baiklah, kali ini Kamu akan mempelajari cara membaca cepat, yakni dengan perhitungan satu menit Kamu dapat membaca sejumlah 250 kata. Untuk itu, cobalah Kamu dan temanmu membaca kutipan berikut dengan memperhitungkan waktu. Secara bergantian kalian membaca dan saling menghitung berapa menitkah waktu yang diperlukan untuk membaca kutipan sepanjang 135 kata? Wacana 1

Barito, Oasis di Kebayoran Jakarta bukan sekedar mal dan ribuan kios kosong. Itulah Pasar Barito yang menjadi sentra belanja bunga di kawasan selatan Jakarta. Terlebih saat berlangsung Festival Baritos Flower Day. Suasana semakin asri karena seluruh kios di sepanjang pasar menghias diri dengan riasan bunga aneka warna. Papan bunga sepanjang 156 m yang memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) membentang di atas deretan puluhan kios. Tak ketinggalan sepasang ondel-ondel dan kios penjual penganan tradisional modern serta pernak-pernik juga hadir menyemarakkan suasana.

82

Cahya Suparno, koordinator Humas mengatakan acara itu merupakan yang pertama kali diadakan dari rencana sebagai kegiatan tahunan. Kami menggelar demo merangkai bunga oleh pedagang yang beberapa di antaranya pernah enjadi juara dunia. Ada penjualan bunga murah dan tanaman hias. Singkatnya, pihaknya ingin mengenalkan bunga terutama asal Indonesia sebagai bagian dari budaya yang dapat mengangkat derajat bangsa serta membangkitkan kepekaan terhadap keindahan, kata Cahya. (dikutip seperlunya dari Kompas, 26 Juni 2006)

Sudahkah kamu dan temanmu menghitung waktu untuk membaca kutipan tersebut? Berapa menit? Satu, setengah, atau seperempat menitkah? Bagus, jika Kamu mencatat waktu di bawah satu menit. Rangkuman 1. Keterampilan membaca memiliki dua manfaat, yaitu: a. sebagai bekal dalam membaca modul berbagai mata pelajaran; b. sebagai pengembangan diri. 2. Dalam membaca cepat dituntut dapat memahami isi bacaan secara baik dan benar. 6. Tugas 1 1. Baca kembali wacana sepanjang 250 kata di bawah ini! 2. Baca dan pahami wacana tersebut dengan cepat agar mencapai waktu minimal satu menit! 3. Selamat mencoba, keseriusan dan kepercayaan dirimu yang semakin mantap sangat membantu keberhasilan ini!

83

Wacana 2 Membuat Kliping Tidak Harus Menunggu Tugas dari Sekolah Pernah membuat kliping? Itu, lo guntingan tentang apa saja yang dimuat di koran, taboid, atau majalah. Biasanya kliping dibuat setelah kita mendapat tugas dari bapak atau ibu guru. Kliping ternyata banyak manfaat. Bagaimana cara membuat dan apa saja materi (isi) kliping? Membuat kliping ternyata memiliki banyak manfaat. Apa saja itu? (1) menyalurkan hobi; (2) mengembangkan hobi; (3) membuat yang tidak berguna menjadi berguna; (4) bacaan mengasyikkan. Bagi kita yang punya hobi gunting-gunting kertas tanpa tujuan, lebih baik menggunting-gunting koran, tabloid atau majalah. Kalian yang punya hobi jalan-jalan, kemudian di koran ada informasi tentang pariwisata daerah yang belum pernah dikenal. Dengan mengliping artikel tersebut, pengetahuan kita akan bertambah. Juga yang hobi tentang ikan hias, tidak ada salahnya mengliping artikel tentang ikan mas, asyik kan? Bila di rumah ada setumpuk Koran yang tidak terpakai, daripada menumpuk di gudang lebih baik kita kliping. Kita pilih artikel yangs esuai dengan hobi kita. Bahkan bila perlu, kita buatkan kliping untuk ibu. Misalnya, kliping tentang resep masakan. Setelah selesai, kliping itu bisa dijadikan sebagai hadiah saat ibu kita berulang tahun. Ide yang cemerlang bukan? Kualitas kliping yang kita buat tidak kalah bagusnya dengan buku karya penulis terkenal yang ada di toko. Dengan membaca kliping, kita telah menghemat waktu karen tidak prlu membuka semua Koran atau tabloid yang ada di gudang. Bahkan kita dapat menghemat biaya karena kita tidak perlu membeli buku baru. (dikutip seperlunya dari tulisan SUTIYONO, Kompas 21 Mei 2006)

Kegiatan 2 : Menghitung Kecepatan Efektif Membaca 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menghitung KEM (Kecepatan Efektif Membaca) sendiri dan teman 84

4. Materi Pokok Menghitung KEM 5. Uraian Materi Pembelajaran ini akan mengajak Kamu untuk berlatih secara lebih serius sebagai pembaca cepat. Lakukan secara berpasangan dengan teman Kamu! Ini perlu dilakukan agar Kamu dapat saling mengoreksi dan melaksanakan pengukuran secara benar. Alatalat yang perlu disiapkan adalah: jam tangan (yang memiliki hitungan detik) dan pensil atau pulpen. Sudah siapkah kalian? Ikuti langkah-langkah dalam menghitung KEM sebagai berikut! 1. Tentukan di antara kalian, seorang sebagai pembaca dan seorang sebagai juri. Tugas pembaca adalah sebagai membaca (hanya sekali membaca) dengan kecepatan yang ditentukan dan menjawab pertanyaan dari wacana tersebut. Tugas juri adalah menyodorkan wacana kepada pembaca, mencatat waktu, menyodorkan soal, dan mengoreksi dan menghitung KEM. 2. Selesai membaca, pembaca dapat meminta soal kepada Juri. Juri menarik wacana yang telah dibaca. Kemudian Juri mencocokkan jawaban soal berdasarkan kunci yang tersedia. 3. Dengan data jumlah kata yang dibaca, waktu yang diperlukan untuk membaca dan skor jawaban yang benar, juri dapat menghitung banyaknya skor KEM. 4. Apabila skor yang dijawab benar adalah 7 dari skor ideal 10, maka pemahamanmu dianggap baik. Baiklah, sekarang siapkan diri kalian sesuai petunjuk tersebut dan bacalah kutipan wacana (3) berikut! Wacana 3

PAGAR DENGAN BAK TANAMAN Tanaman di halaman rumah tidak harus selalu ditanam langsung di tanah atau di pot. Bila merasa bosan dengan model penanaman seperti itu, mengapa tidak mencoba model penanaman dalam bak tanaman? Bak tanaman ini bisa diletakkan di mana saja seperti: di bawah jendela, di salah satu sudut halaman, atau pada pagar rumah. Bila diletakkan pada pagar, tanaman ini bisa mengurangi efek kaku dan membuat pagar tampak lebih hidup. 85

