Anda di halaman 1dari 4

Ritual Pesugihan

KEDAHSYATAN MENYEDOT UANG GAIB


Istilah uang gaib sangat dikenal masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang terkena problem ekonomi. Mereka lalu mendatangi tempat atau orang tertentu yang sekiranya mampu mendatangkan uang gaib. Mereka memilih cara instan dan diluar akal sehat. Tetapi benarkah ada uang gaib? OLEH: AGUS SISWANTO Menjalankan ritual uang gaib tergolong unik. Sebab pelaku seolah-olah melihat dan memegang uang ini dengan nyata. Padahal semuanya tidak lebih dari sihir belaka. Tidak ada uang gaib itu. ecuali !nda dalam pengaruh sihir," kata Muna##ir kepada saya. Pria asal $anyu#angi, %a#a Timur, yang pernah bekerja di Malaysia ini mengungkapkan bah#a dirinya pernah menjalani ritual uang gaib. Peristi#a itu terjadi sekira tahun &''(. Suatu ketika, dirinya mendatangi seseorang yang diketahuinya mengaku memiliki kemampuan mendatangkan uang gaib. Sebut saja namanya, en !rok. etika tiba di tempat en !rok, dia melihat ada beberapa orang lain yang juga berminat mendapatkan uang gaib. en !rok mengatakan bah#a uang gaib yang diinginkan tergantung dari mahar yang disediakan. Misalkan saja mahar & juta, maka uang gaib yang akan dimilikinya &) kali lipat atau &) juta rupiah,"kata Muna##ir. Saya membayar & juta rupiah. Sementara yang lain ada yang membayar hingga &) juta rupiah. Tentu agar mendapatkan &)) juta rupiah," lanjutnya. Ritual etika semua mahar telah terkumpul, sekira pukul (&.)) *I$, en !rok mengajak semua peserta naik mobilnya menuju sebuah hutan. Setelah tiba di lokasi, mereka masuk ke areal hutan. Sekira &)) meter dari tepi jalan raya. en !rok mengeluarkan kain putih berukuran ( + ( meter. Masing-masing peserta disuruhnya memegang ujung kain putih tersebut sambil membentangkannya. emudian en !rok membaca mantera-mantera. Tiba-tiba saja terdengar ledakan dari tanah persis di ba#ah kain putih yang dibentangkan tersebut. ,edakan tersebut sungguh luar biasa. Sebab yang terjadi bukan hanya ledakan, melainkan juga berhamburannya lembaran uang yang jumlahnya sangat banyak. en !rok menyuruh peserta mengumpulkan lembaran uang tersebut dalam karung-karung yang telah disediakan sebelumnya. Setelah semuanya terkumpul, mereka kembali ke kediaman en !rok. en !rok menyuruh peserta menghitung uang yang ada menurut jumlah mahar yang telah diserahkan. -engan kata lain, mereka yang membayar & juta, harus mengumpulkan &) juta. Sedangkan mereka yang membayar &) juta, harus mengumpulkan &)) juta.

