Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Seks adalah suatu mekanisme bagi manusia agar mampu mengadakan keturunan. Sebab itu seks merupakan mekanisme yang vital sekali, dengan mana manusia mengabdikan jenisnya. Disamping hubungan sosial biasa, di antara wanita dan pria itu bisa terjadi hubungan khusus yang sifatnya erotis, yang disebut sebagai relasi seksual. relasi seks yang bertangung jawab adalah kedua belah pihak menyadari akan konsekuensinya. Dengan relasi seksual ini kedua belah pihak menghayati bentuk kenikmatan dan puncak kepuasan seksual atau orgasme, jika dilakukan oleh hubungan yang normal sifatnya.1 Tetapi harus diakui juga bahwa persoalanpersoalan sosial dan psikologis dalam aktivitas seksual terdapat kasuskasus tertentu seperti problema seksual yang penuh dengan penyimpangan. isalnya kasus incest !berhubungan seks

dengan anak kandung sendiri atau sesama saudara kandung" di Surabaya pada awal tahun 1##$. Seorang gadis digauili oleh ayah dan kakak kandungnya sendiri selama hampir tiga tahun. kemudian di edan dimana seorang ayah nekat

menggauli kedua anak gadisnya yang berumur 1% dan 1& tahun dengan alasan merasa kesepian ditingal oleh istrinya menjadi T'( di alaysia. enurut para

pakar ada beberapa faktor yang turut mendorong pebuatan incest antara lain keluarga yang kacau balau, pengaruh alkohol, emosi tidak stabil, kesulitan
'artini 'artono, Psikologi Abnormal Dan Abnormalitas Seksual. )andung* aju, 1#+#, hlm ,,%.
1

andar

ekonomi dll. -kibat hubungan seksual antar anggota keluarga ini, cukup serius bagi anak, adik, cucu, atau keponakan korban. )ahkan juga anggota keluarga lain yang tidak menjadi korban secara langsung. alu, marah, menjadi rendah diri,

menyalahkan diri sendiri adalah perasaan.perasaan yang biasanya muncul setelah peristiwa yang tidak diharapkan itu. )agi si anak yang menjadi korban langsung, peristiwa itu seringkali mendatangkan trauma dan ganguan emosional dalam waktu lama., /enomena seks menyimpang lain seperti phedhopilia ! aktivitas seksual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak.anak di bawah umur" banyak terdapat di daerah.daerah wisata. 0ada maret ,$$$ di )ali diberitakan banyak wisatawan asing telah melakukan hubungan seksual dengan bocah di bawah umur dengan cara mengiming.imingi bocah itu dengan uang yang banyak. Di Tasikmalaya, 1awa )arat delapan bocah kecil di tawarkan untuk menjadi orang sakti oleh seseorang, mereka sangat tertarik karena syaratnya hanya membaca rapal yang bertuliskan -rab. 'emudian ereka berlatih dengan tekun dan rajin.

Sampai pada suatu malam salah satu bocah diajak ketempat sepi, dengan alasan akan diberikan susuk kekebalan anak tersebut di sodomi oleh gurunya itu. engenai penyimpangan ini, ada beberapa literature yang memberi informasi menarik, misalnya ternyata pedhopilia merupakan penyimpangan seksual yang yang cenderung berulang, ereka tergolong orang yang tidak mampu

mengembangkan diri sebagai orang heteroseksual dewasa. -da perasaan tidak aman dalam peran seksualnya yang menyebabkan orang bersangkutan menjadi kapok untuk menjalin hubungan dengan wanita dewasa.&
-smawi /okpal, Liku-Liku Seks Menyimpang, Bagaimana Solusinya? !2ogyakarta* Darusalam, ,$$%", hlm 3. & bid. hlm #,.#%.
,