Untuk ukurannya, bak tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Ada baiknya ukuran bak jangan terlalu besar. Bak yang terlalu besar akan merusak tampilan rumah secara keseluruhan. Ukuran bak tanaman di depan pagar idealnya mempunyai ketinggian sekitar 40 60 cm dengan panjang sesuai panjang pagar. Sedangkan lebarnya bisa sekitar 20 30 cm. Bak tanaman umumnya dibuat dari bata yang dilapis cat atau ditempeli batu alam. Keunggulan bila menggunakan batu alam, tampilan bak lebih natural dan bentuknya tidak kaku. Tapi, biaya yang harus dikeluarkan akan lebih besar jika dibandingkan bila menggunakan pelapis cat. Selain ukuran bak, yang perlu diperhatikan adalah sistem drainasenya. Sistem drainase berfungsi untuk membuang kelebihan air yang diserap oleh tanah. Sebaiknya buatlah saluran pembuangan keluar dari pipa PVC dengan diameter sekitar inci. Pipa ini dipasang di dalam bata dan menembus keluar. Hendaknya pipa pembuangan ini dibuat di kedua sisi bak. Setelah bak selesai dibuat, jangan langsung memberi media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Berilah terlebih dahulu lapisan pada dasar bak. Bisa juga menggunakan ijuk atau batu koral. Kemudian di atasnya berilah pasir kasar. Setelah itu baru bisa memberi lapisan media tanam hingga mencapai ketinggian bak. (alf). (dikutip dengan perubahan seperlunya dari Tabloid Rumah, 07 20 Februari 2006) Setelah Kamu baca wacana tersebut dengan kecepatan yang diinginkan (1 menit), kerjakan tes di bawah ini untuk mengetahui pemahamanmu terhadap wacana tersebut! 1. Saran yang diajukan dalam wacana tersebut kepada pembaca adalah . a. model penanaman dalam bak tanaman b. model penanaman dalam lahan c. model penanaman dalam tanah d. model penanaman dalam pot 2. Perbedaan bak dan pot adalah . a. bak tanaman lebih kecil daripada pot b. bak tanaman lebih besar daripada pot c. pot lebih besar daripada bak tanaman d. pot paling besar daripada bak tanaman 3. Bak tanaman bisa diletakkan di mana saja, kecuali . a. di bawah jendela b. salah satu sudut halaman c. dalam rumah d. pagar rumah 4. Fungsi bak tanaman pada pagar adalah . a. membuat pagar semakin tampak b. membuat pagar tampil seperti pot c. membuat pagar ibarat sebuah tanaman d. membuat pagar tampak hidup 86

5. Ukuran bak tanama disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Hal ini terungkap dalam paragraf . a. (4) b. (3) c. (2) d. (1) 6. Ukuran bak tanaman jangan terlalu besar agar . a. tidak merusak penampilan rumah b. tidak merusak pot yang ada c. tidak merusak pemandangan d. tidak merusak tanaman 7. Ukuran bak tanaman yang ideal adalah . a. tinggi 40 60 cm, lebar 10 20 cm b. tinggi 40 60 cm, lebar 10 30 cm c. tinggi 40 60 cm, lebar 20 30 cm d. tinggi 30 40 cm, lebar 20 30 cm 8. Tampilan bak tanaman agar tampak natural menggunakan . a. batu koral b.batu bata c. batu kali d.batu alam 9. Fungsi drainase adalah . a. membuang kelebihan air b. membuang kelebihan tanah c. membuang kelebihan tanaman d. membuang kelebihan tanah dan air 10. Langkah pertama setelah bak tanaman dibuat adalah . a. memberikan lapisan dasar b. memberikan lapisan pasir kasar c. memberikan lapisan pupuk kandang d. memberikan lapisan campuran tanah Cara menghitung KEM akan dicontohkan di bawah ini! Misalnya : Kamu membaca wacana (3) di atas dengan jumlah 250 kata, kemudian kalikan dengan 60 (karena satu menit = 60 detik). Setelah itu, hitunglah waktu yang diperlukan untuk membaca wacana (tulis dalam satuan detik)! Langkah berikutnya adalah membagi jumlah kata dalam wacana yang telah dikalikan dengan 60 dengan waktu yang kamu perlukan untuk membaca teks. Hasilnya merupakan jumlah kata per menit (kpm) yang merupakan KEM (Kecepatan Efektif Membacamu!)

250 X 60 : 1 menit (60 detik) = 250 kpm Setelah Kamu hitung kcepatan membacamu, sekarang cocokkan dengan kunci jawaban tes sebagai berikut! Hitung jumlah yang benar sesuai isianmu! 1. 2. 3. 4. 5. a b c d b 87 6. 7. 8. 9. 10. a c d a a

Berapa jawaban yang benar sesuai dengan pekerjaannmu? Semoga latihanmu kali ini mendapat perolehan skor minimal antar 7 8. Dalam hal ini, Kamu dapat menggunakan kriteria sebagai berikut . Perolehan Skor 1-3 4-6 78 9 10 Keterangan Rendah Cukup Sedang Baik

Rangkuman 1. Kecepatan Efektivitas Membaca (KEM) sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai siswa maupun dalam hal pengembangan diri. 2. KEM dapat dilatih, ditentukan, dan dihitung. Apabila jumlah kata yang dibaca dalam satu menit lebih cepat dan skor tes yang diperoleh 7 dari skor ideal 10, maka kecepatan membaca dan pemahaman terhadap wacana tergolong baik. 6. Tugas 2 1. Bacalah wacana (4) berikut ini secara berpasangan! 2. Hitunglah KEM yaitu waktu mulai dan selesai membaca (disepakati 1 menit)! 3. Selesai membaca wacana, kerjakan tes yang tersedia! 4. Hitung berapa jumlah perolehan skor sesuai dengan kunci yang tersedia! Wacana 4 Ikan-ikan seperti Kotak Inilah salam perkenalan dari laut dalam. Dari ikan hias laut yang bentuknya sangat lucu dan aneh. Di antaranya ikan-ikan buntel atau boxfishes dan cowfishes. Mereka tergabung dalam familia Ostraciidae. Siapa saja mereka? Ostracion Cubius, Lactophrys Polygonia, Ostracion Solorensis, dan Aracana Aurita. Ostracion Cubius Di Indonesia kami dijuluki blimbing kuning. Ada juga yang menyebut kami ikan buntel kotak. Sementara dalam bahasa Inggris kami disebut yellow boxfish.

88

Panjang tubuh kami maksimal 45 cm. Kami hidup di dasar laut berkarang dengan kedalaman 1 m. hingga 280 m. Jenis kami tersebar luas dari laut Merah dan Afrika Timur hingga Hawaii dan kepulauan Tuamto, hingga Jepang. Kami binatang penyendiri dan tidak beracun. Lactophrys Polygonia Teman-teman, kenalkan aku. Nama panggilanku Honeycomb Cowfish. Jenis kami bisa mencapai panjang hingga 45 cm. Pola bercak pada tubuh kami seperti sarang lebah, itulah sebabnya manusia menyebut kami honeycomb

cowfish.
Habitat kami di lautan adalah di sekitar karang. Kami lihai sekali menyamarkan diri pada lingkungan sekeliling.

Bila ada bahaya mengancam, kami segera mundur atau diam tak bergerak. Musuh terkecoh.

89

Ostracion Solorensis
Ikan buntel koper, itulah julukan kami. Karena bentuk kami kotak seperti koper. Sedangkan dalam bahasa Inggris nama kami adalah Reticulate Boxfish. Kami hidup di perairan karang yang dangkal dengan kedalaman maksimal 1 20 m.

