Anda di halaman 1dari 15

ANGGARAN RUMAH SAKIT

Definis rumah sakit menurut WHO sebagaiman yang termuat dalam WHO Technical Report Series No. 1 !1"#$ yang berbunyi %

& Rumah sakit adalah bagian integral dari satu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan kesehatan paripurna, kuratif, dan preventif kepada masyarakat, serta pelayanan rawat jalan yang diberikannya guna menjangkau keluarga di rumah. Rumah sakit juga merupakan pusat pendidikan dan latihan tenaga kesehatan serta pusat penelitian bio-medik.' (ungsi utama rumah sakit adalah sebagai sarana pelayanan kesehatan maupun bagian mata rantai ru)ukan pelayanan kesehatan. *erdasarkan pengalaman sampai saat ini+ pengaduan mengenai pelanggaran etik maupun malpraktek yang dilakukan oleh dokter tidak kurang ,-. ter)adi di rumah sakit. /agi pula+ segal prinsip yang berlaku di rumah sakit secar proporsional dapat )uga diberlakukan di saran pelayanan kesehatan lainnya. Se)alan dengan kema)uan dan perkembangan ilmu serta teknologi kedokteran+ rumah sakit telah berkembang dari suatu lembaga kemanusiaan+ keagamaan+ dan sosial yang murni+ men)adi suatu lembaga yang lebih mengarah dan lebih berorientasi kepada &bisnis'+ terlebih setelah para pemodal diperbolehkan untuk mendirikan rumah sakit diba0ah badan hukum yang bertu)uan mencari profit. Rumah sakit merupakan suatu lembaga yang padat modal+ padat karya+ dan padat ilmu serta teknologi+ dimana untuk mencapai efisiensi dan efekti1itas yang tinggi+ diperlukan profesionalisme yang andal dalam hal pengelolaan lembaga bisnis yang modern. 2e0a)iban setiap insan kesehatan adalah mensosialisasikan pengertian rumah sakit sebagai &unit Sosio34konomi+ sehingga persepsi masyarakat bisa berubah. Sosialisasi dikalangan insan kesehatan sendiri dan para insan rumah sakit sangat diperlukan. Sebagai contoh+ para dokter dan para pera0at tidak boleh menganggap rumah sakit sebagai lahan untuk mencari nafkah semata+ apalagi rumah sakit dianggap sebagai tambang emas untuk menghimpun kekayaan. Rumah sakit sebagai lahan pengabdian profesiny masing3masing merupakan pengabdian yang sepantasnya bagi setiap insan kesehatan atau insan rumah sakit.

1. Pengertian Rumah Sakit


Definis rumah sakit menurut WHO sebagaiman yang termuat dalam WHO Technical Report Series No. 1 !1"#$ yang berbunyi %

& Rumah sakit adalah bagian integral dari satu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan kesehatan paripurna, kuratif, dan preventif kepada masyarakat, serta pelayanan rawat jalan yang diberikannya guna menjangkau keluarga di rumah. Rumah sakit juga merupakan pusat pendidikan dan latihan tenaga kesehatan serta pusat penelitian bio-medik.'

2. Pengertian Anggaran Rumah Sakit


5nggaran Rumah Sakit adalah Rencana kegiatan yang disusun secara sistematis dan meliputi seluruh kegiatan atau akti1itas rumah sakit dan dinyatakan dalam bentuk uang serta berlaku untuk )angka 0aktu tertentu yang akan datang.

3. Faktor- aktor !ang Mem"engaruhi Penganggaran

6.1. (aktor 7ntern yang mempengaruhi anggaran % 8en)ualan )asa rumah sakit tahun yang telah lalu 9ra0at inap+ ra0at )alan+ penun)ang diagnostik+ tindakan bedah dan lain3lain:. 2emampuan rumah sakit yang tersedia 2eadaan personil 9)umlah dan kualifikasi: ;odal ker)a yang ada

(asilitas yang dimiliki

6. . (aktor 4kstern yang mempengaruhi anggaran % 2eadaan pesaing 2ecenderungan upaya kesehatan 8enduduk+ teknologi+ keuangan+ personil+ ketentuan pemerintah+ dan lain3lain:+ keadaan perekonomian nasional+ penghasilan masyarakat dan lain3lain.