&

Salah satu fenomena seksualitas selain disebutkan di atas adalah perilaku homoseksual. /enomena homoseksual merupakan peristiwa sosial yang konstan dalam semua masyarakat, yang mana belum bisa diterimanya mereka dalam masyarakat menyebabkan kaum ini menjadi termarginalkan atau terpinggirkan dalam masyarakat. 'alangan yang sering dikonotasikan kurang baik oleh masyarakat tersebut biasanya mencari jenisnya dan membentuk komunitas tertentu. 'omunitas.komunitas itu perlahan.lahan mulai memperlihatkan jati dirinya. )ahkan ada yang secara terang.terangan, sehingga masyarakat sudah mengetahui keberadaan mereka. )erbicara tentang 4omoseksual sebenarnya tidak hanya menyangkut objek laki.laki. 4omoseksual merupakan orientasi seksual berbeda adalah terjadi keterikatan terhadap sesama jenis bila dipandang dari unsur seksual, entah itu antara laki.laki dengan laki.laki atau perempuan dengan perempuan. Tetapi untuk memudahkan sering kali mengenal panggilan masing.masing untuk

membedakannya. 0anggilan 5ay dipakai untuk 6elaki mendambakan 6elaki. Sementara bila perempuan yang tertarik dengan perempuan biasanya dikenal dengan sebutan 6esbian.7 Sebelum dibahas lebih lanjut harus diketahui bahwa istilah

!homoseksualitas8 muncul pertama kali dalam bahasa 9nggris pada tahun 1+#$ dalam tulisan karya :harles 5ilbert :haddock yang menterjemahkan

Psychopathia Se"ualitas karya ;. <on 'rafft.=nbing> sebenarnya pernah muncul juga dalam bahasa 1erman pada tahun 1+3# dalam sebuah naskah anonim. 4avelock =llis menyatakan bahwa istilah itu merupakan sebuah !neologisme
7

Dede ?etomo, Memberi Suara Pada #ang Bisu, ! 2ogyakarta* 0ustaka

arwa, ,$$& ",

hlm 7,.

babar yang terpencar dari campuran mengerikan antara akar 2unani dan 6atin.8 eskipun 1. -. Symonds pernah mempergunakannya dalam sebuah surat pada tahun 1+#,, namun ini hanya salah satu dari sekian banyaknya kata yang diciptakan dan dipakai pada masa itu untuk mendeskripsikan seksualitas antara dua orang yang berjenis kelamin sama.% -ktivitas homoseksual dalam sejarah bisa dibagi dalam tiga jenis yang berbeda, pertama adalah hubungan dengan jarak usia yang berbeda !bisa maju atau mundur" yaitu antara laki.laki dewasa dengan anak muda, seorang wanita dewasa dengan seorang gadis. 'edua adalah pasangan yang setara ! egaliter" yaitu pasangan dengan usia dan status sosial yang sama. 2ang ketiga adalah hubungan non-egaliter adalah partner melewati penghalang rasial. Dua yang terakhir ini kemungkinan membenarkan aspek aspek edukati$ atau inisiati$ tertentu seperti yang pertama.3 Sekitar sepuluh tahun terakhir ini, di kalangan para pengkaji homoseksualitas dan aktivis gerakan 6esbian dan 5ay di barat berkecamuk kontroversi yang dapat diringkaskan pada perbedaan dua pandangan. 0andangan yang pertama bahwa homoseksual merupakan bagian hakiki !esensial" dari

sturktur kepribadian manusia yang merupakan bawaan dari lahir !innate". 0andangan ini timbul dari konseptualisasi medis.biologis para pakar dari abad ke 1# yang melihat adanya kesemestaan !uni%ersalitas" di mana.mana dan pada @aman mana pun. 0andangan yang kedua menganggap bahwa kategori homoseks yang dikonseptualisasikan oleh para pakar itu sebagai timbul khas dari kecerendungan kebudayaan barat abad ke 1#. 0andangan ini melihat kategori
:olin Spencer, Se&arah 'omoseksual( dari )aman kuno hingga sekarang, Terjemahan Ainik ;ochani sjams. ! 2ogyakarta* 'reasi (acana, ,$$7 ", hlm <99 9B. 3 bid. hlm C.
%

