Anda di halaman 1dari 3

Mendulang Emas dari Sapi Perah

Sapi perah adalah sapi yang khusus dipelihara untuk diambil susunya.Sapi adalah hewan ternak terpenting sebagai sumber daging, susu, tenaga kerja dan kebutuhan lainnya. Sapi menghasilkan sekitar (45-55%)

kebutuhan daging di dunia, 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit. Secara garis yaitu 1. kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis 2. kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus Produk terpenting dari sapi perah adalah susu. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil susu sapi perah. Untuk mendapatkan hasil susu yang berkualitas dengan jumlah banyak diperlukan beberapa perawatan khusus, seperti makanan yang sehat dan mengandung nilai gizi, perawatan kandang, kebersihan diri sapi itu sendiri, dan sebagainya. Makanan sapi perah terdiri atas tiga jenis pakan berikut : 1. Hijauan berupa rumput-rumputan dan kacang-kacangan. Jenis-jenis rumput yang biasa diberikan pada sapi perah antara lain rumput gajah, rumput raja, rumput setaria, rumput benggala, rumput lapang, dan rumput BD (Brachiaria decumbens). 2. Adapun jenis kacang-kacangan yang dijadikan pakan sapi adalah lamtoro, turi, dan gamal.Konsentrat berupa dedak, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, jagung, dan kedelai. 3. Limbah pertanian, seperti jerami padi, batang jagung, batang kedelai, dan sebagainya. besar, genus sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua,

Pakan berupa hijauan diberikan pada siang hari setelah pemerahan sebanyak 3050 kilogram per ekor tiap hari. Rumusnya, setiap hari, seekor sapi perah dewasa memerlukan rumput sebanyak 10% bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1 2% BB.Sapi perah yang sedang menyusui perlu diberi pakan tambahan sebanyak 25% hijauan dan konsentrat. Selain hijauan berupa rumput-rumputan, pakan sapi perah sebaiknya ditambah dengan kacang-kacangan. Kebutuhan karbohidrat sapi perah dapat dipenuhi dengan memberikan dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa. Sapi perah juga memerlukan mineral sebagai penguat, berupa garam dapur dan kapur.Konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi dan sore hari sebelum sapi diperah. Banyaknya sekitar 12 kilogram per ekor tiap hari.Sapi perah juga membutuhkan air minum. Kebutuhan air minum sapi adalah 10% bobot badan per hari. Sesuai dengan namanya, hasil utama peternakan sapi perah adalah susu yang dihasilkan oleh induk sapi betina. Tidak hanya produk susu yang bermanfaat dari sapi, kotoran sapi perah dapat dijadikan pupuk kandang. Selain itu, sapi perah yang sudah tidak produktif pun memberi hasil lain berupa daging dan kulit. Usaha sapi perah di Indonesia sangat menjajikan. Sebagai salah satu hasil komoditi peternakan, susu merupakan bahan makanan yang menjadi sumber gizi atau zat protein hewani. Kebutuhan protein ini terus meningkat dari waktu ke waktu seiring tingginya tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan gizi. Pengembangan bidang peternakan, khususnya pengembangan usaha sapi perah adalah salah satu alternatif cara meningkatkan persediaan sumber kebutuhan protein. Pembangunan usaha sapi perah dilakukan untuk memenuhi gizi masyarakat dan mengurangi tingkat ketergantungan nasional terhadap impor susu. Usaha susu di Indonesia sebenarnya sudah lama dikembangkan. Di sini, usaha sapi perah didominasi oleh usaha berskala kecil, yaitu terdiri atas empat ekor sapi (80 %), empat sampai tujuh ekor sapi (17 %), dan lebih dari tujuh ekor sapi (tiga %). Data ini menunjukkan bahwa kurang lebih 64 % produksi susu nasional dihasilkan oleh usaha berskala kecil, sedangkan sebanyak 24 % sisanya dihasilkan

oleh ternak sapi perah skala menengah dan ternak sapi perah skala besar. keadaan ini masih menempatkan usaha ternak sapi perah di Indonesia sangat kecil sehingga tidak mampu bersaing dengan produk luar. Selain itu, kondisi ini juga dapat memperlelmah daya usaha ternak sapi perah di Indonesia. Peningkatan laju pertumbuhan sektor peternakan, khususnya ternak sapi perah harus terus dilakukan karena kemampuan pasokan susu peternak lokal sekarang baru mencapai 25 % hingga 30 % dari kebutuhan susu nasional. Tingginya angka impor susu nasional mengakibatkan Indonesia menjadi net importir. Bahkan, menunjukkan juga prospek pasar yang besar sekali dalam usaha peternakan sapi perah untuk menghasilkan susu segar sebagai hasil substitusi impor. Pangalengan terkenal sebagai penghasil susu sapi perah di Jawa Barat. Sebagian masyarakat Indonesia tentunya sudah mengenal dan menikmati permen susu atau karamel hasil olahan para pengrajin di Pangalengan. Selain itu, olahan dari susu perah lainnya adalah kerupuk susu, dodol susu, tahu susu, noga susu, dan lain-lain. Makanan hasil olahan tersebut semuanya diawali dengan adanya peternakan sapi perah di Pangalengan yang memiliki sejarah panjang. Dahulu, orang Belanda membangun peternakan sapi perah untuk kepentingan gizi mereka. Akhirnya, peternakan sapi perah ini diambil alih oleh pribumi dan dijadikan sebagai mata pencaharian. Para pribumi ini menjual susu sapi perah ke berbagai tempat. Sekarang, tidak hanya susu yang dijual, tetapi makanan olahan dari susu sapi ternak juga mulai diproduksi dan dipasarkan, seperti dodol susu, kerupuk susu, permen susu. Sehingga nilai ekonomis dari produksi susu sapi perah semakin meningkat. Produk olahan makanan ini banyak dijual di sepanjang jalan di Pangalengan dan pemasarannya sudah sampai ke Jakarta.
i

Ayun Indariswati adalah mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang

Beri Nilai