Jenis kami tersebar dari Selatan Samudera Hindia, Christmas Island hingga ke Filipina, Palau, maluku, Papua New Guinea, dan Utara Great Reef Australia. Kami menyukai lingkungan yang kaya dengan terumbu karang. Kami pun termasuk ikan

beracun yang bisa membahayakan. Aracana Aurita


Ikan buntel belang atau Striped Cowfish, begitulah nama kami. Jenis kami berukuran kecil saja, maksimal bisa mencapai 20 cm. Kami hidup di dasar laut berkarang dengan kedalaman 10 200 m. Kami menyukai kawasan beriklim sedang.

Jenis kami tersebar di bagia timur Samudera Hindia, dan di sekitar autralia dari baian selatan austalaia Barat, New South Wales hingga Tasmania. Kami tidak

berbahaya bagi manusia.

90

Untuk memantapkan pemahamanmu terhadap wacana di atas, kerjakan tes di 1. Bacalah wacana di atas! 2. Pilihlah a, b, c, atau d sebagai jawaban yang benar! 1. Ikan hias dari laut dalam yang diperkenalkan tertera di bawah ini, kecuali .... a. Ostracion Cubius b. Lactophrys Polygonia c. Ostracion Solorensis d. Aracana Arwana 2. Ostracion Cubius sering disebut dengan . a. blimbing kuning b. blimbing merah c. blimbing wuluh d. blimbing putih 3. Ostracion Cubius hidup di dasar laut berkarang dengan kedalaman . a. 4 280 m b. 1 280 m c. 3 280 m d. 2 280 m 4. Ciri-ciri ikan honeycomb cwfish adalah .... a. bercak seperti sarang b. bercak seperti sarang semut c. bercak seperti sarang lebah d. bercak seperti sarang rayap 5. Ikan buntel koper dalam bahasa latin disebut .... a. Ostracion Solorensis b. Ostracion Cubius c. Lactophrys Polygonia d. Aracana Aurita 6. Ciri-ciri ikan buntel kotak tertera berikut ini, kecuali .... a. memiliki nama Latin Ostracion Cubius b. memiliki nama Inggris yellow boxfish. c. suka menyendiri d. suka berkelompok 7. Ciri ikan Lactophrys Polygonia menghindari musuh adalah . a. menyamarkan diri sebagai ikan b. menyamarkan diri sebagai pasir putih c. menyamarkan diri dengan lingkungan d. menyamarkan diri sebagai terumbu karang 8. Ikan buntel koper hidup di perairan karang yang dangkal yaitu .... a. maksimal 1 20 m b. maksimal 1 30 m c. maksimal 1 40 m d. maksimal 1 50 m 9. Ikan yang menyukai kawasan beriklim sedang adalah .... a. Ostracion Solorensis b. Aracana Aurita c. Lactophrys Polygonia d. Ostracion Cubius 91

10. Ikan ini berukuran kecil, karena berukuran maksimal hanya 20 cm. Siapakah aku? a. Ostracion Solorensis b. Lactophrys Polygonia c. Aracana Aurita d. Ostracion Cubius

Kegiatan 3 : Menyimpulkan Isi Teks/Wacana 1. Standar Kompetensi Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. 2. Kompetensi Dasar Menyimpulkan isi suatu teks dengan membaca cepat 250 kata per menit. 3. Indikator Mampu mendiskusikan simpulan isi teks 4. Materi Pokok Simpulan Isi Teks 5. Uraian Materi Kecepatan Efektif Membaca yang kamu lakukan pada Kegiatan Pembelajaran (1) dan (2) sangat berpengaruh pada kegiatan menyimpulkan isi wacana. Hal ini disebabkan, selain keteranpilan Kamu dalam membaca sangat baik ditunjang pula dengan pemahaman yang baik. Oleh sebab itu, dalam menyimpulkan isi wacana hanya melanjutkan pada butir-butir inti atau ide pokok yang ada dalam wacana. Langkah yang dapat Kamu lakukan adalah dengan membaca keseluruhan wacana, kemudian menentukan ide pokoknya sesuai dengan paragraf demi paragraf. Untuk itu, bacalah wacana berikut ini dengan KEM yang sudah Kamu praktikkan dengan baik! Membuat Kliping Tidak Harus Menunggu Tugas dari Sekolah Pernah membuat kliping? Itu, lo guntingan tentang apa saja yang dimuat di koran, taboid, atau majalah. Biasanya kliping dibuat setelah kita mendapat tugas dari bapak atau ibu guru. Kliping ternyata banyak manfaat. Bagaimana cara membuat dan apa saja materi (isi) kliping? Membuat kliping ternyata memiliki banyak manfaat. Apa saja itu? 1. menyalurkan hobi; 2. mengembangkan hobi; 3. membuat yang tidak berguna menjadi berguna; 4. bacaan mengasyikkan. Bagi kita yang punya hobi gunting-gunting kertas tanpa tujuan, lebih baik menggunting-gunting koran, tabloid atau majalah. Kalian yang punya hobi jalan-jalan, kemudian di koran ada informasi tentang pariwisata daerah yang belum pernah dikenal.

92

Dengan mengliping artikel tersebut, pengetahuan kita akan bertambah. Juga yang hobi tentang ikan hias, tidak ada salahnya mengliping artikel tentang ikan mas, asyik kan? Bila di rumah ada setumpuk Koran yang tidak terpakai, daripada menumpuk di gudang lebih baik kita kliping. Kita pilih artikel yang sesuai dengan hobi kita. Bahkan bila perlu, kita buatkan kliping untuk ibu. Misalnya, kliping tentang resep masakan. Setelah selesai, kliping itu bisa dijadikan sebagai hadiah saat ibu kita berulang tahun. Ide yang cemerlang bukan? Kualitas kliping yang kita buat tidak kalah bagusnya dengan buku karya penulis terkenal yang ada di toko. Dengan membaca kliping, kita telah menghemat waktu karena tidak perlu membuka semua koran atau tabloid yang ada di gudang. Bahkan kita dapat menghemat biaya karena kita tidak perlu membeli buku baru. (dikutip seperlunya dari tulisan SUTIYONO, Kompas 21 Mei 2006)

Berdasarkan langkah-langkah yang telah diberikan, Kamu dapat menyimpulkan wacana tersebut sebagai berikut. 1. Kliping ialah guntingan dari Koran, tabloid, atau majalah tentang apa saja. 2. Kegiatan mengliping memiliki banyak manfaat, yaitu: a. menyalurkan hobi; b. mengembangkan hobi; c. membuat yang tidak berguna menjadi berguna; d. bacaan mengasyikkan. 3. Dengan mengliping artikel pengetahuan akan bertambah. 4. Kliping dapat dijadikan sebagai hadiah saat ibu kita berulang tahun. 5. Kualitas kliping yang kita buat tidak kalah bagusnya dengan buku karya penulis terkenal. Rangkuman Langkah menyimpulkan simpulan isi teks /wacana adalah: 1. membaca keseluruhan isi wacana 2. menentukan ide pokok wacana sesuai dengan paragraf demi paragraf. 3. Menuliskan kembali butir-butir inti sebagai simpulan isi teks

6.