#. Pro$e%ur Anggaran
8ada dasarnya yang ber0enang dan bertanggung )a0ab terhadap penyusunan serta pelaksanaan anggaran adalah pimpinan tertinggi organisasi+ karena pimpinan organisasilah yang paling ber0enang dan bertanggung )a0ab atas kegiatan organisasi secara keseluruhan. Namun demikian dalam penyusunannya dapat didelegasikan kepada bagian administrasi+ panitia anggaran+ kedua3duanya+ atau kepada panitia anggaran di mana bagian administrasi merupakan anggotanya. 8ada umumnya penganggaran diserahkan kepada bagian administrasi bagi organisasi yang kecil dengan kegiatan yang tidak terlalu kompleks+ sedangkan panitia anggaran+ digunakan bagi organisasi yang besar dengan kegiatan yang kompleks+ beraneka ragam serta ruang lingkup yang berbeda. Di dalam panitia anggaran inilah diadakan pembahasan3 pembahasan tentang rencana kegiatan yang akan datang+ sehingga anggaran yang dihasilkan merupakan kesepakatan bersama+ sesuai dengan fasilitas dan kemampuan masing3masing bagian secara terpadu. 2esepakatan bersama ini sangat penting agar dalam pelaksanaannya nanti didukung oleh semua pihak di Rumah Sakit. 5nggaran yang disusun oleh panitia anggaran ini baru merupakan rencana anggaran+ yang selan)utnya dikonsultasikan kepada

pimpinan rumah sakit. <ntuk penyusunan anggaran di Rumah Sakit 8emerintah akan dibicarakan pada bagian akhir dari bab ini. 8ada prinsipnya istilah panitia ini diberikan kepada beberapa orang 9sekelompok orang: yang ditun)uk dan diberi 0e0enang untuk melakukan suatu tugas. We0enang yang diberikan kepada panitia ini sangat ber1ariasi+ ada yang diberi 0e0enang mengambil keputusan atau yang sifatnya memberi saran sa)a dan ada )uga yang hanya digunakan sebagai alat penerima informasi sa)a. 8enggunaan panitia dalam suatu organisasi disebabkan oleh berbagai pertimbangan sebagai berikut % 1. Sifatnya demokratis . Sebagai alat koordinasi+ alat untuk menampung informasi+ alat dalam konsolidasi 0e0enang dan untuk pemusatan 0e0enang dalam merencanakan program. 6. 8ertimbangan dan keputusan kelompok lebih baik daripada perorangan. =. ;oti1asi melalui partisipasi. Namun demikian Wursanto )uga mengemukakan bah0a penggunaan panitia dalam suatu organisasi+ )uga mempunyai beberapa kelemahan+ antara lain pemborosan+ baik 0aktu maupun biaya+ tidak mampu mengambil keputusan dengan cepat+ serta memecah tanggung )a0ab.

&. 'eni$ Anggaran Rumah Sakit


a. Anggaran $tati$tik 5nggaran Statistik adalah bagian penting dari proses penganggaran yang menetapkan 1olume dan sumber daya yang digunakan pada anggaran lain. 2arena anggaran statistik ditempatkan ke dalam semua anggaran keuangan lain+ keakuratan secara khusus adalah penting. *eberapa organisasi+ terutama sesuatu yang lebih kecil+ tidak boleh memiliki anggaran statistik yang terpisah+ tetapi dimasukkan ke dalam data secara langsung ke dalam pendapatan dan anggaran biaya atau barangkali ke dalam anggaran operasi tunggal. ;anfaat dari memiliki anggaran stastistik terpisah adalah memaksa semua

anggaran yang lain diantara organisasi untuk menggunakan setelan 1olume yang sama dari asumsi sumber daya.

(. Anggaran Pen%a"atan 7nformasi rinci dari anggaran statistik dimasukkan ke dalam anggaran pendapatan yang menggabungkan 1olume data dengan data pembayaran kembali untuk mengembangkan ramalan pendapatan. 5nggaran pendapatan seperti anggaran pendapatan usaha ra0at inap+ ra0at )alan+ )asa dokter+ laboratorium+ radiologi+ farmasi dan lain3lain.

