Anda di halaman 1dari 4

1. Apakah yang dimaksud dengan kewarganegaraan dan keimigrasian ? Terangkan kaitan hubungan antara ke duanya ?

Jawab : Kewarganegaraan adalah anggota Negara yang memiliki kedudukan yang khusus terhadap negaranya yakni hak dan kewajiban yang timbale balik. Sedangkan keimigrasian adalah hal iwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah suatu Negara dan pengawasan orang asing di wilayah Negara yang bersangkutan. Hubungan dari keduanya adalah jika seseorang sudah mendapatkan kewarganegaraannya dan ingin melakukan imigrasi ke suatu Negara, orang yang telah mendapat kewarganegaraannya tsb mendapatkan perlindungan dari negaranya sehingga orang mendapatkan rasa aman untuk masuk atau keluar suatu Negara dengan menghormati prinsip-prinsip hokum internasional. 2. Apa arti pentingnya jadi warga Negara di sebuah Negara ? berikan contohnya ? Jawab : Dengan memiliki status sebagai warga negara, orang memiliki hubungan dengan negara. Hubungan ini nantinya tercermin dalam peran, hak dan kewajiban secara timbal balik antara warga negara dengan negaranya. Hak dari warga Negara salah satunya mendapatkan perlindungan dari Negara dimanapun dia berada sepanjang kewarganegaraannya masih tetap. Sedangkan kewajiban dari warga Negara ialah memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap negara , kepentingan bersama dalam Negara dan untuk melindungi negarana baik melindungi Negara dari dalam maupun luar. 3. Apa yang dimaksud dengan kosmopolitanisme dan apakah paham tersebut bias dipertahankan sampai sekarang ? jawab : kosmopolitanisme adalah memandang bahwa tanah air umat manusia adalah seluruh muka bumi. Konsep ini berkembang pada masa kekaisaran Roma dan setelah runtuh dilannjutkan oleh gereja katolik sampai abad ke XIV. Pada abad ke XIV muncul revolusi kebudayaan yakni Renaissance yang menyatakan bahwa tidak setuju dengan kosmopolitanisme karena pada saat itu menurut Nicollo Macchiavelli di buku II principenya menyatakan bahwa menempatkan kekuasaan Negara di tempat tertinggi. Muncul revolusi yang lain seperti reformasi , dan merkatilisme yang menentang dan melepaskan diri dari

kosmopolitanisme. Tetapi ada beberapa umat yang masih memiliki rasa kosmopolitanisme pada zaman sekarang. 4. Apa yang dimaksud dengan asas kewarganegaraan tunggal dan ganda terbatas dalam hokum kewarganegaraan kita ? berikan contohnya ? jawab : Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. Contohnya menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarka UU. Sedangkan asas kewargnegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU ini. Contohnya perkawinan campuran, sehingga melahirkan anak yang mempunyai orang tua yang berbeda kewarganegaraan. Seorang anak merupakan pribadi yang belum cakap untuk menentukan, ia membutuhkan perlindungan lebih. Oleh karena itu Negara wajib menjamin perlindungan itu melaui statusnya sebagai warga Negara sehingga seorang anak dapat mendapatkan status warganegaranya demi perlindungannya walaupun ia telah memperoleh kewarganegaraan dari Negara lain. Hal itu tentu sebatas sampai pada tingkat kedewasaan anak tersebut, karena pada tingkat kedewasaan seorang anak dapat menentukan pilihannya. Pemberian kewarganegaraan ganda terbatas ini berfungsi untuk memudahkan anak tersebut menjalani hidupnya dinegara yang bersangkutan, seperti masalah izin tinggal anak tersebut, Izin tinggal yang diberikan bagi anak-anak Warga Negara Asing hanya berlaku satu tahun 5. Apa akibatnya apabila sebuah Negara menerapkan asas kewarganegaraan tunggal secara rigit / kaku baik untuk asas ius soli maupun asas ius sanguinis ? jawab : apabila suatu Negara menerapkan asas kewarganegaraan tunggal secara rigit baik untuk ius soli maupun ius sanguinis maka Negara tersebut mengalami kesulitan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang karena dalam penerapannya tergantung kepada teori yang ada seperti ius soli maupun ius sanguinis.