homoseks sebagai konstruksi sosial !dengan kata lain di bentuk oleh masyarakat" yang merupakan produk sejarah peradaban )arat pada abad ke.1#.D 0andangan pertama, yang dalam literature kini dikenal sebagai esensialisme !essentialism", cenderung banyak didukung oleh para aktivis gerakan lesbian dan gay, yang menganggap bahwa keadaan pribadi seseorang homoseks merupakan suatu yang terberi !gi%en" dan justru menghadapi tentangan dari masyarakat umum, sehingga perlu diperjuangkan pemenuhan potensinya. 0andangan kedua, yang dikenal sebagai sosio.konstruksionisme !social contructionism", banyak dianut oleh kalangan ilmuan sosial yang terpengaruh oleh ide.ide ichel /oucault dari tahun 1#D$.an.+ 0enelitian ini tidak bertujuan memihak salah satu pandangan di atas, dan tidak juga mencari kompromi teoris, namun perlu ditegaskan bahwa dalam membicarakan perilaku homoseksual di dalam kajian sejarah, menjelaskan bahwa sebenarnya di dalam budaya.budaya nusantara masa lampau sudah mengenal homoseksual, bahkan kaya akan fenomena pelembagaan !institusionalisasi, pemranataan" homoseksualitas. 0andangan terhadap homoseksualitas dan perbuatan homoseks tidak saja positif dalam berbagai budaya tradisional Ausantara, tetapi budaya.budaya itu melembagakannya. -ktivitas homoseksual baik yang terangterangan atau pun yang terselubung, sudah biasa terjadi di kepulauan Ausantara ini sejak dahulu, terutama pada kebudayaan.kebudayaan Ausantara tradisional. )udaya.budaya Ausantara ternyata kaya akan fenomena pelembagaan homoseksual seperti di Sulawesi

Dede ?etomo, *p, +it, hlm ,+ bid

Selatan, sampai akhir penjajahan )elanda, terdapat Bissu !kaum homo" dengan tugas khusus menjaga Ara&ang ! pusaka" kerajaan dengan mengatur upacara sakral. Di 0onogoro, 1awa Timur, sampai awal abad ke ,$, mudah ditemukan ,emblak !lelaki piaraan para -arok" ada keyakinan, kesaktian para lelaki akan disedot oleh wanita, maka para -arok lalu tidak beristri, dan untuk menyalurkan gairah lalu memelihara ,emblak.# Sarjana ahli -ceh, :. Snouck 4urgronje dalam bukunya .he Achehnese, menggambarkan pada awal abad ,$ melaporkan adanya hubungan homoseksual yang dilakukan oleh para ulelebalang di -ceh, yang sangat menyukai budak. budak remaja putra dari Aias karena ketampanannya. 4ubungan homoseksual juga dilaporkannya ada di kalangan pedagang -ceh yang bermukim di pantai timur. 4urgronje juga menunjukan la@imnya hubungan homoseksual antara laki laki di 1awa, khususnya di daerah Solo, 1ogja, dan Surabaya.1$ 0raktek.praktek homoseksual di 9ndonesia pada masa kolonial terpengaruh oleh pemerintah 4india )elanda ini dijelaskan oleh )enedict -nderson dalam pengantarnya untuk buku Memberi Suara pada yang Bisu, menyatakan bahwa sebagian besar masalah banci , apalagi lelaki yang suka tidur dengan sesama lelaki, jelaslah sesuatu yang sama sekali baru di bawa oleh kolonialisme dan kebejatan )elanda. Sejak terbongkarnya skandal homoseks di kalangan )elanda tahun 1++& yang mana ada penangkapan seorang pejabat pemerintah di )atavia karena dia terlibat dalam perbuatan homoseksual. Sejak saat itu terjadi penangkapan secara beruntun oleh Procureur ,eneral !jaksa agung" terhadap mereka yang melakukan
#

1$

Dede ?etomo, bid, hlm 1+. bid, hlm &,.

hubungan homoseks anak.anak di bawah umur. 'asus tersebut dinamakan het ,rote /edenschandal !skandal kesusilaan yang besar". Sebab langsung terbongkarnya skandal homoseks ialah ditangkapnya seorang pejabat tinggi. Seorang reserse polisi menangkap basah seorang Bule di hotel Tionghua di )andung, ketika sedang melakukan perbuatan tidak senonoh dengan bocah pribumi, polisi tersebut membawa orang =ropa tadi ke kantor polisi. 'emudian atas perintah jaksa agung orang tesebut di penjara selama satu setengah tahun di penjara Suka iskin )andung.11