Tugas 3 1. Bacalah wacana (5) berikut dengan cepat! 2. Tuliskan simpulanmu atas wacana tersebut!

93

Wacana 5 PAGAR DENGAN BAK TANAMAN Tanaman di halaman rumah tidak harus selalu ditanam langsung di tanah atau di pot. Bila merasa bosan dengan model penanaman seperti itu, mengapa tidak mencoba model penanaman dalam bak tanaman? Bak tanaman ini bisa diletakkan di mana saja seperti: di bawah jendela, di salah satu sudut halaman, atau pada pagar rumah. Bila diletakkan pada pagar, tanaman ini bisa mengurangi efek kaku dan membuat pagar tampak lebih hidup. Untuk ukurannya, bak tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Ada baiknya ukuran bak jangan terlalu besar. Bak yang terlalu besar akan merusak tampilan rumah secara keseluruhan. Ukuran bak tanaman di depan pagar idealnya mempunyai ketinggian sekitar 40 60 cm dengan panjang sesuai panjang pagar. Sedangkan lebarnya bisa sekitar 20 30 cm. Bak tanaman umumnya dibuat dari bata yang dilapis cat atau ditempeli batu alam. Keunggulan bila menggunakan batu alam, tampilan bak lebih natural dan bentuknya tidak kaku. Tapi, biaya yang harus dikeluarkan akan lebih besar jika dibandingkan bila menggunakan pelapis cat. Selain ukuran bak, yang perlu diperhatikan adalah sistem drainasenya. Sistem drainase berfungsi untuk membuang kelebihan air yang diserap oleh tanah. Sebaiknya buatlah saluran pembuangan keluar dari pipa PVC dengan diameter sekitar inci. Pipa ini dipasang di dalam bata dan menembus keluar. Hendaknya pipa pembuangan ini dibuat di kedua sisi bak. Setelah bak selesai dibuat, jangan langsung memberi media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Berilah terlebih dahulu lapisan pada dasar bak. Bisa juga menggunakan ijuk atau batu koral. Kemudian di atasnya berilah pasir kasar. Setelah itu baru bisa memberi lapisan media tanam hingga mencapai ketinggian bak. (alf). (dikutip dengan perubahan seperlunya dari Tabloid Rumah, 07 20 Februari 2006)

94

C. PENUTUP Modul nomor IND.VIII.1.3.07 yang telah Kamu selesaikan berjudul Simpulan Isi Teks. Kamu telah mempelajari dan menyelesaikan 3 kegiatan. Apakah rangkuman dan tugas akhir kegiatan selalu Kamu baca dan Kamu kerjakan dengan baik? Jika tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu selesaikan berarti Kamu telah mencapai kompetensi mampu memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai dan membaca cepat. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini jangan segansegan mintalah bantuan guru pamongmu. Sekarang mintalah kepada guru pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Selesaikan dengan bersungguh-sungguh. Selamat mengerjakan tes akhir modul, semoga berhasil!

95

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Berdasarkan kecepatan membaca siswa. Latihan keterampilan ini dapat diulang sampai hasil yang dihrapkan tercapai, yaitu membaca dengan jumlah kata 250 kata dalam 1 menit. Tugas 2 a. Hitung terlebih dahulu KEM b. Kunci tes berdasarkan wacana. 1. 2. 3. 4. 5. d a b c a 6. 7. 8. 9. 10. d c a b c

c. Kriteria penilaian skor sesuai dengan tabel berikut ini Perolehan Skor 13 46 78 9 10 Ketera ngan Rendah Cukup Sedang Baik

Tugas 3 Simpulan teks/wacana: 1. Tanaman di halaman rumah tidak harus selalu ditanam langsung di tanah atau di pot. 2. Bak tanaman ini bisa diletakkan di mana saja. 3. Ukuran bak tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. 4. Ukuran bak tanaman idealnya mempunyai ketinggian sekitar 40 60 cm dan lebarnya bisa sekitar 20 30 cm. 5. Bak tanaman umumnya dibuat dari bata 6. Selain ukuran bak, yang perlu diperhatikan adalah system drainasenya. 7. Setelah bak selesai dibuat, jangan langsung memberi media tanam.

96

IND. VIII.1.4. 08

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

PETUNJUK MELAKUKAN SESUATU

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Drs. H. Nasruddin, MPd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008


106

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu, tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampaikan kepadamu. Kali ini Kamu akan melakukan pembelajaran tentang menulis petunjuk melakukan sesuatu. Standar Kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk. Modul ini terbagi dalam tiga kegiatan pembelajaran. Kegiatan (1): membaca petunjuk melakukan sesuatu. Kegiatan (2): ciri-ciri bahasa petunjuk, dan kegiatan (3): menulis petunjuk melakukan sesuatu. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 X 40 menit. Manfaatkan waktu seefektif mungkin, agar hasil yang akan kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, seperti biasa, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Bisa juga Kamu menanyakan kepada Kakakmu di rumah, atau berdiskusi dengan Guru Pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Semoga sukses selalu menjadi milikmu . Selamat belajar!

99

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan 1 : Membaca Petunjuk Melakukan Sesuatu 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk. 2. Kompetensi Dasar Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu membaca petunjuk (model) 2. Mampu mendiskusikan urutan-urutan petunjuk melakukan sesuatu 4. Materi Pokok Membaca Petunjuk Melakukan Sesuatu 5. Uraian Materi Bacaan tentang petunjuk melakukan sesuatu dapat Kamu temukan di surat kabar, tabloid, majalah, dan brosur barang-barang elektronik yang Kamu dapatkan ketika membeli radio, tip, kipas angina, atau televisi. Kamu masih ingat? Apa saja isinya? Dua contoh di bawah ini mudah-mudahan dapat mengingatkan Kamu tentang petunjuk melakukan sesuatu. Contoh (1) : Menyimpan Terasi Menghindari Tikus Terasi yang beraroma tajam, rasanya gurih dan empuk ini sangat disukai oleh tikus. Jika tidak benar menyimpannya, maka tikus akan sering berada di sekitar dapur. Karena itu perhatikan cara menyimpannya: 1. Potong-potong terasi menjadi ukuran sdang untuk 5 6 kali pemakaian. 2. Kukus atau panggang terasi hingga matang. 3. Taruh dalam sepotong kertas alumunium. 4. Bungkus rapat-rapat dan masukkan ke dalam wadah bertutup rapat. Contoh (2) : Cara Menggunakan Telepon Kartu 1. 2. 3. 4. 5. 6. Angkat gagang telepon! Tunggu sampai terdengar nada panggil! Masukkan kartu telepon! tekan nomor yang dituju! Setelah tersambung bicaralah! Setelah selesai menelepon, tutup kembali gagang telepon! 100