6. Jelaskan beberapa perbuatan / peristiwa hokum yang mengakibatkan status kewarganegaraan orang bisa berubah ? Jawab : peristiwa yang mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang bias berubah salah satunya dengan naturalisasi baik naturalisasi biasa maupun istimewa. Contoh pemain sepakbola irfan bachdim atau Gonzales yang kewarganegaraannya asing kemudian berubah menjadi kewarganeraan Indonesia karena mereka merupakan salah satu naturalisasi istimewa yang berjasa untuk Indonesia dalam dunia persepakbolaan. Selain itu tertera pada pasal 23 uu No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI. 7. Jelaskan perbedaan naturalisasi biasa dengan istimewa beserta persyaratannya dan dasar hukumnya ? Jawab : naturalisasi biasa yaitu berpindahnya suatu kewarganegaraan seseorang atas keinginannya sendiri. Sedangkan naturalisasi istimewa yaitu berpindahnya kewarganegaraan seseorang atas keinginannya sendiri maupun dari Negara yang dinilai oleh Negara telah dan dapat memberikan kedaulatan Negara untuk meningkatkan kemajuan, khususna di bidang perekonomian Indonesia (pasal 20 uu No.12 tahun 2006 ). Persyaratannya dapat di lihat pada pasal 9 UU No.12 tahun 2006 BAB III tentang syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan RI. 8. Jelaskan beberapa alasan yang mengakibatkan status kewarganegaraan hilang ? Jawab : penyebab kehilangan ke WNI yaitu : A. Mencegah Bipatrida - Menjadi WNA karena kemauannya sendiri - Tidak menolak/melepaskan ke WN lain, padahal ia punya kesempatan untuk itu. - Pengakuan anak yang belum dewasa/belum kawin dan pengangkatan anak oleh orang asing - Pernyataan kehilangan ke WNI dari Presiden atas permohonannya sendiri B. Masalah kesetiaan terhadap Negara

- WNI yang ikut dinas militer asing tanpa ijin pemerintah - Masuk dalam dinas Negara asing/organisasi Internasional, dimana Indonesia bukan anggota - Menyatakan sumpah janji setia kepada Negara lain, mengikuti pemilihan yang bersifat kenegaraan untuk Negara asing, mempunyai paspor dari Negara lain atas namanya. - Selama 5 tahun berturut=turut bertempat tinggal di luar negeri tanpa melapor.

selengkapanya terdapat pada pasal 23 UU No 12 tahun 2006 BAB IV tentang Kehilangan Kewarganegaraan RI.

9. Sebutkan latar belakang pemikiran yang mendasari dilakukannya perubahan terhadap UU No. 62 tahun 1958 dengan UU No. 12 tahun 2006 ? Jawab : latar belakang perubahan UU No.62 tahun 1958 dengan UU no. 12 tahun 2006 yaitu: a. bahwa Negara RI berdasarkan pancasila dan UUD NKRI tahun 1945 menjamin potensi, harkat, dan martabat setiap orang sesuai dengan HAM. b. bahwa warga Negara merupakan salah satu unsur hakiki dan unsur pokok dari suatu Negara yang memiliki hak dan kewajiban yang perlu dilindungi dan dijamin pelaksanaannya. c. bahwa UU No. 62 tahun 1958 tentang kewarganegaraan RI sebagaimana telah diubah dengan UU No 3 tahun 1976 tentang perubahan pasal 18 UU No 62 tahun 1958 tentang kewarganegaraan RI sehingga harus dicabut dan diganti dengan yang baru d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b , c, perlu membentuk UU tentang kewarganeraan RI.

Beri Nilai