Setelah peristiwa itu menyusullah gelombang penangkapan terhadap homo$ielen !orang homoseksual". 0olisi bertindak tegas dan melakukan penangkapan di kota.kota besar. )ahkan seorang dokter )elanda terkenal di )atavia ditangkap bersama istrinya. Dokter itu memelihara sebuah klub kaum homoseksual yang berjalan bagus, sedangkan istrinya mempunyai perkumpulan intim.mesra untuk nyonya.nyonya yang bersifat lesbian.1, 4omoseksualitas di 9ndonesia tidak bisa terlepas dari pengaruh pengaruh )arat. Seperti yang diketahui dari kitab.kitab suci, -l Euran, 9njil dan Taurat, aktivitas.aktivitas seperti itu sudah terjadi sejak @aman dahulu, yang mana dikisahkan dalam -l.Furan adalah tentang pemusnahan kaum Aabi 6uth. dia)ab oleh -llah S(T karena melakukan praktek homoseksual. ereka

enurut 'itab

0erjanjian 6ama kaum Aabi 6uth ini tinggal di sebuah kota yang bernama Sodom itulah sebabnya praktek homoseksual saat ini kerap disebut juga sodomi.1& -ktivitas homoseksual pada masa lalu memang sudah ada, seperti pada
;osihan -nwar, Musim Berganti ( Sekilas Se&arah ndonesia 0123 4 0135. !1akarta* 5rafiti 0ers, 1#+%" hlm %1 %,. 1, bid. 1& 0riono ). Sumbogo,6 7aum 'omo Dalam 7itab Suci 6 , /orum Ao. 7%. 1+ -pril ,$$7, hlm #+.
11

masyarakat 2unani kuno, yang merupakan salah satu peradaban terbesar di dunia dan merupakan akar dari peradaban barat, ada bukti kuat bahwa 9skandar -gung ! 9skandar Gulkarnain " yang berhasil menaklukan acedonia itu, lebih menyukai

hubungan seksual dengan sahabat ataupun budak laki.lakinya. Aamun berbeda di @aman ;omawi homoseksual sudah sedemikian negatifnya dalam pandangan masyarakat seringkali digunakan untuk merusak reputasi tokoh masyarakat yang hendak dijatuhkan, pandangan negatif @aman ;omawi ini makin kuat dengan pemelukan agama 'risten oleh orang.orang ;oma.17 0andangan.pandangan negatif ini mulai berubah setelah terjadi peristiwa Stone8all di Aew 2ork pada tahun 1#3# di mana terjadi pembangkangan kaum homoseksual untuk memperjuangkan hak.haknya. Dibarengi semangat

memperjuangkan hak.hak asasi manusia yang memang sedang membara pada waktu itu, maka gerakan 5ay dan 6esbian kemudian merembet dengan cepatnya ke seluruh penjuru dunia )arat. Sebelum tahun 1#D$ gay dan lesbian tampak sedang mencari pengertian diri, beberapa bahkan bernada destrukti$ dan bersifat negatif terhadap hidup. 9ni menyebabkan orang.orang benar.benar percaya bahwa mereka adalah termasuk golongan orang.orang sinting dan kesepian di dunia ini. 'eadaan semacam ini berlangsung terus hingga pada tahun 1#D7 4impunan 0sikiatri -merika ! American Psychiatric Association, -0- " mencabut homoseksualitas dari daftar penggolongan dan diagnosis gangguan jiwanya. 0opulasi kaum homoseksual di dunia dari tahun ke tahun terus meningkat. emang belum ada jawaban pasti mengenai hal ini, tetapi dari sejumah penelitian di )arat, di antara sejumlah pria dewasa terdapat kira.kira 3.D H. Sekitar 3 H tambahan lagi merupakan kaum biseksual. Di antara sejumlah wanita dewasa,
17

Dede ?etomo, *p. cit hlm #.

presentasinya sedikit lebih rendah kurang lebih &.7 H baik kaum homoseksual maupun biseksual.1% 9tulah mengapa penelitian ini hanya di fokuskan pada kaum 5ay saja sebab karena selain sulit menemukan informan juga sulit untuk mendapatkan data.data yang valid tentang kaum lesbian. Di 9ndonesia sendiri pengaruh.pengaruh tersebut dibawa dari mahasiswa. mahasiswa yang studi di negeri 0aman Sam, karena setelah peristiwa Stone8al09l banyak muncul gerakan.gerakan pembebasan 5ay di kampus.kampus yang berkembang dengan pesat. Ternyata mereka tergugah oleh gerakan ini, seolah seolah.olah menemukan jalan keluar dari kemelut batin yang dialami di 9ndonesia di bawah ?rde )aru. Situasi memprihatinkan memang diterima kaum homo pada @aman ?rde )aru dengan segala kemunafikannya. Di @aman Soekarno homoseksualitas relatif punya kebebasan, seks dipandang sebagai urusan pribadi warga negara. Di @aman ?rde )aru Soeharto menyeragamkan kehidupan seksual warga Aegara dengan penyuluhan ') !'eluarga )erencana", Indang Indang 0erkawinan diberlakukan, dan norma keluarga kecil bahagia sejahtera dikampanyekan. aka dari itu pada tanggal 1 maret 1#+, didirikan 6ambda

