Anda di halaman 1dari 14

PENDAHULUAN

Istilah lahan digunakan berkenaan dengan permukaan bumi beserta segenap karakteristik-karakteristik yang ada padanya dan penting bagi perikehidupan manusia (Christian dan Stewart, 1968). Se ara lebih rin i, istilah lahan atau land dapat

dide!inisikan sebagai suatu wilayah di permukaan bumi, mencakup semua komponen biosfer yang dapat dianggap tetap atau bersifat siklis yang berada di atas dan di bawah wilayah tersebut, termasuk atmosfer, tanah, batuan induk, relief, hidrologi, tumbuhan dan hewan, serta segala akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia di masa lalu dan sekarang; yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap penggunaan lahan oleh manusia pada saat sekarang dan di masa mendatang ("rinkman dan Smyth, 19#$% dan &'(, 19#6). )ahan dapat dipandang sebagai suatu sistem yang tersusun atas (i) k*mp*nen struktural yang sering disebut karakteristik lahan, dan (ii) k*mp*nen !ungsi*nal yang sering disebut kualitas lahan. +ualitas lahan ini pada hakekatnya merupakan

sekel*mp*k unsur-unsur lahan (complex attributes) yang menentukan tingkat kemampuan dan kesesuaian lahan (&'(, 19#6). )ahan merupakan sumber daya pembangunan yang memiliki karakteristik seperti , a. Sediaan-luas relati! tetap karena perubahan luas akibat pr*ses alami (sedimentasi) dan pr*ses arti!isial (reklamasi) sangat ke il. b. .emiliki si!at !isik (/enis batuan, kandungan mineral, t*p*gra!i, dsb.) dengan kesesuaian dalam menampung kegiatan masyarakat yang enderung spesi!ik. (leh karena itu lahan perlu diarahkan untuk diman!aatkan untuk kegiatan yang paling sesuai

dengan si!at !isiknya serta dikel*la agar mampu menampung kegiatan masyarakat yang terus berkembang. )ahan sebagai suatu 0sistem0 mempunyai k*mp*nen- k*mp*nen yang ter*rganisir se ara spesi!ik dan perilakunya menu/u kepada sasaran-sasaran tertentu. +*mp*nen-

k*mp*nen lahan ini dapat dipandang sebagai sumberdaya dalam hubung- annya dengan akti1itas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sys (1982) mengemukakan

enam kel*mp*k besar sumberdaya lahan yang paling penting bagi pertanian, yaitu (i) iklim, (ii) relie! dan !*rmasi ge*l*gis, (iii) tanah, (i1) air, (1) 1egetasi, dan (1i) anasir arti!isial (buatan). 3alam k*nteks pendekatan sistem untuk meme ahkan permasalahanpermasalahan lahan, setiap k*mp*nen lahan atau sumberdaya lahan tersebut di atas dapat dipandang sebagai suatu subsistem tersendiri yang merupakan bagian dari sistem lahan. Selan/utnya setiap subsistem ini tersusun atas banyak bagian-bagiannya atau karakteristikkarakteristiknya yang bersi!at dinamis (S*emarn*, 1994). 3ari beberapa pengertian tentang lahan maka dapat disimpulkan bahwa )ahan merupakan lingkungan !isik yang meliputi iklim, relie!, tanah, hidr*l*gi, dan 1egetasi. &akt*r-!akt*r ini hingga batas tertentu mempengaruhi p*tensi dan kemampuan lahan untuk mendukung suatu tipe penggunaan tertentu. 5ipe penggunaan lahan ("major kind of land use") adalah g*l*ngan utama dari penggunaan lahan pedesaan, seperti lahan pertanian tadah hu/an, lahan pertanian irigasi, lahan hutan, atau lahan untuk rekreasi. 5ipe peman!aatan lahan ("land utilization type, LUT") adalah suatu ma am penggunaan lahan yang dide!inisikan se ara lebih rin i dan detail dibandingkan dengan tipe penggunaan lahan. Suatu )65 terdiri atas seperangkat spesi!ikasi teknis dalam k*nteks tatanan !isik, ek*n*mi dan s*sial yang tertentu. "eberapa atribut utama dari )65 a.l. adalah,