Contoh (1) berisi tentang petunjuk cara menyimpan terasi agar terhindar dan tidak dimakan tikus. Contoh (2) berisi tentang petunjuk cara menggunakan telepon kartu. Nah, sekarang Kamu tentu ingat pernah membaca bacaan sejenis itu, bukan? Kamu perhatikan kembali kedua contoh itu! Lebih khusus lagi, urutan langkah demi langkah yang disampaikan. Urutan dalam kedua contoh tersebut terasa ketat benar. Artinya, seperti ketika Kamu akan menaiki sebuah pohon. Tahapan yang dilakukan tentu memegangi atau mendekap batang pohon tersebut, kemudian kedua kaki merambat secara perlahan. Bukan kaki merambat ke batang pohon sementara kedua tangannya dengan bebas tanpa pegangan batang pohon. Apa yang terjadi jika itu yang dilakukan? Ya, Kamu bisa jadi tidak bisa menaiki pohon tersebut. Untuk memahami urutan dalam kedua contoh di atas, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman kelompok belajar. Hal-hal yang dapat Kamu diskusikan antara lain dengan cara mengubah-ubah urutan yang terdapat dalam kedua contoh. Bagaimana hasilnya? Bagaimana menurut pendapat teman-teman Kamu? Rangkuman 1. Bacaan tentang petunjuk melakukan sesuatu dapat Kamu temukan di surat kabar, tabloid, majalah dan brosur barang-barang elektronik 2. Bacaan tentang petunjuk melakukan sesuatu ditulis secara berurutan dengan langkah-langkah tertentu. 6. Tugas 1 Carilah contoh/model-model bacaan yang berisi tentang petunjuk melakukan sesuatu, misalnya: cara memasak, cara menggunakan, dan cara melakukan sesuatu dari surat kabar, tabloid, majalah atau brosur yang kamu miliki!

Kegiatan 2 : Ciri-ciri Bahasa Petunjuk Melakukan Sesuatu 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk. 2. Kompetensi Dasar Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menyimpulkan ciri-ciri bahasa petunjuk 4. Materi Pokok Ciri-ciri Bahasa Petunjuk 5. Uraian Materi Setelah kamu mempelajari bacaan tentang petunjuk melakukan sesuatu dan urutan penyampaiannya dengan baik, Kamu akan melihat penggunaan bahasanya. Pada saat 101

Kamu mendiskusikan tentang urutan sebenarnya Kamu telah menemukan ciri-ciri bahasa petunjuk. Mengapa? Sebab, penggunaan bahasa petunjuk yang disampaikan secara berurutan merupakan salah satu ciri bahasa petunjuk melakukan sesuatu. Selain itu, Kamu juga dapat menemukan ciri-ciri yang lain. Silakan baca kutipan ini kembali, dan diskusikan dengan kawan-kawan kelompok belajarmu. Cara Menggunakan Telepon Kartu Angkat gagang telepon! Tunggu sampai terdengar nada panggil! Masukkan kartu telepon! Tekan nomor yang dituju! Setelah tersambung, bicaralah! Setelah selesai menelepon, tutup kembali gagang telepon!

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mari kita cermati penggunaan bahasa berdasarkan contoh tersebut dari segi diksi atau pilihan kata, keefekifan kalimat, ejaan (dalam hal ini penggunaan tanda baca (!), dan isinya. Dari segi diksi, Kamu akan temukan pilihan kata yang digunakan singkat dan jelas. Contoh : Angkat gagang telepon! Demikian pula dari segi kalimat, penggunaannya terasa efektif. Misalnya: 1. masukkan kartu telepon! 2. tekan nomor yang dituju! Kamu perhatikan pula pemakaian tanda seru(!) sebagaimana tertera pada setiap akhir kalimat. Pemakaian tanda seru (!) dalam petunjuk tersebut sebagai seruan atau perintah. Isi yang disampaikan dalam petunjuk itu pun tidak menimbulkan salah tafsir siapa pun yang membacanya. Bagaimana simpulan Kamu tentang ciri-ciri penggunaan bahasa petunjuk melakukan sesuatu? Rangkuman Ciri-ciri bahasa petunjuk melakukan sesuatu adalah : a. pilihan katanya singkat dan jelas b. menggunakan kalimat efektif c. menggunakan ejaan (tanda seru (!)) secara tepat d. isinya tidak menimbulkan salah tafsir/tidak ambigu. e. disajikan secara berurutan melalui langkah-langkah tertentu. 6. Tugas 2 Sebutkan ciri penggunaan bahasa pada petunjuk melakukan sesuatu! Kegiatan 3 : Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk. 2. Kompetensi Dasar Menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif. 102

3. Indikator Pencapaian Tujuan 1. Mampu menulis petunjuk melakukan sesuatu 2. Menyunting bahasa petunjuk teman 4. Materi Pokok Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu 5. Uraian Materi Contoh dan ciri-ciri bahasa dalam petunjuk melakukan sesuatu telah Kamu pelajari dengan baik. Pada kegiatan pembelajaran ini, Kamu akan berlatih menulis petunjuk melakukan sesuatu. Langkah-langkah dalam menulis petunjuk melakukan sesuatu adalah : 1. tentukan isi petunjuk 2. pilihlah calon sasaran petunjuk 3. buatlah kerangka urutan petunjuk yang harus dilaksanakan 4. tulislah petunjuk secara lengkap 5. menyunting ulang tulisan yang kita buat. Dalam menentukan isi petunjuk, Kamu dapat mengajukan pertanyaan apa yang akan saya tulis? Dengan kata lain, topik apa yang akan ditulis? Saya akan menulis petunjuk melakukan apa? Nah, kalau sudah ditemukan, Kamu dapat langsung menentukan. Kemungkinan di bawah ini dapat dijadikan sebagai topik: 1. 2. 3. 4. 5. 6. menanam mawar dalam pot membuat layang-layang hias membuat ayam goreng kencur bumbu renyah cara beternak ayam pelung cara mengoperasikan kipas angin teknik okulasi pada sebatang jeruk Bali

Langkah selanjutnya adalah memilih calon sasaran pembaca tentang petunjuk yang akan disusun. Agar kamu tidak salah mengartikan sasaran, perlu dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah menyangkut untuk siapa petunjuk ini ditulis? Untuk ibu rumah tanggakah? Siswakah? Atau anak-anak berusia 10 12 tahun? Itu semua perlu dipertimbangkan, karena menyangkut penggunaan bahasa secara tepat. Suatu hal yang tidak mungkin kalau Kamu akan menulis petunjuk cara melipat kertas menjadi sebuah perahu layar untuk anak-anak SD kelas III (usia 9 tahun), kemudian kamu menjelaskan dengan bahasa yang terlalu ilmiah. Hal yang terjadi, tulisanmu tentu akan sia-sia, karena mereka tidak memahami apa yang Kamu sampaikan. Mengapa dalam menulis petunjuk kamu diminta pula membuat kerangka urutan petunjuk yang harus dilaksanakan? Dengan membuat kerangka karangan topik yang kita tuliskan tersusun secara teratur. Kerangka karangan terutama akan Kamu perlukan, ketika akan menulis petunjuk, misalnya membuat masakan dan membuat hiasan pada tempat pensil. Sebab, disini Kamu harus merancang mulai dari bahan, alatalat yang diperlukan, hingga ke cara membuatnya. Apa pun yang kita tulis, hendaknya biasakan membuat kerangka terlebih dahulu. Setelah itu, kembangkan kerangka ini dalam bentuk karangan atau tulisan tentang petunjuk melakukan sesuatu. 103

