Anda di halaman 1dari 12

PENGELOLAAN TERUMBU KARANG

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Hewan karang disebut polip, merupakan hewan pembentuk utama terumbu karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip ini selama ribuan tahun membentuk terumbu karang. Zooxanthellae adalah suatu jenis algae yang bersimbiosis dalam jaringan karang. Zooxanthellae ini melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen yang berguna untuk kehidupan hewan karang. berlindung bagi zooxanthellae. i lain pihak, hewan karang memberikan tempat alam ekosistem terumbu karang ada karang yang

keras dan lunak. !arang batu adalah karang yang keras disebabkan oleh adanya zat kapur yang dihasilkan oleh binatang karang. "elalui proses yang sangat lama, binatang karang yang ke#il $polip% membentuk koloni karang yang besar, yang sebenarnya terdiri atas ribuan indi&idu polip. !arang batu ini menjadi pembentuk utama ekosistem terumbu karang. 'alaupun terlihat sangat kuat dan kokoh, karang sebenarnya sangat rapuh, mudah han#ur dan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Pertumbuhan karang ber#abang seperti Acropora mempunyai ke#epatan tumbuh antara ()-(* #m per tahun. +edangkan karang masif umumnya pertumbuhannya sangat lambat yakni sekitar ),,-(,) #m per tahun $+uharsono, (-,.%.

Fungsi Ekologis dan Ekonomis Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan rumah bagi banyak mahkluk hidup laut. iperkirakan lebih dari /.))) spe#ies dapat dijumpai pada terumbu karang yang hidup di 0sia Tenggara. Terumbu karang lebih banyak mengandung hewan

&ertebrata. 1eberapa jenis ikan seperti kepe-kepe dan betol menghabiskan seluruh waktunya diterumbu karang, sedangkan ikan lain seperti ikan hiu atau ikan kuwe lebih banyak menggunakan waktunya di terumbu karang untuk men#ari makan. 2dang lobster, ikan s#orpion dan beberapa jenis ikan karang lainnya memanfaatkan terumbu karang sebagai tempat bersarang dan memijah. 1erdasarkan 3iopelle $(--*%, yang mengkalkulasi nilai ekonomi dari ( km 4 terumbu karang di wilayah 5ombok 1arat, di mana terumbu karangnya dimanfaatkan se#ara optimal $tidak saja untuk sumber perikanan dan pelindung pantai, namun juga untuk kegiatan wisata%, sehingga diperkirakan ( km 4 terumbu karang di 5ombok 1arat bernilai sekitar 2+ 6 ( juta. 7ungsi ekologis terumbu karang adalah sebagai berikut $Tomas#ik et al.,(--8%9 (. Terumbu karang berfungsi sebagai habitat tempat memijah, berkembangnya lar&a $nursery% dan men#ari makan bagi banyak sekali biota laut, banyak diantaranya mempunyai nilai ekonomis tinggi. 4. Terumbu karang merupakan gudang keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. /. Terumbu karang melindungi pantai dan ekosistem pesisir dari hempasan gelombang dan dampak langsung dari angin puyuh. .. Terumbu karang merupakan ekosistem laut tropis yang paling kompleks dan produktif.

*. :kosistem terumbu karang mempunyai peran fungsional yang penting dalam siklus biogeokimia global. ;. Terumbu karang disekitar pulau ke#il merupakan sumber utama pasir pantai dan gosong yang mendukung ekosistem yang kompleks. 8. terumbu karang merupakan sumber berma#am-ma#am bahan makanan $ikan dan rumput laut%. ,. Terumbu karang merupakan sumber penting bahan bio aktif yang berguna dalam pembuatan obat-obatan. -. Terumbu karang merupakan lokasi wisata yang sangat populer. (). Terumbu karang menyediakan kesempatan untuk penelitian dan pendidikan.

Terumbu karang di dunia diperkirakan men#apai 4,.,/)) km4.