(1). 7r*duk, termasuk barang (tanaman, ternak, kayu), /asa (misalnya. !asilitas rekreasi), atau bene!it lain (misalnya agar alam, suaka alam) (8). (rientasi pasar, subsisten atau k*mersial ($). Intensitas penggunaan kapital (9). Intensitas penggunaan tenagaker/a (2). Sumber tenaga (manusia, ternak, mesin dengan menggu nakan bahan bakar tertentu) (6). 7engetahuan teknis dan perilaku pengguna lahan (#). 5ekn*l*gi yang digunakan (peralatan dan mesin, pupuk, ternak, met*de penebangan, dll) (8). In!rastruktur penun/ang (9). 7enguasaan dan pemilikan lahan (14). 5ingkat pendapatan.

Pengelolaan Lahan yang berdasarkan sumberdaya alam :en ana 7engel*laan )ahan yang berdasarkan sumberdaya alam (resource based management). 'sumsi penutupan lahan terdiri dari rawa, lahan kering berbukit dan lahan datar. +*nsep dasar dalam pengel*laan adalah memperhatikan dan men/aga kelestarian !ungsi ek*sistem. Sederhananya adalah dengan men/aga keaslian ek*sistem yang ada, atau tetap men/aga !ungsi-!ungsi ek*l*gis. .asing-masing ek*sistem memiliki keterkaitan antara !l*ra dan !aunanya, keterkaitan ini yang perlu di/aga untuk men/aga keseimbangan ek*sistem se ara keseluruhan dalam satu area lands ap.

Lahan rawa .erupakan area penampung air pada suatu lands ape, disamping /uga sebagai adangan air bagi area disekitarnya. 3alam peman!aatannya sebaiknyatetap mempertimbangkan kedua hal di atas. 'da area yang tetapdibiarkan alami dengan luasan tertentu sesuai dan /uga ada yangdiman!aatkan seperti untuk persawahan maupun k*lam

budidaya.7eman!aatan areal rawa untuk kebun sawit tidaklah * *k, meskipunbanyak tempat dilakukan. 'kibatnya /angka pan/ang rawa ini akankering dan hilang !ungsinya.

Lahan kering dan berbukit 7ada l*kasi ini yang berada di sekitar rawa, minimal ber/arak 84 metertetap di hi/aukan dengan membiarkan 1egetasi yang ada. ;egetasi inimerupakan tempat hidupnya predat*r atau musuh alami bagi arel rawayang di/adi kan persawahan. 3isamping sebagai penyangga daerah lerengberbukit dan rawa sehingga tidak ter/adi er*si.

7ada areal yang lain dapat digunakan untuk penanaman tanaman pr*dukti!dengan menanam tanaman kayu. <ika tanaman berupa karet atau sawitmaka dilakukan tumpang sari dengan tanaman kayu seperti seng*n.Seng*n merah memiliki nilai ek*n*mis yang ukup tinggi disampingmemiliki pr*dukti1itas yang tinggi. =ugurnya dedaunan dari seng*nmerah membantu mensuplai nitr*gen bagi tanaman yang lain yang ada diareal tersebut. 6ntuk p*pulasinya dalam satu hektar se/umlah $4batang dengan ditanam pada /alur batas dan tengah.

Lahan Datar

7eman!aatan lahan datar dapat dipergunakan lahan pr*dukti! dan pemukiman. 3esaindengan k*nsep hi/au dengan tetap memperhatikan penutupan permukaantanah. 'kan baik /ika ran angan pemukiman ada k*n1ersi penutupanlahan yang hilang akibat pembangunan pemukiman dengan pembangunansumur resapan pada sekitar pemukiman tersebut. 7ada areal hi/au /alanselain ditanami kayu dan rumput /uga dibuat bi*p*ri. 5u/uannya untukmen/aga siklus hidr*l*gi dari area keseluruhan lands ape.