9ndonesia yang merupakan cikal bakal organisasi homoseksual di 9ndonesia. 2ang

-merican 0sychological -ssociation. 'omoseksual. www.gogle.com. , -gustus ,$$%. 0eristiwa Stonewall terjadi pada tanggal ,D 1uni 1#3#, pada malam hari di bar lesbian dan 5ay di kawasan 5reenwich <illage di Aew 2ork terjadi huru.hara. ;atusan kaum gay dan lesbian saat itu sangat jenuh akan perlakuakn polisi Aew 2ork yang semenea.mena, dan akhirnya melawan dengan menyekap bebrapa polisi di dalam bar dan membakar bar tersebut.
13

1%

1$

sekarang berubah nama menjadi 5-2a AIS-AT-;-1D yang merupakan kelanjutan organisasi yang pertama itu pada tahun 1#+D. Di era reformasi sekarang ini pasangan homo atau sesama jenis kelamin, baik 5ay maupun 6esbian, semakin berani tampil terang.terangan. Isulan dan tuntutan agar perkawinan sesama jenis diperbolehkan, juga semakin nyaring. ereka mendesak agar rancangan Indang.undang :atatan Sipil mengesahkan perkawinan sesama jenis. Di Surakarta yang merupakan objek dari penelitian merupakan tempat yang sangat strategis bagi para 5ay untuk berkumpul. 0embahasan tentang komunitas 5ay di Surakarta tidak terlepas dari wilayah Surakarta yang senantiasa selalu berubah sesuai dengan perkembangan sosial dan ekonominya. 9ni terlihat dari makin banyaknya pembangunan mall.mall besar yang menghiasi 'ota Surakarta. 0erkembangan ini disambut baik oleh para 5ay di Solo karena makin banyak tempat.tempat yang dijadikan perkumpulan mereka. Selain itu pengaruh urbanisasi dari kota.kota besar seperti Surabaya, 2ogyakarta, dan Semarang ke Surakarta, hal ini dapat menyebabkan masuknya unsur.unsur budaya baru dan homoseksual merupakan salah satu unsur yang masuk ke wilayah Surakarta. 0ertama kali, kaum 5ay di Surakarta belum memiliki wadah khusus untuk menyatukan mereka.
1D

aka berdasarkan keinginan yang kuat untuk mendirikan

5-2a AIS-AT-;- merupakan organisasi gay yang berkedudukan di Surabaya. )erdasarkan hasil ;apat 'erja ,$$7, 5-2a AIS-AT-;- telah berkembang menjadi organisasi yang mendasarkan keragaman Seks 5ender dan Seksualitas !S5S" sebagai isu utama dari kegiatan serta merasa peduli untuk memerangi ketidakadilan, sehingga keragaman S5S dapat diterima dengan apa adanya sebagai hak asasi manusia. 6atar belakang nama 5-2a AIS-AT-;adalah kata 5-2 yang terkandung dalam kata 5-2a, sedangkan kata AIS-AT-;- adalah untuk menunjukkan corak budaya 9ndonesia. 5A menginginkan kehidupan 5-2 yang khas AIS-AT-;-, dan diharapkan tampak dan berkembang melalui 5A. www.gayanusantara.org . , -gustus ,$$3. pukul ,1.$$ (9).

