Anda di halaman 1dari 3

Pengertian air Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan

yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Air secara kimiawi merupakan senyawa polar (H2O), yang mempunyai sifat-sifat tertentu, seperti bersifat pelarut, dapat berikatan hidrogen dengan senyawa organik dan sifat-sifat lain dalam mekanisme reaksi tubuh. Air untuk keperluan minum tidap sama persis dengan pengertian air secara kimiawi,karena air minum merupakan air (kimiawi) yang mengandung unsur-unsur tertentu (termasuk mineral) yang diperlukan tubuh. Bahan bahan minerak tersebut antara lain kalsium, magnesium, natrium, besi dan lain- lain. Namun jumlah mineral yang terlarut dalam air minum tidak boleh melebihi ambang batas yang diperlukan tubuh. Jika mineral-mineral tersebut jumlahnya sangat tinggi dan melebihi nilai ambang batas, dapat menggangu proses dan mekanisme dalam tubuh. Pengggolongn air di bumi 1. Air tanah Air Tanah airtanah adalah air yang tersimpan dalam ruang antar butir tanah yang dibatasi oleh formasi geologi dan struktur batuan yang sukar ditembus air. Lapisan dimana airtanah dapat dengan mudah melaluinya disebut lapisan permeabel seperti lapisan pasir atau lapisan krikil. Lapisan impermeabel terbagi atas dua jenis yakni lapisan yang kebal air (aquifuge) seperti lapisan batuan (rock) dan lapisan kedap air (aquiclude) seperti lapisan lempung atau lapisan silt. Air tanah adalah air yang berada di bawar permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis. Air Tanah Preatis Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable. Air Tanah Artesis Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.

Penggolongan Ait tanah berdasarkan asal mulanya menurut Told dan Dam dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu : 1) Air meteorik yakni air yang berasal dari atmosfir dan mencapai mintakat kejenuhan baik secara langsung (infiltrasi permukaan tanah & kondensasi uap air) maupun tidak langsung (perembesan influen) 2) Air Juvenil merupakan air baru yang ditambahkan pada mintakat kejenuhan dari kerak bumi yang dalam (seperti, air magmatik, air gunungapi dan air kosmik).

3) Air diremajakan (rejuvenated) ialah air yang untuk sementara waktu telah dikeluarkan dari daur hidrologi oleh pelapukan, dan sebab-sebab lain, kembali kedaur lagi dengan prosesproses metamorfisisme, pemadatan atau proses-proses yang serupa. 4) Air konat adalah air yang dijebak pada beberapa batuan sedimen atau gunung pada saat asal mulanya. Air tersebut biasanya sangat termineralisasi dan mempunyai salinitas yang lebih tinggi daripada air laut.

Air Permukaan Air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : a. Perairan Darat Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya. b. Perairan Laut Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut. Pengolahan air minum Pengolahan air merupakan suatu upaya untuk mendapatkan air bersih dan sehat dengan standar mutu air yang memenuhi syarat kesehatan. Proses pengolahan air merupakan proses perubahan fisik, kimia, dan biologi air baku. Pengolahan Air Secara Fisika Pengolahan air secara fisika yang telah dilakukan adalah penyaringan, pengendapan atau sedimentasi, absorbsi, dan adsorbsi. Penyaringan atau Filtrasi: Penyaringan merupakan pemisahan antara padatan atau koloid dengan cairan. Proses penyaringan air melalui pengaliran air pada media butiran. Secara alami penyarinagn air terjadi pada permukaan yang mengalami peresapan pada lapisan tanah. Bakteri dapat dihilangkan secara efektif melalui proses penyaringan demikian pula dengan warna, keruhan, dan besi. Pada proses penyaringan, partikel-partikel yang cukup besar akan tersaring pada media pasir, sedangkan bakteri dan bahan koloid yang berukuran lebih kecil tidak tersaring seluruhnya. Ruang antara butiran berfungsi sebagai sedimentasi dimana butiran terlarut mengendap. Bahan-bahan koloid yang terlarut kemungkinan akan ditangkap karena adanya gaya elektrokinetik. Banyak bahan-bahan yang terlarut tidak dapat membentuk flok dan pengendapan gumpalan-gumpalan masuk ke dalam filter dan tersaring. Sedimentasi atau Pengendapan Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel padat yang tersusupensi dalam cairan

atau zat cair dengan menggunakan pengaruh gravitasi atau gaya berat secara alami. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan yang tersuspensi pada air dan kandungan organisme tertentu di dalam air. Ada dua jenis pengendapan yaitu Discrete Settling dan Flocelent Settling. Discrete Settling terjadi apabila proses pengendapan suatu partikel tidak terpenuhi oleh proses pengelompokkan partikel sehingga kecepatan endapannya akan konstan. Flocelent Settling dipengaruhi oleh pengelompokkan partikel sehingga kecepatan pengendapan yang dimiliki berubah semakin besar. adsorpsi Adsorpsi adalah salah satu dari sifat koloid yang merupakan proses penyerapan suatu partikel zat baik berupa ion, atom, atau molekul pada permukaan zat lain. Adsorpsi terjadi karena adanya gaya tarik yang tidak seimbang pada partikel zat yang berada pada permukaan absorben.

http://aquariontechnologies.weebly.com/metode-pengolahan-air-bersih.html http://ardra.biz/sain-teknologi/ilmu-dan-teknologi-terapan/pengolahan-air-minum-watertreatment/ http://etnize.wordpress.com/2009/07/01/jenis-jenis-air-di-bumi/ http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28755/4/Chapter%20II.pdf http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/suyanta-msi-dr/pengolahanairppmyuli.pdf http://id.wikipedia.org/wiki/Air_permukaan