Anda di halaman 1dari 36

KIMIA UNSUR PERIODE KETIGA

Oleh : Sabrina Ummi Khabibah () Zahrin Afina Nurul F. () Zsa-zsa Theresia () Muh. Khoirussalam ()

Kelas XII IPA 8 Tahun Pelajaran 2011-2012 SMAN 1 YOGYAKARTA

Unsur Periode 3indeks


Natrium Na

Magnesium Mg
Aluminium Al Silikon Si Fosfor P Belerang S Klor Cl Argon Ar

Logam
Padat

Basa

Kristal logam Amfoter


Molekul raksasa Asam

Reduktor

Metaloid

Oksidator Molekul sederhana

Non logam Gas

Gas Mulia

Tidak asam tidak basa

Monoatomik

Inert

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Natrium (Na)
Sifat Fisis

Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom

: 11 : [Ne] 3s1 : 22,98977 : 2,23 ; 157ppm Titik Leleh : 98 Titik Didih : 892 C Titik Lebur : 495 C Elektronegatifitas : 1 Energi Ionisasi : 495 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 1+ Struktur Atom : Kristal Logam Wujud : Padat

Merupakan komponen terbesar kedua yang larut di air laut. Mudah ditemui pada sumber air alami. Dihasilkan dengan elektrolisis lelehan NaCl (Prosesnya disebut proses Downs, yaitu dengan menambah 58% CaCl2 dan KF pada elektrolisis lelehan NaCL. Tujuan penambahan untuk menurunkan titik lebur NaCl hingga mencapai 550 C)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Natrium (Na)
Sifat kimia Natrium
kerapatan 0,97 gr/ml Cepat bereksi dengan air membentuk NaOH dengan reaksi 2Na + 2H2O 2NaOH + H2 Merupakan reduktor yang sangat kuat . Larut dalam air raksa (Hg) membentuk natrium amalgam . Mudah teroksidasi oleh oksigen diudara dan membentuk Na2O untuk menghindarinya logam natrium selalu disimpan dalam minyak tanah. Bereaksi dengan cepat dengan air membentuk sodium hidroksida dan Merupakan logam lunak, bewarna putih keperakan, reaktif, dan punya

hidrogen
Dapat bereaksi dengan Alkohol namun lebih lambat dibanding dengan air Tidak bereaksi terhadap nitrogen

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan
Dipakai dalam pembuatan ester NaCl digunakan oleh hampir semua makhluk Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor

Natrium (Na)

NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas


NaHCO3 dipakai sebagai pengembang kue Memurnikan logam K, Rb, Cs NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah Mereduksi lelehan KCl, bertujuan untuk memperoleh logam kalium Untuk membentuk Natrium Karbida (Na2C2) Na + C2H2 Na + C2 Na2C2

Logam natrium harus ditangani dengan hati-hati. Logam ini tidak dapat diselubungi dalam kondisi inert sehingga kontak dengan air dan bahan-bahan lainnya yang membuat natrium bereaksi harus dihindari.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Magnesium (Mg)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom : 12 : [Ne] 3s2 : 24,305 : 1,72 ; 136pm Titik Didih : 1107 C Titik Lebur : 651 C Titik Leleh : 651 Elektronegatifitas : 1,25 Energi Ionisasi : 738 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 2+ Struktur Atom : Kristal Logam Wujud : Padat

Berupa logam bewarna putih keperakan dan sangat ringan Banyak dipakai di industri karena ringan dan mampu membentuk aloi yang kuat Termasuk unsur reaktif Sebagian besar logam dapat dihasilkan dengan bantuan magnesium

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Magnesium (Mg)
Banyak ditemukan di alam dan dalam mineral : dolomite, magnetite, olivine, serpentine Magnesium umumnya dapat diperoleh melalui pengolahan air laut sbg: Ca(OH)2 ditambahkan pada air laut agar meganesium mengendap sebagai Mg(OH)2. Asam klorida kemudian ditambahkan sehingga diperoleh kristal magnesium klorida Ca(OH)2 (S) + Mg2+ Mg(OH)2 (S) + Ca 2+ Mg(OH)2 (s) + 2H+ + Cl- MgCl2.6H2O Untuk menghindari terbentuknya MgO pada pemanasan megnesium klorida, sebelum elektrolisis leburan kristal yang terbentuk ditambahkan magnesium klorida yang mengalami hidrolisis sebagian ke dalam campuran leburan natrium dan kalsium klorida Magnesium akan diperoleh pada katoda sedangkan pada anoda akan terbentuk Cl2Logam magnesium juga dapat diperoleh dengan cara mengelektrolisis lelehan MgCl2 dengan elektroda karbon. Reaksi elektrolisis tersebut sebagai tersebut. MgCl2(l) Mg2+(aq) + 2Cl-(aq) Katode Mg2+(aq) + 2e Mg(s) Anode 2Cl-(aq) Cl2(g) + 2e + MgCl2(l) Mg(s) + Cl2(g)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Magnesium (Mg)
Kegunaan
Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum

Pemisah sulfur dari besi dan baja


Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan Untuk membuat lampu kilat Sebagai katalis reaksi organik Untuk antasid (Mg(OH)2) , pencahar (MgSO4) , bata tahan api (MgO) , tapal gigi dankosmetik (MgCO3)

Logam dan aloi magnesium amat mudah terbakar, dalam keadaan tulen semasa dilebur, dalam bentuk serbuk, atau dalam bentuk pita. Serbuk magnesium merupakan sejenis bahan penghasil letupan. Saat mengendalikan magnesium, harus memakai kaca keselamatan. Cahaya putih yang terang (dan juga ultraviolet) yang dihasilkan magnesium bisa merusak deria mata. Air dan karbon dioksida tidak dapat digunakan untuk memadam api magnesium, karena justru memperbesar pembakaran, melalui reaksi: Mg (s) + 2 H2O (v) Mg(OH)2 (aq) + H2 (g) Melainkan dengan bahan kimia kering Kelas D atau pasir.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Alluminium (Al)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom : 13 : [Ne] 3s2 3p 1 : 26,98154 : 1,82 ; 125pm Titik Didih : 2467 C Titik Lebur : 660 C Elektronegatifitas : 1,45 Energi Ionisasi : 577 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 3+ Struktur Atom : Kristal Logam Wujud : Padat

Berupa logam lunak bewarna perak Merupakan penghantar panas yang sangat baik dan dapat menghantar listrik Sulit terkorosi karena membentuk lapisan oksida di permukaannya Tidak beracun, non-magnetik dan sulit terbakar

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Alumunium (Al)
Sumber utamanya adalah biji bauksit Alumunium dapat diperoleh melalui proses Hall, yaitu: Pembuatan aluminium biji bauksit dimurnikan dengan menambah NaOH dan HCl sehingga diperoleh Al2O3 Al2O3 (s) + 2NAOH (aq) 2NaAIO2 (aq) + H2O 2NaAIO (aq) +HCL (aq) Al(OH)3 + NaCl (aq) Al(OH)3 Al2O3 (s) + 3H20 Al2O3 yang diperoleh kemudian disaring dan dilelehkan baru kemudian dielektrolisis Anoda : 3O2- O2(g) + 6e Katoda : 2Al3 + 6e 2Al Sebelum elektrolisis, ditambahkan kriolit (NaAIF6) untuk menurunkan titik leleh AL2O3

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Alumunium (Al)
Kegunaan
Banyak dipakai dalam industri pesawat Untuk membuat konstruksi bangunan Dipakai pada berbagai macam aloi

Untuk membuat magnet yang kuat


Tawas sebagai penjernih air Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa Membuat berbagai alat masak (Al 90% Mg 10%) Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz, dll

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Silikon (Si)

Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom

: 14 : [Ne] 3s2 3p 2 : 28,0855 : 1,46 ; 117pm Titik Didih : 2355 C Titik Lebur : 1410 C Elektronegatifitas : 1,74 Energi Ionisasi : 787 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 4+ Struktur Atom : Kristal Kovalen raksasa Wujud : Padat

Merupakan unsur elektropositif yang paling banyak dijumpai Isotop alaminya terdiri atas isotop 28 (92,2%), isotop 29 (4,7%), isotop 30 (3,1%) Memiliki sifat kimia seperti logam yang lain Kemampuan semikonduktor akan meningkat jika ditambahkan pengotor suhu
Ditemukan pada banyak senyawa dioksida dan berbagai macam silicate yang ada dialam Pembuatan silikon SiO2 + 2C Si + 2CO reduksi Si + 2Cl2 SiCl4 dimurnikan SiCl4 + 2H2 Si + 4HCl

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Silikon (Si)
Kegunaan
Dipakai dalam pembuatan kaca (SiO2) Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga Untuk membuat enamel Untuk membuat IC

Tanah liat untuk membuat semen


SiC untuk pemotong

Banyak yang bekerja di tempat-tempat dimana debu-debu silikon terhirup sering mengalami gangguan penyakit paru-paru dengan nama silikosis.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Fosfor (P)

Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom : 15 : [Ne] 3s2 3p 3 : 30,97376 : 1,23 ; 110pm Titik Didih : 280 C Titik Lebur : 44 C Elektronegatifitas : 2,05 Energi Ionisasi : 1060 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 5+ Struktur Atom : molekul Poliatom Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Sifat Kimia

Fosfor (P)