'ilayah

<ndonesia mempunyai sekitar (,= terumbu karang dunia, dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia $lebih dari (,= terumbu karang dunia, serta lebih dari 4*)) jenis ikan, *-) jenis karang batu, 4*)) jenis "oluska, dan (*)) jenis udangudangan%. >amun sayangnya laporan 3eef at 3isk $4))4% menempatkan <ndonesia sebagai salah satu negara dengan status terumbu karang yang paling teran#am. +elama *) tahun terakhir, proporsi penurunan kondisi terumbu karang <ndonesia telah meningkat dari ()= menjadi *)=. 5ebih lanjut, hasil sur&ey P4? 5<P< $4));% menyebutkan bahwa hanya *,4/= terumbu karang di <ndonesia yang berada di dalam kondisi yang sangat baik.0n#aman utama yang ter#atat adalah9

pembangunan daerah pesisir, polusi laut, sedimentasi dan pen#emaran dari darat, overfishing $penangkapan ikan berlebih%, destruktif fishing $penangkapan ikan dengan #ara merusak%, dan pemutihan karang $ coral bleaching %.

3usaknya terumbu karang mengakibatkan sumber rantai makanan juga hilang. 0kibatnya, selain nelayan kian sulit menangkap ikan, udang atau biota laut lainnya, pertumbuhan dari biota tersebut juga lambat. !ondisi ini diperarah dengan perburuan ikan yang semakin intensif seiring dengan meningkatnya konsumsi manusia. <tulah sebabnya selain stok perikanan tangkap dunia termasuk <ndonesia terus merosot juga ukurannya kian menge#il dari waktu ke waktu. 2paya yang dilakukan untuk melestarikan terumbu karang. @ara-#ara penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan ra#un harus segera dihentikan karena hanya dalam sekejap akan meluluhlantahkan ekosistem terumbu karang. 2ntuk mengembalikannya lagi ke tingkat semula merupakan satu hal yang #ukup sulit. "enurut penelitian dibutuhkan waktu setahun untuk menumbuhkan terumbu karang sepanjang ( #m.

FAKTOR PENGANCAM KELESTAR AN TERUMBU KARANG !" FAKTOR #AR ALAM 1en#ana alam dan kejadian lainnya yang terjadi se#ara alamiah dapat merusak terumbu karang. i bawah ini ter#antum hal-hal yang dapat merusak terumbu

karang yang terjadi se#ara alamiah, antara lain ialah9 (. Aempa bumi berakibat memporak-porandakan terumbu karang 4. 1adai di laut seperti halnya tsunami berakibat menghan#urkan terumbu karang /. !enaikan suhu air laut dan kenaikan permukaan air laut pada tahap tertentu dapat mematikan karang .. Penyakit antara lain akibat infeksi oleh bakteri berakibat mematikan karang *. +erangan hewan pemangsa $1ulu +eribu% berakibat mematikan karang

$" FAKTOR #AR KEG ATAN MANUS A

+:@030 50>A+2>A a" Penangka%an kan #an Bio&a Lau& Lainn'a #engan Cara (ang Merusak @ontohnya menangkap ikan dan hasil laut lainnya dengan menggunakan bom dan ra#un potasium sianida. 1om yang dilemparkan di terumbu karang akan

menghan#urkan koloni karang dan biota laut lainnya di sekitar terumbu karang. "enuang ra#un di sekitar terumbu karang untuk menangkap ikan hias juga akan mematikan karang dan biota laut lainnya. Terumbu karang adalah rumah bagi tumbuhan dan hewan laut, termasuk ikan-ikan. Bika terumbu karang han#ur maka ikan-ikan akan sulit ditemukan.

b" Pengambilan Bio&a Lau& Un&uk #i%erdagangkan Pengambilan karang untuk diperdagangkan akan sangat merusak terumbu karang. Bika karang tidak ada maka terumbu karang tidak akan terbentuk. Pengambilan biota laut di terumbu karang, seperti kima yang menempel pada koloni karang juga akan merusak terumbu karang. ?leh karena ketika mengambil biota laut mereka menginjak-injak dan men#ongkel karang. Pengambilan biota laut se#ara berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan jaring-jaring makanan di terumbu karang. @ontohnya jika kita banyak mengambil keong triton $ Charonia tritonis%, yakni sejenis keong laut yang ukurannya besar, untuk #enderamata, maka akan terjadi gangguan. !eong laut ini memakan 1ulu +eribu, maka jika ia habis diambil, maka 1ulu +eribu tidak mempunyai pemangsa, maka jumlah 1ulu +eribu menjadi banyak dan ini merugikan, karena 1ulu +eribu memangsa karang.