11

komunitas gay pada tahun 1##$ dibentuklah perkumpulan arisan khusus para 5ay. -risan ini diikuti kurang lebih &$ orang. Semakin terus berkembangnya kaum 5ay di Solo maka pada tahun 1##, muncul pemikiran baru untuk membentuk suatu komunitas, lalu didirikanlah komunitas 5-2a Surakarta yang masih bersifat tertutup. 0erlahan tapi pasti perkembangan komunitas ini semakin baik dan sering mengadakan acara.acara yang tarafnya lebih besar. 'emudian pada September tahun 1### di Surakarta akan diadakan ;akernas homoseksual seluruh 9ndonesia. 9ni menandakan bahwa kaum 5ay dan 6esbian di Surakarta mulai tampak lebih formal dan mulai berkembang dengan baik, tetapi kemudian acara tersebut dibubarkan oleh ormas 9slam bahkan pemimpinnya Dede ?etomo di ancam akan dibunuh dengan alasan kegiatan ini dicurigai sebagai hura.hura atau maksiat kaum 5ay dan 6esbian. Setelah peristiwa itu, selama tiga tahun mereka bersikap lebih tertutup dan kegiatan.kegiatan mereka lebih bersifat underground !bawah tanah" yang kemudian pada tahun ,$$& mereka mulai bangkit. 0ada tanggal ,# juli ,$$& didirikanlah organisasi homoseksual yang diberi nama 5=SS-A5 !5erakan Sosial, -dvokasi, dan 4ak -sasi anusia untuk 5ay Surakarta" yang mulai

mengadakan acara.acara mereka kembali, seperti arisan.arisan kaum 5ay kemudian pesta.pesta 5ay dan 6esbian atau sekedar ngobrol.ngobrol tentang komunitas mereka kedepan, ini membuktikan bahwa mereka masih tetap eksis dan berkembang seiring berkembangnya kota Surakarta. Serta menandai bahwa komunitas 5ay tidak berhenti dan memberitahu kepada seluruh kaum gay di Surakarta bahwa mereka masih mempunyai wadah yang menaungi untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman atau masalah yang dihadapi baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

1,

0enelitian ini mencoba untuk memahami dan mengungkapkan keberadaan kaum 5ay di Surakarta, bagaimana mereka berkembang dalam mengungkapkan dirinya pada lingkungan sekitar. Dengan pemahaman yang ada, diharapkan dapat diperoleh pengungkapan diri kaum 5ay, sehingga latar belakang, faktor penyebab serta dampak yang diperoleh dari lingkungan mereka dapat diketahui.

B. Perumusan Masalah /enomena kemunculan komunitas.komunitas kaum homoseksual,

merupakan gejala yang menarik untuk diteliti. 'ajian sejarah komunitas kaum homoseksual yang dikhususkan pada komunitas 5ay di Surakarta ini difokuskan pada permasalahan sebagai berikut * 1. -pa latar belakang munculnya kaum 5ay di SurakartaJ ,. )agaimana perkembangan komunitas 5ay ,$$&J &. -pa dampak sosial dan budaya dari kemunculan komunitas 5ay di SurakartaJ di Surakarta tahun 1### .

C. Tujuan Penelitian Dari latar belakang dan rumusan masalah sebagaimana di atas, maka tujuan penelitian ini untuk* 1. ,. enjelaskan latar belakang munculnya kaum 5ay di Surakarta. enjelaskan perkembangan komunitas 5ay di Surakarta tahun 1### . ,$$&.

1&

&.

enjelaskan dampak sosial dan budaya dari kemunculan komunitas 5ay dalam masyarakat di Surakarta.

D. Manfaat Penelitian anfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk* 1. emberikan manfaat bagi perkembangan ilmu sejarah khususnya sejarah masyarakat perkotaan kontemporer di 9ndonesia dan mempunyai arti penting dalam rangka memperkaya khasanah historiografi di 9ndonesia karena masih banyak peristiwa.peristiwa lokal yang belum di teliti. ,. Secara praktis, memberikan peluang kepada peneliti lain untuk lebih

banyak peduli terhadap pengembangan penulisan sejarah mengenai komunitas.komunitas kaum gay yang banyak berdiri di 1awa khususnya dan di 9ndonesia umumnya, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang homoseksual. &. 4asil.hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna bagi tokoh.tokoh masyarakat yang berkepentingan di dalam masalah ini

E. Kajian Pustaka Dalam penelitian ini selain menggunakan dokumen sebagai sumber primer juga menggunakan sumber sekunder yang berupa pustaka.pustaka guna melengkapi penulisan ini, terdapat beberapa buku yang dapat menjadi acuan pokok dalam penelitian ini, yaitu* )uku Memberi Suara pada yang Bisu karya Dede ?etomo, ,$$&. )uku ini terbagi menjadi enam bagian, dengan mengawali uraiannya dengan kisah

17

menggugah tentang dirinya yang sejak kecil punya kesadaran bahwa naruli seksualnya terarah pada lelaki. )agian pertama buku ini membicarakan erotisme homoseskual yang terdapat dalam kebudayaan.kebudayaan nusantara.