Fosfor adalah unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15. Fosfor berupa nonlogam , bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen, banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Fosforus amatlah reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen. Sifat umum : a. Fosfor mudah reaksi dengan oksigen membentuk oksidanya P4 + 5O2 2P2O5 b. Oksida fosfor dengan air membentuk asam fosfat P2O5 + 3H2O 2H3PO4

Pembuatan fosfor
Proses wohler
Ca3(PO4)2 + SiO2 P4O10 + 10C 6CaSiO3 + P4O10 P4 + 10CO

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Fosfor (P)
Fosfor putih Tetrahedron 280C 44,1C 1,83 g/cm3 Larutan dalam CS2 ATAU TERPENTIN, TETAPI TIDAK LARUT DALAM AIR Beracun Sangat reaktif harus simpan dalam air bersinar

Perbedaan fosfor merah dan fosfor putih


No. 1 2 3 4 5 Sifat-sifat Bentuk kristal Titik didih Titik lebur Massa jenis Kelarutan Fosfor merah Amorf Menyublim tanpa meleleh pada 420C >44C 2,05 2,34 g/cm3 Tidak larut pada pelarut eter terpentin, atau CS2 Tidak beracun Tidak reaktif Tidak bersinar

6 7 8

Sifat racun Kereaktifan Sifat dalam gelap

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Fosfor (P)
Kegunaan
Fosforus putih untuk pembuatan asam sulfat. Fosforus merah untuk korek api.

Sebagai bahan dasar pada pembuatan pupuk fosfat dan superfosfat,


amohpos, atau NPK di industri pupuk

Pembakaran fosfor di udara berlangsung sangat eksotermis yaitu menghasilkan suhu sekitar 800C. Suhu yang tinggi inilah yang akan merusak jaringan tubuh seperti luka bakar ketika mengenai organ-organ tubuh. Sedangkan hasil pembakaran fosfor putih yaitu berupa P2O5 dalam bentuk asap. Asap yang dihasilkan sangat berbahaya karena selain beracun asap inipun bersifat korosif atau dapat pula bereaksi dengan organ-organ tubuh manusia. Oleh sebab itu jika fosfor ditembakan atau yang digunakan sebagai bom ketika terbakar akan merusak sebagian besar jaringan tubuh. Misalnya jika mengenai mata maka akan menyebabkan kebutaan, jika dihirup akan merusak kerongkongan bahkan paru-paru jika dalam jumlah yang lebih banyak, jika mengenai kulit maka akan menyebabkan luka bakar dan akan lebih parah lagi jika terkena dalam jumlah banyak.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Sulfur (S)
Sifat Fisis

Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom

: 16 : [Ne] 3s2 3p 4 : 32,066 : 1,09 ; 104pm Titik Didih : 445 C Titik Lebur : 119 C Elektronegatifitas : 2,45 Energi Ionisasi : 1000 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 6+ Struktur Atom : molekul poliatom Wujud : Padat

-Zat murninya tidak berbau dan tidak berasa -Memiliki struktur yang beragam, tergantung kondisi sekitar -Secara alami banyak terdapat di gunung berapi -Komponen murninya tidak beracun namun senyawa yang terbentuk kebanyakan berbahaya bagi manusia -Senyawa sulfur yang utama adalah SO2, dan SO3. SO2 berupa gas yang mudah larut dalam air sehigga menyebabkan hujan asam

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Sulfur (S)
Pembuatan sulfur
1. Cara sisilia (S ada pada permukaan tanah) : S dipanaskan disublimasi
2. Cara Frasch (S dibawah permukaan tanah) : air panas disemprotkan melalui pipa bocor embusan uap air akan menekan S cair ke atas

3. Pembuatan asam sulfat dengan proses kontakn pada suhu tinggi dan tekanan normal 1 atm dengan bantuan katalis V2O5 , atau dengan proses timbal dengan menggunakan katalis NO dengan NO2 .

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Kegunaan
Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat Digunakan dalam baterai

Sulfur (S)

Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk


Digunakan pada korek dan kembang api Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses Elektrolit accu Tawas Pupuk ZA (NH4)SO4 Gips MgSO4

Obat pencahar / garam inggris


Bahan vulkanisasi karet Seng sulfida digunakan sebagai bahan pelapis pada layar televisi

Pada batubara terdapat berbagai unsur, salah satunya adalah belerang. Adanya kandungan belerang yang tinggi dalam batubara yang digunakan oleh PLTU, dapat menurunkan nilai kalor bakar batubaranya. Selain itu kandungan belerang yang tinggi dapat menimbulkan pencemaran di udara dan penyebab timbulnya korosi pada mesin poperasi PLTU yang terbuat dari besi dan baja.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Chlor (Cl)
Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom : 17 : [Ne] 3s2 3p 5 : 35,4527 : 0,97 ; 99pm Titik Didih : -35 C Titik Lebur : -101 C Elektronegatifitas : 2,85 Energi Ionisasi : 1260 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 7+ Struktur Atom : molekul diatom Wujud : gas