.ang-uang tersebut diikat dalam nominal & juta dan ditumpuk sesuai dengan jumlah uang yang dimiliki. Tentu saja, tumpukan uang berbeda-beda. !da yang mencapai tinggi &) cm, () cm, /) cm hingga setengah meter. Setelah uang terkumpul dan ditumpuk sesuai hasil yang didapatkan, maka para pelaku pemburu uang gaib itu masuk ke dalam sebuah kamar berukuran / + / meter. etika itu, en !rok menyuruh mereka meletakkan tumpukan uang kertas dengan pecahan nominal 0).))) dan &)).))) rupiah, di salah satu sisi tembok. Silahkan, letakkan tumpukan uang itu di sisi tembok dan !nda duduk di sisi tembok lainnya yang berla#anan, kata en !rok. Muna##ir dan teman-temannya mengikuti perintah itu. Mereka meletakkan tumpukan uang secara rapi di sisi tembok. Tinggi tumpukan uang berbeda-beda sesuai dengan nilai uang yang diperoleh. Selanjutnya Muna##ir dan teman-temannya duduk di sisi tembok yang berla#anan. -engan kata lain, posisi duduk mereka menghadap ke arah uang di sisi tembok depannya. amar kecil itu hanya memiliki satu jendela dan lubang 1entilasi di bagian atasnya. Sementara lantainya hanya berupa lantai semen yang diletakkan beberapa tikar berukuran panjang. Tidak ada lemari, tempat tidur atau barang-barang lainnya. 2anya ada sebuah lampu kecil &) #att dan saklarnya. Tidak ada air minum dan juga makanan. Tampaknya, kamar itu biasa digunakan untuk tempat shalat. emudian en !rok berkata kepada Muna##ir dan rekan-rekannya. Sekarang sudah jam dua malam. Saya akan mematikan lampu dan mengunci pintu kamar dari luar. 3uangan akan menjadi gelap. 4amun, kalian semua masih dapat melihat tumpukan uang itu dari cahaya $ulan yang masuk ke dalam kamar ini," kata en !rok. Satu peraturan penting yang harus kalian patuhi adalah5 jangan sekali-kali tertidur. Ingat6 %!47!4 !4-! TI-.3. !4-! 2!3.S T8T!P S!-!3 -!4 M8M$. ! M!T! 2I477! S!9! $. ! PI4T. I4I 8M$!,I," kata-kata en !rok bernada tegas. en !rok melanjutkan," Mata kalian boleh berkedip seperti biasanya, tetapi saya tidak bertanggung ja#ab terhadap uang itu jika !nda tertidur. 2arap diingat kata-kata saya. " en !rok juga mengatakan," kalian tidak boleh saling berbicara satu dengan lainnya. alian hanya duduk dan perhatikan uang itu. alian hanya boleh menggerakkan kaki untuk mengatur posisi duduk agar lebih nyaman, tetapi kalian tidak boleh berdiri. alian bebas menggerakkan tangan tetapi tidak boleh bersentuhan dengan teman di sebelahnya." Muna##ir dan rekan-rekannya mengangguk menyetujui peraturan itu. Tampaknya peraturan ini tidak begitu sulit. 2anya tidak boleh tidur. Sebelum menutup pintu, en !rok mengatakan lagi," Semoga Tuhan mengabulkan hajat kalian mendapatkan uang gaib," emudian en !rok menutup dan mengunci pintu kamar dari luar. Saat itu saya merasa tidak ada sulitnya membuka mata dan tidak tidur. !palagi siang harinya saya sudah tidur. Secara :isik tubuh saya cukup :it dan bugar," kata Muna##ir kepada saya. Tinggi Tumpukan Uang Berkurang

Selanjutnya dimulailah ritual tersebut. Sepintas ritual ini sederhana saja. Para peserta hanya duduk-duduk santai sambil melihat uang di depannya yang hanya berjarak / meter. Meskipun lampu dimatikan, tapi ruangan kamar tetap mendapat sinar $ulan yang masuk dari celah 1entilasi. Tumpukan uang terlihat jelas di depan mata. Saya merasa optimis akan mendapakan uang &) juta. Sebab saya sudah menghitung uang saya tersebut dan menumpuknya sendiri. Saya yakin tidak ada yang salah dalam menghitung. $egitupula dengan teman-teman saya. Semuanya yakin akan berhasil dalam ritual uang gaib ini," kata Muna##ir mengenang peristi#a itu. Sekira satu jam kemudian, Muna##ir mulai terserang kantuk. 8ntah mengapa, bola matanya seperti terasa berat dan ingin terpejam. Tetapi Muna##ir mencoba menahannya semata-mata demi mengikuti aturan yang telah disepakati. %!47!4 !4-! TI-.3. !4-! 2!3.S T8T!P S!-!3 -!4 M8M$. ! M!T! 2I477! S!9! $. ! PI4T. I4I 8M$!,I" Tetapi rasa kantuk ini sungguh luar biasa. Sehingga membuat tubuhnya gelisah dan bergerakgerak. Suatu ketika, Muna##ir merasa tidak kuat lagi, hingga matanya sempat terpejam. Tetapi dia langsung sadar dan membuka matanya kembali. ,alu apa yang terjadi? Muna##ir mengaku heran melihat tumpukan uang miliknya yang ada di depannya. Tampaknya tumpukan uang itu berkurang. 2al itu terlihat dari tinggi tumpukan yang menjadi rendah. Misalkan, a#alnya tinggi tumpukan uang itu sekitar () sentimeter, lalu turun menjadi sekitar &0 sentimeter. Merasa heran dengan kejadian itu, Muna##ir pun melihat tumpukan uang milik temantemannya. Ternyata tinggi tumpukan uang mereka pun turun. Seketika Muna##ir melirik rekan-rekan di sebelahnya. Ternyata mata mereka terpejam. %elas mereka tertidur," kata Muna##ir. Saat itu Muna##ir hendak membangunkan mereka, tapi terikat oleh larangan tidak boleh berbicara. Saya lalu berdehem, maksudnya memberi kode agar mereka bangun," kata Muna##ir. Mereka pun bangun dan juga terkejut melihat tinggi tumpukan uangnya turun. Muna##ir dan rekan-rekannya pun kembali menahan diri agar tidak tertidur dan terus membuka matanya. Perjuangan agar mata tidak tertidur ini ternyata luar biasa. Mereka mencoba memaksakan diri dengan sikap tubuh yang senyaman mungkin agar tidak tidur. Tetapi tampakanya hal itu terlalu sulit. Terkadang mereka tertidur, meski hanya satu atau dua menit saja. Saya sempat tertidur hanya sekira satu menit. Saat mata terbuka, tinggi tumpukan uang turun lagi. Sungguh aneh sekali," kata Muna##ir. $egitulah yang terjadi. etika mata terpejam, tinggi tumpukan uang menurun. Semakin lama mata terpejam, tinggi tumpukan semakin cepat turunnya.