Mengingat ini tulisan tentang petunjuk melakukan sesuatu, maka urutan langkah dalam melakukan sesuatu hendaknya menjadi perhatian utama, jangan sampai kita salah menginformasikan kepada orang lain. Apa jadinya, jika petunjuk yang berkaitan dengan penggunaan barang-barang elektronika, misalnya mengakifkan televisi sebagai berikut: Cara Mengaktifkan Televisi 1. Tekan tombol remote control sesuai saluran yang dikehendaki! 2. Pasang antena dalam atau antena luar! 3. Sesuaikan pengaturan warna sesuali selera! Kalau Kamu mengikuti penjelasan petunjuk di atas, yang Kamu beli meskipun canggih dan merupakan produk terkini - dijamin televisi tidak akan aktif. Hal ini disebabkan, urutan langkah yang disampaikan salah yakni tidak menginformasikan kepada konsumen atau pembaca satu hal paling penting yaitu memasukkan kabel penghubung ke stop kontak listrik. Paham ya? Bagus! Setelah ketiga langkah penulisan tersebut kalian pahami, maka tulislah petunjuk tersebut secara lengkap. Mulai darimana? Ya, judul, dan cara-cara melakukan sesuatu secara berurutan. Langkah terakhir adalah menyunting tulisan yang Kamu buat. Menyunting tulisan, berarti membetulkan tulisan yang sudah kita buat. Apa saja yang kita sunting? 1. Kalimat, Apakah kalimat yang kita tuliskan sudah efektif? Sebagai pedoman, Kamu harus memahami tentang kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. 2. Kata, Apakah kata yang dipilih sudah tepat? Apabila Kamu akan menggunakan kata secara tepat, Kamu dapat berpredoman pada kata baku bahasa Indonesia. Kata-kata ini dapat Kamu cari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 3. Ejaan Cermati penulisan huruf dan tanda-tanda baca (terutama tanda baca seru (!)) yang digunakan! Tanda seru (!) dalam buku Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan digunakan sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Misalnya; 1. Alangkah seramnya peristiwa itu! 2. Bersihkan kamar itu sekarang juga! 3. Buanglah sampah ini! 4. Merdeka! Penyuntingan terhadap kalimat, kata, dan ejaan (tanda seru) ini penting, mengingat yang akan disampaikan adalah bahasa tulis, yaitu menulis petunjuk melakukan sesuatu.

104

Secara praktis, langkah-langkah menulis petunjuk melakukan sesuatu dapat dibagankan sebagai berikut.

a. tentukan isi petunjuk b. pilihlah calon sasaran petunjuk yang akan dibuat c. buatlah kerangka urutan petunjuk yang harus dilaksanakan d. tulislah petunjuk secara lengkap

menyunting ulang tulisan yang disusun.

Rangkuman Langkah-langkah menulis petunjuk melakukan sesuatu: 1. tentukan isi petunjuk 2. pilihlah calon sasaran petunjuk yang akan dibuat 3. buatlah kerangka urutan petunjuk yang harus dilaksanakan 4. tulislah petunjuk secara lengkap 6. Tugas 3 5. menyunting ulang tulisan yang disusun. 1. Tuliskan petunjuk melakukan sesuatu! Topik yang dapat kamu tuliskan, misalnya: cara beternak ayam kate! 2. Jangan lupa menyunting tulisan yang sudah Kamu susun! 3. Jika kalian mengalami kesulitan, biasakanlah mendiskusikannya bersama temanteman!

105

C. PENUTUP Modul nomor IND.VIII.1.4.08 yang telah Kamu selesaikan berjudul Petunjuk Melakukan Sesuatu. Kamu telah mempelajari dan menyelesaikan 3 kegiatan. Apakah rangkuman dan tugas akhir kegiatan selalu Kamu baca dan Kamu kerjakan dengan baik? Jika tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu selesaikan berarti Kamu telah mencapai kompetensi mampu mengungkapkan informasi dalam bentuk petunjuk. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini jangan segansegan mintalah bantuan guru pamongmu. Sekarang mintalah kepada guru pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Selesaikan dengan bersungguh-sungguh. Selamat mengerjakan tes akhir modul, semoga berhasil!

106

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Berdasarkan pekerjaan siswa Tugas 2 Ciri-ciri penggunaan bahasa pada petunjuk melakukan sesuatu: a. pilihan katanya singkat dan jelas b. menggunakan kalimat efektif c. menggunakan ejaan (tanda seru (!)) secara tepat c. isinya tidak menimbulkan salah tafsir/tidak ambigu. d. disajikan secara berurutan melalui langkah-langkah tertentu. Tugas 3 Berdasarkan pekerjaan siswa

107

IND. VIII.1.4. 09

MODUL SMP TERBUKA


Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VIII 1 4 X 40 menit

KEGIATAN SISWA

BERMAIN PERAN

Penulis Pengkaji Materi

: Drs. Slamet Samsoerizal : Drs. H. Nasruddin, MPd

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009


109

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul-modul terdahulu, tanpa mengalami kesulitan. Acungan jempol patut disampaikan kepadamu. Kali ini Kamu akan melakukan pembelajaran tentang menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi atau buku telepon. Standar Kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui bermain peran. Modul ini terbagi dalam tiga kegiatan pembelajaran. Kegitan Pembelajaran (1) : Membaca teks drama , Kegiatan Pembelajaran (2) : penentuan karakter tokoh, dan Kegiatan Pembelajara (3) : persiapan perangkat pendukung tokoh. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit. Manfaatkan waktu seefektif mungkin, agar hasil yang akan kamu peroleh benar-benar maksimal. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ini, seperti biasa, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-teman. Bisa juga Kamu menanyakan kepada Kakakmu di rumah, atau berdiskusi dengan Guru Pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Semoga pengetahuanmu semakin meningkat, wawasanmu bertambah luas. Selamat belajar!

111

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Membaca Teks Drama 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran. 2. Kompetensi Dasar Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu membaca teks drama 4. Materi Pokok Membaca Teks Drama 5. Uraian Materi Mementaskan sebuah naskah drama? Wah, alangkah inginnya aku! Aku ingin berakting seperti para aktor dan aktris yang sering memerankan berbagai tokoh dan karkaternya di layar televisi. Demikian, mungkin yang tercetus dalam benak Kamu. Memang tidak salah! Semua itu dapat Kamu pelajari. Langkah pertama yang dapat kamu tempuh adalah membaca naskahnya terlebih dahulu. Dengan membaca naskah, kamu dapat mengenal tokoh-tokoh yang akan diperankan. Kamu pun dapat mengenal karakter yang harus Kamu perankan. Dengan kata lain, Kamu dapat bermain peran secara total. Mengapa? Karena tokoh dan karakter yang akan diperankan sudah Kamu jiwai secara baik. Coba Kamu baca kutipan naskah drama Tengsoe Tjahjono di bawah ini! TAK CUMA MIMPI Drama Satu Babak Adegan 1. DIRGO MELAMUN DI PINGGIR JALAN. TUMPUKAN KORAN ADA DI SAMPINGNYA. HARI PANAS. SUARA HIRUK PIKUK JALANAN BERCAMPUR DENGAN ALUNAN BIOLA YANG MERINTIH. 001. Dirgo : (sambil memandang langit.) Andaikan Bapakku kaya, naik mobil kinclong, rasanya tak mungkin aku menjual koran seperti ini. Tak pelu rasanya dipanggang matahari, menghisap asap knalpot, atau nyaris disenggol motor. : (mengejutkan Dirgo dengan menepuk pundak Dirgo yang sedang melamun). Hai, mikir apa, Go? : Jangkrik! Ngganggu aja Kamu. Hai, omong-omong nggak ingin makan yang enak-enak? : Siapa yang nggak ingin? Ingin sih ingin. Tapi duit darimana? : Ya, ya. Andaikan ayah kita kaya raya ... : Andaikan? Ngomong yang lain aja! : Apa salahnya berandai-andai, Han? Nyaman lho bermimpi ... : Gila kamu! Bemimpi dibilang nyaman .... 112