3engandibangunnya sumur resapan dan bi*p*ri dapat mengurangi

epatnyaaliran air

permukaan, sehingga /ika ter/adi hu/an tidak mengakibatkanmelimpahnya air ke daerah rawa sehingga tidak tertampung danmengakibatkan ban/ir. 3emikian /uga apabila ter/adi kemarau tidak akan epat mengalami kekeringan.

PEMBAHASAN

+'"67'5>? SI?<'I

Kabu aten Sin!ai adalah salah satu 3aerah 5ingkat II di pr*1insi Sulawesi Selatan, Ind*nesia. Ibu k*ta kabupaten ini terletak di +*ta Sin/ai. +*ta Sin/ai ber/arak sekitar @884 km dari +*ta .akassar. +abupaten ini memiliki luas wilayah 819,96 km 8 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 882.444 /iwa. Sin/ai se ara ge*gra!is terdiri atas dataran rendah di ke amatan Sin/ai 6tara, 5ellu )imp*e dan Sin/ai 5imur. Selan/utnya daerah dataran tinggi dimulai dari Sin/ai "arat, Sin/ai 5engah, Sin/ai Selatan dan Sin/ai "*r*ng. Sedangkan ke amatan terunik adalah ke amatan 7ulau Sembilan berupa hamparan 9 pulau yang berderet sampai mendekati

7ulau "ut*n. +abupaten Sin/ai terletak di bagian pantai timur 7r*1insi Sulawesi Selatan yang ber/arak sekitar 88$ km dari k*ta .akassar. 7*sisi wilayahnya berbatasan dengan +abupaten "*ne (bagian 6tara), 5eluk. "*ne (bagian 5imur), +abupaten "ulukumba (di bagian Selatan) dan +abupaten =*wa (di bagian "arat). )uas wilayahnya berdasarkan data yang ada sekitar 819,96 km8 (81.996 ha).

IS6 7>.'?&''5'? )'A'? 3')'. 7>:S7>+S5I& 7>?'5''? :6'?= 3alam perspekti! ek*n*mi, tu/uan utama dari peman!aatan lahan adalah untuk mendapatkan nilai tambah tertinggi dari kegiatan yang diselenggarakan di atas lahan. ?amun harus disadari bahwa kegiatan tersebut memiliki keterkaitan baik dengan kegiatan lainnya maupun dengan lingkungan hidup dan aspek s*sial budaya masyarakat. 3apat dipahami apabila penyelenggaraan sebuah kegiatan dapat menimbulkan berbagai dampak yang perlu diantisipasi dengan pengaturan peman!aatan lahan. "eberapa isu-isu peman!aatan lahan yang rele1an untuk disampaikan di sini antara lain adalah sebagai berikut,

A" Peman#aatan Lahan yang Kurang Mem erhatikan Daya Dukung Lingkungan 7erhatian terhadap daya dukung lingkungan merupakan kun i bagi perwu/udan ruang hidup yang nyaman dan berkelan/utan. 3aya dukung lingkungan merupakan kemampuan lingkungan untuk mengak*m*dasi kegiatan-kegiatan yang berkembang di dalamnya, dilihat dari ketersediaan sumber daya alam dan buatan yang dibutuhkan *leh kegiatan-kegiatan yang ada, serta kemampuan lingkungan dalam ment*lerir dampak negati! yang ditimbulkan. 7erhatian terhadap daya dukung lahan sebaiknya tidak terbatas pada l*kasi di mana sebuah kegiatan berlangsung, namun harus men akup wilayah yang lebih luas dalam satu