). Anggaran *e+an,a Sebagaimana anggaran pendapatan+ anggaran belan)a di peroleh dari data dalam anggaran statistik. (okus disini berada di atas niaya untuk menyediakan )asa dibandingkan hasil pendapatan. 5nggaran belan)a secara khas dibagi kedalam tenaga ker)a 9ga)i+upah+ dan keuntungan tambahan: dan komponen non tenaga ker)a. 2omponen non tenaga ker)a meliputi belan)a terkait dengan item3item seperti penyusutan+ se0a guna+ utilitas+ administrasi dan peralatan medis serta pelatihan medis dan pendidikan.

%. Anggaran -"era$iona+

5nggaran operasional atau rutin berkaitan dengan dukungan biaya untuk setiap kegiatan operasinal selama tahun anggaran. <ntuk organisasi yang lebih besar+ anggaran operasi adalah satu kombinasi dari pendapatan dan anggaran belan)a. <ntuk bisnis yang lebih kecil+ statistik+ pendapatan dan belan)a sering dikombinasikan ke dalam anggaran operasi tunggal. 2arena anggaran operasi dipersiapkan mengunakan metode akuntansi akrual yang secara kasar dipikirkan sebagai satu ramalan ikhtisar laba rugi. *agaimanapun+ tidak sama dengan ihktisar laba rugi yang dipersiapkan pada tingkat organisator+ anggaran operasi di persiapkan pada tingkat sub unit+ satu departemen atau lini produk. 2arena akibat ini+ seluruh kepentingan terhadap proses penganggaran+ banyak difokuskan pada anggaran operasi.

Penge+om"okan Anggaran -"era$iona+ Anggaran Pen%a"atan 1. 8endapatan <saha a. Ra0at inap b. Ra0at )alan c. >asa dokter d. Radiologi e. /aboraturium f. (armasi g. >asa3)asa lain . 8endapatan /ain a. 8arkir b. 2antin dan lain3lain Anggaran *ia!a 1. 5nggaran *iaya /angsung <saha% a. *iaya ruangan b. *iaya poliklinik c. *iaya dokter d. *iaya laboraturium+ farmasi+ radiologi e. *iaya dapur f. *iaya lain3lain )asa . 5nggaran *iaya 8ega0ai a. ?a)i dan tun)angan b. *iaya kesehatan c. *iaya lembur+ kese)ahteraan+ pendidikan dan lain3lain 6. 5nggaran *iaya *arang dan >asa a. *iaya pemeliharaan b. *iaya administrasi dan umum c. *iaya rumah sakit dan lain3 lain =. 5nggaran *iaya /ain3lain

a. *iaya tetap

penyusunan lain

akti1a di

b. *iaya3biaya bebankan

yang

e. Anggaran Ka$ 5nggaran kas berkaitan dengan rencana penerimaan dan pengeluaran kas yang dinyatakan secara kuantitatif untuk periode yang akan datang. 5nggaran kas difokuskan pada posisi kas organisasi. 2arena anggaran operasi dan komponen anggaran menggunakan akuntansi akrual+ mereka tidak menyediakan informasi arus kas. Seperti laporan arus kas yang menuang kembali ikhtisar laba rugi untuk difokuskan pada kas+ anggaran kas ditung kembali terhadap anggaran operasi untuk difokuskan kedalam arus kas akrual dan keluar dari bisnis. 5nggaran kas memberitahukan mana)er apakah bisnis diproyeksikan untuk menghasilkan kelebihan kas yang akan harus diin1estasikan atau untuk mengalami ke)atuhan singkat kas yang meliputi beberapa cara. 5nggaran kas dipersiapkan bulanan+ mingguan atau berdasarkan harian dan digunakan untuk mana)emen kas )angka pendek.

