Anda di halaman 1dari 1

Singapura Selidiki Dugaan Penyimpangan Perdagangan Saham Singapura, (Analisa) Kepolisian dan Bank Sentral Singapura sedang menyelidiki

dugaan penyimpangan perdagangan perusahaan di pusat kebangkrutan saham nominal kecil tahun lalu, ungkap Otoritas Moneter Singapura Rabu malam, (2/4). Harga saham di Blumont Group Ltd, LionGold Corp Ltd dan Asiasons Ltd bangkrut pada Oktober lalu, menghilangkan sekitar S$8 miliar ($6,35 miliar) harga pasar hanya dalam waktu dua hari setelah mengalami laju yang pesat. Skandal ini memicu usulan serangkaian reformasi untuk aturan perdagangan saham negara itu. Bank sentral mengatakan saat ini bekerjsa sama dengan satuan polisi kejahatan kerah putih Departemen Urusan Komersial (CAD) tentang kemungkinan pelanggaran Securities and Futures Act yang berhubungan dengan perdagangan di tiga efek tersebut. Blumont sebelumnya, Rabu, mengemukakan anak perusahaannya, G1 Investements, telah dihubungi oleh CAD dan meminta seluruh data elektronik perusahaan mulai Januari 2011 yang berkaitan dengan ketua ekskutifnya, Neo Kim Hock, dan Direktur Eksekutif James Hong. Dalam sebuah pernyataan kepada bursa saham Singapura Blumont, yang berinvestasi di aset pertambangan, mengatakan penyeledikan dalam kaitannya dengan pelanggaran berdasarkan Securities and Futures Act tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Hong juga diminta untuk membantu CAD secara langsung, katanya. Namun, tidak ada informasi terkini dari pihak kepolisian. LionGold dalam sebuah pernyataan menyampaikan anak perusahaannya, Lion Gold Investments Pte Ltd, dan perusahaan itu telah diinformasikan oleh CAD terkait penyelidikan yang sama. (Rtr/dyt)