ek*sistem. 3engan demikian, keseimbangan ek*l*gis yang terwu/ud /uga tidak bersi!at l*kal, namun merupakan keseimbangan dalam satu ek*sistem. 5idak dapat dipungkiri saat ini masih di/umpai peman!aatan lahan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Aal ini dapat dilihat dari berbagai permasalahan yang masih kita hadapi seperti semakin berkurangnya sumber air baku, baik air permukaan maupun air bawah tanah terutama di kawasan perk*taan besar dan metr*p*litan. 3i samping itu, tumbuhnya kawasan-kawasan kumuh di kawasan perk*taan men erminkan pengembangan kawasan perk*taan yang melampaui daya dukung lingkungan untuk memberikan kehidupan yang se/ahtera kepada masyarakat. 7ermasalahan ban/ir yang !rekuensi dan akupannya meningkat /uga disebabkan *leh maraknya peman!aatan lahan di kawasan resapan air tanpa memperhatikan dampaknya terhadap kawasan yang lebih luas. 5erkait daya dukung lingkungan, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam peman!aatan lahan, a. +etersediaan sumber daya alam dan sumber daya buatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan yang akan dikembangkan. 3alam k*nteks ini ketersediaan tersebut harus diperhitungkan se ara ermat, agar peman!aatan sumber daya alam dapat di/aga pada tingkat yang memungkinkan upaya pelestariannya. b. <enis kegiatan yang akan dikembangkan harus sesuai dengan karakteristik ge*m*r!*l*gis l*kasi (/enis tanah, kemiringan, struktur batuan). Aal ini dimaksudkan agar lahan dapat did*r*ng untuk diman!aatkan se ara tepat sesuai dengan si!at !isiknya. . Intensitas kegiatan yang akan dikembangkan dilihat dari luas lahan yang dibutuhkan dan skala pr*duksi yang ditetapkan. Aal ini sangat terkait dengan pemenuhan kebutuhan sumber daya alam dan sumber daya buatan sebagaimana telah disampaikan di atas. Intensitas kegiatan yang tinggi akan membutuhkan sumber daya dalam /umlah besar yang mungkin tidak sesuai dengan ketersediaannya.

d. 3ampak yang mungkin timbul dari kegiatan yang akan dikembangkan terhadap lingkungan sekitar dan kawasan lain dalam satu ek*sistem, baik dampak lingkungan maupun dampak s*sial. Aal ini dimaksudkan agar pengel*la kagiatan yang meman!aatkan lahan dapat menyusun langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak yang timbul. e. 'lternati! met*da penanganan dampak yang tersedia untuk memastikan bahwa dampak yang mungkin timbul *leh kegiatan yang akan dikembangkan dapat diselesaikan tanpa meng*rbankan kepentingan lingkungan, ek*n*mi, dan s*sial-budaya masyarakat.

B" Kon$ersi Peman#aatan Lahan yang %idak %erkontrol

+*n1ersi peman!aatan lahan dari satu /enis peman!aatan men/adi peman!aatan lainnya perlu diperhatikan se ara khusus. "eberapa isu penting yang kita hadapi saat ini antara lain adalah, a. +*n1ersi lahan-lahan ber!ungsi lindung men/adi lahan budidaya yang berakibat pada menurunnya kemampuan kawasan dalam melindungi kekayaan plasma nu!tah dan menurunnya keseimbangan tata air wilayah. b. +*n1ersi lahan pertanian pr*dukti! men/adi lahan n*n-pertanian se ara nasi*nal telah men apai $2.444 hektar per tahun. +husus untuk lahan pertanian beririgasi di 7ulau <awa, la/u alih !ungsinya telah men apai 1$.944 hektar per tahun yang tentunya disamping mengan am ketahanan pangan nasi*nal, /uga dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. . +*n1ersi ruang terbuka hi/au di kawasan perk*taan men/adi lahan terbangun telah menurunkan kualitas lingkungan kawasan perk*taan. 7ermasalahan tersebut di atas ter/adi akibat dari kurangnya perhatian terhadap kepentingan yang lebih luas. 6ntuk

mengatasinya diperlukan perangkat pengendalian yang mempu mengarahkan agar peman!aatan lahan tetap sesuai dengan ren ana yang telah ditetapkan.

