Anda di halaman 1dari 3

Data Pengamatan dan Perhitungan

1. Penentuan Konsentrasi Larutan Standar


Konsentrasi Larutan Induk = 100 mL (n1)
Diencerkan untuk masing-masing larutan standar hingga 50 mL (V2)
Tabel konsentrasi beberapa larutan standar
Volume Lar Induk (mL)

Konsentrasi Lar Standar (ppm)

(V1)
(n2)
0.05
0.10
0.10
0.20
0.15
0.30
0.20
0.40
0.25
0.50
2. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Tabel penentuan panjang gelombang maksimum
(nm)
450

%T

Absorbansi

98

0.0088

Absorbansi = log 1/T

Contohnya pada 450


460
96
0.0177
470
92
0.0362
A = log 1/0.98
480
87
0.0605
A = log 100/98
490
81
0.0915
A = 0.0088
500
74
0.1308
510
68
0.1675
520
62
0.2076
530
58
0.2366
540
56
0.2518
550
55
0.2596
Lamda Max
560
55.5
0.2557
570
59.5
0.2255
580
66
0.1805
590
74
0.1308
600
82
0.0862
Kurva penentuan penjang gelombang maksimum

n2 = V1 x n1 / V2
n2 = V1 x 100 / 50
Contohnya pada V1 0.05 mL
n2 = 0.05 x 100 / 50
n2 = 0.10 ppm

3. Penentuan Kadar Sampel


Tabel absorbansi beberapa larutan standard dan sampel
Konsentrasi
(ppm)
0.05
0.10
0.15
0.20
0.25
Sampel 1
Sampel 2
Sampel 3
Kurva Kalibrasi

%T

Absorbansi

84
66
55
45
39
74
50
57

0.0757
0.1805
0.2596
0.3468
0.4089
0.1308
0.3010
0.2441

Absorbansi = log 1/T


Cth, kons 0.05 ppm
A = log 1/0.84
A = log 100/84
A = 0.0757

Tabel penentuan kadar sampel


Sampel Absorbansi
1

0.1308

Konsentrasi

Pers garis : y = 1.6655x + 0.0045 ; x = konsentrasi

(ppm)
0.0758

y = absorbansi
kons = (absorbansi - 0.0045) / 1.6655

2
3

0.3010
0.2441

0.1780
0.1439

Contohnya pada sampel 1,


kons = (0.1308 - 0.0045) / 1.6655 = 0.0758 ppm

Anda mungkin juga menyukai