4omoseksual ditemukan Dede nyaris di semua suku bangsa> -ceh, )ugis, )ali, Dayak, 1awa, adura, inangkabau, 0apua, dan Toraja. )agian kedua

mempersoalkan pandangan yang sekarang masih luas dianut sebagian besar masyarakat 9ndonesia bahwa homoseksual merupakan penyimpangan psikologis maupun norma sosial. /okus bagian ketiga situasi kaum homoseks di @aman orde baru dengan segala kemunafikannya. Di @aman Soekarno, homoseksualitas relatif punya kebebasan, seks dipandang sebagai urusan pribadi warga negara. Aegara tak perlu turut campur secara eksesi$ 0ada bagian keempat, Dede membicarakan malapetaka 49<K-9DS. Dede mengungkapkan bahwa di -merika, 49<K-9DS mula.mula muncul dikalangan pria homoseks. )agian kelima berisi nasihat. nasihat untuk 5ay dan 6esbian di 9ndonesia yang nasibnya tidak putus dirundung kesulitan. Di 9ndonesia, ikatan anak dengan orang tua masih kuat, dan perkawinan merupakan keharusan alamiah, antipati terhadap kaum homo tak jarang justru menghancurkan kehidupan anak muda 5ay. )uku lain yang membahas mengenai homoseksual yaitu karya :olin Spencer, ,$$7 yang berjudul 'istoire de l:homose"ualite( De l:anti;uite a nos &ours, diterjemahkan oleh Ainik ;ochani Sjams dengan judul Se&arah 'omoseksualitas( dari )aman kuno hingga sekarang, yang isinya mengenai kajian tentang praktek dan respon terhadap homoseksualitas di berbagai @aman. )uku ini sebenarnya lebih cenderung mengangkat dan memberikan citra baik tentang homoseksual.

1%

Liku 4 liku Seks Menyimpang Bagaimana Solusinya J karya -smawi /okpal ! =d ", ,$$% )uku ini menjelaskan macam.macam perilaku seks menyimpang misalnya suka bermain seks di tempat terbuka bahkan lebih bergairah lagi jika dilihat anak.anaknya lalu munculnya gairah seks setelah bertengkar hebat dulu dengan pasangannya, bermain seks dengan anak kandung sendiri atau sesama saudara kandung !incest", senang bercinta dengan anak kecil !pedhopilia", suka mempertontonkan kemaluannya di depan umum

!ekshibisionisme", puas melakukan fantasi seks dengan mengintip tubuh lawan jenis dengan berbagai cara !%oyeurisme", menyukai sesama jenis !homose"ual" dan sebagainya. Selain itu buku ini juga mengulas tuntas problema seks menyimpang yang diambil dari berbagai kasus yang sangat spesifik, dengan banyak melibatkan banyak pakar psikolog yang tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama di 9ndonesia. -aria Laknat atau 7odrat? 'arya Gunly Aadia, ,$$%. )uku ini mengulas teks teks 4adis Aabi yang berbicara mengenai (aria. Dengan kajian mendalam, buku ini memberi garis tegas bahwa 9slam tidak selamanya melaknat (aria. 4adis Aabi merespon kasus (aria ini dalam dua kelompok. 0ertama, (aria yang secara fisik dan psikologis normal, namun ia memaksakan diri untuk menjadi lawan jenisnya demi kepentingan tertentu, dalam istilah $i;h disebut mukhannats. (aria kelompok ini, 9slam tegas melaknat, sedangkan seorang yang diciptakan sebagai (aria tanpa pengaruh atau paksaan sosial, dalam istilah $i;h disebut khuntsa. 9slam memandang tidak termasuk dalam kategori yang dilaknat Tuhan.