)" Pembuangan Sam%a* Ke Lau&

+ampah yang dibuang dari tepi pantai, ataupun dari tengah laut $dari atas kapal misalnya%, akan men#emari perairan laut, termasuk perairan di sekitar terumbu karang. +ampah plastik dapat membunuh hewan-hewan laut, seperti Penyu +isik, karena Penyu +isik akan mengira sampah plastik sebagai makanannya, yakni uburubur, sehingga sampah itu ditelannya dan mengakibatkan kematian. +ampah juga akan mematikan karang, karena sampah menutupi dan menempel pada koloni karang keras, sehingga zooxanthellae $tumbuhan bersel satu yang hidup di jaringan tubuh si hewan karang% tidak dapat berfotosintesis, sehingga zooxanthellae dapat mati dan akhirnya si hewan karang juga dapat mati. +elain itu sampah juga akan membuat lingkungan di sekitar laut menjadi buruk dan kotor.

d" Kegia&an +isa&a (ang Tidak Mem%erdulikan Lingkungan !egiatan wisata baik itu berupa kegiatan jalan-jalan di pantai, berenang, snorkeling, ataupun menyelam di terumbu karang, jika tidak dikelola dengan baik, dapat merusak terumbu karang. 'isatawan akan membuang sampah tidak pada

tempatnya. "ereka juga dapat menginjak-injak, menyentuh, membunuh, ataupun dan mengambil karang dan biota laut lainnya.

+:@030 T< 0! 50>A+2>A a" Pen)emaran #ari #ara& Ke Lau& Pen#emaran dari darat dapat merusak ekosistem yang ada di pesisir. +ungai dari darat yang mengalir hingga ke muara dan berakhir di laut dapat membawa limbah $zat pen#emar%. +e#ara umum limbah dapat dikategorikan menjadi limbah padat $yakni sampah plastik,kaleng, dll.%, dan limbah #air $pupuk kimia, zat ra#un dari industri, dll.%. Pupuk kimia merupakan makanan bagi 1ulu +eribu yang masih ke#il,

sehingga ketika ada banyak pupuk kimia mengalir ke laut, maka jumlah 1ulu +eribu akan menjadi banyak dan menjadi hama yang akan memakan karang.

b" Sedimen&asi #ari #ara& "asuknya sedimen, sering disebut sebagai sedimentasi, yang biasanya dari arah darat ke laut, dapat merusak terumbu karang. +edimen seperti lumpur yang datang dari darat akan membuat perairan di sekitar terumbu karang menjadi keruh. 0kibatnya zooxanthellae yang hidup di dalam jaringan tubuh polip karang akan sulit untuk berfotosintesis, dan dapat mati, akhirnya karang juga dapat mati.

)" Pembangunan #i +ila'a* Pesisir ,Te%i Pan&ai"engapa pembangunan di wilayah pesisir dapat merusak ekosistem yang ada di pesisir dan lautC ?leh karena pembangunan di wilayah pesisir, seperti

pembangunan pusat perbelanjaan dan pembangunan pemukiman, menghasilkan sedimen $adanya tanah, semen dan lumpur% yang akan men#emari perairan di sekitar terumbu karang. +elain itu sampah yang dihasilkan dari pusat perbelanjaan dan pemukiman yang tidak dikelola dengan baik, juga akan men#emari wilayah terumbu karang. Pembangunan di wilayah pesisir juga akan mengurangi areal lahan mangro&e. "ata rantai antara ekosistem hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang dapat terputus. Hutan bakau dan padang lamun berjasa besar dalam men#egah pen#emaran dari darat ke laut.