002. Lohan 003. Dirgo 004. Lohan 005. Dirgo 006. Lohan 007. Dirgo 008. Lohan

Tugas 1 Setelah kamu membaca naskah tersebut, Kamu tentu mendapat berbagai informasi. Kamu pun langsung dapat menuliskan catatan seperti berikut. 1. Drama tersebut berlatar pada siang hari, di pinggir jalan raya. 2. Dua tokoh yang memerankan adalah Dirgo dan Lohan. 3. Tokoh Dirgo berkarakter sebagai pemimpi. 4. Tokoh Lohan berkarakter sebagai anak yang tahu diri. Adegan 2. SESEORANG MELINTAS DI DEPAN MEREKA. LELAKI TUA. WAJAHNYA TERLIHATPUCAT. TAMPAK SAKIT. DIRGO DAN LOHAN MEMANDANGNYA PENUH TANYA. SEBELUM SEMPAT KEHERANANNYA TERJAWAB LELAKI TUA ITU JATUH TERSUNGKUR, SAMBIL MEMEGANG DADADNYA. TANPA DIBERI ABA-ABA DIRGO DAN LOHAN SEGERA MENOLONGNYA. 009. Dirgo 010. Lohan : : Waduh, kenapa orang ini, Han? Jangan banyak tanya dulu. Kita angkat ke tempat teduh. (Dirgo dan Lohan berusaha mengangkat lelaki tua itu, ke tepi jalan) Orang ini pasti sakit, Han. Ya, jelas sakit. Sudah jelas begitu masih ngomong lagi kamu ini. (lelaki itu tiba-tiba mnerintih. Dirgo memberikan sebotol aqua yang selalu dibawanya. Lelaki itu meminumnya) Kalian anak-anak baik. Jarang Bapak jumpai anak-anak yang tulus seperti kalian. Sudahlah, Bapakistirahat saja. Tampaknya Bapak sakit. Bapak tinggal dimana? Bapak tadi dari Bank, ngambil uang pension. Rencananya mau naik angkutan kota. Tiba-tiba dada bapak sakit, rasanya nggak tahan. kalau begitu biarkan Bapak kami temani pulang .... Nggak usah. Bapak sudah kuat lagi sekarang. (Lelaki itu memberikan sejumlah uang kepada keduanya). Ini, untuk kaian berdua. Bapak baru saja dapat uang pensiunan. tidak, terim akasih, pak. Oleh orang tkami nggak boleh menerima uang dari orang.

011. Dirgo 012. Lohan

: :

013. Lelaki Tua 014. Lohan 015. Lelaki Tua

: : :

016. Dirgo 017. Lelaki Tua

: :

018. Lohan

Kegiatan 2 : Penentuan Karakter Tokoh 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran. 2. Kompetensi Dasar Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menentukan karakter tokoh 113

4. Materi Pokok Penentuan Karakter Tokoh 5. Uraian Materi Bagaimana memerankan drama dengan baik? Pengenalan tokoh dan karakternya adalah langkah awal. Dengan mengenalnya kamu dapat secara leluasa menentukan karakter tokoh. Misalnya, apakah Dirgo adalah seorang anak yang berwatak keras, pemimpi, dan seorang yang suka menggerutu. Dari karakter tokoh tersebut, seorang pemain dapat menyiapkan diri untuk mewujudkan karakter tersebut. Persiapan yang dapat dilakukan adalah berlatih seolah-olah seperti tokoh yang sedang diperankan. Dengan berlatih, timbullah penghayatan yang kuat, sehingga tatkala Kamu memerankan tokoh tersebut penonton memperoleh gambaran yang hidup. Cobalah Kamu belajar menentukan tokoh, menghayati tokoh tersebut, kemudian memerankannya di depan teman-temanmu! Cara berlatih ini dapat Kamu lakukan dengan mengadakan pengamatan ke berbagai orang dan berbagai tempat. Coba Kamu amati, bagaimana watak seorang ibu yang sabar dan lemah lembut menghadapi anakanaknya yang bandel dan rewel. Seorang petugas di pasar, yang mudah marah hanya dengan masalah-masalah sepele. Perhatikan bagaimana cara bicara, lagak lagunya, jalan dan kalau dia sedang menghadapi persoalan. Kamu juga boleh menonton seorang aktor saat memerankan seorang jagoan yang memberantas kejahatan dalam film-film laga. Itu semua perlu diamati sebagai bekal yang dapat memperkaya Kamu saat berakting di pentas. Mimik, gerak-gerik, intonasi, sikap tokoh dalam menghadapi situasi menunjukkan watak atau karakter seseorang tokoh. Watak yang berbeda akan menunjukkan intonasi, mimik, sikap, dan gerakan yang berbeda walaupun mengekspresikan emosi yang sama. Nah, sekarang persiapkan dirimu untuk bermain peran, sesuai dengan kutipan naskah berikut! Cobalah Kamu bersama dua temanmu berdiskusi tentang tokoh-tokoh: Dirgo, Lohan, dan Lelaki Tua. Bagaimana karakter mereka? Bagaimana jika tokoh Dirgo Kamu yang memerankan? Temanmu yang kedua memerankan tokoh Lohan, dan teman yang satu lagi memerankan tokoh Lelaki Tua. Baca dan pahami isi naskah berikut! Adegan 2. SESEORANG MELINTAS DI DEPAN MEREKA. LELAKI TUA. WAJAHNYA TERLIHATPUCAT. TAMPAK SAKIT. DIRGO DAN LOHAN MEMANDANGNYA PENUH TANYA. SEBELUM SEMPAT KEHERANANNYA TERJAWAB LELAKI TUA ITU JATUH TERSUNGKUR, SAMBIL MEMEGANG DADADNYA. TANPA DIBERI ABA-ABA DIRGO DAN LOHAN SEGERA MENOLONGNYA. 009. Dirgo 010. Lohan : : Waduh, kenapa orang ini, Han? Jangan banyak tanya dulu. Kita angkat ke tempat teduh. (Dirgo dan Lohan berusaha mengangkat lelaki tua itu, ke tepi jalan) 114

011. Dirgo 012. Lohan

: :

013. Lelaki Tua 014. Lohan 015. Lelaki Tua

: : :

016. Dirgo 017. Lelaki Tua

: :

018. Lohan

Orang ini pasti sakit, Han. Ya, jelas sakit. Sudah jelas begitu masih ngomong lagi kamu ini. (lelaki itu tiba-tiba mnerintih. Dirgo memberikan sebotol aqua yang selalu dibawanya. Lelaki itu meminumnya) Kalian anak-anak baik. Jarang Bapak jumpai anak-anak yang tulus seperti kalian. Sudahlah, Bapakistirahat saja. Tampaknya Bapak sakit. Bapak tinggal dimana? Bapak tadi dari Bank, ngambil uang pension. Rencananya mau naik angkutan kota. Tiba-tiba dada bapak sakit, rasanya nggak tahan. kalau begitu biarkan Bapak kami temani pulang .... Nggak usah. Bapak sudah kuat lagi sekarang. (Lelaki itu memberikan sejumlah uang kepada keduanya). Ini, untuk kaian berdua. Bapak baru saja dapat uang pensiunan. tidak, terim akasih, pak. Oleh orang tkami nggak boleh menerima uang dari orang.