. Met!"e "an #um$er Penelitian

13

etode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah. etode sejarah ini terdiri dari 7 tahapan yang saling berkaitan antara satu

dengan lainnya. Tahapan pertama adalah tahap heuristic yang merupakan proses pengumpulan sumber data masa lampau untuk mendapatkan sumber.sumber

primer yang seusai dengan permasalahan yang akan dikaji, khususnya sumber tertulis yang berupa hasil.hasil penelitian yang telah dilakukan yang di peroleh dari 2ayasan 5essang dan 5essang Tahun ,$$&. Dalam penelitian ini digunakan pula riset literature untuk melengkapi data.data yang belum terungkap dari sumber primer. ;iset lteratur dilakukan melalui buku.buku, majalah, koran, skripsi, internet atau sejenisnya pada 0erpustakaan Sastra dan Senirupa IAS, 0erpustakaan 0usat IAS, 0erpustakaan Daerah Surakarta, Shopping :enter 1ogja, 0erpustakaan 5essang, dan 0erpustakaan pribadi )apak -.5. Intuk lebih memperkuat data.data yang ada, dilakukan wawancara untuk mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari yang diwawancarai. (awancara dilakukan terhadap informan yang dipilih berdasarkan keterlibatan dan pengetahuananya dengan peristiwa atau hal.hal yang berkaitan dengan data.data yang diperlukan. (awancara ini dilakukan dengan )apak Slamet ;aharjo, 'etua 5essang Solo tahun ,$$& sampai sekarang, )apak -.5, 0embina 5essang tahun ,$$& sampai sekarang, )apak 9rwansyah, 5ay senior, )apak Suyitno bekas tetangga Sriyani seorang lesbian senior, )apak -ffandi bekas tetangga ?om ;atno, 5ay Senior, ?ye 5ay di 1agalan, (iwit, 5ay 0asar 'embang, elati, (aria sriwedari dan Slamet, 5ay 0urwosari. useum 0ers Surakarta, Seperti -kta notaris 2ayasan

1D

Tahapan kedua adalah kritik sumber, yaitu memilih dan memilah sumber yang akurat dan menyeleksi sumber.sumber sejarah yang ada untuk memperoleh informasi yang valid yang diperoleh melalui kritik intern dan kritik ekstern. 'ritik intern dilakukan untuk mencari keaslian isi data, sedangkan kritik ekstern bertujuan untuk mencari keaslian sumber.1+ 0roses selanjutnya adalah interpretasi yaitu penafsiran keterangan yang saling berhubungan dari fakta diperoleh dan merangkaikannya dengan disesuaikan tema yang dibahas dengan analisis histories kritis dengan maksud akan berusaha menguraikan setiap kejadian dan mendeskripsikan dalam jalinan kausalitas atau sebab akibat peristiwa itu secara kronologis. Selanjutnya akan dilakukan eksplanasi atau menerangkan setiap kejadian secara lebih mendalam berdasarkan analisis yang ada. Data.data yang tersedia akan menjadi hidup dan tajam apabila analisis penulis terhadap sumber yang ada sangat kritis. Sumber yang hidup dan tajam tersebut nantinya akan menentukan seberapa bermutunya tulisan yang disajikan. Tahap terakhir adalah 4istoriografi. 4istoriografi adalah penulisan sejarah sebagai proses akhir studi sejarah. Dalam hal ini historiografi diwujudkan dalam bentuk penulisan skripsi.

%. #istematika Penulisan Intuk memberikan gambaran terperinci, penulisan ini disusun bab demi bab yang menunjukan kontinuitas tentang kejadian yang berurutan. 0enulisan ini terdiri dari lima bab yang terbagi dalam*
1+

6ouis 5ottschalk, Mengerti se&arah, !1akarta * I9 0ress, 1#+&", 4al #%.

1+

)ab 9, merupakan bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kajian pustaka, metode penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, dan sistematika penulisan. )ab 99, merupakan bab yang berisi tentang latar belakang munculnya kaum 5ay di Surakarta antara lain masuknya budaya luar dan pengaruhnya, latar belakang keluarga, factor munculnya kaum 5ay di Surakarta, dan pengungkapan diri kaum 5ay di surakarta. )ab 999, merupakan bab yang berisi tentang perkembangan komunitas 5ay di Surakarta antara lain 9su 49<K-9DS di kalangan 5ay di surakarta, pola pergaulan, berkembangnya bahasa gaul dan organisasi 5ay di surakarta. )ab 9<, merupakan bab yang membahas tentang dampak sosial dan budaya dari kemunculan komunitas kaum 5ay di Surakarta antara lain stigmanisasi yang dihadapi kaum 5ay, sosialisasi kaum 5ay dengan lingkungan sekitar, dan perlawanan yang dilakukan ormas 9slam terhadap kaum 5ay. )ab <, merupakan kesimpulan dari hasil penelitian pada )ab.bab sebelumnya.