ANGGARAN P.N/I/IKAN

Secara politis tekad pemerintah untuk membangun pelayanan pendidikan bagi seluruh rakyat terlihat cukup besar. 8asal 61 <ndang3<ndang Dasar 9<<D: 1"=# menyatakan bah0a setiap 0arga negara 0a)ib mengikuti pendidikan dasar dan untuk itu pemerintah bertanggung )a0ab membiayainya. ;elalui perubahan 8asal 61 <<D 1"=#+ tekad tersebut makin diperkuat dengan adanya ketetapan bah0a negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang3kurangnya -. dari anggaran pendapatan dan belan)a negara 958*N:. 8ersentase yang sama )uga dimandatkan untuk dialokasikan oleh setiap daerah dalam anggaran pendapatan dan belan)a daerah 958*D: masing3masing.

<saha pemerintah membangun pelayanan pendidikan terlihat )uga melalui langkah3 langkah penyiapan dan penyesuaian perangkat peraturan3perundangannya. /angkah3langkah itu dilakukan seiring dengan perubahan tatanan politik pemerintahan se)ak diberlakukannya kebi)akan otonomi daerah yang diatur <ndang3<ndang Nomor Tahun 1""" tentang 8emerintah Daerah. Salah satu langkah yang dimaksud adalah pengesahan << No. - Tahun --6 Tentang Sistem 8endidikan Nasional 9Sisdiknas: yang dilakukan pemerintah setelah melalui proses dan polemik pan)ang. << ini mengatur tanggung )a0ab pengelolaan pendidikan berdasarkan tingkat pemerintahan+ yaitu pemerintah pusat+ pemerintah pro1insi+ dan pemerintah kabupaten!kota.

Dalam prakteknya+ tekad untuk membangun pendidikan tersebut dihadapkan pada berbagai masalah+ sehingga )aminan atas hak dan ke0a)iban setiap 0arga negara untuk mendapat dan mengikuti pendidikan masih belum memadai. Secara umum saat ini pendidikan nasional dihadapkan pada beberapa persoalan mendasar+ seperti % 1. Rendahnya pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan+ baik antar 0ilayah+ antar tingkat pendapatan penduduk+ maupun antar gender@ . Rendahnya kualitas dan rele1ansi pendidikan+ antara lain karena kurikulum yang tidak terkait dengan kebutuhan lapangan ker)a+ rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga penga)ar+ serta terbatasnya sarana dan prasana pendidikan@ 6. /emahnya mana)emen penyelanggaraan pendidikan+ baik di lembaga formal amupun masyarakat.

8en)abaran tekad untuk mencapai kualitas sumber daya manusia yang prima ke dalam perencanaan yang lebih teknis dilakukan baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah. Dengan mengacu pada ?*HN dan 8ropenas -- 3 --=+ Depdiknas sebagai penanggung)a0ab penyelanggaran pembangunan bidang pendidikan+ pemuda dan olahraga menyusun Rencana Strategis 9Renstra: 8rogram 8embangunan Nasional 8endidikan+ 8emuda+ dan Olahraga -- 3 --=. Renstra ini disusun untuk men)adi acuan bagi seluruh penyelanggaraan pendidikan. Dengan harapan bah0a di tingkat pro1insi dan kabupaten!kota+ Renstra tersebut di)abarkan kembali ke dalam Renstra Daerah 9Renstrada: dengan mempertimbangkan 8ola dasar 98oldas: 8embangunan dan 8rogram 8embangunan Daerah 98ropeda:.

8erumusan program pembangunan bidang pendidikan pada akhirnya berimplikasi pada besarnya kebutuhan anggaran yang harus disediakan pemerintah. Selama ini kekurangan atau keterbatasan dana men)adi alasan klasik dari lambatnya kema)uan pembangunan pendidikan nasional. Namun banyak pihak berpendapat bah0a keterbatasan anggaran seharusnya tidak selalu di)adikan alasan. Hal yang lebih penting adalah perlu adanya ketegasan dan kemauan

kuat dari aparat pemerintah untuk melaksanakan berbagai keputusan politik di bidang pendidikan+ sebagaimana yang tercantum di dalam <<D dan peraturan lainnya. Selama pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pembangunan pendidikan beker)a &asal3asalan' dan mekanisme penga0asan pelaksanaannya lemah+ maka berapapun anggaran yang tersedia tidak men)amin keberhasilan dan keberlan)utan pembangunan pendidikan.

