Anda di halaman 1dari 6

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ANALITIK II

TITRASI IODIMETRI DARI VITAMIN C

Selasa, 15 April 2014

TITRASI IODIMETRI DARI VITAMIN C ” Selasa, 15 April 2014 Disusun Oleh : Rizky Dayu Utami

Disusun Oleh :

Rizky Dayu Utami

1112016200070

Kelompok 4:

Mudzilatun Nupus (1112016200049)

Devi Citra Rastuti (1112016200056)

Petri Wahyusari (1112016200075)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2014

I. ABSTRACT Praktikum ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi vitamin C dalam

vitacimin tablet. Metode praktikum yang digunakan adalah titrasi iodimetri. Prinsip dasar dari titrasi iodimetri adalah perubahan warna larutan menjadi biru setelah dititrasi dengan larutan iodin. Timbulnya larutan berwarna biru menunjukkan titik akhir titrasi. Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan konsentrasi vitamin C dalam vitacimin tablet yaitu sebesar 0,028

M.

II. INTRODUCTION Sistem redoks iodin (triiodida)-iodida, I 3 - + 2e - 3I - mempunyai potensial standar sebesar +0,54 V. Karena itu iodin adalah sebuah agen pengoksidasi yang jauh lebih lemah daripada kalium permanganat, senyawa serium (IV), dan kalium dikromat, dan kalium dikromat. Di lain pihak, ion iodida adalah agen pereduksi yang termasuk kuat. Dalam proses- proses analitis, iodin dipergunakan sebagai sebuah agen pengoksidasi (iodimetri), dan ion idodida dipergunakan sebagai sebuah agen pereduksi (iodometri). Dapat dikatakan bahwa hanya sedikit saja substansi yang cukup kuat sebagai unsur reduksi untuk dititrasi langsung dengan iodin. Karena itu jumlah dari penentuan-perentuan iodimetrik adalah sedikit. Namun demikian, banyak agen pengoksidasi yang cukup kuat untuk bereaksi secara lengkap dengan ion iodida, dan aplikasi dari proses iodometrik cukup banyak. Kelebihan dari ion iodida ditambahkan ke dalam agen pengoksidasi yang sedang ditentukan, membebaskan iodin, yang kemudian dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat. Reaksi antara iodin dengan tiosulfat berlangsung sempurna (Day, R.A., Underwood, A.L., & JR, 2002). Kelarutan iodida adalah serupa dengan klorida dan bromida. Perak, merkurium(I), merkurium(II), tembaga(I), dan timbel iodida adalah garam- garamnya yang paling sedikit larut. Reaksi-reaksi ini dapat dipelajari dengan larutan kalium iodida, KI 0,1 M. Reaksi iodida padat dengan asam sulfat pekat,

iod akan dibebaskan; pada pemanasan, uap lembayung dilepaskan, yang megubah kertas kanji menjadi biru. Sedikit hidrogen iodida terbentuk ini dapat dilihat dengan meniup melintasi mulut bejana, pada mana dihasilkan asap putih- tetapi kebanyakan darinya mereduksi asam sulfat itu menjadi belerang dioksida, hidrogen sulfida, dan belerang, yang perbandinganan relatif mereka bergantung pada konsentrasi reagensia-reagensia (Vogel, 1990).

III. MATERIALS AND METHODS Praktikum dilaksanakan pada Selasa, 15 April 2014 di Laboratorium Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan(FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Alat dan Bahan:

Alat yang digunakan adalah gelas kimia, batang pengaduk, gelas ukur, gelas kimia, corong, lumpang dan alu, labu erlenmeyer, neraca analitik, pipet tetes, spatula, buret, statif dan klem. Bahan yang digunakan adalah tablet Vitamin C, H 2 SO 4 10%, indikator amilum 1%, dan iodin 0,1 M.