PERATURAN (ANG BERKA TAN #ENGAN TERUMBU KARANG a" Undang.Undang Lingkungan /idu%

Pengelolaan terumbu karang, sebagai sebuah lingkungan hidup atau ekosistem, diatur dalam 2ndang-2ndang 5ingkungan Hidup >o. /4 tahun 4))-. itetapkan bahwa setiap orang se#ara pasif wajib men#egah dan menanggulangi pen#emaran dan perusakanD dan se#ara aktif wajib memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup. 2ndang-undang ini mengarahkan agar semua kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh setiap orang agar selalu menga#u pada fungsi lingkungan yaitu daya dukung dan daya tampung lingkungan, dan tidak melampauinya. +ebagai #ontoh kegiatan penangkapan ikan seharusnya tidak menyebabkan populasi ikan menjadi turun dan tidak men#ukupi untuk kehidupan di masa datang. 1atas-batas fungsi lingkungan itu menga#u kemudian pada baku mutu lingkungan. 2ntuk biota di terumbu karang misalnya ada 1aku "utu 0ir laut untuk biota laut dan !riteria 1aku suatu terumbu karang dikategorikan rusak. +ementara itu, se#ara khusus tentang kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan diatur lebih lanjut dalam undang-undang lain.

b" Undang.Undang Perikanan 2ndang-2ndang >o./( Tahun 4)). tentang Perikanan telah menetapkan berbagai upaya dalam menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan. Terumbu karang adalah salah satu sumberdaya perikanan di <ndonesia. 2ndang-2ndang menetapkan bahwa setiap orang memiliki kewajiban untuk men#egah terjadinya pen#emaran dan atau pengrusakkan terhadap sumberdaya perikanan serta lingkungannya. +elain dengan pendekatan pen#egahan,

keberlanjutan sumberdaya juga perlu dilakukan melalui upaya konser&asi dari tingkat ekosistem, jenis, maupun genetik terhadap sumberdaya ikan.

alam upaya menjamin terlaksananya upaya-upaya tersebut di atas, diterapkan sanksi bila terjadi pelanggaran. +anksi akan dikenakan misalnya bila se#ara sengaja seseorang melakukan penangkapan ikan dan ataupun melakukan budidaya menggunakan bahan peledak, bahan kimia, bahan biologis, danEatau dengan #ara-#ara yang merusak.

)" Pedoman Umum Pengelolaan Terumbu Karang ?leh karena 2ndang-2ndang Perikanan tidak se#ara khusus mengatur tentang pengelolaan terumbu karang, maka diterbitkan !eputusan "enteri !elautan dan Perikanan >o /,E"enE4)). tentang Pedoman 2mum Pengelolaan Terumbu !arang. engan berpegang pada pedoman ini diharapkan pengelolaan terumbu karang dilakukan se#ara seimbang antara pemanfaatan dan pelestarian. emikian pula

se#ara sinergis diren#anakan dan dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan lembaga non-pemerintah. 2ntuk men#apai harapan di atas, Pemerintah menetapkan - strategi yang men#akup9

S&ra&egi ! 0 "emberdayakan masyarakat pesisir yang se#ara langsung maupun tidak langsung bergantung pada pengelolaan ekosistem treumbu karang

S&ra&egi $ 9 "engurangi laju degradasi terumbu karang S&ra&egi 1 9 "engelola terumbu karang berdasarkan karakteristik ekosistem, potensi, tata ruang wilayah, pemanfaatan, status hukum, dan kearifan masyarakat pesisir

S&ra&egi 2 9 "erumuskan dan mengkoordinasikan program-program instansi pemerintah, pemerintah pro&insi, pemerintah kabupatenEkota, pihak swasta,

dan masyarakat yang diperlukan dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang berbasis masyarakat

