Anda di halaman 1dari 3

Si Orange dengan Sejuta Manfaat

Siapa yang tidak kenal jeruk. Buah yang sangat merakyat ini terkenal memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan. Jeruk, dikenal juga dengan Limau yang di Sumatra disebut juga jeruk manis berasal dari marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara. Jeruk memiliki jenis yang beraneka ragam dan rasa yang beragam pula. Jeruk diidentikkan dengan buah yang berasa masam. Tidak jarang biasanya orang hamil yang sedang ngidam ingin memakan jeruk yang berasa masam. Rasa jeruk sendiri masam segar dan tak jarang pula banyak jeruk yang manis. Jeruk manis ini bisa dikonsumsi langsung atau bahkan dijadikan sebagai jus dan berbagai jenis minuman lainnya yang berbahan dasar jeruk. Jeruk dengan bentuk bulat pepat memiliki warna yang indah. Perpaduan antara orange dan kuning yang sedap dipandang mata serta menggairahkan untuk dimakan. Tak jarang ada pula jeruk yang bewarna hijau. Warna hijau pada kulit jeruk, biasanya cenderung dengan rasa masam. Namun ada juga jeruk dengan kulit hijau yang berasa manis. Berbagai macam jenis jeruk yang ada seperti Jeruk nipis (Citrus

aurantifolia), Jeruk Purut (Kaffir lime), Jeruk Limau, Lemon Cui, Lemon, Kumquat, Tangelo, Mandarin, Grapefruit, Seville Orange dan Jeruk Bali ( Citrus maxima). Berbagai macam jeruk ini memiliki manfaat yang hampir sama namun sangat berguna bagi kesehatan. Jeruk manis (Citrus sinensis), biasanya merupakan jenis jeruk yang paling digemarai. Dikarenakan rasanya yang manis dan bisa langsung dimakan atau diolah menjadi minuman. Berbagai macam kandungan yang ada di dalam buah jeruk, seperti yang paling terkenal adalah vitamin C dipercaya mampu menyembuhkan sariawan. Kandungan gizi lainnya dalam buah jeruk seperti vitamin B, E, natrium, dan beberapa mineral mikro yang dibutuhkan tubuh untuk sisitem imunitas

(kekebalan) serta mencegah virus penyebab influenza. Lemon juga sarat dengan kandungan bioflavanoid yang berperan sebagai antioksidan pencegah kanker. Flavanoid jeruk lemon berfungsi menghalangi oksidasi LDL sehingga aterosklerosis penyebab jantung dan stroke bisa dihindari.

Jeruk lemon juga berlimpah kandungan serat berupa pektin yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Kandungan senyawa dalam jeruk manis yang kaya vitamin C, potassium, dan folid acid, dapat berfungsi untuk menghambat sel-sel kanker. Selain kaya serat, buah berwarna kuning ini juga mengandung hesperidin yang mampu menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah kolesterol, serta

menurunkan tekanan darah. Dalam satu buah jeruk manis ukuran sedang terdapat 16 gram karbohidrat yang mengandung 70 kalori. Karbohidrat ini penting sebagai sumber energi tubuh, terutama untuk otak. Nilai serat dalam sebuah jeruk manis setara dengan 12 persen yang dibutuhkan per hari. Fungsi serat jelas sangat penting antara lain membantu proses pencernaan. Serat dalam jeruk manis bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan juga menurunkan resiko penyakit jantung. Kandungan lain dalam buah ini dapat mempengaruhi aktivitas enzim Glutatione S-Transferase (GTS), untuk menghambat terjadinya kanker,

bekerjasama dengan senyawa limonoida seperti limonin dan nomilin. GTS sendiri merupakan enzim utama sistem detoksifikasi yang dapat menetralkan karsinogen. Karsinogen adalah zat pemicu kanker berbahaya dalam tubuh manusia. Karsinogen bisa berasal dari pengawet zat makanan yang dicampur dalam makanan. Atau dari pewarna makanan serta berbagai macam bahan kimia lain yang digunakan sehari-hari. Banyak sekali manfaat dari jeruk yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya daging buahnya, kulit jeruk pun dipercaya menjadi obat penghilang jerawat dan pengusir nyamuk atau anti nyamuk alami. Bisa juga dijadikan sebagai manisan kulit jeruk. Untuk bahan manisan kulit jeruk ini, biasanya digunakan kulit jeruk bali. Sedangkan untuk penghilang jerawat bisa menggunakan jeruk manis ataupun jeruk nipis. Caranya adalah untuk jeruk manis, kulitnya bisa dihaluskan kemudian dicampur sedikit air dan bisa langsung

dioleskan ke wajah sebagai masker. Untuk jeruk nipis, biasanya jeruk nipis dipotong, kemudian diiris. Irisan jeruk nipis ini langsung ditempelkan ke wajah. Awal penggunaan memang agak perih. Tapi memberikan manfaat yang luar biasa bagi kulit wajah. Manfaat lain dari jeruk adalah dapat dijadikan sumber alami asam folik yang mengurangi resiko wanita hamil melahirkan bayi dengan down syndrome. Asam folik juga membantu mencegah penyakit fatal yang berkaitan dengan usia, seperti penyakit jantung dan alzheimer. Sari jeruk manis bermanfaat untuk menyembuhkan gangguan pendarahan karena wasir, menyembuhkan demam, mengurangi keasaman darah, memperlancar

pembentukan air seni, serta mengatur pengeluaran cairan empedu. Selain itu, jeruk nipis juga bisa digunakan sebagai obat penghilang kutu rambut secara alami. Caranya adalah ambil perasan dari jeruk nipis, kemudian campur dengan minyak kayu putih. Setelah itu usapkan ke seluruh rambut. Diamkan kurang lebih selama satu jam, kemudian bersihkan rambut dengan keramas. Lakukan secara rurtin satu minggu sekali. Selain kutu menghilang, rambut pun akan jadi mengkilat indah dan nutrisi dalam jeruk juga bisa menguatkan rambut dan membuat rambut menjadi hitam alami.
i

Alfiah Nur Ramadhani adalah mahsiswa Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang

Beri Nilai