8ersoalan pendidikan 9dasar: secara nasional )uga timbul di tingkat daerah. 2emampuan dan tekad pemerintah daerah yang saat ini memegang sebagian besar ke0enangan dan tanggung )a0ab pengelolaan pendidikan dasar )uga masih menghadapi banyak hambatan. SD; pengelola pendidikan dasar di banyak daerah dinilai belum sepenuhnya siap+ kebanyakan mereka masih berada pada taraf sebagai pelaksana sa)a. 2eadaan ini dipersulit oleh terbatasnya anggaran+ sehingga untuk beberapa tahun kedepan pengelolaan dan pembangunan pendidikan dasar di 7ndonesia diperkirakan belum akan mengalami perbaikan yang berarti.

1. Pengertian Pen%i%ikan
;enurut <ndang3<ndang Nomor - Tahun --6 tentang Sistem 8endidikan Nasional+ 8endidikan adalah % Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan 8endidikan nasional adalah%

10

endidikan yang berdasarkan ancasila dan Undang-Undang !asar "egara Republik #ndonesia $ahun %&'( yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional #ndonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan )aman. Serta Sistem pendidikan nasional adalah % *eseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

2. Pengertian Anggaran Pen%i%ikan

;enurut <ndang3<ndang Nomor - Tahun --6 tentang Sistem 8endidikan Nasional+ 5nggaran 8endidikan adalah% &!ana pendidikan selain gaji pendidikan dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal +,- dari . /" pada sektor pendidikan dan minimal +,- dari . /!. engecualian gaji pendidikan dan biaya pendidikan kedinasan dipersoalkan konstitusionalitasnya karena asal 0% ayat 1'2 UU! %&'( menentukan' % "egara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya +,- anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 8ada saat pengu)ian konstitusionalitas besaran anggaran pendidikan dalam 58*N+ ;ahkamah 2onstitusi tidak dapat menun)ukkkan apa yang dimaksud dengan anggaran pendidikan. 8ada dasarnya ;ahkamah 2onstitusi hanya mendapat ru)ukan konstitusional berupa -. dari 58*N. Sehingga ;2 hanya mengikuti pendapat << Sisdiknas No. -! --6. 8adahal )ika anggaran pendidikan dalam 58*N dilihat menurut << Sisdiknas+ yaitu dana pendidikan selain 9atau tak mencakup: ga)i pendidikan dan biaya kedinasan+ anggaran pendidikan belum mencapai -. 58*N.

;enurut << Nomor 1" Tahun -- + 5nggaran 8endidikan adalah %

11

.nggaran

endidikan adalah alokasi anggaran pada fungsi pendidikan yang

dianggarkan melalui *ementerian "egara34embaga, alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah, dan alokasi anggaran pendidikan melalui pengeluaran pembiayaan, termasuk gaji pendidik, tetapi tidak termasuk anggaran pendidikan kedinasan, untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang menjadi tanggung jawab emerintah.

3. 'eni$-'eni$ Anggaran Pen%i%ikan


>enis3)enis anggaran dalam pendanaan pendidikan dapat diklasifikasikan yaitu sebagai berikut a. Anggaran (utir "er (utir Aang dimaksud dengan anggaran butir3perbutir yaitu dalam bentuk anggaran ini setiap pengeluaran dikatagorikan berdasarkan )enis butir. 5ntara lain yaitu ga)i+ upah+ honor dikatagorikan men)adi satu+ sementara itu anggaran untuk perlengkapan+ material+ sarana+ dikatagorikan dalam satu butir tersendiri+ dan lain3lain.

(. Anggaran Program Dalam bentuk anggaran program ini anggaran dikelompokkan 9dihitung: berdasarkan )enis program.Sehingga dengan bentuk anggaran program ini bisa diidentifikasikan biaya setiap program+ dalam implementasisnya bisa di)elaskan bah0a pengelompokan anggaran menurut )enis ini dikelompokkan menurut sub program sebagai bagian dari program itu sendiri+ dalam bentuk yang lebih kongkrit bisa dicontohkan yaitu% anggaran untuk penataran bidang studi yang mencakup ga)i panitia+ ga)i penatar+ konsumsi+ se0a gedung+ 5T2 dan lain3lain. Sementara ituprogram untuk alat bantu pembela)aran dikelompokkan men)adi satu kelompok tersendiri yang mencakup% ;istar+ peta+ bola dunia+ busur dera)at segitiga dan lain3lain.