&" Pengaturan Peman#aatan Lahan yang %idak E#isien 3alam perspekti! penataan ruang, peman!aatan lahan perlu diatur agar se ara keseluruhan memberikan man!aat terbaik bagi masyarakat sekaligus menekan eksternalitas yang mungkin timbul. 3alam perspekti! ini, pengaturan peman!aatan lahan dimaksudkan untuk membentuk struktur ruang dan p*la peman!aatan ruang yang e!isien, untuk menekan biaya yang dikeluarkan *leh masyarakat dalam men/alankan akti1itas dan memper*leh pelayanan yang dibutuhkan. ?amun demikian, kawasan perk*taan saat ini menghadapi permasalahan kema etan yang diakibatkan *leh pengaturan !ungsi ruang yang tidak e!isien, antara lain pengembangan kawasan perumahan yang /auh dari kawasan tempat ker/a serta pengembangan pusat pelayanan ek*n*mi dan s*sial-budaya masyarakat yang

terk*nsentrasi. Ine!isiensi pengaturan peman!aatan lahan tersebut mengakibatkan tingginya intensitas pergerakan masyarakat yang tidak diimbangi dengan tingkat pelayanan transp*rtasi yang memadai. +ema etan lalu lintas di kawasan perk*taan besar dan metr*p*litan telah sampai pada tara! menurunkan pr*dukti1itas masyarakat dan menghambat arus barang dan /asa yang pada gilirannya menurunkan daya saing pr*duk nasi*nal.

PENU%UP

)ahan merupakan permukaan bumi beserta segenap karakteristik-karakteristik yang ada padanya dan penting bagi perikehidupan manusia. (leh karena itu lahan perlu diarahkan untuk diman!aatkan untuk kegiatan yang paling sesuai dengan si!at !isiknya serta dikel*la agar mampu menampung kegiatan masyarakat yang terus berkembang. 7eman!aatan lahan adalah m*di!ikasi yang dilakukan *leh manusia terhadap lingkungan hidup men/adi lingkungan terbangun seperti lapangan, pertanian, dan permukiman. 7eman!aatan lahan dide!inisikan sebagai 0se/umlah pengaturan, akti1itas, dan input yang dilakukan manusia pada tanah tertentu0 "eberapa isu-isu peman!aatan lahan yang rele1an untuk disampaikan di sini antara lain adalah sebagai berikut, '. 7eman!aatan )ahan yang +urang .emperhatikan 3aya 3ukung )ingkungan ". +*n1ersi 7eman!aatan )ahan yang 5idak 5erk*ntr*l C. 7engaturan 7eman!aatan )ahan yang 5idak >!isien +ebutuhan lahan untuk menampung berbagai akti1itas masyarakat yang terus berkembang diperlukan upaya e!isiensi peman!aatan lahan melalui pengaturan al*kasi berdasarkan ren ana tata ruang.

3'&5': 76S5'+' "rinkman, :. and Smyth, '.<. (eds.). (19#$) )and e1aluati*n !*r rural purp*ses. Summary *! an eBpert Santiag*, Chile. Christian CS, Stewart =', (1968) .eth*d*l*gy *! integrated sur1eys. 7r* . 5*ul*use C*n!. 6?>SC(. 7aris. &'( (19#6) ' !rame w*rk !*r land e1aluati*n. S*ils "ull. $8. &'(. :*me. *nsultati*n, Cageningen, the ?etherlands, 6-18 ( t*ber 19#8.

7>?=>)()''? S6.">: 3'D' ')'.

7>?=>)()''?, 7>.'?&''5'? )'A'? 3'? IS6 )I?=+6?='?

AI)3'D'?I 74$4$81$94#

7>?=>)()''? )I?=+6?='? AI367 .'?'<>.>? )I?=+6?='?

6?I;>:SI5'S A'S'?633I? 841$