Muna##ir sempat melihat tinggi tumpukan uang rekannya turun drastis. 2al itu memang disebabkan rekannya tidur pulas. Semua Peserta Rugi 3itual aneh pesugihan uang gaib itu berakhir menjelang ad;an Shubuh, sekira pukul )<.)) pagi. en !rok membuka pintu dan menyalakan lampu. -ia juga menyapa < orang yang berada di kamar dengan sapaan halus dan lembut. !ssalamualaikum. Saudara-saudara, bagaimana keadaan kalian? $aik-baik saja?" kata en !rok menyapa. eempat pelaku ritual membalas sapaan dengan perasaan lesu. Mereka tampak tidak bergairah. $etapa tidak, uang gaib yang mereka harapkan sirna. Muna##ir mengatakan bah#a tidak seorangpun yang mendapatkan hasil dari uang gaib itu. Modal saya & juta, tetapi tumpukan uang &) juta hanya sisa beberapa lembar pecahan 0).))) saja. Saya rugi," kata Muna##ir. $egitu pula dengan rekan yang lain. !da yang modalnya () juta. Saat mendapat ()) juta, jelas cukup tinggi tumpukan uangnya. etika ritual selesai, tersisa hanya / lembar pecahan 0).)))," katanya lagi. Kegaiban atau Hipnotis? isah Muna##ir ini memang cukup unik di mata saya. Terutama menyangkut lembaran uang yang dilihat dan dipegangnya. !pakah !nda benar melihat dan memegang uang itu?" tanya saya. 9a, benar. Saya juga melihat dan memegang uang milik rekan yang lain," ja#ab Muna##ir. ,ebih jauh dikatakan, ketika dia dan tiga rekannya melakukan ritual di hutan, jelas uang itu nyata terlihat muncul dari dalam tanah. emudian uang itu dimasukkan beberapa karung beras dan diba#a ke kediaman en !rok. .ang yang ada di dalam karung itu lalu dikeluarkan dan dihitung bersama-sama sesuai mahar masingmasing peserta. Semua itu memakan #aktu lebih dari satu jam, sebelum akhirnya uang di taruh kamar dan pintu kamar dikunci. !da dua kemungkinan yang mungkin terjadi terkait dengan uang yang sangat banyak itu. Pertama, uang itu memang benar ada muncul dari alam gaib. edua, pengaruh hipnotis yang dilakukan en !rok kepada para peserta ritual. Muna##ir menolak menyebutkan domisili en !rok. Sosok pria yang melakukan ritual pesugihan uang gaib ini dikenal memiliki kemampuan supranatural. isah nyata Muna##ir ini diceritakan kepada saya saat beliau berada =baca5 nyantri> di Ponpes 2idayatul Mubtadiin yang dipimpin 2 ?umri @adlil. Ponpes ini beralamat di -usun $anaran, ec. $andungan, abupaten Semarang, %a#a Tengah.