). Aggaran *er(a$i$ No+

12

5nggaran berbasis nol yaitu )enis penganggaran dimana setiap anggaran 9setiap program: dimulai dari nol di setiap tahun 9periode: penganggaran. 5rtinya dalam bentuk penganggaran seperti ini setiap program yang telah diadakan pada tahun anggaran sebelumnya tidak secara otomatis bisa dilan)utkan. Sehingga keberlan)utan suatu program pada tahun anggaran yang berbeda tergantung pada hasil e1aluasi se)auh mana program tersebut berkontribusi untuk pencapaian tu)uan pendidik.

d.

Anggaran (er%a$arkan ha$i+

Dalam pembuatan anggaran belan)a+ pada umumnya harus diperhitungkan )uga sumber dana atau hasil yang akan diperoleh dari kegiatan yang dilakukan. *ila hasil yang akan diperoleh kecil )umlahnya+ maka anggaran belan)anya )uga disesuaiakan+ dan )uga harus ber)umlah kecil. Demikian sebaliknya+ bila hasil yang akan diperoleh dalam )umlah besar+ maka anggaran belan)anya bisa disesuaiakan dengan hasil yang akan diperoleh+ yaitu dalam )umlah besar.

#. A+oka$i Anggaran Pen%i%ikan %i In%one$ia


2e0a)iban konstitusi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar -. dari 58*N dan 58*D belumlah dipenuhi hingga saat ini. 58*N Tahun 5nggaran --, telah disahkan pada Rapat 8aripurna D8R+ " Oktober --$ lalu dan menetapkan alokasi anggaran pendidikan hanya 1 persen. Dalam R58*N --,+ alokasi untuk anggaran pendidikan hanya sebesar 1 .+ )auh di ba0ah ketentuan <<D 1"=# 8asal 61 ayat 9=: dan << No. - tahun --6 tentang Sistem 8endidikan Nasional+ bah0a anggaran pendidikan sebesar - persen. (ormulasi anggaran pendidikan -. kemudian dirumuskan oleh 8emerintah dan D8R dalam << -! --6 tentang Sisdiknas+ bah0a ga)i pendidik dan biaya kedinasan tidak termasuk dalam anggaran -.+ bah0a pemenuhan amanah konstitusi dengan cara bertahap seperti dalam pen)elasan pasal =" ayat 91: << sisdiknas adalah tidak dibenarkan. Hal ini dapat dilihat pada putusan ;2 No -11!8<<3777! --#+ 8utusan No. -1 !8<<3777! --#+ dan 8utusan No. - B!8<<3777! --#.