Merupakan gas diatomik bewarna kehijauan Termasuk gas yang beracun Dalam bentuk padat dan cair merupakan oksidator yang kuat Mudah bereaksi dengan unsur lain Merupakan zat yang paling banyak terkandung di air laut Terdapat juga dalam carnalite dan silvite Diperoleh dengan cara mengelektrolisis larutan NaCl

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Chlor (Cl)
Sifat-sifat kimia
Klorin merupakan unsur nonlogam yang sangat reaktif terhadap logam Klorin bereaksi hebat dengah hirogen dan menghasilkan ledakan jika berada di bawah sinar matahari. Dalam keadaan gelap reaksi ini berjalan lambat Dengan asam hipoklorit (HClO), klorin bereaksi dengan lambat. Reaksi ini menghasilkan oksigen dan ozon. Cl2 + H2O H+ + Cl- +HClO 2HClO 2H+ + 2Cl- + O2

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Chlor (Cl)
Kegunaan
Dipakai pada proses pemurnian air
Cl2 dipakai pada disinfectan KCl digunakan sebagai pupuk ZnCl2 digunakan sebagai solder NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum

Dipakai pada berbagai macam industri


PVC, polimer viniklorida Klorat dan perklorat untuk bahan peledak dan roket

Klor mengiritasi sistem pernafasan. Bentuk gasnya mengiritasi lapisan lendir dan bentuk cairnya bbisa membakar kulit. Baunya dapat dideteksi pada konsentrasi sekecil 3.5 ppm dan pada konsentrasi 1000 ppm berakibat fatal setelah terhisap dalamdalam. Kenyataannya, klor digunakan sebagai senjata kimia pada perang gas di tahun 1915.Terpapar dengan klor tidak boleh melebihi 0.5 ppm selama 8 jam kerja sehari-40 jam per minggu.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Argon (Ar)

Sifat Fisis Nomor atom Konfigurasi eMassa Atom relatif Jari-jari atom Titik Didih Titik Lebur Elektronegatifitas Energi Ionisasi Tingkat Oks. Max Struktur Atom Wujud : 18 : [Ne] 3s2 3p 6 : 39,948 : 0,88 : -186 C : -189 C :: 1520 kJ/mol :: molekul monoatom : gas

Merupakan gas yang tidak bewarna dan berasa Tidak reaktif seperti halnya gas mulia yang lain

Dapat diperoleh dengan cara memaskan udarea


dengan CaC2 Terdapat sekitar 1% argon di atmosfer Terbentuk di atmosfer sebagai akibat dari proses sinar kosmik

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Argon (Ar)
Kegunaan
Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses Untuk mendeteksi sumber air tanah Dipakai dalam roda mobil mewah Pembuatan silikon Lampu bohlam (pink dan biru)

Bila argon menggantikan oksigen diudara dapat menyebabkan sesak napas karena udara yang mengandung oksigen kurang dari 16% sangat berbahaya.

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Tabel Perbandingan
Sifat Nomor atom No massa Jari-jari ( ) Titik Didih Titik Lebur Energi Ionisiasi Elektronegitifitas Unsur Na 11 23 2,23 892 98 495 1,00 +1 Mg 12 24 1,72 1107 651 738 1,25 +2 Al 13 27 1,82 2467 660 577 1,45 +3 Si 14 28 1,46 2355 1410 787 1,74 +4 Kristal kovalen raksasa padat P 15 31 1,23 280 44 1060 2,05 +5 S 16 32 1,09 445 119 1000 2,45 +6 Cl 17 35,5 0,97 -35 -101 1260 2,85 +7 Ar 18 40 0,88 -186 -189 1520 -

Tingkat Oks. Max


Struktur

Kristal logam Wujud

Kristal logam

Kristal logam

Molekul poliatom

Molekul poliatom

Molekul diatom

Molekul monoatom

padat

padat

padat

padat

padat

gas

Gas

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

Energi ionisasi -> Ar Keelektronegatifan -> Cl Asam -> Cl Oksidator -> Cl

Jari2 Atom -> Na Logam -> Na Basa -> Na Konduktor -> Na Reduktor ->Na

Kemiripan Sifat Diagonal


Li Na Be B C

Mg

Al

Si

Li dan Mg mudah bereaksi dengan Nitrogen di udara . hasil pembakaran Li : Li2O dan Li3N Be dan Al bersifat Amfoter, yakni bisa menghasilkan asam dan basa, Be(OH)2, H2BeO2, Al(OH)3, HAlO2 . B dan Si bersifat Metalloid, yaitu unsur non logam mempunyai sifat2 fisik logam (mangkilap, menghantarkan listrik, dapat ditempa

Thank you for your attention!