Anda di halaman 1dari 6

SOAL BAB PLASENTA PREVIA 1. Yang dimaksud dengan plasenta previa adalah a.

Plasenta yang berimplantasi pada corpus belakang rahim sehingga menutupi sebagian ostium uteri eksternum b. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum c. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri eksternum d. Plasenta yang terlepas sebagian atau seluruh permukaan maternalnya dari tempat implantasinya yang normal sebelum anak lahir e. Plasenta yang terlepas sebagian atau seluruh permukaan fetalnya dari tempat implantasinya yang normal sebelum anak lahir 2. Plasenta letak rendah adalah a. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak 2 cm dari ostium uteri eksternum b. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak > 2 cm dari ostium uteri eksternum c. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak 2 cm dari ostium uteri internum d. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak > 2 cm dari ostium uteri internum e. Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak < 2 cm dari ostium uteri internum 3. Insiden dari plasenta previa adalah a. 1/300 b. 1/200 c. 1/100 d. 1/50 e. 1/10 4. Yang bukan faktor risiko terjadinya plasenta previa adalah a. Paritas tinggi b. Usia > 30 tahun c. Kehamilan ganda d. Cacat uterus e. Trauma tumpul pada perut

5. Yang bukan merupakan teori tentang terjadinya plasenta previa adalah a. Vaskularisasi desidua yang tidak memadai sebagai akibat proses radang atau atrofi b. Tekanan darah tinggi pada ibu dan kelainan sistem pembekuan darah seperti trombofilia c. Proses peradangan dan atrofi pada endometrium yang meningkat terutama pada bekas operasi sesar, kerokan dan miomektomi d. Hipoksemia akibat karbon mono-oksida hasil pembakaran rokok menyebabkan plasenta menjadi hipertrofi sebagai upaya kompensasi e. Plasenta yang terlalu besar seperti pada kehamilan ganda dan eritroblastosis fetalis yang menyebabkan pertumbuhan plasenta melebar ke segmen bawah rahim 6. Ciri yang menonjol pada plasenta previa adalah a. Rasa nyeri perut dan uterus tegang terus menerus b. Perdarahan berwarna tua kehitaman yang keluar melalui vagina c. Perdarahan uterus keluar melalui vagina berwarna merah segar tanpa rasa nyeri d. Palpasi bagian-bagian janin tidak mungkin lagi dilakukan e. Keadaan janin biasanya sudah gawat 7. Perdarahan pada plasenta previa menjadi bertambah umumnya disebabkan oleh a. Luas plasenta yang terlepas telah melebihi 50% b. Perdarahan masuk ke dalam kantong ketuban setelah selaput ketuban pecah karenanya c. Bagian plasenta sekitar perdarahan masih melekat pada dinding rahim d. Serviks dan segmen bawah rahim lebih rapuh dan mudah mengalami robekan e. Selaput ketuban masih melekat pada dinding rahim 8. Pada pemeriksaan luar dinding abdomen pada plasenta previa umumnya dijumpai a. Fundus uteri lebih tinggi daripada seharusnya oleh karena terjadi penumpukan darah di dalam rahim b. Bagian terbawah janin masih tinggi diatas simfisis dan perut tidak tegang c. Pada inspeksi uterus kelihatan membulat dan kulit diatasnya kencang dan berkilat d. Pada auskultasi umumnya denyut jantung janin tidak terdengar lagi akibat gangguan anatomik dan fungsi dari plasenta e. Perut tegang disertai keadaan umum ibu menjadi tambah buruk disertai syok 9. Yang bukan merupakan cara mendiagnosis plasenta previa adalah a. Double set-up examination b. Transabdominal ultrasonografi c. Transvaginal ultrasonografi d. Transperineal sonografi e. Pemeriksaan Alfa-feto-protein serum dan hCG serum ibu