Titrasi Iodimetri Vitamin C Haluskan tablet vitamin C, ambil 0,5 gram bubuk vitamin C dan dilarutkan dalam akuades 100 mL. Ambil 25 mL larutan vitamin C dan masukkan ke dalam labu erlenmeyer, tambahkan 5 mL H 2 SO 4 10% dan indikator amilum 1% sebanyak 6 tetes. Kemudian ditirasi dengan larutan iodin 0,1 M hingga larutan menjadi berwarna biru.

Metode Praktikum Metode praktikum yang digunakan adalah titrasi iodimetri. Prinsip dasar dari titrasi iodimetri adalah perubahan warna larutan menjadi biru setelah dititrasi dengan larutan iodin. Timbulnya larutan berwarna biru menunjukkan titik akhir titrasi.

IV. RESULT AND DISCUSSION Hasil Pengamatan

 

Reaksi

 

Hasil pengamatan

25 mL larutan vitamin C

+

5

mL

Larutan berwarna orange

H 2 SO 4 10% amilum 1%

+

6

tetes

indikator

Larutan orange dititasi dengan iodin 0,1 M sebanyak 7 mL

Terbentuk larutan berwarna biru

Massa kaca arloji

6, 1214 gram

Massa kaca arloji + bubuk vitamin C

6, 6240 gram

Massa bubuk vitamin C

0, 5026 gram

Volume larutan vitamin C

25 mL

Volume larutan iodin

7 mL

Konsentrasi larutan iodin

0,1 M

Persamaan Reaksi I 3 - + 2e - 3I -

C 6 H 6 O 6 + 2 H + + 2e - C 6 H 8 O 6

Perhitungan M 1 x V 1 = M 2

M 1 x 25 mL = 0,1 M x 7 mL

M 1 = 0,028 M

x V 2

Pembahasan

Tujuan dari praktikum kali ini, yaitu menentukan konsentrasi vitamin C

dalam vitacimin tablet. Metode praktikum yang digunakan adalah titrasi

iodimetri. Iodimetri adalah suatu proses analitis di mana suatu agen pereduksi

dititrasi langsung dengan iodin (I 3 - ), dan iodin bertindak sebagai agen

pengoksidasi. Deteksi titik akhir titrasi pada iodimetri ini dilakukan dengan

menggunakan indikator amilum yang akan memberikan warna biru kehitaman

pada saat tercapainya titik akhir titrasi.

Vitamin C (asamaskorbat) merupakan zat pereduksi dan dapat ditetapkan

dengan titrasi dengan larutan iod standard.

Reaksi metabolisme vitamin C:

C 6 H 6 O 6 + 2 H + + 2e - C 6 H 8 O 6

Langkah pada praktikum ini, 25 mL larutan vitamin C ditambahkan dengan 5 mL H 2 SO 4 10% yang kemudian ditambahkan indikator amilum 1% sebanyak 6 tetes, larutan menjadi berwarna Orange. Selanjutnya dititrasi dengan larutan iodin 0,1 M hingga mencapai titik ekuivalen yang ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi warna biru kehitaman. Dengan data hasil percobaan dan perhitungan didapatkan konsentrasi vitamin C dalam vitacimin yaitu sebesar 0,028 M.

V. CONCLUTION Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu:

1. Titasi iodimetri dapat digunakan dalam menentukan konsentrasi vitamin C.

2. Dari data hasil praktikum dan perhitungan didapatkan konsentrasi vitamin C dalam vitacimin yaitu sebesar 0,028 M.

VI. REFERENCE Day, R.A., Underwood, A.L., & JR. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga. Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.

Lestari. Bab II Tinjauan Pustaka. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31600/4/Chapter%20II.pdf . 2012 Diakses pada 15 April 2014 pukul 22.34 WIB. Eka dik. Iodimetri.

ml.scribd.com/doc/178380704/iodimetri-revisi2.pdf

April 2014 pukul 22.30 WIB.

.2007. Diakses pada 15