S&ra&egi 3 9

"en#iptakan dan memperkuat komitmen, kapasitas, dan

kapabilitas pihak-pihak pelaksana pengelola ekosistem terumbu karang

S&ra&egi 4 9 "engembangkan, menjaga serta meningkatkan dukungan masyarakat luas dalam upaya-upaya pengelolaan ekosistem terumbu karang se#ara nasional dengan meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat mengenai arti penting nilai ekonomis dan ekologis dari terumbu karang

S&ra&egi 5 9 "enyempurnakan berbagai peraturan perundang-undangan serta mendefinisikan kembali #riteria keberhasilan pembangunan suatu wilayah agar lebih rele&an dengan upaya pelestarian lingkungan ekosistem terumbu karang

S&ra&egi 6 9 "eningkatkan dan memperluas kemitraan antara pemerintah, pemerintah masyarakat propinsi, untuk pemerintah kabupatenEkota, kegiatan swasta, 5+", yang dan

mengembangkan

ekonomi

ramah

lingkungan dalam rangka pemanfaatan sumberdaya terumbu karang se#ara berkelanjutan

S&ra&egi 7 9

"eningkatkan dan mempertegas komitmen pemerintah,

pemerintah pro&insi, pemerintah kabupatenEkota, dan masyarakat serta men#ari dukungan lembaga dalam dan luar negeri dalam penyediaan dana untuk mengelola ekosistem terumbu karang.

UPA(A PELESTAR AN #AN RE/AB L TAS TERUMBU KARANG 1anyak upaya yang telah dilakukan oleh berbagai pihak dalam melestarian maupun merehabilitasi terumbu karang. i bawah ini ter#antum beberapa di antaranya saja.

Pembentukan taman nasional laut sebagai kawasan konser&asi, untuk mengatur pemanfaatan sumberdaya alam yang ada. @ontohnya Taman >asional 5aut 1unaken, Taman >asional 5aut 'akatobi, dan Taman >asional 5aut !epulauan +eribu

Penetapan

P5 $ aerah Perlindungan 5aut% E 0P5 $0rea Perlindungan 5aut% E

!P5 $!awasan Perlindungan 5aut% untuk melindungi sumberdaya perikanan beserta ekosistemnya dari an#aman kerusakan. P5E0P5E!P5 ini sebaiknya

berbasis masyarakat sehingga masyarakat dapat ikut memantau dan mengelolanya

2paya rehabilitasi terumbu karang melalui perlindungan area terumbu karang yang rusak untuk upaya pemulihan. +uatu area terumbu karang yang mengalami kerusakan namun masih berpotensi untuk dipulihkan, maka dilakukan upaya perlindungan area tersebut dengan menutup area itu sementara dari akti&itas perikanan, untuk membiarkannya pulih kembali.

2paya

rehabilitasi

terumbu

karang

melalui

transplantasi

karang.

Transplantasi karang ialah sebuah upaya perbanyakan karang dengan menggunakan kemampuan regenerasi karang se#ara aseksual. >amun

demikian belum diketahui seberapa efektif upaya ini karena kegiatan transplantasi karang masih terbatas dilakukan pada jenis-jenis karang tertentu saja dan tingkat keberhasilannya masih sangat tergantung dari lingkungan perairan di sekitarnya $masih sangat bergantung pada alam%

2paya rehabilitasi terumbu karang melalui penyediaan substrat keras untuk tempat menempel lar&a karang. 2paya ini terdiri dari peletakan substrat keras dari bahan kapur ke dasar laut dan membiarkan lar&a karang menempel dan hidup serta berkembang. +elain itu ada juga yang

memfasilitasi pembentukan zat kapur dari reaksi kimia melalui pemberian listrik di perairan laut, sehingga terbentuk substrat keras sebagai tempat lar&a karang untuk menempel

!egiatan pendidikan, pelatihan, kampanye, maupun penyadaran kepada berbagai pihak tentang pentingnya melestarikan ekosistem pesisir, juga menjadi bagian dari upaya pelestarian terumbu karang

+elain yang telah disebutkan di atas, masih banyak upaya pelestarian dan rehabilitasi terumbu karang yang telah dilakukan di berbagai wilayah di <ndonesia.