Rangkuman 1. Penentuan tokoh dan karakternya adalah langkah awal memahami teknik bermain peran. Dengan mengenalnya dapat ditentukan karakter tokoh. Dari karakter tokoh tersebut, seorang pemain dapat menyiapkan diri untuk mewujudkan karakter tersebut melalui penghayatan. 2. Mimik, gerak-gerik, intonasi, sikap tokoh dalam menghadapi situasi menunjukkan watak atau karakter seorang tokoh. Watak yang berbeda akan menunjukkan intonasi, mimik, sikap, dan gerakan yang berbeda walaupun mengekspresikan emosi yang sama. 6. Tugas 2 1. Bagaimana cara kamu menentukan karakter tokoh? 2. Bagaimana jika karakter tokoh itu dipentaskan?

Kegiatan 3 : Perangkat Pendukung Tokoh 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan perasaan denganbermain peran. 2. Kompetensi Dasar Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Menyiapkan perangkat pendukung tokoh yang akan diperankan

115

4. Materi Pokok Perangkat Pendukung Tokoh 5. Uraian Materi Amati gambar pementasan di bawah ini!

Gambar tersebut diambil dari pementasan Lenong, sebuah teater tradisional Jakarta. Jika kamu perhatikan, semua tokoh tampil mempesona. Tampak di sana, seorang jenderal di zaman Belanda sedang bertolak pinggang mengadili seorang pribumi. Di kanan kirinya, adalah opas atau prajurit setia sang Jenderal. Perhatikan kembali pakaian yang dikenakan. Dengan seragam seorang jenderal hal itu tampak dari pangkat, selempang khas, sepatu kulit- ia menggambarkan seorang yang angkuh, sombong, otoriter, kejam. Gambaran atau sosok itu tampak jelas. Sementara, sang opas yang garang pun, tampak dari seragam dinas yang dikenakannya dan senapan laras panjang di tangan. Busana atau pakaian yang dikenakan dan senapan laras panjang dapat digolongkan sebagai perangkat pendukung untuk memperjelas dan memperkuat gambaran sang tokoh yang akan diperankan. Dalam istilah drama, disebut properti. Perangkat pendukung dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: (1) pemain dan (2) pentas. Perangkat pendukung pemain mencakup busana dengan berbagai aksesorisnya. Sedangkan perangkat pendukung pentas di antaranya meja, kursi, set dekorasi yang dapat menggambarkan sebuah latar tempat dan latar waktu tergambar. Fungsi perangkat pendukung adalah sebagai penegas sosok tokoh dan latar terjadinya peristiwa dalam drama. Perhatikan foto pementasan di bawah ini! Apakah kamu menangkap gambaran sebuah kerajaan pada gambar berikut? Coba diskusikan dengan temanmu!

116

Rangkuman 1. Perangkat pendukung dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: (1) pemain dan (2) pentas. Perangkat pendukung pemain mencakup busana dengan berbagai aksesorisnya. Sedangkan perangkat pendukung pentas di antaranya meja, kursi, set dekorasi yang dapat menggambarkan sebuah latar tempat dan latar waktu tergambar. 2. Fungsi perangkat pendukung adalah sebagai penegas sosok tokoh dan latar terjadinya peristiwa dalam drama.

6. Tugas 3 1. Apa fungsi perangkat pendukung dalam sebuah pementasan drama? 2. Sebutkan dua perangkat pendukung dalam sebuah pementasan drama!

117

C. PENUTUP Modul nomor IND.VIII.1.4.09 yang telah Kamu selesaikan berjudul Bermain Peran. Kamu telah mempelajari dan menyelesaikan 3 kegiatan. Apakah rangkuman dan tugas akhir kegiatan selalu Kamu baca dan Kamu kerjakan dengan baik? Jika tugas-tugas dalam modul ini telah Kamu selesaikan berarti Kamu telah mencapai kompetensi dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui bermain peran. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini jangan segansegan mintalah bantuan guru pamongmu. Sekarang mintalah kepada guru pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Selesaikan dengan bersungguh-sungguh. Selamat mengerjakan tes akhir modul, semoga berhasil!

118

D. KUNCI TUGAS

Tugas 1 1. Tokoh-tokohnya adalah Dirgo, Lohan, dan Lelaki Tua. 2. isi adegan 2 adalah tentang Dirgo dan Lohan yang menolong Lelaki Tua. Tugas 2 1. Cara menentukan karakter Lelaki Tua dalam adegan tersebut adalah dengan memperhatikan dialog yang ditampilkan. Bedasarkan itu, kita dapat menentukan bahwa tokoh Lelaki Tua itu orang yang bijak, lemah, dan baik hati. 2. Jika akan dipentaskan, kita hendaknya belajar memahami karakter kemudian menghayatinya sebaai Lelaki Tua. Tugas 3 1. Fungsi perangkat pendukung adalah sebagai penegas sosok tokoh dsn latar terjadinyan peristiwa dalam drama. 2. Perangkat pendukung dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. perangkat pendukung pemain, dan b. perangkat pendukung pentas.

119

KEPUSTAKAAN Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2004. Pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia Kelas VIII Edisi 2. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Kompas, 21 Mei 2006 Kompas, 4 Januari 2007 Kompas, 15 Januari 2007 Majalah Iptek ORBIT No. 09 Tahun VI/2005 Orbit, 09 Tahun VI 2006 Slamet Samsoerizal. 2003. Modul SLTP Terbuka Bahasa Indonesia Kelas II Semester 2 Kegiatan Siswa. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. _______. 2005. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMP Kelas VIII. Jakarta : Pusparagam. _______. 2006. Skrip Video Pembelajaran Episode 57 Menyampaikan Laporan. Jakarta : Production House Creative. _______. 2006. Skrip Video Pembelajaran Episode 80 Serial Panji : Novel Remaja. Jakarta : Production House Creative. _______. 2006. Skrip Video Pembelajaran Episode 93 Serial Panji : Membaca Denah. . Jakarta : Production House Creative. _______. 2006. Skrip Video Pembelajaran Episode 95Serial Panji : Membaca Peta. Jakarta : Production House Creative. _______. 2006. Skrip Video Pembelajaran Episode 98Serial Panji: Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu . Jakarta : Production House Creative. _______. 2006. Skrip Audio Belajar Menjadi Pembaca Berita. Jakarta : Direktorat PLP Departemen Pendidikan Nasional. Tabloid Rumah, 07 20 Februari 2006 Telkom. 2006. Buku Petunjuk Telepon Jakarta Belanja. Jakarta : Telkom Tjahjono, L. Tengsoe. 1988. Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Ende Flores: Nusa Indah. Warta Kota, 10 Desember 2006

121