13

2enyataan 58*N

--$ pun tidak sesuai dengan amanah konstitusi. 5nggaran

pendidikan masih berada pada le1el 11+,.. 2arenanya ;2 dalam 8utusan No. - B!8<<3 7C! --$ kembali menegaskan bah0a << No. 1,! --B tentang 58*N --$ menyangkut anggaran pendidikan adalah bertentangan dengan <<D 1"=# sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. 8emerintah mengulangi kembali pelanggaran konstitusional pada 58*N --, ini. 8adahal+ ;ahkamah 2onstitusi 9;2: sudah mengeluarkan keputusan bah0a 58*N --B dan 58*N --$ melanggar konstitusi. >adi+ dengan tidak tercapainya anggaran pendidikan -. berarti pemerintah dan D8R bersama3sama mengabaikan keputusan ;2. Rupanya keputusan ;2 itu tidak mampu )uga menggetarkan kemauan politik para penentu kebi)akan di negara ini. 8engabaian )uga ter)adi terhadap keputusan raker yang telah disepakati antara 2omisi D D8R R7 dengan tu)uh ;enteri 2abinet 7ndonesia *ersatu+ yaitu ;enko 2esra+ ;endiknas+ ;enteri Dalam Negeri+ ;enteri 8endayagunaan dan 5paratur Negara 9;enpan:+ ;enteri 88N!2etua *appenas+ ;enteri 5gama+ dan ;enteri 2euangan pada = >uli --# lalu telah menyepakati kenaikan anggaran pendidikan adalah B+B. pada --=+ men)adi "+6. 9 --#:+ men)adi 1 . 9 --B :+ men)adi 1=+$. 9 --$:+ men)adi 1$+= . 9 --, :+ dan terakhir -+1. 9 --":. Sementara realisasinya+ tahun --= anggaran pendidikan masih sekitar #+#. 9 --=:+ dari 58*N atau sekitar Rp -+# triliun. Dan meningkat men)adi Rp =+B tiriliun pada --#. 8ada tahun --B pemerintah hanya mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar ". dan dalam 58*N --$ anggaran untuk sektor pendidikan hanya sebesar 11+, persen+ Dan 58*N --, hanya mengalokasikan 1 .+ nilai ini setara dengan RpB1+= triliun dari total nilai anggaran Rp,#=+B triliun. Namun harus diakui+ anggaran yang besar tidak secara otomatis men)adikan sektor pendidikan bebas masalah. 2enaikan anggaran pendidikan dari tahun3tahun sebelumnya harus disikapi dengan hati3hati. Realisasi anggaran pendidikan yang tepat sasaran harus selalu dika0al tidak sa)a oleh 8emerintah+ namun )uga oleh seluruh elemen masyarakat. Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam proses penga0alan dan penga0asan realisasi anggaran pendidikan yaitu sebagai berikut %

14

Pertama+ penga0alan utama harus dilakukan pada saat ter)adinya kesepakatan bersama antara 8residen dan D8R ketika melakukan pembahasan R58*N tahun mendatang terkait dengan sektor pendidikan. Oleh karenanya+ para 0akil rakyat harus senantiasa dika0al untuk menyetu)ui dan turut memeriksa rancangan penggunaan anggaran pendidikan yang cukup 1isioner tersebut. Kedua+ bilamana telah ter)adi persetu)uan dan pengesahan+ maka implementasi program pendidikan haruslah yang bermutu dan sesuai dengan tu)uan pengembangan pendidikan nasional. Departemen yang terakit 0a)ib memberikan transparansi dan akuntabilitas terhadap seluruh rancangan program dan penggunaan anggaran kepada masyarakat luas. 5rtinya+ tugas Departemen tersebut bukan hanya sekedar menghabiskan anggaran yang berlimpah3ruah demi tercapainya penyerapan anggaran yang maksimal+ tetapi )uga harus mengutamakan unsur kualitas penggunaan 95uality of spending:. Ketiga+ agar tidak ter)adinya kebocoran dan penyele0enangan anggaran pendidikan+ seluruh komponen bangsa 0a)ib untuk ikut serta memasang mata dan telinganya setiap saat+ dalam rangka memonitor penggunaan anggaran pedidikan. Sudah pasti untuk tahun3tahun berikutnya+ *82 dan 282 harus membidik dan memberikan prioritas penga0asan anggaran di kedua Departemen tersebut+ termasuk terhadap instansi3instansi turunannya. *egitu pula dengan lembaga3lembaga penga0asan anti3korupsi dan berbagai organisasi tenaga pendidik+ haruslah bersatu padu untuk bersama3sama melakukan penga0asan yang terintegrasi 9integrated monitoring:. Sebab+ kedua departemen inilah yang sebenarnya men)adi teknisi dan pembuka pintu gerbang kecerdasan+ moral dan akhlak bangsa ini. Seandainya ditemukan praktik penyele0engan anggaran negara+ pe)abat yang terlibat harus segera diseret ke me)a hi)au dan diadili dengan hukuman administratif dan pidana yang seberat mungkin. Hanya dengan itu kita berharap pendidikan menu)u manusia yang se)ahtera di masa depan perlahan3lahan akan ter0u)ud. ;elalui anggaran pendidikan -. tahun --" dan -1-+ kita berharap kesempatan untuk mengurangi bahkan memberantas kebodohan+ keterbelakangan dan kemiskinan di masa depan lebih terbuka.

15