10. Komplikasi utama yang bisa terjadi pada plasenta previa adalah a. Perdarahan berulang, semakin banyak dan terus menerus sehingga menyebabkan anemia bahkan syok b. Perdarahan retroplasenta yang menyebabkan syok hipovolemik dan gangguan pembekuan darah c. Kematian janin yang terjadi sangat cepat d. Sindroma Sheehan yang menyebabkan iskemia dan nekrosis adenohipofise e. Pembekuan darah intravaskular yang luas (disseminated intravascular coagulation) lebih sering terjadi daripada solusio plasenta 11. Pada kehamilan antara 24 sampai 34 minggu pada plasenta previa diberikan steroid dalam perawatan antenatal untuk a. Menghentikan perdarahan b. Menekan reaksi inflamasi c. Pematangan paru janin d. Mencegah perdarahan berulang e. Mengurangi stress pada ibu 12. Yang bukan termasuk dalam penatalaksanaan plasenta previa di Rumah Sakit adalah a. Pemberian transfusi darah b. Pemberian steroid pada kehamilan 24-34 minggu c. Menghidari aktivitas fisik dan coitus d. Pemeriksaan USG e. Pemeriksaan Color Doppler 13. Pasien dengan plasenta previa berisiko paling tinggi untuk mengalami a. Perdarahan pascasalin b. Kelainan letak janin c. Seksio sesarea d. Kematian janin e. Solusio plasenta 14. Pada pasien plasenta previa yang pernah seksio sesarea perlu diteliti dengan ultrasonografi, Color doppler atau MRI untuk melihat kemungkinan adanya a. Plasenta previa marginalis b. Plasenta previa parsialis c. Tebal segmen bawah rahim d. Plasenta akreta, inkreta atau perkreta e. Panjang serviks

15. Seksio sesaria klasik dengan insisi vertikal pada rahim hanya dilakukan pada plasenta previa bila janin dalam keadaan.. a. Plasenta yang letaknya anterior b. Plasenta yang letaknya posterior c. Tidak cekatan dalam melakukan pertolongan d. Bila plasenta terpotong saat melakukan insisi e. Letak lintang atau terdapat varises yang luas pada segmen bawah rahim 16. Vasa previa adalah a. Plasenta yang implantasinya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum b. Keadaan dimana pembuluh darah janin berada di dalam selaput ketuban dan melewati ostium uteri internum untuk kemudian sampai ke dalam insersinya di tali pusat c. Keadaan dimana pembuluh darah janin berada di dalam selaput ketuban dan melewati ostium uteri eksternum untuk kemudian sampai ke dalam insersinya di tali pusat d. Plasenta yang implantasinya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri eksternum e. Plasenta yang implantasinya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi pinggir ostium uteri internum 17. Yang bukan faktor risiko terjadinya vasa previa adalah a. Plasenta inkarserata b. Plasenta bilobata c. Plasenta suksenturiata d. Plasenta letak rendah e. Kehamilan ganda 18. Pada vasa previa perdarahan terjadi karena a. Plasenta tidak dapat keluar dari dalam rahim dan terjadi robekan pada plasenta b. Pergeseran letak plasenta pada ostium uteri internum c. Plasenta mengalami robekan saat dilakukan pengeluaran d. Selaput ketuban yang melalui pembukaan serviks robek atau pecah dan vaskular janin ikut terputus e. Kontraksi rahim tidak ada saat pengeluaran plasenta

19. Angka kejadian vasa previa adalah a. 1 : 10-50 kehamilan b. 1 : 100-500 kehamilan c. 1: 500-1000 kehamilan d. 1 : 1000-5000 kehamilan e. 1 : 5000-10.000 kehamilan 20. Bila terduga telah terjadi perdarahan fetal, untuk konfirmasi dibuat pemeriksaan yang bisa memastikan darah tersebut berasal dari tubuh janin dengan pemeriksaan a. APT atau Kleihauer-Betke b. Fetal exsanguination c. Maternal serum alfa feto protein (MSAFP) d. Magnetic Resonance Imaging e. Double set-up examination

JAWABAN SOAL BAB PLASENTA PREVIA 1. B 2. C 3. A 4. E 5. B 6. C 7. D 8. B 9. E 10. A 11. C 12. C 13. E 14. D 15. E 16. B 17. A 18. D 19. D 20. A